Advertisement
Advertisement
SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 2 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 2 Part 3
Oh Soo lalu meninggalkan pohon itu dan beranjak ke kamarnya. 


Kakek sendiri terdiam di kamarnya dengan selang infus di tubuhnya. 


Oh Soo meletakkan jasnya dan menutup jendela. Dia lalu duduk di mejanya dan mengeluarkan laptopnya. 


Ga Na pulang dan mau menemui kakek tapi kakek nggak ada di kamarnya. Ga Na bertanya-tanya kemana kakek pergi? 


Ga Na masuk kekamar Oh Soo dan nanya keberadaan kakek sama Oh Soo. Oh Soo nanya nggak ada di kamarnya? Ga Na menjawab enggak. Oh Soo merasa mungkin kakek keluar bentar. Ga Na khawatir. Cuaca sangat dingin. Gimana kalo kakek kena flu? Dia berpesan agar Oh Soo bekerja keras lalu menutup pintu kamar Oh Soo. Oh Soo terdiam. Sepertinya dia juga khawatir. Akhirnya Oh Soo bangkit. 


Yoo Ri berjalan seorang diri. 

Flashback...


Yoo Ri lagi makan bareng sama Min Ho. Nggak tahu kenapa Min Ho terus aja melihatnya. Yoo Ri nanya kenapa? Min Ho mengatakan kalo Yoo Ri harus pakai make up. Apa dia kehabisan? Mau dia belikan? Yoo Ri bilang nggak usah. Dia nggak punya waktu. Itu nyebelin. Lagian juga dia nggak pandai. Yoo Ri membingkai wajahnya dengan kedua tangannya. Kenapa masih perlu padahal udah cantik. Bukannya gitu? Min Ho mengangguk tapi habis itu dia menghela nafas. Kayaknya dia kecewa.

Flashback end...


Yoo Ri nangis keinget itu. Dia bilang kalo Min Ho jahat. Seharusnya Yoo Ri tahu saat itu. 


Yoo Ri kembali berjalan. Dia berhenti di depan toko kosmetik dan keinget lagi sama Min Ho. Pakai make up katanya? Apa, sih pentingnya itu? Meski bilang begitu tapi akhirnya Yoo Ri masuk juga. Yoo Ri memilih lipstik dan mencobanya di depan cermin. Mendadak Yoo Ri jadi sedih. Terlihat cantik. Terlihat sangat cantik. Cantiknya. Seo Yoo Ri, kamu sungguh benar-benar cantik. Yoo Ri nangis.  


Yoo Ri pulang sambil nangis. 


Oh Soo keluar dengan mobilnya nyari kakek. Dia juga nelpon kakek tapi nggak berhasil. Oh Soo berhenti dan melihat Yoo Ri yang lagi jalan seorang diri. Oh Soo melihat aura yang nggak biasa di diri Yoo Ri. Oh Soo lalu ingat saat di lift Yoo Ri bilang kalo dia nggak papa. Dia bahkan hampir nggak mengingatnya. Oh Soo melihat Yoo Ri nangis. Mobil di belakang Oh Soo menyalakan klakson ngasih tanda supaya Oh Soo menjalankan mobilnya. Tapi Oh Soo nggak berhenti menatap Yoo Ri. 


Oh Soo pulang dan melihat kakek udah tidur pakai selimut yang menutupi seluruh tubuh. Oh Soo lega. Dia lalu meninggalkan kamar kakek. Oh Soo lalu kembali ke kamarnya. Tapi rupanya yang di lihat Oh Soo bukanlah kakek tapi Ga Na.


Malam itu pohonnya menghitam. Daun-daunnya berubah warna jadi seperti mati. 


Oh Soo di kantornya sedang bercermin melihat tanda pohon di dadanya. Oh Soo merabanya. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu. CEO Nam masuk dan bertanta apa yang sedang Oh Soo lakukan sendirian? CEO Nam ngajak berangkat pakai mobilnya. Oh Soo berkata kalo dia harus nelpon. Dia nyuruh CEO Nam duluan aja. CEO Nam menurut. Dia lalu menggoda Oh Soo dengan mencubit dadanya. CEO Nam tertawa dan menilai kalo Oh Soo sangat aneh. 


Oh Soo menelpon Ga Na. Ga Na sendiri lagi bangun tidur. Oh Soo nyuruh Ga Na ngasih telponnya ke kakek. Ga Na nggak ngerti Oh Soo ngomong apa. Kakek belum pulang dari tadi malam. Oh Soo lalu nyuruh Ga Na pergi ke kafe gih. Dia minta di hubungi kalo ketemu kakaek. Penerbangannya jam 4 jadi Ga Na bisa ngirim pesan kalo nggak bisa menghubunginya. Oh Soo menutup telponnya. Dia lalu meraba tanda pohonnya lagi. 


Oh Soo sedang dalam perjalanan dan mencoba nelpon kakek lagi, tapi sayangnya telpon kakek lagi dimatiin. Operator nyuruh Oh Soo buat ninggalin pesan setelah bunyi bip. Oh Soo teringat kata-kata kakek. Kalo pohon itu lenyap itu berarti akhir buat mereka. Sekarang saatnya Oh Soo buat mutusin. Apa dia akan menerima takdirnya atau enggak. ....nanya kenapa Oh Soo seserius itu? Oh Soo bilang bukan apa-apa. CEO Nam nanyain hal apa yang mengganggu Oh Soo. Oh Soo nyuruh CEO Nam buat berhenti. 


CEO Nam menghentikan mobilnya setelah tikungan. Oh Soo keluar dari mobil. CEO Nam nanya Oh Soo mau kemana? Oh Soo bilang ke CEO Nam kalo dia bakalan menjelaskan nanti. Dia nyuruh CEO Nam berangkat ke Jerman sendiri. Maaf. Oh Soo berlafi meninggalkan mobil CEO Nam. Oh Soo menyetop taksi. CEO Nam mau ngejar Oh Soo tapi dia udah dibawa pergi oleh taksi. 


Di kantor polisi. Polisi Shin mengangkat panggilan. Dia lalu manggil sunbaenim yang lagi nenangin anak kecil yang lagi nangis. Mereka harus pergi. Rupanya sunbae-nya adalah Yoo Ri. Dia nengok dan nanya sekarang? 


Dipasar ikan, ada seorang laki-laki yang teriak-teriak sambil bergulung-gulung. Dia bilang kalo mereka semua jatuh. Dia tiarap. Dia bilang akan menangkap mereka. Disebelah orang itu ada Yoo Ri dan Polisi Shin yang lagi berusaha keras menangkap ikan. Satu persatu ikan berhasil ditangkap dan dimasukkan kedalam wadah. Yoo Ri mengeluh pada ahjussi itu yang bikin dia jadi bau amis. Ahjussi itu teriak-teriak lagi. Yoo Ri dan polisi Shin akhirnya memapahnya. Dia teriak-teriak minta di lepasin. 


Yoo Ri berjalan sambil menyapa ahjumma penjual ikan. Menanyakan apa pernikahan anaknya berjalan lancar? Ahjumma itu mengiyakan. Dia menawari Yoo Ri untuk datang dan ngambil beberapa teripang. Segar dan lezat. Yoo Ri janji akan mencobanya nanti. Habis itu dia jalan lagi dan menyapa ahjumma yang lain. Yoo Ri melihat kalo ahjumma itu melakukan operasi double eyelid. Yoo Ri memujinya yang terlihat cantik. Ahjumma itu senang dapat pujian. Dia menawarkan info ahli bedahnya pada Yoo Ri. Yoo Ro menolak. Dia udah cantik tanpa operasi. Ahjussi itu meledek, cantik apanya? Aish, Yoo Ri jadi kesal. 


Ahjussi itu minta di lepasin. Apa anak jaman sekarang tahu kejamnya hidup ini? Dia melemparkan sepatunya. Yoo Ri dan polisi Shin memasukkannya ke mobil. Yoo Ri bilang ke polisi Shin kalo dia bakal nyari walinya. Polisi Shin mengiyakan. 


Oh Soo yang ada didalam taksi minta pada pengemudinya agar lebih cepat. Nggak di sangka di depan ada kecelakaan. Pengemudi mobil marah pada pengemudi truk karena telah menabrak mobilnya sampai jadi gitu. Pengemudi truk malah nyalahin pengemudi mobil yang udah menghalangi jalannya. Apa dia nggak lihat rambunya? 


Oh Soo melihat tanda pohon di dadanya memudar. Sementara di belakang taksi yang ditumpangi Oh Soo datang mobil lagi. Oh Soo nggak bisa sabar lagi. Dia mengambil dompetnya dan membayar ongkos taksinya. Oh Soo turun disana. Dia berlari melewati dua pengendara yang sedang bertengkar. 


Oh Soo berlari sambil terus megang dadanya yang terasa kian sesak. Nafasnya juga jadi terengah-engah. Yoo Ri lewat dan berjalan di depan Oh Soo. Oh Soo jadi lemas. Pandangannya kabur dan akhirnya dia jatuh. Yoo Ri melihat ke belakang. Dia panik melihat Oh Soo pingsan. Yoo Ri mengangkat kepala oh Soo dan  manggil-manggil Oh Soo. Apa dia baik-baik aja? Tolong sadarlah. Dan kita di kasih lihat kalo tanda pohon di dada Oh Soo makin pudar dari sebelumnya. 

Bersambung...

Komentar :
Misterius. Antara pohon dan tanda di dada Oh Soo. Seperti ada ikatan yang nggak bisa di jelaskan. Yang pasti itu adalah rahasia keluarga yang turun temurun. Dan dari kecil pohonnya emang udah milih Oh Soo. 
Kadang suka geli sendiri lihat pohon segede itu kalo di kita pasti udah dikatai pohon angker ^_^