Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Untouchable Episode 8 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Untouchable Episode 8 Part 3

Kasat Park ternyata pergi menemui Ki Seo. Ki Seo memintanya menangkap seseorang di antara Tuan Goo atau Tae Sub. Ki Seo bilang Tuan Goo dan Ja Kyung-lah yang memerintahkan pembunuhan itu dan ia ingin mengadili mereka secara hukum. “Kenapa? Kau tidak tahu siapa itu?” tanya Ki Seo. Kasat Park tidak menjawab.


Sung Gyun turun dari mobil bersama Joon Seo, lalu langsung menendang Kasat Park sampai terseungkur dan memborgol tangannya. “Apa ini?! Kau bahkan bukan seorang Polisi!” teriak Kasat Park berusaha melepaskan diri. Sung Gyun bilang Kasat Park-lah yang bukan Polisi. “Lepaskan, kau bedebah!”


“Apa yang kau lakukan di depanku?” tanya Ki Seo setelah Sung Gyun membawa Kasat Park pergi. Joon Seo bilang ia sedang menjalankan tugas negara, lalu pergi.


Malam harinya, Detektif Go membawa Pimpinan Jung ke tempat dimana Kasat Park ditahan. Pimpinan Jung mengatakan kalau penahanan yang mereka lakukan itu ilegal dan termasuk penculikan. Joon Seo bilang ia akan memindahkan Kasat Park begitu dia selesai dengan pertanyannya.


Joon Seo bilang Kantor Polisi Bukcheon adalah tempat yang paling aman bagi Kasat Park, apalagi Ki Seo ada di belakang Kasat Park. Itulah mengapa Joon Seo membawanya ke gudang untuk diinterogasi secara ilegal.


Setelah menyiapkan kursi untuk Pimpinan Jung, Sung Gyun meninggalkanya bersama Kasat Park yang berada dalam kondisi terikat di kursi. Pimpinan Jung menyebut Kasat Park sebagai ular Bukcheon yang sedang dalam keadaan menyedihkan. Kasat Park meminta agar dia cepat dibawa ke Kantor Polisi. Pimpinan Jung sadar kalau Joon Seo benar.


Kasat Park: “Tidak ada gunanya, kau meninggalkanku. Joon Seo penasaran dengan kematian Yoon Jung Hye. Ayah Jung Hye, Yoon Dong Pil dan petugas lainnya yang hilang, Joon Seo akan terus menggali kasus mereka. Karena begitulah caranya dia bisa mengungkapkan bagaimana Jung Hye meninggal.”

Pim. Jung: “Jadi? ?”
Kasat Park: “Ketua Tim Yoon Dong Pil pergi ke Heukryungdo berdasarkan perintah ilegal darimu, karena mereka tidak bisa mendapatkan surat perintah penangkapan. Jika tujuan mereka bukan memancing, tapi mereka meninggal saat menjalankan misi rahasia, maka kau tidak akan bisa menghindari tanggung jawab.”


Kasat Park berusaha memprovokasi Pimpinan Jung, kalau Pimpinan Jung-lah yang membunuh mereka semua. Pimpinna Jung tidak menyangkal. Dengan menahan air matanya, Kasat Park minta agar dia dibawa ke Kantor Polisi.


Pimpinan Jung berdiri dan memukulkan kursi yang didudukinya ke tubuh Kasat Park. Pimpinan Jung mengatakan bahwa hal paling memalukan dalam hidupnya adalah fakta bahwa orang seperti Kasat Park memakai lencana yang sama dengannya.


Kasat Park tersenyum mengejek dan mengatakan kalau Pimpinan Jung mungkin juga harus mencabut lencana Polisinya juga. “Jika dipecat, aku akan bersyukur. Lencana Polisi ini terlalu berat selama ini,” kata Pimpinan Jung tanpa ragu.


Pimpinan Jung lalu keluar gudang dan berkata pada Joon Seo, bahwa dia tidak peduli jika Joon Seo mengabaikan  protokol resmi. Baginya yang penting adalah Kasat Park harus membusuk di penjara. Joon Seo mengerti dan Pimpinan Jung pun pergi. Joon Seo lalu masuk ke gudang untuk menemui Kasat Park.


Joon Seo mendekati Kasat Park dan menunjukkan rekaman video saat barang bukti narkoba miliknya sudah ditemukan kembali. Joon Seo bilang kalau orang-orang itu bekerja dengan Kasat Park. Jadi paling tidak, Kasat Park harus menyelamatkan mereka. Joon Seo yakin kalau Kasat Park mengkhianati mereka, maka mereka juga akan melakukan hal yang sama. 


Joon Seo mengatakan kalau Kasat Park menjawab pertanyaannya dengan jujur, maka ia akan memberikan kesempatan untuk membuat kesepakatan. “Siapa itu? Yang memerintahkan agar Jung Hye dibunuh?” tanya Joon Seo.


Kasat Park menjawab, “Yong Hak Soo. Orang yang kau dan kakakmu panggil dengan sebuat Paman Yong. Joon Seo sangat terkejut, sampai tidak bicara apa-apa.


Joon Seo lalu mengawasi Paman Yong yang baru saja keluar dari kantor dengan mobilnya.
Flashback..


Ia mengingat saat ia masih kecil dan memergoki perbuatan ayahnya, lalu Paman Yong mengetahuinya. Tapi ia akan menganggap kalau ia tidak melihat Joon Seo disana.


“Ayahmu selalu memilih Jang Joon Seo,” kata Paman Yong saat ia sudah besar. Atau saat Paman Yong menunjukkan uang yang sangat banyak dan mengatakan kalau semua itu adalah uang untuknya.


Joon Seo lalu pulang ke rumah dan menanyakan hubungan kakaknya dengan Paman Yong. Ki Seo berkata kalau mereka hanyalah berhubungan dekat. Joon Seo bertanya apalah Paman Yong adalah seseorang yang menerima perintah dari kakaknya. Ki Seo menanyakan alasannya.


Joon Seo: “Tidak, bukan? Dia bukan seseorang yang bisa kau suruh sesuka hati, bukan?”
Ki Seo: “Begitukah?”
Joon Seo: “Ada kekuatan yang berbeda. DI belakang Paman Yong, ada seseorang yang memiliki banyak kekuatan. Jika tidak...”
Ki Seo: ”Paman Yong hanyalah salah satu anjing keluarga Jang. Dia pasti sudah bingung sejenak karena pemiliknya berubah. Tapi sekarang, dia mengikuti pemilik barunya dengan baik.”


Ki Seo sejenak menatap Joon Seo yang pergi begitu saja, lalu kembali pada pekerjaannya lagi.


Keesokan harinya, Joon Seo menemui Yi Ra di kantornya. Yi Ra sepertinya merasa canggung, karena Joon Seo terus menatapnya. Ia akhirnya setuju untuk menulis surat dakwaan untuk Kasat Park. Joon Seo mengajaknya agar mengerjakan surat itu bersama-sama. “Hanya kita berdua? Itu... ada banyak, jadi mungkin butuh waktu lama,” kata Yi Ra. Joon Seo tidak masalah.”Baiklah. Aku akan mengatur data terlebih dulu.”


Joon Seo lalu duduk di depan banyak berkas dan Yi Ra merapikan rambutnya dengan bercermin ke ponselnya. Saat Joon Seo menoleh ke arahnya, Yi Ra bersikap pura-pura santai. Ia kemudian mengganti mode ponselnya menjadi kamera depan, lalu memotret Joon Seo. Yi Ra menatap foto itu sambil tersenyum sendiri.


Tuan Goo sedang memancing di tempat favoritnya. Ia bertanya pada Gyu Ho, apakah ayahnya sibuk karena Tuan Goo tidak bisa menghubungi ayahnya. “Ya, dia tidak enak badan belakangan ini,” kata Gyu H. Tuan Goo bertanya apa itu karena Ki Seo. “Ya.” Tuan Goo berkata kalau Ki Seo yang dulu agak berbeda dari Ki Seo yang sekarang.


Gyu Ho: “Dia sedikit berubah.”
Tuan Goo: “Ki Seo, pria itu datang padaku juga sekarang. Apa alasannya?”
Gyu Ho: “Aku tidak yakin. Kurasa mungkin karena Joon Seo.”
Tuan Goo: “Joon Seo?”
Gyu Ho: “Ki Seo selalu mengawasi Joon Seo belakangan ini. Jadi kurasa dia selalu berhati-hati dengan sekelilingnya.”


Tuan Goo bilang kalau Joon Seo juga tidak seperti biasanya. Ia merasa mereka berdua semakin kuat. Ia meminta Gyu Ho agar mendorong mereka satu sama lain dan membuatnya mereka berdua semakin kuat dan berkuasa. “Siapa itu? Orang yang menjadikan anak-anak anjing menjadi bayi harimau dalam semalam? Bedebah itu,” kata Tuan Goo.


Yi Ra sudah selesai membuat surat dakwaan untuk Kasat Park dan meminta Joon Seo untuk melihatnya. Yi Ra mempersilakan Joon Seo untuk melakukan beberapa perubahan, lalu ia sendiri pergi ke toilet.


Di toilet, Yi Ra memakai lagi bedaknya dan tersenyum sendiri. “Apa yang kulakukan?” tanyanya pada diri sendiri.


Ketika Joon Seo sedang mengedit surat dakwaannya, tiba-tiba muncul kiriman foto Yi Ra saat masih SMA dari salah satu temannya. Joon Seo tersenyum geli melihatnya. Tak lama kemudian, Yi Ra kembali dari toilet. Joon Seo tersenyum padanya, jadi Yi Ra bertanya apakah ada sesuatu di wajahnya.


Joon Seo: “Tidak, bukan itu. Bagaimana penampilanmu ketika kau di SMA?”
Yi Ra: “Kenapa?”
Joon Seo: “Aku hanya penasaran.”
Yi Ra: “Kau benar-benar penasaran denganku?”
Joon Seo: “Apa wajahmu berbeda dengan dulu?”
Yi Ra: “Ya, ketika aku masih muda, aku jauh lebih cantik saat itu. Saat itu wajahku bersinar seperti bintang.”


“Pasti bulan, bukan bintang,” kata Joon Seo lalu menunjukkan foto di layar. Yi Ra buru-buru menutupnya dan merasa sangat malu. “Bagaimana? Kurasa tidak ada hal lain yang perlu diperbaiki.” Yi Ra bilang ia merawat wajahnya secara alami. “Aku membicarakan tentang dakwaannya.” Yi Ra bertambah malu lagi.


Joon Seo bilang Yi Ra sudah bekerja keras, jadi ia akan mentraktir Yi Ra makan. Yi Ra berpendapat kalau Joon Seo terlalu sering makan di luar. Joon Seo bilang ia sudah lapar dan mengulang ajakannya.


“Ketua Tim Jang, apa hanya ini satu-satunya tempat yang kau pikirkan untuk makan?” tanya Yi Ra yang merasa heran karena Joon Seo kembali mengajaknya makan di kedai sebelah rumah lama Jung Hye. Joon Seo tidak menjawab dan menyantap makannya dengan lahap. “Kenapa kau menghampus tuduhan untuk obat-obatan dalam dakwaan Park Tae Jin?” tanya Yi Ra lagi.


Joon Seo bilang ia membuat kesepakatan untuk menghapusnya. Ia merasa tuduhan untuk memperintahkan pembunuhan Moon Shik dan sumpah palsu tentang menghilangnya Ketua Tim Yoon, sudah lebih dari cukup untuk memenuhi keinginan Jung Hye yang meninggal secara tidak adil dan juga ayahnya.


Yi Ra bilang itu adalah kasus resmi jaksa dan Joon Seo tidak boleh melibatkan perasaan pribadinya. “Ini satu-satunya cara untuk membuat Park Tae Jin bicara di persidangan. Ini adalah cara terbaik,” kata Joon Seo. Yi Ra mengizinkannya kali ini, tapi tidak untuk kasus berikutnya. 


Yi Ra juga mengatakan kalau iatidak mau menyembunyikan bukti yang dia temukan karena perasaan pribadinya. “Periksa bagian dalam cincinnya,” kata Yi Ra sambil meletakkan cincin kawin Jung Hye di meja, lalu ia pergi.


Di kamarnya, Joon Seo memperhatikan cincin dengan ukiran nama Joon Seo dan Jung Hye. Ia semakin sadar kalau Jung Hye memang mencintainya.


Sementara itu di kamarnya, Yi Ra ingin menghapus foto Joon Seo. Tapi ia membatalkan niatnya dan menyimpan kembali ponselmya.


Keesokan harinya, terlihat Kasat Park dibawa ke pengadilan. Banyak reporter yang sudah menunggu kedatangannya. Joon Seo juga terlihat ada disana. Ia sempat saling bertatapan dengan Kasat Park.


Yi Ra kemudian datang menghampiri Joon Seo dan mengatakan kalau jaksa untuk kasus itu diganti pagi ini. “Apa?” tanya Joon Seo terkejut.


Di dalam ruang sidang, Hakim bertanya pada pengacara Kasat Park apakah pihaknya sudah mengetahui perubahan dakwaan dan alasan perubahannya. Pengacara mengiyakan.  Hakim lalu bertanya pada jaksa, apa alasan perubahan dakwaan tersebut.


Jaksa berdiri dan berkata kalau setelah menginterogasi terdakwa, ia menemukan bahwa terdakwa mengakui perbuatannya karena dipaksa dan interogasi  sebelumnya dilaksanakan di lokasi yang tidak sah.


Pimpinan Jung dan yang lainnya kecewa, tapi yang paling kecewa adalah Sung Gyun yang dari dulu sudah terang-terangan ingin menangkap Kasat Park. Jaksa juga bilang kalau Kasat park mebgakui melakukan pembunuhan dibawah perintah seseorang. Jaksa lalu bertanya pada Kasat Park apakah dia mengenal Tae Sub yang dihukum penjara 8 tahun karena membunuh Ahn Jin Kyung.


Kasat Park: “Ya.”
Jaksa: “Apa kau pernah memerintahkan Joo Tae Sub untuk membunuh Ahn Jin Kyung?”
Kasat Park: “Ya.”
Jaksa: “Apa alasannya?”
Kasat Park: “Mantan Presiden Goo Yong Chan memintaku untuk mencari seseorang untuk membunuh Ahn Jin Kyung.”


Ki Seo terlihat memasuki ruang sidang.


Masyarakat yang hadir tampak sangat terkejut.


Jaksa: “Kenapa mantan Presiden Goo Yong Chan ingin membunuh Ahn Jin Kyung?”
Kasat Park: “Saat itu, mantan Presiden Goo Yong Chan akan segera melakuakn pemilihan, tapi dia diperalat oleh seorang wanita bernama Ahn Jin Kyung yang bekerja untuk kampanyenya. Menggunakan hubungan tanpa pernikahan Goo Yong Chan sebagai umpan, dia meminta uang. Tapi Kandidat Goo Yong Chan menginginkan akhir yang lebih jelas.”


Joon Seo ingat kalau kakaknya juga pernah meminta Tae Sub untuk membuat kesaksian yang menjatuhkan Tuan Goo seperti itu. Ia lalu menoleh ke arah kakaknya.


Dan Ki Seo membalas tatapannya, bahkan tersenyum pada Joon Seo. Ia kemudian pergi meninggalkan ruang sidang.


Hakim mengatakan bahwa Tae Sub sudah selesai menjalani hukumannya. Hakim bertanya kenapa kasus itu diungkit kembali. “Karena hati nuraniku,” jawab Kasat Park sambil melhat ke arah Joon Seo. “Hati nuraniku sebagai petugas Polisi.”