Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 6 Part 1
Wang Nuo masuk ke kamarnya. Ia melepaskan dasinya dan duduk di tempat tidur. Ia lalu melonggarkan kerah bajunya dan mengambil ponselnya. Bing Bing  mengirim chat bertanya apa dia bisa  berbicara dengan Romeo? Ada perkembangan baru di kisah cinta temannya lagi. Wang Nuo melotot habis baca pesan Juliet. 


Wang Nuo mengetik sesuatu tapi ragu-ragu saat mau mengirim. Ia bangkit dan pindah tempat duduk. Wang Nuo menambahkan sesuatu pada pesannya tapi masih ragu antara mau dikirim apa enggak. Di kamarnya Bing Bing udah guling-guling menunggu pesan balasan dari Romeo tapi nggak datang-datang. Romeo sendiri sedang push up sambil melihat ponselnya. Bing Bing merasa ada yang aneh. Sudah cukup lama beerlalu tapi kenapa Romeo nggak menjawab? Menurutnya ini nggak seperti biasanya. 


Bing Bing akhirnya duduk dan mengikat rambutnya. Ia menyiapkan tepung dan menuangnya di atas meja. Ia menambahkan air lalu mengaduknya. 


Wang Nuo berhenti melakukan push up dan bangkit karena mendengar bunyi bel pintu. Ia mengintip siapa yang datang dan membukakannya. Bruce masuk. Wang Nuo langsung menanyainya dengan malas. Ada apa? Bruce cuman bilang hai. Bruce main masuk gitu aja, dan meletakkan tas dan syal-nya di atas meja. Habis itu Bruce berjalan seenaknya ke lemari es. Wang Nuo menegurnya, dia punya rumah sendiri. Kenapa dia terus datang kesini? 


Bruce nggak menjawab. Dia mengambil minum lalu duduk di sofa kesayangan Wqng Nuo. Ia menghela nafas lalu memberitahu kalo dia baru aja pergi seminar untuk pekerjaan. Banyak sekali perempuan-perempuan cantik, menarik dengan cara mereka sendiri-sendiri. Bruce bisa memilih siapapun, tapi dia merasa masih nggak mendapatkan reaksi sedikitpun. Wang Nuo menimpali, kalo Bruce bereaksi karena ia di kelilingi perempuan-perempuan cantik, itu tandanya dia orang yang nggak wajar. Bruce harus menghubungi pak polisi untuk mengurus masalah itu. Bruce menambahkan, dan juga, dia merasa itu karena medan magnet di rumah Wang Nuo (???) telah memulihkannya. Wang Nuo cuman bisa menghela nafas dengar kalimat-kalimat aneh dari mantan calon kakak iparnya itu. 


Bruce bangkit. Ia menatap Wang Nuo dan menyampaikan  kalo malam ini ia akan tinggal di rumah Wang Nuo dan terus menguji dirinya sendiri. Wang Nuo cuman bisa melongo. Bruce yang nggak memerlukan ijin dari Wang Nuo, pamit. Dia mau tidur. Selamat malam. Bruce main nyelonong aja ke kamar Wang Nuo dan tidur di tempat tidurnya. 


Akhirnya Wang Nuo tidur di sofa ruang tamu. Tapi dia sama sekali nggak bisa tidur karena tempatnya nggak nyaman ditambah lagi suara dengkuran dari Bruce yang berisik banget. Akhirnya Wang Nuo duduk di sofa kesayangannya dan mengambil laptop. Dia bingung milih antara gemuk atau kurus. Kalo nggak ada reaksi, maka dia nggak bisa ditolong. Nggak seberapa lama ada pesan masuk. Berterima kasih atas pesanannya. Mereka akan mengirimnya secepat mungkin. Jadi ingat untuk mengambilnya. Jangan malu dan akhirnya nggak mengambilnya. 


Pagi datang. Bing Bing masih sibuk mencuci mobil Wang Nuo. Wang Nuo keluar mau berolahraga. Bing Bing mengucapkan selamat pagi padanya. Wang Nuo menatap Bing Bing sebentar tapi nggak bilang apa-apa. Bing Bing menegurnya, kalo dia sangat bertenaga, kenapa nggak mencuci mobilnya sendiri? Wang Nuo kesal dan balik lagi. Dia bertanya pada Bing Bing, apa dia percaya kalo ia bilang akan membawa pulang lagi anjing golden retriever hari ini? Bing Bing protes, kenapa Wang Nuo selalu menggunakan cara itu untuk mengancamnya? Wang Nuo menyuruh Bing Bing untuk diam dan kerjakan pekerjaannya. Kalo Bing Bing patuh, ia mungkin akan menunjukkan padanya sedikit belas kasihan. Cih! Wang Nuo lalu pergi meninggalkan Bing Bing. Bing Bing menggerutu selepas kepergian Wang Nuo, raja sadis! 


Bing Bing lanjut mencuci mobil Wang Nuo sampai bersih. Seorang kurir menekan bel. Bing Bing menghampirinya dan bertanya dia pasti mencari dokter Wang. Bing Bing memberitahu kalo Wang Nuo baru saja pergi olahraga. Dia nggak dirumah. Kurir itu bertanya apa mereka tinggal sama-sama? Bing Bing menjawab bukan. Ia menjelaskan kalo Wang Nuo adalah pemilik rumahnya. Gimana mereka bisa tinggal sama-sama? Kurir meminta Bing Bing untuk tanda tangan dan menerima atas namanya. Bing Bing merasa itu bukanlah ide yang baik. Bing Bing mengaku takut akan membuatnya marah. Kurir mengaku sedang terburu-buru. Ia meminta bantuan Bing Bing agar mau menerimanya. Kurir memberikan paket itu pada Bing Bing dan memintanya tanda tangan. Bing Bing tetap merasa kali itu adalah gagasan yang buruk. Ia menyarankan agar kurir datang lain waktu. 


Bing Bing mau memberikannya kembali tapi malah terjatuh. Bing Bing sekilas melihat isinya adalah film. Kurir itu nggak masalah kalo Bing Bing nggak mau menandatanganinya tapi kenapa Bing Bing malah menjatuhkannya? Bagaimana ia bisa menjelaskan itu? Apa yang harus ia lakukan? Bing Bing jadi merasa bersalah. Ia bersedia untuk tanda tangan. 


Wang Nuo pulang dari olah raga. Ia melihat hasil Bing Bing mencuci mobil. Lumayan. Bing Bing bisa mempertimbangkan itu sebagai pekerjaan resminya. Bing Bing mendekat dan menyodorkan paket Wang Nuo ke dadanya. Wang Nuo sampai kesakitan. Bing Bing menjelaskan kalo tadi Wang Nuo nggak disana jadi dia membantu menerima satu bingkisan. Bing Bing meminta maaf. Wang Nuo memeriksa paketnya. Sudah robek? Wang Nuo menyindir kalo Bing Bing nggak harus tertawa. Untuk semua hal, semuanya nggak seperti... . Bing Bing memotong, nggak papa. Ia merasa Wang Nuo nggak harus menjelaskan. Makanan adalah nafsu makan dan seks adalah natural, Bing Bing mengaku ngerti. Ada 20 film di dalam. Satu adalah tentang pak Wang dan kelasihnya. Dia memiliki marga yang sama dengan Wang Nuo. Kebetulan sekali. Bing Bing tertawa. Wang Nuo mengoreksi kalo Bruce yang ingin menontonnya. Bing Bing langsung kehilangan senyumnya. Wang Nuo pura-pura menutup mulutnya, oops! Bing Bing bertanya apakah Wang Nuo bilang kalo Guru Wu yang ingin menontonnya? Wang Nuo mengangkat tangan, nggak tahu. Bing Bing malah merasa itu hebat. Tadinya ia berpikir kalo mereka berdua... . Bing Bing nggak bisa melanjutkan kalimatnya dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. 


Wang Nuo penasaran dan bertanya kenapa mereka berdua? Bing Bing tertawa kecil dan mrnjawab kalo dia pikir mereka berdua sedang menggoda satu sama lain. Wang Nuo menghela nafas. Apa Bing Bing segitu sukanya sama Bruce sampai air masuk ke otaknya? Gimana dia bisa... . Bing Bing memotong, titik utamanya adalah, titik utamanya adalah bukan Wang Nuo. Titik utamanya adalah guru menyukai perempuan. Jadi ia salah pagam. Itu yang ia kira dulu. Mereka adalah belahan jiwa. Gimana bisa Bruce menyukainya? Bing Bing meninggalkan Wang Nuo dan menunjuknya sambil tertawa. Ia mengelap mobil Wang Nuo sambil bersenandung. Wang Nuo teringat apa yang pernah dikatakan Juliet.


Juliet : Romeo, tahukah kamu tentang pasangan yang hidup selama 7 kehidupan? Apakah kamu percaya reinkarnasi? Kalo kamu adalah aku, kamu pasti tahu masa lampau dan kehidupan ini adalah kebenaran yang nggak bisa diubah. Ini adalah estetika. 
Wang Nuo memejamkan matanya, mengharap kalo Bing Bing bukanlah Juliet. Dia sampai bertanya-tanya haruskah Tuhan bercanda dengannya? 


Wang Nuo masuk ke rumahnya. Bruce sedang menikmati secangkir kopi sambil bermain ponsel. Bruce menyapa Wang Nuo dan menawarinya kopi. Kopi hari ini lumayan. Wang Nuo memberikan paket tadi kepada Bruce. Itu untuknya. Bruce mungkin lupa. Dia bertanya apa itu? Wang Nuo menyerahkannya ke Bruce dan mempersilakannya untuk memilih sendiri, gemuk atau kurus. Wang Nuo mengambil cangkir kopi Bruce dan meletakkannya di atas meja. Sebagai gantinya ia menyerahkan pakaian milik Bruce. Menurutnya, apa yang terpenting untuk Bruce sekarang adalah mencari pacar dan berhenti mengganggunya lagi. Wang Nuo mendorong Bruce menuju pintu agar keluar dari rumahnya. Bruce menolak pergi. Ia memberitahu kalo Wang Nuo nggak harus membelinya, ia bisa menontonnya di internet. Wang Nuo berhasil mengusir Bruce dan ia akhirnya berhasil sendiri di rumahnya.


Bing Bing mengabarkan apa yang baru didapatkannya pada Ai Zhen. Ai Zhen senang. Benarkah? Apa Bing Bing yakin? Bing Bing mengaku sangat yakin. Ia seratus dan seribu  persen yakin. Ia melihat sendiri. Ai Zhen nggak ada di sana. Raut mukanya sangat lucu. Ai Zhen menyimpulkan, jadi Ah Nuo dan Bruce hanyalah teman baik? Bing Bing membenarkan. Ai Zhen menilai itu baik sekali. Ia berterima kasih pada Bing Bing dan menutup telponnya. Bing Bing bertanya-tanda, kenapa Ai Zhen menutup telponnya? Ai Zhen nggak membiarkannya selesai berbicara? Tapi nngak masalah. Bing Bing kembali tersenyum. Seenggaknya dia berhasil memastikan kalo Bruce menyukai perempuan. Hebat! 


Wang Nuo tampak nggak semangat saat di rumah sakit. Ia dapat pesan dari Juliet yang mengingatkan kalo mereka akan bertemu sabtu ini. Yi Le datang dan menyelamatinya. Selamat karena pak direktur memutuskan untuk menugaskannya pergi ke Jepang untuk seminar pencegahan bayi dan pemeriksaan ibu hamil. Wang Nuo bertanya, sudah ditetapkan? Yi Le mengiyakan. Mereka akan mengumumkannya di rapat nanti. Wang Nuo akan berangkat sabtu. Wang Nuo mengangguk malas. 


Ah Bo dan Xiao Fang datang menghampiri mereka. Yi Le mengatakan biasanya untuk seminar besar seperti ini, Dokter kepala pasti hadir. Mereka mengirimkan Wang Nuo kali ini. Hal itu menunjukkan betapa pentingnya Wang Nuo sekarang. Yi Le menepuk pundak Wang Nuo lalu meninggalkannya. 


Xiao Fang juga mengucapkan selamat pada Wang Nuo. Lain kali ia akan mengikuti Wang Nuo. Ia meminta Wang Nuo untuk memperhatikannya. Ah Bo menambahkan kalo ia mendengar mereka ingin membentul grup sukarelawan internasional dan menugaskan bos (Wang Nuo) untuk pergi. Ah Bo memuji Wang Nuo yang sangat hebat. Habis itu mereka beranjak meninggalkan Wang Nuo. Sambil berjalan Xiao Fang mengatakan kalo di masa depan, Bos akan memberikan mereka sebuah panggung yang besar dan memuaskan. 


Wang Nuo mematung. Ia lalu mengambil ponselnya. Membaca kembali pesan dari Juliet. Wang Nuo membalas pesan itu. Ia akan ke luar negeri. Ia nggak yakin kalo ia bisa kembali tepat waktu. 


Ai Zhen tiba-tiba menelponnya. Wang Nuo malas dan akhirnya menolak panggilannya. Habis itu dia mengirim pesan. Mengabarkan kalo ia sedang rapat dan bertanya ada apa? Pesan balasan dari Ai Zhen masuk. Ia bertanya apa Wang Nuo ada waktu jam 12? Ia akan memcari Wang Nuo di rumah sakit. Wang Nuo kembali mematung. Sebenarnya yang ia inginkan adalah menghindari Ai Zhen. 


Bing Bing galau menunggu pesan dari Romeo. Ah Meng melintas dan menanyakan bukankah Bing Bing sudah memastikan kalo pak Guru menyukai wanita? Kenapa Bing Bing berwajah seperti itu? Bing Bing memberitahu kalo ini soal Romeo. Romeo masih belum menjawabnya. Bing Bing merasa itu aneh. Seingatnya Romeo nggak pernah seperti itu sebelumnya. 


Bai He tiba-tiba muncul dari belakang dan merebut ponsel Bing Bing. Bing Bing terkejut dan bertanya apa yang Bai He lakukan? Bai He bertanya apakah itu akan membunuh Bing Bing jika ia melihatnya? Bing Bing nyebelin. Ah Meng mendekat dan ikut melihat ponsel Bing Bing. Bai He mmbaca pesan Bing Bing. 'Aku sudah kenal kamu begitu lama tap aku nggak tahu kamu seperti apa. 'Aku kadang bertanya-tanya apakah kamu benar-benar ada?' 'Kadang aku khawatir kalo kamu tiba-tiba menghilang'. 


Bing Bing merasa itu sudah cukup. Ia merebut ponselnya kembali. Kenapa mereka membaca pesannya? Bai He meledek, apa? Apa mereka belahan jiwa online? Bing Bing menanyakan apa salahnya? 


Ah Meng ikut-ikutan meledek. Ia berakting seolah ia adalah Romeo. Ia meraih tangan Bai He dan berkata, ia sudah mengenalnya begitu lama. Is nggak tahu kalo ia begitu romantis. Bai He pura-pura tersipu. Ah Meng melanjutkan, kadang ia benar-benar ingin tahu apakah seseorang seromantis Juliet ada... . 


Bing Bing teriak, cut! Ia memisahkan Ah Meng dan Bai He. Ia meminta mereka berhenti berakting. Sambil duduk Bing Bing menjelaskan hanya mengundangnya untuk bergabung dalam kompetisi gaming. 400.000 dolarnya bergantung pada Romeo. Bai He dan Ah Meng duduk di samping Bing Bing. Bai He bertanya jadi dia setuju? Bing Bing menghela nafas. Alasannya khawatir adalah karena dia nggak yakin. Tapi... apakah Romeo akan menganggapnya merepotkan? Bai He merasa nggak papa. Itu 400.000 dolar. Bai He melanjutkan, kalo dia jadi Bing Bing, ia akan merepotkannya dengan tiga kali makan sehari sampai dia setuju. Bing Bing menolak. Kalo Romeo menganggapnya terlalu merepotkan, Romeo nggak akan mau jadi temannya. Bai He menanyakan, gimana? Apakah Bing Bing punya hubungan spiritual? Bing Bjng nanya apa maksudnya? Ah Meng malah nanya apa Bing Bing menyukai Romeo? Bing Bing menolak. Gimana bisa? Dia sukanya sama pak guru. Romeo cuman teman. Ah meng mengangkat tangannya. Satu bernama Romeo. Yang lain namanya Juliet. Ah Meng bertanya pada Bai He apakah mereka benar-benar hanya teman? Bing Bing membenarkan. 


Bai He menghampiri Bing Bjng dan kembali meledeknya. Dengan demikian, Romeo adalah belahan jiwa? Bing Bing mengelak. Apaan? Ah Meng juga menghampiri Bing Bing. Ia pikir belahan jiwa yang Bing Bing terus bicarakan adalah Romeo. Gimana bisa itu adalah pak guru? Bing Bing terus menyangkal. Gimana bisa gitu? Menurutnya pak guru adalah pangeran yang ditakdirkan untuknya. Bai He menyela. Karena seperti itu, maka ia akan bertanya pada bing Bing. Kalo Romeo dan pak guru sama-sama jatuh ke air, siapa yang akan Bing Bing selamatkan? 


Bing Bing memikirkannya. Bai He pindah di depan Bing Bing. Ia memanggil Bing-Bing, sayang! Sayang! Selamatkan aku! Selamatkan aku! Aku pak guru Bruce yang paling ia cintai. Ah Meng juga mengikuti Bai He. Dia memanggil Bing Bing sebagai Juliet. Ia meminta Juliet menyelamatkannya. Ia Romeo yang nggak bisa berenang. Selamatkan aku. Tegakah Juliet melihatnya seperti itu? 
Bing Bing lalu membayangkan Romeo dan gurunya tenggelam di laut. Mereka sama-sama memanggil Bing Bing. Bing Bing sendiri bingung mau menyelamatkan siapa. 


Ah Meng memanggil Bing Bing dan bertanya siapa yang akan Bing Bibg selamatkan? Bing Bing protes. Gimana mereka bisa membandingkan persahabatan dan hubungan? Lupain aja, deh. Bing bing menilai mereka nggak ngerti. Bing Bing pamit pulang. Bye! 


Ah Meng mau mengejarnya tapi nggak jadi. Bai He mengatakan kalo itu yang dikenal sebagai buta karena fakta. Ah Meng menambahkan, penonton bahkan bisa melihatnya dengan jelas. Lalu mereka kompak menanyakan satu hal yang sama, ia menyadari hal itu juga? Ah Meng dan Bai He saling tertawa. 


Wang Nuo sedang minum kopi bersama Ai Zhen. Wang Nuo mengulangi pernyataan Ai Zhen, ia akan membantu Bruce mencari investor? Ai Zhen mengaku jujur merasa nggak enak Bruce meninggalkan hotel dengan cara itu. Ai Zhen berpikir untuk membantunya dengan mengorganisir sesi icip makanan penutup dan mencari investor untuk Bruce. Besok siang. Wang Nuo akan datang, kan? Wang Nuo dengan dinginnya mengatakan kalo itu urusan besar untuk Bruce. Dan Ai Zhen telah berusaha keras untuk itu, jadi pasti akan mendukungnya. Ai Zhen mengatakan Bruce juga akan mengundang Gao Bing Bibg besok. Karena mereka adalah tetangga, Ai Zhen menyarankan agar mereka datang bersama. Wang Nuo yang sedang meneguk kopinya sampai tersedak mendengarnya. Gimana Ai Zhen bisa tahu? Ai Zhen mengaku kalo Gao Bing Bing memberitahunya. Dia bilang Wang Nuo adalah tuan tanahnya. Kenapa Wang Nuo nggak memberitahunya mengenai ini sebelumnya? Wang Nuo memberitahu Bing Bing akan pindah dalam sebulan, gimanapun nggak perlu disebut-sebut. Ai Zhen nanya kenapa? Apa Bing Bing membuatnya kesal? Wang Nuo malas. Yang bisa ia katakan adalah ...keberadaan orang itu telah membuat banyak masalah untuknya. Bukan hanya kebiasaan hidupnya yang jelek, tapi dia jufa berpakaian seperti wanita tua. Yang paling penting, Wang Nuo bahkan jadi fobia buka online sekarang. Hah? Ai Zhen nggak ngerti apa yang Wang Nuo maksud. Wang Nuo melanjutkan, gimanapun, menyewakan rumahnya pada Bing Bing adalah penyesalan yang terbesar, terbesar, terbesar dalam hidupnya. Saat Ai Zhen pertama mendengar itu, ia juga berpikir kalo itu sedikit aneh. Wang Nuo sangat menghargai kekekuasaan pribadi. Kenapa Wang Nuo sampai berpikir untuk menyewakan rumahnya pada Bing Bing? Wang Nuo malah membalikkan, kalo bukan karena hotel Ai Zhen memecatnya. Dia nggak punya pekerjaan dan juga banyak hutang. Dia seperti anjing tersesat. Wang Nuo juga menendangnya keluar saat itu. Tidakkah itu membuatnya terlihat seperti orang jahat? Dan juga Bing Bing adalah pasiennya. Tapi jangan khawatir. Setelah satu bulan, Wang Nuo nggak akan berhati lemah lagi. Ia memastikan akan bilang pada Bing Bing untuk pindah. 


Yi Le sedang bersama Ah Bo. Mereka sedang melihat ponsel. Ah Bo meminta Yi Le untuk melihat itu. Yi Le merasa itu keterlaluan. Wang Nuo tiba-tiba datang dan memanggil mereka, bibi-bibi berhati muda. Ia memperlihatkan majalah yang ia temukan semalam dan menanyakan apa itu punya mereka? Yi Le dan Ah Bo cuma tertawa. Wang Nuo menyindir kalo mereka nggak harus seputus asa itu. Ia menjatuhkannya di atas meja. 


Yi Le menanyakan, apa salahnya melihat itu? Ia juga memperlihatkan ponsel Ah Bo. Itu adalah teman online Ah Bo yang akan ia temui. Bukankah otot-ototnya terlihat seperti di majalah? Wang Nuo melihatnya. Ia sesumbar, kelebihannya bukan ototnya tapi ketulusannya. Yi Le menanyakan pendapat Wang Nuo, cukup lucu, kan? 


Ah Bo bertanya-tanya haruskah ia bertemu dengannya? Wang Nuo bertanya, iya kalo Ah Bo bertemu dengan "six packs", lalu apa yang akan ia lakukan kalo dia hanya gumpalan besar? Ah Bo bangkit dan menghampiri Wang Nuo. Apa maksudnya? Wang Nuo memperjelas, gumpalan perut bir. Yi Le menilai kalo Wang Nuo begitu b*doh. Mereka kan bisa memeriksanya dulu sebelum bertemu dengannya. Wang Nuo mendadak jadi tertarik. Dia menaanyakan gimana caranya? Yi Le menjelaskan, sederhana saja. Kalo Wang Nuo nggak ingin terlibat dalam kesulitan, maka dia harus diam-diam mengintip sebelum bertemu. Kalo dia nggak tampan, maka Wang Nuo tinggal mengirim pesan dan mengatakan, 'maaf, aku nggak bisa datang. Aku ada urusan'. Ah Bo meledek, apakah ada orang yang seperti Wang Nuo? Wang Nuo tampak memikirkannya. 


Wang Nuo naik ke atap. Dia mengintip Bing Bing. Ia mengirim pesan ke Juliet. Nggak lama kemudian, Bing Bing mengambil sesuatu. Diam-diam Wang Nuo sangat berharap agar Bing Bing jangan menjawab. Jangan jawab. Bai He terkejut melihat ada pesan dari Romeo di ponsel Bing Bing. Dia buru-buru memanggil Ah Meng. Ia menyuruhnya cepat datang karena Romeo mengirim pesan. Dengar nama Romeo, Ah Meng langsung mendekat. Ia bertanya apa kata Romeo? Romeo mengirimkan wajah tersenyum. Ah Meng nanya lalu apa? Bai He punya ide. Dia membalas pesan itu. 'Akhirnya kamu merespon!' Ah Meng menanyakan, nggak papa kah kalo Bai He yang merespon? Bai He merasa nggak papa. Percaya aja sama dia. Wang Nuo sudah mendapat pesan balasan. Tapi nggak terlihat Bing Bing menjawap pesan. Wang Nuo membalas pesan itu. Ia meminta maaf. Ia sedikit sibuk kemarin. Ia lupa merespon padanya. Apakah Juliet bebas sekarang? Ah Meng membaca apakah Bai He... ah, enggak, dia nanya apa Gao Bing Bing bebas? Bai He mengingatkan untuk berpura-pura bersikap elegan. Bai He membalas kalo Juliet sedang membaca buku sekarang. Wang Nuo memperhatikan Bing Bing yang sedang membaca majalah. Ia lalu membalas pesan Bai He. Buku apa? Bukan majalah makanan, kan? Bai He mulai malas. Majalah makanan apa? Ah Meng malah nanya apa yang dia baca kalo gitu? Bai He membalas, ia membaca buku Haruki Murakami. 


Bai He dan Ah Meng tertawa-tawa. Wang Nuo membaca pesan itu. Ia lalu kembali melihat Bing Bing yang membaca majalah sambil makan mie. Ia merasa lega. Ia tahu itu. Gimana mungkin Juliet adalah Gao Bing Bing? Wang Nuo lalu balik lagi ke ponselnya. Dia bilang ke Juliet kalo nggak papa. Dia hanya ingin memberitahu kalo ia ada sesuatu Sabtu ini dan nggak bisa bertemu dengannya. Tapi ia pasti ada disana untuk kompetisi gaming hari Rabu. Bai He dan Ah Meng seneng banget baca Romeo akan muncul. Yeah... akhirnya rencana mereka berhasil. Wang Nuo menambahkan kalimat pada pesannya. Tapi mereka nggak tahu wajah masing-masing. Gimana mereka akan saling mengenal? Bing Bing melihat Wang Nuo ada di antara pakaian yang ia jemur. Iapun banglit dan meletakkan mie-nya. Bai He bertanya-tanya apakah Romeo meminta foto? Ah Meng menyarankan untuk mengirim foto Bing Bing. 

Bersambung...

Komentar :
Akhirnya Romeo bersedia untuk ikut pertandingan bareng Bing Bing. Meskipun yang dia ajak berkirim pesan bukanlah Juliet yang sebenarnya. Kayaknya Wang Nuo berharap banget kalo Bing Bing bukanlah Juliet. 

1 komentar: