Advertisement
Advertisement
SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 5 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 5 Part 3
Ga Na sedang bersama dengan Cherry. Cherry minta segelas lagi. Ga Na pikir Cherry bakal pergi kencan buta. Apa nggak berjalan dengan baik? Cherry ngasih tahu kalo pasangan kencan butanya membawa pacarnya. Kata Cherry mereka kayak lagi syuting. Cherry sangat kesal dan sangat jengkel. Ga Na jadi emosi. Konyol banget. Mereka pikir mereka siapa? Beraninya mereka membuat Cherry kesal! Ga Na ngajak buat mendatangi mereka. Dia bakal marahin mereka. Dimana mereka? Cherry tertawa, Ga Na benar-benar yang terbaik. Dia sangat berharga. 


Cherry mencubit pipi Ga Na. Ga Na megang tangannya Cherry, bisa nggak Cherry menghargai betapa berharganya dia setelah Cherry melepaskannya? 


Hyo Jin dan temannya menuruni tangga. Cherry nanya Ga Na haruskah dia tidur sama Ga Na malam ini? Ga Na girang banget, benarkah? Cherry mengiyakan. Hyo Jin dan temannya duduk di meja yang nggak jauh dari Ga Na dan Cherry. Ga Na membentak Cherry. Dia pasti udah g*la. Ga Na bilang kalo Cherry mabuk dan nyuruh dia buat pulang aja. Lepaskan stresnya dengan minum. Hyo Jin melihat Ga Na. Cherry ngambil dompetnya. Ga Na bilang nggak papa. Dia yang bakal bayar. Cherry pulang aja. Cherry berterima kasih lalu pergi. Ga Na juga ikut bangkit. Dia meminta tagihannya. 


Ga Na membayar menggunakan kartu. Hyo Jin terus memperhatikan Ga Na, dia lalu ingat pernah ketemu sama Ga Na di depan kafe Oh Soo. Saat itu Ga Na menawarkan sesuatu buat mendinginkan Hyo Jin. Ga Na mengaku sebagai pemilik kafe. Dia cucunya. 


Ga Na di kasih tahu kalo kartunya udah di bekukan. Ga Na lalu menelpon kakek. Dia nanya apa kakek yang udah membekukan kartunya? Kakek yang lagi sama Oh Soo membenarkan. Dia yang udah melakukannya. Kakek merasa udah lama membiarkan Ga Na jadi benalu. Sekarang udah cukup. Oh Soo yang lagi nyetir tersenyum. Kakek nyuruh Ga Na buat nyuci piring atau membersihkan lantai. Lakukan apa aja yang perlu Ga Na lakukan buat membayar tagihannya. Habis itu kakek memutus panggilan Ga Na. Ga Na kesal banget. 


Kakek nyuruh Oh Soo buat mematikan ponselnya. Oh Soo nanya dimana Ga Na. Kakek bilang di Bar atau semacamnya. Oh Soo udah mewarisi bisnis keluarga sekarang. Jadi udah waktunya Ga Na sadar juga. Dan dugaan kakek benar. Nggak lama kemudian Ga Na beneran nelpon Oh Soo. Sesuai perintah kakek, Oh Soo menolak panggilannya. 


Ga Na bilang kalo kakek jahat. Hyo Jin bilang ke temannya kalo dia bakal bayar tagihannya dan nyuruh mereka buat menikmatinya berdua. Teman Hyo Jin nanya kenapa? Hyo Jin hanya bilang kalo ada sesuatu yang terjadi. 


Hyo Jin bangkit dan menghampiri Ga Na. Dia menyerahkan kartunya nyuruh kasir buat menambahkan tagihan Ga Na padanya. Ga Na melihat Hyo Jin. Oh! Hyo Jin cuman tersenyum. 


Habis itu Hyo Jin mentraktir Ga Na makan. Ga Na makannya lahap banget. Hyo Jin sendiri cuman melihat aja. Ga Na ngomong ke Hyo Jin meskipun kesan pertamanya pada Hyo Jin begitu, Hyo Jin sebenarnya orang yang baik hati. Hyo Jin nanya apa rasanya enak? Ga Na bilang, nggak juga. Tapi kalo mikirin sekarang dia nggak punya uang, itu membuat Ga Na jadi takut. Ga Na bilang harusnya Hyo Jin makan sama dia, tapi kenapa nggak makan? Hyo Jin bilang nggak papa. Dia punya banyak uang. Ga Na mengangguk dan meminum kuah makanannya. Setelah menghabiskan makanannya Ga Na merasa seperti hidup kembali. Bikin Hyo Jin jadi geleng-geleng. 


Ga Na membersihkan mulutnya. Jadi...kesimpulannya...Hyo Jin pikir akan baik kalo Ga Na membantunya dengan Oh Soo? Hyo Jin menggeleng. Kapan dia bilang kayak gitu? Ga Na nyuruh Hyo Jin buat jujur aja. Dia sangat ngerti, kok. Hyo Jin pikir itu baik. Lebih tepatnya sebaiknya Ga Na membantunya. Ya, kayak gitu, deh. Sebagai cara buat membayar kembali tagihannya. Ga Na menghela nafasnya, Hyo Jin benar-benar nggak suka basa-basi, ya? Hyo Jin tersenyum. Ok! Ga Na setuju. Dia ngajak Hyo Jin salaman. Tapi rupanya Hyo Jin nggak mau. Dia bangkit dan bilang akan pergi dulu. Ga Na menarik tangannya kembali buat minum. Ga Na rasa ini bakalan sulit. 


Yoo Ri lagi semobil sama rekannya. Entah kenapa rekan Yoo Ri terus menatapnya. Yoo Ri nanya, kenapa? Rekan Yoo Ri mengatakan kalo Yoo Ri melakukannya jauh lebih baik dari yang ia harapkan. Apa Yoo Ri menyadarinya? Yoo Ri membenarkan. Seo Yoo Ri bukan tipe wanita yang rendah karena laki-laki kayak dia. Rekan Yoo Ri meminum kopinya sambil bilang, Wow! Yoo Ri pasti sesuatu yang lain. 


Ponsel Yoo Ri mendapatkan pesan baru. Yoo Ri nyuruh rekannya buat membaca buat dia. Rekan Yoo Ri menurut, dia membacakannya buat Yoo Ri. "Mari ketemu setelah kerja. Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu. Dari Kim Jin Woo. Rekan Yoo Ri menebak Yoo Ri punya pacar baru. Yoo Ri bilang enggak. Dia cuman teman SD Yoo Ri. Yoo Ri mengaku ketemu sama dia kemarin. Jadi apa yang ingin dia omongin? Rekan Yoo Ri memperkirakan kalo Jin Woo bakal mengakui perasaannya sama Yoo Ri. Ha? Tanya Yoo Ri nggak percaya. Yoo Ri cuman ketemu sama dia beberapah kali. Rekan Yoo Ri mengatakan kalo Yoo Ri bilang baru aja ketemu sama dia kemaren tapi dia pingin ketemu sama Yoo Ri lagi hari ini, untuk ngasih tahu sesuatu. Udah jelas itu salah satu dari dua hal. Dia pingin pinjam uang atau mengakui perasaannya. Dan berdasarkan penampilan Yoo Ri, dia nggak akan pinjam uang. Jadi jelas dia ingin mengakui perasaannya. Dia nyuruh Yoo Ri memikirkannya baik-baik. Apa dia ngomong sesuatu saat Yoo Ri ketemu sama dia kemarin? Yoo Ri mengingat-ingat. 


Yoo Ri dan rekannya sampai di kantor polisi. Yoo Ri ingat kalo Jin Woo bilang kalo dia adalah cinta pertamanya. Yoo Ri menatapnya, benarkah? Jin Woo mengiyakan. Yoo Ri mengiyakan. Dia cerita ke rekannya kalo Jin Woo bilang dia adalah cinta pertamanya. Rekan Yoo Ri menepuk dadanya. Dugaannya 100% benar. Tapi tetep aja Yoo Ri nggak kepikiran kayak gitu. Rekan Yoo Ri menghela nafas. Dia nyuruh Yoo Ri buat nunggu aja. Dia yakin kalo dia benar. Yoo Ri nanya apa yang harus dia lakukan kalo dia bener-bener mengakui perasaannya? Rekan Yoo Ri mengulangi, apa yang harus dia lakukan? Yoo Ri ingin tahu darinya? Yoo Ri mengangguk. 


Yoo Ri duduk semeja dengan rekannya yang tadi. Dia nyuruh Yoo Ri buat meningkatkan semuanya pada skala 1 sampai 10. Dan 10 adalah yang paling tinggi. Pertama, wajahnya. Gimana Yoo Ri menilainya pada skala 1 sampai 10? Yoo Ri ragu-ragu. Apa dia ingin Yoo Ri menilai Jin Woo? Yoo Ri nggak mau. Rekan Yoo Ri nyuruh Yoo Ri buat percaya sama dia. Yoo Ri bakal menyadari sesuatu yang luar biasa dengan melakukan itu. Ayo nilai sampai 10. Siapa namanya? Kim... Kim Jin Woo? Yoo Ri berpikir sebentar lalu ngasih nilai 10. Rekan Yoo Ri mengangkat tangannya. Dia nyuruh Yoo Ri melakukannya dengan serius. Yoo Ri mengatakan kalo Jin Woo sangat lemah lembut. Dan totalnya 180. Rekan Yoo Ri melarangnya membandingkannya dengan masa kecilnya. Nilailah dia yang sekarang. Won Bin nilainya 10 jadi gimana dengan Jin Woo? Yoo Ri berpikir bentar. Lalu Yoo Ri ngasih nilai 7. Selanjutnya rekan Yoo Ri menanyakan situasi keuangannya. Kalo Sheikh Mansour nilainya 10, gimana dengan dia? Gimana Yoo Ri tahu? Yoo Ri kan udah bilang kalo dia ketemu ketemu sama belum lama ini. Rekan Yoo Ri bilang kalo Yoo Ri bisa memperkirakannya saat melihatnya. Gimana Yoo Ri tahu? Rekan Yoo Ri nanyain Jin Woo bukan orang miskin, kan? Yoo Ri ngasih tahu kalo dia adalah guru wali kelas Soo Jeon. Rekan Yoo Ri bilang, meski gitu, Jin Woo masih punya hutang. Jadi kalo gitu nilainya 5. Dan mari lihat, rekan Yoo Ri menghitung semuanya dan totalnya 88. Sama seperti olimpiade '88. Yoo Ri nggak bisa membiarkannya pergi. Itu adalah skor yang sulit bagi pria Korea untuk menncapainya. Seenggaknya ada perbedaan 10 poin antara pria timur dan barat. Yoo Ri bilang kalo bukannya seharusnya dia dapat nilai juga? Itu akan adil. Rekan Yoo Ri nyuruh Yoo Ri buat menggunakan itu saat dia kencan buta atau merundingkan pernikahan dan bandingkan diri Yoo Ri dengan pasangannya menggunakan sistem penilaian. Yoo Ri udah di cintai jadi kenapa dia harus mencetak gol? Rekan Yoo Ri merasa kalo Yoo Ri benar-benar di berkati. 88 poin. Dia ngasih itu ke Yoo Ri. Dia nyuruh Yoo Ri mengambilnya dan jangan biarkan dia pergi apapun yang terjadi. Yoo Ri menerimanya. Sekali lagi dia berpesan agar Yoo Ri jangan membiarkan dia lolos. Yoo Ri minta rekannya melakukan lagi untuknya. Hmm.. nggak jadi, deh. Lupain aja. Rekan Yoo Ri nanya buat siapa? Yoo Ri mengelak. Dia bilang enggak. Yoo Ri merasa gelisah. 


Oh Soo lagi mandangin rumah kucingnya yang sekarang udah ada penghuninya. Oh Soo tersenyum melihat kucing itu. 


Yoo Ri keluar dari kantor polisi. Dia pamit sama rekan-rekannya. Rekannya yang tadi siang ngingetin agar Yoo Ri nggak membiarkan Mr. 88 pergi. Jangan sampai dia pergi. Polisi Shin nanya apa maksudnya? Rekannya ngasih tahu seorang pria. Polisi Shin menangkapnya, pria itu? Polisi Shin bilang kalo petugas Seo sungguh luar biasa. Dia menghentikan seseorang untuk melakukan bunuh diri, menangkap pencopet, dan juga nangkap penjahat yang sangat di cari. Polisi Shin memuji Yoo Ri sangat keren. Tapi kenapa dia nggak di promosikan? Rekannya menjawab nggak tahu kenapa, tapi dia tahu bahwa polisi Shin akan ngikutin jejak pejabat Seo. Polisi Shin merendah, gimana bisa dia bermimpi melakukan itu? Tapi dia berterima kasih banyak atas kata-kata baik sunbae-nya. Rekannya mengiyakan. Dia mau masuk dulu. 


Dalam perjalanan pulang, ponsel Yoo Ri bergetar. Dan lagi-lagi dia dikasih laporan kalo mesin penjual kopinya rusak lagi. Yoo Ri mengiyakan. Dia bakal segera kesana. Yoo Ri menutup telponnya lalu berlari agar cepat sampai. 


Sampai disana Yoo Ri terkejut karena ada Oh Soo. Dia nanya apa yang Oh Soo lakukan? Oh Soo bilang kalo dia baru aja kembali dan ngasih makan kucing. Yoo Ri nanya, ngasih makan kucing? Oh Soo ngasih lihat rumah kucing miliknya. Yoo Ri mendekat dan merasa kagum. Apa Oh Soo yang melakukan semua itu? Oh Soo membenarkan. Yoo Ri senang. Dia merasa kalo tempat tidur itu lebih bagus dari pada miliknya. Begitu lembut dan baunya juga enak. Yoo Ri membelai kucing di dalamnya. Dia pasti sangat senang. Oh Soo bilang kalo dia pikir Yoo Ri menyebutnya sampah. Yoo Di menatap Oh Soo. Maksudnya kemarin? Yoo Ri bangkit. Dia mengira kalo Oh Soo ingin membuatnya kesal. Dia menatik kembali apa yang ia katakan. Yoo Ri merasa itu sangat mengagumkan. Dia ngasih dua jempol buat Oh Soo. Oh Soo tersenyum. 


Jin Woo lagi menyetir. Dia nampak bahagia. 


Oh Soo nanya siapa pria yang kemarin? Yoo Ri terdiam. Senyumannya hilang. Yoo Ri nanya apa Oh Soo dengar kabar dari pacarnya? Tentang pertemuannya dengan Yoo Ri kemarin? Pacar Oh Soo? Oh Soo nanya siapa maksud Yoo Ri? Yoo Ri mengatakan pemilik tas. Oh Soo teringat kejadian saat mengantar Hyo Jin keluar kafe malam itu. Lalu seseorang mencopet tas Hyo Jin. Oh Soo tersenyum. Dia bilang ke Yoo Ri kalo dia bukan pacarnya. Yoo Ri nanya jadi kenapa Oh Soo sangatarah padanya kemarin? Oh Soo malah nanya siapa yang marah? Dia? Yoo Ri membenarkan. Oh Soo membunyikan klakson du pagi hari. Dan menatap Yoo Ri di minimarket. Oh Soo juga membuat Yoo Ri membersihkan daerah ini dan membentaknya juga. Dan juga kenapa Oh Soo penasaran dengan siapa Jin Woo? 


Oh Soo memalingkan wajahnya. Tiba-tiba mesin penjual kopi Yoo Ri mengeluatkan uang kertas. Oh Soo buru-buru mendekat dan mengambilnya. Yoo Ri mendekat ke Oh Soo. Dia nanya apa Oh Soo tertarik padanya? Oh Soo nampak terkejut melihat Yoo Ri tahu perasaannya  


Jin Woo sampai di sana. Dia melihat Yoo Ri dan Oh Soo. Oh Soo merasa nggak nyaman. Dia memalingkan wajahnya dan melihat Jin Woo. Oh Soo lalu menatap Yoo Ri. Jin Woo melangkah menghampiri mereka. Dia dan Oh Soo saling menatap tajam.

Bersambung...

Komentar :
Ha..ha.. lucu banget pas lihat Oh Soo kepergok sama dua ahjumma pas dia lagi mau ngasih makan kucing liar. Dua ahjumma itu nakutin Oh Soo banget.

Hyo Jin itu benar-benar ada udang di balik batu. Dia nolongin Ga Na gara-gara ada maunya. Pantas aja dia mau ngasih imbalan pas Yoo Ri mengembalikan tas miliknya. Dikiranya semua bisa diselesaikan pakai uang kali.

Dan salut sama rekannya Yoo Ri. Selain jadi polisi, dia juga merangkap sebagai konsultan cinta buat Yoo Ri.