Advertisement
Advertisement
SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 2 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 2 Part 2
Oh Soo ngasih tahu kalo ada 5 panggilan tak terjawab. Dari "musuhku". Yoo Ri bertanya-tanya dalam hati, orang itu dia? Br*ngsek itu? . Yoo Ri mengiyakan. Dia melepas kacamata dan maskernya. Oh Soo mengatakan kehormatan ataupun uang Yoo Ri nggak lebih penting ketimbang diri sendiri. Kalo perpisahan membuat Yoo Ri pingin mati, jangan bunuh diri tapi orang itu sebagai gantinya. Yoo Ri berbalik. Bunuh diri apa? Dia baik-baik aja kok. Dia nggak papa. Dia bahkan hampir nggak mengingatnya. 


Yoo Ri ngambil bingkisan dan ngasih itu ke Oh Soo. Yoo Ri berterima kasih karena Oh Soo udah mau ngembaliin ponselnya. Oh Soo menatap Yoo Ri seolah nanya apa, nih maksudnya. Yoo Ri menjelaskan kalo jaman sekarang orang yang menemukan ponsel, mereka akan meminta dibayar kembali. Kalo ngasih Oh Soo uang rasanya agak nggak sopan. Oh Soo nggak mau nerima dan terus menatap Yoo Ri. Yoo Ri jadi kesal. Dia menghela nafas lalu berbalik membelakangi Oh Soo. 


Yoo Ri melihat poster panduan kalo terjebak di lift dan membacanya. Jangan panik. Tekan tombol darurat dan mintalah bantuan. Ih, Yoo Ri menyayangkan karena mereka nggak menuliskan hal yang paling penting. Tentang gimana menghadapi kecanggungan saat terjebak dengan orang asing. Yoo Ri berbalik dan nanya Oh Soo, bener, nggak? Oh Soo nggak menjawab dan hanya tersenyum. 


Yoo Ri tersinggung.apa? Oh Soo ngetawain dia? Oh Soo mengelak. Yoo Ri membenarkan. Oh Soo ketawa. Oh Soo kekeuh bilang enggak. Yoo Ri melihat sudut kanan mulut Oh Soo naik sementara yang kiri tetap diam. Oh Soo senyum lagi. Itu namanya ngetawain orang. 


Tiba-tiba lift berguncang lagi. Yoo Ri nanya Oh Soo mereka nggak akan jatuh, kan? Oh Soo bilang jangan khawatir. Lift berguncang lagi, lebih keras dari yang tadi. Whoa... Yoo Ri nengok kebelakang. Oh Soo pegangan pada bajunya. Nggak lama kemudian pintu lift terbuka. Oh Soo melepaskan pegangannya dan keluar mendahului Yoo Ri. Yoo Ri tertawa seperginya Oh Soo. Apa itu? 


Kakek lagi nelpon Oh Soo tapi nggak diangkat. Kakek nyuruh Ga Na. Panggil Oh Soo gih. Ga Na ngeluh, aigoo! Dia nggak menjawab 58 panggilan kakek ataupun menanggapi setelah kakek mengiriminya 34 pesan. Ga Na ngasih tahu kakek kalo itu artinya dia nggak datang. Kakek bilang kalo Oh Soo udah janji sama dia tapi nggak muncul? Ga Na menurut.

Flashback...


Kakek pura-pura sakit kepala. Oh Soo bilang kalo dia bakal pergi ke pertemuan pernikahan jadi Oh Soo minta kakek tenang. Kakek ngasih tahu kalo waktunya jam 2 siang. Kakek berpesan agar Oh Soo jangan terlambat. 

Flashback end...


Kakek menyimpan ponselnya. Dia mau pergi. Ga Na nanya kakek mau kemana? Kakek nggak menjawab dan hanya bilang, bukan urusanmu. Kakek nyuruh Ga Na buat menjaga kafe untuknya. Ga Na mau melarang kakek. Hari ini dingin. Tapi kakek nggak mau denger kata-kata Ga Na dan tetap pergi. 


Geng-nya Soo Jeon lagi ngumpul-ngumpul nonton TV sambil ketawa-ketawa. Si gendut nanya mereks nggak sekolah? Ketua bilang mending bolos aja kalo gini. Soo Jeon tertawa. Dia pikir itu ide yang bagus. Soo Jeon nanya menu makan siang besok. Si gendut menjawab, rebusan tahu lembut, bayam berbumbu, kimchi, dan beltfish diasinkan. Oh... Soo Jeon nanya lagi, makanan diet apa, sih itu? Si gendut bertanya-tanya sama dua temennya, gimana kalo ahli gizi sekolah ngambil uang mereka? Dan membeli sendiri makanan enak biat dia sendiri. Nanti mereka yang tambah gemuk. Kayak atlit kelas berat? Ketua meledek, kayak yang lagi ngomong. Si gendut kesal. Dia serius, nih. Ketua kepikiran buat pergi kesekolah besok pagi tapi dia merasa mereka nggak  membantu. Si gendut meledek, emangnya dia bakalan rajin sekolah? 


Soo Jeon mendapat pesan yang mengabarkan kalo babi api udah muncul. Kalp kali ini mereka tertangkap, mereka harus melakukan jam sularela. Mereka bertiga langsung bangkit bersamaan. 


Kakek menemui gadis yang harusnya ketemuan sama Oh Soo. Gadis itu mengaku kalo dia sering diabaikan di pertemuan pernikahan, tapi nggak dengan kakek-kakek juga. Kakek memahami kalo gadis itu pasti kecewa. Gadis itu mendadak jadi kepanasan. Dia tahu pria itu emang hits tapi dia juga cukup sukses. Dia juga orang yang muncul di pencarian internet. Kakek meminta maaf. Ini semua emang salahnya. Gadis itu kesal dan ninggalin kakek gitu aja. 


Kakek mengambil ponselnya dan nelpon Oh Soo. Sayangnya ponsel Oh Soo lagi dimatikan. Operator mempersilakan kakek buat ninggalin pesan. Kakek hanya bisa menghela nafas. 


Soo Jeon cs mengendap-endap kesekolah. Mereka lewat belakang. Tempatnya sempit banget. Ketua berhasil melewatinya, Soo Jeon juga bisa, tapi pas giliran si gendut, dia malah nyangkut di tengah-tengah. Dia bilang ke temennya kalo dia bener-bener nggak bisa. Dia pasrah. Biar dia nerima hukuman aja, deh. Soo Jeon bilang kalo dia setia orangnya. Dia nyuruh sigendut tetap disana, soo Jeon bakal membantunya lewat. Si gendut nyuruh Soo Heon pergi aja. Soo Jeon meyakinkan si gendut kalo dia bisa. Percaya sama dia. Soo Jeon menarik si gendut. Dia nyuruh ketua buat membantunya. 


Soo Jeon narik si gendut dengan sekuat tenaga. Hampir aja dia bisa lolos tapi guru Jin Woo udah memergoki mereka. Soo Jeon dan ketua langsung melepaskan si gendut. Si gendut mengulurkan tangannya minta di tolong. Dia nggak bisa nafas. Jin Woo menariknya. Tapi rupanya nggak segampang itu. Ampun dah. Jin Woo harus berusaha keras. 


Akhirnya Jin Woo berhasil mengeluarkan si gendut dari sana. Ketiga murid itu lalu berjajar di hadapannya. Jin Woo nanya kenapa mereka nggak dirumah aja? Kenapa baru muncul sekarang? Soo Jeon menjawab kalo mereka nggak seceroboh itu. Oh gitu, ya? Soo Jeon ngangguk. Jin Woo berkata kalo tadinya dia mau melepaskan mereka, tapi rasanya nggak bisa. Dia nggak bisa nyerah sama gadis yang masih punya harapan. Gadis-gadis itu tersenyum-senyum. Mereka nggak nyadar kalo bakal dapet hukuman. Guru Jin Woo memutuskan untuk ketemu sama orang tua mereka minggu ini. Jadi dia nyuruh mereka pergi. 


Mereka nggak mau lalu merengek minta tolong. Apa aja deh selain itu pokoknya. Jin Woo nggak peduli. Dia nyuruh mereka pergi. Mereka masih memohon. Ayahnya bakalan marah nanti. Guru tetap nyuruh mereka  buat pergi. Mereka jadi nyalahin si gendut. Malumaluin aja. Si gendut marah. Dia nggak mau dipanggil gendut. Guru minta mereka berhenti bertengkar. Jalan aja. 


Oh Soo pulang dan masuk ke kamar kakek. Kakek tiduran. Dia melirik kedatangan Oh Soo. Oh Soo duduk di sebelah kakek. Kakek nanya apa dokter Wang udah pergi? Oh Soo mengiyakan. Kakek memakai kacamatanya dan nanya ke Oh Soo kapan dokter Wang bilang dia bakal sekarat? Oh Soo meyakinkan kakek kalo dia nggak bakal mati. Kakek sebenarnya nggak mau bilang ini karena bakal membuat Oh Soo bertanggung jawab atau bersalah. Tapi kenyataan bahwa Oh Soo berada disini sekarang... Semua ini salahnya Oh Soo. Oh Soo menghela nafas. Dia kan udah bilang tadi kalo ada urusan. Kakek kan nggak memintanya untuk pergi ke pertemuan tadi. Atau ngasih tahu Oh Soo melakukamnya atas kehormatan keluarga. Kakek menatap Oh Soo. Dia juga berencana buat nyerah pada bisnis keluarga. Oh Soo menegur kakek. Kakek nanya kalo Oh Soo juga tahu dia, kan? Apa yang terjadi pada penerusnya... kalo nggak mematuhi peraturan itu. 


Oh Soo hanya menghela nafas. Kakek mengulurkan tangannya dan nyentuh dada Oh Soo. Kalo pohon itu lenyap itu berarti akhir dari mereka berdua. Jadi sekarang saatnya Oh Soo mutusin. Apa dia bakalan nerima takdirnya apa enggak. Oh Soo menatap kakek. Dia bilang ke kakek kalo bisnis keluarga itu emang penting. Tapi pekerjaan Oh Soo juga penting. Oh Soo nggak bisa melanjutkannya lagi. Dia memalingkan wajahnya dan minta maaf sama kakek. Oh Soo bangkit dan meninggalkan kakek. Dia nyuruh kakek tidur. Kakek menepuk dadanya. Dan ternyata di tangan kakek juga ada tanda pohon seperti yang di punyai Oh Soo. 


Oh Soo keluar dari kamar kakek dan melihat pohon itu. Ia lalu teringat akan masa lalunya.

Flashback...


Ga Na kecil memeluk pohon itu tapi nggak terjadi apa-apa. Dia menggeleng lalu mundur dan berdiri di sisi ayah. Oh Soo maju dan menyentuh pohon itu hanya dengan satu tangan. Seketika bunga-bunganya bermekaran gara-gara disentuh sama Oh Soo. Oh Soo tersenyum dan bilang kalo sepertinya pohon itu menyukainya. Ga Na menghadap ayah. Bunganya mekar saat Oh Soo tersenyum. Ayah bilang ke Ga Na , nggak papa. Oh Soo melihat bunga-bunga itu dan memuji keindahannya. Ga Na pergi meninggalkan ayah dan juga Oh Soo.


Ayah mengangkat tangannya dan menengadahkannya di bawah daun. Setetes air turun ke telapak tangan ayah. Ayah lalu menyimpannya kedalam botol. Ayah cerita ke anak-anaknya kalo pohon itu udah ada lebih dari 1.000 tahun. Dengan memberikan anugerah cinta pada manusia. Hmm? Oh Soo kecil nggak ngerti. Pohon itu dari dulu ada disini. Ayah menghampiri Oh Soo dan mengatakan kalo ini adalah rahasia, tapi ada orang yang secara khusus dipilih oleh pohon itu sejak dulu. Seperti kakek, ayah, dan jufa Oh Soo ayah. Oh Soo tersenyum dan ayah mencubit pipinya.

Flashback end...