Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My Husband Oh Jak Doo Episode 1 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Intan Y
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Husband Oh Jak Doo
Heyhallow, udah pernah baca sinopsis yang aku tulis sebelumnya? HAHAHAHAHAHA narsis banget ya, nggak, bukan dong pun.. aku cuma mau say hello aja karena udah lama nggak nulis, nggak nding Cuma baru berapa bulan kok nggak nulisnya. Terakhir harus ninggalin jugglers ditengah jalan kaya gitu padahal lagi seru-serunya ya. Sedih tapi juga seneng kalo inget itu, aku suka sinopsis jugglers banyak yang baca dan banyak yang komen, bahkan ada beberapa yang ngehubungin aku secara pribadi, terimakasih untuk support kalian. Oh iya maaf, nomer wa ku ganti ya dan semua kontak jadi hilang.

Nyapanya udah ya, aku kali ini dating dengan drama baru yang sinopsisnya telah banget ditulis, HAHAHAHAHA karena dikorea sana udah ep berapa lupa tapi baru aja ditulis sinopsisnya, drama My Husband Oh Jak Doo ini akan aku bagi 3 part per ep, maklum udah lama nggak nulis jadi perlu pembiaasaan dulu, mungkin sinopsisnya bakalan lama, harap sabar nunggunya dan semoga kalian semua suka, kalo aku si sebelum disuruh nulis ini aku udah jatuh cinta duluan sama dramanya, ini rekomendasi banget dong pun. Selamat menikmati.


Episode 1 diawali dengan pemeran utama kita (Han Seung Joo) yang lagi berdiri didepan sebuah gedung, dengan tatapannya kita tau kalo dia nggak antusias juga nggak tertekan dengan kata lain ekspresi ‘Ya udahlah, mungkin ini jalannya’. Saat dia berbalik menghadap kebelakang Oh Jak Doo baru aja sampai dan masih melihat-lihat gedung itu dengan senyum sumringah tapi melihat ekspresi Seungjoo dia jadi bingung sendiri harus gimana.

Melihat gaya berpakaian jakdoo dari bawah sampai atas membuat seungjoo kecewa, ya gaya berpakaian orang desalah pokoknya, tapi seungjoo nggak mau ambil pusing dan langsung menyuruh jakdoo masuk bersamanya.

Sampai didalam gedung itu jakdoo langsung di make over  sama beberapa orang pun, pokoknya proses kilat banget, lepas jaket-ukur jas-dan langsung dipakaiin blablabla, Hhhhhh intinya busana pengantin prialah.


Saat tirai dibuka  untuk beberapa detik seungjoo terpana, hhhhhhhh tapi karna jakdoo yang turun dengan hampir jatuh pun membuat seungjoo ilfil lagi, sebel banget seungjoo ini.


Saat giliran seungjoo yang udah pake gaun pengantin pun jakdoo sempet terpana gitu, hhhhhh tapi keburu disadarin seungjoo, nggak pake lama fotografer langsung mengarahkan untuk berfoto, mereka bener-bener kaku dan canggung.


EPISODE 1
HIDUP SENDIRI BAGAIKAN TINGGAL DIRUMAH TANPA PAGAR


Sementara yang terjadi 2 minggu yang lalu adalah seungjoo yang sedang mengikuti interview menjadi pegawai disebuah penyiaran, dia terlihat sangat cerdas, penuh percaya diri dan tentunya pemberani. Orang-orang yang disana terlihat senang melihatnya.


Setelah selesai interview, seungjoo dan atasannya sedang berjalan bersama. Dia sangat berterima kasih karena atasannya sudah berusaha dengan keras untuk memperkerjakannya, dan atasan itu mengatakan jika seung joo memiliki pengalaman menyutradarai film documenter pasti akan lebih sempurna lagi dan karena ini pemilihan secara seleksi jadi para produser sedang waspada terhadap seungjoo yang tidak memiliki pengalaman tersebut. 


Sementara beberapa orang yang memegang acara ‘Bravo Your Life, Pendapat Menjadi Lajang’ sedang melihat dan mengedit hasil kerja mereka,  Nona Park dengan santainya menimpali apa yang dikatakan narasumber yang sedang ditayangkan, jika dirinya lebih menyukai bekerja dilapangkan, jantungnya berdegup cepat saat member aba-aba setelah sekian lama, dia ingin terus melakukan hal itu setelah seungjoo diterima diperusahaan lain. Salah seorang pegawai mengingatkan untuk member aba-aba, dan dia melakukannya dengan baik.


Tiba-tiba ada seorang pegawai perempuan yang berlari masuk dan mengabarkan dengan panik kalo wanita yang sedang diwawanccaai itu tidak boleh ditayangkan, karena jika ditayangkan ayahnya akan menggugat mereka, Nona Park tidak kalah paniknya dan langsung meminta tim untuk menghubungi seungjoo. Pegawai wanita it uterus saja panik dan takut terkena masalah, sedangkan Nona Park juga tau resiko jika tidak menayangkan episode itu, seungjoo pasti akan marah besar. Lebih parahnya lagi ponsel seungjoo tidak aktif saat itu.


Hahahahahaha dimanakah seungjoo? Dia sedang berada didepan perusahaan penyiaran yang dia impikan dan sedang tertawa bangga jika dirinya pasti akan menaklukan perusahaan itu. 
Tidak berapa lama dua pegawai dari perusahaannya datang dan langsung menyeretnya masuk kedalam mobil dengan terburu-buru.


Didalam mobil seungjoo terus saja memarahi pegawai perempuan itu, HHAHAHAHAHAHA keliatan banget kalo mereka nggak akur, sama-sama keras kepala dan pengen menang alhasil pegawai laki-laki disana yang terus nengahin mereka tapi juga sulit sih mereka berdua kalo berantem kek gitu. Oh iya aku nggak begitu tau nama dua karyawan itu tapi mereka ini lumayan si scenenya, di setiap episode ada mereka kayanya.


Sampai ditempat tujuan mereka, kayanya ini caffe gitu. Mereka langsung melihat pertengkaran antara bapak dan anak yang bersangkutan. Saat pegawai laki-laki itu bingung karena sepertinya mereka tidak bisa membujuk ayahnya, seungjoo langsung bersiap dan memintanya untuk merekam dan langsung berlari kedalam caffe. Waktu mereka tidak banyak hanya 2 jam sebelum acara itu benar-benar ditayangkan.

Melihat seungjoo datang + bawa kamera tentu saja si ayah kebingungan dan tidak senang dengan hal itu. Karena kamera merekamnya dia akhirnya mengambil vas dan melemparkannya ke kamera namun seungjoo menjadi tameng sehingga dia yang terluka bahkan sampai berdarah. Bapak-bapak itu langsung merasa bersalah dong pun, dan hal Ini malah dimanfaatkan seungjoo, dia meminta kamera untuk terus merekam bukti saat bapak-bapak itu melukainya.


Seungjoo menarik bapak-bapak itu kebelakang caffe untuk bicara berdua, bapak-bapak itu masih kekeh tidak ingin episode itu ditayangkan dan dia menawarkan untuk membiayai pengobatan seungjoo atas luka yang dia sebabkan, tapi bukan seungjoo namanya kalo dia menyerah begitu saja, dia tidak akan menayangkan episode itu jika si bapak-bapak itu membiayai pengobatannya, dan dia menjelaskan tentang UU hukum tindak kekerasan karena luka benda berbahaya sebagai kekerasan khusus, tentu saja bapak-bapak itu jadi takut. HAHAHAHAHA pokoknya ini kalo dijelasin per percakapan bakal panjang banget, intinya dengan keahlian seungjoo itu akhirnya si bapak-bapak itu mau, nggak hanya itu bahkan seungjoo sampai berlutut memohon-mohon agar sibapak menyetujuinya.

Saat pegawai laki-laki seungjoo datang dia bahkan sampai heran karena seungjoo melakukan hal itu hanya untuk persetujuan si bapak. Dan bagi seungjoo hal itu bukan apa-apa karena pekerjaannya saat itu sedang dipertaruhkan.


Sementara ditempat kerja seungjoo kru sedang marah-marah karena rekamannya tidak ada, tidak lama seungjoo masuk dan mengendalikan semuanya, dia tidak peduli dengan omelan rekan kerjanya karena acara akan segera ditayangkan.

HAHHAHHAHAAHA sekarang aku tau nama pegawai laki-laki itu Chanhee, karena seungjoo memintanya untuk memulai acara dengan adegan si bapak membuat keributan. Chanhee agak terkejut saat tau adegan itu akan ditayangkan tapi dia menuruti perintah seungjoo. 


Seseorang yang belum jelas itu siapa sedang menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri, dia bernama Eric Jo(Nama kerennya). Ditengah ritual makannya dia memuji acara seungjoo yang sedang ditayangkan itu, dan bertanya-tanya siapa produser acara tersebut.


Dan nun jauh disebuah pegunungan yang cukup damai hiduplah seorang pangeran tampan, HAHAHAHHA nggak-nggak, dia Cuma laki-laki biasa yang belum tampan, dirumahnya dia sedang memotong nggak tau apa dan mengikuti nyanyian yang ada ditelevisi, tapi karena itu televise tua juga sinyal yang jelek chanelnya berubah sendiri, menayangkan acara Bravo My Lifenya seungjoo, dia sempat bingung lalu memukul televisinya agar kembali normal lagi HAHAHAHAHA karena terlalu keras eh malah televisinya jatuh dong pun. Laki-laki itu bernama Oh Jak Doo.


Dan di dunia seungjoo sendiri dia sedang merayakan keberhasilan acaranya, dia sedang mengila membuat koktail bom dengan soju dan bir. Kwon Se Mi temannya bertanya kepada Nona Park apa yang terjadi sampai seungjoo sebahagia itu, Nona Park memberitau kalo Seungjoo dijuluki Gadis rekam karea dia akan mengila jika karena sudah mulai merekam. Seungjoo sendiri tidak peduli dengan dua temannya itu, dia sibuk dengan minuman yang sedang diraciknya bahkan sampai sengaja menyemprotkannya keseluruh ruangan, dua temannya itu menanggapi dan mengajak mereka untuk bersulang bersama.

Seungjoo memuji racikan minumannya itu dan menurut Nona Park kalo itu tidak enak malah terasa pahit. Nona Park juga menyingung jika Seungjoo pergi siapa yang akan melakukan penjualan, dengan bercanda dia bertanya apa jika mereka nanti menghubunginya saat sibuk dia mau membuatkan mereka minuman. Dan mereka benar-benar lucu.

Oh jadi ini itu acara perpisahan seungjoo tapi dia sengaja tidak mengundang rekan kerjanya karena menurutnya dalam masyarakat, orang iri jika mereka berbagi kebahagian dan jika berbagi kesedihan itu akan menjadi kelemahan mereka. 


Dan semi menasehati seungjoo, itulah sebabnya mereka membutuhkan pendamping dan meminta seungjoo untuk menikah, dan nampaknya itu kebiasaan semi jadi Nona Park dan seungjoo langsung memintanya minum saja dan mereka bersulang lagi.

Sepertinya Nona Park sedang menelpon orang rumah, dia menanyakan anak-anaknya sudah makan malam atau belum dan blablabla… (scene beralih ke semi dan seungjoo)

Semi : “Kamu tidak hidup dengan benar. Jika kamu tidak mau menikah setidaknya berpacaran saja.”
Seungjoo : “Apakah hidup sendirian berarti aku harus berpacaran?”
Semi : “Kamu punya masalah? Kenapa kamu tidak mau berpacaran?”
Seungjoo : “Aku sibuk mencari uang. Selain itu, ada orang yang tidak suka berpacaran. Orang itu adalah aku.”
Semi : “Kalau begitu, menikahlah. Impianku adalah bertemu rutin dengan keluargamu.”
Seungjoo terkejut dan senang karena ternyata semi masih memiliki impian itu, dan dengan serius semi mengatakan kalo dunia ini terlalu kejam untuk dihadapi sendirian, tapi seungjoo tidak pernah takut dengan ancaman tanpa aksi kepada orang-orang yang melajang.
Semi : “Bayangkan sekarat sendiri, itu menyedihkan sekali.”
Seungjoo : “Semua orang sendirian saat mereka meninggal. Aku tidak sedih.”


Dan mereka terus saja berdebat tentang bahagia hidup memiliki suami atau tidak, HAHAHAHAHA mereka yang debat dan Nona Park yang marah-marah karena suara keras mereka, dia meminta mereka untuk diam dan kembali melanjutkan telponnya.

Dengan sedikit berbisik seungjoo mengatakan haruskah dia menikah dengan alasan-alasan tersebut, jika itu terjadi maka suaminya akan palsu, tidak nyata. Semi yang sedang minum mendengar itu sedikit terkejut tapi juga senang, menututnya suami palsu itu ide bagus. Seungjoo sendiri tidak enanggapi dengan serius.

Semi : “Seungjoo-ya, memiliki seseorang yang akan selalu datang saat kamu dalam bahaya, pasti akan terasa menyenangkan. Seperti manusia super pribadi. Dia akan menyelamatkanmu dari bahaya dan gosip yang kamu hadapi sebagai wanita lajang.

Seungjoo : “Jika bisa menemukan orang seperti itu, akan kubeli dia. Agar kamu berhenti ceramah.”


Semi terus saja mengatakan ide-ide gila, saat sedang asik berdebat tiba-tiba Nona Park dengan suara keras berdiri, dia marah karena anaknya tidak datang ketempat les, dia kembali mengendalikan suaranya dan mengatakan kalo dia akan langsung menjemputnya, hal itu membuat semi dan seungjoo terkejut.


Setelah menutup telponnya, Nona Park menghadap mereka berdua dan mengeluh tentang dia menarik anaknya dari warnet dan membawanya ke tempat les, dan anaknya terus saja kabur. HAHAHAHAHA dia member saran pada seungjoo sebaiknya tidak usah menikah saja dong pun, dan memarahi semi yang terus membicarakan omong kosong itu, dia lalu pamit pada keduanya. 


Semi : “Aku tidak ingat nama putranya.” (dengan wajah polos yang terkejut dengan sedikit ketakutan ^^)
Seungjoo : “hmmm ‘anak nakal itu’” (tidak kalah polosnya^^)


Semi yang mabuk dipapah suaminya masuk kedalam mobil dan terus mengoceh tentang ini dan itu, Yongmin suaminya memperlakukannya dengan baik.


Yongmin bahkan menawarkan untuk pulang bersama tapi seungjoo menolaknya, sebelum pergi yongmin memanggil seungjoo dan memberitaunya.

Yongmin : “Semi-aa sangat menyukaimu. Tadinya aku tidak mau mengatakan ini, tapi tidak ada pria yang menginginkan istrinya bergaul sampai larut malam bersama wanita yang hidup sendiri.”
Seungjoo : “Hari ini aku merayakan sesuatu. Jadi kami bertemu…”
Yongmin : “Kalian bisa bertemu siang hari. Kenapa kamu memintanya datang.. ketempat seperti ini pada malam hari? Dia wanita polos yang hanya tinggal di rumah. Jangan memengaruhinya. Selain itu jangan beritau ini kepadanya.”

Seungjoo mengiyakannya dan yongmin pamit pulang. 


Seungjoo tersenyum tapi dia juga sedikit kesal dengan label yang orang-orang berikan pada wanita yang masih saja melajang.

Seungjoo : “Aigoo, setelah menikah, kita bahkan sulit bertemu dengan teman-teman. Kenapa semi menyukai pernikahan?”


Didepan mobilnya seungjoo menghubungi untuk memakai jasa sopir penganti, tempatnya ada di Sinsa-dong dan dia ingin sopir wanita.


Untuk mengurangi rasa dingin dia terus merapatkan mantelnya dan sedikit bergerak-gerak ditempat, perhatiannya sedikit teralih pada pasangan yang berlalu lalang, dia mencoba acuh. Saat itu ponselnya berbunyi, dikirannya itu dari sopir penganti ternyata itu dari ibunya yang menanyakan tentang uang bulanan yang lupa seungjoo kirim karena dia sibuk hari itu, dan ibunya memarahinya karena masih muda tapi sudah menjadi pelupa.

Ibu : “Jumlah uangnya sedikit, setidaknya kirimkan tepat waktu agar ibu bisa membuat anggaran.”
Seungjoo berjanji akan segera mengirimkannya dan ibu mengingatkan agar seungjoo jangan berkeliaran pada malam hari dan memintanya pulang lalu tanpa mendengar jawaban dari seungjoo ibu menutup telponnya.


Setelah ibunya menutup telpon terlihat seungjoo dengan mata berkaca-kaca dan sedikit menghela nafas, beban banget kayanya si ibu ini bagi seungjoo.

Sementara ibu setelah menutup telpon merasa kesal karena merasa seungjoo membuatnya terlihat seperti selalu meminta.


Didalam mobilnya seungjoo ingin membayar sopir penganti itu dengan kupon gratis yang dia punya dan si sopir penganti merasa kesal karena seungjoo akan membayar dengan itu, HAHAHAHAHAHA sangking kesalnya dia langsung tancap gas gitu dong pun, ngebut.


Sampai dirumah seungjoo langsung membawa barang-barangnya yang ada dimobil dengan kotak besar, sekalipun kerepotan dia membawanya sendiri. Sampai dihalaman, istri dari pasangan yang mengontrak dirumahnya keluar dengan kesal sementara suaminya berusa untuk menghalanginya. Seungjoo bingung sendiri dan istri yang menyewa dilantai bawah itu ternyata kesal karena dari lantai atas terus saja berisik ketika malam hari dan membuatnya tidak bisa tidur.

Istri yang entah namanya siapa : “kudengar seseorang memukul dinding sepanjang malam. Entah apa yang kamu lakukan, tapi suaranya sangat menganggu.”

Seungjoo : “Aku tidak ada dirumah kemarin malam. Aku pergi selama sepekan.”

Istri yang masih tidak tau namanya siapa : “lalu suara apa itu?”

Seungjoo mengatakan tyda tau dan akan permisi pamit, tapi sang istri masih saja tidak puas dengan jawaban itu, dia mengatakan lingkungan kumuh tempatnya tinggal ini membuatnya ketakutan dan seungjoo membalas suaminya dapat dihandalkan jadi apa yang wanita itu takutkan, sementara dirinya wanita lajang dan dia baik-baik saja. 

Suami dari istri itu tersenyum kepada seungjoo, tapi seungjoo merasa kurang nyaman. Sementara sang istri melihat hal itu dengan tidak suka. Seungjoo berjanji akan memeriksanya dan lalu berjalan kelantai atas. 


Istrinya suami : “Menyebalkan, kenapa kamu terus tersenyum kepadanya?”
Suaminya istri : “Dia pemilik rumah ini.”
Istrinya suami : “Hentikan. Dia wanita lajang. Kamu akan mendapat masalah jika membiarkannya salah paham.”

Seungjoo yang ada ditangga langkahnya terhenti mendengar percakapan mereka, dia merasa kesal karena label sebagai wanita lajang yang terus semua orang permasalahkan.


HUHU maaf ya kalo tulisannya kaku, mari kita ulas 20 menitan pertama, gimana menurut kalian? Banyak pertanyaan yang belum terpecahkan HAHAHAHAHA iya dong pun belum juga setengah ep, tapi ngeliat interaksi seungjoo sama temen-temennya si nyenengin, sekalipun banyak yang nggak suka sama seungjoo tapi masih ada temen yang selalu ngesuport dia. Hal yang menyenangkan adalah saat kamu merasa bahagia dan ada orang yang bisa kamu ajak membaginya.

Itu seungjoo sama ibunya kenapa coba ya kok kekgitu ya, terus pertanyaan terbesar apa rumah seungjoo berhantu? Kenapa kok nggak ada seungjoo tapi dari rumahnya berisik banget? HHAHAHAHAHAHA kita cari tau kedepannya aja ya^^


Oh iya kalian dapet salam dari baby sol-nya Waikiki, kangen katanya.
Dan dari aku salam sayang buat yang sudah baca dan komen sinopsis ini.
Salam sayang, Intan Yuliana.

3 komentar

Ni drama emang udah q tunggu bgt sinopsisnya...alhamdulillah....muncul juga...
Soal rmh yg berisik pdhl g ada orangnya..mungkin pencuri atau orang mesum....bisa juga hewan....well...lanjut mbak...biar tau jawabannya

Halo mbak intan ^^ apa kabar? Kayaknya dramanya menarik ya hehehe.. lanjut ya, tapi jangan lupa belajar juga hahahaha

Alhamdulillah aku baik, teteh semoga juga sama ya.. Wa ku ganti teh jadi kontak teteh juga ilang..
Hehe iya teh, doain semoga semuanya lancar ya teh..