Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Untouchable Episode 9 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Untouchable Episode 9 Part 3

Ja Kyung sedang berbicara dengan dokternya dan berkata bahwa ia tidak bisa melakukan operasi sesuai jadwal. Ia meminta dokter untuk menjadwalkan ulang di hari lain dan mengkonfirmasikannya lagi nanti.


Nyonya Jang yang mendengar perkataan Ja Kyung tampak khawatir dan meminta Ja Kyung untuk tidak menyembunyikannya jika memang sedang sakit. Ja Kyung tetap mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Nyonya Jang bertanya apakah penyakit itu yang menyebabkan Ja Kyung tidak juga hamil. Ja Kyung mengelak dan pergi.


Nyonya Jang: “Belakangan ini kalian berdua tidur secara terpisah, bukan? Alasan kenapa aku tidak mengatakannya, karena kupikir bahwa kau tahu alasan kenapa kau datang kemari.”
Ja Kyung: “Apa alasanku datang kemari, Ibu?”
Nyonya Jang: “Apa kau bertanya karena kau tidak mengetahuinya? Kau harus punya anak dengan Ki Seo.”
Ja Kyung: “Maafkan aku. Aku baru saja mengetahui alasanku datang ke keluarga ini.”


Joon Seo menghampiri Ja Kyung di ruang pertemuan, lalu menunjukkan rekaman Tuan Goo dan Ahn Jin Kyung. Joon Seo meminta Ja Kyung agar mengatakan pada Tuan Goo untuk menyerahkan diri. Joon Seo bilang jika Tuan Goo menyerahkan diri, maka ia tidak akan mengungkapkan video itu. Joon Seo bilang itu adalah pertimbangan terakhirnya untuk orang yang sudah menjaganya selama tiga tahun di SMA.


Saat Joon Seo akan pergi, Ja Kyung mengatakan bahwa orang yang sebenarnya ingin membunuhnya Ahn Jin Kyung adalah Tuan Jang. Joon Seo bilang itu berarti ayah mereka berkomplot. Ja Kyung mengatakan bahwa ia tidak akan mengatakannya pada ayahnya dan memperbolehkan Joon Seo mengungkapkan video itu.


Ja Kyung berkata bahwa dengan itu, maka dua laki-laki paling merepotkan dalam hidupnya akan menghilang di saat yang sama, yaitu ayahnya dan suaminya. Joon Seo mengatakan bahwa kakaknya tidak ada hubungannya dengan kasus Ahn Jin Kyung. Ja Kyung bilang ayahnya tidak akan membiarkan dirinya jatuh sendirian, jadi dia pasti akan menyeret Ki Seo sebagai ganti Tuan Jang. “Maka Keluarga Jang yang dibangun selama 100 tahun terakhir, akan jatuh dalam satu pukulan saja. Aku akan mendapatkan kembali kebebasanku,” kata Ja Kyung.


Joon Seo menatap flashdisc itu dengan bingung, karena ia mengkhawatirkan nasib kakaknya.


“Dokter, aku berubah pikiran,” kata Ja Kyung melalui ponselnya.


Yi Ra berkata bahwa kasusnya semakin rumit karena yang terlibat adalah orang-orang dengan kekuasaan besar. Joon Seo berkata bahwa Yi Ra bisa memutuskan sendiri akan menangani kasusnya atau tidak, karena Joon Seo tidak akan memaksanya.


Yi Ra berkata bahwa dia sudah terlanjur menangani kasus Jung Hye. Akhirnya  ia mengatakan bahwa ibunya yang mengirim ayah Jung Hye dan detektif lainnya dalam penyelidikan ilegal. Yi Ra bilang jika ingin mengungkapkan alasan kematian mereka yang tidak adil, maka ia harus mengungkapkan kejahatan ibunya dulu.


Joon Seo menyuruh Yi Ra tidak berbuat apa-apa, karena dia yang akan menangani masalah Ibu Jung. Tapi Yi Ra mengingatkan bahwa akar masalah yang sebenarnya adalah ayah dan kakak Joon Seo.


Yi Ra bilang seharusnya ia minum dan bicara sendiri. Ia kemudian pergi untuk pergi minum di tempat lain sendirian. Joon Seo ingin mengikutinya tapi bartender meminta Joon Seo membayar tagihannya terlebih dulu.


Karena tidak bisa menemukannya, Joon Seo lalu menghubungi ponsel Yi Ra. Tapi kemudian ia mendengar suara putus asa Yi Ra karena mesin yang ia mainkan. Ia menuduh mesinnya rusak, padahal itu hanya karena ia tidak berhasil mendapatkan bonekanya.


Joon Seo menghampirinya dan berusaha mengajari Yi Ra, namun ternyata ia juga tidak berhasil. Karena penasaran, Joon Seo mengeluarkan koin lagi dan memainkannya lagi.


Mereka berdua tidak menyerah dan bermain dengan mesin yang berbeda. Dan akhirnya Yi Ra berhasil lebih dulu. Ia kemudian memamerkannya pada Joon Seo. “Kau bahkan tidak bisa menangkap boneka, bagaimana kau bisa menangkap penjahat?” goda Yi Ra.


Joon Seo tidak mau menyerah. Yi Ra ingin membantunya, tapi Joon Seo menolak. Mereka menghabiskan malam mereka dengan bermain mesin boneka.


Keesokan harinya, Tuan Goo meminta Paman Yong menemuinya dan bertanya apa yang sudah Paman Yng dapatkan dengan berada di sisi Tuan jang sepanjang hidupnya. Paman Yong bilang ia tidak mendapatkan apa-apa.


Tuan Goo bilang Tuan Jang sudah mati, namun Paman Yong masih bersikap sama seperti saat Tuan Jang masih hidup. Tuan Goo menanyakan alasannya, tapi Paman Yong hanya tersenyum.


Ketika baru saja berpisah dengan Paman Yong, Tuan Goo menerima telepon. “Ya? Tidak. Aku akan datang padamu. Sampai bertemu di rumah.”


Saat akan menutup ponselnya, Tuan Goo melihat Tae Sub berdiri di seberang jalan dan masuk ke mobil yang sama dengan Paman Yong. “Joo Tae Sub?” gumam Tuan Goo heran.


Di ruang pertemuan, Ki Seo bertanya apakah Tuan Goo sudah makan karena dia sendiri sedang kehilangan selera makannya. Tuan Goo berpura-pura peduli dengan mengatakan bahwa ia akan meminta dokter herbalnya membawakan obat herbal untuk Ki Seo.


Ki Seo lalu menyampaikan keputusannya yang akan menguntungkan bagi mereka berdua. Tuan Goo berkata bahwa Ja Kyung adalah anggota Keluarga Jang, maka lahan itu tidak akan pernah meninggalkan Keluarga Jang.


Ki Seo kemudian menunjukkan video rekaman Tuan Goo dengan Ahn Jin Kyung. Ki Seo bahkan sudah mengirimkan file suaranya pada Kepala Jaksa. 


Tuan Goo menahan kemarahannya, karena sekarang posisinya berbalik. Ki Seo bahkan memberikannya waktu dua sampai tiga hari untuk memikirkannya, sama seperti ketika dia mengancam Ki Seo. “Siapa yang memberikannya padamu?” tanya Tuan Goo sambil mengingat saat ia melihat Tae Sub.


Tuan Goo mengatakan bahwa ia tidak memaksa Ki Seo untuk memberitahukan siapa orangnya. Tapi ia mengakui bahwa Ki Seo punya senjata yang bagus. “Aku akan meneleponmu nanti,” kata Tuan Goo lalu pergi.
Flashback..


Ternyata Ki Seo mendapatkan video itu dari Joon Seo. Ketika ditanya darimana ia mendapatkannya, Joon Seo berkata bahwa pekerjaannya adalah menemukan sesuatu seperti itu.


Ki Seo: “Sebagai detektif? Apa alasanmu memberikannya padaku?”
Joon Seo: “Anggap saja sebagai adik yang membantu hyung-nya.”
Ki Seo: “Aku bisa menggunakan ini untuk kepentingan pribadi tanpa mengungkapkannya pada publik. Kalau begitu, kejahatan mertuaku akan disembunyikan selamanya. Bagi Ketua Tim Jang Joon Seo yang kaku, ini tidak bisa diterima, bukan?”
Joon Seo: “Hyung, aku tidak senaif itu.”


Joon Seo yakin akan ada kesempatan bagi kakaknya untuk membantunya suatu saat nanti.


Sementara itu di rumah sakit, seorang dokter tampak mengecek tato di bahu Na Na. Dokter itu bilang membutuhkan beberapa kali operasi untuk menghapus tato itu. Ia bisa menghapus tato itu dengan pembedahan, namun ia tidak bisa menghapuskan semua jejaknya. Na Na mengangguk mengerti.


Di lorong rumah sakit, ia melihat Ja kyung berjalan dari arah sebaliknya, namun mereka aling berjalan begitu saja. “Nyonya... Nyonya... Anda meninggalkan foto USG janinmu,” kata seorang perawat yang berlari menghampiri Ja Kyung. Na Na sangat terkejut mendengarnya dan melangkah pergi, tapi Ja Kyung menyuruhnya berhenti.


Ja Kyung menghampiri Na Na dan berkata, “Jangan katakan apapun pada siapapun. Atau aku akan membunuhmu.” Na Na tampak ketakutan.


Di rumah, Ki Seo mengatakan pada Ja Kyung bahwa dia memutuskan untuk mempertahankan lahan itu.  Ja Kyung bilang ia tidak pernah ingin mengambil sesuatu milik Ki Seo, dan ia meminta Ki Seo juga melakukan hal yang sama.


Joon Seo berkata pada Paman Yong bahwa dulu saat masih kecil ia sangat bangga pada ayahnya, karena semua rakyat Bukkcheon menghormatinya, tapi sekarang ia meragukannya. Ia bertanya kenapa rakyat Bukcheion tidak mengetahui sisi buruk ayahnya.


“Ayahmu memiliki roman wajah yang hangat dan murah hati. Itu adalah kekuatannya,” kata Paman Yong sambil tersenyum.


Di ruang bacanya, Ki Seo terkejut karena Joon Seo minta dijadikan Direktur Perusahaan Kelautan Bukcheon dan sudah menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai detektif. Ki Seo setuju dan menyuruh Joon Seo menggunakan waktunya untuk mempelajari pekerjaan barunya.


Joon Seo juga ingin menjadi Anggota Komite Bukcheon. Ki Seo bilang itu adalah keputusan komite, tapi ia akan merekomendasikan Joon Seo kepada mereka.