Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Intan Y
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Husband Oh Jak Doo Episode 1 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Husband Oh Jak Doo Episode 2 Part 2

Aku suka tema dari drama ini, orang yang berasal dari pegunungan. Aku kemaren juga nonton film Little forest, film remake dari jepang dengan judul yang sama. Sebenernya aku belum nonton yang versi jepang, belum sempet donlot. Tapi yang versi korea ini menurutku bagus, berharap ada love linennya tapi juga berharap nggak ada ya, HAHAHAAHHAAHA gini amat. Mungkin kalo love linenya ada bakal manis banget apa lagi yang main Ryu Jun Yoel, seneng aja kalo liat dia bahagia. Tapi kalo misal ada love linenya kok ya nggak rela, kasian mbak pacar.

Entah kenapa aku banding-bandingin jakdoo sama jaeha, HAHHAHAHAHAHA abisnya liat pakaian orang gunung kek gitu jadi ya keingetnya ke jaeha (peran junyeol). Aku nonton little forest dengan kualitas yang jelek banget malah, awal dapet kabar sizenya nyampe 4gb, terus turun jadi 1,5gb.. sangking nggak sabarnya aku donlot link di yutub dan alhasil Cuma abis 156mb aja HHAHAHHAAHAHA tapi niatnya mau donlot lagi dengan kualitas yang lebih bagus, sambil nunggu sub indonya keluar, bahasa inggrisku jelek jadinya kemaren nonton antara paham dan nggak. Film ini rekomendasi banget chinematografynya bagus, pemainnya pun keren-keren, dua pemeran utamanya dapet nominasi di baeksang award kalo nggak salah. Dan untuk junyeol jangan diragukan lagi lah, dia…. Dia baik HAHAHAHHAHA nggak kok aku nggak mau bangga-banggain dia padahal pengen. Film ini kalo nggak salah masih tayang di korea dari 28 februari sampai sekarang, masih menjadi film yang diminati walaupun karena udah 1 bulan lebih jadi nggak masuk 10 besar lagi dan untuk diindonesia sendiri kayanya baru beberapa hari ini ada link lokalnya, mungkin baru kemaren ada link lokalnya. Mian aku kalo udah bahas serba-serbi junyeol emang gini, nggak ada habisnya… intinya aku rekomendasikan film ini dan kalo mau nonton siapin makanan dulu ya, biar ikut makan saat pemerannya lagi makan dan biar nggak dapet efek laper abis nonton film ini. Aku kasih bonus boleh? (belum puas ini)




“Di sebuah desa gunung mencurigakan, tinggallah Oh Jak Doo.”
Episode 2 ini diawali dengan jakdoo yang sedang menebang pohon di sekitar tempat tinggalnya itu (red : gunung) dan melihat beberapa orang yang datang ke gunung, jakdoo penasaran karena tidak biasanya ada orang asing yang datang ke gunung itu.


Dan orang-orang itu bersebrangan dengan tempat jakdoo menebang pohon, mereka tidak lain dan tidak bukan adalah seungtae dan ibunya, dan satu orang lagi dari pihak real estate setempat. Selama perjalanan kesana ibu terus mengomel dan mengeluh, ya karena jalanannya yang sulit, ibu juga tidak habis fikir kenapa sang bibi lebih memilih membeli gunung daripada gedung.

Seungtae sama sekali tidak menanggapi, dia terlalu senang dengan rencana bisnis yang sedang ia fikirkan, sementara yang ibu fikirkan gunung itu tidak bagus untuk hal apapun, kecuali bertani. Dengan tersenyum seungtae mengatakan kalo pemandangan yang mereka lihat ini cukup bagus, dan ibu mengatakan percuma bagus jika tidak bisa digunakan. Seungtae langsung meminta peta pada agen real estate, dia menunjukan pada ibunya tentang rencana bisnisnya, dia ingin membangun resort disana. Dengan percaya diri seungtae yakin akan banyak yang tertarik dengan bisnisnya itu. Ibu juga percaya karena putranya itu lulusan dari salah satu universitas terbaik di seoul. 


Dari semua rencana seungtae itu salah satunya ada dikawasan tempat jakdoo tinggal, bukan dikawasan lagi namun memang tempat itu tepat dirumah jakdoo. Orang dari pihak real estate memberitau jika ada seseorang yang tinggal dirumah itu, seungtae santai saja dia akan memberikan uang agar orang itu pergi. Pihak real estate tetap membela jakdoo, dia mencari alasan agar seungtae berubah fikiran, tapi seungtae tetap tidak mau, sementara ibu lebih tertarik pada orang seperti apa yang mau tinggal ditempat seperti itu.


Pihak real estate menjelaskan tentang bagaimana jakdoo. Dan ditempatnya jakdoo sedang melemparkan beberapa kayu yang dijadikan satu kebawah dan jakdoo turun dengan berlari. Sampai dibawah saat jakdoo membereskan kayunya, dia melihat seekor binatang dan dengan tersenyum dia member binatang itu makanan. (jadi yang disampaikan orang dari real estate itu intinya kalo jakdoo itu sangat kuat dan juga baik hati, mungkin gitu.)


Salah satu dari ketiga dari nenek didesa itu berjalan dengan terburu-buru, dia terus merasa khawatir tanpa kesayangannya siapa yang akan mengantikan pipa asap kompor dan membantu masalah pompa pipa air, dia sangat kasian dan mengkhawatirkan jakdoo. dia melihat jakdoo dan jakdoo menyapanya dengan tersenyum tidak tau menau tentang masalah yang akan dihadapinya.


Oh iya di episode satu nenek yang selalu aku sebut dengan panggilan nenek 1 itu ternyata namanya Gan Nan, dan nenek yang baru masuk itu mengeluh pada gannan jika mereka harus memasang ketel uap sekarang, mereka yang mendengarkan tidak khawatir akan itu karena ada jakdoo yang akan memotong kayu bakar sepanjang musim dingin. Nenek itu mengatakan jika jakdoo masih muda, akan seberapa lama dia akan tinggal disana. Nenek gannan membalas jika tidak ada orang yang mencari jakdoo dan jakdoo tidak memiliki tempat tujuan. Dengan berbisik nenek itu mengatakan ketika jakdoo tidak memiliki uang. Dia memperlihatkan kesedihannya karena tidak bisa melihat jakdoo disana lagi. Mereka penasaran apa yang sebenarnya ingin nenek itu katakan, dengan masih tetap berbisik agar jakdoo tidak mendengarnya, dia member tau jika jakdoo akan segera pergi dari sana, dia tidak mau member informasi lebih lanjut karena mereka pasti nanti akan tau dengan sendirinya. Nenek gannan sangat marah dengan omong kosong itu, dia langsung menanyakan hal itu pada jakdoo.


Oh satu lagi nenek yang dari tadi khawatir itu namanya Yi Bi, jadi kurang satu nenek ya yang belum kita tau namanya.

Nenek gannan mengatakan pada jakdoo kalo nenek yibi bilang jakdoo akan meninggalkan tempat ini apa hal itu benar, jakdoo sedikit terkejut namun tersenyum karena itu tidak benar. Nenek gannan meminta nenek gipi untuk jujur, dengan takut-takut nenek yibi memberitau jika pemilik gunung akan membajak semuanya dan membuat resort atau semacamnya. Semua orang yang mendengarnya terdiam AHHAHAHHAHAA antara tidak paham dan terkejut. 


Setelah paham dengan apa yang terjadi, jakdoo langsung berlari keluar, nenek yibi mencoba menahan nenek gannan, sementara nenek yang masih belum tau namanya itu mengejar jakdoo tapi akhirnya berhenti dan bergumam sendiri, mereka mengira jika jakdoo memang menyetujui hal itu karena uang. Nenek gannan dibelakang dengan marah-marah mengumpat apa yang dilakukan jakdoo itu HAHAHAHAHAHA padahal anaknya nggak tau apa-apa ya.


Jadi jakdoo berlari ke tempat real estate saat orang yang tadi bersama seungtae sedang menelpon ketiga nenek itu, dia mengatakan jika dirinya hanya membantu jakdoo mendapatkan uang.

Saat melihat jakdoo datang dia terkejut dan takut, orang dari real estate itu melihat jakdoo membawa kampak jadi dia mencoba menenangkan jakdoo. (padahal itu kapak nggak sengaja kebawa ya sangking paniknya jakdoo.)


Dari penjelasan pihak real estate yang entah apa, HAHAHAHAHAHA taulah drama itu gimana, pembicaraan jakdoo dan pihak real estate tidak diperlihatkan hanya saja sekarang dia berlari mengejar bis yang tentunya itu bis tujuan ke seoul, namun sayang jakdoo terlambat datang dan bisnya sudah jalan. Seseorang (itu kenal sama jakdoo, sebut saja tukang antar ayam) memberitaunya jika itu bis terakhir untuk ke seoul. Akhirnya dengan perundingan yang nggak tau apa, jakdoo ikut pengantar ayam itu untuk ke seoul.

Jakdoo pergi ke seoul hanya berbekal alamat yang diberikan pihak real estate, si pengantar ayam mengatakan jika tempat itu berada dibagian dalam seoul dan menanyakan apa jakdoo tau tempat itu. Pengantar ayam itu juga menjelaskan tentang pekerjaannya, dia menjual ayam di setiap sudut seoul. Saat ditanya apa jakdoo memiliki kenalan di seoul dia mengatakan tidak.


Oh iya mari mengintip pembicaraan jakdoo  dengan pemilik real estate, jadi pihak real estate memberitau kalo pemilik gunung itu adalah seorang wanita namun adik pemiliknya akan membangun resort disana dan sayangnya rumah jakdoo berada di tengah-tengah, terlihat jakdoo yang sangat frustasi mendengar penjelasan itu. Dan kabar gembiranya, pemilik gunung itu belum menandatangani kontraknya, pemiliknya bernama Han seung Joo.selama perjalanan ke seoul Jakdoo mengumamkan nama seungjoo beberapa kali.


Sementara seungjoo sendiri sedang berada di depan toserba untuk menunggu polisi datang, karena terlalu lama ya kita tau sendirilah gimana akhirnya seungjoo memilih untuk kerumahnya sendirian. 


Jakdoo saat melihat apartemen dia mengira itu gedung 63 dan tidak menyangka kalo ternyata ada yang tinggal di tempat seperti itu, pengantar ayam mengatakan mereka tidak bisa tinggal di tempat itu bukan karena tingginya namun karena harganya mahal, sementara bagi jakdoo bangunan itu hanya seperti kandang ayam.

Saat sudah sampai pegantar ayam itu memberitau kalo dirinya akan pulang bekerja pukul 2 pagi dan meminta jakdoo untuk menunggunya sampai dia pulang. (aku kurang paham ini itu ditunjukan untuk pengantar ayam apa seungjoo, terus kalo untuk seungjoo darimana pengantar ayam itu tau kalo seungjoo akan pulang jam 2 pagi, dan aneh sih kalo emang jam 2 pagi di seoul baru selesai bekerja)


Dan saat jakdoo berjalan kerumah seungjoo tidak disengaja dia mendengar suara seungjoo (yang tentunya jakdoo belum tau kalo itu seungjoo.) yang mencoba melawan orang yang membekapnya, saat itu jakdoo langsung menolong seungjoo. You knowlah gimana nolongnya, jadi skip ya.

Jadi setelah orang jahat itu pergi jakdoo kan berbalik melihat seungjoo, saat itu dimata seungjoo yang menolongnya itu pemuda berjas yang tamvan dan keliatan bersinar HAHAHAHHAHAHA halu banget ya. 


Dalam halusinasinya itu seungjoo merasa jika jakdoo mengulurkan tangannya, dan saat melihat jakdoo, seungjoo tersenyum karena terpana olehnya.


HAHAHHAHAHHAHA iya kan seungjoo halu, sekarang  dia terbangun dengan terkejut. Perawat di rumah yang saat itu disampingnya mengatakan kalo seungjoo pasti sudah lama merasa tertekan, tumbuhnya tidak seimbang untuk itu dia harus meminum suplemen.

Tanpa memperdulikan apa yang dikatakan perawat, seungjoo lebih tertarik dengan keberadaan jakdoo sekarang. Dan perawat itu mengira jika jakdoo adalah suami seungjoo, dan mengatakan kalo jakdoo tadi bilang mau keparkiran sebentar. 


Sementara jakdoo diparkiran sedang menghentikan kendaraan yang tadi ditumpanginya, jadi masalahnya pengantar ayam itu akan pulang ke desa kalo nggak salah karena alasan ayam-ayamnya kelaparan dan jakdoo bingung jika ditinggal di seoul sendirian dia harus bagaimana, akhirnya jakdoo meminta pengantar ayam menunggunya sebentar saja, dia hanya akan melihat apa orang yang di tolongnya tadi sudah sadar atau belum, lalu meninggalkan pengantar ayam  yang mau tidak mau menyetujuinya.


Seungjoo keluar dari rumah sakit dan mencari jakdoo dan saat itu dia melihat jakdoo yang hampir tertabrak. Melihat wajah jakdoo membuat seungjoo terkejut, ya karena mungkin mikirnya ‘ini kan orang yang dari desa itu’. 

Jakdoo mendekat ke seungjoo untuk menanyakan keadaan seungjoo, dari sana seungjoo berfikir ‘masak iya yang semalem nolongin orang ini?’ seungjoo menyangkal apa yang terlintas difikirannya dan fakta melihat jakdoo didepannya, tidak, itu tidak mungkin. Pria tadi malam tidak terlihat seperti ini.

Melihat seungjoo yang tidak bereaksi akhirnya jakdoo mengatakan kalo hal buruk bisa terjadi pada seungjoo tadi malam. HAHHHAHHAHAHA jadi seungjoo ini antara terima dan tidak, dia berusaha bersikap ramah pada jakdoo, setelah berterima kasih dia langsung buru-buru mau pergi dari sana. Padahal mungkin nggak gini ya bayangan seungjoo saat bertemu orang yang menyelamatkan dia.


Saat seungjoo berbalik jakdoo menghentikannya, dia ingin berbicara dengan seungjoo. Aku nggak tau sejak kapan jakdoo tau kalo seungjoo ‘yang ini’ itu pemilik gunung yang dia tinggali.


Mereka berbicara disebuah kedai, saat seungjoo diberitau jakdoo kalo dia adalah pemilik gunung itu, dia cukup terkejut karena tidak tau akan hal itu. Seungjoo juga mengatakan ketidak tertarikannya pada gunung itu lantas apa yang dipermasalahkan.

Jakdoo meminta tolong pada seungjoo untuk dirinya tetap tinggal disana, namun karena jakdoo biasa berbicara keras sampai-sampai semua orang yang di kedai memperhatikan mereka, dan seungjoo tidak nyaman akan hal itu.

HAHAHHAHHAHAHA jadi seungjoo dengan suara yang dipelankan mempersilahkan jakdoo untuk tinggal di sana dan jakdoo menjawab dengan suara yang masih sama kerasnya, tambah malah ini. Dia memberitau seungjoo tentang adiknya yang berencana membangun resort disana.


Mendengar itu seungjoo sedikit mengerutu, karena seungtae membuat masalah. Jakdoo yang marah berdiri dari duduknya dan membuka jaket yang dia kenakan, tak ayal mereka diperhatikan banyak orang lagi. Jakdoo juga menjelaskan jika mereka tidak bisa berbuat apa-apa selama pemiliknya tidak menyetujui. Jakdoo ingin dia dan seungjoo untuk membuat kesepakatan.


Saat ingin bicara seungjoo gagal fokus karena melihat jakdoo yang sedang minum karena mungkin haus habis teriak-teriak, 

Anda nyaris dalam bahaya jika bukan karena suami anda. Dia mengendong anda dan lari ke IGD. Dia pasti sangat kuat.

Melihat jakdoo yang seperti itu dan teringat apa yang perawat katakan di rumah sakit membuat seungjoo berfikir hingga melamun. Bahkan saat jakdoo sedang berbicara yang seungjoo perhatikan hanya tangan jakdoo yang terlihat begitu kuat.

Jakdoo : “aku sudah memeriksanya. Kamu tidak bisa mengusir orang jika tidak memiliki izin dari pemilik sebelumnya.”
Seungjoo : “…………….” (Jika seeorang seperti dia ada di pihakku, aku tidak akan terlibat masalah, bukan?)
Jakdoo : “Hei! Katakana sesuatu.”
Seungjoo : “Apa? Yaaa yaaa yaaa. Baiklah.”


Suami pura-pura itu ide bagus. Dia akan menjadi manusia super pribadimu. Dia akan menyelamatkanmu dari bahaya dan gosip yang kamu hadapi sebagai wanita lajang. (semi)
Seungjoo teringat apa yang dikatakan semi waktu itu, tapi itu ide gila fikirnya.
Jakdoo : “Aku tidak akan tinggal disana secara gratis.”
Pernahkah kamu meminjamkan uang kepada seseorang? Yang mau melakukan apa pun untukmu karena tidak bisa membayar. (semi)
Jakdoo : “Jika kamu mau uang, aku akan membayarmu. Jika kamu mau, aku akan bertani untukmu. Aku akan menuruti semua perintahmu.”
Jakdoo berdiri dan memohon bantuan dari seungjoo.
Seungjoo : “………” (Baik, siapa peduli jika dia dari desa?)
Jakdoo : “Aku mungkin terlihat gila…”
Seungjoo : “……..” (tidak. Dia akan berfikir aku gila.)
Jakdoo : “Aku memiliki alasan untuk tinggal disana seumur hidupku sambil melindungi rumah itu.”
Seungjoo : “………..” (kejadian kemarin mungkin terjadi lagi. Aku bisa mati jika bukan karena pria ini.)
Jakdoo : “Meski itu tidak cukup bagimu…”


Kata-kata jakdoo belum selesai namun seungjoo memotongnya dan langsung berdiri.
Seungjoo : “itu cukup bagiku.”
HAHAHAHAHAAHA jakdoo sampai nggak percaya seungjoo bakal bilang kaya gitu.
Seungjoo : “Percayalah padaku. Aku..”


Kata-kata seungjoo berakhir disana karena saat itu pengantar ayam datang dengan panic, dia marah-marah kepada jakdoo karena jakdoo malah disini sedangkan satu ekor ayam sudah mati. Jakdoo terkejut mendengar itu, dia lalu mengambil jaketnya dan bergegas pergi.


Karena masih ada yang ingin seungjoo bicarakan jadinya dia berusaha menahan jakdoo, namun jakdoo tidak faham akan hal itu dia hanya mengatakan terima kasihnya dan akan membalas kebaikan seungjoo ini dengan cara membantu orang yang sedang seungjoo cari di desa, jakdoo juga meminta seungjoo untuk berkunjung ke desa lagi, lalu pergi meninggalkan seungjoo.

Seungjoo : “Aku pasti sudah gila. Bagaimana jika aku mengatakannya dengan lantang?”


Didepan rumah seungjoo sudah ada seungtae dan beberapa orang dari jasa kebersihan, seungtae meminta mereka membersihkan rumah seungjoo dengan teliti.

Saat itu seungjoo menghubunginya menanyakan keberadaan seungtae, dan saat itu seungtae menyombongkan diri jika dirinya sedang berada dirumah kakaknya dan menghubungi jasa kebersihan, bukankah dia baik? Seungtae juga meminta seungjoo untuk memeritaunya jika ada kejadian seperti ini lagi. Mendengar itu seungjoo berterima kasih namun tidak lupa dia meminta seungtae untuk tidak mengusik gunung itu, memikirkannya saja jangan.

Seungtae menyangkalnya, dia pura-pura tidak mengetahui hal itu. Karena tidak bisa menyangkal lagi seungtae akhirnya membujuk kakaknya dengan mengatakan kalo bisnisnya kali ini akan sukses. Percakapan mereka skip aja ya, ini Cuma tentang seungtae yang dulu juga pernah bilang gitu tapi malah ditipu terus seungjoo yang harus melunasi jaminan rumah.


Seungjoo yang berbicara dengan seungtae ini seungjoo yang seperti biasa, dia marah dan mengomel. Saat itu seungjoo berjalan dilorong rumah sakit dan berrpapasan dengan seserorang yang baru saja dibawa kerumah sakit karena kecelakaan sepertinya, melihat tubuh wanita itu pucat dan berdarah membuat seungjoo tiba-tiba merasa syok. Teringat kembali dengan mayat yang dia temukan dirumahnya itu membuat seungjoo tiba-tiba berteriak dan jatuh tersungkur.


Orang-orang mendekat penasaran dan sekaligus khawatir dengan seungjoo, sepertinya seungjoo mengalami gangguan panic karena trauma akibat pembunuhan itu. Dan beberapa saat kemudian seungjoo sudah ada diruang perawatan dan sedang menjalani pemeriksaan.


Seungtae masuk kerumah dengan terburu-buru, melihat ibunya dia langsung mendekat dan menanyakan apa ibunya memberitau seungjoo tentang resort yang ingin dia bangun, ibu tentu mengatakan tidak dan terkejut juga karena seungjoo sudah mengetahuinya. Seungtae sangat khawatir karena sepertinya kali ini seungjoo benar-benar serius dan ibu menenangkan seungtae, seungjoo tidak akan bisa berbuat apa-apa karena dia tidak memiliki suami atau anak, dia hanya memiliki mereka. Tidak mungkin seungjoo akan mengabaikan mereka.

Seungtae masih khawatir dan bertanya bagaimana jika seungjoo menikah dan ibu dengan yakin kalo seungjoo tidak ingin menikah. 


Setelah pemeriksaan, seungjoo menuju ruang psikiater untuk mengetahui hasilnya.
HAHAHHAHHAAHA aku males jelasin medis, gimana ini? Kasih intinya aja ya. Dokter mengatakan kalo seungjoo ini terkena gangguan kepanikan  akibat trauma dari pembunuhan itu namun dari diri seungjoo sendiri menyangkal hal itu, dia merasa kalo dirinya baik-baik saja masak iya terkena gangguan kepanikan. Lebih singkatnya seungjoo ini trauma tapi nggak sadar kalo dia sedang dalam masa trauma. Gitu aja ya^^

Dokter bilang gini ke seungjoo : Untuk sementara, jangan ke tempat yang mengingatkanmu pada insiden itu. Berada di tempat tertutup akan membuatmu klaustrofobia. Tempat yang terbuka dan ramai juga tidak baik. Saat kamu mulai hiperventilasi, kamu harus menjauh dari area itu dan menarik nafas. 

Sendirian adalah hal yang paling buruk bagi pengidap gangguan panic. Kamu harus selalu didampingi. 


Setelah dari rumah sakit seungjoo menghubungi tim personalia, mengatakan keterlambatannya mengirim portopolio. Seungjoo akan naik taksi namun sepertinya gangguan kepanikannya datang lagi jadinya dia urung dan kembali menepi untuk menenangkan diri.


Dikantin rumah sakit seungjoo meminum obatnya setelah selesai sambil menenangkan diri dia hanya berdiri ditempat semula untuk beberapa waktu (red :lama)


Aku belum pernah dan semoga nggak memiliki gangguan kepanikan, jadi aku nggak tau seberapa mengerikannya terkena hal itu, semoga aja nggak yak arena dilihat dari seungjoo ini bener-bener nggak tenang hidupnya, selalu dihantui rasa takut.

Di episode 1 kemarin siapa yang akan sangka jika ternyata jakdoo yang nyelamatin seungjoo, tiba-tiba aja jakdoo dateng gitu kan. Jakdoo ini keliatan lempeng banget ya hidupnya sedangkan seungjoo hidupnya rumit banget banyak masalah.

Oh iya ada yang bisa jelasin ke aku seungjoo itu siapanya seungtae, adek apa kakak? Di episode 1 kemaren ibu bilangnya seungtae itu anak sulung tapi di episode 2 ini seungtae manggil seungjoo nonna. Aku kan jadi bingung ini..

5 komentar

Ni ibu bener ibu kandungnya sengjo bukan ya....?😬...paling sebel ni ma karakter kayak gini...
Plng ngakak liat prcakapan sengjo dak jo yg g nyambung tp nyambung...nah lo...haha...

Kalo masalah panik, aku pernah sih kak.. Panik atau takut yaa haha jadi klo ke tempat yg aku takuti hrs ditemani padahal bkn tmpat serem lo kak, trus aku blng sama bpk aku kmudian bpk yg slalu motivasiin dan nemenin aku smpe blng di berkebun pkoknya aku tunggu haha.. Lama2 ngga lagi sih takutnyaa aku kuatin diri aja kalo masalah itu udah lewat dan ngga ada lagi..
Oh iya kalo seungtae itu aku jg kurang ngeh si kak, mungkin lbh jelasnya tunggu episod brikutnya haha
Semangat kakak 😊💪💪

Selalu menunggu eps selanjutnya

Jagganim please konsisten ke my husband oh jak doo, drama nie keren banget...jagganin hwaiting..

Setau aku, seungtae itu adiknya seungjoo. Jadi seungjoo ya noona-nya seungtae. Aku ga ngeuh sih ibunya pernah bilang kalau seungtae anak sulung, tp mungkin Karena seungtae ini anak laki2, Kan suka Ada tuh Di drama2 yg ibunya selalu ngebanggain anak laki2-nya dibanding anak lain yg perempuan, kasusnya kayak ibu dan adik nya seungjoo ini...