Advertisement
Advertisement
SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 2 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 1 Part 4
Oh Soo membawa Yoo Ri ke kafe. Yoo Ri merasa mual dan pingin muntah. Oh Soo celingukan nyari sesuatu buat tempat muntah Yoo Ri. Oh Soo ngambil tempat bunga dan naruh di depan wajah Yoo Ri tapi nggak sengaja malah kena hidung Yoo Ri. Yoo Ri ngeluh sakit. Yoo Ri ngangkat wajahnya dan hidungnya berdarah. Oh Soo panik lihat Yoo Ri berdarah. Mimisan. Oh Soo nyuruh Yoo Ri buat nunggu bentar. Dia mau ngambil sesuatu. 


Yoo Ri merasa haus. Dia bangkit mau nyari air. Yoo Ri lalu melihat cangkir kopi Ga Na. Yoo Ri mengambilnya dan meminumnya sampai habis. Setelah itu dia melemparnya kebelakang. Yoo Di merasa segar. Oh Soo datang membawa kotak P3K. Dia melihat Yoo Ri udah lebih sadar. Yoo Ri melihat Oh Soo seolah-olah dia adalah Min Ho. Dia memanggil Min Ho. Yoo Ri tersenyum. Dia lalu maju. Selangkah, selangkah lagi. Dia memejamkan matanya dan mau nyium Oh Soo. Yoo Ri berjinjit tapi masih nggak bisa. Akhirnya Yoo Ri meraih pundak Oh Soo lalu menariknya. Yoo Ri berhasil nyium Oh Soo. Oh Soo sendiri cuman bengong habis dicium sama Yoo Ri. Yoo Ri manggil Min Ho dan merasa kalo itu mimpi. Dia minta agar jangan pergi. Oh Soo malah mundur. Yoo Ri nangis. Oh Soo meraba bibirnya. Yoo Ri melangkah melewati Oh Soo.

Oh Soo melihat meja yang ditinggalkan Yoo Ri dan menemukan ponsel Yoo Ri ketinggalan di kursi. Oh Soo lalu menyimpannya di sakunya.


Oh Soo keluar dari kafe dan melihat ada mobil ambulan di rumah Yoo Ri. Oh Soo mendekat. Disana juga ada banyak ahjuma yang melihat. Nggak lama kemudian petugas medis membawa keluar seseorang. Oh Soo melihat dia adalah Yoo Ri. Para ahjuma mengira kalo Yoo Ri mau bunuh diri. Mungkin hidupnya terlalu sulit. Mereka merasa sayang padahal dia masih muda. Tangan Yoo Ri terkulai saat ia akan dimasukkan kedalam ambulan dan hal itu membuat Oh Soo mundur selangkah. Ambulannya membawa Yoo Ri pergi. Para ahjuma juga pada bubar. Oh Soo menarik salah satunya dan nanya kerumah sakit mana ambulan itu pergi? Ahjuma itu mengaku kalo dia nggak tahu informasi itu. 


Oh Soo lalu menuju ke mobilnya. Entah kemana dia mau pergi. 


Soo Jeon datang kerumah sakit manggil-manggil kakanya. Dia mendatangi bagian informasi  dan nanya pasien Seo Yoo Ri. Perawat bilang disana. Soo Jeon lalu berlari ke arah yang ditunjukin sama perawat. Soo Jeon melihat Yoo Ri yang sedang nggak sadar dan menyentuh darah mimisan kakaknya. Soo Jeon nangis dikiranya kakaknya mati. Soo Jeon bahkan membuka mata Yoo Ri. Dia udah mati? Perawat menghampiri Soo Jeon dan nanya apa dia walinya? Soo Jeon membenarkan. Perawat ngasih tahu kalo Yoo Ri lagi tidur dan nyuruh Soo Jeon buat melengkapi dokumennya. Perawat meyakinkan kalo Yoo Ri bakalan cepat bangun. Soo Jeon nanya apa suster yakin? Perawat mengangguk membenarkan. Soo Jeon mengguncang-guncang tubuh Yoo Ri dan bilang kalo baunya kayak mabuk. Yoo Ri mengigau. Soo Jeon kesal kakaknya mengejutkannya. Yoo Ri mengatakan kalo kepalanya sakit. Soo Jeon nangis. Dia pikir Yoo Ri bakal bunuh diri kayak ayah. Soo Jeon menguncang-guncangkan tubuh kakaknya lagi. Dasar b*doh. 


Dokter datang dan menanyakan apa jantung Yoo Ri udah kembali berdetak normal? Yoo Ri menjawab kalo nafasnya udah baikan sekarang. Tapi hatinya masih balapan. Dokter menjelaskan berdasarkan pemindaian jantungnya sepertinya nggak ada masalah. Dokter menanyakan apa Yoo Ri minum kopi, minuman berenergi atau minuman berkafein lain sebelumnya? Yoo Ri mengingat-ingat,  dia minum banyak alkohol dan dia pongsan. Mungkin dia minum? Yoo Ri ingat saat dia masih muda, dia dibawa ke UGD setelah minum kopi mesin penjual. Dia juga seperti sekarang waktu itu. Dokter berpesan agar menghubunginya kalo gejalanya memburuk. Soo Jeon mengiyakan lalu berterima  kasih. 


Perawat dan dokter meninggalkan mereka. Yoo Ri mengatakan kalo dia tadi nggak sempat membawa barangnya. Dia nyiruh Soo Jeon pulang buat ngambil dompet dan sepatunya. Soo Jeon nyuruh Min Ho oppa aja buat datang. Itu gunanya punya pacar. Yoo Ri melarang Soo Jeon. Soo Jeon bilang akan mengurusnya. Yoo Ri tunggu aja. Soo Jeon mau nelpon Min Ho. Yoo Ri ngasih tahu kalo mereka udah putus. Dia melarang Soo Jeon buat nelpon Min Ho. Soo Jeon terkejut dan mrnyimpulkan kalo itu sebabnya Yoo Ri minum banyak lalu dibawa ke UGD? Yoo Ri merasa jantungnya berdegup. Soo Jeon merasa nggak tega. Dia bilang kalo dia bakal ngambil. Dia lalu pergi meninggalkan Yoo Ri. Yoo Ri merasa dadanya sakit. Dia menepuk-nepuknya.  


Soo Jeon berlari pulang. Dia berpapasan dengan taksi yang ditumpangi sama Jin Woo. Jin Woo keluar dari taksi sambil megang tangannya. Dia berlari masuk ke rumah sakit.


Yoo Ri mengambil minum lalu diduk di ruang tunggu. Jin Woo sampai di sana dan mencari petawat. Yoo Ri ngasih tahu kalo perawatnya mungkin perawatnya pergi kesuatu tempat sebentar. Jin Woo mengiyakan dan nanya mungkin Yoo Ri tahu kapan dia balik lagi? Yoo Ri menyarankannya buat langsung masuk nemuin dokter kalo Jin Woo datang bersama walinya. Jin Woo mengatakan kalo dia datang sendiri. Dia bakal nunggu aja. 


Jin Woo duduk disebelah Yoo Ri. Dia melihat Yoo Ri yang mimisan. Yoo Ri melihat pergelangan tangan Jin Woo yang terluka dan berdarah. Kok bisa? Sepertinya itu sakit. Jin Woo menatap Yoo Ri. Sepertinya dia juga sangat menderita. Jin Woo tersenyum dan hal itu malah membuat Yoo Ri merasa nggak nyaman seolah dia lagi diledek. Jin Woo menatap Yoo Ri lagi. Mungkinkah...


Perawat memanggil Seo Yoo Ri. Yoo Ri menyahut, iya. Lalu dia bangkit. Jin Woo juga ikutan bangkit. Dia menyebut nama Yoo Ri, Seo Yoo Ri. Yoo Ri menengok. Jin Woo menghampirinya. Dia menyapa Yoo Ri seolah udah lama nggak ketemu. Yoo Ri sendiri nggak langsung mengenali Jin Woo. Dia mencoba mengingat-ingat. Mungkinkah dia... eh, Yoo Ri ingat kalo dia adalah Jin... Jin Woo? Jin Woo membenarkan. Mereka saling lempar senyum. 


Yoo Ri dan Jin Woo lanjut ngobrol di luar rumah sakit. Yoo Ri memuji Jin Woo yang udah banyak berubah padahal dulu dia lucu dan pendek waktu masih kecil. Jin Woo membenarkan. Sekarang dia udah jadi pria macho. Yoo Ri tertawa. Jin Woo juga jadi lebih berani. Jin Woo memperhatikan penampilan Yoo Ri. Menurutnya Yoo Ri sama sekali nggak berubah. Yoo Ri kesal. Kedengarannya nggak kayak pujian. Jin Woo tersenyum. Dia rasa cepat atau lambat Yoo Ri bakalan tahu itu pujian apa enggak. Yoo Ri kuga ikut tetsenyum. Tapi ngomong-ngomong, kenapa Yoo Ri ada di UGD? oh,...Yoo Ri melarang Jin Woo membahasnya lagi. Hari ini adalah hari terburuk di hidupnya. Dia minum satu sumur alkohol. Um...karena dia biasanya nggak banyak minum. Dia juga di campakkan. Oh,...Jin Woo mengangguk-angguk. Yoo Ri meralat kalo dia bukan orang yang selalu dicampakkan sama cowok. Jin Woo mengangguk sambil senyum. Dia ngerti. Ah nggak tahu, deh. Yoo Ri nggak mati nggak masalah. Jin Woo terus menatap Yoo Ri dan hal itu membuatnya nggak nyaman. Yoo Ri nanya kenapa? Dia menyeka darah di bawah hidungnya. Jin Woo menggeleng. Nggak papa. Yoo Ri melihat kantung darahnya udah mau habis dan bilang ke Jin Woo kalo dia harus kembali masuk. Jin Woo mengiyakan. 


Yoo Ri bangkit. Jin Woo ikutan bangkit dan manggil Yoo Ri. Yoo Ri tersenyum. Jin Woo tahu-tahu langsung meluk Yoo Ri. Dia tersrnyum sementara Yoo Ri nggak ngerti maksud sebenarnya dari pelukan Jin Woo. Yoo Ri melepaskan pelukan Jin Woo. Jin Woo mengaku senang ketemu sama Yoo Ri. Yoo Ri jadi gugup dan akhirnya bilang kalo dia juga. Jin Woo tersenyum. Jin Woo melihat darah Yoo Ri udah mau habis. Dia nyuruh Yoo Ri buat cepetan masuk. Dia bakal nunggu. Yoo Ri ngangguk lalu maeninggalkan Jin Woo. Jin Woo berpesan agar Yoo Ri cepet balik. Yoo Ri berbalik sambil melambai. Jin Woo tersenyum senang bisa ketemu lagi sama Yoo Ri. 


Tangan Yoo Ri udah bebas. Udah nggak ada selangnya. Dia ke toilet. Yoo Ri merasa nyesel seharusnya dia nggak ngasih tahu Jin Woo. Kenapa sih mesti bilang kalo sia dicampakkan segala? Malu-maluin banget. Tapi habis itu Yoo Ri malah tersenyum. Dia merasa kalo dia bakalan move on. Yoo Ri tertawa. 


Yoo Ri tertawa dan melihat bayangannya di cermin. Yoo Ri terkejut. Apa ini? Yoo Ri menyalakan kran dan membasahi noda darah itu pakai air tapi nggak bisa lepas. Yoo Ri lalu mencuci mukanya. Yoo Ri ingat pertemuannya dengan Oh Soo sebelumnya di depan minimarket. Yoo Ri mengatakan kalo disini, sambil megang dadanya. Disini dihatinya. Itu sakit banget. Yoo Ri jadi kesal sendiri. Dia berkeliaran sambil mengatakan hal konyol. Emangnya kenapa? Kenapa? Orang mabuk juga melakukannya. 


Yoo Ri membersihkan darah itu lagi. Kali ini dia ingat kalo Oh Soo yang udah melukainya. Dia malah ngira kalo Oh Soo memukulnya karena dia mabuk. Dan Yoo Ri juga ingat pas dia menarik pundak Oh  Soo lalu menciumnya. Yoo Ri merasa malu banget. Gimana nih? Dia memukul kepalanya sendiri. Bikin malu. Dia pasti udah g*la. Dia udah nggak waras.