Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Untouchable Episode 9 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Untouchable Episode 10 Part 1

Dalam konferensi pers-nya, Joon Seo yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pengatur di Perusahaan Kelauatan Bukcheon mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh Ibu Jung hanyalah asumsi biasa tanpa disertai bukti. Tapi ia berjanji akan menindak tegas siapapun dari perusahaan yang nantinya terbukti bersalah atas kasus itu, bahkan jika itu adalah mendiang ayahnya. 


Sambil mencuci mukanya, Tuan Jang mengatakan bahwa pada zaman dahulu ada yang disebut eksekusi anumerta, yaitu jika kejahatan diungkap setelah penjahatnya meninggal. Dan pada saat itu, mereka akan membuka peti dan mengeluarkan mayatnya, lalu memenggal kepalanya dan membuangnya di jalanan.


“Joon Seo, anak itu, dia berupaya membuka peti mati ayahnya,” kata Tuan Jang. Paman Yong bilang ia tidak menduga Joon Seo akan berbuat sejauh itu dan dia akan menghentikan Joon Seo bagaimanapun caranya.


Tapi Tuan Jung malah mengatakan bahwa apa yang dilakukan Joon Seo itu bagus dan menyebut Ki Seo terlalu lemah untuk melakukan itu.


Ki Seo tampak datang ke Tukang Potong Rambut Ho Beop. Ia bertanya pada penjaga yang berjaga di luar, “Dimana Joon Seo?”


“Lama tidak bertemu, Paman,” sapa Ki Seo. Paman Ho, yang merupakan langganan Tuang Jang, menoleh dan berkata kalau mereka sudah lama tidak bertemu. “Jadi kau tidak mengangkat telepon karena ada disini?” tanya Ki Seo pada Joon Seo. Ki Seo lalu berkata pada Paman Ho bahwa dia yang akan mencukur Joon Seo setelah sekian lama. Ia juga bilang kalau dulu dialah yang pertama mencukur Joon Seo. Ia meminta Paman Ho pergi untuk merokok dan tidak perlu khawatir.


Paman Ho agak ragu, tapi ia tetap memberikan pisau cukurnya dan pergi. Ki Seo lalu mulai mencukur Joon Seo.


Ki Seo: “Kenapa kau melakukan itu?”
Joon Seo: “Karena itu sesuatu yang semestinya sudah kulakukan sejak lama.”
Ki Seo: “Kalau begitu, harusnya kau lakukan itu saat ayah masih hidup. Kau tampaknyaterllau pengecut. Apa kau tidak memikirkan aku? Sebentar lagi aku akan mengikuti Pemilihan Walikota.”


Joon Seo berkata bahwa ia tidak akan membiarkan Ki Seo terpengaruh.KI Seo bilang Joon Seo egois dan tidak pernah memikirkan apa yang dirasakan Ki Seo. Ki Seo menghentikan pisau cukurnya di leher Joon Seo dan memintanya agar tidak bergerak, atau dia akan terluka.


“Jangan membenciku untuk apapun yang terjadi kelak. Semua karena kaulah yang memintanya,” kata Ki Seo lalu melemparkan pisau cukurnya.


Joon Seo lalu mengelap sisa krim cukurnya sendiri.


Seorang wanita tampak sedang menata rambut Tuan Goo. Ketika Ja Kyung datang, Tuan Goo memperbolehkan penata rambutnya pergi.


Tuan Goo tampak mengkhawatirkan Ja Kyung yang kelihatan kurang sehat dan tidak bisa dihubungi. Tapi Ja Kyung langsung menanyakan keperluannya. Tuan Goo lalu mengatakan bahwa Ki Seo memiliki rekaman dirinya bersama Ahn Jin Kyung. Tuan Goo terkejut karena Ja Kyung ternyata sudah tahu rekaman itu dari Joon Seo.


“Aku akan meninggalkan Bukcheon,” kata Ja Kyung.Tuan Goo tidak mengerti. “Aku.... hamil.” Tuan Goo terkejut. “Kalau dipikir-pikir, aku tak pernah memiliki apapun sendiri. Kini, aku memilikinya.” Tuan Goo bertanya apakah Ki Seo tahu tentang itu. “Tidak.”


Tim produksi datang dan mengatakan bahwa acaranya segera dimulai, lalu pergi lagi. “Singkirkan itu. Anak itu terutama bukan mililkmu!” kata Tuan Goo lalu pergi.


Ja Kyung menahan tangisnya dan berkata bahwa dia tidak akan pernah membiarkan ayahnya mengambil anaknya.


DI Kantor Kejaksaan, Jaksa Park memarahi Yi Ra karena membuat konferensi pers untuk Ibu Jung. Dia bertanya apakah Yi Ra musuh keluarga Jang dan menanyakan alasan Yi Ra mencari masalah dengan Perusahaan Kelautan Bukcheon. Yi Ra hanya menundukkan kepalanya. Ponsel Jaksa Park lalu berdering.


“Ya, Direktur Jang Joon Seo? Ah, ya. Aku mengerti,” kata Jaksa Park lalu menutup ponselnya. Ia lalu kembali bicara pada Yi Ra, “Jadi kau punya pelindung di belakangmu. Sudah terlanjur kelaur ke media, jadi tak mungkin menutupinya. Jaksa Seo, lakukan saja sesuka hatimu.” Yi Ra  mengerti.


Pada acara siaran langsung acara Bukcheon 24 jam, Tuan Goo mengatakan bahwa mendiang Tuan Jang adalah seseorang yang menciptakan sejarah Bukcheon. Ia bilang harusnya semua sudah berakhir saat Tuan Jang meninggal dan tidak memojokkan Ki Seo yang akan mengikuti pemilihan walikota berikutnya. Ia yakin Ki Seo akan membawa sejarah baru bagi kota itu. 


Reporter mengatakan bahwa Ki Seo adalah menantu Tuan Goo. Tuan Goo bilang sebagai mantan presiden yang pernah memerintah negara, ia yakin dan percaya pada Ki Seo sebagai politisi. Ia juga yakin kalau warga Bukcheon berpikiran sama dengannya.


“Kau mengubahku dari putra Jang Bum Ho menjadi menantu Goo Yong Chan,” kata KI Seo. Tuan Goo mengatakan bahwa Joon Seo sedang menggali masa lalu Tuan Jang, jadi menurutnya lebih baik jika menjauhkan Ki Seo dari ayahnya untuk berjaga-jaga. “Aku mengerti. Aku akan menganggapnya sebagai niat baikmu.”


Joon Seo mengeluh karena banyak sekali berkas yang harus mereka periksa. Yi Ra bilang berkas kasus itu berasal dari Kantor Polisi Bukcheon dan 5 kantor polisi lainnya. Yi Ra kemudian menanyakan dimana mejanya. “Mejamu?” kata Joon Seo terkejut.


Dan akhirnya Yi Ra bekerja dalam satu meja bersama Joon Seo. “Kenapa? Kau merasa canggung?” tanya Yi Ra saat melihat Joon Seo agak salah tingkah. “Apa? Kau menganggapku sebagai wanita?” Joon Seo menggeleng.


“Aku.. aku.. maafkan aku,” kata Detektif Goo yang hanya memakai kaos dalam dan celana pendek saja.


Seorang preman lalu menghajarnya. “Jangan macam-macam. Jikakau memberitahu polisi, kau akan tamat. Mengerti?!” kata preman itu. Disana ada seorang wanita yang menjerit ketakutan. Preman itu lalu memberikan ponsel kepada Detektif Goo.


Ketua Tim Go datang bersama Sung Gyun yang mengeluh karena dia disuruh datang. Yi Ra bilang itu karena kebanyakan orang lain yang berhubungan dengan kasus ini akan menyangkal atau menolak untuk bersaksi. Suasana di antara Sung Gyun dan Joon Seo masih canggung, karena terakhir kali mereka bertengkar.


Ketua Tim Go lalu menjawab ponselnya, “Ada apa? Apa yang terjadi?”


Mereka berempat lalu pergi ke sebuah hotel. Sung Gyun bilang ia akan masuk dan menanganinya sendiri. Tapi Yi Ra bilang ia saja yang masuk, “Dalam keadaan seperti ini, sebagai wanita, aku memiliki keuntungan. Aku akan menangani mereka diam-diam dan kembali.”


“Sayang! Kenapa kau terlihat seperti itu?” kata Yi Ra. Detektif Goo terkejut. Yi Ra mendekat dan menamparnya. “Kau pembuat masalah! Aku sudah katakan bahwa aku akan memenjarakanmu jika kau selingkuh lagi!” Yi Ra lalu bertanya pada si preman dengan suara ramah, “Maafkan aku, apa yang sebenarnya terjadi?”


Preman itu bilang kalau Detektif Goo sudah melecehkan istrinya. Yi Ra berakting marah dan akan memukul Detektif Goo dengan kursi. Preman itu meminta uangnya.


Yi Ra menjatuhkan kursinya dan berkata dengan ramah bahwa ia akan mengganti rugi sepenuhnya, tapi saat ini ia tidak membawa uang tunai. Ia menunjukkan kartu identitas jaksanya dan memperkenalkan diri. Ia menyuruh mereka datang ke kantornya besok dan akan membayarnya. Preman dan istrinya lalu buru-buru pergi.


Di markas, Detektif Goo merasa malu dan berterima kasih karena sudah diselamatkan. Tapi kemudian ia meminta Yi Ra mempertanggungjawabkan perkataannya yang sudah memanggilnya ‘sayang’.


“Baiklah. Mari katakan saja bahwa kita menikah. Datang ke kantorku besok. Aku mengatakan bahwa aku akan memenjarakanmu jika kau selingkuh. Aku harus bertanggung jawab atas perkataanku,” kata Yi Ra yang membuat semua orang menertawakan Detektif Goo.


Detektif Goo bilang ia hanya bercanda, tapi Joon Seo bilang kalau Yi Ra sedang bicara serius. “Kau benar-benar akan memenjarakanku?” tanya Detektif Goo khawatir. Yi Ra bilang ia akan berusaha agar Detektif Goo hanya akan dihukum dengan melakukan layanan sosial.


Yi Ra lalu meminta kerja sama mereka atas penyelidikannya yang akan dilakukan di markas mereka. “Baik, sayang,” kata Detektif Goo kesal. Ketua Tim Go bilang karena ada Yi Ra, maka mereka akan bekerja dengan benar. Ia juga mengajak mereka semua menggali kasus Heugryeongdo dengan benar.


Ketua Tim Go juga berkata, “Mari kita selesaikan kasus para detektif yang meninggal dengan tidak adil dan memberikan anggota keluarga mereka kompensasi yang layak.” Sung Gyun tampaknya belum tertarik. Joon Seo lalu meminta Sung Gyun agar memberinya satu kesempatan lagi. Sung Gyun tidak terlalu puas, tapi ia setuju.


Yi Ra bilang mereka semua berada di halaman yang sama, jadi harus bekerja sama. Ia kemudian mengajak mereka bersulang.


KI Seo sedang berada di depan restoran Na Na, namun tutup. Kemudian seseorang menyapanya. “Presdir Jang Ki Seo? Ah, sudah lama tidak bertemu,” sapanya. Ki Seo membalas sapaannya dengan dingin, lalu pamit pergi.


“Kau tahu aku mengubah afiliasi partaiku, kan? Semua itu berkatmu. Tidakkah kau ingat? Kau memberiku peringatan yang sangat hebat,” tanya pria itu.


Ternyata pria itu adalah anggota kongres yang pernah dipukuli oleh Ki Seo di toilet sebuah restoran sampai harus dirawat di rumah sakit. Saat itu, Ki Seo mengatakan bahwa Politik di Bukcheon adalah yang kuat menginjak yang lemah.


Ki Seo diam saja saat pria itu mengatakan bahwa dia tidak bisa mendukung Ki Seo di pemilihan Walikota, karena dia sudah berganti partai. Pria itu lalu pamit pergi.


Dalam mabuknya, Detektif Goo mengoceh bahwa ia tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Ketua Tim Go juga tampak sudah tidur. Hanya Joon Seo dan Sung Gyun saja yang masih bertahan.


Sung Gyun bertanya apakah Joon Seo mengenal seseorang bernama Lee Byung Seok. Ia menjelaskan bahwa Byung Suk bekerja sebagai pelayan keluarga Jang seumur hidupnya dan tiba-tiba meninggal dalam kecelakaan mobil. “Ia adalah ayahku,” aku Sung Gyun. Ia penarasan seberapa hebatnya keluarga Jang sampai ayahnya menyerahkan nyawanya untuk bekerja pada mereka.


Joon Seo bilang ia pernah melihat Byung Seok di rumahnya beberapa kali dan Joon Seo mengingatnya sebagai orang yang sangat baik. “Kau salah. Dia hanya ada di tangga dasar sosial,” kata Sung Gyun.


Joon Seo mengingat saat ayahnya beradadi gudang dna tampak memarahi seseorang. “Pengkhianatan hanya dilakukan oleh manusia! Tetapi Byun Seok! Seekor binatang bahkan tidak tahu diri dan mencoba bersikap seperti manusia! Bagaimana aku bisa menangani itu, hah?!”


Tuan Jang lalu memukulkan kayu berapi ke punggung Byun Seok berkali-kali, hinga Byun Seok jatuh tersungkur.


Joon Seo dan Ki Seo kecil melihat kejadian itu. Tapi Joon Seo tidak menceritakan hal itu pada Sung Gyun.


Sung Gyun bilang ia akan mengesampingkan perasaan pribadinya, sama seperti yang Joon Seo lakukan. Dia lalu pamit pergi dan meninggalkan Joon Seo yang merasa sangat bersalah.


Pria anggota Dewan memberikan kartu namanya yang bertuliskan ‘Kim Won Se’, kepada Ibu Jung. Menurutnya hanya ahjumma pahlawan Bukcheon yang bisa mengalahkan Ki Seo. “Aku sedang dibawah penyelidikan. Aku tidak berhak dan tidak berniat untuk mengikuti pemilihan walikota,” kata Ibu Jung.


Won Se bilang ia sudah mendengar kalau Yi Ra menghentikan tuntutan. Won Su mengatakan bahwa Ibu Jung sudah mengacaukan Perusahaan Kelautan di Bukcheon. Ia juga menjelaskan aoa yang pernah ia dengar dari Ki Seo dan mengatakan bahwa jika tidak punya kekuasaan, maka mereka akan terus diinjak-injak. Ibu Jung tampaknya akan mempertimbangkan tawaran itu.


Ketua Tim Go sedang menjelaskan seseorang bernama Jang Gi Cheol yang merupakan tersangka perampokan dan pemerkosaan. Saat tu Gi Cheol datang ke Kantor Polisi Bukcheon untuk menyerahkan diri.


“Aku akan menyerahkan diri. Mohon tangkap aku,” kata Gi Cheol pada Detektif Yoon, ayah Jung Hye.


Ketua Tim Go mengatakan bahwa pada saat itulah pertamanya kalinya Detektif Yoon mendengar tentang Heugryeongdo.


Det. Yoon: “Apa alasanmu menyerahkan diri?”
Gi Cheol: “Heu...Heu... Heugryoengdo.”
Det. Yoon: “Heungryeongdo?”


Tapi malam itu, Gi Cheol ditusuk sampai mati di kantor polisi. Tetapi kasusnya tidak dibawa ke Kejaksaan karena diputuskan sebagai tindakan bunuh diri. Saat itu, Ibu Jung menyadari bahwa kasus itu ditutupi oleh seseorang dan berusaha menyelidiki Heugryeongdo, namun dia tidak bisa mendapatkan surat perintah.


Dengan alasan itulah akhirnya Ibu Jung mengirim Detektif Yoon dan 4 detektif lainnya untuk menyelidiki secara diam-diam. Tapi kemudian semua detektif menghilang kecuali Park Tae Jin. Ketua Tim Go bilang bahwa seluruh pertanyaan berawal dari Pulau Heugryeongdo.


Sung Gyun bertanya bukankah pulau itu adalah milik ayah Joon Seo. Tapi Yi Ra kemudian mengatakan bahwa pemiliknya sudah berubah. Ia bilang tepat sebelum Tuan Jang meninggal, kepemilikan pulai berubah menjadi milik pebisnis dari Jepang bernama Harimoto.


“Sudah lama tidak bertemu,” sapa Detektif Choi sambil melambaikan berkas pada rekan-rekannya.


Gyu Ho bercerita pada Ki Seo bahwaia bertemu seorang keryawan yang ia kenal di Cabang Bukcheon di pesta Japyeong, jadi ia membawakannya minuman. Dan orang itu mengatakan bahwa Anggota Dewan Kim Won Se mendukung ibu Jung sebagai calon walikota.


Gyu Ho menyarankan agar Ki Seo tidak meremehkan Ibu Jung, karena sedak insiden pertolongan yang tersebar di internet, anak-anak muda dan wanita memberikan suara untuknya.


Detektif Choi menjelaskan bahwa Harimoto Ichiro adalah pebisnis di Osaka, Jepang. Ia sudah meminta kerja sama Kepolisian Jepang untuk menemukan keberadaannya, tapi mereka juga kesulitan untuk menghubunginya. Ketua Tim Go menyimpulkan akan sulit bagi mereka untuk mendapatkan surat perintah penangkapannya.


Joon Seo berpikir bahwa pertama-tama, detektif harus mencari bukti bahwa itu adalah pembunuhan, bukan kematian yang tidak disengaja. Detektif Goo ragu kalau semua buktinya masih berada di Kantor Polisi Bukcheon dan ia menduga kalau Park Tae Jin sudah menlenyapkan semuanya.


“Jika kita mencari di luar batas Bukcheon, apa menurut kalian itu masih bukan bukti yang relevan?” tanya Yi Ra.