Advertisement
Advertisement
SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 1 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 1 Part 1
Seorang gadis bersama teman-temannya memalak seorang siswa laki-laki. Katanya laki-laki itu meminjam uangnya dalam mimpinya semalam. Nggak ingat? Si gendut merasa ketua bermimpi buruk kalo mimpiin dia. Gadis itu bilang nggak akan minta bunganya jadi bayar aja. Gadis itu menggeledah sendiri. Laki-laki itu nggak terima. Dia juga bisa marah tahu! Gadis-gadis itu lalu berseru, wooo...kharismanya keluar. Laki-laki itu mau menyerang tapi si gendut menyerangnya duluan. Dia mau mengalahkan anggota elegance? Mereka menertawakannya. Si gendut terus mukulin pakai boneka barbie. 


Laki-laki itu mengambil sesuatu dari dalam celananya. Gadis-gadis itu pada bertanya-tanya. Apa yang akan dia ambil? Rupanya dia mau ngambil dompet. Seketika para gadis mundur (iih... jijik banget...). Laki-laki itu nanya dalam mimpi gadis itu berapa banyak yang dia pinjam? Ketua geng langsung ngambil dompet itu dan mengambil semua uangnya. 


Yoo Ri tiba-tiba datang dan menegur mereka. Hei anak SMA. Salah satu dari mereka menutup wajahnya. Dia adalah adiknya Yoo Ri, Seo Soo Jeon. Yoo Ri nyuruh mereka untuk mengembalikan uangnya. Dan pulanglah ke orang tua yang menunggu mereka. Pergi! Si gendut malah tertawa. Apa tadi? Si gendut mengaku kalo dia nggak punya orang tua jadi nggak perlu pulang. Dia meminta teman-temannya untuk nggak khawatir. Ahjumma ini mungkin nggak bisa bertarung.

Ketua geng menyerang duluan. Yoo Ri dengan mudah menjatuhkannya. Satu persatu dari mereka bergantian menyerang Yoo Ri tapi mereka bukanlah tandingannya. Si gendut melihat Oh Soo yang lagi lari-lari dan meminta bantuannya. 


Yoo Ri memarahi anak-anak itu. Beraninya mereka membegal seseorang. Si gendut datang membawa Oh Soo. Dia nyuruh teman-temannya untuk berdiri. Yoo Ri nyuruh Oh Soo buat terus jalan. Ia sedang mendisiplinkan gadis-gadis itu. Gadis-gadis itu malah bilang kalo Yoo Ri bohong. Yoo Ri juga mukulin mereka. Yoo Ri nyuruh mereka diam. Apa mereka mau mati? 


Yoo Ri melihat wajah Oh Soo dan merasa kesal. Kenapa dia lagi? Dasar! Oh Soo melihat Yoo Ri yang memegang beberapa lembar uang. Ia lalu mengatakan kalo hal yang benar adalah menyerahkan Yoo Ri ke kantor polisi. Tapi... ia lagi sibuk sekarang. Yoo Ri cuman senyum mendengarnya. Oh Soo nyuruh Yoo Ri buat mengembalikan uang itu. Yoo Ri mengingatkan kejadian tadi siang. Lagi otw mau mempermalukan dan mencampakkan wanita lain. 


Oh Soo nanya apa sih yang Yoo Ri bicarakan? Yoo Ri nyuruh Oh Soo agar nggak khawatir karena Yoo Ri nggak pingin ngomong sama orang kayak Oh Soo. Jadi lanjutin aja! Oh Soo juga jadi kesal. Dia minta Yoo Ri ngasih uangnya ke dia. Yoo Ri nggak mau ngasih tapi Oh Soo merebutnya. 


Yoo Ri meraih tangan Oh Soo dan berniat mau menjatuhkannya tapi agak susah. Jadinya malah kayak dia lagi di peluk dari belakang (dan... apa-apaan, nih? Kok soundtracknya, Beautuful? Goblin? Hadeuh... jadi inget lagi, Eun Tak, Kim Shin). Semua orang ngelihatin mereka. Dan rupanya lagu itu dari ponsel si gendut yang lagi ditelpon sama ibunya. Gadis-gadis itu pada bubar. Mereka meledek Yoo Ri dan Oh Soo. Mereka berdua lagi syuting film? Dasar ngebosenin! Anak laki-laki yang dipalak tadi ngambil uangnya kembali dan berterima kasih pada Yoo Ri dan Oh Soo. 


Yoo Ri mau melepaskan diri tapi Oh Soo nggak mau melepaskannya. Sampai kapan Yoo Ri akan seperti itu? Yoo Ri protes, itu karena Oh Soo yang memeluknya. Oh Soo lalu mendorong Yoo Ri. Yoo Ri jadi sedikit canggung. Dia menata rambutnya. Oh Soo memijit tangannya. Gimana bisa wanita segitu kuatnya? Dia lalu lanjut lari lagi.


Soo Jeon pulang dengan langkah pelan. Dia langsung masuk ke kamarnya dan menyalakan lampu. Soo Jeon kaget karena ada kakaknya di kamarnya. Yoo Ri bangkit dan menghampiri kakaknya. Yoo Ri mukulin Soo Jeon. Beraninya keluyuran. Soo Jeon menghindar. Ia mengancam akan menendang Yoo Ri keluar. Yoo Ri sendiri nggak habis pikir. Berani-beraninya Soo Jeon mengancam akan ngusir kakaknya. 


Yoo Ri lalu menjambak rambut adiknya. Beraninya dia melakukan hal buruk seperti itu. Dan puncaknya Yoo Ri mendorong Soo Jeon ke tempat tidur. Soo Jeon nggak terima. Dia bangkit dan berkacak pinggang di depan kakaknya. Yoo Ri juga nggak mau kalah. Ia mengancam Soo Jeon nggak dapat uang saku sebulan penuh. Soo Jeon langsung melotot. Apa kakaknya bercanda? Gimana dengan dia nanti? Kenapa tanya? Bentak Yoo Ri. Sekolah Soo Jeon kan deket. Nggak perlu ongkos bus juga. Dia sarapan di rumah, makan siang di sekolah gratis. Soo Jeon merengek. Yoo Ri sangat menyebalkan. Dasar Mak Lampir! Mak Lampir? Ulang Yoo Ri. Soo Jeon mengancam akan membalas dendam. Yoo Ri menantang. Ia siap kapan aja Soo Jeon mau balas dendam. 


Soo Jeon nyuruh kakaknya buat enyah dari kamarnya. Yoo Ri meledek, nyuruh Soo Jeon meluangkan waktu buat bersih-bersih dan pakai make up. Yoo Ri berbalik mau keluar. Soo Jeon rasanya mau nimpuk kakaknya. Tapi tahu-tahu kakaknya berbalik. Nggak jadi deh! Sekali lagi Yoo Ri nyuruh Soo Jeon buat bersih-bersih. Yaudah, Soo Jeon cuman bisa gelonjotan nggak jelas di tempat tidur. 


Kakek lagi ngurusin tanamannya. Ga Na menghampirinya sambil membawakan segelas jus jeruk. Tanpa basa-basi kakek langsung bilang ke Ga Na kalo dia nggak minum. Ga Na langsung kecewa. Dia nanya ke kakek apa masih marah? Kakek kesal. Ga Na bukannya meyakinkan Oh Soo biar mau kencan tapi malah kencan dengannya. 


Ga N meletakkan minumannya dan duduk di sebelah kakek. Dia nggak akan bilang karena nggak ingin terlihat picik. Kalo boleh jujur, dia juga avak marah pada kakek. Kakek nanya kenapa Ga Na marah padanya? Menurut Ga Na kencan buta itu sangat menyenangkan. Kenapa kakek hanya mengaturnya untuk Oh So? Ga Na menalingkan badannya. Dia benar-benar kecewa pada kakek. 


Kakek melihat Ga Na tiduran sambil main ponsel. Ia melarang Ga Na bersikap lebay kayak gitu. Kakek minta dipanggilin Oh Soo. Kakek merasa harus bicara padanya. Ga Na nggak mau. Menurutnya itu nggak akan ada gunanya. Ga Na ngasih lihat ponselnya je Kakek. Ada sebuah artikel tentang Oh Soo. Ilmuwan jenius dan lulusan MIT adalah pemodal ventura yang berhasil. Artikel itu baru keluar hari ini. Dengan kesuksesan Oh Soo yang seperti itu apa kakek masih berpikir kalo dia bakalan membuang waktu buat menghirup kopi di cafe? Kakek nanya apa tadi Ga Na bilang? Ga Na membaca komentar dari berita itu. Ada yang ingin melihat Oh Soo jadi selebriti dan ngelihat dia di TV saban hari. Yang lain berkomentar, perusahaan hiburan selama ini ngapain? Toko mana yang menjual pria seperti itu? Kakek memarahi Ga Na. Berisik! 


Ga Na meletakkan ponselnya lalu duduk menghadap kakek. Dia nyaranin daripada buat Oh Soo mending buat dia aja. Buat Ga Na jadi penerus baru kakek. Ga Na yakin kalo itu bakalan jauh lebih cepat. Kakek nggak menjawab dan meminum jus buatan Ga Na. 


Oh Soo lagi di kamarnya. Kakek tiba-tiba masuk gitu aja dan duduk di tempat tidur Oh Soo. Kakek nyuruh Oh Soo buat duduk deket dia. Kakek punya sesuatu buat didiskusikan sama dia. Oh Soo melihat jam tangannya. Ia ada rapat. Bisa nggak ngomongnya nanti aja? Kakek mengaku kalo dia juga sibuk seharian ini, jadi Oh Soo harus kerja di kafe hari ini. Oh Soo ngasih tahu kalo dia ada wawancara siang ini. Emangnya kenapa? Apa sangat mendesak? Kakek mengaku akan melakukan cek kesehatan penuh. Kenapa? Apa harus kakek membatalkannya? Oh Soo mengatakan kalo hari ini bener-bener nggak bisa. 


Kakek agak kecewa. Sungguh? Kalo gitu lihat besok deh. Kakek merasa bersyukur buat cucunya yang hits. Ia nggak tahu apa tumor tumbuh didalam tubuhnya apa enggak. Palingan juga bakal diabaikan. Oh Soo mulai terpengaruh. Dia nanya apa kakek bakal pergi bareng Hyung? Kakek mendadak jadi bdrubah senang. Kakek akan ngurus itu. Jadi Oh Soo bisa nyari kafe buat dia, ya. Kakek lalu meninggalkan kamar Oh Soo. 


Yoo Ri sedang membuat sarapan. Soo Jeon diam-diam mau ngambil uang di dompet kakaknya. Yoo Ri nyuruh dia tetap disana. Soo Jeon kesal udah ketahuan. Dia lalu nanya, apa? Yoo Ri membawa dua mangkuk sup dan nyuruh Soo Jeon buat cepet makan dan berangkat sekolah. Soo Jeon ogah. Dia cuman menatap kakaknya. Yoo Ri mengatakan kalo meliriknya seperti itu nggak akan ada gunanya. 


Soo Jeon duduk di depan kakaknya. Dia minta di kasih uang 100.000 won yang ia rampas semalam. Itu adalah uang yang ia hasilkan dengan usahanya sendiri. Yoo Ri mengetuk meja pakai sendok. Apa Soo Jeon benar-benar mikir gitu? Atau apa dia berpura-pura jadi remaja yang kesal? Soo Jeon nggak mau kalah. Dia juga megang sendoknya dan mengacungkannya ke Yoo Ri. Kenapa dia... Yoo Ri nyuruh Soo Jeon buat meletakkan sendoknya dan menjawabnya dengan hati-hati. Kalo itu yang pertama, dia bakal ngampunin Soo Jeon. Tapi kalo udah sering, maka Yoo Di bakalan membunuhnya. Soo Jeon merengek, Yoo Ri benar-benar membuatnya kesal. 


Soo Jeon bilang kalo dia nggak mau makan. Dia lalu bangkit dan meninggalkan kakaknya. Yoo Ri bertanya apa dia beneran nggak mau makan? Soo Jeon teriak kalo dia nggak mau makan. Yoo Ri mengatakan kalo Soo Jeon hanya akan menyakiti diri sendiri. Yoo Ri kembali makan dan berseru memuji makanannya yang lezat. 


Ponsel Yoo Ri bunyi. Ngingetin anniversary 3 tahun. 

Flashback...


Yoo Ri semobil sama Min Ho. Dia berhasil menangkap buket bunga pengantin. Yoo Ri ngasih tahu Min Ho. Katanya kalo nggak menikah dalam 6 bulan setelah menangkap buket bunga, dia nggak akan menikah selama 3 tahun. Min Ho merasa itu sempurna. Ia bakal melamar Yoo Ri di anniversary 3 tahun. Yoo Ri mengulangi, 3 tahun? Min Ho nyuruh dia nunggu setahun lagi? Min Ho bilang kalo hanya 1 tahun. Yoo Ri setuju. Dia bakal nunggu. Tapi Yoo Ro nggak tahu apa dia masih akan mencintai Min Ho apa enggak. Min Ho mengatakan kalo itu terjadi, dia bakal membuat Yoo Ri mencintainya lagi. Min Ho akan mencatatnya di ponselnya kalo mungkin dia bisa melupakannya. Yoo Ri tersenyum. Min Ho menandainya sebagai hari ia melamar. 

Flashback end...


Yoo Ri bilang ke ponselnya kalo hari ini adalah harinya. Ia lalu kembali makan dengan perasaan bahagia. Nggak mala kemudian Min Ho menelpon. Yoo Ri senang. Dia pura-pura bertanya kenapa Min Ho nenelponnya pagi-pagi sekali? Min Ho mengatakan kalo dia akan kerumah Yoo Ri. Ia akan datang menemuinya jam12. Yoo Ri mengiyakan lalu menutup telponnya. Ia berpikir kalo Min Ho nggak lupa. 


Yoo Ri kembali makan. Ia melihat kamar adiknya dan bilang akan memberikannya jadi dia nyuruh Soo Jeon buat keluar. Soo Jeon dengan senang hati keluar dari kamarnya. Dia merasa menang.


Oh Soo datang ke kafe. Ia melihat setiap sudut tempat itu. Ia lalu berdiri di meja kasir dan membuka sebuah kotak. Di dalam kotak itu ada banyak botol yang mengeluarkan warna. Oh Soo menyentuhnya dan mengambil salah satunya. 


Bersambung...

Komentar :
Ini adalah Kdrama ongoing pertamaku setelah sebelumnya pernah nulis drama ongoing juga tapi dorama. Ini adalah salah satu drama yang paling di tunggu-tunggu. Agak bikin beban juga, sih. Tapi justru itu yang bikin jadi ada tantangannya. Dramanya sendiri udah tayang dari seminggu yang lalu. Agak telat, ya. Mianhae. Tapi semoga aja bisa kekejar sampai kelar.

Karena ini baru pertama kali jadi mohon maaf kalo ada yang salah-salah ^_^

4 komentar

Tetep semangat eonni...di tunggu part selanjutnya..

semangat semangat ditunggu kelanjutannya

Makasih unni, semangat ya

Makasih unnie fighting😊😊