Advertisement
Advertisement
SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 4 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 3 Part 4
Yoo Ri menarik kopernya sampai ke hutan. Dia tahu kalo lagi ada yang ngikutin. Oh Soo nggak sengaja menginjak ranting sehingga membuat Yoo Ri berhenti berjalan. Oh Soo bilang, permisi... Yoo Ri melemparkan kopernya lalu menyerang Oh Soo. Tapi sayang kakinya tergelincir sehingga membuat dia jadi oleng. Yoo Ri berpegangan pada Oh Soo sehingga mereka jatuh bareng-bareng. Mereka terguling-guling dan saat berheni, Yoo Ri ada diatas Oh Soo. Yoo Ri menatap wajah Oh Soo. Oh Soo bilang kalp Yoo Ri bisa bangun. Berat tahu! Yoo Ri membela diri. Kenapa nyalahin dia? Kenapa nggak nyalahin dirinya sendiri? Mereka bangkit bersama-sama. Yoo Ri merasa nggak seberat yang Oh Soo bilang. Oh Soo menyindir Yoo Ri yang nggak sadar diri. Beratnya mungkin 60 Geun. 60 Geun? Yoo Ri nggak terima Oh Soo nyebut dia Geun. Emangnya dia daging? 


Yoo Ri mau melangkah tapi kakinya terasa sakit. Oh Soo menoleh khawatir. Yoo Ri menghampiri kopernya. Dia nengok ke Oh Soo dan bilang kalo dia nggak percaya kehidupan masa lalu, tapi dia percaya masa sekarang. Yoo Ri yakin mereka pasti saling mencintai dalam kehidupan masa lalu. Yoo Ri nggak habis pikir gimana ini bisa kejadian sama dia. Oh Soo menghampiri Yoo Ri lalu jongkok di depannya. Yoo Ri bilang nggak usah. Tadi Oh Soo kan bilang kalo dia berat. Tapi, karena Oh Soo menawarinya... Yoo Ri mau naik ke punggung Oh Soo tapi dia bingung mau gaya putri apa kuda-kudaan? Oh Soo menoleh. Yoo Ri merasa kalo kuda-kudaan lebih mudah. Yoo Ri mau naik tapi Oh Soo malah menghindar. Dia minta kaki Yoo Ri. Yoo Ri nggak ngerti maksudnya apaan. Oh Soo minta Yoo Ri ngasih kakinya. Kaki? 


Oh Soo menarik koper Yoo Ri sementara Yoo Ri berjalan di belakangnya dengan kaki yang di ikat dengan beberapa ranting. Yoo Ri kesal banget. Dia tahu kok kalo beratnya 60 Geun. Oh Soo menoleh bentar lalu jalan lagi. 


Mereka udah sampai di jalan. Oh Soo yang penasaran nanya ke Yoo Ri sebenarnya apa yang ada di dalam koper? Yoo Ri meledek. Kenapa? Apa Oh Soo berpikir kalo ada orang di sana? Oh Soo lalu meletakkannya. Habis itu Yoo Ri tersenyum mengejek. 


Oh Soo nyetop sebuah taksi yang melintas. Oh Soo membukakan pintu buat Yoo Ri. Yoo Ri masuk dengan santainya. Tapi Oh Soo tetap di luar. Oh Soo nyuruh Yoo Ri ke rumah sakit. Yoo Ri merasa nggak perlu kerumah sakit. Dia nggak papa, kok. Oh Soo mengatakan kalo tadi cuman pertolongan pertama jadi harus di cek lagi (jadi mulai khawatir, nih???) Yoo Ri mau keluar tapi Oh Soo mendorongnya agar tetap disana. Taksi itu membawa Yoo Ri pergi ninggalin Oh Soo. Oh Soo baru inget kalo Yoo Ri nggak membawa kopernya. 


Oh Soo membawa koper itu ke rumahnya. Oh Soo sendiri sedang memotong sesuatu di dapur. Ga Na sedang tidur di sofa dekat Oh Soo. Oh Soo menghampiri Ga Na dan nyuapin sesuatu ke mulutnya. Ga Na yang sedang tidur mengunyahnya tanpa sadar. Dia membuka mata dan terkejut melihat wajah Oh Soo. Ga Na nanya apa itu? Oh Soo menyahut, emang Ga Na pikir apa? Ga Na menjawab daging ayam. Oh Soo lalu bilang balik tidur, gih! Oh Soo melangkah meninggalkan Ga Na yang bingung abis. Apaan, sih???!!! Tapi habis itu lanjut ngunyah makanannya lagi. 


Oh Soo membawa koper itu ke kafe. Dia meletakkannya di kursi. Oh Soo terus menatapnya dan menyentuhnya beberapa kali. Ga Na datang dan nanya Oh Soo lagi apa? Apa itu. Oh Soo nggak ngejawab. Oh Soo bahkan seperti nggak nyadar kalo ada orang lain disana. 


Ga Na agak menjauh dan nelpon kakek. Dia melapor kalo Oh Soo bertingkah aneh. Ga Na berpikir kalo maksa Oh Soo buat ngambil alih bisnis keluarga bikin dia jadi g*la. Ga Na bilang kalo itulah kebenarannya. Di belakang Oh Soo nurunin koper itu. Dia berpesan agar Ga Na jaga kafe. Oh Soo lalu pergi sambil menyeret koper. Ga Na lapor lagi kalo dia merasa Oh Soo barusan kabur. 


Oh Soo membawa koper itu ke rumah Yoo Ri. Dia bingung mau naruh koper itu dimana. Awalnya dia naruh di sudut pagar. Nggak jadi. Oh Soo memindahkannya di samping pagar. Nggak jadi juga. Dia lalu mindahin ke depan pagar, atas pagar sampai tangannya sakit sendiri. Akhirnya Oh Soo meninggalkannya di bawah kotak surat. 


Yoo Ri senyum-senyum sambil membawa segelas ice cream. Dia ngasih ice cream itu ke atasannya. Itu adalah favorit pak Kepala, kan? Tapi rupanya atasannya nggak terpengaruh sama segelas ice cream. Dia mengatakan kalo Yoo Ri kerja setengah hari karena putus sama pacarnya, berangkat awal karena kantor real estate, bekerja setengah hari karena adiknya berulah. Pak kepala nanya kapan kerjaan Yoo Ri bisa bener? Yoo Ri mengelak. Nggak sepenuhnya gitu juga. Yoo Ri menjelaskan yang sebenarnya adalah bukan karena dia putus sama pacarnya tapi karena dia sakit dan harus dirawat di UGD. Yoo Ri nanya gimana nanti kalo dia tetap datang pas lagi sakit dan muntah sembarangan? Itu semua karena Yoo Ri sedang mempertimbangkan Kepala. Lagian juga siapa yang bunuh diri? Pak Kepala mengambil ice cream-nya dan berpesan agar Yoo Ri kerja dengan benar. Yoo Ri mengiyakan. Dia lalu meninggalkan meja atasannya. Pak Kepala berkomentar kalo ice creamnya enak. 


Yoo Ri merasa kakinya udah nggak sakit lagi. Dia jadi bertanya-tanya apa karena pertolongan pertamanya bagus? Atau karena dia ke rumah sakit? Yoo Ri lalu ngambil ponselnya dan nyari tahu 60 Geun itu berapa kg. Apa mungkin 60 kg? Dan ketemu 60 Geun sama dengan 36 kg. Yoo Ri senang. 36 kg? 


Yoo Ri datang ke sekolah dengan membawa sekotak kue. Dia melihat seorang siswa lagi push up di depan 3 temannya. Yoo Ri menghampiri anak-anak itu. Anak yang lagi push up itu udah lelah banget dan nggak bisa lanjut lagi. Dan ternyata orang yang du bully adalah Joo Hyun, anak yang di oalak sama Soo Jeon cs tempo hari (nih anak kena bully mulu). Yoo Ri nanya apa yang mereka lakukan? Joo Hyun langsung bangkit dan manggil Yoo Ri, noona! 


Yoo Ri menghampiri Joo Hyun dan nanya apa yang terjadi? Joo Hyun jujur kalo mereka nyuruh dia push up karena terlalu lambat. Jadi mereka menyuruhnya jadi lebih kuat dan ... Joo Hyun nggak kuat lagi dan nangis. Yoo Ri menepuknya, biar tenang. Dia lalu menghadap anak-anak itu. Dia ngasih kuenya ke mereka dan nyuruh mereka memakannya. Dan jangan membuat teman mereka terus membeli roti lagi. Anak-anak nakal itu bilang nggak mau. Mereks tertawa mebgejek. Yoo Ri menghela nafas. Dia nyuruh mereka menggunakan uang mereka sendiri kalo emang sangat ingin makan roti. Kalo nggak punya uang, mereka bisa minta ke orang tua masing-masing. Kalo ini jadi kebisaaan, mereka bakal sering ketemu orang kayak Yoo Ri saat dewasa. 


Ketua geng ngangguk-angguk. Yoo Ri menyerahkan kuenya dan nyuruh mereka makan itu. Si gendut menerimanya lalu menjatuhkannya dengan sengaja. Mereka lalu tertawa. Terligat Yoo Ri sedang menahan emosinya. Dia jongkok dan mengambil kuenya kembali. Yoo Ri mengeluh. Kayaknya dia harus nunjukkin apa yang sebenarnya di maksud tukang roti. Ketua geng melihat semuanya udah hancur dan nyaranin Joo Hyun buat beli yang baru. Yoo Ri lalu memukul anak itu. Joo Hyun memuji Yoo Ri yang seperti anak nakal. Ketua geng bangkit. Dikiranya lucu apa? Dia mengancam kalo Yoo Ri bakalan nyesel. Mereka maju mau nyerang Yoo Ri tapi Yoo Ri sigap menggunakan tangan Joo Hyun buat melawan mereka. Ketua geng maju lagi. Yoo Ri memegang tangannya dan memutarnya. 


Guru Jin Woo nggak sengaja lewat dan melihat kejadian itu dari jendela. Dia bertanya-tanya mereka kenapa? Yoo Ri sukses ngasih pelajaran ke anak-anak nakal itu. Joo Hyun tersenyum puas di samping Yoo Ri. Dia mengejek mereka yang bahkan nggak bisa berkelahi. Dia bakal ngasih tahu semua orang tentang apa yang terjadi. Joo Hyun berseru, anak-anak! Ketua geng ngambil sapu dan menyerang Yoo Ri. Yoo Ri mundur dan di tangkap sama Jin Woo. Apa yang mereka lakukan? Anak-anak itu lngsung melarikan diri. Yoo Ri terpana melihat Jin Woo. Jin  Woo juga baru tahu kalo itu adalah Yoo Ri. Mereka saling tunjuk. Nggak nyangka bisa ketemu lagi. 

Bersambung...

Komentar :
Ha...ha... ngakak banget pas lihat Oh Soo penasaran sama apa yang ada di dalam koper. Apalagi pas dia di dapur, berasa banget horornya. 
Seneng akhirnya bisa lihat pak guru lagi... ^_^