Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Grand Prince Episode 1 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Grand Prince Episode 1 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Grand Prince Episode 2 Part 1

Kang ngasih tahu Yeon Hee, ketika seseorang yang lebih tinggi mengatakan itu, Yeon Hee harus pergi dan datang sesuai keinginan mereka. Yeon Hee lebih rendah darinya dan dia bersikap keras kepala untuk pergi dan nggak pergi? Yeon Hee meminta pangeran Lee Kang untuk tenang. Dia nggak bisa meninggalkan tuannya. Kang bertambah marah. Apa Yeon Hee memandang rendah dirinya karena besar di luar istana? Kang sesumbar kalo dia adalah peringkat kedua setelah putera mahkota. Ia lebih tinggi peringkatnya daripada Hwi. Yeon Hee bertanya ada apa dengan Kang? Kang bilang pada Yeon Hee agar jangan menghinanya. Dia bilang agar Yeon Hee ikut dengannya. Yeon Hee dengan tegas bilang enggak. Tuan yang harus ia patuhi bukanlah Kang. Yeon Hee menyatakan kalo dia nggak bisa pergi ke istana lain. Nggak bisa! Apa kata Yeon Hee? 


Kang yang udah murka mendorong Yeon Hee sehingga jatuh di sungai. Yeon Hee yang ngvak bisa berenang meminta tolong pada Kang agar di selamatkan. Kang berteriak kalo Yeon Hee membencinya. Kalo gitu, mati saja. 


Sementara itu Hwi dan Gi Teuk berlari sekencang-kencangnya menuju tempat Yeon Hee dan Kang. Kang sendiri diam terpaku di tempatnya melihat Yeon Hee tenggelam di depan matanya. 


Kang shock melihat Yeon Hee udah meninggal. Yeon Hee mengambang di air. Kang berjalan mundur dan akhirnya dia meninggalkan Yeon Hee begitu saja. Hwi sampai nggak lama kemudian. Dia bertanya bagaimana dengan Yeon Hee? Apa Kang melihat Yeon Hee? Gi Teuk melihat Yeon Hee mengambang di sungai dan menunjukkannya pada Hwi. 


Hwi langsung berlari menghampiri dan melompat ke sungai. Hwi menarik Yeon Hee ke tepi lalu membawanya ke daratan. Hwi nyuruh Gi Teuk buat pergi dan memanggil seseorang. Gi Teuk mengiyakan lalu segera beranjak. Hwi memeriksa nafas Yeon Hee. Udah nggak ada. Hwi memcoba memanggil Yeon Hee tapi nggak ada reaksi apapun dari Yeon Hee. Kang mendekat Hwi bertanya bagaimana hal ini bisa terjadi? Gimana bisa dia jatuh? Kenapa Hyung nggak turun dan membantunya? Kang mengaku nggak tahu harus berbuat apa. Hwi menangis. Seharusnya hyung memanggil seseorang. Seharusnya hyung menolongnya. Bisa-bisanya dia melihatnya mati. Dengan tenangnya Kang mengatakan kalo Yeon Hee melompat-lompat karena senang menemukannya dan jatuh sendiri. Apa yang harus ia lakukan? Hwi terdiam mendengar pengakuan kakaknya. Dia lalu mengatakan kalo Gi Teuk melihatnya. Hwi mendengar cerita yang berbeda darinya. Kang bertanya apa Gi Teuk katakan dan lihat? Apa Gi Teuk melihatnya mendorongnya? Hwi terdiam. Ia nggak bisa menjawabnya. 


Orang-orang berdatangan. Hwi menangis sedih. Tabib memeriksa Yeon Hee. Dia mengatakan kalo ia nggak bisa menyelamatkan Yeon Hee. Hwi semakin sedih. Dayang menghalangi pandangannya. Tabib menutup wajah Yeon Hee dengan selimut. Hwi memanggilnya, Yeon. 


Yeon Hee di angkat di bawa pergi. Hwi meratap manggil-manggil Yeon Hee. Hwi menyingkirkan tangan dayang. Dia ingin melihat Yeon untuk terakhir kali.


Hwi menatap tajam pada Kang setelah jenazah Yeon Hee pergi. Kang melihat Hwi bentar lalu pergi. Hwi yang masih kesal terus mrlihat Kang bahkan setelah dia pergi. 


Kang berjalan dengan sedih. Sepertinya dia menyesal. Seseorang menyapanya. Selamat datang. Kang melihat orang itu, paman. Paman memberi Kang busur. Paman ngasih tahu kalo itu di buat oleh seseorang dengan keterampilan terhebat di Joseon. Khusus di buat untuk keponakannya. 


Kang menangis lalu menghambur di pelukan pamannya. Paman menepuk-nepuk pundak Kang. Dia lalu melepaskan pelukannya dan menatap wajah Kang. Paman bertanya ada apa? Siapa yang membuat keponakannya sedih? Kang nanya apa yang harus dia lakukan? Apa dia akan di usir? Atau apa dia akan di penjara? Paman bertanya siapa yang akan melakukan itu terhadap pangeran? Paman menghapus air mata Kang. Paman bilang jangan khawatir. 


Hwi berganti pakaian dan masih menangis. Gi Teuk membantunya dan juga merasakan kesedihan yang sama. Hwi meminta Gi Teuk untuk mengatakan apa yang dia lihat. Orang yang terakhir dilihat Yeon, apa nggak ada orang lain lagi selain kakaknya? Gi Teuk mengatakan kalo dia terlalu jauh untuk mendengar apa yang mereka bicarakan. Pangeran Lee Kang sepertinya menyuruh Yeon Hee untuk pindah ke istananya. Tapi dia marah saat Yeon Hee mengatakan kalo dia nggak mau. Kang marah dan mendorong Yeon Hee ke dalam air. Gi Teuk berpikir nggak bisa membiarkan mereka jadi dia pergi untuk menemui Hwi. Hwi berpikir Hyung pasti marah. Hwi ingat Kang mengatakan kalo Yeon Hee melompat-lompat karena senang telah menemukannya. Kang nanya apa yang harus dia lakulan saat Yeon Hee jatuh sendiri? Hwi mengerti. Dia lalu nyuruh Gi Teuk untuk mengambil pakaian kering dari ruang cuci. Hwi perlu bicara dengan kakaknya. Gi Teuk mengiyakan. Dia lalu meninggalkan kamar Hwi. 


Gi Teuk keluar dari kamar Hwi untuk mengambil pakaian seperti yang di perintahkan. Tapi saat ia udah agak jauh, seseorang menjegal kakinya dan membawanya pergi. Dan tanpa orang-orang itu sadari mereka meninggalkan topi Gi Teuk terjatuh di lantai. 


Sementara itu Hwi menunggu Gi Teuk dengan gelisah di kamarnya. Dia mondar-mandir tapi Gi Teuk nggak juga datang. Karena nggak juga kembali, Hwi memanggil Gi Teuk. Apa bajunya udah siap? Karena nggak ada jawaban dari Gi Teuk, Hwi memutuskan untuk keluar dan mengambil pakaian sendiri. Hwi melihat topi Gi Teuk di lantai dan mengambilnya. 


Hwi yang sudah berganti pakaian keluar untuk mencari tahu. Paman menghadang langkah Hwi. Hwi memberi hormat pada paman. Paman bertanya apa Hwi mau menemui Kang? Hwi mengiyakan. Ada yang ingin dia tanyakan pada hyung. Paman nyuruh Hwi buat kembali. Pendam dan lupakan. Hwi terdiam. Dia nggak mau melakukannya. Seseorang meninggal. 


Paman mendekat dan bertanya apa menurut Hwi Kang akan di hukum? Seorang pelayan muda yang masih hidup dan pangeran hidup. Hwi tahu siapa keluarga kerajaan yang akan melindungi mereka berdua? Ratu akan menyingkirkan para saksi. Hwi dilindungi oleh darahnya tapi orang lain mungkin akan di urus dengan benar. Apa ada hal lain yang ingin Hwi katakan? Mari berduka untuk orang yang meninggal. Mereka nggak bisa membunuh orang yang hidup, kan? 


Paman meletakkan tangannya di pundak Hwi. Dia mengatakan kalo Hwi perlu mengubur kejadian itu dan harga dirinya. Dengan begitu, kejadian ini akan berlalu dan nggak perlu mengorbankan orang yang lebih nggak berdosa. Hwi udah menangkap maksud dari kata-kata pamannya. Dia menanyakan dimana Gi Teuk. Anak itu nggak melakukan kesalahan apa-apa. Paman malah tersenyum. Paman bertanya apa Hwi mau menyelamatkannya? Hwi meminta agar paman jangan mengancamnya. Mengancam? Paman mengelak. Ia adalah paman yang bahkan akan menyerahkan tahta demi negara. Paman mengaku hanya menginginkan kedamaian buat keluarga kerajaan. 
Paman menatap Hwi tajam. Berkali-kali Hwi menelan ludahnya. Mau bilang sesuatu tapi nggak bisa. 


Sementara itu di tempat Gi Teuk di sekap. Gi Teuk memanggil yang mulia. Dia minta di ampuni. Gi Teuk diikat dengan kepala yang ditutup (duh, kejam banget mereka). Gi  Teuk merasakan ada seseorang yang datang. Dia bertanya siapa mereka. Orang itu adalah paman. Paman diam aja dan nggak menjawab. 


Ratu dikamarnya sedang membaca. Hwi berada di luar. Dia melihat bayangan ibunya dari luar. Hwi melangkah maju tapi terhenti saat ingat kata paman kalo ratu akan menyingkirkan para saksi. Apa masih ada sesuatu yang ingin Hwi katakan? Hwi tampak berat mau mengurungkan niatnya. Tampak tangannya mengepal. Akhirnya Hwi berbalik dan pergi. 


Kang berada di kamarnya. Membaca sesuatu. Sepertinya sebuah surat. Setiap pagi dan setiap malam. Ibu mengatakan kalo ibu merindukannya? Kang juga seperti itu. Ia merindukan istana yang ia bahkan ia nggak ingat. Ia menangis dan membasahi bantalnya setiap malam. Kang yang sangat kesal merobek-robek surat itu. 


Kang memanah dengan di dampingi oleh pamannya. Kali ini Kang udah lebih pandai. Anak panahnya tepat mengenai sasaran. Paman menanyakan apa bagus? Kang mengatakan kalo itu jauh lebih baik dari yang udah ia gunakan sebelumnya. Itu ringan dan melontarkan anak panah lebih jauh. Kang mengatakannya dengan penuh semangat. Paman tersenyum mendengarnya. Paman mengatakan kalo itu bukan hanya untuk latihan tapi juga bisa Kang gunakan juga di kehidupan nyata. Itu adalah panah yang dugunakan untuk perang. Kang tersenyum. Tapi sesaat kemudian ia kembali teringat dengan Yeon Hee. Kang bertanya, kalo ayah dan ibu mencari tahu tentang pelayan itu, apa yang harus ia lakukan? Paman mengatakan kalo mereka nggak akan tahu. Hwi nggak akan bisa memberitahu mereka. Kang nggak akan terbelenggu karena kelemahannya. Sebagai gantinya, Kang malah mengalahkan adiknya karena kelemahannya. Bukankah itu menyenangkan? Rahasia yang Kang miliki akan menjadi belenggu bagi Hwi. Paman menasehati agar Kang jangan merasa buruk tentang hal itu. Dan jangan pernah lagi memikirkannya. Jadilah kuat. Jadilah orang yang lebih berkuasa lagi. Kekuasaan bisa menutupi kesalahan apapun. Dan kesalahan apapun bisa Kang lakukan. Gimanapun juga Kang hanya perlu mendapatkan kekuasaan. Kang mengangguk. Paman mengambil satu anak panah dan memberikannya pada Kang. Paman mempersilakan Kang untuk kembali memanah. Kang menarik busurnya. Paman menatapnya sambil tersenyum. 


Sebuah bunga teratai jatuh di air sungai. Rupanya Hwi yang menjatuhkan bunga itu. Hwi bertanya apa Gi Teuk ingat saat lengannya Yeon Hee terluka? Gi Teuk mengiyakan. Yeon Hee terluka hanya untuk mengambil kurma di pohon untuk yang mulia Hwi. Dia memanjat tapi... Gi Teuk nggak sanggup melanjutkannya. 


Hwi menatap jauh kedepan. Anak muda yang nggak memiliki apa-apa, dia selalu bilang ingin memberi Hwi sesuatu. Dia membahayakan dirinya sendiri dan mengawasi Hwi. Tatapan Hwi selalu mengikutinya. Kemanapun ia pergi, Hwi selalu merasakan kehadirannya. Gi Teuk mengatakan kalo Yeon Hee adalah bunga matahari yang hanya melihat Hwi. Hwi menyesal seharusnya dia nggak melakukannya. Gi Teuk bertanya apa Hwi menyesal? Hwi melanjutkan seharusnya dia tersenyum hangat, seharusnya dia mengatakan semuanya pada Yeon Hee. Kang menghela nafas panjang. Andai dia tahu kalo hidupnya begitu singkat, ia akan melakukan segalanya untuk Yeon Hee. Gi Teuk juga menyesal. Gara-gara dia.. 


Hwi memutar tubuhnya menghadap Gi Teuk. Ia meminta Gi Teuk mendengarkannya baik-baik. Mulai sekarang, Gi Teuk harus berada di sisinya. Gi Teuk mengiyakan. Hwi melanjutkan, dan ini... lupakan kalo hal ini pernah terjadi. Nggak ada yang terjadi yang berhubungan dengan kakaknya. Hwi mengaku nggak bisa lagi kehilangan orang-orangnya. Gi Teuk menangis sesegukan. Hwi merasa lemah karena dia masih muda. Mereka bahkan nggak tahu penyebab kematian Yeon Hee. Yang bisa Hwi lakukan sekarang adalah melindungi Gi Teuk. Ia dan Gi Teuk harus menjadi lebih kuat. Hanya dengan begitu mereka bisa saling melindungi satu sama lain. Gi Teuk memanggil Hwi dan menangis lagi. Hwi lalu memandang bunga itu lagi. 

Beberapa tahun kemudian


Hwi menjatuhkan bunga teratai di sungai tempat Yeon Hee tenggelam. Dia bertanya apa Yeon Hee baik-baik aja? Hwi masih penasaran apa Yeon Hee masih kecil apa udah dewasa. Seseorang menarik busur dan menargetkan Hwi. Hwi mengatakan kalo sekarang Hwi bahkan nggak bisa mengingat wajah Yeon Hee lagi. Orang itu memanah bunga Hwi yang ada di air. Hwi langsung menoleh melihat pemanah itu. Rupanya dia adalah Kang. Kang berjalan menghampiri Hwi. Mereka saling menatap. 

Bersambung...

Komentar :
Suka sebel sendiri kalo lihat pamannya Kang. Licik, penghasut, pencuci otak... Apa sih maunya sebenarnya? Kesel sendiri jadinya.

Lihat wajah Hwi pas dewasa, ganteng banget. Beda banget sama pas menit-menit awal, bikin pangling. Tapi nggak tahu kenapa aku malah suka dia pas di awal dengan rambut yang nggak rapi. 

1 komentar:

Lanjut, sis. Suka sama ceritanya