Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Grand Prince Episode 11 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Grand Prince Episode 12 Part 1


Ja Hyeon berjalan seorang diri. Di belakangnya ada anak buah Kang yang mengikuti. Dan di belakang anak buah Kang ada Roo Si Gae yang diam-diam juga mengikuti Ja Hyeon. Mereka sampai di depan rumah Ja Hyeon. Anak buah Kang pamit. Ia akan pergi sekarang. Ja Hyeon nggak menghiraukannya dan terus menatap kedepan. 


Roo Si Gae menatap kepergian anak buah Kang lalu menghampiri Ja Hyeon. Ia berdiri di hadapannya. Ja Hyeon memanggil Roo Si Gae. Si Gae bertanya dimana Hwi? Istana nggak mengijinkannya masuk. Nggak ada siapa-siapa di istana. Bahkan pangeran juga. Si Gae bertanya kemana Hwi pergi? Ja Hyeon nggak bilang apa-apa dan memeluk Si Gae. 


Ibu memberikan obat pada ayah. Ayah meminumnya sampai habis dan memberikan kembali mangkuknya pada ibu. Ibu merasa mati mungkin pilihan yang terbaik. Ibu bertanya apa ayah melakukan itu agar mereka bisa bertahan hidup? Ayah hanya menghela nafas. Ibu kembali bertanya, apa yang garus mereka lakukan dengan Ja Hyeon? Ayah melarang ibu untuk memberitahu Ja Hyeon sekarang. Kalo Ja Hyeon tahu kalo ayahnya bunuh diri karena pangeran Eun Sung, maka dia akan membuat keributan. Ibu melarang ayah memikirkan hal lain. Mereka harus menebusnya dengan kembali hidup-hidup. Mati adalsh hal yang paling pengecut yang harus dilakukan. Ibu meminta ayah untuk mencari cara guna meluruskan semuanya. 


Ayah mengatakan kalo mereka nggak tahu apakah pangeran Eun Sung benar-benar nggak bersalah. Semua saksi menunjuknya sebagai penghianat. Ibu mengingatkan kalo pangeran Jin Yang yang dituduh melakukan kesalahan selama ini. Menantu mereka hanya berusaha yang terbaik untuk melindungi kakak sulungnya dan keponakannya. Ayah mengoreksi perkataan ibu, menantu? Ayah menasehati agar ibu berhati-hati dengan kata-katanya. Mereka bahkan belum mengadakan pernikahan untuk Ja Hyeon. 


Kkeutdan berseru memanggil ibu dan memberitahu kalo Asshi sudah pulang. Ibu buru-buru bangkit dan keluar, sedangkan ayah hanya menghela nafas. 


Ibu menemui Ja Hyeon. Memperhatikan putrinya dari bawah sampai atas. Ibu memakai sepatunya dan mendekat. Ibu memeluk Ja Hyeon. Ja Hyeon memanggil ibunya. Ibu melepaskan pelukannya dan menggenggam tangan putrinya. Ibu bertanya apa Ja Hyeon sudah makan? Ja Hyeon nggak menhawab apa-apa dan hanya menatap ibunya. Ibu menyuruh Ja Hyeon untuk melepaskan pakaiannya. Ibu menyesalkan, kenapa sulit sekali mengirim putrinya untuk menikah? Ja Hyeon bertanya pada ibunya apakah ibu sudah mendengar kabar tentang apa yang terjadi pada pangeran Eun Sung? Apa yang dikatakan istana? 


Ibu menghela nafas. Ia ingin mengatakan sesuatu tapi nggak tahu mesti mulai dari mana. Kkeutdan menanyakan dimana Ja Hyeon bertemu dengannya (Si Gae)? Kenapa Ja Hyeon membawanya kesini? Ja Hyeon menjelaskan karena pangeran nggak ada, maka mereka harus menjaganya. Kkeutdan bisa mengerti tapi dia tetap nggak suka sama Si Gae. 


Ja Hyeon menanyakan dimana ayahnya. Apa ayah sudah pulang? Apa ayah di rumah? Ibu memberitahu kalo ayah sedang nggak enak badan. Ia lalu menyuruh Ja Hyeon untuk berganti baju dan makan dulu baru menemui ayahnya. Mata Ja Hyeon berkaca-kaca. Ia bertanya apa ayahnya terluka? Dimana ayah? Ibu bilang bukan begitu. Ibu lalu menyuruh Ja Hyeon agar bergegas. Ibu membimbing Ja Hyeon berjalan menuju kamarnya. Kkeutdan dan Si Gae mengikuti. 


Si Gae duduk di depan kamar Ja Hyeon. Dia tampak khawatir. 


Kkeutdan membantu Ja Hyeon berganti pakaian. Ia menyuruh Kkeutdan untuk mencuci baju pengantinnya dan menyetrikanya juga. Kkeutdan menundukkan wajahnya sambil menahan tangis. Ja Hyeon melanjutkan sambil membayangkan kalo suatu hari nanti, ia akan memakai baju-baju itu lagi. Ia akan memberi hormat di depan pangeran Eun Sung, dan dia akan melepas hiasan kepala Ja Hyeon di kamar tidur pengantin baru mereka. Lalu mereka akan melupakan semua kenangan yang mengerikan ini. 


Kkeutdan nggak bisa lagi menahan air matanya. Ja Hyeon melarangnya menangis. Kkeutdan mengaku nggak peduli dengan apa yang terjadi pada pangeran Eun Sung. Nggak masalah. Ia merasa sangat khawatir pada Ja Hyeon. Apa yang harus mereka lakukan sekarang? Ja Hyeon mengatakan kalo mereka akan menghilangkan fitnah itu. Ja Hyeon yakin kalo kebenaran akan selalu menang. Ja Hyeon yakin itu. 


Kang menemui ibu suri. Ibu suri mengatakan kalo Jwachanseong percaya pada pangeran Eun Sung dan memintanya menjadi Byeongjo. Kang mengatakan kalo Hwi nggak puas dengan posisi itu. Dia tahu dia nggak akan bisa berhasil melakukan pemberontakan tanpa menyingkirkan menteri Kim Chu. Itu sebabnya dia mengarahkan orang-orang untuk datang ke pernikahannya sendiri saat nggak ada yang curiga. Ibu suri memberitahu kalo Hwi bukan orang yang akan melakukan itu. Kang mengatakan kalo Hwi sendiri yang bilang padanya kalo dia hidup seperti binatang. Bahkan itu terjadi nggak hanya sebulan atau dua bulan tapi tiga tahun. Selama waktu itu Eun Sung berubah. 


Ibu suri terdiam menatap anaknya. Kang menghela nafas lalu melanjutkan, kalo mereka menerima petisi tanpa akhir aras kematian Eun Sung dari para pelajar. Dan mereka juga dalam masalah besar karena pemberontakan. Kang merasa jika ini dibiarkan berlarut-larut, maka mereka nggak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Apalagi raja masih muda. Ibu suri bertanya ia harus gimana? Seorang ibu nggak bisa membunuh anaknya dengan tangan kosong. 


Kang mengatakan akan melindungi raja. Ia lalu menatap ibu suri dan meminta diberikan posisi Yeonguijeong (pedana menteri). Jika bukan posisi di mana mereka bisa menyelesaikan masalah besar, mereka nggak akan bisa mengatasi pemberontakan. Ibu suri bertanya apakah Kang bisa berjanji padanya kalo Kang nggak menginginkan sesuatu yang lebih dari itu? Ibu suri bertanya lagi apakah Kang akan puas dengan posisi Yeonguijeong itu? Kang berkata akan menghukum penghianat dan melindungi yang mulia raja. Kang mempersilakan ibu suri untuk menggunakan rencana lain, jika ia menemukan cara lain. Saat ini Kang memberikan cara terbaik yang bisa ia berikan. Ibu suri hanya bisa menghela nafas sambil menatap Kang. 


Para menteri dan pangeran berkumpul di hadapan raja dan ibu suri. Menteri kiri, kakak ibu suri membacakan keputusan. Pangeran Jin Yang, Lee Kang diharuskan menghentikan semua tindakan pemberontakan, dan mencapai tujuan baik dengan ketulusan dan niat baiknya, serta kebijaksanaan dan keberaniannya, maka dia ditunjuk sebagai Yeouijeong. Bersama Yoon Ja Jung yang baru diangkat sebagai Byeongjo, tolong lindungi yang mulia dengan kesetiaan mereka. Para menteri kompak membungkuk, berterima kasih pada yang mulia. Para menteri kanan dan juga paman tersenyum penuh kemenangan. Sementara ibu suri hanya bisa menghela nafas saja. 


Kang berjalan dengan penuh percaya diri bersama dengan kakak iparnya. Mereka pergi menemui Hwi. Hwi menatap Kang dengan penuh kebencian. Kang menyuruh Hwi untuk mengakui kenyataan bahwa itu adalah rencana penghianatan yang ia lakukan. Kang membeeitahu kalo Daejehak telah melaporkan penghianatan demi putrinya. Hwi harus mengakuinya agar Nang-ja menjadi putri seorang saksi, dan Hwi juga bisa melindunginya. Hwi terus menatap Kang tanpa mengatakan sepatah katapun. Kang melanjutkan jika Hwi terus keras kepala, maka Nang-ja akan menjadi anak penghianat. Dan akan menjadi budak. 


Hwi tersulut. Ia mengulurkan tangannya dan menarik kerah baju Kang. Ia mengingatkan agar jangan menyentuh istrinya. Kang menghempaskan tangan Hwi. Ia mengingatkan jika Hwi bersikeras mengatakan kalo Ja Hyeon adalah istrinya, tidakkah Hwi pikir itu akan lebih berbahaya untuknya? Hwi menatap Kang seolah ingin menghabisinya. Kang memintanya memilih, mati dan menyelamatkan wanita itu, atau mereka berdua akan mati dalam aib. 


Kang tersenyum. Ia yakin Hwi nggak punya surat itu. Kalo memang Hwi memilikinya maka dia nggak akan sejauh ini. Hwi berkata kalo nggak berarti itu akan menghilangkan perbuatan kakaknya begitu saja. Kang menatap Hwi dengan senyum penuh kemenangan. Sementara Hwi menatap Kang dengan penuh amarah. 


Ja Hyeon bicara dengan kakaknya yang ingin Ja Hyeon melepaskan pangeran. Deuk Sik mengharuskan Ja Hyeon melakukan itu agar keluarga mereka bisa bertahan hidup. Menurut Deuk Sik, cukup jelas kalo Hwi melakukan penghianatan. Jika dia meminum racun, maka mereka semua akan mati. Karena cinta Ja Hyeon, apakah seluruh keluarga mereka harus mati? Deuk Sik meminta Ja Hyeon untuk sadar. Orang tua mereka mengkhawatirkan mereka setiap hari. Kapan Ja Hyeon akan berhenti terobsesi dan menangisi seorang pria? Ja Hyeon mengatakan kalo Hwi difitnah. Seenggaknya mereka harus menyelamatkan nyawanya.  


Deuk Sik sudah nggak bisa bersabar lagi. Ia hampir mengatakan karena Ja Hyeon, ayah mereka, ..  . Deuk Sik nggak bisa mengatakannya dan memilih bangkit. Ia berpesan jika Ja Hyeon ingin mati maka lakukan sendiri. Jangan menyeret seluruh keluarga mereka. Deuk Sik meninggalkan Ja Hyeon. Ja Hyeon menghela nafas. Yang benar saja. 


Ja Hyeon teringat kata-kata Kang yang memintanya memanggilnya kapan satja jika perasaannya berubah. Kang berjanji akan melakukan yang terbaik untuk melindungi Ja Hyeon dan keluarganya. Ja Hyeon lalu bangkit. 


Kang bertemu dengan Yoo Kyung. Kang berterima kasih pada Yoo Kyung. Kontribusinya sangat membantu rencananya. Mereka semua mengakui kalo itu perintah pangeran Eun Sung. Yoo Kyung berkata kalo semua orang berlutut pada seseorang yang lebih berkuasa. Mereka hanya percaya pada kebenaran. 

Flashback...


Yoo Kyung memberikan daftar semua orang yang harus disingkirkan pada penjahat bayaran. Penjahat bayaran membaca nama-nama itu. Jwachanseong, Kim Chun, Menteri Do Hyeon Soo. Orang itu menatap Yoo Kyung. Ia terkejut karena ada nama pangeran Jin Yang disana. Ia bertanya apa yang harus ia lakukan pada pangeran Jin Yang? Yoo Kyung memintanya untuk menyerang kedua pangeran agar nggak ada yang curiga. Tapi jangan bunuh mereka. Pangeran Jin Yang harus hidup dan menerima hukuman. Orang itu bertanya gimana dengan Seong Eok Daejehak? Yoo Kyung mrnyampaikan kalo ada perintah untuk nggak melukai istri dan keluarganya. Orang itu berpendapat kalo orang yang menyuruhnya mungkin ingin melindungi istri dan keluarganya. Yoo Kyung melanjutkan, jika mereka berpura-pura sebagai pengawal pangeran Eun Sung, dan membawa kotak hadiah, itu harus sederhana agar bisa masuk ke istana. Yoo Kyung menyarankan untuk datang bersama dengan pangera  Jin Yang sebagai rombongan pengantin pria. Jika pengantin pria ingin menyiapkan sesuatu, Yoo Kyung akan mempercayakannya pada orang itu. Tapi jika pemberontakan gagal, maka nama pangeran Eun Sung nggak akan keluar. Tapi jika dia berhasil, maka dunia akan menjadi miliknya. Orang itu tampak memikirkannya. 

Flashback end...


Kang merasa masih banyak lagi yang harus dilakukan. Ia berpesan agar jangan terlalu santai. Yoo Kyung menutup kotak perhiasan dari Kang dan mengembalikannya. Apa yang ia inginkan bukanlah kekayaan. Apa Kang nggak tahu? Yoo Kyung mengaku nggak ingin Kang salah paham tapi dia sudah punya banyak harta. Kang tersenyum dan menanyakan apa Yoo Kyung ingin posisi selir kerajaan? Yoo Kyung memberitahu kalo sepanjang hidupnya, ia berasal dari kasta rendah. Ia ingin Kang mengijinkannya untuk menjalani hidup baru dengan kekuatan Kang yang baru yang akan segera ia miliki. Kang menghela nafas dan mengerti Yoo Kyung ingin menjadi berharga. 


Kang tetap memberikan kotak hadiahnya pada Yoo Kyung. Ia menyuruh Yoo Kyung untuk menyimpan apa yang sudah ia berikan padanya. Masih banyak yang garus Yoo Kyung lakukan. Yoo Kying mengaku bisa menunggu. Yoo Kyung tersenyum menatap Kang.


Ja Hyeon menunggu Kang. Nggak seberapa lama Kabg datang bersama anak buahnya. Kang menyuruh anak buahnya pergi. Kang menghampiri Ja Hyeon. Ja Hyeon melepaskan pakaian yang menutupi kepalanya. Ia mengatakan kalo ada hal penting yang ingin ia katakan pada Kang. Kang bertanya apa Ja Hyeon ingin meminta bantuan? Kang bersyukur Ja Hyeon ingat dengan janjinya. Ja Hyeon memberitahu kalo ini tentang pangeran Eun Sung. Kang menghela nafas. Ia mengaku lebih khawatir pada Ja Hyeon dan keluarganya. Ja Hyeon mengingatkan kalo Eun Sung adalah adiknya, bukan orang asing. Kang memotong, baginya Eun Sung seperti orang asing. Dia memperlakukannya seperti orang asing sepanjang hidupnya. Nggak pernah sejalipun Hwi menunjukkan ketulusannya pada Kang atau mempercayai Kang. Karena Kang kakaknya, apa ia harus berada dalam hubungan cinta yang bertepuk sebelah tangan dengannya? Ja Hyeon menghela nafas. Kang memberitahu kalo cinta kakak-beradik membutuhkan dua pihak. Itu sesuatu yang harus dilakukan oleh dua pihak. Nggak akan berhasil jika hanya dilakukan oleh satu orang. 


Ja Hyeon duduk di hadapan Kang ia memohon agar Kang mau menyelamatkannya. Jika Kang menyelamatkannya, maka Ja Hyeon nggak akan meminta yang lain. Mereka akan tinggal bersama di sebuah pulau yang jauh tanpa berpisah. Hanya mereka berdua. Kang bertanya apa yang akan Ja Hyeon berikan padanya? Ja Hyeon mendongak menatap Kang. Kang melanjutkan, apa Ja Hyeon memiliki sesuatu yang luar biasa yang bisa ditukarkan dengan nyawa Eun Sung? Ja Hyeon terdiam. Kang menunduk dihadapan Ja Hyeon. Sekali lagi ia menanyakan apa yang bisa Ja Hyeon tawarkan padanya. Ja Hyeon dan Kang saling menatap. 

Bersambung...

Komentar :
Kasihan Ja Hyeon. Semua orang mendorongnya untuk menjauh dari Hwi, orang yang ia cintai. Bahkan kakaknya sendiri juga melakukannya. Dan apalagi yang akan ia lakukan untuk menyelamatkan Hwi?