Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Borg Mom Episode 10
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Borg Mom Episode 11 Part 2

Borg Mom lagi tidur tapi dia mimpi buruk. Dia memimpikan saat kecelakaan. Dia mendorong Borg Mom dan merelakan dirinya yang tertabrak mobil. Go Bong berusaha membangunkannya dengan menekan tombol on. Go Bong lalu membawanya ke laboratorium. Go Bong bilang ke Young Cheol nggak peduli Borg Mom itu robot atau alien. Ia hanya ingin mengikuti kata hatinya saja. Ia nggak akan membiarkan siapa saja...pergi dari dunia ini lagi. Borg Mom, inikah cinta yang ia rasakan padanya? Go Bong mengiyakan. Inilah jawaban atas pertanyaannya. Ia hanya bisa mempercayai suara ini dan mengikuti kata hatinya, Choi Go Bong. 


Borg Mom membuka matanya. Loading sudah selesai. Borg Mom melihat sekitar. Lalu ia melihat Go Bong tidur di sampingnya. Borg Mom membelai rambut Go Bong. Ia menekan telinga Go Bong seperti saat Go Bong menyentuh telinganya untuk menyalakannya. Go Bong bangun. Ia melihat Borg Mom yang sudah membaik. Borg Mom menanyakan apakah Go Bong sudah selesai loading? Go Bong manggil Borg Mom. Borg Mom nanya lagi, Go Bong sudah bangun? 


Go Bong terus menatap Borg Mom lalu memeluknya. Borg Mom ngasih tahu kalo Go Bong memeluknya sangat erat. Ia menghalangi arus voltase-nya. Go Bong melepaskan pelukannya dan menatap Borg Mom lekat-lekat. Ia membingkai wajah Borg Mom menggunakan kedua tangannya. Ia nggak tahu betapa Go Bong mencemaskannya. Borg Mom bertanya Go Bong mencemaskannya? Go Bong mengiyakan dengan lembut. Dia melanjutkan kalo ada masalah dengannya, Yool akan khawatir. Ia berpesan agar Borg Mom jangan pernah terluka dan rusak lagi. Atau dia akan...membuangnya. Borg Mom seperti terlihat sedih mendengarnya. Kalo ia nggak berguna lagi apa Go Bong akan mengusirnya? Go Bong membenarkan. Borg Mom meminta agar Go Bong nggak menipunya. Go Bong heran Borg Mom mengatakan itu. Borg Mom melanjutkan kalo dia nggak ingin ditinggalkan. Ia ingin tinggal dengan Yool dan Go Bong lalu menjadi berguna bagi mereka. Go Bong menatap Borg Mom tajam. Ia memanggil Borg Mom. 


Borg Mom baru menyadari kalo Go Bong terluka. Ia menyentuh luka di kening Go Bong. Go Bong menyingkirkan tangan Borg Mom dan mengatakan kalo dia baik-baik saja. Borg Mom menirukan kata-kata Go Bong, jangan pernah terluka lagi atau Birg Mom akan...Go Bong seperti cemas menantikan kata berikutnya. Dia pikir borg Mom akan membuangnya juga tapi ternyata Borg Mom hanya bilang akan mengobatinya. 


Borg Mom bangkit dan mengambil kotak obat. Ia mengobati Go Bong meski Go Bong bilang kalo dia nggak papa. Borg Mom meniup luka itu, membuat Go Bong tersentuh dan terus menatapnya. Borg Mom menanyakan apa perbaikannya belum selesai? Ia merasakan demam di wajahnya. Go Bong bangkit dan memeriksa wajahnya. Tapi hal itu malah membuat Bog Mom lebih panas.


(Ini sangat panas)


Go Bong mengaku bisa merasakannya tapi ini nggak terlalu panas. Tapi mendadak jadi makin panas dan hal itu mengejutkan Go Bong. Borg Mom memberitahu kalo suhu kulitnya saat ini 70 derajat celcius. Go Bong terkejut, 70 derajat? Kenapa ini bisa terjadi? Go Bong menyentuh Kening Borg Mom lagi, dan sekaranv sudah baikan. Borg Mom memberitahu kalo sekarang suhu tubuhnya 40 derajat celcius. Demamnya menurun lagi. Go Bong bertanya-tanya kenapa bisa begitu? Bel pintu berbunyi. Go Bong bilang ke Go Bong kalo dia akan melihat siapa yang datang. Dia nyuruh Borg Mom untuk mengisi energinya dulu sebelum ia kembali. Borg Mom tersenyum mengiyakan. 


Go Bong membuka pintu. Ternyata yang datang adalah rekan Go Bong yang sedang menyamar menjadi tukang antar barang. Go Bong mengatakan padanya kalo mereka nggak memesan apapun. Go Bong hendak masuk kembali dan menutup pintu tapi orang itu mencegah. Ia membuka topi dan kacamatanya. Dia tertawa menatap Go Bong dan mengatakan Go Bong harus mengkonfirmasi ini. Oh, ada luka bekas jahitan di pipinya. Ia menyodorkan ponselnya dan nyuruh Go Bong untuk tanda tangan. Go Bong mengambil pena dan tanda tangan. Orang itu bilang ok, sudah di konfirmasikan. Dia melihat ke belakang dan bertanya bisakah membawa barangnya masuk? 


Go Bong mempersilakannya untuk masuk. Orang itu lalu masuk. Setelah sampai di dalam ia malah mendorong Go bong ke dinding. Ia bertanya apa Go Bing pikir dia b*doh? Go Bong lari begitu saja waktu itu dan nggak bisa dihubungi. Lalu dia tiba-tiba mengalami kecelakaan mobil. Apa maksudnya itu? Orang itu bahkan menunjukkan foto saat Go Bong mengalami kecelakaan. Go Bong bertanya bagaimana dia bisa tahu? Orang itu malah bernyanyi menggunakan tangannya sebagai mic. Halo, ini aku, apa kabarmu? Ia menerima pesan dari agen Yim. Apa Go Bong tahu betapa sulitnya menyelesaikan kecelakaan ini? Go Bong meminta maaf karena menyebabkan masalah. Orang itu merasa karena kecelakaan itu, subjek mereka sudah rusak. Apa ada error? Go Bong menjawab nggak ada. Perbaikan sudah selesai setelah beberapa tindakan sederhana. Orang itu lalu menanyakan dimana Borg Mom? Go Bong memberitahu kalo Borg Mom sedang mengisi energinya. Ini agak susah untuk memperlihatkannya. 


Orang itu tertawa dan mengatakan akan melihatnya sekarang. Orang itu menghitung sambil meliukkan tubuhnya. Go Bong sigap menghalangi di depannya. Dia nggak mau orang itu melihat Borg Mom. Go Bong berbohong mengatakan anaknya sebentar lagi akan pulang sekolah, ia akan mengirimkan laporannya ke surel orang itu. Nanti dia bisa kembali lagi. Orang itu lalu menggenggam  tangan Go Bong dan mencengkeram kerah baju Go Bong. Kalo ada kesalahan dengan Borg Mom, maka ia akan mematahkan tangannya Go Bong. Go Bong agak ngeri mendengarnya tapi akhirnya ia mengiyakannya. Habis itu orang itu pun melepaskan Go Bong. Ia pamit pergi. Ia akan menunggu laporan selanjutnya. 


Go Bong menghela nafas setelah kepergian rekannya. Tapi nggak lama kemudian bel pintu berbunyi lagi. Go Bong buru-buru membukanya. Ternyata masih orang yang sama. Ia mengancam kalo Go Bong nggak bisa di hubungi lagi,... ia menggenggam kedua tangan Go Bong dan melanjutkan kalo Go Bong akan mengalami masalah. Go Bong mengiyakan ia mengerti. Orang itu lalu menari. Go Bong malas melihatnya dan menutup pintu. Habis itu bel bunyi lagi. Go Bing membukanya dan orang itu masih belum pergi. Go Bong bertanya apa lagi? Orang itu mengatakan ia telah melupakan hal penting. Go Bong menatapnya. Ia lalu melanjutkan kalobia ingin menumpang ke toilet. Lalu terdengarlah suara k*ntutnya. Orang itu bergegas melewati Go Bong. 


Soo Ji berjalan sambil membawa dua cup kopi. Ia merasa harus cepat. Baginya minum kopi dengan guru Hyun Bin adalah yang paling berharga. Ia nggak akan menyerah. Soo Ji melihat Guru Hyun Bin. Ia mau menghampirinya tapi nggak jadi gara-gara melihat Young Cheol bersama dengan Yool. Soo Ji pun bersembunyi.


Guru Hyin Bin menyapa Yool, hei, Borg. Yool dan pamannya tampak nggak semangat. Guru Hyun Bin bertanya Young Cheol mengantarnya kesekolah lagi? Young Cheol dengan malas mengiyakan. Mendadak dia berubah semangat saat menanyakan apa guru Hyun Bin melihat Soo Ji? Guru Hyun Bin mengatakan kalo dia di luar. Di luar? Young Cheol merasa nggak melihatnya saat masuk tadi. Dia lalu berterima kasih. Ia pamit pada Yool lalu pergi. Ia keluar dengan melewati Soo Ji. Soo Ji buru-buru menghadap tembok agar nggak ketahuan. 


Guru Hyun Bin menghadap Yool dan bertanya apa dia kesal dengan sesuatu? Borg mengiyakan. Ia menyampaikan kalo ibunya sakit. Guru Hyun Bin terkejut, kenapa? Bukannya Borg bilang kalo mereka sedang jalan-jalan? Borg menjelaskan kalo ibunya kembali hari ini. Tapi dia hanya di tempat tidur karena dia sedang sakit. Ayahnya juga terluka di wajahnya. Soo Ji yang nggak jauh dari sana terkejut mendengarnya. Borg menutup mulutnya. Dia lupa kalo ayahnya bilang itu rahasia. Dengan lembut guru Hyun Bin bertanya kenapa dirahasiakan kalo ibunya sedang sakit? Borg menutup mulutnya lagi dan menggelengkan kepalanya. Guru Hyun Bin menggenggam tangan Borg, ia meminta anak itu agar jangan khawatir. Ibunya akan sembuh dengan segera. Ia memperbolehkan Borg untuk masuk kelas. Borg menurut dan masuk ke kelas. 


Soo Ji menghampiri guru Hyun Bin. Ternyata benar. Guru Hyun Bin kaget. Soo Ji mengatakan kalo dia dengar orang tua Borg bilang pads anaknya kalo mereka sedang jalan-jalan. Tapi Soo Ji merasa mereka sedang bertengkar. Guru Hyun Bin yang nggak mengerti menanyakan maksudnya. Soo Ji mengingatkan kalo dia tinggal di lantai bawah rumah Borg. Beberapa hari yang lalu, ibu Borg bilang kalo suaminya mungkin sedang bersama wanita lain. Ia juga mendengar suara hantaman, dan suara itu terdengae seperti ada kekacauan di atas sana. Guru Hyun Bin mengulangi, Soo Ji mendengar suara hantaman? Soo Ji menatap guru Hyun Bin ia melanjutkan kalo tiba-tiba suara itu berhenti. Dan keduanya sakit hati. Sudah jelas yang terjadi. Soo Ji mengaku ia pernah mengalaminya sebelumnya. Guru Hyun Bin mengatakan bukankah sebaiknya dilaporkan ke polisi? Soo Ji mengeluhkan. Seharusnya pak guru jangan ikut campur dengan mereka. Pokoknya guru Hyun Bin,...Soo ji tersenyum. Ia bertanya Guru Hyun Bin nggak ada kelas pagi ini, kan? Soo Ji menyodorkan kopinya. Ia bertanya apa yang ingin guru Hyun Bin lakukan? Guru Hyun Bin mengatakan kalo dia harus ke suatu tempat sekarang. Soo Ji sok jual mahal. Ia juga asa janji hari ini. Ia akan bermain golf dengan ibu keagungan. Ia sangat sibuk. Guru Hyun Bin bilang sampai jumpa lalu meninggalkan Soo Ji. 


Soo Ji menghela nafas. Itu melukai harga dirinya. Menurutnya guru Hyun Bin sangat sulit didapat. Nggak lama kemudian dia mebdapat panggilan dari si tak sopan. Soo Ji kesal. Dia benar-benar nggak menyerah. 


Do Hye sedang bersama Gwi Nam. Gwi Nam menanyakan parfum apa yang Do Hye gunakan? Apa dugaannya benar? Mereka tertawa-tawa seolah akrab. Nggak jauh dari mereka ada Ti Na yang lagi memperhatikan mereka berdua. Soo Ji datang dan menghampiri Ti Na. Ti Na nyuruh Soo Ji untuk melihat Do Hye dan Gwi Nam. 


Guru Hyun Bin keluar dengan terburu-buru. Ia memberi salam pada Soo Ji dan Ti Na lalu berlari. Ti Na bertanya-tanya guru Hyun Bin mau kemana terburu-buru seperti itu? Soo Ji malas dan bilang nggak tahu. Dia melihat Gwi Nam bersama Do Hye dan jadi iri. Mereka masih begitu? Ti Na membenarkan. Batu baru mengambil tempat batu tua. Seperti biasa Soo Ji nggak mengerti dengan apa yang dibilang sama Ti Na. Ti Na mengulangi lagi dengan bahasa yang mudah di mengerti. Maksudnya, Gwi Nam sedang mengambil tempat mereka. Ah, Ti Na merasa nggak suka. 


Do Hye lalu ngajak Ti Na dan Soo Ji untuk main golf. Ti Na dan Soo Ji saling mengangguk lalu menuruni tangga dengan centilnya. Do Hye bilang ikut. Ti N mau melanjutkan seperti biasa tapi diduluin sama Gwi Nam. Gwi Nam bilang ikuti aku, sambil menari. Suasana jadi agak kikuk. Do Hye bilang lagi, terpisah. Gwi Nam mau melanjutkan lagi tapi dia nggak tahu maksudnya. Penggilingan? Putri? Tampar? Salah semua. Ti Na nyuruh dia berhenti. Ia mungkin akan menampar Gwi Nam karena dia sangat lamban.Artinya mereka akan pergi secara terpisah. 


Ti Na tersenyum lalu menggandeng tangan Do Hye sambil mengatakan kalo Gwi Nam nggak bisa pergi ke sana. Hanya dia... . Do Hye memotong mengatakan enggak. Ia memberikan tangan kirinya untuk digandeng sama Gwi Nam. Soo Ji dan Ti Na nggak percaya Do Hye bersikap begitu. Gwi Nam menggandeng tangan Gwi Nam dan mengatakan mereka harus pergi secara terpisah. Dia lalu peegi bersama dengan Do Hye. Bukankah cuaca hari ini begitu bagus? 


Ti Na merasa sangat kesal dengan kejadian tadi. Ia bahkan belum selesai bicara. Dia merasa kepanasan. Soo ji mengipasinya menggunakan tangannya. Mereka melihat Do Hye dan Gwi Nam dan membuat Ti Na makin menjadi kepanasan. Mereka lalu pergi menyusul Do Hye dan Gwi Nam.


Go Bong membereskan toiletnya yang habis dipakai sama rekannya.  Dia melakukannya sambil menutup hidung dan mengeluh. Orang macam apa yang membuang sampah kolosal untuk menyumbat toilet orang lain? 


Bel berbunyi lagi. Go Bong mengira itu rekannya yang tadi. Go Bong merasa sydah muak dengannya. Dia kembali lagi? Dia lalu membuka pintu sambil membawa alat penyedot toilet dan mengacung-acungkannya pada orang yang ada di balik pintu. Dan ternyata orang itu adalah guru Hyun Bin. Go Bong bertanya ada apa guru Hyun Bin kerumahnya. Guru Hyun Bin menatap Go Bong lalu menyingkirkan alat itu dari hadapannya. Ia bertanya apa ibu Borg ada di dalam? Go Bong hanya menatap guru anaknya. 


Soo Ji menyatakan sungguh nggak menyukainya. Do Hye melakukan pukulan dan teman-temannya bertepuk tangan memujinya karena bolanya melayang jauh tak terhingga. Gwi Nam berseru, tepuk tangan untuk ratu golf. Do Hye tersipu-sipu. Gwi Nam menghampirinya dan mengatakan ia sangat mengagumkan. Ti Na sebal melihatnya. Soo Ji sendiri asik dengan ponselnya. 


Sekarang giliran Gwi Nam. Ia tengah mengambil ancang-ancang. Ti Na mengatakan hanya membayar sebanyak itu karena mereka nggak menawarkan member VVIP. Mereka hanya membiarkan seseorang masuk ke klub ini. Soo Ji mengupload fotonya, ratu lapangan, pegolf profesional, bibir... . Tiba-tiba si tak sopan menelpon. Nggak perlu nunggu lama Soo Ji langsung menolak panggilannya. 


Gwi Nam dari tadi nggak juga memukul bolanya. Kebanyakan gaya. Ia bilang ke Do Hye kalo ia masih nggak bisa bertahan. Ia agak malu. Do Hye hanta tersenyum. Gwi Nam memukul bolanya. Bolanya nggak kemana-mana tapi dia malah berputar. Soo Ji tertawa keras banget menertawakan Gwi Nam. Ti Na memberitahu kalo golf bukan bisbol atau memancing. 


Ti Na nyuruh Gwi Nam untuk minggir. Gwi Nam pun minggir dengan senang hati. Ti Na memberitahu inilah topik hangat tentang pendidikan akhir-akhir ini. Apa mereka tahu tentang tes sidik jari? Soo Ji langsung maju dan bertanya, tes bakat sidik jari? Ti Na mengiyakan. Apa Soo Ji belum mendengarnya? Dengan sidik jari, Soo Ji bisa menemukan bakat anaknya. 


Gwi Nam menyela. Secara pribadi, ia lebih tertarik pada keluarga ibu Borg daripada kemampuan puteranya. Ti Na yang sudah nggak tahan lagi akhirnya menegur William Mom. Ti Na menyatakan kalo dia belum selesai bicara. Gimana bisa Gwi Nam memotong pembicaraannya? Tanpa memberinya kesempatan bicara? Do Hye menatap Ti Na tajam. Lalu terdengar suara auman kucing. Ti Na mulai memperbaiki mood-nya. Ia mengaku kenal seorang dokter. Dr. Kim... . Do Hye nggak mau mendengarnya dan memanggil Gwi Nam. Ia meminta Gwi Nam untuk melanjutkan. Ti Na nggak menyangka san memanggil Do hye. 


Gwi Nam tersenyum. Ia mengatakan maksudnya, sehari setelah ibu Borg menyebut kalo suaminya berselingkuh, dia sedang jalan-jalan selama beberapa hari, dan dia masih belum kembali. Soo Ji membenarkan. Ia bahkan mendengar perabotannya pecah karena kekacauan di rumahnya. Menurut anaknya dia bilang ibunya sakit dan ayahnya terluka. Do Hye tampak senang mendengarnya. Benarkah? Soo Ji mengangguk mengiyakan. Gwi Nam tertawa. Ia bahkan nggak perlu melihatnya. Ia sudah tahu itu. Ia dengar pertengkaran antara kekasih adalah yang paling menghibur. Gwi Nam penasaran bagaimana cara menghiburnya kalo mereka masih bertengkar begitu. Soo Ji juga ikutan tertawa lebay. 


Ti Na menilai kalo mereka terlalu berlebihan. Melihat pasangan bertengkar sama sekali nggak menghibur. Do Hye bertanya kenapa enggak?  Menurutnya itu terdengar menyenangkan. Debar. Gwi Nam melanjutkan, itu mendebarkan. Do Hye mengatakan menyenangkan. Gwi Nam melanjutkan lagi, bukankah itu menyenangkan? Mereka lalu tertawa. Do Hye ngajak Gwi Nam untuk pergi. Mereka berdua meninggalkan Ti Na dan Soo Ji sambil tertawa bahagia.

Bersambung.. 

Komentar :
Emang pada sakit ibu-ibu ini. Masa melihat pasangan  bertengkar malah bahagia. Buat Gwi Nam, yang paling menghibur itu bukan melihat pasangan kekasih bertengkar tapi melihat komika ber-stand up comedy ^_^ ...
Ini adalah drama Korea pertama yang aku tulis tapi malah jadi yang paling lama selesainya. Habis episode-nya banyak banget, sedangkan iman tipis banget. Tergoda mulu sama drama yang lain. Alhasil drama yang ini di cuekin. 
Ini adalah episode favoritku dan dua apa tiga episode ke depan juga. Soalnya ada guru Hyun Bin. Sonsaengnim, saranghae!