Advertisement
Advertisement
SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 1 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 1 Part 2
Min Ho mau menemui Yoo Ri. Baru sampai di depan rumahnya, dia dapat panggilan dari Mi Young. Ia kelihatan agak malas tapi tetap  mengangkatnya. Ya? Mi Young ngasih tahu kalo mereka ada di rumahnya. Min Ho nggak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia ngasih tahu Mi Young kalo dia nggak bisa kesana sekarang. 


Sementara itu di dalam rumah, Yoo Ri bahkan belum siap padahal udah hampir jam 12. Dia nggak punya waktu lagi. Yoo Ri memilih pakaian dalam yang akan dia kenakan. Warna putih, ah enggak. Warna pink, kok gini? Kapan itu bisa berlubang? Warna cream, rasanya jadul tapi nggak buruk juga. 


Habis itu Yoo Ri melihat kalender. Besok udah musim semi. Jadi... mendadak Yoo Ri jadi semangat. 


Yoo Ri udah rapi. Tinggal milih separu doang. Dan pilihannya jatuh pada sepatu merah yang dia pakai tempo hari. Dia ngomong ke sepasang sepatu itu kalo mereka harus bertahan disana hari ini. Tiba-tiba ponselnya bunyi. Min Ho nelpon, ngasih tahu kalo dia udah sampai. Min Ho nyuruh Yoo Ri buat dateng ke kafe depan. Yoo Ri ngasih tahu kalo dia bakal segera keluar. Kenapa di kafe? Min Ho nyuruh Yoo Ri buat dateng aja, dia bakal ngejelasin nanti. Oh Soo melihat Min Ho. Juga warna yang dikeluarkannya. Oh Soo lalu tersenyum.

Min Ho menghampiri Oh Soo. Dia memesan segelas kopi dan segelas air. Oh Soo tersenyum lalu mengiyakan. Ia lalu beranjak. 


Min Ho membuka kotak botol penuh warna lagi. Ia menatap Min Ho yang lagi menatap ponselnya. Oh Soo tersenyum. Tangannya berkeliling mau milih botol yang warna apa.

Flashback...


Oh Soo kecil nanya ke ayahnya. Serbuk sari mana yang bakal ayah berikan? Ayah tersenyum lalu menatap sepasang kekasih yang lagi pegangan tangan dan saling membelai. Ayah tersenyum. 


Pandangan ayah lalu beralih ke meja sebelahnya. Ada pasangan juga yang lagi saling bersandar. Dan lagi-lagi ayah tersenyum. 


Ayah ngasih tahu Oh Soo kalo aura merah bakal muncul saat orang jatuh cinta, jadi serbuk sari yang akan membantu cinta mereka menjadi kenyataan akan jadi yang terbaik, kan? Oh Soo mengangguk. Dia bilang ke ayah kalo dia akan menemukannya. Ayah tersenyum menatap Oh Soo. 


Oh Soo mengambil sebuah botol dan memberikannya pada ayahnya. Ayah menatap botol itu baik-baik. 

Flashback end...


Oh Soo udah mengambil warna yang ia mau. Ia membukanya dan menuangkannya kedalam cangkir kopi. 


Yoo Ri udah sampai dan langsung duduk di depan Min Ho. Min Ho ngasih tahu kalo kafe ini sangat unik. Yoo Ri membenarkan. Ini sangat cantik. Oh Soo  udah selesai membuat pesanan. Ia mengangkat nampannya dan mengantarkan pesanan. Secangkir kopi untuk Min Ho dan segelas air putih untuk Yoo Ri. Yoo Ri mengatakan kalo Min Ho selalu sibuk jadi dia khawatir. Tapi dia terlihat gemukan. Oh Soo mengenali suara Yoo Ri dan melihat wajahnya tapi Yoo Ri nggak menyadari kalo yang menyajikan minuman adalah Oh Soo. Dia fokus pada Min Ho. Habis menyajikan minuman Oh Soo lalu pergi. 


Min Ho ngasih tahu Yoo Ri kalo dia harus pergi 30 menit lagi. Yoo Ri nanya kenapa? Min Ho bilang ibunya ...ibunya membawa lauk pauk lagi. Yoo Ri mengijinkan Min Ho pergi. Min Ho menatap Yoo Ri. Dia tersenyum. Yoo Ri nggak akan marah padanya, kan? Yoo Ri nggak menjawab dan pasang wajah cemberut. Dia marah. Min Ho membujuk Yoo Ri agar jangan marah. Min Ho mengaku kalo hal yang paling membuatnya takut di dunia ini adalah saat Yoo Ri marah padanya. Ish! Yoo Ri lalu nyuruh Min Ho buat nebak ini hari apa? Hari ini? Min Ho mencoba mmengingat-ingat. 


Min Ho tersenyum mengatakan kalo hari ini adalah hari Seo Yoo Ri terlihat cantik. Yoo Ri cemberut lagi. Dia ngasih tahu Min Ho kalo rayuannya nggak mempan. Cepetan tebak lagi gih. Min Ho berpikir lagi. Yoo Ri nyuruh Min Ho buat meriksa ponselnya. 


Min Ho menurut. Dia mengambil ponselnya dan melihatnya. Hari aku melamar. Min Ho terkejut. Ia meletakkan ponselnya dan mau berlutut. Ah enggak, dia kembali duduk dan ngasih lengannya buat dipukul sama Yoo Ri sampai Yoo Ri nggak marah lagi. Dia emang layak dipukul. Min Ho kesal pada dirinya sendiri. G*la. Bisa-bisanya dia lupa. Itu semua karena pak Kim. Karena dia pikirannya jadi kacau. Min Ho menyatukan tangannya dan minta Yoo Ri memaafkannya sekali ini aja. Sekalii aja dia mohon. 


Yoo Ri mengiyakan. Dia lalu nanya Min Ho mau apa? Apa lagi? Min Ho tersenyum. Nggak ada yang lain kecuali sayangnya. Yoo Ri memalingkan wajahnya. Pinter banget ngegombal. Min Ho mengembalikan kalo Yoo Ri udah tahu hal itu. 


Min Ho meraih cangkir kopinya. Ia bilang kalo Yoo Ri terlihat sangat cantik. Yoo Ri nyuruh Min Ho buat berhenti. Oh Soo menatap Min Ho yang akan meminum kopinya. Min Ho meminumnya dan Oh Soo mengangguk pelan. 


Min Ho merasa segar setelah minum kopi. Dia menatap Yoo Ri dengan tatapan serius. Kita... Yoo Ri tersenyum mengiyakan. Oh Soo juga ikutan tersenyum (gitu juga dengan aku). Min Ho melanjutkan perkataannya. Ayo putus. Heh? Min Ho mengulanginya lagi. Ayo putus. Yoo Ri nyuruh Min Ho supaya betgenti bercanda. Min Ho meminta maaf. Yoo Ri rasanya udah pingin nangis. Apa Min Ho g*la? Min Ho memalingkan wajahnya. Dia merasa nggak sanggup melihat Yoo Ri. 


Oh Soo teringat apa yang pernah dikatakan ayahnya. Aura merah itu pasti menandakan perasaan cinta. 


Yoo Ri meraih gelasnya dan meminumnya. Ia meletakkannya terlalu keras sehingga gelasnya pecah. Min Ho dan Oh Soo terkejut. Min Ho meraih tangan Yoo Ri dan melihatnya terluka kena pecahan gelas. Min Ho meminta maaf. Dia lalu bangkit dan meninggalkan Yoo Ri.


Yoo Ri terdiam sesaat sebelum akhirnya bangkit dan mau nyusulin Min Ho. Oh Soo menghampiri Yoo Ri dan berdiri di depannya. Yoo Ri menatap Oh Soo sinis. Dia lalu berjalan melewatinya. Oh Soo hanya bisa menunduk. Dia melihat cangkir kopi Min Ho. 


Yoo Ri menghampiri Min Ho yang udah mau masuk mobil. Yoo Ri memegang pintu mobil Min Ho. Min Ho pikir dia bisa melarikan diri setelah melempar bom kewajahnya? Yoo Ri nyuruh Min Ho buat bilang kenapa? Kenapa mereka harus putus? Min Ho merasa malas. Yoo Ri menegaskan kalo nggak punya alasan dia nggak bisa putus. Mi  Ho keluar dari mobil. Dia kan udah bilang kalo dia minta maaf? Yoo Ri minta agar Min Ho nggak bohong padanya. Min Ho sama sekali nggak menyesal. Apa dia pikir Yoo Ri nggak tahu? Min Ho melakukan hal yanv salah, Mun Ho merasa perlu menjelaskannya. Apa Min Ho pikir dia bisa setengah-setengah karena datang dengan alasan memalukan? Min Ho mengangguk. Dia mengaku kalo dia pingin nikah. Karena bukan Yoo Ri makanya dia minta maaf. Yoo Ri menghela nafas. Min Ho...gimana bisa dia... Min Ho mengatakan kalo Yoo Ri adalah tipe yang perlu melihat semuanya sampai akhir. Min Ho menegaskan kalo dia juga mengenal Yoo Ri. Kalo Ri ngerti, maka lepaskan. Min Ho kembali masuk mobil dan kali ini Yoo Ri mau melepaskannya. Nggak! Park Min Ho. 


Mobil Min Ho meninggalkannya. Yoo Ri memanggil Min Ho tapi Min Ho udah nggak peduli kayaknya. Yoo Ri bahkan mau mengejarnya sampai hak sepatunya rusak lagi. Seketika Yoo Ri jatuh dan hanya bisa melihat mobil Min Ho pergi. 


Oh Soo keluar. Dia menatap Yoo Ri dihadapannya. Ga Na datang menghampiri Oh Soo. Dia melihat Oh Soo melihat Yoo Ri dan berkomentar kalo dia cantik. Melihatnya begitu, sepertinya dia bakal nangis. Dia nanya ke Oh Soo, apa menurut Oh Soo dia bakalan butuh saputangan? Oh Soo nggak mau menjawab dan memilih masuk kembali ke kafe. Ga Na seperti mau bilang Yoo Ri gimana? Tapi Oh Soo udah jauh.