Advertisement
Advertisement
SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 4 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 4 Part 1
Yoo Ri jalan bareng Jin Woo. Jin Woo nanya apa Yoo Ri tahu betapa kecewanya dia hari itu? Yoo Ri minta maaf. Dia baru inget pas udah sampai di rumah. Lagian dia pikir Jin Woo udah pergi. Jin Woo nggak habis pikir gimana bisa Yoo Ri pergi kayak gitu. Jin Woo ngasih tahu kalo dia nunggu Yoo Ri selama 3 jam. Apa? Jin Woo membenarkan. Jin Woo menanyakan apa leher Yoo Ri nggak papa? Yoo Ri mengangkat tangannya. Ya, gitu, deh. Seperti yang Jin Woo lihat. 


Jin Woo membuka pintu buat Yoo Ri. Dia mempersilakan Yoo Ri buat mampir kesitu dulu sebelum pergi. Yoo Ri nggak ngerti kenapa Jin Woo nyuruh dia masuk ke UKS. Jin Woo ngasih tahu kalo tangan Yoo Ri berdarah. Yoo Ri mengangkat kedua tangannya dan baru nyadar kalo telapak tangan kirinya terluka. Oh... 


Yoo Ri masuk. Jin Woo tersenyum (manis banget!!!) Jin Woo mengobati Yoo Ri. Dia nanya ke Yoo Ri, sakit? Ah, enggak, buat Yoo Ri itu, sih bukan apa-apa. Jin Woo meniupnya. Yoo Ri pura-pura kesakitan. Ia rasa... sakit dikit. Jin Woo tersrnyum. Yoo Ri bertanya apa Jin Woo kerja sebagai perawat sekolah? Jin Woo tertawa mendengarnya. Apa kata Yoo Ri tadi? 


Perawat yang sesungguhnya datang. Dia menyapa Jin Woo ramah. Jin Woo menyampaikan kalo dia pakai salep dan band-aud karena dia nggak ada. Jin Woo ngasih tahu Yoo Ri kalo dia adalah perawat yang sebenarnya. Yoo Ri lalu menyapa perawat. Perawatnya lagi hamil besar. 


Jin Woo mengatakan kalo dia mengajar penjaskes. Jin Woo menempelkam plester dan selesai. Yoo Ri tersenyum melihat lukanya. Jin Woo nanya kenapa Yoo Ri kesekolah? Oh, Yoo Ri baru ingat kalo dia harus ketemu sama guru wali kelas Soo Jeon. Yoo Ri nanya jam berapa sekarang? Jin Woo nanya apa mungkin Soo Jeon...Soo Seo Jeon? Yoo Ri membenarkan. Jin Woo merasa kalo ini pasti takdir. Dia bangkit dan memperkenalkan diri sebagai guru wali kelas Soo Jeon, Kim Jin Woo. Yoo Ri ikutan bangkit dia sama sekali nggak nyangka kalo ...dia... Jin Woo mengiyakan. Mereka tertawa. 


Soo Jeon lagi cemas nungguin kakaknya ketemu sama wali kelas Jin Woo. Yoo Ri menghampirinya. Soo Jeon nanya, gimana? Apa kata guru dia nakal? Yoo Ri hanya menghela nafas. Soo Jeon mengira kalo Yoo Ri marah. Soo Jeon menjelaskan kalo masalahnya dia... Soo Jeon meminta maaf pada kakaknya. Dia hampir aja nangis. Tapi habis itu Yoo Ri malah ketawa. Yoo Ri lalu berjalan sambil ketawa. Soo Jeon mengikutinya. Dia cemas. Kakaknya sangat marah sampai jadi g*la gitu? Yoo Ri menoleh ke adiknya. Kali ini dia akan ngebiarin Soo Jeon. Beneran? Soo Jeon seneng kakaknya nggak marah. Soo Jeon mengatakan kalo kakaknya nggak boleh berubah pikiran lagi. Yoo Ri mengiyakan. Soo Jeon nanya lagi, apa Yoo Ri juga bakal ngebiarin dia atas semua yang kejadian selama ini? Bahkan kalo ada yang lain juga? Yoo Ri membalas, apa kalo Soo Jeon mengakui kesalahannya, maka dia bakalan berbaik hati. Soo Jeon meraih tangan kakaknya da  mengiyakan. Pas pulang nanti Soo Jeon bakal membuat daftarnya dan mengakui semuanya. Yoo Ri ngeluh, nih anak! Soo Jeon tersenyum lalu nanya apa kata guru? Bukankah dia bilang soo Jeon baik meski tukang onar? Yoo Ri menjitak kepala Soo Jeon. Itu cuman khayalannya aja! Tanpa mereka sadari, Jin Woo di belakang mereka tersenyum sambil ngelihatin (ough...senyumnya pak guru manis banget...). Dia juga bahagia banget bisa ketemu sama cinta lamanya. Bahkan saat mau kembali ke kelas dia sampai teriak-teriak dan nari-nari nggak jelas gitu. Murid-muridnya pada ngelihatin. 


Oh Soo sedang membuat kopi untuk sepasang pelanggannya. Tubuh mereka mengeluarkan warna merah keunguan. Ga Na menghampiri Oh Soo dan mengeluarkan kotak warna. Oh Soo melarang Ga Na menggunakannya pada p*zina. Ga Na memperhatikan pasangan itu. Menurutnya mereka kelihatan kayak pasangan yang udah 30 tahun menikah. Oh Soo ngasih tahu kalo belum lama ini istri laki-laki itu memberikan ginjalnya padanya tapi dia malah kayak gini. Ga Na nanya apa Oh Soo kenal orang itu? Oh Soo mengaku pernah ketemu sama orang itu di rumah sakit. Ga Na memuji Oh Soo yang sungguh berbakat untuk mengingat wajah orang. 


Seseorang datang sambil nelpon. Oh Soo mengucapkan selamat datang. Pria itu memesan satu kopi untuk di bawa. Oh Soo mengiyakan. Orang itu kembali dengan ponselnya. Dia nanya sama orang di seberang kenapa seperti itu lagi? Bikin dia nggak nyaman. Dia mungkin nggak bisa pulang. Tapi dia bakal nelpon setiap hari. Oh Soo memperhatikan pria itu yang mengeluarkan warna kuning. Pria itu kembali ngeluh kalo dia bahkan nggak tinggal lama pas dia di Singapura tapi orang di seberang ingin dia bolak-balik. Oh Soo ngambil warna ungu untuk orang yang menelpon. 


Orang yang menelpon di mintai putus oleh orang di seberang. Dia marah dan nyuruh orang di seberang untuk berbuat sesukanya. Seketika semua orang melihat ke arahnya. Dia menutup telponnya lalu menghela nafas. Oh Soo memberikan pesanannya. Pria itu menerimanya lalu pergi. 


Seorang pria datang lagi menghampiri pria bertopi. Oh Soo melihatnya sambil nyeduh kopi. Kedua pria itu melihat sekitar lalu mengeluarkan dompet yang berisi banyak uang. Oh Soo tampak curiga melihat mereka. Oh Soo menyajikan kopi untuk pasangan tadi. Kedua pria tadi melihat pasangan di sebelah. 


Pria yang membeli kopi meminum kopinya di mobil. Setelah minum, dia terdiam melihat foto seorang wanita yang tergantung di mobil. Dia lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Deputi Cina. Pria itu meminta maaf, dia minta di belikan tiket pesawat ke Singapura. Ya, sesegera mungkin. Pria itu menyentuh foto wanita itu. 


Seorang wanita pembuat pakaian mengukur tubuh seorang kakek. Dia lalu mengukur lingkar pinggang kakek. Kakek nanya apa dia gemukan? Wanita itu menjawab enggak, ukurannya sama seperti sebelumnya. Wanita itu nanya sama Hyo Jin wanita yang kencan buta sama Oh Soo tempo hari, apa ada yang dia butuhkan? Hyo Jin bangkit dan minta di buatkan beberapa blus sederhana. Oh celana nyaman yang bisa dia kenakan di rumah. Hyo Jin rasa pengurus rumah salah mencucinya jadi beberapa benangnya terlepas. Wanita itu mengiyakan. Kakek berpesan agar wanita itu menggunakan kain terbaik untuk cucunya. Wanita itu mengiyakan. Dia lalu permisi.


Kakek duduk di hadapan Hyo Jin. Hyo Jin ngambil sebuah dokumen dan menanyakan apa ini perusahaan baru yang ingin di investasi? Kakek mengiyakan dan merasa ada potensi. Hyo Jin membacanya, Oh Soo. Dia membalik balik halamannya dan menemukan foto Oh Soo. Dia lalu ingat dengan orang yang salah kencan buta dengannya tempo hari. Dia tersenyum dan bilang ke kakek kalo dia yang bakal ketemu sama Oh Soo. Dia merasa ini akan menyenangkan. Kakek hanya tersenyum. 


Yoo Ri yang baru pulang melihat kopernya di bawah kotak surat. Dia cuman tersenyum. 


Yoo Ri membawa seekor kucing ke Hye Ri buat di obatin. Yoo Ri berterima kasih. Dia pasti sibuk dengan pasiennya di klinik. Hye Ri bilang nggak papa. Klinik dia yang punya juga jadi suka-suka dia. Hye Ri tersenyum. Kedengarannya kayak sombong. Yoo Ri rasa enggak. Dia suka sama Hye Ri karens dia nggak menutup diri. Yhe Ri berkata kalo kucing kecil ini juga harus hati-hati. Yoo Ri sebenarnya pingin bawa pulang kucing itu tapi adiknya punya alergi kucing. Kalo gitu nggak bisa. Hye Ri bangkit. Dia berpesan pada Yoo Ri buat nelpon dia kalo nanti sakit lagi. Yoo Ri mengiyakan. Dan mereka berpisah. 


Ga Na yang baru keluar dari kafe ketemu sama Hye Ri dan menyapanya, Choi Hye Ri. Hyeri manggil Ga Na Oppa. Ngapain di sana? Apa Ga Na tinggal di sana? Ga Na mengatakan kalo kafe itu miliknya. Ga Na menawarkan Hye Ri buat lihat-lihat. Hye Ri bilang lain kali aja. Ia harus pergi ke pertemuan pernikahan. Lagi? Ga Na nanya sekarang cowok macam apa? Hye Ri ngasih tahu kalo dia mahasiswa dan anak pemilik bisnis sukses. Tapi Hye Ri nggak tahu dia punya muka jahat semuda itu, wajahnya sungguh... ugh, Hye Ri nggak bisa menggambarkannya. Ga Na menuntun Hye Ri ke mobilnya. Senang bisa ketemu lagi sama Hye Ri. Hye Ri berlalu dengan mobilnya meninggalkan Ga Na. Ga Na memuji hidupnya yang sangat rajin. 


Oh Soo yang lagi menyetir berhenti di lampu merah dan melihat Yoo Ri yang lagi berjalan seorang diri sambil menarik koper yang waktu itu. Dia bertanya-tanya kenapa Yoo Ri terus menariknya? 


Yoo Ri membuka kopernya. Rupanya itu adalah makanan kucing. Yoo Ri ngasih makanan itu ke beberapa kucing liar. Dia kelihatan sayang banget sama kucing-kucing itu. Oh Soo yang berada nggak jauh dari sana tersenyum melihat apa yang dilakukan sama Yoo Ri. 


Yoo Ri yang mengetahui Oh Soo lagi melihatnya menyuruhnya datang atau kalo nggak mending pergi aja, deh. Perlahan dia berjalan mendekat dan jongkok di sampingnya. Yoo Ri menoleh padanya. Apa keingintahuan Oh Soo udah terpuaskan? Oh Soo menoleh pada Yoo Ri. Yoo Ri menepuk kopernya. Oh Soo nanya apa daging ayam yang ada di dalamnya? Yoo Ri menjawab perlakuan khusus. Dia ngasih tahu Oh Soo kalo kucing benar-benar suka daging mentah. Oh Soo nanya lagi kenapa Yoo Ri pergi ke hutan? Yoo Ri beralasan kalo digunung juga ada kucing. Malam-malam gini? Yoo Ri tersinggung, apa Oh Soo lagi  nyelidikin dia? Oh Soo bilang cuman nanya aja. Nggak mengasikkan seperti bayangannya. 


Yoo Ri membantah, nggak asik apanya? Bahkan kucing-kucing ini bisa selamat. Oh Soo nyuruh Yoo Ri diam karena kucing-kucing itu lagi makan. Yoo Ri melarang Oh Soo membanggakan kekayaannya. Oh Soo juga harus ngasih makan kucing liar sesekali. Hidupnya bakal dua kali lebih bahagia kalo dia melakukan itu. Kalo Oh Soo melakulannya, dia bakal tahu kalo itu menarik. Yoo Ri nanya ke Geum Soon. 


Oh Soo heran mereka punya nama. Yoo Ri tersenyum. Oh Soo pasti punya banyak pertanyaan. Yoo Ri ngasih tahu kalo yang itu namanya Seo Da Bo. Yang di sebelahnya, Seo Geum Bo. Dan yang satu lagi namanya Seo Geum Soon. Yoo Ri cerita kalo mereka juga pintar. Kalo Oh Soo manggil nama mereka, mereka akan menggerakkan tanganya, maung, maung dan jadi imut. Yoo Ri minta Oh Soo buat manggil mereka. Oh Soo menolak. Nggak mungkin. Yoo Ri nyuruh Oh Soo buat mencobanya. Oh Soo memanggil Seo Geum Bo, Seo Da Bo! Kucing-kucing itu cuman mengeong dan nggak melakukan seperti yang Yoo Ri bilang. Yoo Ri tertawa. Bisa-bisanya oh Soo mempercayainya. Apa dia aktor yang hebat? Oh Soo tersenyum, dia udah di bohongi. Kenapa Yoo Ri jahil, sih? Yoo Ri tertawa. Harusnya Oh Soo manggil lebih keras. 

Bersambung...

Komentar :
Akhirnya bisa juga lihat Oh Soo tersenyum. Cuman gara-gara kucing mereka jadi deket gitu? Dan ikutan senyum pas lihat guru Ji Won teriak-teriak dan nari-nari gara-gara seneng bisa ketemu lagi sama Yoo Ri. Sampai dilihatin sama muridnya segala. Hadeuh, tepok jidad.