Advertisement
Advertisement
SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 1 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 1 Part 3
CEO Nam datang dan melihat Yoo Ri. Dia menghampiri Ga Na dan nanya ada apa? Ga Na bilang Yoo Ri dengan Oh Soo. CEO Nam nanya Oh Soo? Dia malah mau menghampiri Yoo Ri tapi dilarang sama Ga Na. Ga Na menariknya pergi. Yoo Ri sendiri hanya bisa menghela nafas. 


Ga Na masuk ke kafe bersama CEO Nam. Oh Soo sendiri lagi menyapu pecahan gelas yang dipecahin sama Yoo Ri. Ga Na nanya apa yang terjadi? Oh Soo nggak menjawabnya dan nanyain gimans pertemuannya CEO Nam. CEO Nam bilang kalo dia menundanya. Gimana bisa ada pertemuan tanpa Oh Soo? Oh Soo minta maaf dan janji nggak akan terjadi lagi. Ga Na nyahut, Oh Soo pikir gitu? CEO Nam nanya apa yang terjadi? Apa maksudnya tadi? Mereka kakak beradik bertingkah aneh. Nggak mungkin Oh Soo nunda pertemuan 30 milyar won demi membuat kopi. Dia nanya pada Oh Soo, apa Oh Soo mau menghianatinya? Aigoo...Oh Soo dan Ga Na menghela nafas. CEO Nam nanya apa maksudnya? Bilang padanya! Oh Soo mengambil cangkir kopi Min Ho dan membawanya. CEO Nam bilang apa Oh Soo pikir dia nggak tahu kalo dia diincar sama banyak orang? Siapa? Siapa yang mau mencuri Oh Soo darinya? Ga Na bilang pada CEO Nam agar nggak perlu khawatir. Kalo Oh Soo mau melakukannya dia pasti udah melakukannya. 


CEO Nam duduk di sebelah Ga Na. Dia membenarkan. Ini adalah Oh Soo yang sedang mereka bicarakan. Oh Soo menawari CEO Nam kopi. CEO Nam bilang kalo dia mau mencoba kopi senilai 3 milyar won.

Joo Hyun, murid laki-laki yang dipalak waktu itu mengatakan kalo semuanya dimulai saat Seo Soo Jeon pindah kesekolah ini. Jadi dia bilang ke guru Kim Jin Woo dia ingin kalo dia bisa dipindah lagi. Jin Woo mengatakan kalo pertama-tama terima kasih karena udah ngasih tahu dia. Joo Hyun ngasih lihat kalo dia udah menulis apa yang dilakukan Seo Soo Jeon dan geng-nya padanya  secara penuh dengan urutan waktu. Joo Hyun akan mengirimkan file itu pada Jin Woo. Jin Woo cuman ngangguk. Guru di sebelah menegur Joo Hyun agar membiarkan gurunya makan. Bisa-bisanya dia ribut di semester pertama. Dia nyuruh anak itu pergi. Jo Hyun setuju. Dia pamit pada Jin Woo. Guru tadi bilang kalo Joo Hyun melakukan hal yang sama tahun lalu. Ia menyuruhnya menggambar silsilah anggota keluarga di kelas. Jin Woo mengaku kalo dia udah kehilangan kata-kata. Dia bahkan nggak melaporkannya.


Guru tadi bangkit dan ngasih lihat sesuatu pada Jin Woo. Ji Won melihatnya, wow. Dia menilai kalo Joo Hyun punya bakat menggambar. Jin Woo menuliskannya sebagai hal-hal yang harus diperhatikan. 


Guru tadi melihat sebuah foto. Ia bertanya apa itu? Apa itu guru Kim? Jin Woo membenarkan. Guru tadi nanya siapa gadis disebelah Jin Woo? Jin Woo mengatakan kalo dia adalah gadis yang ingin dia temui sekali lagi. Tapi Jin Woo nggak tahu dia ada dimana. Seberapa keras dia mencoba, dia nggak bisa menemukannya. Guru tadi mengaku kalo suka semua tentang Jin Woo. Jin Woo sangat romantis. Dia menunjuk dadanya. Itu karena Jin Woo punya itu. Jin Woo mengatakan kalo guru itu juga punya sisi romantis. Mereka lalu tersenyum. Jin Woo melihat foto itu lagi. 


Yoo Ri didepan minimarket memperbaiki sepatunya. Dia minum sambil melihat ponselnya. Wallpaper-nya masih fotonya bersama Min Ho. Dia memaki Min Ho. Dasar br*ngsek! Dia b*jingan kotor! Min Ho pikir dia bisa hidup tanpanya? Yoo Ri menuang minumannya lagi. Dia minum sambil memaki Min Ho. Dan nggak terasa dia udah minum bergelas-gelas. B*jingan g*la! Yoo Ri melihat bayangan wajahnya di dalam gelas. Anjing yang duduk disebelah Yoo Ri menyalak. Yoo Ri bilang ke anjing itu kalo dialah yang b*doh. Dia! Dia b*doh, kan? Anjing itu menyalak lagi. 


Oh Soo lewat dan melihat Yoo Ri. Yoo Ri memanggilnya. Seseorang yang ia kenal. Yoo Ri melambaikan tangannya pada Oh Soo. Oh Soo hanya melirik tanpa ngomong apa-apa. Yoo Ri memanggilnya lagi. Dia nyuruh Oh Soo duduk bersamanya. Oh Soo nggak menggubris dan memilih masuk ke minimarket. Yoo Ri kesal karena Oh Soo mengabaikannya. Yoo Ri lalu lanjut minum lagi. 


Oh Soo yang udah didalam masih bisa mendengar keluh kesah Yoo Ri pada anjing disampingnya. Bisa-bisanya Min Ho mencampakkannya dihari melamarnya? Harusnya itu nggak boleh. Kenapa dia nggak menjawab? Coba jawab dia! Dia membuat Yoo Ri jadi frustasi. Jawab, dong! Kenapa nggak mau jawab? Oh Soo hanya melihat Yoo Ri. Anjingnya menyalak. Yoo Ri nanya apa katanya? Yoo Ri mengartikan apa yang dimaksud anjing itu. Dia bilang kalo Yoo Ri harus nelpon Min Ho dan nanya? Ok! Yoo Ri nggak mau melakukannya. Tapi ia melakukannya karena anjing itu yang ngasih tahu. Yoo Ri mengambil ponselnya. 


Oh Soo keluar dari minimarket. Yoo Ri menatapnya. Dia memanggil Oh Soo dan mengajaknya bicara. Yoo Ri ngasih tahu anjing kalo Oh Soo nyuekin dia karena dia dicampalkan seorang pria. Oh, Yoo Ri ingat kalo Oh Soo berkeliling untuk membuat wanita menangis juga. Oh Soo merayu dan tidur dengan wanitanya. Mencuri satu juta won hanya dalam waktu 24 jam. 


Oh Soo kesal dan menghampiri Yoo Ri. Oh Soo duduk di depan Yoo Ri. Dia mengetuk meja dan bilang kalo bukan itu yang terjadi. Yoo Ri meledek siapa yang Oh Soo bohongi? Dia melihat semuanya. Oh Soo menegur Yoo Ri. Cuman karena pria dia minum sebanyak itu. Apa nggak terlalu lebay? Yoo Ri bilang kalo dia harus minum itu biar lupa. Itu satu-satunya caranya bertahan. Oh Soo nanya jadi Yoo Ri bisa melupakan sakitnya? Oh Soo ngasih tahu kalo zat beracun dalam alkohol bisa membunuh sel otak. Yoo Ri sangat ingin melupakannya sampai dia mau mengecilkan otak? Yoo Riegang dadanya. Disini, hatinya terasa begitu sakit. Oh Soo mendekat dan ngasih tahu Yoo Ri kalo dia bakalan lebih sakit kalo dia di PHP-in. Yoo Ri menegur Oh So. Lagi! Lagi! Anjingnya menyalak. Oh So mengatakan kalo Yoo Ri nanya sama anjing apa harus nelpon mantannya dan ingin dia menjawab, padahal dia nggak bisa bicara. 


Yoo Ri udah nggak bisa sabar lagi. Dia nyuruh Oh So pergi. Kalo cuman bilang omong kosong mending pergi aja. Yoo Ri meneguk minumannya. Habis itu lalu pingsan. Oh Soo bangkit dan menatap Yoo Ri. Ia ingat kejadian di kafe. Saat pacar Yoo Ri bilang kalo hal yang paling mem uatnya takut di dunia adalah saat Yoo Ri marah padanya. Oh Soo duduk lagi. Ia berpendapat kalo sepertinya Yoo Ri juga nggak mencintainya. Yoo Ri hanya terbiasa dengannya dan merasa nyaman. Oh Soo yakin  kalo cinta Yoo Ri buat Min Ho gagal, seperti yang ia lakukan. 


Yoo Ri mengangkat wajahnya. Dia nanya sama Oh So, apa cinta yang sesaat aja yang meluap-luap? Cinta yang hangat juga, atau bahkan yang suam-suam kuku. Apa Oh Soo tahu seberapa sulitnya jadi terbiasa dan nyaman dengan seseorang? Apa Oh Soo tahu seberapa keras itu? Apa Oh Soo tahu apa itu cinta? Apa dia tahu apa itu cinta? Yoo Ri nyuruh Oh Soo pergi kenapa nggak pergi? Pergi! Oh Soo bangkit. Dia menatap Yoo Ri sebentar kemudian benar-benar pergi. Yoo Ri mengambil minumannya lagi dan kali ini minum langsung dari botolnya. 


Yoo Ri berjalan pulang seorang diri. Tiba-tiba dia oleng lalu jatuh. Yoo Ri melepaskan sepatunya dan melepas hak sepatunya. Yoo Ri mengambil sepatunya yang sebelah dan melepaskan hak-nya juga. Habis itu dia melanjutkan langkahnya dengan sepatu tanpa hak. 


Ga Na minum kopi sambil selfie. Oh Soo sendiri sedang bekerja nggak jauh dari sana. Ga Na memposting fotonya di ig. Secangkir kopi yang membersihkan rasa lelah hari itu. Tapi aku udah tidur selama ini. Ada yang mau nongkrong denganku? Oh Soo tiba-tiba ngomong kalo dia nggak melakukan kesalahan. Dia membantunya biar nggak tertipu lagi. Yoo Ri yang harusnya berterima kasih padanya. 


Ga Na duduk di samping Oh Soo. Dia nanya apa Oh Soo tadi menyesalinya? Oh Soo nggak mau menjawab. Dia malah nanya apa Ga Na nggak mau pulang? Ga Na menawarkan apa Oh Soo mau dia mengatakan sesuatu? Oh Soo nyuruh Ga Na membersihkan kafe kalo nggak ada yang penting. Ga Na merasa kalo itu adalah fakta yang sangat penting. Bahkan ayah atau kakek nggak tahu. Kayaknya Oh Soo mulai tergoda. Dia menatap Ga Na. Ga Na nanya apa Oh Soo tahu itu? Sesuatu yang membuatnya ingin kontak fisik saat meminumnya. Apa namanya itu? Oh Soo mengatakan serbuk sari sentuh. Ga Na membenarkan. Dia nyuruh Oh Soo mencampurkannya ke kopinya. 


Oh Soo menurut. Dia menyajikannya buat Ga Na. Ga Na mengatakan semua masalah antara pria dan wanita... bisa diatasi dengan kontak fisik. Oh Soo cuman bilang ugh...sambil menghela nafas. Dia mengambil laptopnya kemudian beranjak meninggalkan hyung-nya. 


Ga Na berbalik menghadap Oh Soo. Ada apa dengan sikap itu? Oh Soo takut sama kontak fisik? Ga Na bangkit dan menghampiri Oh Soo. Dia nggak percaya betapa b*dohnya Oh Soo tentang kekuatan sentuhan. Ga Na duduk di depan Oh Soo. Ia menatap Oh Soo lalu bilang, katakanlah pasangan itu bertengkar. Srmua berakhir kalo mereka mencium, memeluk, atau tidur satu sama lain. Itu bekerja setiap saat. Katakanlah Oh Soo mengencaninya. Dengan beberapa kontak fisik, saat itulah permainan berakhir. Oh Soo akan mengetahuinya. Dia akan jadi milik Oh Soo atau milik orang lain. Oh Soo nggak peduli. Terserah. Ga Na bisa melakukan semua itu kalo dia terlahir kembali. Kalo Oh Soo sih nggak tertarik. Ga Na menghela nafas. Ya, dia tahu seharusnya dia yang jadi penerusnya. Ah, nggak juga. Apa gunanya me gendalikan cinta? Ketika dia nggak bisa menggunakan kekuatan pada wanita yang dia suka? Cinta nggak akan pernah terwujud dengan orang yang mengambil serbuk sari. Ga Na berbisik pada Oh Soo. Hulum pohon. Oh Soo membalas. Dia masih punya pekerjaan, jadi pergilah. Ga Na mengiyakan. Dia berpesan agar Oh Soo bekerja keras. Ga Na mau membawa kopinya tapi Oh Soo melarangnya dan bilang biar disitu aja. Ga Na nanya apa? Oh Soo menunjuk kopinya. Ga Na meletakkannya dengan terpaksa. Dia lalu bangkit mau pergi tapi masih nggak bisa. Dia kembali lagi dan pasang wajah memelas. Oh Soo bangkit dan nyuruh Ga Na pergi. Dia mendorong Ga Na agar menghilang dari hadapannya  


Oh Soo mendorong Ga Na sampai di luar. Ga Naeraih tangan Oh Soo. Sekali lagi dia mengingatkan kontak fisik. Oh Soo kesal dan mendorong Ga Na lagi. Ga Na senang bisa menggoda Oh Soo. Dia tertawa lalu pergi. 


Oh Soo kembali ke kafe dan laptop-nya. Dia melihat kopi Ga Na. Kontak fisik? Baru aja mau mulai kerja tiba-tiba ada orang teriak-teriak diluar. Apa kau mau mati? Oh Soo bangkit dan keluar. Dia melihat Yoo Ri pingsan di jalan. Oh Soo menghampirinya. Ah, Oh Soo nggak tahan dengan bau menyengat Yoo Ri, bau alkohol. Oh Soo memanggil-manggil Yoo Ri. Oh Soo membalikkan tubuh Yoo Ri dan terkejut. Dia memanggil Yoo Ri dan menanyakan rumahnya. yoo Ri menjawab kalo rumahnya...seberang jalan, disana. Bangunan kehijauan. Oh Soo bertanya-tanya bangunan kehijauan? 


Oh Soo mengangkat tubuh Yoo Ri tapi nggak kuat. Oh Soo mencobanya beberapa kali tapi nggak bisa ngangkatnya. Dia bertanya-tanya kenapa Yoo Ri berat banget? Akhirnya dia menyeret Yoo Ri. Unting tempatnya deket. Oh soo ninggalin Yoo Ri di dekat pagar. Dia mau pergi tapi ragu setelah melihat daftar penjahat di tembok dia kembali lagi. Oh Soo menghela nafas. Dia nggak bisa meninggalkan Yoo Ri disana. 


Akhirnya Oh Soo membawa Yoo Ri ke kafenya. Yoo Ri merasa mual dan ingin muntah. Oh Soo panik. Dia celingikan mencari sesuatu buat muntahannya Yoo Ri  tapi terlambat. Yoo Ri mengangkat wajahnya. Dia mimisan. Oh Soo panik melihat ada darah. Mimisan. Dia celingukan lagi. Oh Soo nyuruh Yoo Ri buat nunggu bentar. Yoo Ri merasa haus. Dia bangkit dan mencari air. Yoo Ri melihat kopi Ga Na. Tanpa pikir panjang dia langsung meminumnya. Setelah habis, Yoo Ri lalu melempar cangkir itu. Oh Soo kembali nggak lama kemudian. Dia melihat Yoo Ri udah lebih sadar sekarang. Yoo Ri tersenyum. Dia maju mendekati Oh Soo. Yoo Ri ingin mencium Oh Soo tapi nggak bisa gara-gara Oh Soo terlalu tibggi dan sepatunya nggak ada hak-nya. Yoo Ri lalu punya ide. Dia menarik bahu Oh Soo, lalu menciumnya. 

Bersambung...

Komentar :
Rada kaget ternyata Min Ho bukannya mau melamar tapi malah mutusin. Kasihan Yoo Ri padahal dia udah ngarep banget pingin dilamar. 
Tapi ya emang kudu gitu biar dia bisa ketemu sama Oh Soo. Dan endingnya... rada gimana gitu. Baru aja episode satu udah ada kiss scene??? Hadeuh, tepok jidad.