Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Untouchable Episode 8 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Untouchable Episode 9 Part 2

Seorang penjaga yang berada di dalam tampak menutup ponselnya, lalu memerintahkan penjaga lain yang berada di luar untuk berpencar dan mengecek keadaan. Penjaga itu sendiri ikut keluar dan membiarkan pintu gerbang tanpa penjagaan.


Kemudian sebuah mobil yang di dalamnya terdapat Tuan Goo dan Paman Yong sebagai supirnya berhenti di depan rumah Tuan Goo.


Ketika mendengar suara pintu ditutup, Tuan Goo terbangun dan menemukan foto lamanya bersama Tuan Jang. Tuan Goo terkejut, kemudian pergi ke gerbang dan tidak menemukan satu penjaga pun disana. Tidak lama kemudian, barulah para penjaga datang.


Penjaga mengatakan bahwa mereka tidak melihat seorangpun disana. Tuan Goo lalu menatap foto itu lagi dan merasa heran bagaimana foto itu bisa ada di dalam kamarnya. Tuan Goo lalu melihat sebuah mobil mencurigakan yang kemudian berjalan pergi.


Di ruang pertemuan, Paman Yong mengatakan bahwa dengan mengganti nama pemilik lahan berarti pemilik Kota Bukcheon juga akan berubah. Ki Seo berkata bahwa Ja Kyung adalah istrinya dan merupakan bagian dari Keluarga Jang. Paman Yong menyerahkan keputusannya pada Ki Seo, lalu pergi.


Ki Seo lalu menggerutu karena ayahnya meninggalkan kekacauan itu untuknya.


Joon Seo berpikir keras untuk menyelesaikan masalahnya. Ia menatap dirinya di cermin. Ia juga mengingat saat ayahnya mengatakan bahwa penerus keluarga Jang bukanlah Ki Seo, melainkan dirinya.


Ki Seo menyindir bahwa demi menjadi Presiden, Tuan Goo menjual tubuh anaknya. Tapi Ja Kyung bilang ia tidak pernah menjual tubuhnya, tapi ia digigit oleh anjing. Ki Seo tersenyum dan mengatakan bahwa Ja Kyung telah menikahi seekor anjing dan menjadi istri dari seorang bedebah.


Setelah Ki Seo meninggalkan meja makan, Ja Kyung lalu menuangkan minuman untuk dirinya sendiri dan menatap gelasnya. Ia mengingat saat dokter mengatakan bahwa dirinya hamil.
Flashback..


Ja Kyung: “Anak ini.. aku tidak menginginkannya.”
Dokter: “Direktur, aku mengerti bahwa kau memiliki masalah kehamilan...”
Ja Kyung: “Hubungi aku segera setelah kau menjadwalkan operasi.”


Setelah menghabiskan minumannya dalam sekali teguk, Ja Kyung muntah.


Di sebuah tempat yang dirahasiakan, Tuan Jang dan Paman Yong mendengarkan rekaman suara ketika Tuan Goo bertanya pada penjaganya apakah ada orang yang masuk ke rumahnya.


Tuan Jang mengambil fotonya bersama Ki Seo dan Joon Seo kecil, lalu membakarnya. “Mari berikan Ki Seo dan Joon Seo hadiah. Karunia para dewa, dari surga,” ujarnya. Paman Yong menganggukkan kepalanya.


Seorang pria dengan kacamata dan sarung tangan hitam tampak berdendang mengikuti musik yang didengarkannya.


Di dalam mobilnya juga terdapat sebuah topi Polisi.


Ia kemudian bicara dari dalam mobil, “Aku, No Joo Wan, sudah sampai. Semua sampah di Bukcheon akan tersapu dengan bersih! Ready! Action!”


Sejak kedatangannya, Polisi No mulai bekerja keras dan menangkap para penjahat. 


Detektif Go menanyakan tentang mantan pimpinannya, dan Yi Ra bilang bahwa ibunya mengaku padanya bahwa dia merasa nyaman. Yi Ra berkata bahwa dia datang ke Kantor Polisi untuk menemui Kepala Polisi yang baru. “Aigoo, dia sedang sibuk sekarang,” kata Detektif Go.


No Joo Wan yang ternyata adalah seorang Kepala Polisi tampak berjalan melewati para preman yang berlutut dan menundukkan kepalanya.


“Oh, sangat bagus,” kata Kepala No saat melihat jaket salah satu preman. “Kau biasa memberi selebaran kulbu malam saat aku dulu berada disini. Kau pasti menghasilkan uang dengan baik sekarang.” Preman bilang jaket yang dipakainya itu barang palsu. Preman itu juga bilang kalau mereka bukanlah kelompok penjahat teroganisir, mereka hanya berada di lingkungan yang sama dan berkegiatan bersama. “Kegiatan olahraga?” tanya Kepala No.


Kepala No menantang preman itu untuk bertinju dan jika preman itu kalah, mereka ia akan dijatuhi hukuman sebagai pelaku kejahatan terorganisir. Mereka mulai bertanding.


Tapi Kepala No berhasil menjatuhkan preman itu dan memukulinya. Kemudian Yi Ra datang bersama Detektif Go.


“Apa yang kau lakukan?!” tanya Yi Ra. Kepala No menatap Yi Ra sambil mengatur napasnya. Mereka kemudian pergi ke ruang kepala.


Yi Ra berkata pada Kepala No, yang sudah memakai seragamnya, untuk datang ke kantornya besok dan memberikan penjelasan tentang apa yang baru saja terjadi. Kepala No mengerti dan bersedia datang. Ia juga akan datang sambil membawa kasus tentang ibu Yi Ra dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan, melanggar hak kepemilikan, tidak sengaja membunuh saat bekerja, dan masih banyak lainnya.


Kepala No mengatakan bahwa terserah pada Yi Ra akan menuntut ibunya atau tidak. Yi Ra tampak terkejut.


Joon Seo dan Ki Seo makan bersama di sebuah kedai pinggir pantai. Joon Seo mengatakan bahwa pergerakannya di Bukcheon akan semakin besar dan dia akan berusaha untuk menghalangi jalan Ki Seo, tapi ia yakin akan ada perselisihan kecil.


Ki Seo: “Apa ini peringatan?”
Joon Seo: “Hyung bukan lawan yang akan kuperangi.”
Ki Seo: ”Joon Seo, kau adalah adikku. Jika ada sesuatu yang kau inginkan, katakan padaku. Aku akan memberimu segalanya. Tapi, jangan mengambilnya secara paksa dariku.”


Joon Seo berkata bahwa seumur hidupnya ia tidak pernah mencoba merebut sesuatu dari Ki Seo. Ki Seo tidak menyangkal. Ia bahkan mengakui bahwa Joon Seo-lah yang memberikan miliknya bahkan hal-hal yang Ki Seo tidak inginkan.


Ki Seo bilang bahwa ada luka yang diberikan oleh Joon Seo dan juga ayahnya. Ia meminta Joon Seo tidak mengacau dengan luka itu, karena sangat menyakitkan. Joon Seo mengerti.


Tidak lama kemudian, Kepala No datang ke kedai yang sama dan memperkenalkan dirinya sambil memberikan hormat. Joon Seo dan Ki Seo menatapnya heran.


Tuan Goo mengatakan pada Gyu Ho bahwa ada sesuatu yang terjadi pada dirinya dan hanya Tuan Jang yang bisa melakukan itu. Ia merasa aneh, karena Tuan Jang sudah meninggald an Ki Seo belum punya nyali untuk melakukannya dan Joon Seo bukan tipe orang yang akan melakukannya sesuatu seperti itu.


“Apakah Anda menerima ancaman?” tanya Gyu Ho. Tuan Goo mengiyakannya. “Hanya ada satu orang yang bisa meniru pamanku. Seseorang yang bekerja untuk waktu lama untuknya dan seseorang yang paling mengetahui tujuannya.”


“Yong Hak Soo?” tebak Tuan Goo.


Paman Yong berkata pada Joon Seo bahwa ia tidak berpikir untuk melayani siapapun kecuali Tuan Jang. “Jika paman tidak menerima permintaanku, maka paman akan menjadi musuhku,” kata Joon Seo. Paman Yong tersenyum dan berkata bahwa dia tidak bisa menjadi musuh Joon Seo. Ia lalu menganggukkan kepalanya dan bersedia melayani Joon Seo. “Kau harus membuang ayahku.” Paman Yong mengangguk lagi. “Apa ayahku yang menyuruhmu untuk membunuh Yoon Jung Hye?”
Flashback..


Tuan Jang memerintahkan Paman Yong untuk melenyapkan Jung Hye. 


Tapi Paman Yong mengatakan pada Joon Seo bahwa kematian Jung Hye adalah kecelakaan. Joon Seo bertanya apa tujuan Paman yong memberitahukan identitas asli Jung Hye padanya. Paman Yong mengatakan bahwa itu untuk membantu Joon Seo sembuh dari lukanya secepat mungkin. Padahal Tuan Jang dulu berkata, “Gunakan kematian Jung Hye, agar Joon Seo kembali ke Bukcheon atas keputusannya sendiri.”


Joon Seo bertanya apa alasan Paman Yong membuatnya menjadi pembunuh. Paman Yong mengatakan bahwa itu adalah keinginan Park Tae Jin sendiri, tapi sebenarnya Tuan Jang berkata, “Jadikan Joon Seo sebagai seseorang yang akan membahayakan dunia! Satu-satunya orang yang bisa menjadi diriku adalah Joon Seo! Ki Seo adalah sebagai bahan bakar untuk pertumbuhan Joon Seo. Buat Joon Seo mengendalikan Goo Yong Chan.” Paman Yong juga mengatakan bahwa bukan hanya uang yang ia berikan pada Joon Seo.


Joon Seo membongkar uang yang ia sembunyikan dan menemukan sebuah kotak di dalamnya.


Ia menemukan sebuah flashdisc di dalam kotak itu dan kemudian mengecek apa yang ada di dalamnya. Ternyata itu sebuah rekaman yang diambil secara sembunyi-sembunyi.


“Aku senang kau datang, Direktur Ahn,” kata Tuan Goo sambil menggenggam tangan Ahn Jin Kyung. Dan sepertinya kamera itu dibawa oleh Jin Kyung sendiri. “Aku merasa sanagt lebih baik belakangan ini berkat dirimu, Direktur Ahn.”


Joon Seo melihat rekaman itu dengan serius lalu memikirkan sesuatu.


Ibu Jung baru saja selesai berbelanja dan merasa bahwa itu lebih mahal dibandingkan makan di luar.


Dalam perjalanan pulang, Ibu Jung melihat seorang pria mengamuk sambil membawa palu. Ia berusaha untuk tidak peduli. Tapi kemudian pria itu memecahkan kaca mobil dan ada orang di dalamnya.


Saat mendengar ada yang akan menghubungi Polisi, pria itu akan menyerangnya juga. Tapi kemudian Ibu Jung mengalahkannya dengan mudah. Ketika mobil Polisi datang, Ibu Jung buru-buru pergi.


Di rumah, Ibu Jung menatap seragamnya lalu menyimpannya dengan rapi di dalam kotak. Ketika mendengar kedatangan Yi Ra, ia segera menutup kotaknya.


Yi Ra bertanya apakah ibunya mengenal Kepala No Joo Wan. Ibu Jung bilang Kepala No pernah bekerja sebagai petugas intelijen dibawahnya. Yi Ra lalu memberitahu ibunya bahwa Kepala No menjadi pengganti ibunya di Kantor Polisi Bukcheon.


Yi Ra lalu bertanya apakah ibunya benar mengirimkan ayah Jung Hye dan detektif lainnya ke kapal yang kemudian mengalami kecelakaan itu. Ibu Jung diam saja. Yi Ra meminta ibunya mengatakan apa yang terjadi, karena jika tuduhan itu benar maka ibunya bersalah karena menyalahgunakan kekuasaan demi kepentingan pribadi. Yi Ra juga bilang kalau ibunya bisa terkena tuduhan membunuh, karena semua detektif itu mati.


Ibu Jung menghela napas dan mengangguk, “Itu benar.” Yi Ra menanyakan alasannya. “Alasanku dapat dibenarkan. Aku merahasiakannya untuk menemukan penjahatnya. Jika bukan aku, tidak akan ada orang lain yang melakukannya. ”


Yi Ra bertanya apakah ibunya tidak merasa bersalah pada keluarga korban, karena kematian mereka ditentukan sebagai kematian tidak disengaja, maka keluarga tidak mendapatkan ganti rugi apapun dari pemerintah.


Ibu Jung mengatakan bahwa dia pergi Agen Polisi Nasional, Kantor Jaksa Agung dan bahkan pada media, tapi tidak ada yang mau mengungkapnya. Ia malah dianggap merusak barang butki dan menyebarkan kebohongan.


Yi Ra berkata bahwa Kepala No akan melaporkan ibunya. Tapi Yi Ra bilang ia tidak akan membuat dakwaan untuk ibunya. Ia kemudian pergi ke kamarnya dan meninggalkan Ibu Jung yang merasa bingung.