Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Grand Prince Episode 9 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Grand Prince Episode 9 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Grand Prince Episode 10 Part 1

Hwi mengikat rambut Ja Hyeon menggunakan ikat rambut yang dulu Ja Hyeon kasih ke Hwi (oh, aku terharu TT). Ia lalu berdiri di depan Ja Hyeon dan memperhatikannya dengan teliti (lah, Ja Hyeon yang di perhatikan kok aku yang dag-dig-dug, ya??) Ja Hyeon tersenyum menatap Hwi. Ia bertanya apa Hwi ngga terluka sama sekali? Atau apa ada yang terluka? Ia mau memeriksa tapi Hwi bilang kalo dia baik-baik saja. Ja Hyeon bertanya lagi, Hwi ada dimana selama ia mengalami banyak penderitaan? Hwi menggenggam tangan Ja Hyeon lalu menatapnya sambil senyum. Yang penting adalah ia kembali dengan selamat. Ja Hyeon meminta Hwi berjanji padanya kalo Hwi nggak akan meninggalkannya lagi. Hwi mengangguk menyanggupi. 


Ja Hyeon tersenyum mendengarnya. Ja Hyeon mengingatkan kalo Hwi kehilangan yang mulia Raja setelah ia kembali. Ja Hyeon mengaku nggak tahu gimana caranya untuk menghiburnya. Hwi berkata, karena ia kembali, raja bisa menutup matanya dengan tenang. Sebanyak alasan yang Ja Hyeon miliki, raja memiliki alasan untuk bertahan selama ini. Hwi menunduk, seperti sedih diingatkan tentang kematian raja atau penderitaannya selama ini. Tapi biarpun begitu, ia tetap mencoba tersenyum di hadapan Ja Hyeon. 


Para pelayan mau memandikan Roo Si Gae tapi dia nggak mau. Si Gae malah mengaum seperti binatang. Pelayan itu mrngeluh, mereka harus menderita seperti ini dan memandikannya? Gimana mereka bisa membawa sesrorang seperti dia untuk menemui tuan mereka? Pelayan yang satunya menambahkan, kenapa mereka harus menjaga Orangkae (istilah penghinaan bagi Jurchen) yang nggak patuh dan menggigit mereka seperti anjing gila seperti itu? 


Pelayan yang pertama memberitahu kalo Si Gae bau. Jika ia ingin melayani pangeran, dia harus memakai pakaian yang bersih. Pelayan itu bicara sambil mengulurkan tangannya tapi Si Gae malah menggigit tangannya. Sontak peayan itu menjerit kesakitan. Dia menangis karena Si Gae telah menggingitnya. 


Dayang ibu suri datang bersama dua pelayan. Dua pelayan sebelumnya memberi hormat padanya. Dayang menanyakan apa mereka berdua belum selesai mendandaninya? Pelayan yang tadi kena gigit Si Gae menunjukkan tangannya yang luka habis digigit Si Gae. Dia mengatakan kalo Si Gae bukan manusia. Dia binatang. Dayang nggak bilang apa-apa dan menyuruh para pelayan untuk keluar. Pelayan yang pertama memperinfatkan kalo Si Gae adalah gadis yang berbahaya. Mereka akan... . Pelayan itu nggak berani membantah setelah dapat tatapan dari dayang. Mereka pun menurut dan pamit pergi. 


Dayang mendekati Si Gae dengan tenang. Si Gae kembali mengaum dengan maksud menakuti. Tapi dayang sama sekali nggak takut. Dia mendekat dan balas mengaum. Bahkan lebih baik dari apa yang Si Gae lakukan. 


Dayang berhasil mengalahkan Si Gae. Ikat rambutnya sampai lepas. Rambut Si Gae juga jadi acak-acakan. Mereka berdiri berhadapan. Si Gae jadi cegukan gara-gara takut sama dayang. Dayang menyuruh Si Gae untuk melepaskan pakaiannya sendiri. Dayang menakuti dengan berjalan mendekat. Si Gae menurut dan melepas bajunya. 


Hwi mengantar Ja Hyeon pulang. Ia menggenggam tangan Ja Hyeon dan memintanya jangan khawatir. Ja Hyeon menggeleng. Dia nggak akan khawatir. Keinginannya sudah menjadi kenyataan. Dia bahkan nggak berani berharap bisa Hwi lagi. Ja Hyeon hanya ingin tahu apakah Hwi masih hidup atau enggak. Jika Hwi benar-benar mati, ia bisa mengikutinya kesana. Tapi Ja Hyeon merasa Hwi mungkin masih hidup. Ja Hyeon nggak ingin mati lebih dulu jadi ia menahannya. Hwi lalu menyuruh Ja Hyeon untuk masuk ke dalam. Ia akan mencari tahu semuanya. Ja Hyeon mengatakan akan melihat Hwi pergi. 


Hwi mendekat dan meletakkan tangannya di pundak Ja Hyeon. Ia mengatakan rambut Ja Hyeon akan tumbuh lagi. Ja Hyeon meraba rambutnya dan tersenyum. Hwi berjanji akan datang lagi saat istana sudah tenang. Ja Hyeon mengangguk. 


Hwi berjalan menuju kudanya. Ja Hyeon menghampirinya lagi. Ia bertanya ini, bukan mimpi, kan? Ini benar-benar dirinya, kan? Ini bukan fatamorgana, kan? Hwi meraih kedua tangan Ja Hyeon. Ia berkata, jika bukan karena Ja Hyeon, jika Ja Hyeon nggak ada di sana, Hwi pasti sudah menyerah. Hwi ingin pulang agar bisa melihat Ja Hyeon lagi. Ja Hyeon mengangguk. Hwi melanjutkan, begitulah caranya melewati semua itu. Hwi menegaskan kalo ini bukan mimpi. 


Hwi menggandeng tangan Ja Hyeon dan mengantarnya kembali kepintu. Hwi membukakan pintu untuk Ja Hyeon. Ja Hyeon sudah mau masuk tapi nggak jadi lagi. Hwi menegurnya, jika Ja Hyeon terus seperti ini, maka Hwi nggak akan bisa meninggalkannya. Ja Hyeon mengaku tahu banyak yang harus Hwi lakukan. Hwi meminta Ja Hyeon untuk menunggunya disinj. Kali ini, tanpa takut apapun. Ja Hyeon mengangguk. Ja Hyeon masuk dan Hwi kembali berjalan menuju kudanya. Ja Hyeon keluar lagi dan melihat punggung Hwi. Hwi tiba-tiba berbalik. Ja Hyeon tersenyum ke arahnya, demikian juga dengan Hwi. 


Kang memberitahu paman kalo Hwi sudah kembali. Paman terkejut. Eun sung pulang dengan selamat? Kang menyampaikan kalo semua usaha yang mereka lakukan jadi sia-sia. Paman menanyakan apa ada kemungkinan untuk ibu suri membatalkan wasiat raja? Kang merasa itu nggak mungkin. Dia nggak ada di pihak Kang. Paman mencoba menyemangati, tapi opini publik bersama Kang, semua menteri dan anggota kerajaan akan satu suara dalam mengajukan petisi terhadap anak raja. 


Kang mengatakan, jika mereka keberatan untuk saeja menggantikan tahta, maka ibu suri akan menunjuk Eun Sung sebagai gantinya. Paman tampak nggak ngerti. Kang menjelaskan kalo Almarhum raja menginginkannya sebagai saeja. Paman menyuruh Kang untuk memikirkan rencana cadangan. Jika ibu suri menolak petisi, mereka nggak punya cara lain selain melakukannya dengan paksa. 


Kang menunduk sambil menghela nafas. Ia lalu menoleh ke anak buahnya (kakak Na Gyeom) dan menyuruhnya untuk mengambil alih keamanan Istana Timur (tempat tinggal putera mahkota) sebelum dia naik tahta. Gunakan orang-orang mereka di kediaman raja untuk mencari tahu situasi saeja dan mereka akan pergi ke sana bersama para menteri dan meminta mereka menyerahkan segel raja kepada mereka. Paman bertanya bagaimana Kang akan mengatasi Menteri kiri dan pangeran Eun sung? Kang berpendapat, jika saeja ada di tangannya, maka mereka nggak akan berani bertindak sembarangan. Jika mereka masih bersikeras menghalanginya saat itu, maka ia harus membunuh mereka. Paman terkejut mendengar rencana Kang, tapi pada akhirnya ia mengangguk juga sementara kakak Na Gyeom merasa ngeri mendengar rencana Kang. 


Kang menyuruh paman untuk mengatakan pada para menteri untuk berkumpul di tempatnya saat pertemuan mereka selesai. Sebelum mereka menemui ibu kota, Kang ingin mengkonfirmasi kekuatan mereka. Paman berkata akan menghubungi mereka semua. Kang lalu berjalan bersama anak buahnya meninggalkan Paman. Paman berbalik dan menatap kepergian Kang. 


Hwi dan Gi Teuk pulang ke istana. Kakak ibu suri menghampirinya dan menanyakan Hwi kemana saja? Ibu suri terus mencarinya. Hwi berkata akan segera ke istananya. Ia menyampaikan kalo pangeran Jin Yang menentang wasiat almarhum raja. Dan banyak yang pangeran Jin Yang bicarakan dengan ibu suri. Hwi bertanya siapa yang menjaga keamanan istana timur? Menteri itu menjawab tentu saja Yook Wee sa. 
*Yook Wee Sa: instansi yang bertanggung jawab atas keamanan putera mahkota. 
Begitu putera mahkota naik tahta, maka keamanan akan diserahkan ke Naegeumwi. Gi Teuk mengingatkan, bukankah orang yang bertanggung jawab atas Naegeumwi adalah kakak ipar pangeran Jin Yang? Hwi menambahkan kalo kepala keamanan ibu suri adalah orangnya kakak juga. Hwi merasa mereka nggak bisa membiarkan mereka bertanggung jawab atas putra mahkota. Hwi pamit dan segera pergi. 


Ratu sedang memakaikan baju berkabung pada anaknya. Ayahnya memintanya untuk menguatkan diri. Ia harus mengirim suaminya pergi. Tapi ia sekarang adalah ibu dari pria yang akan naik tahta. Ia harus menunjukkan kekuatan di hari-hari kedepan sebagai putra mahkota. Ratu menghela nafas mencoba untuk kuat. Tapi kenyataannya dia sama sekali nggak bisa berhenti menangis. 


Tanpa terduga, saeja mengulurkan tangannya dan menghapus air mata ibunya. Ia meminta agar ibunya jangan menangis. Ratu menggenggam tangan anaknya. Ia memintanya untuk berjanji untuk menjadi raja yang akan mencintai rakyatnya. Saeja yang masih teramat kecil itu pun mengangguk. Ratu menghela nafasnya sambil menatap saeja. 


Saeja keluar dari kediamannya bersama ibu dan kakeknya. Di depan sudah ada banyak pengawal. Ayah ratu bertanya ada apa? Pengawal (kakak ipar Kang) memberitahu kalo Naegeumwi akan bertanggung jawab atas putra mahkota yang akan segera naik tahta. Sesuai dengan perintah dari tuan mereka. Ratu terkejut mendengarnya. 


Hwi beserta rombongannya datang dan bertanya siapa yang mengeluarkan perintah semacam itu? Hwi memberi hormat pada ratu dan saeja. Ia lalu menatap tajam ke arah kakak ipar Kang. Kakak ibu suri berkata, seperti yang selalu dilakukan, kemanan putra mahkota adalah tanggung jawab Eeg Wi Sa. Begitu dia naik tahta, baru Naegeumwi bisa mengambil alih. 


Pengawal itu memberitahu kalo tuan mereka khawatir dengan keselamatan putra mahkota. Ayah ratu memotong, jika bukan perintah dari ibu suri, maka segera bubarkan petugas keamanan. Pengawal itu memberitahu kalo dia adalah kepala Naegeumwi. Sudah tugas Naegeumwi untuk mengambil alih keamanan putra mahkota yang akan naik ke tahta. Kenapa daegam memintanya untuk melawan aturan, tanpa otoritas? 


Kakak ibu suri menegurnya. Ia sudah diberitahu untuk membubarkan petugas keamanan dari sini. Saeja tampak takut melihat situasi itu di depan matanya. Ia memeluk ibunya. Hwi berkata, tuan yang mereka bicarakan, apa itu Jin Yang hyungnim? Pengawal itu nggak menjawab, yang artinya benar. Hwi bertanya dimana dia? 


Na Gyeom bertanya apa Kang sudah memutuskan? Kang mengatakan ia akan bertemu dengan menteri terpilih dari istana malam ini. Kang mengaku membutuhkan bantuan Na Gyeom. Na Gyeom tersenyum, meskipun ia harus mempertaruhkan hidupnya untuk Kang, Na Gyeom sama sekali nggak ragu. 


Di luar pelayan memberitahu kalo Eun Sung ada disini. Na Gyeom terkejut dan menatap suaminya. Sepertinya dia nggak tahu kalo Hwi masih hidup dan kini sudah kembali.


Na Gyeom keluar dan menemui Hwi. Ia tampak sedih. Ia menanyakan apa yang terjadi pada pangeran Eun Sung? Na Gyeom mengaku senang Hwi sudah kembali, tapi raja sudah meninggal. Hwi menghela nafas dan mengaku nggak bisa berkata apa-apa. Na Gyeom menangis, Hwi pasti sangat menderita. Ia mempersilakan Hwi untuk masuk. Kakaknya sedang menunggunya. Hwi mengangguk lalu berjalan menemui Kang. 


Na Gyeom berbalik dan melihat Hwi masuk ke kamar Kang. Tiba-tiba wajahnya berubah (seperti karakter ibu tiri jahat di sinetron kita). 


Kang bertanya pada Hwi, apa dia sudah bertemu dengan wanita yang ia cintai? Hwi menyampaikan kalo terlambat sedikit saja, dia akan menjadi biarawati Buddha. Dia bahkan sudah memotong rambutnya. Kang memalingkan wajahnya. Hwi memanggilnya, hyung. Hwi bertanya apa Kang yakin dia akan kembali? Kang menatap Hwi. Hwi melanjutkan, apa Hyung... selalu menunggunya? Kang mengatakan kali ia nggak berharap Hwi mati. Hwi membentaknya. Jika benar lalu kenapa kenapa Kang meninggalkannya di tangan musuh? Dengan mata berkaca-kaca Kang menanyakan omong kosong apa yang Hwi bicarakan? Hwi memberitahu kalo Orangkae menjadikannya sandera selama tiga tahun. Hwi mengaku sudah mendengar semuanya. Hwi sudah tahu semuanya. Hwi mengingatkan kalo orang-orang akan meninggalkannya jika mereka tahu bahwa Kang telah menjual negara demi naik tahta. Bukankah begitu? Kang diam. Hwi mendesak Kang, Hyung. Hwi berkata apa Kang pikir dia nggak tahu tentang itu? Kang santai bertanya gimana Hwi bisa berbicara begitu saja tanpa bukti? Nggak mungkin Kang bisa menkamin keselamatan Hwi di medan perang. Hwi menyampaikan kalo surat rahasia itu diberikan kepada kepala suku Huligai. Jika negoisasi kotor itu terungkap ke dunia, ... . Hwi menaseti agar Kang melupakan tahta yang selama ini oa dambakan. Kang nggak akan bisa mempertahankan posisinya sebagai pangeran. Nggak ada menteri istana yang akan memihaknya. Asau salah satu dari orang-orang  mereka, akan tundul padanya. Ia meminta Kang untuk menjadi pelayan putra mahkota yang setia pada Saeja dan ibu suri. Jika Kang mau melakukannya, maka Hwi akan menguburnya agar nggak ada yang tahu. 


Kang maju dan mencengkeram kerah baju Hwi. Hwi pikir dia akan selamat setelah membuat kebohongan palsu seperti itu? Hwi sama sekali nggak gentar. Dia balas menatap Kang tajam. Ia benar, bukan? Apa alasan Kang untuk mengganti keamanan Saeja secara mendadak? Bagaimana dengan alasan Kang menekan ibu suri yang baru saja kehilangan putranya? Kang menyuruh Hwi untuk menunjukkan buktinya. Bukti bahwa dia terlibat dengan negoisasi kotor itu? Hwi mengaku punya surat rahasia itu.  

Bersambung...

Komentar :
Makin seru alur ceritanya. Jadi penasaran apa bener Hwi punya buktinya atau emang buat nyetir Kang aja. Dan apa yang bakal dilakuin sama Kang sama Hwi.