Advertisement
Advertisement
SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 2 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 2 Part 1
Soo Jeon menggandeng Yoo Ri keluar dari rumah sakit. Soo Jeon mengatakan kalo Yoo Ri pasti g*la, nggak waras. Bisa-bisanya ngelakuin itu sama dia? Soo Jeon nanya apa kakaknya lapar? Yoo Ri nanya Oh Soo nggak mungkin mencoba menuntutnya, kan? Yoo Ri memegang kepalanya. Dia pasti udah g*la. 


Jin Woo menunggu Yoo Ri. 


Oh Soo sampai di rumah sakit. Dia melihat Yoo Ri jalan bareng Soo Jeon. Oh Soo merasa lega. Dia berhenti di depan mereka. Oh Soo membuka kaca mobilnya. Yoo Ro kaget dan malu melihat Oh Soo. Oh Soo nyuruh mereka buat masuk. Mereka kan searah. Yoo Ri menolak. Soo Jeon mengenali Oh Soo. Dia yang meluk kakaknya waktu itu. Soo Jeon meledek kakaknya, ya ampun, kapan mereka deket? 


Soo Jeon main masuk aja ke kursi belakang. Yoo Ri mau mencegah. Kenapa Soo Jeon masuk? Soo Jeon nanya kenapa? Mereka kan bisa menghemat tarif taksi. Yoo Ri geram dan nyuruh Soo Jeon keluar. Soo Jeon nggak mau. Kakinya sakit. Dia nyuruh kakaknya pergi sendiri aja. Dia mau nebeng mobilnya Oh Soo.

Yoo Ri kesal dia menarik adiknya keluar dari mobil Oh Soo. Soo Jeon nggak mau dan malah narik Yoo Ri buat naik juga. 


Sementara itu Jin Woo masih nungguin Yoo Ri. 


Dalam perjalanan Oh Soo dan Yoo Ri saling lirik. Soo Jeon ngomelin kakaknya. Awas aja kalo Yoo Ri mabuk dan melakukannya lagi. Dari awal dia emang nggak suka sama Park Min Ho. Eonnie mungkin menjijikkan tapi Park Min Ho jauh lebih menjijikkan. Soo Jeon benci melihat Yoo Ri nongkrong dengan orang jahat. Syukur deh mereka putus. Yoo Ri nyuruh adiknya buat diem aja. Soo Jeon menawari kakaknya buat kencan sama temennya. Dia punya temen yang suka sama wanita yang lebih tua. Yoo Ri menghela nafas, gedheg banget denger adiknya ngomong. 


Soo Jeon ngomong lagi. Pas dia lihat Yoo Ri terbaring tadi, dia pikir Yoo Ri tertembak dikepala. Tapi saat Yoo Ri sangat nyebelin jadi dia bermimpi hidup sendiri. Tapi Soo Jeon mengaku kalo di suka begini, apalagi kalo Yoo Ri waras. Yoo Ri nyuruh Soo Jeon buat nutup mulutnya sambil melihat Oh Soo. Oh Soo sendiri juga melirik kebelakang. 


Jin Woo menanyakan Yoo Ri sama perawat. Perawat bilang kalo Yoo Ri membayar tagihannya dan pergi. Udah sejak tadi. Jin Woo menghela nafas. Dia lalu bilang je perawat. Dia merasa nggak bisa tapi bisa nggak perawat ngasuh tahu kontaknya Yoo Ri? Dia adalah temannya. Perawat mengaku nggak bisa. Dia minta maaf. Jin Woo ngerti. Dia berterima kasih. 


Mobil Jin Woo berhenti di depan rumah Yoo Ri. Mereka berdua turun dari mobil Oh Soo. Yoo Ri mengangguk berterima kasih. Oh Soo lalu kembali menjalankan mobilnya. 


Oh Soo masuk ke kamarnya. Dia meletakkan jasnya di kursi lalu berbaring di tempat tidur. Kayaknya dia capek banget, deh. Baru aja rebahan udah langsung tidur aja. 


Ayah berlari. Dia berteriak, jangan!. Oh Soo kecil yang lagi bersama seseorang yang nggak dilihatin wajahnya menoleh ke ayah. Ayah berlari menghampiri Oh Soo lalu membanting gelas Oh Soo. 


Seketika itu juga Oh Soo terbangun. Rupanya tadi dia mimpi. Oh Soo bangkit dan mengatur nafasnya. Oh Soo melihat foto keluarganya di atas meja. Dia lalu bangkit. 


Oh Soo bangkit dan melepas pakaiannya di depan cermin. Oh Soo meraba dadanya. Ada sebuah tanda disana. Kayak pohon. Oh Soo menatap bayangannya di cermin. 


Yoo Ri terbangun keesokan harinya da  langsung nangis. Dia mengangkat tangannya dan melihat lukanya yang kena pecahan gelas waktu di kafe Oh Soo. Dia menghela nafas keinget waktu Min Ho ngajak putus. Yoo Ri mecahin gelas dan Min Ho langsung meraih tangannya dan melihat ada luka. 


Yoo Ri bangkit dan ngeluh kenapa sakit banget? Ini sangat menyakitkan. Yoo Ri nangis lagi. Dia lalu ngambil tisue dilantai dan mengusap ingusnya. Habis itu dia baru inget sama Jin Woo. Jin Woo nyuruh Yoo Ri buat masuk kedalam dan dia bakalan nunggu. Yoo Ri menghela nafas karena melupakan Jin Woo. Padahal baru ketemu. Yoo Ri kesal dan mukul kepalanya sendiri. Dasar b*doh. 


Di sebuah kantor yang orang-orangnya lagi pada sibuk. Oh Soo sendiri berada di ruangannya. Sibuk sendiri dengan laptopnya. 


Soo Jeon ngasih sebuah produk kekakaknya. Dia nanya kenapa Yoo Ri nggak ngangkat telponnya? Yoo Ri mengelak. Nggak ada telpon. Soo Jung ngangkat ponselnya. Ngasih lihat kalo dia lagi nelpon Yoo Ri. Yoo Ri baru ingat kalo dia nggak bawa ponselnya. Dia mencarinya di tas tapi nggak ada. Yoo Ri minta ponselnya Soo Jeon. Yoo Ri menelpon ponselnya. 


Ponselnya ternyata ada sama Oh Soo. Oh Soo yang lagi kerja celingukan mencari ponsel yang berdering. Bukan ponselnya. Dia lalu ngambil ponsel Yoo Ri dari dalam tas. Panggilan dari musuhku. Oh Soo mengangkatnya. 


Yoo Ri lega ternyata ponselnya ada sama Oh Soo. Dia berterima kasih banyak. Tadinya dia khawatir kalo Oh Soo menjualnya atau semacamnya. Oh Soo mengiyakan. Yoo Ri mengucapkan terima kasih lagi. Dia menanyakan keberadaan Oh Soo sekarang. Dia bakal datang buat ngambil. Oh Soo bilang kalo dia bakal membawanya ke Yoo Ri. Yoo Ri bilang nggak usah. Oh Soo udah melakukan yang lebih dari cukup hanya dengan ngangkat telponnya. Yoo Ri bakalan dateng ke tempat Oh Soo setelah dikasih alamatnya. Yoo Ri minta alamatnya. 


Yoo Ri udah ganti pakaian. Dia melihat dirinya di kaca. Yoo Ri keinget lagi pas dia nyium Oh Soo. Ah, Yoo Ri menggelengkan kepalanya. Yoo Ri menghela nafas. Dia bicara sendiri, kalo dia minum alkohol lagi, namanya Poop Yoo Ri! Poop Yoo Ri! Ih, dasar! 


Yoo Ri lalu memakai kacamata hitam. Dia juga memakai masker. Yoo Ri merasa dengan begiti Oh Soo nggak akan tahu. Ya, Yoo Ri yakin. Dia lalu pergi. 


Yoo Ri mengintip kafe Oh Soo. Dia memakai maskernya kemudian berlari melewati kafe Oh Soo. 


Oh Soo masih sibuk kerja. Dia melihat stiker di ponsel Yoo Ri. Sebuah emoticon senyum dengan kalimat "kenapa nggak senyum?" dibawahnya. Dan dibawahnya ada ajakan ayo senyum! Seketika Oh Soo langsung senyum. 


Ponselnya bergetar. Kali ini ponselnya Oh Soo sendiri. Sebuah pesan yang ngasih tahu kalo kendaraannya mengalami tabrakan. Oh Soo lalu bangkit meninggalkan kantor.


Orang yang menabrak mobil Oh Soo meminta maaf. Oh Soo melihat mobilnya yang tergores lalu melihat mobil paman itu. Rupanya itu adalah mobil Yayasan Roonbokji Makan Siang Gratis buat Fakir Miskin. Oh Soo tersenyum dan bilang kalo orang itu bisa pergo. Apa? Benarkah? Tanya orang itu nggak percaya. Dia membungkuk dan berterima kasih. Oh Soo bilang nggak papa dan berpesan agar mengemudi dengan hati-hati. Orang itu mengiyakan dan berterima kasih. Oh Soo melangkah meninggalkan orang tadi. 


Oh Soo sedang naik lift. Pintu terbuka dan beberapa orang masuk. Lift hampir menutup. Yoo Ri berlari sambil bilang tunggu! Tunggu! Yoo Ri melihat sekitar dan kaget lihat ada Oh Soo juga. Dia mau keluar tapi nggak bisa. Pintunya udah keburu ketutup. Yoo Ri lalu memakai kacamata dan maskernya. Sampai di lantai 4 lift berhenti. Beberapa orang keluar. Lift naik lagi dan berhenti di lantai 7. Semua orang keluar dan menyisakan Yoo Ri dengan Oh Soo. Pintu lift menutup. Oh Soo memperhatikan Yoo Ri. 


Tiba-tiba lift berguncang. Mereka terjebak diantara lantai 7 & 8. Yoo Ri melihat Oh Soo lalu panik. Dia menekan tombol darurat. Dia terjebak dan mints bantuan. Oh Soo meraih tangan Yoo Ri. Oh Soo bertanya apa Yoo Ri menderita klaustrofobia? (Klaustrofobia adalah ketakutan terhadap tempat-tempat sempit dan terjebak). Yoo Ri membuat tanda silang dengan kedua telunjuknya. Yaudah, diam aja kalo gitu. Oh Soo ngasih tahu kalo bantuan akan segera datang. Yoo Ri ngangguk. 

Bersambung...

Komentar :
Disadari apa enggak, agak terganggu, ya waktu lihat Yoo Ri mimisan dan darahnya nggak fi bersihin. Agak gimana, gitu. 
Oh, ternyata gadis yang ada di foto Jin Woo adalah Yoo Ri. Saking senengnya bisa ketemu lagi jadi lupa nanyain nomor. Pas udah pisah baru nyari-nyari. Ah, telat. 
Dan sempet senyum sendiri pas lihat Yoo Ri ngasih nama musuhku buat nomor Soo Jeon. Kayak aku, ya, suka asal ngasih nama ke orang-orang di ponsel (curcol). 
Adegan kejebak dilift dan cuman berdua... hmm... kira-kira apa ya yang bakal kejadian??? ^_^

3 komentar

Terimakasih untuk sinopsisnya...

Noumu chuaa...
Jagganim hwaiting..

Setuju. Agak lebay mimisan ga sgra di bersihin 😊
Btw.. terima kasih sinopnya ya sist.