Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 4 Part 2
Bing Bing mengendap-ngendap meninggalkan kamarnya. Dari arah berlawanan ada Wang Nuo yang lagi berpapasan dengan Ah Bo. Ah Bo menanyakan apa Wang Nuo ada pasien hari ini? Wang Nuo menjawab kalo dia datang untuk menengok pasien. Bing Bing buru-buru sembunyi, takut ketahuan. Tapi sepertinya Wang Nuo melihatnya. Bing Bing bersembunyi di balik pohon natal. Wang Nuo melihatnya tapi pura-pura lewat seolah nggak lihat. Bing Bing merasa lega. 


Bing Bing buru-buru masuk lift. Tapi saat pintu lift hendak menutup, tiba-tiba Wang Nuo muncul. Gagal, deh niat Bing Bing mau melarikan diri. Akhirnya Bing Bing kembali lagi ke kamarnya. Dan sebelnya lagi Wang Nuo sampai mengantarnya segala. Bing Bing naik ke tempat tidurnya. Ia beralasan hanya ingin keluar untuk jalan-jalan. Ia nggak sedang melarikan diri, kok. Lagian juga dia nggak punya tempat untuk pergi. Wang Nuo mengingatkan kalo dia ngasih Bing Bing dua hari untuk pindah. Ini udah 2 hari. Apa yang Bing Bing akan lakukan? Bing Bing mengatakan kalo Wang Nuo yang membawanya ke rumah sakit. Sekarang ia ingin Bing Bing pindah? Apa dia pikir Bing Bing bisa melakukan dua hal? Wang Nuo bilang kalo ini rumah sakit dan dia seorang dokter. Ia tahu Bing Bing bisa keluar dalam dua hari. Bing Bing kesal. Gimana bisa Wang Nuo melakukan itu? Dia seorang pasien. Apa yang terjadi kalo pembuluh darah otaknya pecah? Wang Nuo mengingatkan kalo Bing Bing gegar otak dan bukannya stroke. Bing Bing pura-pura kalo kepalanya sakit banget. 


Bing Bing bersembunyi di balik selimut. Wang Nuo menyibak selimut itu dengan kesal. Ia mengatakan kalo Bing Bing bisa memulihkan kesehatan pelan-pelan di rumah sakit. Ia akan minta perusahaan pembersih untuk membongkar tenda Bing Bing. Wang Nuo udah mau pergi tapi Bing Bing malah menarik tangannya. Gimana bisa Wang Nuo segitu kejam? Dia akan ngasih tahu rumah sakit kalo Wang Nuo memperlakukan pasiennya seperti ini dan nggak peduli dengan hidup mereka. Wang Nuo mau menarik tangannya tapi Bing Bing nggak mau melepaskannya. Ia minta ponselnya di kembalikan. Tapi dasar Wang Nuo, dia malah menarik tangannya dengan kasar sehingga mengenai kepala Bing Bing. Bing Bing memegang kepalanya. Wang Nuo mengira dia hanya pura-pura tapj Bing Bing bilang itu sakitnya betulan. Sekali lagi Wang Nuo berpesan agar Bing Bing pindah dua hari setelah ia keluar dari rumah sakit. Habis itu Wang Nuo pergi. Bing Bing masih memegang kepalanya sambil bertanya-tanya kenapa Wang Nuo begitu kejam? Padahal itu sakit banget. 


Wang Nuo di dalam mobilnya. Ia melihat ke belakang dan melihat ponsel Bing Bing. Ia ingat kalo dia membuang ponsel Bing Bing sebelumnya. Wang Nuo mengambil ponsel itu. Ada sebuah pesan yang masuk. Wang Nuo membacanya. 
"Apakah kamu udah memilih kain kafanmu, Gao Bing Bing? Kalo kamu nggak mengembalikan NT$2 juta yang ayahmu berhutang pada kami, sebaiknya kamu nggak keluar"
Itu adalah pesan dari rentenir yang waktu itu. Wang Nuo sampai nggak tahu mesti ngapain. Ia nggak tahu gimana Bing Bing berhasil tetap hidup sampai sekarang. 


Bruce mengetuk kaca mobil Wang Nuo. Wang Nuo membukakannya dan Bruce masuk. Wang Nuo bertanya kenapa Bruce sedang Mood untuk memancing ikan dengan ayahnya? Bruce tersenyum. Ia selalu sibuk sejak datang. Ini udah nggak sopan baginya mengunjungi ayah Wang Nuo sekarang. Wang Nuo mengatakan kalo Bruce punya alasan yang sah. Bruce menoleh ke Wang Nuo. Apa ia seorang yang melupakan masa lalu? Ia mengajari Bing Bing dan Ah Meng dulu sekali tapi ia masih ingat mereka. Wang Nuo tahu itu? Wang Nuo hanya tersenyum lalu menjalankan mobilnya. 


Bruce cerita kalo dia melihat pengumuman internal hotel. Gao Bing Bing di pecat. Wang Nuo hanya komentar, suatu ketidak beruntungan. Dia cedera da  dipecat. Jujur aja, Bruce merasa ia juga bertanggung jawab atas masalah ini. Bing Bing cedera karena datang ke pesta akhir tahun untuknya. Nggak adil kalo dia dipecat. 


Mobil Wang Nuo sampai di tempat yang di tuju. Hari sedang hujan. Wang Nuo keluar dari mobil dengan memakai payung. Ayahnya keluar menyambutnya. Wang Nuo menyapa ayahnya. Ia pulang. Ai Zhen keluar menyusul atah Wang Nuo. Di luar dingin. Ia membawakan jaket ayah Wang Nuo. Wang Nuo sendiri seperti nggak nyangka ketemu sama Ai Zhen. Bruce menyapa ayah Wang Nuo. Ia memberikan sedikit hadiah untuknya. Ayah menerimanya dan berkata kalo Bruce sangat baik. Bruce juga menyapa Ai Zhen. Ia nggak tahu kalo waktu istirahat hotelnya ngikutin jadwal rumah sakit. Ai Zhen beralasan kalo ia datang untuk menemani paman Wang. Ini hari Natal. Ai Zhen lalu meraih lengan ayah. Dengan begini ia yakin kalo ayah Wang Nuo nggak akan terlalu kesepian. Ayah memuji Ai Zhen yang sangat perhatian. Setiap kali ia melihat Ai Zhen, ayah seperti melihat putrinya sendiri. Sangat bagus. Bruce mengangguk. Ai Zhen mengatakan kalo dia juga menganggap paman Wang seperti ayahnya sendiri  kalo ia perlu sesuatu, ia bisa memberitahunya. Bruce melirik Wang Nuo sambil tersenyum meledek. Wang Nuo mengatakan kalo Ai Zhen sangat subuk, kalo ayahnya perlu sesuatu, ia bisa mencarinya aja. Ayah protes, kenapa nggak boleh mencari Ai Zhen? Ayah bisa menelpon Ai Zhen untuk membawa lele bakar dan bahkan mengajaknya memancing bersama. Ai Zhen menambahi kalo dia selalu siap sedia untuk ayah Wang Nuo. Ia juga udah menyeduhkan teh. Ia ngajak ayah untuk masuk. Di luar dingin. Ayah mengangguk. Dan merekapun masuk.


Wang Nuo bersama Bruce dan juga Ai Zhen menyiapkan segala keperluan untuk memancing. Bruce bertanya pada Ai Zhen, apakah kesalahan Bing Bing begitu besar sampai-sampai dia dipecat? Ai Zhen menjelaskan kalo Bing Bing pergi ta pa permisi dan nggak minta izin meski udah diperingatkan beberapa kali. Dia melanggar peraturan dapur. Bruce mengaku tahu Ai Zhen belajar hukum, tapi itu kan kecelakaan. Bukankah alasan itu kurang masuk akal? Hukum lebih dari sekedar alasan.


Wang Nuo juga memprotes keputusan Ai Zhen. Meski ia pikir kalo Bing Bing agak aneh kadang-kadang, tapi dia sekarang ada di rumah sakit. Memecatnya begitu saja mungkin nggak akan baik untuk reputasi perusahaan. Ai Zhen kembali menjelaskan kalo yang ia dengar dari pihaknya adalah Gao Bing Bing pergi untuk membantu Bruce. Chef Ding nggak senang, maka dia menggunakan Bing Bing sebagai contoh untuk pegawai lainnya. 


Bruce menangkap kalo ada dua sisi. Pertama, memecat Gao Bing Bing, tapu sesungguhnya mau memecat dirinya. Ai Zhen merasa kalo Bruce terlalu berlebihan. Mereka membuat Chef Ding bertanggung jawab atas dapur secara keseluruhan. Kalo dia nggak punya hak bicara untuk masalah ini, gimana bisa dia mengatur semua pegawai? 


Bruce masih mau menyanggah penjelasan Ai Zhen tapi ayah keburu datang. Ia menanyakan persiapannya. Udah beres? Ia memuji kehebatan Ai Zhen. Mejanya tampak penuh. Ayah lalu menghampiri Wang Nuo dan mengajaknya bertanding. Lihat siapa yang lebih baik. Ayah lalu menghampiri pancingnya. Ia bertanya apakah Wang Nuo udah mendapatkan sesuatu? Wang Nuo menjawab belum. Bruce mempersilakan ayah untuk memancing. Ia dan Ai Zhen akan ke sebelah sana. 


Bruce memberitahu kalo ayah Ai Zhen ngasih tahu dia tentang keadaan di Jepang. Sebenarnya, ia baru-baru ini mengetahui menetahui kepribadiannya kurang sesuai untuk bekerja di bawah sistem hotel Kelly. Ai Zhen menghadap Bruce, benarkah? Ia pikir pegawai di hotelnya telah bekerja keras untuk menyamai standarnya yang begitu tinggi. Bruce tersenyum. Jika itu usaha terbaik mereka, maka ia pikir lebih baik ia pergi ke tempat lain untuk mengembangkan keahliannya. Ai Zhen menyimpulkan kalo Bruce akan menerima tawaran dari hotel di Jepang? Bruce ngasih tahu kalo ia udah menghubungi mereka. 


Bruce mendekat. Ia tahu kalo sebenarnya Ai Zhen yang menghubungi mereka dan menanyakan lowongan untuknya. Ai Zhen merasa tak enak hati. Mengenai itu.... ia akan jelaskan. Bruce mengatakan kalo nggak papa. Ai Zhen nggak perlu menjelaskan padanya. Memaksakan sesuatu nggak akan membawa kebahagiaan. Ai Zhen merasa tersindir. Bruce menatap ke depan. Karena ia telah kembali ke Taiwan, ia percaya ia bisa menggunakan keahliannya untuk sukses disini. Ai Zhen nanya jadi Bruce berencana untuk tinggal di Taiwan? 


Wang Nuo dan ayahnya sedang menunggu ikan memakan umpan mereka. Ayah mengatakan kalo Wang Nuo udah punya rumah, mungkin ia bisa mulai berpikir tentang pernikahan. Wang Nuo malah tersenyum dan balik nanya, dengan siapa? Ayah memanggil Ah Nuo. Gimana perasaannya terhadap Ai Zhen? Ia kadang memperlakukan Ai Zhen dengan baik, kadang nggak baik, membuat ayah bingung. Wang Nuo mengatakan kalo ia nggak memperlakukan Ai Zhen seperti itu. Ia hanya ingin Ai Zhen bahagia. Ayah menoleh menatap Wang Nuo. Ia menyuruhnya untuk bethenti berpura-pura. Ia bilang gitu saat orang lain bertanya. Ayah mengaku ingin mendengar kebenarannya. Apa ia mau menikahi Ai Zhen? 


Wang Nuo mengaku punya rencananya sendiri. Ia belum mau menikah. Ayah memberi pilihan, Ah Nuo nggak mau menikah atau nggak mau menikahi Ai Zhen? Ah Nuo merasa keduanya benar. Ayah merasa itu nggak brnar. Ai Zhen telah menunggunya begitu lama, bahkan ayah merasa nggak enak padanya. Wang Nuo jujur kalo selama ini ia melihat Ai Zhen sebagai seorang adik. Ayah terkejut mendengarnya. Wang Nuo menganggapnya hanya sebagai adik? Wang Nuo membenarkan. Dan itu belum berubah. 


Ayah menyimpulkan kalo Wang Nuo punya seseorang yang ia suka. Wang Nuo menyahut nggak ada, nggak ada yang ia suka. Ayah mengembalikan, kalo ia ngga suka siapapun, lalu kenapa ia nggak berusaha untuk menyukai Ai Zhen? Ia perlu mengembangkan rasa dan merawat hubungan. Kalo dia nggak berusaha berkencan dengan Ai Zhen, gimana dia bisa tahu kalo dia nggak menyukainya? Wang Nuo menegaskan sekali lagi baik itu pendidikan maupuh pekerjaan, ia selalu ingin berusaha meskipun itu sesuatu yang nggak ia inginkan. Tapi hal seperti perasaan nggak bisa di paksakan. Ayah menegur Ah Nuo. Menurutnya, Ai Zhen adalah gadis langka yang sulit untuk di temukan. Dan juga paman Ren (ayah Ai Zhen) memperlakukannya dengan baik. Sesungguhnya kedua keluarga udah seperti keluarga. Yang kurang hanyalah pernikahan. Nggak bisakah ia... Wang Nuo memotong kalimat ayah. Ia mau memainkan peran apapun dan melakukan apapun yang ayah minta, tapi ia ingin pegang kendali untuk perasaannya. Bisa nggak ayah memberinya kesempatan itu? 


Ayah memanggil Wang Nuo, anaknya. Ia mengerti semua yang ia katakan. Ia tahu Wang Nuo punya opininya sendiri. Tapi ayah seriys dengan apa yang ia bicarakan hari ini. Ia pikir Wang Nuo harus memikirkannya kembali situasinya dengan Ai Zhen. Wang Nuo kali ini memilih diam dan nggak mengatakan apapun. Ia hanya menghela nafas. 


Sementara itu Yi Le dan rekan-rekannya sedang berkaraoke bersama. Xiao Fang sedang menyanyi romantis bersama dengan seorang dokter wanita. Mereka sampai berdansa segala. Ah Bo jadi kesal. Ia mendorong Xiao Fang (cemburu?). Ia menghampiri mikropon dan menyanyi keras-keras, berbaliklah...berbaliklah...berbaliklah... 


Tiba-tiba Wang Nuo masuk. Semuanya langsung melongo. Xiao Fang menyapanya. Ah Bo bertanya, ia nggak akan minta mereka kembali kerja, kan? Wang Nuo mengingatkan kalo bukannya mereka bilang di grup chat bahwa mereka akan karaoke? Xiao Fang bilang nggak mungkin. Ia nggak mengira kalo Wang Nuo akan datang. Wang Nuo nggak menjawab. Ia memilih untuk duduk. 


Yi Le menghampirinya dan duduk di sampingnya. Ia bertanya ada apa? Ia nggak pernah melihat Wang Nuo menghadiri acara kebersamaan departemen mereka. Dengan santainya Wang Nuo membalas kalo ada kali pertama untuk segalanya. Yi Le memperlihatkan sesuatu pada Wang Nuo. Wang Nuo menanyakan apa itu? Pencari bakat. Wang Nuo bertanya apa Yi Le ingin ganti pekerjaan? Yi Le bilang enggak. Ia ngasih tahu kalo mereka punya kasus dan sedang mencari seseorang yang mau cuti. Untuk pergi ke luar negeri untuk melakukan operasi plastik bagi para wanita kaya kelas atas di sana. Oh, ucap Wang Nuo lalu meletakkan kembali kartu nama itu. 


Yi Le berpikir kalo ia belum ada rencana untuk liburan, jadi lebih baik cari uang aja. Wang Nuo ngasih tahu kalo mencari uang bukanlah satu-satunta pilihan dalam hidup ini. Yi Le menyampaikan kalo Wang Nuo bisa mengatakan itu pada orang yang punya pilihan. Ia beneran nggak punya pilihan lain. Juga, orang ini mau membayarkan tiket kelas bisnis. Mungkin ia bisa ketemu dengan Mr. Right di pesawat. Wang Nuo mengklaim kalo Yi Le menjadi b*doh karena kesepian. Teori kelas bisnis hanya trik untuk membodohi gadis tak berdosa. Yi Le pikir setelah tertabrak mobil Marcedes, pria tinggi dan kaya akan turun dari mobil dan jatuh cinta padanya pada pandangan pertama? Salah! Itu cuma supirnya. 


Yi Le bertanya apa Wang Nuo baru makan peledak? Ini hari Natal. Ia nyuruh Wang Nuo buat senyum. Ah Bo nanya giliran siapa sekarang? Yi Le mengangkat tangannya. Lagunya. Ia lalu bangkit dan meninggalkan Wang Nuo. Wang Nuo lalu jadi kesepian. Ponselnya bunyi. Ia mengambilnya di dalam saku. Oh, ternyata itu ponsel Bing Bing. Sebuah pesan suara. Bai He bertanya Bing Bing ada dimana? Ia ada di ruang rawat sekarang. Ahli terapi bilang kalo dia belum sembuh tapi ia ingin keluar dari rumah sakit. Wang Nuo jadi gelisah. 


Bing Bing sedang akan makan mie di dalam tenda. Tiba-tiba Wang Nuo datang. Bing Bing terkejut. Ua bertanya Wang Nuo mau apa? Nggak lihat dia mau beres-beres? Bukannya dia bilang kalo ia memberinya waktu 2 hari? Ia udah keluar dafi rumah sakit lebih awal  kenapa Wang Nuo begitu cemas? Wang Nuo mengambil sesuatu. Bing Bing membeli banyak paket panas dan mie instan. Apa ia ingin berhibernasi di sini? 


Bing Bing keluar menyusul Wang Nuo. Bukan. Itu karena hari ini sangat dingin. Dan karena hari Natal ada potongan harga spesial jadi ia beli lebih banyak. Bing Bing meniup-niup tangannya dan hal itu membuat Wang Nuo merasa iba. Ia lalu menarik Wang Nuo. Bing Bing mau nolak. Ia bahkan belum memakan mie-nya. 


Wang Nuo membawa Bing Bing ke rumahnya. Ia membuka kulkasnys dan nyuruh Bing Bing membuat apapun yang ia mau makan. Bing Bing lalu mendekat. Wang Nuo mengatakan kalo ia hanya merasa bahwa Bing Bing nggak beruntung. Disaat yang sama Bing Bing bisa membersihkan kulkasnya. Bing Bing bertanya-tanya kenapa Wang Nuo hanya punya makanan beku? Apa dia nggak punya bahan-bahan segar? Wang Nuo meninggalkan Bing Bing. Dia masih pemilih ketika ia bisa makan? Bing Bing tersenyum kalo gitu dia akan menahan diri. 


Nggak lama kemudian Bing Bing menyajikan makanan buatannya di hadapan Wang Nuo. Itu adalah ravioli yang ia buat dari pangsit beku. Wang Nuo mentraktirnya makan, ia akan membuatkannya pesta Natal. Kesepakatan yang bagus, kan? Mereka saling berhutang satu sama lain. Wang Nuo membenarkan kalo Bing Bing yang banyak berhutang padanya. 


Bing Bing yang udah mau makan jadi nggak jadi. Ia menatap Wang Nuo. Haruskah Wang Nuo mengatakan hal itu selama musim yang menyenangkan? Dia sungguh nggak punya selera humor. Bing Bing menyendok makanannya. Baru aja mau masukin kedalam mulut, Wang Nuo malah bilang kalo dia dengar kalo Bing Bing di pecat. Jadi dia nggak bisa segera pindah kemanapun, kan? 


Bing Bing menjawabnya sambil mengunyah makanannya. Soal itu...sejak ia ketemu dengan Wang Nuo...oh, enggak, sebelumnya pun ia nggak beruntung. Bing Bing memohon agar Wang Nuo memberinya sedikit waktu lagi. Wang Nuo mengangkat tangannya. Alasan ia meminta Bing Bing datang ke rumahnya adalah untuk ngasih tahu bahwa dia itu orang yang baik. Bing Bing terluka, punya hutang, dirawat di rumah sakit dan nggak punya tempat tinggal, semua bukan urusannya. Tapi karena Bing Bing adalah pemilik rumah sebumnya, membuatnya tampak seperti orang jahat. Jadi... meskipun semuanya melanggar prinsibnya, ia masih mau ngasih Bing Bing anugerah selama sebulan. 


Sungguh? Tanya Bing Bing senang. Tapi Wang Nuo merasa kalo mereka harus membuat kesepakatan. Pertama-tama Bing Bing nggak bisa tinggal disana dengan gratis. Ia harus bertanggung jawab untuk kebersihan di lantai atas. Dan Bing Bing harus membayar biaya sewa setelah ia mendapatkan pekerjaan. Kedua, Bing Bing nggak boleh menguping pembicaraannya lagi. Kalo sampai Wang Nuo menemukan Bing Bing melakukannya lagi, maka Wang Nuo akan akan segera mengusirnya. Paham? Bing Bing mengangguk. Ketiga, Bing Bing harus menjaga kesehatannya. Jika...suatu saat dia harus keluar kapanpun segera. Ok! Bing Bing setuju. Jadi, Bing Bing memanggil Wang Nuo sebagai tuan pemilik tanah, apa perabotannya juga? Wang Nuo meledek, Bing Bing masih bernegoisasi? Bing Bing menggeleng. Dia hanya bertanya aja. 


Wang Nuo nanya, jadi mereka sepakat? Bing Bing mengangguk. Wang Nuo menyampaikan kalo ia akan jadi orang baik sampai akhir. Ia akan mengembalikan ponsel Bing Bing. Bing Bing berterima kasih banyak. Jadi, mereka sepakat soal rumahnya? Hhh, Wang Nuo hanya menghela nafas. 


Bing Bing mengingatkan kalo ini adalah hari natal. Jangan bertengkar. Ia ngajak Wang Nuo untuk hidup dengan harmonis. Bing Bing mengangkat gelasnya. Wang Nuo hanya menatapnya dengan sinis. Tapi habis itu dia tersenyum. 


Tiba-tiba Bruce datang. Wang Nuo melihatnya melalui interkom. Bruce minta di bukakan pintu. Tapi karena punya kunci duplikat, ia memutuskan untuk langsung masuk. Bing Bing jadi panik. Kenapa guru ada disana? Kalo gitu dia akan pulang sekarang. Maksufnya ia akan naik ke atas. Wang Nuo menahannya. Mana yang lebih nyaman, apakah menrmuinya atau bersembunyi darinya? Bing Bing memutuskan untuk bersembunyi aja. Tapi sembunyi di mana? Wang Nuo menunjuk ke belakang. Bing Bing segera kesana. Tak lupa ia membawa makanannya. 

Bersambung...

Komentar :
Agak sebel kalo lihat Ai Zhen yang ngarep banget sama Wang Nuo. Tahu, kan kalo cinta itu urusan hati dan nggak bisa di paksa. 

1 komentar:

Lanjut kak.. suka sm nie drama..