Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Intan Y
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Husband Oh Jak Doo Episode 1 Part 2
Cerita awal nemu drama ini dan malah jadi suka, awalnya drama yang tayang awal maret nggak ada yang bikin aku pengen nonton atau apa, tapi karena the power of spoiler di twitter dengan yakin tanpa ragu HAHAHAAHAHA percayaan banget ya orangnya, tanpa spoiler lebih jauh lagi akhirnya aku donlot nih drama dan dari ep awal udah suka.

Ini pasti bukan karna kesan awal dramanya, HAHAHHAHAHAAHA iya tapi karena orang (salah satu anak kdramaland) yang ngepost ini dan nyempil di tl. Dari pemain sebenarnya nggak ada yang menarik.

Oh ya aku bakal ngasih drama korya-koryaan yang lagi tayang, aku ikutin dan bagus :
-laughter in Waikiki : ini rekomendasi banget, walaupun ratingnya agak disayangkan tapi setiap episodenya nggak pernah ngecewain. Lawak receh banget dong pun.

-the great seducer : ini tergantung selera sih, tapi ini drama banyak yang sayang apa lagi ada dohwan yang kharismanya nggak diragukan lagi. Kalo aku setiap nonton drama ini antara benci sama suka gitu, karna banyak yang bilang dohwan ini mirip junyeol, emangsih mirip tapi itu malah buat aku jadi gimana gitu, tanpa mandang itupun ya, secara netral ini drama manis banget sebenernya tapi karena cerita yang terlalu cepet dan konflik yang gampangan banget nyelesaiinnya, minusnya disitu. Dan anehnya Cuma drama ini yang bisa buat aku segitu niatnya spoiler, misal di korea lagi tayang nih ya. Disana jam 10 dan disini jam 8, udah deh selama satu jam itu aku pantengin tl twitter buat liat cuplikan adegan-adegannya, sebelumnya belum ada drama yang sampai seniat ini buat di spoilerin.
 HAHAHAHAHAHA Cuma tiga drama yang aku ikutin, jakdoo tentu Ini rekomendasi, dramanya rapih. Kalo disuruh milih satu diantara tiga aku bakal milih Waikiki^^ ini fav banget.


Setelah sampai mereka semua turun dari bis, seungjoo dan nenek 1 masih ditempat mereka berhenti. Didepan seungjoo ada 2 jalan, jalan kiri untuk menuju desa dan kanan menuju pegunungan. Nenek memberitaunya dipegunungan ini ada 10 orang yang pindah kemari saat terjadi krisis DMI, nenek merasa mungkin salah satu dari mereka adalah orang yang dicari seungjoo. Karena seungjoo tidak tau cara menemukan orang itu, nenek menyarankan untuk mengikuti jalan yang dilalui jakdoo saja yaitu menuju pegunungan, karena jakdoo mengetahui semua hal tentang pegunungan itu, saat itu untuk pertama kalinya seungjoo mengetahui nama jakdoo. Dengan semangat seungjoo langsung berlari menyusul jakdoo, tidak lupa sebelumnya dia berterimakasih pada nenek.


Seungjoo terus saja berlari mengikuti jakdoo, tapi yang dipanggil tidak mau mendengarkan apalagi berhenti. Seungjoo terus mengatakan maksudnya datang ke gunung untuk mencari seseorang, karena dia kelelahan seungjoo berhenti dan saat itu jakdoo juga ikut berhenti .

Seungjoo : “Kamu mengetahuinya? Kamu mengetahuinya, bukan? Apa kamu bisu? Katakanlah sesuatu?”

Ditengah bingungnya seungjoo itu jakdoo menurunkan semua barang-barang yang ia bawa lalu mendekat kearah seungjoo , tak disangka yang dilakukan jakdoo adalah memindahkan seungjoo dari tempatnya semula dengan menarik syal yang dipakai seungjoo secara pelan, HAHAHAHAHAHAHA tinggal bilang pindah gitu aja ya.


Jakdoo lalu merapatkan tumbukan batu yang tadi ada disebelah seungjoo, setelah paham apa yang dilakukan jakdoo seungjoo ikut mendekat kearah batu dan bertanya apa yang ada didalam tumpukan batu itu, saat jakdoo mengatakan ular, karena terlalu terkejut seungjoo menghambur kearah jakdoo,  meluk gitu. Jakdoo yang terkejut langsung memisahkan diri gitu. Dengan tergagap dia tanya alasan seungjoo terus saja menyentuhnya, HAHAHHAHAHAA tak kalah gagapnya seungjoo meminta maaf, jakdoo juga menjelaskan jika dibawah tumpukan batu itu ular-ular berhibernasi dan meminta seungjoo berhati-hati karena ular-ular itu menyimpan bisa selama musim dingin dan jika ada yang mengusiknya dan tergigit, orang itu akan mati.


Seungjoo berterimakasih dan jakdoo langsung meninggalkannya, namun seungjoo menahannya dengan memeluk lengan jakdoo dan mengatakan,
Seungjoo : “Anakku sakit. Dia benar-benar merindukan ayahnya. Tapi aku tidak bisa menemukan suamiku. Tolong bantu aku. Nama suamiku….”
Jakdoo : “Tadi kamu bilang belum menikah.” HAHAHHAHAHA jakdoo mengatakan itu dengan suara datar.
Seungjoo beralasan jika dirinya begitu putus asa sehingga.. belum juga diteruskan jakdoo langsung memotongnya, meminta seungjoo untuk berhenti membuang-buang waktu dan memintanya pergi. 
Jakdoo : “Jangan menganggu orang yang pindah ke gunung karena mereka membenci dunia. Pergi saja.”


Saat jakdoo mulai berjalan dan tidak memperdulikan seungjoo lagi, seungjoo berjanji tidak akan menganggu jakdoo hanya saja biarkan dirinya menemui orang-orang digunung. Seunjoo terus saja mengikuti jakdoo, dia brhenti karena bibinya menghubungi. Suara bibi seungjoo saat itu terdengar lemah dan hal itu membuat seungjoo khawatir, seungjoo langsung berbalik untuk menemui bibinya.


Saat seugjoo berbalik dan pergi, akhirnya jakdoo berbalik dan memperhatikan seungjoo yang pergi.


Seungjoo pergi ke stasiun tapi sudah tutup, akhirnya dia menghubungi taksi untuk pergi ke seoul. Seungjoo benar-benar sangat khawatir saat itu


Tiba dirumah sakit, seungjoo langsung mencari ruangan bibinya, saat dia masuk dokter sedang menutup tubuh bibinya dengan selimut putih, dia sangat sedih dan hanya memanggil nama bibinya.


Dipemakaman sang bibi hanya ada seungjoo dan ibunya, ibu terus menangis namun yang disesalinya karena saudaranya itu pergi dari dunia ini tanpa meninggalkan apapun, di tengah dukanya itu tentu saja seungjoo merasa kesal, dia sedih karena yang difikirkan ibunya hanya uang saja. 

Saat itu seorang pelayat datang, dan ibu kira itu adalah kekasih sang bibi. Setelah member penghormatan terakhir, laki-laki itu mengatakan kalo dirinya adalah pengajara mendiang bibinya seungjoo.


Pengacara : “Mendiang bu han melajang seumur hidupnya. Dia sudah lama menyiapkan momen terakhirnya. Karena jantungnya yang lemah, dia selalu khawatir akan mati mendadak. Jika itu terjadi, dia tidak mau membebani para kerabatnya. Jadi, aku akan mengurus proses pemakamannya dan…”
Ibu : “Bagaimana dengan warisannya..?”
Seungjoo : “Ada apa dengan ibu?”
Ibu : “Dia tidak akan membawa semua hartanya ke kubur. Dia seharusnya memberitau ibu sesuatu.”
Sang pengacara menjelaskan setelah menjual propertinya, uangnya akan di pakai untuk membayar utang bisnis, biaya medis dan pemakaman. Ibu kesal ketika mendengar bibi memiliki utang, dia mengira sang bibi khawatir jika dirinya akan mendekati property sang bibi. Dan yang ke dua sang pengacara memberitau jika sang bibi meninggalkan sesuatu untuk seungjoo, saat itu ibu terlihat tidak suka, dia menanyakan tentang nasib anak sulungnya seung tae, apa dia tidak mendapatkan apa-apa. Saat itu seungjoo menangis lagi melihat sikap ibunya.


Setelahnya, ibu dan seungjoo mendatangi tempat sang bibi disemayamkan. Ibu melapor pada seung tae jika bibi member seungjoo gunung, tapi bukan berarti dia memilikinya. Seandainya ayah mereka masih hidup, warisan itu akan menjadi milik seung tae. Mendengar itu seungjoo sedih lagi.


Seungjoo memandangi foto-foto dia dan sang bibi, ingatanya kembali saat-saat masih bersama sang bibi.
Bibi : “Lebih baik menjualnya dan memberikan uangnya kepadamu, tapi jika bibi melakukan itu, ibumu mungkin akan memberikan semuanya kepada seung tae. Jadi bibi hanya menuliskanya atas namamu.”
Seungjoo : “Aku tidak membutuhkannya. Kenapa aku membutuhkan gunung? Aku tidak akan menerimanya.”
Bibi : “Semua yang kamu hasilkan menjadi milik ibu dan kakakmu. Bagaimana kamu akan hidup?”
Seungjoo : “aku mungkin akan hidup enak.”
Bibi : “Seungjoo-aa kamu seharusnya melupakan masalalu dan tidak mengorbankan hidupmu. Itu bukan salahmu dan semua sudah terjadi. Kamu sudah cukup membantu ibumu dan seung tae. Kamu seharusnya hidup untuk diri sendiri sekarang.”
Seungjoo bertanya ada apa dengan bibinya hari ini dan sang bibi mengatakan pendapatnya jika seharusnya seungjoo tidak menjalani hidup seperti ini, dia juga berpesan sekalipun ibu seungjoo mengetahuinya dan mencoba melakukan sesuatu, jangan pernah memberikan itu pada mereka, seungjoo harus mempertahankannya dan menggunakan saat membutuhkan. Akhirnya seungjoo bersedia, dan dengan bercanda bibi mengatakan kalo itu tidak gratis, seungjoo harus mengunjunginya setidaknya sekali dalam sepekan, mungkin karena bibinya sudah tua, artikel tentang kematian dalam kesepian membuatnya merasa takut. Seugjoo tidak suka dengan topic yang dibicarakan bibinya, dia juga menghawatirkan jika bibinya sakit. Seungjoo sangat menyayangi bibinya begitupun dengan bibinya.


Diperjalanan pulang, didalam bis seungjoo masih saja menangis.


Seungjoo pulang kerumah malam itu, ketika memasukan pin rumahnya ada yang aneh disana, namun dia tetap masuk. Seungjoo masuk dengan hati-hati, dia melihat rumahnya sangat berantakan namun tidak seperti biasanya, bahkan ada pecahan piring dan dia melihat ada sebuah paket dan juga koper dirumahnya. 

Seungjoo mulai menuju kamarnya dengan hati-hati, masih didepan pintu seungjoo melihat seorang mayat perempuan dikamarnya dengan bersimpah darah tak pelak hal itu membuat seungjoo terkejut, takut dan segala macamnya. 


Tidak lama polisi datang kerumah seungjoo dan sudah banyak warga yang datang untuk melihat apa yang terjadi.

Sementara di kantor polisi, istri dari penyewa lantai bawah sedang ketakutan karena hal itu, sang suami mencoba menenangkannya. Seungjoo datang dengan dua polisi yang mengawalnya. Saat melihat keduanya seungjoo tidak bisa berkata apa-apa.


Dua polisi itu membawa seungjoo keruang intograsi, seorang polisi mengawali intograsi dengan mengatakan kalo korbanya adalah wanita korea yang tinggal di Kanada. Polisi itu bertanya apa benar seungjoo tidak mengenalnya, seungjoo mengatakan dia tidak mengenalnya.


Hari itu korban sedang dibandara dan menghubungi seungjoo, dia memberitau jika dirinya baru saja tiba. Seungjoo menerima telpon itu didepan rumahnya saat dia akan pergi ke desa jakdoo, seungjoo menanyakan kapan wanita itu akan pulang, wanita itu menjawab jika dirinya akan pulang malam hari. Seungjoo juga mengatakan jika dirinya akan mengirimkan sandi rumahnya lewat pesan. 

Kepada polisi seungjoo mengatakan jika dirinya akan meninggalkan rumah untuk sementara jadinya dia menyewakan rumahnya dan memasang iklan di situs web berbagi rumah, mereka hanya mengetahui alamat surel dan kontak pribadi. 


Polisi menjelaskan jika hujan turun di hari insiden itu terjadi, sehingga tidak ada jejak kaki disekitar rumah. Bentuk tubuhnya juga tidak terlihat di CCTV.
Polisi : “Kamu tinggal sendirian? Kamu tidak menikah?”
Seungjoo : “apakah penting jika saksinya menikah atau tidak menikah?”
Polisi : “Tentu saja. Ada beberapa perampokan di daerah ini yang mengincar waita yang tinggal sendirian. Aku ingin memastikan karena mungkin saja pelakunya sama.”
Menahan kesal, seungjoo menyalahkan polisi yang tidak memasang CCTV lebih banyak disekitar area itu. Polisi mengatakan jika jejak yang memperlihatkan pelaku melewati rumah sengjoo cocok dengan peristiwa lainnya, tapi tidak ada bukti yang bisa mengenali pelakunya. Seungjoo tidak dibolehkan pulang sampai mereka selesai memeriksa TKP, seungjoo harus tinggal ditempat lain untuk sementara.


Didepan kantor polisi pasangan suami istri itu menunggu seungjoo, saat melihat seungjoo sang istri langsung mengatakan jika mereka ingin pindah. Sang suami mencoba menenangkan, sayang dengan kontrak yang belum habis. Sang istri tidak peduli, dia tidak bisa tinggal ditempat itu.
Seungjoo : “Aku bisa memahaminya. Tapi sama seperti kalian, aku juga terkejut karena hal ini. Kamu tidak bisa…”
Istri yang itu : “Itu terjadi di rumahmu. Kamu seharusnya bertanggung jawab.”
Seungjoo : “Apa salahku?”
Istri : “Polisi bilang, perampok itu mungkin mengincar wanita yang sendirian.”
Seungjoo tentu tersingung mendengarnya, wanita yang tinggal sendiri bukanlah tindakan kejahatan dan itu tidak masuk akal. Dia bertanya pada istri penyewa apa perambok boleh membunuh wanita yang tinggal sendirian dan apa maksud sang istri jika wanita itu sedang sial karena seharusnya seungjoo yang terbunuh. Istri itu tidak mau kalah dan terus membela diri. Seungjoo mengatakan jika dia akan mengembalikan uangnya, dan mereka boleh pergi tapi karena kontraknya belum selesai dia ingin mereka mencarikan penghuni baru. Dengan kesal seungjoo pergi dari sana.


Seungjoo duduk dihalte sendirian, dia akan mengabari keadaannya pada semi namun dia urung karena teringat kata-kata yang pernah suami semi katakana padanya. Akhirnya dia hanya duduk dihalte selama beberapa jam.


Setelah memutuskan akhirnya seungjoo pergi kesebuah apartemen, itu adalah rumah ibunya. Saat melihat seungjoo datang ibu sama sekali tidak senang, dia malah melempari seungjoo garam untuk membuang sial. Ibu mengatakan ini itu yang membuat seungjoo merasa terluka, bagi itu seungjoo hanya gadis bodoh yang membawa sial, hal ini yang membuat ibu dulu menentang seungjoo saat bilang akan tinggal dirumah itu. Ibu lagi-lagi menyalahkan seungjoo dan masih sempat-sempatnya berfikir seharusnya dulu seungjoo mendanai bisnis seung tae. 

Seungjoo kali ini menjawab, jika hanya rumah itu yang ingin dia beli. Dia bekerja sejak SMP untuk membiayai pendidikan seung tae dan bahkan untuk biaya hidupnya juga. Ibu mengatakan jika itu semua salah seungjoo, sebelum masuk kedalam ibu mengingatkan seungjoo untuk membersihkan garamnya sebelum masuk kerumah. Seungjoo benar-benar sakit hati dan tidak habis fikir dengan sikap ibunya.


Sepertinya seungjoo hari itu tidak jadi kerumah ibunya dan memilih pergi, saat di dalam lift dia melihat kesamping dan melihat wajahnya sendiri seakan sedang menatapnya, seungjoo sedikit ketakutan dia seakan tercekik dan sesak nafas, tidak tahan lagi dengan gangguan panic yang dialaminya itu seungjoo mencoba keluar dari lift. 

Keluar dari lift dengan masih ketakutan dan sesak nafas, seungjoo memilih untuk turun dengan tangga darurat. Kondisi seungjoo benar-benar buruk.


Tidak memiliki tujuan lagi seungjoo memutuskan menginap di sauna, dia kesulitan untuk memejamkan mata, sekalinya seungjoo tertidur dia malah bermimpi buruk tentang mayat yang dilihatnya. Seungjoo terbangun karena mimpi itu dengan ketakutan.


Takut bermimpi lagi dan juga tidak mau sendirian akhirnya seungjoo ikut yang lain menonton televisi, semua orang terlihat sangat menikmati itu, mereka tertawa bersama pasangan mereka, namun seungjoo hanya duduk sendirian dan fikirannya kosong.


Keesokan harinya seungjoo kembali kerumah, melihat rumahnya sekarang penuh dengan garis polisi dia mendesah. Kasian seungjoo beban berat yang super berat ini mah.


Setelah dari rumahnya seungjoo menemui semi di café, semi memarahi seungjoo yang tidak segera menelponnya dan kenapa tidak menemui ibunya malah memilih tidur di sauna. Seungjoo mencoba terlihat baik-baik saja agar semi tidak khawatir. Semi menyarakan seungjoo untuk menyewa rumah atau apa, tapi seungjoo tidak mau karena dirinya punya rumah. Semi terkejut mengetahui seungjoo masih akan ditempat itu setelah kejadian yang menimpanya, dia ingin seungjoo menjual rumahnya saja. Akhirnya seungjoo mengaku jika tidak ada yang mau membeli rumahnya, dia sudah bicara dengan makelar rumah, lagi pula mereka akan membeli harga murah karena pernah terjadi pembunuhan sedangkan seunjoo harus melunasi banyak pinjaman, dia bahkan tidak bisa menyewa kamar yang kecil. 

Semi menawarkan agar seungjoo tinggal dirumahnya untuk sementara, seungjoo menolaknya karena penyelidikannya akan berakhir hari ini atau besok, dia hanya perlu memasang jeruji keamanan pada jendela, dia juga akan menyewa jasa keamanan. 


Obrolan mereka terhenti karena ada panggilan masuk untuk seungjoo dari tim personalia tempat dimana dia melamar kerja, orang dari tim personalia itu memberitau jika ada dokumen yang harus diserahkan, yaitu portofolio digital. Itu hanya formalitas tapi wajib diserahkan, tenggat waktunya besok jadi tim personalia ingin seungjoo mengirimkannya malam ini. 

Seungjoo berlari keluar dan semi mengikutinya, dia ingin mereka pergi bersama namun seungjoo tidak mau, lebih baik semi tidak melihat rumahnya. Dia meyakinkan semi kalo dirinya akan pulang dengan selamat lalu seungjoo langsung pergi meninggalkan semi yang khawatir.


Dikantor polisi seungjoo kecewa karena dia tidak diizinkan masuk kerumahnya padahal penyelidikanya sudah selesai, polisi disana mengatakan kalo seungjoo harus menelphon jasa kebersihan terlebih dahulu karena ada darah dimana-mana. Seungjoo tidak peduli dengan hal itu, intinya dia harus masuk kerumahnya mala mini. Tapi polisi itu tetap tidak mengizinkan karena TKP kejahatan bisa menimbulkan trauma..seungjoo tetap kekeh ingin kerumahnya..


HAHAHAHAHAHA dan aku mau kasih adegan detail pak polisi satu ini, jadi gambar diatas adalah polisi yang waktu itu mengintograsi seungjoo. Jadi tadi selama seungjoo bicara dengan salah polisi, pak polisi ini cukup tertarik dia berhenti dan ngedengerin apa yang sedang seungjoo bahas tapi seungjoo nggak sadar sama keberadaannya. Setelah mendengarkan obrolan mereka cukup lama akhirnya pak polisi ini tiba-tiba bilang gimana kalo polisi itu (yang sedang bersama seungjoo) menemani seungjoo. Mendengar itu seungjoo sangat senang.
*aku curiga gitu sama pak polisi itu, kaya ada something^^


Seungjoo pergi bersama dua polisi, ditengah jalan padahal udah deket kayanya sama rumah seungjoo. Dua polisi itu mendapat kabar jika ada perampokan dan semua petugas harus menuju TKP. Seungjoo tentu panic karena polisi itu memilih untuk putar balik dan menurunkan seungjoo didepan sebuah kedai, mereka meminta seungjoo untuk menunggu, dia akan menghubungi seungjoo setelah masalah ini selesai. 


Sore itu seungjoo menunggu hingga malam, dan polisi tidak datang-datang padahal pekerjaannya sedang dipertaruhkan disini.


Dengan memberanikan diri akhirnya seungjoo kerumah sendiri, didepan rumah dia cukup ragu, dia berbalik akan pergi namun teringat tim personalia yang menghubunginya. Kali ini seungjoo sudah membulatkan tekad dan akan masuk.


Namun saat itu, tiba-tiba ada seseorang dari belakang yang mencoba membekap mulutnya. Dengan sekuat tenaga seungjoo mencoba melawan orang itu namun tidak bisa. Dalam kondisi paniknya itu seungjoo teringat tentang mimpi atau apa, saat ada seseorang masuk kerumahnya dan mencekiknya ketika dia tidur dan tentang seseorang yang mengincar wanita yang tinggal sendirian. 

“Dia bisa saja mengincar wanita yang tinggal sendirian. Seungjoo-aa, bukankah dunia ini terlalu menyeramkan untuk dihadapi sendirian? Bayangkan kamu sekarat sendirian. Malang sekali.”


Tiba-tiba ada seseorang yang menendang orang yang ingin membekap seungjoo, mereka berdua berkelahi dan seseorang itu adalah jakdoo, dia berhasil menaklukan orang itu. Saat jakdoo sedang melihat kearah seungjoo yang terbatuk-batuk, hal itu dijadikan kesempatan untuk orang itu kabur. Jakdoo akan mengejar namun urung karena seungjoo yang mencoba berdiri dan jatuh.
Jakdoo menghampiri seungjoo dan membantunya berdiri. 


Seungjoo berdiri untuk beberapa saat dan melihat jakdoo, namun akhirnya seungjoo pingsan dipelukan jakdoo.


Gimana ep satu secara keseluruhan? Ada beberapa yang menurut aku menarik, yaitu sikap ibu seungjoo yang nyebelinya nggak ketulungan, pak polisi yang membuat penasaran dan tentunya seungjoo yang beban banget dihidupnya. 

Ibu seungjoo ini kenapa kok segitunya sama anak sendiri, dan dia kaya lebih sayang sama seung tae dan kayaknya difikirannya ini Cuma uang deh. Nggak usah dibahas lagi ya, nanti bakal kepanjangan. Terus pak pol, kenapa aku penasaran banget? Ya karna aku kok mikir pak pol ini tertarik sama seungjoo, dan aku pengennya mereka bakal ada something huhu. Skip lagi ya, dan lanjut ke seungjoo, aku selama dramanya nggak begitu sadar sama beban hidup seungjoo, tapi setelah tak pikir lagi, kok ya ini seungjoo kasian banget. Dia ini habis kehilangan satu-satunya keluarga yang sayang banget sama dia, belum selesai udah ada ibunya yang ngeselinya nggak ketulungan, nyakitin dia terus. Abis itu pulang kerumah malah nemuin mayat dan nggak ada orang yang bisa dimintain tolong atau sekedar ngadu tentang keluh kesahnya, berat banget hidup seungjoo ini, lebih berat dari rindunya dilan dong pun.

Hidup sendirian dengan beban yang segitu beratnya dan tanpa orang yang mendukung, itulah Han Seung Joo. 

5 komentar

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Hola... Ini first comment aku di sinopsis yang Kamu tulis. Sebelumnya, aku juga udah baca jugglers. Aku suka cara Kamu nulis sinopsis. Nggak kaku, berasa aku lagi diceritain secara langsung. Soalnya aku pernah Iseng nulis juga, tp ga pernah sempet aku posting, krn Pas aku baca lagi, terkesan kaku. Ga bakat nulis emang aku nih haha :D

BTW setelah liat sinopsis ini ep 1 part 1&2 aku langsung nonton dramanya Di viu, dan aku suka banget alur ceritanya. Dramanya santai, tp Ada kesana misteri yg bikin aku penasaran. So, thanks to you udah buat aku nonton drama ini. Dan sampai aku baca sinopsis ini (episode 1 part 3) aku udah nonton sampe episode 10 lohhh... Tp sinopsisnya aku ttp tunggu yaaa hehe.. kebiasaan baca sinopsis, jd meski aku udah nonton, kayak ada yg kurang Kalo ga baca sinopsisnya hehe :))

Hei kak, terimakasih sudah baca tulisanku. Awal nulis sinopsis aku juga gitu.. Bingung mau gimana pengambarannya tapi karna lebih suka nulis tapi kaya cerita ya jadi gitu hasilnya 😂 jakdoo tamvan kan kak?😁

Seungjoo yg kuat yah,, ibunya nyebelin bgt, dr bbrp drma yg ak baca kalo sikon nya spt ibu seungjoo pasti lebih syg sm ank lakinya. Pdhl yg kerja keras si ank perempuan nya, s3moga hidup s3ungjoo akn berubah lebih baik brg jakdoo

Annyeong min !!!
Hehehehe
Aku suka baca sinopsis nya mimin cuma ga pernah komen wkwkwkw
Pas dari jugglers aku nyariin sinopsis yg mau mimin tulis lagi tapi ga pernah nemu
Hampir tiap hari bulak balik nyariin sinopsis yg bakal di tulis mimin tapi ttep ga nemu,
Seneng bngt skrng nulis lagi
Hehehe
Jadi bisa baca sinopsis lagi deh.
Ga tau knpa, aku suka klo mimin yg nulis, aku ngerasa nya selera drama yg aku tonton sama kek yg mimin rekomendasi/tulis. Aku jga suka cara mimin buat sinopsis, kata2 nya mimin buat sinospsis cepet & langsung bisa di pahami jadi ga bertele2 hehehe.
Di tambah ada komen nya mimin setiap hal2 yg lucu dan lainya
Apalagi setiap akhir selalu ada NB dari mimin
Ahhhhhhh pokonya aku syukaaa syekaleee hehehehe
Aku baru tertarik buat komentar karna drama yg di rekomended sama mimin
Karna aku setuju banget sama
Drama 1. Waikiki 2. My husband oh jak doo.
Ini drama paraaaahhhhhh abis, apalagi waikiki setiap episode dbikin gila, ketawa smpe terpingkal2 dan setiap karakter pnya kelucuan masing2 ahhhhh pokonya syukaaaa bngt sama drama waikiki hehehehe
2.oh jakdoo si babang ganteng yg selalu bikin meleleh hati setiap episode nya dengan keluguan dan ke tampanan nya ahhhhhh loveee dehhh
Hahahah maaf yah aku curhat wkwkw
Semoga mimin sehat selalu, biar bsa bikin sinopsis yg di nanti nantikan
Aku syuka setiap sinopsis yg di buat mimin