Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 5 Part 4
Bing Bing kena flu. Dari tadi bersin mulu. Di sekitarnya sudah ada banyak tissue berceceran. Ia sendiri sedang menghitung. Kalo dia menyimpan NT$20 dari sarapannya setiap hari, maka ia bisa menyimpan NT$600 sebulan. Ponsel Bing Bing bunyi. Pesan dari Bruce yang menanyakan apa Bing Bing senggang nanti siang? Ia akan mentraktirnya makan siang dan membicarakan tentang tokonya di waktu yang sama. Bing Bing senyum-senyum lalu membalasnya, ok. Bing Bing seneng banget. Sempurna. Tapi tiba-tiba dia ingat apa kata romeo. Kata Romeo, pria adalah binatang secara naluri. Tidakkah Juliet lihat, seberapa terbukanya pakaian perempuan-perempuan di permainan online? Bing Bing melihat baju yang dia pakai sambil garuk-garuk kepala. 


Bing Bing lalu bangkit. Dia melihat koleksi pakaiannya. Karena yang di gantungan nggak ada yang sesuai, ia pun mengambil pakaiannya yang ada di kardus. Bing Bing mencoba salah satunya dan tersenyum karena sudah menemukan yang tepat. 


Bing Bing keluar dari lift rumah sakit dengan penuh percaya diri. Ia melangkah dengan penuh keyakinan. Tanpa sengaja Bing Bing berpapasan dengan Wang Nuo. Wang Nuo menatap Bing Bing sebentar lalu kembali menulis. Bing Bing yang sebel banget lihat Wang Nuo sengaja lewat begitu saja tanpa bilang apa-apa. Tapi dasar Wang Nuo, Bing Bing-nya udah diam tapi Wang Nuo malah yang ngomong. Wang Nuo menyindir Bing Bing yang terlalu sering datang ke rumah sakit. Bing Bing memmbalas Wang Nuo dengan mengatai Wang Nuo, tuan tanah. Bing Bing memberitahu kalo dia kesana untuk mengantarkan barang-barang. Wang Nuo mengingatkan kalo nanti siang dia akan makan siang dengan Bruce. Bing Bing menatap Wang Nuo dan menanyakan gimana bisa dia tahu? Bing Bing jadi kesal sendiri karena Bruce bahkan memberitahu Wang Nuo tentang hal itu.

Wang Nuo meletakkan dokumennya dan menatap Bing Bing. Menurut Wang Nuo hal itu terlihat jelas jika Bing Bing berpakaian seperti itu. Anehnya, kostum kertas pemakaman lebih cocok untuk Bing Bing. Bing Bing kesal dan mendekat. Dia membisiki Wang Nuo. Katakan sesuka hati Wang Nuo. Tapi gimanapun juga, Bing Bing nggak akan kalah dari pengintip tom. 


Bing Bing lalu berlalu tapi Wang Nuo malah menarik tangannya. Ia beralasan kalo Bing Bing nggak diijinkan mengganggu pasiennya. Dan mereka saling menatap dengan tatapan tajam. Bing Bing berusaha menarik tangannya tapi Wang Nuo menahannya. Ia melihat lebam di tangan Bing Bing, sampai akhirnya ia melepaskannya. Bing Bing mengingatkan kalo sekarang adalah jam pengunjung untuk pasien. Wang Nuo nggak bisa menghentikannya. 


Bing Bing melangkah pergi dan kali ini Wang Nuo membiarkan. Wang Nuo menoleh dan memberitahu kalo nggak ada hal seperti makan siang gratis di dunia ini. Ia bahkan mengatai Bing Bing sangat b*doh. Bing Bing kesal dan berbalik. Wang Nuo melanjutkan kalo nyonya Wu berhutang kepada seseorang dan hanya mengerjakan sesuatu untuk mereka, jadi jangan jadi orang b*doh. Bing Bing menyampaikan kalo selama guru yang menginginkan itu, maka Bing Bing akan membuatnya menjadi kenyataan. Karena itu Bing Bing yakin pasti bisa mengontrak rumah nenek Wu. Wang Nuo merasa itu benar. Membicarakan rumah itu, membuatnya teringat kalo ia membuat kesepakatan dengan seseorang kalo dia hanya bisa tinggal di aana selama sebulan dan dia harus membayar kontraknya saat dia sudah menemukan pekerjaan. 


Bing Bing merasa tersindir. Dia maju menghampiri Wang Nuo. Ia mengingatkan kalo dia bahkan belum mengontrak toko itu, gimana dia bisa tetap dalam jalur? Gimanapun juga ia harus mempersiapkan tokonya dan membuat keuntungan terlebih dahulu sebelum ia bisa membayar Wang Nuo. Wang Nuo menanyakan berapa lama yang Bing Bing butuhkan? Bing Bing tampak memikirkannya tapi dia nggak bisa menjawabnya. Wang Nuo bertanya, apa Bing Bing tahu kalo ia menyimpan tempat itu untuk mengurus anjing? Ia bertanya kalo Bing Bing nggak pergi, dimana anjing itu akan tinggal? Bing Bing menyindir, merawat anjing adalah untuk seseorang yang peduli. Bing Bing merasa Wang Nuo nggak perlu melakukan itu. Gimanapun juga mereka punya perjanjian verbal. Wang Nuo nggak bisa mengusirnya tiba-tiba. 


Wang Nuo santai menengadahkan tangannya meminta Bing Bing membayar uang kontraknya. Bing Bing tersenyum dan berpesan agar Wang Nuo baik-baik. Kenapa Wang Nuo nggak membawa anjingnya kembali dan Bing Bing akan membantu merawatnya. Wang Nuo meledek, dikiranya dia Santa Klaus? Wang Nuo merasa susah banyak membantu Bing Bing dan Bing Bung bahkan nggak berterima kasih padanya. Wang Nuo sampai geleng-geleng. Bing Bing berterima kasih tapi suaranya pelan banget. Wang Nuo menyindir, bisakah Bing Bing merasakan sedikit ketulusan? Bing Bing tersenyum dan kembali berterima kasih dengan gaya lebay abis, terima kasih, orang bijak. Wang Nuo melirik Bing Bing dan menasehati agar Bing Bing nggak memaksakan diri. Sebagai 'orang bijak'nya, wang Nuo akan ngasih saran. Nyonya Wu benar-benar nggak membutuhkan uang, jadi Bing Bing jangan buang-buang usahanya. Wang Nuo juga mengingatkan Bing Bing, saat watunya sudah habis dan Bing Bing masih belum bisa mengontrak kamar, maka dia harus rela bersempit-sempit dengan anjingnya. 


Ih, Bing Bing makin kesal jadinya. Dia lalu meninggalkan Wang Nuo dan berpapasan dengan Xiao Fang. Mata Xiao Fang tertuju ke pakaian Bing Bing yang nggak kayak biasanya. Bahkan menonjolkan dadanya. Xiao Fang sampai ternganga. Dia bertanya pada Wang Nuo, apa Gao Bing Bing salah makan obat? Kenapa berpakaian sangat seksi? 


Wang Nuo ingat dia memberi saran ke Juliet untuk berpakaian lebih seksi untuk menggodanya.


Wang Nuo sampai bertanya-tanya apa benar ada sesuatu seperti ini? Dia merasa itu nggak mungkin. Mungkin hanya kebetulan. Xiao Fang memberikan makanan pada Wang Nuo membenarkan. Bing Bing nggak bisa begitu seksi. Dia jelas-jelas hanyalah sebuah kue bola. Gimana bisa dia jadi begitu menggiurkan? Heh? Wang Nuo menatap Xiao Fang yang memakan bakpao-nya sambil menatap Bing Bing. Wang Nuo menanyakan apa yang Xiao Fang bicarakan? Dia nyuruh Xiao Fang untuk menjalankan tugasnya sekarang! Sambil meletakkan dokumen yang dari tadi dia baca. Wang Nuo lalu meninggalkan Xiao Fang. Awalnya dia mau ke arah yang sama sama Bing Bing tapi nggak jadi dan memilih arah sebaliknya. 


Bing Bing melangkah menuju kamar nenek Wu. Tiba-tiba dia mendapat pesan dari Bruce. Bruce mengabarkan kalo dia garus menemui pemegang saham nanti. Makan siang untuk hari ini dibatalkan, maaf. Bing Bing merasa kecewa. Dia bahkan memakai gaun. 


Bing Bing berjalan lagi. Ponselnya bunyi lagi. Kali ini telpon dari Ai Zhen. Ai Zhen menyinggung tentang kemarin, kayaknya ia merepotkan Bing Bing. Bing Bing tersenyum dan bilang enggak. Bing Bing mengaku nggak menyangka kalo Ai Zhen begitu suka banyak bicara. Ai Zhen heran, banyak bicara? Ai Zhen menanyakan dia nggak mengatakan sesuatu yang aneh, kan? Bing Bing mengingat-ingat. Apa maksudnya Dokter Wang yang menyukai guru? Ai Zhen terkejut dia mengatakannya. Ai Zhen memberitahu kalo dia mabuk kemarin. Jadi dia meminta Bing Bing agar menganggapnya bicara omong kosong. Jangan dianggap sungguhan. Bing Bing menilai kalo nggak ada masalah dengan orientasi seksual Dokter Wang. Masalahnya adalah kepribadiannya. Ai Zhen yang bingung menanyakan apa maksud Bing Bing. Bing Bing menjelaskan kalo bukan hanya egois, dia mudah sekali marah dan pendendam. Bing Bing sungguh merasa sial menjadi penyewa rumahnya. Ai Zhen mengulangi, penyewa rumah? Bing Bing mengatakan kalo dia penyewa rumahnya? Bing Bing baru sadar kalo dia sudah keceplosan. Mau nggak mau Bing Bing akhirnya menjelaskan kalo Dokter Wang menyewakan bagian atap rumahnya padanya. Tapi gimanapun juga itu bukan poin utamanya. Bahkan meskipun Dokter Wang dan guru merayakan pergantian tahun bersama-sama, tapi ini hanya membuktikan bahwa mereka adalah teman baik. Itu nggak berarti dengan apa yang Ai Zhen katakan. Ai Zhen tersenyum. Ia memiliki sebuah ide. Ai Zhen memanggil Bing Bing dan bertanya apa dia boleh meminta sesuatu? Hah? Tanya Bing Bing spontan.


Ah Bo dan Yi Le sedang melihat majalah pria. Mereka asik melihat pria-pria yang memamerkan otot perut mereka. Ah Bo bahkan sampai bertanya-tanya mengapa otot perutnya begitu panas? Yi Le bahkan penasaran gimana rasanya bersandar pada orang itu? Ah Bo juga merasakan hal yang sama. Dia lalu menyandarkan kepalanya di pundak Yi Le. 


Wang Nuo mendadak masuk. Mereka langsung menutup majalah mereks dan tersenyum pada Wang Nuo. Wang Nuo menatap mereka tapi nggak berpikir apa-apa. Ia lalu berjalan ke lokernya. Ah Bo buru-buru memasukkan majalahnya ke sebuah tas di atas kursi. Ah Bo lalu mengambil majalah yang lain dan pura-pura membacanya. Ah Bo bilang ke Wang Nuo kalo dia sudah bekerja keras. Yi Le menambahkan, kerja bagus. Wang Nuo mengambil tas ranselnya dan mengambil tas yang di atas meja. Ah Bo dan Yi Le kompak berseru, bos, itu... . Wang Nuo memberitahu kalo itu makan malamnya. Ia begitu sibuk jadi nggak punya waktu untuk makan. Ia akan membawanya ke rumah daripada membuangnya. Sampai ketemu besok. Wang Nuo lalu pergi. Ah Bo dan Yi Le tertawa geli.


Bing Bing ada di atap. Dia melongok melihat kebawah. Wang Nuo pulang dengan mengendarai mobil. Wang Nuo keluar dan mendongak. Bing bing buru-buru sembunyi. Dia lalu mengirim pesan ke Ai Zhen. Dia kembali. Haruskah ia benar-benar melakukannya? Nggak seberapa lama kemudian, pesan balasan dari Ai Zhen datang. Ia meminta Bing Bing percaya padanya. Hanya dengan melakukan itu, maka Bing Bing bisa menemukan kebenarannya. Bing Bing mengangguk. Ia memantapkan diri lalu bangkit.

Wang Nuo masuk ke dalam rumahnya. Dia meletakkan tas ranselnya dan duduk menyandar di sofa kesayangannya. Wang Nuo lalu mengambil tas makan malamnya dan menemukan ada majalah yang bukan miliknya. Tanpa pikir panjang Wang Nuo langsung menjatuhkannya ke lantai. Ia lalu mengambil kotak makannya. 


Tiba-tiba bel pintunya berbunyi. Wang Nuo mengambil majalah itu dan menaruhnya di bawah tas. Ia lalu melangkah untuk membukakan pintu. Sebelum membuka pintu, ia mengintip siapa yang datang. Dan itu adalah Bing Bing. Wang Nuo malas. Dia berniat nggak mau membukakan tapi Bing Bing terus menekan bel sehingga mau nggak mau dia mebukakannya juga. 


Wang Nuo bertanya apa yang Bing Bing lakukan? Bing Bing nyelonong masuk dan menabrak dada Wang Nuo. Wang Nuo kesakitan. Bing Bing ketakutan. Ads kecoak. Wang Nuo nggak dengar dan bertanya apa yang Bing Bing katakan? Bing Bing mengulangi, ada kecoa di atas sana. Wang Nuo bertanya apa hubungannya dengannya? Bing Bing mengingatkan kalo Wang Nuo adalah pemilik tanah. Wang Nuo harus menyelesaikannya untuknya. Bing Bing mengaku takut. Wang Nuo memberitahu kalo dia sangat lelah. Ia mempersilakan Bing Bing kembali sekarang. Wang Nuo menarik Bing Bing tapi Bing Bing-nya nggak mau. Bing Bing masuk kedalam dan menutup pintu. Wang Nuo berusaha menarik Bing Bing tapi Bing Bing terus menghindar. Bing Bing mengancam kalo Wang Nuo nggak menangkapnya untuknya. Ia akan tinggal di tempat Wang Nuo dan nggak mau pergi. Bing Bing memohon, dia mengaku takut. 


Wang Nuo memikirkannya. Dia jadi punya ide untuk menggunakan kesempatan ini untuk mencari klu di kamar Bing Bing untuk memastikan bahwa dia adalah Juliet. Wang Nuo bertanya, Bing Bing mengatakan bahwa dia nggak mau naik ke atas? Bing Bing membenarkan, ia melebih-lebihkan, sangat menakutkan. Bing Bing menatap Wang Nuo dan bertanya-tanya apaksh aktingnya cukup baik? Wang Nuo mungkin mempercayainya, kan? Wang Nuo menyanggupinya. Karena Bing Bing begitu menyedihkan, ia akan menyelesaikannya untuk Bing Bing. Wang Nuo berpesan ketika Bing Bing di sini, dia nggak boleh menyentuh apapun. Bing Bing mengangguk. Dia ngerti. 


Wang Nuo pergi. Bing Bing senang. Tapi sebentar kemudian dia balik lagi. Dia memperlihatkan racun serangga ke Bing Bing. Wang Nuo menggoda Bing Bing dengan pura-pura mau menyemprotkannya ke Bing Bing. Habis itu dia keluar. Bing Bing menggerutu, mengatakan Wang Nuo sangat menyebalkan. 


Wang Nuo masuk ke kamar Bing Bing. Dia agak ragu saat mau masuk. Wang Nuo mendatangi meja Bing Bing yang penuh dengan tissue dan stiker. Dia sampai bertanya-tanya gimana bisa dia membuang sampah dimana saja? Anak itu sungguh memperlakukan tempatnya seperti pembuangan sampah. Sementara itu Bing Bing juga sedang menggeledah rumah Wang Nuo. Bing Bing kagum karena Wang Nuo bahkan menyusun dasinya berdasarkan warna. Dasinya dilipat dengan begitu baik. Wang Nuo memperhatikan seleranya. 


Bing Bing memeriksa kolong tempat tidur Wang Nuo. Dia heran bahkan bagian bawah tempat tidurnya pun begitu bersihnya. Bing Bing duduk di sofa Wang Nuo. Wang Nuo sangat obsesif. Bing Bing bangkit dan melangkah tapi malah menabrak barbel Wang Nuo. Bing Bing mengambilnya dan mengangkatnya. Wang Nuo senang untuk tampak baik. 


Wang Nuo di tempat Bing Bing malah menemukan buku tabungan milik Bing Bing. NT$735. Wang Nuo nggak kepikiran kalo Bing Bing bisa membayar sewanya bulan depan. 


Wang Nuo asal menyemprotkan racun serangganya. Sampai akhirnya ia melihat sesuatu yang menarik. Demikian juga dengan Bing Bing. Bing Bing melihat majalah milik Ah Bo. Dia mengira itu milik Wang Nuo. Wang Nuo menemukan poster animasi dan melihat laptop serta headphone Bing Bing. Wang Nuo tampak kecewa. 


Bing Bing segera mengembalikan majalah itu kembali ke tempatnya saat  Wang Nuo pulang tiba-tiba. Wang Nuo mengembalikan racun serangganya. Ia tampak kecewa. Demikian juga dengan Bing Bing. Bing Bing dan Wang Nuo saling tatap. Wang Nuo menyampaikan kalo dia sudah menanganinya. Bing Bing berterima kasih dan pamit. Ia berjalan melewati Wang Nuo. 


Wang Nuo menutup pintu dan bersandar. Bing Bing juga nggak langsung pergi. Dia bersandar di tembok. Mereka larut dalam rasa kecewa masing-masing. 

Bersambung...

Komentar :
Akhirnya Wang Nuo tahu kalo Bing Bing adalah Juliet. Mungkin yang bikin kecewa adalah karena Juliet ternyata nggak sama sama apa yang ia bayangkan. Tapi sayang Bing Bjng masih belum tahu apa-apa tentang Wang Nuo. Tapi dengan adanya majalah itu pasti bakal membuatnya jadi makin salah paham.