Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 3 Part 2
Bing Bing ke atap dan membangun tenda. Ia bersyukur ayahnya meninggalkan itu semua untuknya. Yang terakhir.... Bing Bing akan membawanya masuk kedalam tenda tapi malah terjatuh. Bing Bing khawatir kalo kalo terdengar sama Wang Nuo. Ia buru-buru masuk. Ia berharap Wang Nuo nggak akan tahu kalo dia sembunyi disana untuk sementara waktu. Ia akan tinggal disana selama yang ia bisa. Bing Bing menata barang-barangnya di atas meja. Ia lalu membuka sebuah  buku resep. Bing Bing tersenyum menatapnya.

Flashback...


Bing Bing meminta maaf pada Bruce. Bruce hanya tersenyum. Nggak papa. Bing Bing bertanya kalo nanti ia ada masalah, apa boleh ia bicara dengan Bruce? Bruce tersrnyum dan mengiyakan. Kali Bing Bing ada masalah, ia harus bicara. Jangan disimpan sendiri. Apa Bing Bing ngerti? Bing Bing mengangguk. Bruce menepuk pelan kepalanya. 

Flashback end...


Bing Bing mengangguk teringat kejadian itu. Ia lalu mendengar suara musik dari rumah Wang Nuo. Bing Bing keluar dari tendanya dan mencuri dengar.

Wang Nuo menuangkan anggur kedalam gelasnya. Ia mencium aroma anggur itu. Lalu meminumnya. Wang Nuo berjalan lalu meletakkan gelasnya. Ia mengambil piring hitam dan memainkannya. Wang Nuo menikmati lagu itu sambil membaca buku. 


Tapi rupanya itu hanya hayalan Bing Bing aja. Bing Bing tersadar dan bertanya-tanya kenapa juga dia mikirin Wang Nuo. Aneh. Nggak! Bing Bing merasa harus bertanya kenapa Wang Nuo ada di rumahnya. Ia memikirkan rumahnya bukan Wang Nuo. Bing Bing hendak masuk lagi ke dalam tendanya tapi nggak jadi saat ia mendengar Wang Nuo memperkenalkan rumah yang baru ia beli pada Bruce. Bruce berpendapat bagus juga. Wang Nuo mengaku baru pindah dan belum beres-beres. Bing Bing hampir terjatuh gara-gara menginjak kaleng. Ia lalu bergegas masuk ke tenda


Bruce mengaku ke Wang Nuo kalo dia benera  hancur. Ia nyuruh Wang Nuo membayangkan Gao Bing Bing dalam pelukannya. Tapi Bruce nggak ada perasaan apapun. Wang Nuo menilai nggak papa kalo Bruce nggak punya perasaan sama Bing Bing. Bruce berkata kalo Wang Nuo nggak boleh gitu hanya karena dia punya dendam sama Bing Bing dia jadi nggak objektif. Wang Nuo hanya mengatakan kebenaran. 


Bing Bing membuka tendanya. Ia merasa itu masalah penting. Nggak perlu formal. Bing Bing keluar dari tenda dan menguping. 


Bruce cerita saat ia memeluk Bing Bing, ia lupa bahwa Bing Bing adalah muridnya. Ia hanya merasa dia adalah wanita yang butuh disayang. 


Bing Bing tersenyum mendengarnya.


Wang Nuo bertanya nggak yakin. Wanita? Ia bangkit dan berdiri di depan Bruce. Ia tanya, ya...Wang Nuo memutar tubuh Bruce agar menghadapnya. Ia beryanya bagian mana dari Bing Bing yang menarik? Wajah? Bruce menjawab enggak. Wang Nuo nanya lagi bentuk badan? 


Di tempatnya Bing Bing melihat badannya. Ia jadi merasa kesal. Apa hubungannya dengan Wang Nuo? 
Bruce menjawab enggak. Selera? Enggak. Uang? Enggak. IQ? Bruce nyuruh Wang Nuo berhenti mengejek Bing Bing. Itu hanya kesalah pahaman saat ia bilang Wang Nuo itu dokter nasi goreng. Dia tinggal disini dan menolak untuk pindah karena dia nggak punya uang. Wang Nuo mengatakan kalo dia nggak mengejek Bing Bing, semuanya udah berakhir. Bruce merasa Bing Bing itu sungguh kasihan. Apa Wang Nuo tahu? Karena dia Ai Zhen meminta Bing Bing menunggu lama sekali di kantornya. 

Flashback...


Bruce mempersilakan Ai Zhen untuk pergi kalo memang dia ada urusan. Ai Zhen nggak perlu menemaninya. Ai Zhen mengaku kalo dia nggak ada urusan. Dia nggak sibuk. Bruce mengingatkan tapi bukannya Bing Bing sedang menunggunya? Ai Zhen mengatakan kalo untuk urusan kerja, Bing Bing harus di hukum karena telah menuduh salah satu pelanggan hotelnya. Untuk masalah pribadi, dia menempati rumah Wang Nuo. Bing Bing seharusnya menerima pelajaran. Jadi nggak paa kalo ia membuat Bing  Bing menunggu sebentar. 

Flashback end...


Bing Bing yang mendengarnya jadi bertanya-tanya akankah manajer Ren melakukan hal itu? 


Wang Nuo merasa Ai Zhen nggak perlu melakukan hal itu. Itu hanyalah kesalahpahaman anntara Gao Bing Bing dan dirinya. Tampaknya dia banyak berhutang maaf padanya. 


Bing Bing kembali masuk ke tendanya. Ia memikirkan sesuatu.

Flashback...


Bing Bing bertemu dengan rentenir di ruangan Ai Zhen. Rentenir mengatakan kalo pakaian Bing Bing terlalu sempit. Ia nyuruh Bing Bing berolahraga. Dia terlalu gendut. Ai Zhen menggebrak meja lalu bangkit. Pasal 346 Hukum Pidana mengatakan bahwa mengancam pihak ketiga untuk sesuatu...


Ai Zhen mengatakan dihadapan chef Ding dan semua koki kalo Bruce punya tim sendiri. Untuk sementara waktu mohon lanjut kerjasama di bawah kepemimpinan Chef Eksekutif Ding. Ia meminta mereka semua untuk memertahankan jadwal kerja dapur seperti biasanya. 

Flashback end...


Bing Bing bertanya-tanya apakah Ai Zhen memalsukan perlakuan baiknya pada mereka? Bing Bing segera memakai headphone-nya. Ia siap online lagi. 


Romeo juga sedang menunggu Juliet. Romeo bertanya pada Juluet, udahkah dia melewati tantangannya? Juliet cerita kalo dia di bully. Dia nangis. Romeo nanya apa Juliet ngaku kalah? Juliet mengaku kalo nggak punya cara untuk membalas. Romeo menjelaskan kalo orang hidup selalu punya cara untuk hidup. Perasaan negatif juga. Itu sumber depresi dan penyakit kanker. Juliet menatap Romeo. Ia kira Romeo di bisnis pemakaman, tapi dia sebenarnya seorang dokter? Romeo tersenyum. Hanya pengetahuan umum. Juliet mengatakan kalo dunia akan berantakan kalo setiap orang menyimpan dendam. Romeo membalas kalo Juliet berhutang, maka dia harus bayar. Jika ada dendam, dia harus balas. Itu benar. Juliet berharap kalo semua itu nggak pernah terjadi. 


Romeo tersenyum. Ia berjanji, saat Juliet bangun, maka kesedihannya akan membunuh dinosaurus. Juliet malas, Dinosaurus udah punah. Dia nggak mau. Romeo tersenyum lagi. Serangan balasan, jangan biarkan lawan tahu gimana mereka mati. Romeo mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Juliet. 


Romeo bertanya apa Juliet udah memikirkan serangan balasan? Bing Bing tersenyum menatap note di pojok laptop-nya. Ingat makan obatmu. Juliet mengaku udah. 


Bing Bing menempeli mobil Wang Nuo dengan banyak note. Habis itu ia memotretnya dengan ponselnya. Ia ingat kalo Wang Nuo pernah bilang padanya kalo Bing Bing berhutang banyak maaf. Bing Bing merasa itu seharusnya cukup. 


Wang Nuo keluar dari rumah sambil menelpon. Ia berjanji pada orang di seberang kalo dia akan tiba disana dalam 10 menit. Bing Bing buru-buru lari dan sembunyi. Wang Nuo udah sampai di mobilnya dan terkejut melihat tulisan sorry yang dibuat dari note. Wang Nuo tersenyum campur kesal. Ia menekan kuncinya dan itu memang mobilnya. Ia melihat plat nomor dan memang itu benar mobilnya. Bing Bing diam-diam tersenyum senang di tempatnya. Wang Nuo melihat jam tangannya. Ia nggak punya waktu lama. Ia berusaha menyingkirkannya tapi malah menempel di tangannya. Akhirnya Wang Nuo tetap berangkat dengan kondisi yang seperti itu. Bing Bing tertawa puas melihatnya  


Wang Nuo sampai di rumah sakit. Para perawat berterima kasih padanya sambil mengangkat segelas kopi. Ia nggak tahu apa yang di maksud tapi hanya ngangguk aja. Ia melanjutkan langkahnya lalu berpapasan dengan seorang yunior. Dia berterima kasih padanya. Wang Nuo terdiam. Ia sama sekali nggak tahu apa-apa. 


Wang Nuo sampai di ruangannya. Xiao Fang dan Yi Le lagi makan pizza. Xiao Fang menawarinya sepotong dan berterima kasih. Wang Nuo melrtakkannya kembali. Ia nggak lapar. Ia bertanya-tanya kenapa semua orang berterima kasih padanya hari ini. Ah Bo masuk bersama seorang pengantar makanan. Pengantar makanan memberikan dua tupuk pizza untuk Wang Nuo. Yi Le membaca pesannya. Klinik jantung, klinik kandungan, masing-masing 5 pizza. Ruang rawat anak 10 pizza. Ia meledek Ah Nuo yang menang lotere??!! Wang Nuo cuma celingukan nggak ngerti apa-apa. Ia malah bertanya ia yang pesan semua itu? Semua orang saling lihat. Pengantar makanan juga jadi bingung. Siapa yang akan bayar? Xiao Fang bertanya apa Wang Nuo mau telpon polisi? Wang Nuo meminta harganya pada Yi Le. Pengantar makanan bertanya apa ia akan membayar semua ini? 


Bing Bing bersandar di samping lift. Lift terbuka. Bruce dan Ai Zhen keluar dari dalam sana. Bing Bing mrmanggil manajer Ren. Ia juga menyapa Bruce. Bing Bing mengatakan pada Ai Zhen kalo sepulang kerja kemarin ia menunggunya tapi sepertinya ia lupa. Ai Zhen mengaku kalo dia beneran lupa. Bing Bing mengaku nggak papa. Ia pikir ada sesuatu yang ingin Ai Zhen katakan padanya, karenanya ia datang lebih pagi hari ini untuk menunggunya. Ai Zhen berpikir sejenak. Ah, ia membantu Bruce mencari asisten. Ia ingin bertanya pada Bing Bing...(Bing Bing tersenym senang. Dikiranya ia akan diminta menjadi asisten Bruce) apakah ia punda kandidat? Bruce bilang ke Ai Zhen kalo dia minta Bing Bing membantunya, nggak banyak yang bisa mereka lakukan karena mereka punya cukup koki. Ai Zhen memutuskan nggak memerlukannya. Ia lalu lanjut membicarakan tentang pertemuan tahunan dengan Bruce yang akan diadakan di restoran. Ai Zhen menanyakan pendapat Bruce. 


Bing Bing masuk ke ruang koki tapi semua orang mengacuhkannya. Bing Bing duduk di sebelah Ah Xin tapi dia malah bangkut dan meninggalkan Bing Bing. Bing Bing lalu menghampiri Da Pang tapi di cuekin juga. Da Pang malah bicara pada Xiao Lu, mau beli mega lotere? Da Pang menghampiri Xiao Lu. Xiao Lu mengira nggak akan menang hadiah utama, ia nggak perlu lagi bekerja dengan seseorang itu (sambil melihat Bing Bing dengan tatapan sinis) Bing Bing terdiam dan nggak ngerti dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Bing Bing lalu menghampiri cgef Ding. Ia menyampaikan kalo ia udah menyiapkan daging untuk malam ini. Tanpa menokeh Cgef Ding mengatakan kall ia udah memberikan tugas itu kepada Da Pang dan Xiao Lu. Jadi Bing Bing nggak perlu lagi mengerjakannya. Bing Bing menanyakan apa lagi yang menjadi tanggung jawabnya? Chef Ding nyuruh Bing Bing untuk menanyakannya ke supervisornya. Bing Bing mengembalikan bukannya chef Ding adalah supervisornya? Chef Ding mengingatkan kalo Bing Bing udah melamar menjadi anggota tim Bruce? Bing Bing mengaku nggak melakukannya. Chef mengatakan kalo sejak Bing Bing mengajukan diri, ia udah setuju untuk melepaskannya. Chef Ding nyuruh Bing Bing untuk pergi. Chef Ding lalu bangkit dan meninggalkan Bing Bing. 


Bruce habis konsultasi. Ia melihat sekitar lalu memakai kacamatanya, takut ada yang mengenali. Yi Le nggak sengaja kewat dan mengenalinya. Yi Le memanggilnya. Bruce mencoba mengabailmkannya da  terus melangkah. Yi Le mengikutinya. Dia adalah master pembuat pencuci mulut, Bruce Li, kan? Bruce memalingkan wajahnya menatap Yi Le. Semua orang melihat kearahnya. Yi Le mengakui kalo dia adalah penggemarnya. Ia benar-benar menyukai pencuci mulutnya. Sebenarnya ketika ia melihat Bruce di departemen Urologi, kali ini di ...departemen Psikiatri (???). Yi Le bertanya apa Bruce datang untuk konsultasi? 


Wang Nuo tiba-tiba datang dan mrngatakan kalo Bruce datang untuk bertemu dengannya. Wang Nuo menyalami Bruce. Ia berpura-pura mengingatkan agar Bruce datang ke sayap B. Apa yang ia lakukan di sini. Bruce melepas kacamatanya. Ia pergi ke tempat yang salah. Yi Ke ingat kalo mereka berdua berteman. Yi Le punya waktu luang, jadi bisa nggak mereka pergi ke kedai kopi? Yi Le memberi kode agar Wang Nuo membantunya membujuk Bruce agar mau minum kopi bersamanya. Wang Nuo mengenalkan Yi Le pada Bruce sebagai penggemarnya. Wang Nuo mengatakan kalo Yi Le bilang  nggak membutuhkan teman hidup kalo dia memakan pencuci mulutnya. Bruce tersenyum lalu mengulurkan tangannya memperkenalkan diri. Yi Le menjabat tangan Bruce dan mrnyebutkan namanya juga, Shen Yi Le. Mereka bertiga lalu saling lempar senyum. 


Bai He menjenguk kakak iparnya. Ia memperingatkan kakaknya sebelumnya agar nggak berjalan-jalan lagi. Kenapa nggak mendengarkannya? Wang Nuo memberitahu kalo itu adalah insufisiensi serviks. Beruntung mereka menemukannya lebih awal. Tapi mulai sekarang, wang Nuo melarangnya meninggalkan tempat tidur. Kakak ipar Bai He bertanya kapan ia boleh meninggalkan tempat tidur? Wang Nuo menjawab ketika bayinya lahir. Bai He terkejut. Kakak iparnya kan baru hamil 3 bulan? Wang Nuo nanya apa mereka membaca berita tentang Vivian Hsu? Wang Nuo mengatakan kalo kondisi kakak Bai He sama dengan Vivian Hsu. Kakak Bai He tersanjung Wang Nuo menyamakannya dengan Vivian Hsu. Bai He langsung menoleh. Kakak Bai He mengulangi, dengan kondisi yang sama? Ia bahkan nggak boleh pergi kerja? Wang Nuo tersenyum. Demi keselamayan bayinya, ibu harus menderita sebentar. Ia meminta mereka nggak khawatir. Ia akan memberikan suntikan Protein S dan suntikan Tokolitik. Sebelum pergi ia mengingatkan lagi bahwa kakak Bai He nggak di izinkan keluar dari kamar. Bai He menegur kakak iparnya. Ia dengar itu? Bai He melarang kakak iparnya meminta kakaknya untuk pulang kesini sementara. Bai He akan menanganinya dan kakak iparnya hanya perlu menjaga janinnya. 


Wang Nuo keluar dari mobilnya sambil membawa payung. Bing Bing lewat dan melihat mobil Wang Nuo udah betsih. Wang Nuo menegur Bing Bing. Bing Bing malah balik nanya kenapa Wang Nuo mengagetkannya? Wang Nuo menyindir, kalo Bing Bing merasa bersalah karena sesuatu tentunya ia akan merasa ketakutan. Bing Bing mengelak, kapan ia melakukannya? Wang Nuo minta Bing Bing mengikutinya. Ia memperlihatkan sesuatu pada Bing Bing. Wang Nuo menunjuk, itu adalah alat perekam. Selama seseorang menyentuh mobilnya, akan secara otomatis mulai merekamnya. Wang Nuo menawarkan apa Bing Bing mau melihat videonya? Benarkah? Wang Nuo kengiyakan. Bing Bing mengatakan kalo ia hanya ingin meminta maaf pada Wang Nuo. Ia benar-benar tulus. Wang Nuo menyindir lagi apa Bing Bing benar-benar tulus ingin melukainya? Apa Bing Bing tahu berapa lama ia harus membersihkannya? 

Flashback...


Wang Nuo ngasih lihat mobilnya ke Xiao Fang dan Ah Bo. Xiao Fang mengatakan kalo itu sungguh keterlaluan. Wang Nuo mengakatakan karena mereka udah meminum birnya dan memakan daging ayamnya, maka mereka harus membantunya untuk membersihkannya. Dan ketika mereka menariknya, jangan sampai merusak catnya. Xiao Fang hendak menolak tapi Wang Nuo keburu pergi. Ah Bo mendorong Xiao Fang agar segera melakukannya. 

Flashback end..