Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Grand Prince Episode 9 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Grand Prince Episode 10 Part 2

Hwi mengatakan kalo surat itu diberikan kepada kepala suku Huligai. Jika negoisasi kotor itu terungkap ke dunia, nggak peduli tahta yang Kang idamkan selama ini, Kang nggak akan bisa mempertahankan posisinya sebagai pangeran. Nggak ada menteri di istana yang akan memihaknya, atau salah satu dari orang-orang mereka yang akan tunduk kepadanya. Hwi menasehati agar Kang menjadi pelayan putra mahkota yang setia pada saeja dan ibu suri. Jika Kang melakukannya, Hwi berjanji akan menguburnya agar nggak ada yang tahu. 


Kang maju dan menarik kerah baju Hwi. Ia menanyakan, apa Hwi pikir dia akan selamat setelah membuat kebohongan palsu seperti itu? Hwi sama sekali nggak gentar. Dia membalikkan, bukankah begitu? Apa alasan Hyung mendadak mengganti petugas keamanan saeja? Gimana dengan alasan Kang menekan ibu suri yang baru saja kehilangan putranya? Kang menantang Hwi untuk menunjukkan buktinya. Bukti bahwa ia terlibat dengan negoisasi kotor. 


Hwi menatap Kang dengan percaya diri dia mengatakan punya surat rahasia itu. Hwi menghempaskan tangan kakaknya. Ia meminta Kang untuk memikirkan bukti yang ia pegang di tangannya setiap kali Kang bimbang. Kang tertunduk. Hwi melanjutkan, agar Kang juga mengingat bahwa Kang harus hidup seperti itu sepanjang hidupnya. Mata Kang berubah jadi merah. Ia melarang Hwi agar jangan membuat rencana kotor. Hwi balas menatap Kang, dia berharap bisa membuat rencana kotor itu lebih dari siapapun. 


Hwi lalu bangkit dan meninggalkan Kang. Kang yang sudah sendiri menangis sambil tertawa. Gi Teuk segera menghampiri Hwi dan membantunya memakai sepatunya. Kang yang perasaannya masih kacau, akhirnya bangkit dan mengambil busur serta panah. Ia keluar dan menarik busur itu ke arah Hwi yang sedang berjalan meninggalkan kediamannya. Kang sudah mau melakukannya tapi pengawalnya dan Na Gyeom yang melihatnya hendak memanah Hwi memintanya untuk mengurungkannya. Kang berteriak dan melepaskan anak panahnya. Beruntung Hwi dan Gi Teuk sudah keluar sehingga panah itu hanya mengenai pintu. 


Na Gyeom bertanya kenapa Kang menjadi seperti itu? Jika pangeran Eun Sung meninggal di rumah mereka tanpa rencana, gimana Kang akan mengdadapi konsekuensinya nanti? Kang mengatur nafasnya. Ia menatap Na Gyeom. 


Hwi sudah berjalan agak jauh dari istana Kang. Dari arah yang berbeda, paman dan para menteri kanan juga sedang menuju ke istana Kang. 


Kang menemui paman serta para menteri kanan yang memihaknya. Ia mrletakkan pedangnya dengan kesal. Tiga tahun yang ia tunggu ternyata sia-sia. Anak ingusan yang nggak bertanggung jawab atas pemerintahan. Paman menyahut, nggak ada intrik politik dan berjuang demi kehormatan, nggak ada masalah lagi. Kang berkata ia perlu tahu seberapa jauh masing-masing mereka bersedia untuk berjuang bersamanya. Para menteri itu nggak menjawab apa-apa. Paman memambahkan, jika itu berhasil, maka itu akan menjadi revolusi, tapi jika mereka gagal, maka itu akan menjadi penghianatan. Para menteri itu langsung menatap paman. Paman melanjutkan, jika mereka tetap bersama dari awal sampai akhir, dan menyelesaikan proyek besar, mereka akan dikenang oleh beberapa generasi yang akan datang. Tapi jika mereka gagal, maks mereka akan menjadi penghianat dan akan dikecam selamanya. Para menteri itu tampak ragu untuk memutuskan.


Sekali lagi Kang bertanya pada apa mereka siap untuk semua itu? Para menteri itu saling tatap. Menteri yang paling depan mengatakan, mereka sudah menarik pedang, Raja mereka sudah lama memutuskannya. Dia lalu bangkit dan menghampiri Kang. Ia menandatangani ikrar aliasi. Perjanjian untik menggulingkan saeja dari tahtanya. Menteri yang kedua mengikuti.


Ibu suri bertemu dengan kakaknya dan Hwi. Ia bertanya apa dia menyarankan mereka menggunakan Yi Il Yeo Wol Jae? 
*Yi Il Yeo Wol Jae adalah aturan menghitung satu hari sebagai satu tahun. 
Hwi berkata jika mereka melakukan itu, mereka bisa mengadakan upacara kenaikan tahta besok. Kakak ibu suri bertanya bukankah Jin yang mengamcamnya hari ini? Ia merasa mereka harus segera membuat saeja naik tahta meskipun sehari lebih awal. Hwi mengingatkan kentataan bahwa masa depan mereka yang sejahtera tergantung pada Saeja, meskipun dia masih muda, tapi harus disuarakan dengan lantang oleh istana demi negeri mereka sehingga Hyung juga akan mengakuinya juga. 


Ibu suri menghela nafas. Ia sudah memutuskan. Ia mengharuskan Hwi untuk masuk ke istana juga. Kakak ibu suri menjelaskan, jika mereka ingin melindungi saeja, maka Hwi selaku yang menerima wasiat terakhir raja akan sangat membantu ibu suri dalam pekerjaannya sebagai wali raja. Hwi terdiam, sepertinya itu terasa berat baginya. 


Dayang mengendap-endap bersama beberapa para pelayan. Ia masuk ke sebuah ruangan. Tanpa mereka sadari ada sesuatu yang jatuh saat mereka membuka pintu. Dayang itu mengangguk memberi kode pada para pelayan. Para pelayan itu mengerti dan mulai beraksi. Mereka menggeledah seisi kamar itu. 


Hwi mengaku mempunyai sebuah permintaan. Ia minta tolong pada ibu suri agar membuat lamaran pernikahan Ja Hyeon seperti nggak pernah terjadi. Kakak ibu suri menyampaikan kalo itu bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Hwi merasa itu harus dilakukan agar semuanya kembali ke tempatnya yang semestinya. Ibu suri menghela nafas lalu menanyakan siapa orangkae yang Hwi bawa kesini? Hwi menyampaikan kalo dia adalah penyelamat hidupnya. Dia dibesarkan oleh Jurchen tapi dia adalah putri dari tahanan Joseon. Dia nggak bisa tinggal disana lagi setelah membantu mereka melarikan diri, jadi ia ikut dengannya. Ibu suri bertanya, itu saja? Hwi mengiyakan. Ibu suri menatap Hwi. Apa dia ingin yang lebih dari itu? 


Si Gae sudah mandi. Dayang berpendapat, karena Si Gae sudah mandi dan berpakaian, dia nggak terlihat kalo dia dari Jurchen. Dayang berpendapat kalo penampilan dan bentuk tubuh Si Gae nggak terlalu buruk juga. Dayang menyuruh Si Gae untuk duduk. Si Gae menurut dan duduk di dadapan dayang. Habis duduk, dayang menyuruh Si Gae untuk berdiri. Si Gae malas. Dayang membentaknya agar berdiri sesuai dengan perintahnya. Si Gae pun berdiri lagi. Habis berdiri, Si Gae disuruh duduk lagi. Si Gae pun kembali duduk. 


Dayang bangkit dan menjelaskan kalo di depan orang dewasa, Si Gae harus duduk dengan lembut seperti kelopak bunga yang jatuh ke tanah. Dayang mencontohkan. Si Gae harus menekuk lutut di atas tanah dan duduk. Si Gae terus terang menjawab nggak mau. Ia memperlihatkan kakinya dan ngasih tahu kalo kakinya sakit. 


Dayang mengambil sesuatu di laci dan memakannya. Hmm.. . Si Gae jadi tertarik dan ingin memakannya juga. Dayang menyodorkannya ke Si Gae. Si Gae membuka mulut sudah mau memakannya tapi dayang malah menariknya ke atas dan ke bawah sehingga Si Gae terpaksa mengikutinya. Dayang melakukannya hanya agar Si Gae bisa duduk dengan pelan. Setelah bisa, dayang mempersilakannya untuk memakannya tapi Si Gae malah menggigit tangan dayang. Dayang menjerit kesakitan. 


Kkeutdan yang sedang mengikat rambut Ja Hyeon terkejut mendengar kabar pangeran Eun Sung membawa wanita. Deuk Sik membenarkan. Ja Hyeon merasa Hwi pasti punya alasan. Mungkin dia tahanan yang ditangkap. Deuk Sik menepuk meja. Dia mengingatkan kalo sudah 3 tahun. Dia bisa menikah dan punya anak di sana. Apa dia bukan laki-laki? Kkeutdan memotong, apa maksud Do-ryongnim? Asshi nggak pernah menunggunya selama 3 tahun. Apa Deuk Sik ingin menyebarkan gosip dan membuatnya kesal? Kkeutdan mengambil sesuatu dan siap melemparkannya ke Deuk Sik. Deuk Sik menyatakan kalo itu bukan gosip. Itu fakta. Dia datang bersama wanita. Kkeutdan lalu bangkit dan menyuruh tuan mudanya untuk pergi. Deuk Sik langsung bangum dan bergegas melarikan diri sambil bertanya kenapa? Kkeutdan melarangnya agar jangan berani muncul di depan Asshi lagi (lah, dia kan kakaknya, masa seorang kakak nggak boleh ada di depan adiknya? Ja Hyeon sendiri hanya terdiam. Mungkin dia terkejut mendengar Hwi pulang bersama wanita. Apa mungkin dia cemburu? 


Hwi masuk ke kamar Gi Teuk. Ia terkejut menemukan kertas yang seharusnya terlipat di sela-sela pintu malah terjatuh. 


Hwi membicarakannya dengan Gi Teuk. Gi Teuk heran dan nggak habis pikir, seseorang datang ke kamarnya meskipun ia sudah lama nggak tinggal di sana. Ia merasa mereka harus menyingkirkan pelayan istana dari kamar raja karena mereka adalah anak buah pangeran Jin Yang. Gi Teuk bertanya pada Hwi, haruskah mereka melapor ke pihak yang berwenang? Hwi nggak bilang apa-apa dan menyuruh Gi Teuk untuk pergi. Meskipun mereka menyingkirkannya, mereka akan menggantinya dengan orang lain. Hwi rasa lebih baik mereka waspada dan mengawasinya saja. Gi Teuk menghela nafas lalu mengangguk. Hwi melanjutkan kalo Hyung-nya yang merencanakan semua itu. Dengan berat Hwi melanjutkan kalo Hyung-nya benar-benar membuangnya dan bernegoisasi dengan orangkae. Hwi memekamkam matanya teringat penderitaannya selama ini selama ia di sandera di Jurchen. 


Akhirnya hari penobatan raja tiba. Para menteri dan pangeran berkumpul menyaksikannya. Hwi mengucapkan selamat padanya dan berharap ia jadi raja yang bijaksana untuk negeri ini. Ibu suri menatap raja yang baru. Ia lalu mengatakan, berdasarkan petisi dari para menteri yang berharap pemerintahan berjalan dengan normal sesegera mungkin, mereka akan mengakhiri belasungkawa kerajaan dan menyelesaikan proses pewarisan tahta. Sebagai wanita, ibu suri mengaku sangat khawatir nggak bisa menjalankan tugas-tugasnya sebagai penanggungjawab pemerintahan. Seperti yang diketahui, kontribusi pangeran Eun sung dalam menyelesaikan pemberontakan di wilayah utara sangat bagus dan kembali dengan selamat setelah berjuang selama 3 tahun di kamp musuh. Karenz Saeja yang masih muda telah nail tahta, ibu suri berencana menunjuk pangeran Eun sunh sebagai Byeongjo (menteri urusan militer) dan mempercayakan keselamatan raja padanya. 


Para menteri kiri mengangguk setuju sementara Kang dan paman tampak nggak suka mendengarnya. Eun Sung lalu beesumpah, ia, pangeran Eun sung, Lee Hwi, akan melayani yang mulia dengan kesetiaannya. Para menteri Kiri kompak hormat dan berterima kasih pada kemurahan yang mulia sedangkan para menteri kanan menampakkan wajah tegang. 


Hwi keluar dan langsung disambut oleh kakaknya. Kang mengatakan kalo Hwi memfitnahnya dengan sesuatu yang nggak ia lakukan dan merebut kekuatan militer. Kang merasa Hwilah yang punya motif tersembunyi. Hwi santai menjawab kalo keinginan ibu suri adalah keselamatan raja yang masih muda dengan menunjuk seorang dari keluarga raja untuk jabatan itu. Kang memotong menanyakan apa hanya Hwi keluarga raja? Hwi tersenyum. Ia berkata kalo ia ditunjuk karena masa-masa yang ia habiskan di medan perang, jadi ia rasa, ia harus berterima kasih pada Kang. Karena Kang mengirimnya ke Wilayah Utara, ia bisa menjadi Byeongjo hari ini. 


Kang yang nggak suka memalingkan wajahnya. Hwi lalu menatap kakak ipar Kang yang berdiri di belakang Kang. Ia sudah bekerja keras melayani mendiang raja selama ini. Hwi mengaku ingin mengurangi beban besar yang ia emban dalam urysan keamanan istana dan memindahkannya ke kantor administrasi militer. Kakak ipar Kang terkejut dan langsung menatap Kang. 


Kang tertawa. Ia menanyakan apa Hwi mencoba menurunkan jabatan kepala keamanan kerajaan karena dia kakak iparnya? Hwi tersenyum dan menggarisbawahi, menurunkan? Gimana bisa Hwi menurunkan seseorang yang punya peringkat yang sama dengannya? Hwi kembali menatap kakak ipar Kang dan berkata jika itu nggak sesuai dengan harapannya, maka Hwi akan mencarikan posisi di pedesaan di mana dia bisa bersantai dan beristirahat. Wajah kakak ipar Kang sudah sebel banget kayaknya. 


Kang maju menghampiri Hwi. Ia bertanya sampai kapan Hwi akan melakukan ini? Hwi menjawab sampai Kang menyerah. Sampai raja dewasa, Hwi nggak akan berhenti. Kang terdiam. Hwi lalu pergi meninggalkannya. 


Kang dan kakak iparnya lalu berbalik menatap kepeegian Hwi. Kakak Na Gyeom bertanya, apa itu masuk akal? Pria itu pulang dengan selamat dan mulai mengguncang kerajaan. Ia menanyakan apa yang akan Kang lakukan? Kang menjawab kalo ia harus bersikap seperti seorang kakak. Menikahkannya dan mengajarinya tentang dunia. 


Na Gyeom menemui ibu suri dan menyampaikan kalo mereka harus mempercepat pernikahan pangeran Eun Sung. Ibu sudi mengatakan meskipun mereka telah mempersingkat waktu berkabung kerajaan karena upacara kenaikan tahta. Na Gyeom mengakui kalo dia sudah lancang, tapi karena kondisi pangeran Eun Sung... . Na Gyeom memang pernah nggak setuju kalo Ja Hyeon menjadi istri adik suaminya. Tapi mereka sudah berpisah selama 3 tahun. Ia merasa itu nggak baik untuk keluarga kerajaan jika memisahkan sepasang kekasih yang saling merindukan. 


Ratu menyela. Menurutnya apa yang dikatakan permaisuri ada benarnya. Ia juga merasa kasihan pada pangeran Eun Sung. Bahkan di masa sebelumnya, pernikahan kerajaan pernah dilakukan selama masa berkabung kerajaan karena alasan tertentu. Ia bertanya kenapa ibu suri nggak menyetujuinya? Ibu suri mengaku khawatir tentang melestarikan adat istiadat karena raja masih sangat muda. Bagaimans jika mereka mengatakan bahwa adat istiadat telah hancur karena raja terlalu muda? 


Na Gyeom tersenyum dan bilang enggak pada ibu suri. Ia mengaku sudah berkonsultasi dengan peramal. Dia bilang kalo pernikahan pangeran Eun sung akan menghidupkan kembali keluarga kerajaan. Na Gyeom meminta ibu suri untuk memberitahu Seo Woon Gwan dan mendapatkan hari yang terbaik. 
*Seo Woon Gwan adalah kantor yang menentukan tanggal untuk acara penting berdasarkan astrologi Korea. 
Ibu suri menatap ratu. Ratu mengangguk pelan. Tapi ibu suri tampak nggak suka dengan ide dari Na Gyeom. 


Na Gyeom dan pelayannya datang ke rumah keluarga Ja Hyeon. Dengan penuh kemantapan ia melangkah memasuki rumah itu. 


Ja Hyeon tengah menyulam di kamarnya. Kkeutdan memanggil-manggilnya dan masuk ke kamarnya dengan terburu-buru. Ja Hyeon bertanya ada apa? Kkeutdan menyampaikan kalo istri dari pangera  Jin Yang datang. Ja Hyeon terkejut, Na Gyeom? Kkeutdan mengiyakan dan memberitahu kalo dia ada di ruang tamu. Ja Hyeon menghela nafas dan bertanya-tanya apa yang Na Gyeom lakukan sekarang? Ja Hyeon bangkit hendak mencari tahu. 


Na Gyeom menyerahkan sesuatu pada ibunya Ja Hyeon. Itu adalah tanggal pernikahan pangeran Eun Sung. Ibu menerimanya. Ibu terkejut. Ia pikir upacara pernikahannya nggak akan dilakukan dalam waktu dekat. Na Gyeom mengaku memohon pada ibu suri untuk mempercepat upacara pernikahannya. Ibu bernafas lega. Ia sangat bersyukur. Ibu mengaku sedih melihat Ja Hyeon perlahan menjadi perawan tua. Itulah gunanya memiliki teman. Ibu berterima kasih pada Na Gyeom. Saking senangnya ibu sampai berkali-kali mengucapkannya. Na Gyeom melanjutkan, sebagai gantinya, ibu suri nggak setuju untuk melakukan pernikahan secara resmi. Jadi upacara pernikahannya akan dilakukan seperti keluarga biasa. Ibu agak kecewa mendengarnya. Na Gyeom kembali melanjutkan, itulah sebabnya ia membawa tanggal pernikahan dan melawan protokol kerajaan. Ibu mengaku mengerti. Na Gyeom tersenyum. 

Bersambung...

Komentar :
Kang dan Na Gyeom memang serasi. Baru aja Kang menyusun rencana, dan Na Gyeom bertindak sesudahnya. Benar-benar kompak.