Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 4 Part 3
Setelah Bing Bing sembunyi, baru Wang Nuo membukakan pintu untuk Bruce. Bing Bing sendiri sembunyi di kamar mandi. Bruce bertanya kenapa Wang Nuo pergi tanpa mengatakan apapun? Bruce memberikan bawaannya titipan dari ayah Wang Nuo. Bruce melihat makanan di meja. Apa itu? Baunya sangat enak. Diam-diam Bing Bing tersenyum dari tempat persembunyiannya. Bruce mengamati makanan itu. Ia nggak nyangka kalo kemampuan memasak Wang Nuo mengalami peningkatan. Ia bahkan udah menuangkan anggur untuknya segala. Wang Nuo to the point buat apa Bruce datang kerumahnya? (Lha, bukannya buat ngasih titipan?) Bruce mengaku tahu kalo Wang Nuo adalah orang yang suka berpura-pura jadi orang yang nggak suka bersosialisasi, jadi ia datang untuk menyelamatkannya. Wang Nuo tertawa garing. Ia sungguh nggak suka bersosialisasi, ia juga nggak membutuhkan bantuan Bruce. Tapi Bruce mengaku nggak menyukainya. Ia ngajak saling menemani satu sama lain. 


Bruce mengajak Wang Nuo untuk bersulang. Belum juga Wang Nuo sempat meminumnya, ia pura-pura merasa lelah tiba-tiba. Ia harus beristirahat. Tapi dasar Bruce, dia nggak peka dan malah cerita kalo dia ingin mereknya sendiri. Wang Nuo sih asal ngangguk aja. Bruce lanjut cerita kalo dia mutusin buat mulai sebuah usaha dan rencananya akan membawa Gao Bing Bing. Bing Bing yang mendengarnya udah senyum-senyum aja... 


Wang Nuo terkejut. Ha? Ia nanya kenapa Bruce mengembangkan impian yang artistik? Selain itu juga apa Bing Bing siap buat bertugas? Bruce mengaku udah memikirkannya. Wang Nuo juga kan tahu kepribadiannya, ia suka organisasi yang mendengarkan orang lain...dan melakukan apapun dengan cara mereka. Gao Bing Bing terluka karena mengkhawatirkan dirinya dan datang mencarinya. Dan sekarang dia bahkan nggak punya pekerjaan. Jadi...bukankah Bruce harus bertanggung jawab? Selayaknya Gao Bing Bing adalah muridnya. Bing Bing tahu dan memahaminya, dan dia juga bisa mendukungnya. 


Tapi emang dasar Wang Nuo... lihat temannya mau mengembangkan usaha bukannya mendukung malah nanya, apa Bruce sakit atau... Ia bahkan menyentuh wajah Bruce buat memastikannya. Ia mengingatkan kalo Bing Bing adalah amatiran hanya dengan melihatnya aja. Jadi kenapa Bruce ingin... Bruce memotong kalo amatiran adalah hal yang baik. Dia sedikit tahu soal segalanya. Maka ia bisa berfokus menciptakan dan dia bisa menangani banyak hal. Nggak buruk ketika bekerja sama. 


Wang Nuo mengingatkan kalo Bruce harus memikirkannya dengan hati-hati ketika ia ingin memulai sebuah perusahaan. Sstt!!! Bruce nyuruh Wang Nuo buat diem. Ia kembali menjelaskan kalo struktur otak mereka yang melakukan keahlian seperti Wang Nuo sangat beda dari mereka yang melakukan pekerjaan kreatif seperti dirinya (setuju). Lagian juga, bukannya Wang Nuo pernah denger kalo seseorang harus menempa besi ketika masih panas. 


Bel rumah Wang Nuo berbunyi. Wajah Ai Zhen tampak pada interkom. Dia bilang membawakan Wang Nuo sesuatu. Bruce memutuskan akan sembunyi di kamar mandi. Bing Bing panik lalu masuk ke dalam bak mandi. Ok! Tapi habis itu Wang Nuo ingat kalo di kamar mandi ada Bing Bing. 


Wang Nuo buru-buru bangkit menyusul tapi Bruce udah keburu mengunci pintu kamar mandinya. Bruce mengendus dan bertanya-tanya kenapa seperti bau makanan? Bing Bing lalu mengambil makanannya dan menyembunyikannya. Bruce merasa jijik, makan di kamar mandi??? Ia berseru ke Wang Nuo bukannya itu nggak higienis? 


Wang Nuo membuka pintu. Ai Zhen ngasih barang bawaannya ke Wang Nuo. Ai Zhen merasa takut kalo Wang Nuo bosan di hari natal. Jadi dia datang buat menemaninya makan. Ai Zhen melepaskan sepatunya. Ia bilang kalo akan meminjam kamar mandinya dulu. Wang Nuo panik. Ia meletakkan barang-barang Ai Zhen dan menyusulnya. Kamar mandinya ada masalah. 


Ai Zhen mau masuk tapi pintunya terkunci. Ia bertanya apa gagang pintunya rusak? Wang Nuo berniat menjelaskan, soal itu... Bruce tahu-tahu membuka pintu. Dan... bilang, hai! Ai Zhen membalas bilang hai juga. Wang Nuo mengingatkan kalo tadi dia bilang kalo kamar mandinya bermasalah jadi Bruce di kamar mandi... memperbaikinya. Bruce yang nggak peka malah nanya apa ada masalah? Wang Nuo mendorong Bruce. Sayang banget kamar mandinya kekurangan air dan Bruce masih disana. Bruce sungguh...


Wang Nuo melihat kamar mandinya, dan nggak melihat Bing Bing. Kekurangan air lagi. Ai Zhen mau masuk tapi Wang Nuo menghadangnya. Nggak papa. Ia akan mengatasinya. Ia nyuruh Ai Zhen buat ke kamar mandi di kamarnya aja. Wang Nuo lalu masuk ke kamar mandi meninggalkan Ai Zhen dan Bruce. Ai Zhen akhirnya menurut apa kata Wang Nuo dan pergi ke kamar mandi lainnya. 


Wang Nuo membuka tirainya dan melihat Bing Bing meringkuk di bak mandi. Bing Bing bertanya apa yang harus ia lakukan? Kalo dia tahu lebih awal, ia nggak akan bersembunyi. Wang Nuo ngasih saran karena udah bersembunyi, maka bersembunyilah sampai akhir. Akan sangat aneh kalo Bing Bing keluar sekarang. Bing Bing bangkit hendak meninggalkan bak mandi tapi malah terpeleset. Beruntung Wang Nuo menangkapnya. Dan wajah mereka jadi dekat. 


Ai Zhen mengetuk pintu menanyakan Wang Nuo lagi ngomong sama siapa? Wang Nuo dan Bing Bing sama-sama naruh telunjuknya di bibir. Sstt!!! Bing Binv kembali ke tempatnya. Wang Nuo bilang kalo itu dia. Dia menelpon tukang pipa tapi mereka mengatakan kalo mereka sibuk. Ai Zhen agak heran tapi nggak curiga. Ia lalu pergi. 


Bing Bing menatap Wang Nuo. Ia bertanya apa Wang Nuo takut manajer Ren akan menemukannya bersembunyi? Wang Nuo mengembalikan, bukannya Bing Bing yang ketakutan bahwa Bruce akan menemukannya bersembunyi? Bing Bing mengatakan kalo karena dia, guru di keluarkan dari restoran. Gimana bisa Bing Bing membuatnya khawatir? Wang Nuo menggumam ngasih tahu kalo Bruce nggak di keluarkan dari hotel gara-gara Bing Bing. Bing Bing nggak denger dan bertanya apa yanv Wang Nuo gumamkan? Wang Nuo nyuruh Bing Bing mendengarkannya. Kadang-kadang nggak masalah antara polos dan b*doh. Bing Bing protes, jangan berpikiran kalo dia nggak bisa mendengar Wang Nuo mengejeknya. Wang Nuo nggak akan memahami takdir antara dia dan gurunya. Bing Bing nggak akan ngasih tahu dia. 


Bing Bing memutar tubuhnya membelakangi Wang Nuo. Wang Nuo mengaku nggak mau memahami apapun. Dia hanya ingin mereka bertiga meninggalkan rumahnya dan mengembalikan ruang kedamaiannya. Bing Bing bilang akan mengembalikannya lalu menutup kembali tirainya. 


Wang Nuo kesal. Ia duduk di toilet dan bertanya-tanya ada apa dengan orang-orang itu? Kenapa mereka nggak mau kembali kerumah masing-masing? 


Wang Nuo kembali menemui Bruce dan Ai Zhen. Ia bingung cara mengusir keduanya. Yang satu asik menikmati anggur, yang satu lagi sibuk dengan piring hitam. Ia lalu memanggil Ai Zhen. Bukankah Ai Zhen ada pekerjaan besok? Gimana kalo dia pulang dan beristirahat lebih awal? Ai Zhen mengaku kalo dia nggak lelah. Ia lalu beralih ke Bruce. Waktunya semakin... Bruce santai ngasih tahu kalo dia nggak punya kerjaan besok. Ia mengaku sebagai gelandangan sekarang, sambil menatap Ai Zhen. Ai Zhen tersinggung. Bruce mengatakan itu untuk menyalahkannya, kan? Bruce bangkit sambil mengacungkan gelasnya. Ia memang sedikit menyalahkan Ai Zhen. Ai Zhen mengingatkan kalo Bruce yang membatalkannya lebih dulu. 


Wang Nuo memotong. Mereka udah membicarakannya sepanjang hari. Bisa nggak mereka membicarakan ini besok lagi? Ia mengaku sangat lelah. Bruce dan Ai Zhen meneguk anggur mereka lalu meletakkan gelasnya. Mereka mengaku kalo mereka sama sekali nggak lelah. 


Bruce berpikir kalo ia akan menginap disana. Ai Zhen melarangnya. Bruce bertanya kenapa enggak? Pokoknya nggak boleh. Bruce lalu jalan ke kulkas. Ia ingat kalo Ai Zhen membawa belut panggang. Ia lapar. Dimana belutnya? Ai Zhen nggak memperbolehkannya dan menutup kembali kulkasnya. 


Wang  Nuo tersenyum. Kenapa susah banget mengusir orang-orang ini? Bruce bilang kalo Ah Nuo ingin ia memakannya. Siapa Ai Zhen ikut campur? Ia pura-pura bilang ke  Wang Nuo kalo ia ingin makan belut Jepang panggang, terus di jawab ssndiri, ok! Wang Nuo tersenyum dan menengok ke belakang. Ai Zhen memprotes kapan Wang Nuo mengatakannya? Bruce menilai kalo Ai Zhen kekanak-kanakan. Ia pura-pura berjalan lalu memutar kembali ke kulkas mengecoh Ai Zhen. Hei! Berapa usianya? 


Wang Nuo kembali kekamar mandi. Ia ngasih tahu Bing Bing kalo mereka berdua udah pergi. Bing Bibg bisa keluar sekarang. Bing Bing nggak menjawab. Wang Nuo melarangnya tinggal begitu aja di rumahnya. Karena nggak ada jawaban, Wang Nuo akhirnya masuk dan mendapati Bing Bing udah tidur. Wang Nuo menatap Bing Bing. Mereka berdua punya rumah untuk pulang, tapi gimana dengan Bing Bing? Wang Nuo melihat luka Bing Bing. Ia mengingatkan kalo Bing Bing harus ingat untuk mengoleskan salep dan mengganti balutnya. Lukanya harus tetap kering. Tapi tenda Bing Bing bahkan kebih basah dan lembab daripada kamar mandi Wang Nuo. 


Wang Nuo mengambil handuk dan menatanya sebagai bantalan Bing Bing. Ia lalu mengambil piring Bing Bing. Wang Nuo juga menyelimuti Bing Bing. Tapi sebentar kemudian dia malah bertanya-tanya apa yang dia lakukan? 


Bing Bing terbangun. Ia melipat selimut Wang Nuo. Ia meminta maaf karena udah mengganggu Wang Nuo dan berterima kasih telah menerimanya. Ia pun meninggalkan rumah Wang Nuo. 


Romeo menemui Juliet dan menanyakan apakah Juliet pernah menampung anjing yang tersesat? Juliet mengiyakan. Romeo bertanya apa Juliet nggak takut akan kutu? Juliet mengatakan kalo itu akan hilang setelah memberikan sejenis obat. Juliet nggak takut bulu yang rontok? Juliet nyuruh untuk menggunakan vakum. Romeo nanya gimana dengan alerginya terhadap bulu anjing? Pembersih udara. Gimana kalo anjingnya mengganggu tetangga? Romeo bisa berkomunikasi dengan paea tetangga. Gimana kalo anjingnya sakit? Bawa ke dokter. Gimana kalo mati? Juliet mengeluh, apa dia direktur pemakaman? Kenapa Romeo nanya hal-hal seperti itu padanya? Romeo tersenyum. Ia bertanya-tanya haruskah ia membantu anak anjingnya kalo dia melahirkan? 


Romeo ngasih tahu kalo dia bakal nampung anjing yang tersesat itu. Juliet jadi konsultannya, ok! Juliet setuju. 


Juliet : Apakah anjingnya baik-baik aja? 


Romeo : Aku akan membuatkan rumah kecil untuk anjingnya.


Juliet : Benar-benar mengagumi dia. 


Romeo : Anjingnya benar-benar nggak tahu gimana mengurus dirinya. Kelihatannya aku akan memberi diriku banyak masalah  


Juliet : Ia akan mencintaimu sepenuh hatinya. Karena kamulah satu-satunya di dunianya. 


Romeo : Nggak perlu! 

Juliet : kamu juga akan mencintainya lebih dan lebih. 


Bing Bing tersenyum membaca pesan Romeo. Ia memuji Romeo yang begitu hebat. Dia begitu lembut pada anjingnya. Bahkan dia juga pingin jadi anjingnya. 


Bing Bing menyimpan ponselnya lalu lanjut mencuci mobil Wang Nuo. Dari atas Wang Nuo memperhatikan Bing Bing. Dan... ia tersenyum. Tapi sebentar doang. Dia mencubit bibirnya sendiri dan bersikap biasa. 


Wang Nuo keluar dari rumah dan menghampiri mobilnya. Bung Bing menyapanya. Selamat pagi! Ia mencuci mobil Wang Nuo dengan bersih hari ini. Wang Nuo nggak menjawab dan masuk ke mobil. Habis itu mobilnya melaju meninggalkan Bing Bing. Bing Bing mengeluh  kenapa Wang Nuo begitu dingin? Dia bahkan menyelimutinya kemarin. Apa prrasaannya sedang buruk? Apa Bing Bing menyinggungnya? Ah, Wang Nuo begitu susah buat di ajak gaul. 


Bing Bing kembali ke atap dan terkejut melihat tendanya usah nggak ada. Apa mungkin udah roboh kesitu?  Bing Bing mencoba membukanya dan ternyata nggak terkunci. Ia tersenyum karena itu adalah barang-barangnya. Ia lalu melompat ke tempat tidur. 


Juliet : Jika aku bilang, aku ngerti perasaan anjing, apa kamu pikir aku g*la? 


Romeo : G*la


Juliet : Seperti berjalan lama di kegelapan, dan melihat secercah harapan di depan. Dan kamu nggak henti-hentinya mengejar cahaya itu. Karena kamu tahu kamu sekarang punya target untuk di capai. 


Bing Bing melihat rencana Bruce. Dari toko sampai kue. Bruce mengatakan kalo itu hanya ide awalnya. Bing Bing mengaku kalo dia suka idenya. Ketika dia di hotel Kelly, Bing Bing merasa Bruce seperti selebriti di panggung. Tapi dalam gambar desain itu, Bing Bing pikir guru sedang berdiri di depan pelanggan dan membuat makanan penutup yang mereks suka. Jadi makanan penutup itu bukan hanya makanan penutup, tapi formula unik yang guru khusus ciptakan untuk pelanggan. 


Bai He dan Ah Meng saling pandang. Mereka sama-sama berpikir kalo sahabat mereka Bing Bing terlalu berlebihan. Bruce merangkul Bing Bing. Dia tahu kalo Bing Bing akan mengerti idenya. Bing Bing mau menyandarkan tapi Bruce-nya malah pergi. Hampir aja Bing Bing jatuh. 


Bruce menuang bir kedalam gelas. Ah Meng mengingatkan gurunya, apakah melakukan dengan cara itu terlalu idealis? Bing Bing menyikut Ah Meng agar nggak bilang gitu. Bruce menjelaskan kalo bukankah hidup adalah mengenai nggak henti-hentinya mengenal dan menggapai mimpi? Bing Bing mengangguk setuju. Bruce melanjutkan, dengan demikian, ada motivasi dalam hidup. 


Bing Bing mengangguk setuju. Sedangkan Ah Meng dan Bai He sama-sama tersenyum garing. Bai He merasa itu nggak salah, tapi untuk sekarang ini, mereka hanya bisa melihat mimpinya. Tapi perencanaan produk dan mengelola kapital... Bruce bangkit dan membenarkan. Mereka punya konsep. Bruce merasa nggak salah mengajar mereka. Ia akan meninggalkan itu untuk manajer tokonya di masa depan dan pemegang saham pada Gao Bing Bing. Bing Bing mengambil nafas panjang. Benar, dia akan dengan formal mengumumkan sekarang bahwa, dia Gao Bing Bing, akan melangkah di jalan kewiraswastaan dengan Bruce. 

Bersambung...

Komentar :
Terharu pas lihat Wang Nuo nyelimutin Bing Bing. Ternyata dia baik juga. Tapi kenapa dia nyamain Bing Bing sama anjing yang tersesat?