Advertisement
Advertisement
SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 3 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 2 Part 4
Oh Soo berusaha menghubungi kakek. Kakek sendiri sengaja mengabaikan panggilan dari Oh Soo. Kakek melihat tanda pohon di tangannya udah nggak ada. Kakek terdiam. 


Kakek mencari sesuatu di perpustakaan. Setelah mencari akhirnya ketemu. Kakek membuka buku itu dan menemukan foto pohon. Kakek membawa buku itu. 


Oh Soo yang lagi berlari mulai kehilangan pandangannya. Dadanya kian sesak. Yoo Ri yang ada di depan Oh Soo menoleh padanya. Yoo Ri memanggil Oh Soo yang udah roboh. Oh Soo pingsan. Yoo Ri memanggil-manggil Oh Soo. Apa dia baik-baik aja? Tanda pohon di dada Oh Soo hilang. 


Di rumah kakek membawa foto itu kedekat pohon. Kakek meletakkan foto beserta fotonya lalu brrjalan menghampiri pohon. Daun dari pohon itu udah berwarna cokelat dan pohonnya udah menghitam. Kakek melihat tanda pohon di tangannya hampir hilang. Kakek berjalan mendekat. Dia menyentuh pohon itu. Seketika batangnya jadi hijau begitu juga dengan daun dan bunganya. Tapi habis itu kakek seperti kehilangan energinya. Kakek merasa lemas.


Tanda pohon di dada Oh Soo muncul lagi. Oh Soo tersrntak dan membuka matanya. Oh Soo menatap Yoo Ri dan memanggil kakek. Oh Soo bangkit dan berjalan meninggalkan Yoo Yi. Yoo Ri bingung kenapa Oh Soo memanggilnya kakek. Kenapa? Dia bahkan nggak manggil nenek tapo kakek. 


Kakek memandang pohon yang udah kembali segar. Seketika itu juga Oh Soo pulang. Oh Soo memanggil kakek. Kakek menoleh padanya dan nanya gimana rasanya hidup lagi? Oh Soo nggak ngerti apa sih yang kakek omongin? Kakek mengaku udah nyelametin hidup Oh Soo. Kakek udah bilang dari kemarin. Kakek nggak bercanda. Mungkin kakek udah melakukan semuanya hari ini tapi mulai sekarang Oh Soo yang harus melakukannya. Oh Soo menegaskan kalo dia nggak bisa dan dia juga nggak mau. Denger! Kakek memperlihatkan tangannya yang lebam. Kakek bilang kalo dia lemah. Kakek nggak bisa menjaga pohon itu lagi. Alasan kenapa Oh Soo kepilih menjadi penggantinya karena dia mampu melakukan pekerjaan itu lebih dari siapapu. Dan itu juga adalah takdirnya. Kakek menasehati Oh Soo agar jangan lemah. Dan juga persiapkan diri Oh Soo. Habis itu kakek ninggalin Oh Soo. Oh Soo menatap pohon itu. Entah apa yang dia pikirin. 


Oh Soo kembali kekamarnya. Dia duduk di tempat tidur lalu merebahkan badannya. Kakek masuk ke kamarnya. Kakek melihat Oh Soo lalu menutup pintu kembali. Ga Na mau ketemu sama Oh Soo. Kakek melarangnya dan nyuruh dia pergi. Apa? Kenapa? Kakek bilang kalo sekarang Oh Soo lagi mikirin banyak hal, jadi jangan di ganggu. Ga Na ikutan berbisik seperti kakek. Menurutnya Oh Soo cuman lagi tidur. Dia harus membangunkannya. Kakek malah nyuruh Ga Na ke kamarnyadan tidur. Ga Na masih yakin kalo dia cuman tidur. Kakek kesal dan mau mukul Ga Na rasanya. Kenapa dia seperti ini? Ga Na menurut lalu ninggalin kakek. Habis itu kakek mengendap-endap melewati kamar Oh Soo. 


Malamnya Oh Soo keluar. Meninggalkan kamarnya. Dia memukul bola. Oh Soo memukul setiap bola yang datang dengan sekuat tenaga. Udah banyak bola yang Oh Soo pukul tapi dia masih nggak mau berhenti. Meski udah lelah dan berkeringat banyak. 


Oh Soo pulang keesokan harinya. Ga Na aja baru bangun tidur. Ga Na membuka kulkas dan minum susu langsung dari botolnya. Oh Soo datang dan ngambil air mineral. Ga Na nanya apa Oh Soo bakal mengurung diri? Oh Soo nggak menjawab dan terus jalan aja. Ga Na kesal karena Oh Soo nggak menjawabnya. 


Yoo Ri membuka mesin kopi lalu membeli secangkir kopi. Dia menikmati kopi itu sambil melihat kafe Oh Soo. Kafenya tutup beberapa hari. Yoo Ri mendekat. Dia khawatir. Apa Oh Soo bener-bener sakit? Yoo Ri meneguk kopinya lagi lalu pergi. 


Di rumah Oh Soo memandangi pohon itu. Dia lalu menelpon CEO Nam dan meminta maaf karena nggak cepat-cepat menghubunginya. Oh Soo ngasih tahu kalo dia nggak bisa kerja setiap hari karena terjadi sesuatu. Dia akan kerja seminggu sekali. Oh Soo menutup telponnya lalu kembali memandangi pohon. Habis itu Oh Soo bangkit dan masuk kedalam. 


Kakek lagi bersama Ga Na. Ga Na penasaran karena kakek serius banget menatap ponselnya. Rupanya itu adalah rekaman video di kafe. Ga Na memuji kakek yang sangat terobsesi. Tiba-tiba ada pelanggan. Kakek senang melihatnya. Dia nanya Ga Na apa mereka harus masuk ke kafe? Tapi sayang banget mereka nggak bisa lihat lagi karena Oh Soo nutupin kameranya pakai daun. Ga Na sampai ngakak ngelihatnya. Kakek kesal, b*randal itu! Kakek nanya sama Ga Na apa menurutnya Oh Soo benar-benar bisa melakukannya dengan baik? Ga Na berani mempertaruhkan tangannya, dia yakin Oh Soo nggak akan bisa melakukannya. Kakek kesal. Kenapa Ga Na ngomong gitu? Ga Na mengingatkan kakek kalo Oh Soo nggak ngerti apa-apa soal cinta. Dia nggak punya ketertarikan atau kasih sayang sama manusia lain. Jadi Ga Na yakin kalo dia pasti nggak berhasil. 

Ga Na mengeluh. Dia bakal melakukan pekerjaan yang hebat kalo dia terpilih sebagai penggantinya. Dia bakal melakukannya sehingga orang yang putus cinta nggak akan merasa sakit. Dan langsung mencintai orang lain dengan menaburi serbuk dalam minuman mereka. Dia juga bakal membuat orang kaya dan orang miskin jatuh cinta dan mengakhiri ekonomi orang kaya makin kaya dan orang miskin makin miskin. Mungkin dia juga bisa menghentikan perang yang terjadi. Kakek sama sekali nggak mrndwngarkan Ga Na. Dia nyuruh Ga Na buat ngawasin Oh Soo. Ga Na menolak. Kenapa harus dia? Kakek ngeluh. Cuman ngawasin aja dan lapor sama kakek. Ga Na menatap kakek, memata-matainya? Ga Na setuju. Dia lalu bangkit dan meninggalkan kakek. 


Ga Na datang ke kafe. Seorang wanita lagi meminum kopinya. Ga Na menghpiri Oh Soo yang lagi sibuk ngetik dan duduk di depannya. Ga Na nanya apa warna serbuk yang Oh Soo kasih ke pelanggan itu? Oh Soo nggak menjawab. Ga Na kesal dia lalu menghalangi layar laptop Oh Soo. Oh Soo bilang dia nggak ngasih apa-apa. Ga Na nanya kenapa? Oh Soo beralasan kalo harga dirinya terlalu rendah. Dia harus belajar untuk mencintai diri sendiri lebih dulu. Kalo Oh Soo bertindak gegabah, dia bakal lebih terluka. Ga Na mendekat. Dia mengklaim kalo Oh Soo nggak percaya diri. Dia mengira ini karena wanita yang datang terakhir kali, yang memecahkan gelas. Itu karena Oh Soo merusak hubungannya sehingga sekarang dia jadi khawatir. Oh Soo berhenti mengetik sebentar lalu lanjut lagi. Ga Na mentampaikan pesan kakek agar Oh Soo nggak gitu. Mulailah dengan membuat orang yang paling dekat jatuh cinta. Karena Oh Soo sering ketemu mereka, maka dia bakal mengenal mereka dengan baik. Dan nggak akan terasa aneh kalo dia mengajukan banyak pertanyaan berbeda pada mereka. Jadi Ga Na nanya, apa kakek bercanda? Oh Soo nggak punta temen deket. Oh Soo menatap hyung-nya. Ga Na tersenyum meledek. 

Bersambung...

Komentar : 
Selalu ngakak kalo lihat Ga Na sama kakek. Aku rasa merekalah yang membuat suasana jadi selalu ceria. Tapi kalo kakek sama Oh Soo... bawaannya serius mulu.