Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Untouchable Episode 9 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Untouchable Episode 10 Part 1

Yi Ra mengecek daftar nama dan ia berkata bahwa ia bisa mengisi 100 lembar kertas berisi daftar korupsi untuk masing-masing orang. Dan jika tahu bahwa mereka sedang diselidiki, maka orang-orang itu akan bersatu.


“Agar mereka tidak bersatu... Satu.. Kita hanya perlu menyelidiki satu orang ,” kata Joon Seo. Sepertinya orang yang dimaksud itu adalah Ki Seo.


Di ruang baca, Ki Seo memberitahukan pada Jaksa Park bahwa ia akan merekomendasikan joon Seo sebagai anggota baru di Komite Bukcheon. Ki Seo juga memberitahu mereka bahwa ia akan menempatkan Joon Seo sebagai Direktur Perusahaan Kelautan Bukcheon.


Di pertemuan komite, Ki Seo meminta mereka yang setuju dengan bergabungnya Kepala No dalam Komite Bukcheon untuk mengangkat tangannya. Ki Seo kemudian meresmikan penerimaannya dengan hasil suara lebih dari 50 persen.


Setelah resmi, Kepala No memberi hormat, lalu duduk bersama Dewan komite yang lain.


Namun, saat pemilihan suara untuk Joon Seo, hanya Ki Seo yang mengangkat tangannya. Paman dan Gyu Ho ingin mengangkat tangannya, namun mereka membatalkan niatnya.


Ki Seo mengulangi kata-katanya, lalu hampir semua orang  mengangkat  tangannya. Joon Seo tersenyum geli dan berkata, “Semuanya, tolong bimbing aku.” Semua orang bertepuk tangan. Paman Yong juga tampak tersenyum. “Terima kasih, Presdir,” kata Joon Seo pada kakaknya.


Di ruang bacanya, Ki Seo memarahi Jaksa Park karena merasa semua orang di pertemuan tadi melawannya. Jaksa Park meminta maaf dan menceritakan bahwa sebelum pertemuan dimulai, Joon Seo mengumpulkan anak buah Jaksa Park di ruang pertemuan.


Joon Seo memperkenalkan dirinya sebagai putra kedua keluarga Jang. Ia bilang ia akan bicara santai karena menganggap mereka semua juniornya di Bukcheon. Ia bertanya kenapa anggota Komite Bukcheon sangat terintimidasi oleh ayahnya. Tapi setelah membaca berkas yang menumpuk di mejanya, Joon Seo bisa mengerti.


Seseorang mengangkat tangannya ketika Joon Seo menyebut nama Choi Jung Hoon yang merupakan putra tertua dari Jaksa Umum Choi Myung Joon. Joon Seo mengatakan bahwa Jung Hoo mengubah nilainya demi masuk ke Universitas Bukcheon.


Semua orang menundukkan kepalanya karena Joon Seo tahu bahwa mereka semua memalsukan nilainya demi masuk ke Universitas Bukcheon. Joon Seo bilang itu akan jadi masalah jika hal tersebut terungkap. Jadi ia meminta mereka semua pergi menemui ayah mereka dan mengatakan bahwa Joon Seo-lah yang akan menjamin masa depan mereka.


Jaksa Park berkata, “Kami tidak punya pilihan lain selain percaya padanya. Kami diberitahu bahwa Tuan Jang telah memberikan berkas itu padanya.” Ki Seo tampak marah dan pergi.


Ki Seo pergi ke kamar Joon Seo, namun tidak bisa menemukannya. Tapi ia melihat kotak yang di dalamnya berisi pulpen yang berukirkan nama kakek dan ayahnya. Ia mengingat saat ibunya memberikan hadiah itu pada Joon Seo yang rencananya akan diberikan ayahnya di hari kelulusan Joon Seo.


Ki Seo ingin tahu seberapa banyak ayahnya memberikan sesuatu pada Joon Seo. Ia mulai mencari-cari dan menemukan tumpukan berkas yang disimpan dalam kain. Ki Seo terkejut karena hanya beberapa lembar saja yang berisi informasi pribadi, sedangkan yang lainnya hanya berupa kertas kosong. 


Yi Ra yang baru sampai di depan rumahnya sangat terkejut, karena banyak reporter yang mengerumuninya. Mereka bertanya apakah Yi Ra adalah anak mantan Kepala Polisi Jung Yoon Mi. Yi Ra kebingungan dan buru-buru masuk ke dalam rumah.


Yi Ra masuk dan bertanya pada ibunya apa yang dimaksud dengan ‘pahlawan ahjumma Bukcheon’. Ibu Jung mengatakan bahwa seharusnya ia tidak melakukan itu.


Yi Ra masuk ke kamarnya dan tersenyum saat melihat video ibunya yang sedang mengatasi penjahat sambil membawa barang belanjaan. Banyak yang memberikan komentar positif atas tindakan Ibu Jung. 


Yi Ra kemudian menjawab ponselnya, “Halo? Ya, aku melihat videonya. Ya? Apa maksudmu dengan bagaimana menurutku? Hal tak terduga apa yang kau pikirkan?”


Tuan Goo bercerita pada paman dan Gyu Ho bahwa Paman Yong menemuinya, tapi dia membawa Tae Sub bersamanya. Paman merasa heran karena orang yang ia sebut sinting itu terus muncul. Tuan Goo meminta agar Tae Sub segera diurus, karena ia tahu bahwa Tae Sub mencoba mengirimkan peringatan tanpa kata-kata.


Gyu Ho lalu berkata bahwa Paman Yong tidak pernah meninggalkan Tuan Jang, tapi suatu waktu dia pernah pergi ke Jepang sendirian tepat sebelum Tuan Jang meninggal dan beberapa hari sebelumnya Ito dari Perusahaan Kelautan Machimoto meninggal.


Paman mengambil kesimpulan bahwa Tuan Jang menyuruh Paman Yong untuk membunuh Ito.


Di rumah, Joon Seo memberitahu kakaknya bahwa besok ia akan mulai pergi kantor. Ia bilang ia akan bekerja keras. Ki Seo berkata, “Baiklah. Lakukanlah pekerjaanmu, agar kau tidak mempermalukanku ataupun ayah.” Joon Seo tersenyum dan berjanji akan bekerja dengan baik.


Para reporter masih berkumpul di depan rumah Yi Ra dan saat Ibu Jung turun mereka mengerumuninya dan bertanya bagaimana perasaan Ibu Jung setelah dianggap sebagai pehlawan di Bukcheon. Belum sempat Ibu Jung menjawab, beberapa orang dari kejaksaan menghampirinya.


Inspektur Kim yung Suk dari Kejaksaan menunjukkan surat penangkapan untuk Ibu Jung dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan. Petugas yang satu lagi memasangkan borgol ke tangan Ibu Jung. Para reporter kebingungan.


Yi Ra hanya bisa menyaksikan penangkapa ibunya dengan sedih dari dalam mobil kejaksaan.


Di kantor kejaksaan, Ibu Jung berkata bahwa ia lega karena sudah ditangkap, tapi dengan begitu maka dinding para penjahat tidak bisa dihancurkan. Joon Seo mengatakan bahwa Ibu Jung tidak harus menghancurkannya, tapi cukup membuat lubang kecil saja di dindingnya.


Seorang reporter membawakan berita bahwa orang yang dianggap pahlawan dan diketahui sebagai Mantan Kepala Polisi, malah kemudian ditangkap oleh kejaksaan. Ia mengatakan bahwa media akan berfokus pada alasan penangkapannya.


Yi Ra dan Joon Seo mengantarkan Ibu Jung keluar.


Didampingi dua orang petugas kejaksaan, Ibu Jung bersiap memberikan konferensi pers.


Reporter: “Apa alasan Kantor Kejaksaan menangkapmu?”
Ibu Jung: “Ini karena kejahatan yang kulakukan ketika aku menjadi Kepala Polisi.”
Reporter: “Apa itu?”
Ibu Jung: “Tiga tahun lalu, ada kecelakaan dimana empat detektif meninggal. Karena perintah langsungku, mereka berada di kapal tanpa surat penangkapan dan akhirnya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Aku menyalahgunakan kekuasaanku dan harus mengambil tanggung jawab yang asah atas kematian mereka.”


Seorang reporter bertanya apakah itu alasannya mundur dari jabatan Kepala Polisi. Ibu Jung menjawab, “Kecelakaan itu dimanipulasi. Pihak yang bertanggung jawab dibalik manipulasinya adalah Perusahaan Kelautan Bukcheon dan Mantan Walikota Jang Bum Ho yang merupakan pemilik Heugryengdo. Dan orang yang memecatku adalah penguasa Perusahaan Kelautan Bukcheon yang memerintah Bukcheon!”


Para reporter mulai ribut.


Dengan sedih Yi Ra berkata bahwa ibunya pasti akan dinyatakan bersalah. “Jangan khawatir. Hukum itu tidak adil,” kata Joon Seo.


Malam harinya, Ki Seo tampak makan di restoran Na Na. Ki Seo bertanya apakah Na Na sudah ke rumah sakit dan bertanya apakah tatonya bisa dihapus. Na Na meminta Ki Seo tidak datang lagi kesana. Ki Seo bilang ia bisa datang sebagai pelanggan. “Kau punya istri dan keluarga. Kita melakukan hal-hal yang dengan mudah disalahpahami oleh orang lain,” kata Na Na.


Ki Seo meletakkan uang pembayarannya dan akan pergi. Na Na lalu mengatakan bahwa tatonya tidak bisa dihapus, begitu juga luka yang diberikan Ki Seo padanya. “Mie-nya enak,” kata Ki Seo lalu pergi.


Na Na tampak sedih.


Di luar restoran, Ki Seo menjawab ponselnya, “Ya. Apa?Perintahkan pada seluruh karyawan Perusahaan Kelautan Bukcheon agar menutup mulut mereka mengenai insiden itu.”


Dengan mengenakan jas, Joon Seo memperkenalkan dirinya sebagai Direktur Pengatur Perusahaan Kelautan Bukcheon dan mengatakan bahwa ia akan mewakili perusahaan untuk menyatakan sikap mengenai pernyataan Ibu Jung.


Ki Seo kembali ke dalam restoran dan menyaksikan konferensi pers Joon Seo melalui televisi. Ia mendengar Joon Seo mengatakan bahwa pernyataan Ibu Jung hanyalah berupa asumsi pribadi tanpa ada bukti pendukung. 


Tuan Jang juga melihat Joon Seo di televisi, yang mengatakan bahwa jika terbukti ada kaitannya dengan perusahaan mereka, maka mereka akan menindak tegas dan meminta orang itu untuk bertanggung jawab penuh.


“Meskipun orang yang bertanggung jawab mungkin adalah mendiang ayahku, mantan walikota Jang Bum Ho,” kata Joon Seo.