Advertisement
Advertisement
SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 6 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 6 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 7 Part 1

Pagi harinya saat Yoo Ri bertugas, ibu Joon Young mendatanginya. Mereka lalu bicara berdua. Ibu Jun Young minta maaf kemarin. Yoo Ri bilang nggak papa. Dia ngasih tahu kalo cucu pemilik kafe main sama dia kemarin. Ibu Joon Young mengatakan kalo Joon Young begitu karena tumbuh tanpa seorang ayah jadi dia benar-benar terikat pada pria. Yoo Ri mengerti. Dan juga ibu merasa kalo pakaian yang Yoo Ri belikan buat Joon Young terlalu mahal. Dia nggak bisa menerimanya gitu aja tanpa ngasih imbalan apa-apa. Ibu Joo  Young ngambil sesuatu dan ngasib itu ke Yoo Ri. Yoo Ri mengatakan kalo bukan dia yang beli. Kalo gitu ibu Joon Young minta tolong agar Yoo Ri ngasih itu je Oh Soo. Yoo Ri bingung mesti gimana.


Malam hari Oh Soo bekerja di kafenya. Yoo Ri datang. Dia ngasuh tahu kalo Joon Young datang kae kantor polisi hari ini. Oh Soo nanya kenapa? Yoo Ri ngasih tahu kalo dia bilang baju Joon Young terlalu mahal untuk di terima secara gratis. Jadi dia ngasih uang. Yoo Ri pikir kalo Joon Young menyukai Oh Soo karena dia di besarkan tanpa seorang ayah. Yoo Ri tahu nggak seharusnya dia menilai situasi orang lain. Tapi apa Oh Soo tahu berapa upah per jam kerja di minimarket? Pasti sulit baginya untuk mendapatkan uang itu. Oh Soo mendekat dan bertanya kalo Yoo Ri nggak menerimanya, kan? Yoo Ri mengiyakan. Kalo gitu masalahnya udah beres, kan? Yoo Ri membenarkan. Dia senang Oh Soo setuju dengan keputusannya menolak uang itu. Tadinya dia khawatir kalo Oh Soo marah padanya karena Yoo ri bertindak atas nama Oh soo. Dan juga dia khawatir kalo Yoo Ri mesti ngasih uangnya ke Oh Soo. Atau beli makanan kalo Oh Soo marah tentang hal itu.

Oh Soo tersenyum lalu melepaskan kacamatanya. Dia menghampiri Yoo Ri dan ngajak dia pergi. Yoo Ri nggak ngerti maksudnya dan nanya apa Oh soo mau dia pergi? Oh Soo mendekat dan bilang ke Yoo Ri untuk menyelesaikannya dengan membelikannya makanan. Oh,..Yoo Ri mengiyakan lalu nyusul Oh Soo yang udah jalan duluan. 


Oh Soo ngajak Yoo Ri buat naik mobilnya. Yoo Ri merasa nggak perlu naik mobil. Yoo Ri udah lapar jadi pergi ke tempat yang dekat aja. Yoo Ri nanya apa Oh Soo suka mie? Yoo Ri tahu tempat mie yang enak. Oh Soo bilang kalo dia nggak suka mie. Yoo Ri kecewa. Dia lalu menawarkan nasi. Beras adalah raja, buat penduduk Korea, kan? Yoo Ri tahu restoran keluarga yang sangat bagus. Oh Soo menghela nafas. Dia lalu ngajak Yoo Ri ke tempat yang biasa dia datangi. Dia nyuruh Yoo Ri masuk. Oh Soo masuk duluan. Yoo Ri mengeluh, berapa banyak uang yang pingin dia habiskan? Cih!


Oh Soo membawa Yoo Ri ke restoran mahal. Oh Soo sendiri udah siap memeaan tapi Yoo Ri malah masih membaca daftar menu. Pelayan datang. Oh Doo nyuruh Yoo Ri buat memesan duluan. Yoo Ri yang masih bingung pesan hidangan C. Oh Soo pesan salad Caesar. Pelayan pergi dan meminta mereka menunggu.


Yoo Ri nanya apa Oh Soo nggak papa? Oh Soo mengiyakan. Yoo Ri bertanya-tanya dalam hati, kenapa Oh Soo datang jauh-jauh cuman buat makan salad? Sial! Harusnya Yoo Ri pesan salad juga. 


Pesanan mereka udah datang dan mereka mulai memakannya. Iseng-iseng Yoo Ri nanya apa Oh Soo tahu gimana bayi nangis pas mereka dilahirkan? Yoo Ri rasa Oh Soo hanya membuat suara kecil saat dia lahir. Atau mungkin sedikit, lalu dia menutup mulutnya karena berpikir udah mengeluarkan banyak suara. Oh Soo nggak merespon apa-apa lalu lanjut makan lagi. Yoo Ri mengeluh. Dia nggak percaya kenapa Oh Soo begitu pendiam? Atau apa karena mereka nggak dekat? 


Oh Soo meletakkan sendoknya dan menatap Yoo Ri. Dia nanya ke Yoo Ri, haruskah mereka mengisi ruang kosong itu dengan kata-kata? Yoo Ri bilang nggak gitu juga. Kenapa orang kayak dia merasa canggung kalo cuman diam dan hanya mengatakan sesuatu? Atau bicara banyak sendirian. Oh Soo melipat tangannya. Dia nanya penjelasan apa yang ingin Yoo Ri dengar darinya? Oh Soo pikir ia bisa mendiagnosis secara medis, menganalisis secara psikologis dan menjawab dengan cara filosofis. Apa harus dia menjawabnya? 


Yoo Ri tertawa nggak percaya. Dia nanya apa Oh Soo merendahkannya? Yoo Ri menarik kursinya mendekat. Dia nyuruh Oh Soo mengatakannya. Dia pingin dengar penjelasan rumit Oh Soo tentang hal itu. Oh Soo malah tersenyum. Yoo Ri menyuruhnya berhenti tersenyum dan kasih tahu dia. Oh Soo mengambil pulpen dan kertas tissue. Oh Soo lalu menggambar sesuatu. Dia ngasih tahu Yoo Ri kalo itu otaknya. Yoo Ri mengiyakan. Dia ngerti. Oh Soo nanya apa maksudnya Yoo Ri ngerti? Dia baru aja mulai. Yoo Ri ngerti itu menggambarkan otaknya. Oh Soo tersenyum dan menebak kalo Yoo Ri pasti nggak dapat nilai bagus di sekolah. Yoo Ri tersenyum garing. Kalo kayak gitu dia nggak bakal jadi polisi. Dia nyuruh Oh Soo mempercepat. Oh Soo lanjut ngasih tahu kalo ini lobus frontal, lobus temporal, dan batang otak. Batang otak? 


Jin Woo lagi makan sama hyungnya. Dia menanyakan kalo Jin Woo bakal ngunjungin ayah sebelum pergi, kan? Jin Woo bilang lain kali. Hyung nyuruh Jin Woo buat ngunjungin ayah karena dia ada disini. Dan kunjungi keluarga. Apa Jin Woo berencana buat nggak nemuin ayahnya lagi? Jin Woo mengatakan kalo yang terbaik bagi mereka adalah menjaga jarak satu sama lain. Hyung bilang kalo gimanapun juga Jin Woo udah menjalani hidup seperti yang dia inginkan. Jadi sekarang Jin Woo bisa melakukan apa yang ayahnya minta. Dengan santainya Jin Woo bilang kalo Hyung udah ada di sini. Dan dia baik dalam mengatasi hal itu. Hying cuman geleng-geleng. Jin Woo menasehati kalo sedikit menderita dalam kehidupan itu nggak masalah. Sebagai gantinya, Hyung bisa memiliki rumah sakit atas namanya sendiri. Gimanapun juga, Jin Woo minta dia buat menjaga ibunya Yoo Ri minggu depan. Hyung-nya mengiyakan. Jin Woo udah menyebutkannya berkali-kali. Dia jadi penasaran seperti apa dia? Apa Dia pingin tahu? Jin Woo ngambil ponselnya dan ngasih lihat foto Yoo Ri. Jin Woo nanya, dia cantik, kan? Dia imut, kan? Hyung mengatakan kalo Jin Woo udah lama mencarinya dan sekarang dia udah menemukannya. Jin Woo tersenyum lalu menyimpan kembali ponselnya. 


Oh Soo mengantar Yoo Ri pulang. Udah sampai, sih, tapi Yoo Ri masih tidur. Oh Soo menatapnya. Dia lalu teringat saat Yoo Ri nanya apakah Oh Soo tertarik padanya? Oh Soo menatap wajah Yoo Ri. Dia lalu mengulurkan tangannya dan nyentuh wajah Yoo Ri. 


Nggak jauh dari sana Jin Woo melihat Oh Soo dan Yoo Ri dari dalam mobilnya. 


Oh Soo menarik tangannya kembali dan menatap Yoo Ri dalam-dalam. Oh Soo manggil Yoo Ri sampai dia terbangun. Oh Soo ngasih tahu kalo udah sampai. Yoo Ri lalu keluar dari mobil Oh Soo. Yoo Ri berpesan pada Oh Soo agar pulang dengan selamat. 


Jin Woo diam-diam masih memperhatikan Yoo Ri dari kejauhan. Yoo Ri bertanya-tanya, apa Oh Soo kesal gara-gara dia tidur pas Oh Soo mengemudi? Ponsel Yoo Ri bunyi. Ada pesan dari Soo Jeon minta di beliin bantal. Yoo Ri menghela nafas. Yaudah, Yoo Ri nggak jadi masuk. Dan keluar lagi. 


Yoo Ri duduk di mini market. Dia lalu melihat tagihan makan tadi. Totalnya 128.000 won. Dia tersenyum lalu menggeleng. Dia menghabiskan biaya hidup seminggu hanya dalam satu jam. Jadi gimana dia bisa senyum? Nggak masuk akal. Yoo Ri lalu membuka minuman kalengnya lalu meminumnya. Jin Woo datang dan berdiri di luar. Yoo Ri melambaikan tangannya ke Jin Woo. Jin Woo bilang kalo dia bakal masuk. Yoo Ri bilang nggak, dia yang bakal keluar. 


Yoo Ri ngasih segelas kopi hangat dari mesin penjual kopinya. Dia duduk di samping Jin Woo dan nanya ada apa? Jin Woo mengatakan kalo tiba-tiba dia kepikiran Yoo Ri. Yoo Ri menanyakan apa yang terjadi? Jin Woo nanya siapa pria itu? Hah? Yoo Ri nggak ngerti maksud Jin Woo. Jin Woo memperjelas, pria yanv tadi. Jin Woo bilang kalo dia lihat mereka berdua. Yoo Ri berpikir bentar dan ngerti, dia ngasih tahu kalo dia pemilik kafe yang ada di seberang. Oh, Jin Woo lalu nanya apa Yoo Ri kencan sama dia? Ha? Yoo Ri nanya apa yang Jin Woo omongin? Enggak! Jin Woo nanya lagi apa dia menyukainya? Yoo Ri nggak bisa menjawabnya. Jin Woo lalu nanya Yoo Ri nggak bisa minum kopi, kan? Yoo Ri mengangguk. Jin Woo menawarkan susu. Yoo Ri mengangguk lagi. 


Jin Woo bangkit. Dia beli susu di mesin kopi Yoo Ri. Sembari nunggu dia nanya apa Yoo Ri nggak kedinginan? Yoo Ri bilang enggak. Jin Woo ngambil minumannya dan ngasih itu ke Yoo Ri. Dia nanya apa Yoo Ri mau pergi bersamanya? Apa? Tanya Yoo Ri. Jin Woo mengulangi lagi, pergi bersamanya. Yoo Ri terdiam dan nggak langsung ngejawab.

Bersambung...

Komentar :
Eaa...apa nih maksudnya Jin Woo? Pergi kemana? Wah, dan nggak nyangka juga ternyata rumah sakit yang di inginkan sama ibu Yoo Ri adalah rumah sakit punya keluarga Jin Woo, ...jadi dia pangeran yang lagi nyamar? Salut, deh. Apalagi waktu dia dengan tenangnya ngomong sama Min Ho. Ah, bikin meleleh...