Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 6 Part 2
Bai He dan Ah Meng berniat mengirimkan foto Bing Bing pada Romeo. Tapi setelah dicari, nggak ada satupun foto Bing Bing yang bagus. Bai He lalu punya ide. Dia segera mengirim pesan ke Romeo. Karena mereka adalah Romeo dan Juliet, mereka bisa menggunakan mawar sebagai tanda. Juliet mengaku nggak sabar bertemu dengannya. Wang Nuo senyum-senyum membacanya. 


Bing Bing keluar. Ia bertanya apa Wang Nuo kesana untuk mengintip lagi? Wang Nuo memperlihatkan selimutnya dan mengatakan hanya ingin mengeringkan selimutnya. Bing Bing menanyakan jam berapa sekarang? Kenapa ia mengeringkan selimutnya sekarang? Wang Nuo mendekat, maksudnya betapa bagusmya cuaca sekarang. Dan juga nggak seharusnya Bing Bing tinggal di dalam terlalu lama. Pengganggu kecil harus keluar untuk udara segar. Bagus untuk kesehatan. 


Wang Nuo pergi meninggalkan Bing Bing yang bertanya-tanya kenapa dia tersenyum seperti itu? Apa dia terlalu banyak nonton film romantis? Apakah air masuk ke otaknya? Wang Nuo yang masih belum jauh kembali menoleh ke Bing Bing. Ia berpesan agar Bing Bing memastikan maoan kenyang dan berpakaian hangat. Ia lalu pergi dengan tertawa. Bing Bing sampai takut melihatnya. Begitu menakutkan. Ia lalu masuk kembali ke kamarnya. 


Bing Bing mengambil ponselnya dari tangan Bai He di restoran Ah Meng. Bing Bing protes kenapa mereka merespon pada Romeo untuknya? Mereka sungguh suka campur tangan. Bing Bing membaca pesan apa saja yang sudah mereka kirim ke Romeo. Bing Bing terkejut melihat Romeo setuju. Bai He dan Ah Meng bangkit dan kompak menjawab, bukankah begitu? Bai He sesumbar, bukanlah mereka cukup bertenggang hati nggak mengirim fotonya, sehingga Romeo punya ruang untuk berimajinasi. Sekali mereka ketemu, maka akan terlambat baginya untuk menyesal. Ah Meng menambahkan, bukankah mereka pintar??


Bing Bing memberitahu kalo Romeo bukan tipe yang menilai berdasarkan penampilan. Dan menurut Bing Bing, dia nggak terlihat jelek juga. Bai He nggak sependapat. Apa? 


Ponsel Bing Bing bunyi, telpon dari Bruce. Bing Bing berpindah tempat untuk mengangkatnya. Bruce mengabarkan kalo mereka satu langkah mendekati pemenuhan cita-cita mereka. Bing Bing nggak ngerti maksudnya apa? Bruce menjelaskan kalo ia melakukan sesi icip-icip besok siang. Ai Zhen membantunya mencari investor keuangan. Kalo ia berhasil, mereka akan punya uang untuk memulai bisnis mereka. Bing Bing senang bukan main, benarkah? Bruce mengiyakan. Bruce memberitahu kalo Bing Bing harus datang dengannya. Bing Bing adalah mitranya, bukan? Ia juga seorang investor, jadi ia juga harus hadir. 


Bing Bing tersenyum. Ia lalu membayangkan, ia dan Bruce memakai kostum pangeran dan putri. Bruce menggenggam tangannya dan mereka berdiri di panggung dengan lampu yang menyorot. Semua orang bertepuk tangan. 


Bing Bing sangat bahagia. Ia mengiyakan. Bruce mengingatkan kalo ini acara formal, jadi ingat untuk berpakaian rapi. Bing Bing mengaku tahu. Ia pasti nggak akan mengecewakan Bruce. Bruce mengucapkan sampai jumpa lalu menutup telponnya. Bai He dan Ah Meng lewat di belakang Bing Bing dan melihatnya. Bing Bing menari-nari nggak jelas saking senangnya. 


Bing Bing mengambil kopernya. Ia menaruhnya di atas tempat tidur dan memilih-milih pakaian di dalamnya. Bing Bing mengeluarkan semuanya tapi nggak ada satupun yang bagus. Sementara itu di bawah Wang Nuo sedang bermain game. Ia mengirim pesan pada Juliet dan mengajaknta berlatih untuk kompetisi. Tiba-tiba terdengar suara berisik dari lantai atas. Wang Nuo berusaha mengabaikannya tapi lama-lama dia nggak tahan juga. Wang Nuo bertanya-tanya, Bing Bing sedang apa? Wang Nuo yang merasa sangat terganggu akhirnya bangkit dan ingin melihat apa yang terjadi. 


Kamar Bing Bing sudah penuh dengan pakaian dimana-mana. Ia melempar-kempar pakaian kemana-mana. Wang Nuo sampai heran melihatnya. Bing Bing bahkan melempar pakaian ke kepalanya. Wang Nuo memanggil Gao Bing Bing. Bing Bing menoleh dan tertawa melihat wajah Wang Nuo ketutupan sama pakaiannya. Wang Nuo mengatakan Bing Bing sungguh berisik. Dia sedang apa? Bing Bing malah nanya balik. Kenapa Wang Nuo datang ke kamarnya? Wang Nuo menatap Bing Bing kesal.


Wang Nuo berdiri di hadapan Bing Bing dan mengatakan, karena Bing Bing akan ikut berpartisipasi dalam acara demonstrasi Bruce besok, ia membuat kamarnya seperti habis kena gempa bumi? Bing Bing mengiyakan. Dan mumpung Wang Nuo ada disana, Bing Bing memintanya untuk meliha apa baju yang cocok. Wang Nuo melihat baju-baju Bing Bing dan menilai kalo nggak ada yang cocok. Bing Bing sangat menyesal. Tapi toko sudah tutup sekarang. Dia harus gimana? Dia nggak punya baju lagi. Wang Nuo makin sebal sama Bing Bing. Ia menyindir, meskipun mereka masih buka, apa Bing Bing mampu beli? Bing Bing merasa Wang Nuo benar juga. Wang Nuo mau keluar. Bing Bing bertanya, Wang Nuo mau pergi? Ia nggak mau membantu? Wang Nuo berbalik kembali menghadap Bing Bing. Ia memberitahu kalo perasaan hatinya sedang bagus. Ia akan melakukan hal baik. Ia meminta Bing Bing menunggunya. Ia akan segera kembali. Wang Nuo akhirnya pergi. Bing Bing sampai bertanya-tanya, ia salah minum obat, ya? Kenapa perasaan hatinya sangat sulit di tebak? 


Wang Nuo menyerahkan sekardus pakaian pada Bing Bing. Bing Bing bertanya apa itu? Wang Nuo memberitahu kalo itu timbunan baju kakaknya. Ia menyuruh Bing Bing mencobanya kalo-kalo ada yang cocok. Bing Bing melihat pakaian-pakaian itu dan merasa senang. Keren. Banyak sekali. Wang Nuo menyuruh Bing Bing untuk pergi dan mencobanya. Bing Bing mengiyakan. Ia membawa kardus itu masuk ke kamarnya lalu menutup pintu. Diam-diam Wang Nuo tersenyum melihat wajah bahagia Bing Bing. 


Bing Bing membuka tirai kamarnya dan ia sudah memakai gaun putih. Ia berputar menanyakan pendapat Wang Nuo. Wang Nuo menggeleng. Bing Bing kembali menutup tirainya dan berganti pakaian. Nggak lama kemudian Bing Bing sudah memakai gaun yang lain. Tanpa melihatnya lama-lama, Wang Nuo langsung menyuruhnya untuk ganti lagi. Bing Bing menurut. Selanjutnya Bing Bing hanya memperlihatkan kepalanya. Ia malas kalo Wang Nuo nggak suka dan akan menyuruhnya ganti lagi. 


Wang Nuo masuk ke kamar Bing Bing. Ia memilih sendiri karena Bing Bing sama sekali nggak bisa melakukannya. Wang Nuo memilih gaun warna merah jambu. Ia memberikannya pada Bing Bing lalu keluar. Bing Bing menerimanya dan memakainya. Nggak lama kemudian dia sudah memakainya. Wang Nuo berbalik dan melihatnya. Bing Bing membuka pintu kamarnya dan menghampiri Wang Nuo. Wang Nuo tersenyum. Ia melihat Bing Bing dari atas sampai bawah. Bing Bing bertanya, baju itu cocok untuknya, kan? Wang Nuo meledek, meskipun itu baj waktu kakaknya SD, tapi masih cocok untuk Bing Bing. Bing Bing bertanya kenapa Wang Nuo begitu? Anak SD juga sudah berkembang, kan? Wang Nuo menambahkan, SD kelas 1. Bing Bing melihat bajunya, heh? 


Wang Nuo mendekat. Sekarang Bing Bing sudah punya bajunya. Apa dia punya sepatunya? Bing Bing melihat kakinya. Ia terpikir sebuah sepatu. Bing Bing menyuruh Wang Nuo untuk nunggu bentar. Ia kembali masuk ke kamarnya. Wang Nuo menghela nafas dan geleng-geleng. 


Bing Bing memperlihatkan sepatunya pada Wang Nuo. Wang Nuo menilai kalo sepatu itu sudah tua. Bing Bing meminta Wang Nuo jangan memandang rendah. Waktu ia pertama membelinya, sepatu itu sangat mahal. Wang Nuo asal mengangguk. Bing Bing melanjutkan, lagian juga ia baru memakainya beberapa kali saja. Cuman gores-gores dikit. Kalo ia pakai kuteks, goresannya bisa tertutupi. Wang Nuo merasa itu percuma. Sepatu itu sudah nggak bisa disekamatkan lagi. 


Bing Bing jadi pesimis. Kenapa Wang Nuo mengatakan itu? Kalo belum dicoba, mereka mana tahu? Itu...masih bisa diperbaiki. Wang Nuo memalingkan wajahnya. Malas mendengar kata-kata Bing Bing. Bing Bing jadi murung dan mengelus-elus sepatunya. Wang Nuo menatapnya dan merasa nggak tega. Ia menghela nafas. Kayaknya dia harus turun tangan lagi. 


Akhirnya Wang Nuo memperbaiki sepatu itu juga. Ia menambahkan pita di bagian depan. Bing Bing memujinya, hebat. Itu jadi tampak seperti sepatu baru. Wang Nuo malah mengaku benar-benar nggak tahu apa yang ia lakukan. Bing Bing menilai tangan Wang Nuo sungguh terampil. Kalo dia nggak mau jadi dokter, dia masih bisa jadi tukang sol sepatu. Wang Nuo membalas memberitahu kalo mereka itu mirip. Kalo Bing Bing nggak mau jadi chef, maka dia bisa jadi pencuci mobil. Bing Bing menanyakan kalo sebenarnya Wang Nuo memandang rendah pada tukang sol sepatu, tukang cuci mobil atau chef? Wang Nuo menjawab nggak ketiganya. Menurutnya intinya bukan karir. Masalag ada pada orangnya. Wang Nuo memasukkan semua peralatannya kedalam kaleng. Kadang ia berpikir, kalo dia nggak jadi dokter, dia mau jadi apa? 


Bing Bing membantu jawab kalo Wang Nuo bisa mengurus ikan atau bahan-bahan lele. Wang Nuo menatap Bing Bing heran. Gimana dia bisa tahu? Oh, Wang Nuo ingat Bing Bing pernah membuntutinya. Bing Bing menepuk lengan Wang Nuo dan memberitahu kalo itu hanya kesalahpahaman. Ia lalu bertanya, jadi Wang Nuo lebih suka mengurus ikan ketimbang jadi dokter? Wang Nuo hanya tersenyum. Bing Bing melanjutkan, ia ingat Wang Nuo punta saudara kembar. Dia.. . 


Wang Nuo buru-buru memotong, cukup. Bing Bing tahu terlalu banyak. Raut wajah Wang Nuo mendadak berubah. Nggak ada lagi senyum disana. Bing Bing masih saja bicara. Ia menanyakan, jadi, Wang Nuo nggak ingin jadi dokter? Wang Nuo mulai kesal. Bing Bing nggak mudah nyerah, ya? Wang Nuo bangkit. Ia mengakui kalo benar dia suka ikan. Dia suka makan ikan daj dia juga suka mengurus ikan. Wang Nuo memakai jaketnya dan duduk. Ia menambahkan kalo jadi dokter juga nggak jelek. Tapi kadang, ia harus menanganinya sendirian. Rasanya seperti memakai topeng. Wang Nuo merasa nggak berdaya. 


Bing Bing menatap Wang Nuo. Ia teringat saat chating dengan Romeo. Ia menyarankan Romeo untuk memakai topeng. Romeo malah mengeluh. Ia sudah memakai topeng setiap hari. 


Wang Nuo menatap Bing Bing yang sedari tadi menatapnya. Ia jadi merasa menyesal. Kenapa ia menceritakan itu pada Bing Bing? Bing Bing bangkit dan menghampiri Wang Nuo. Ia menatapnya sambil berdiri. Bing Bing teringat sesuatu.

Flashback...


Bing Bing membantu Wang Zhen dan ibunya. Ia menata kursi bersama dengan Wang Zhen. Mereka saling tatap karena tangan mereka mengambil kursi yang sama.

Flashback end...


Bing Bing mengulurkan tangannya dan hendak membelai pipi Wang Nuo. Wang Nuo menatap Bing Bing dan bertanya Bing Bing mau apa? Bing Bing menarik tangannya kembal. Bukan apa-apa. Ia memberitahu saat Wang Nuo bercerita tentang itu, membuatnya teringat teman baiknya. Wang Nuo kesal. Bing Bing nggak akan memaksa menciumnya lagi, kan? Bing Bing malah nggak ngerti maksudnya. 


Wang Nuo membantunya mengingat. Waktu itu Bing Bing tidur. Ia merentangkan lengannya dan ... . Bing Bing buru-buru menutup mulut Wang Nuo pakai telunjuknya. Dia... . Wang Nuo menyingkirkan telunjuk Bing Bing dari bibirnya. Bing Bing memberitahu kalo itu nggak sengaja. Bing Bing sendiri juga ingin melupakannya. 


Wang Nuo bangkit dan memperingatkan agar jangan sampai terjadi lagi. Dan juga itu semua. Wang Nuo nggak peduli. Dia menyuruh Bing Bing untuk membersihkan semuanya. Ia mengancam, kalo enggak ... ia akan membuat Bing Bing membayar biaya kebersihan. Wang Nuo akan pergi. Tapi sebelumnya ia mengingatkan kalo golden retriever akan segera tiba. Jadi Bing Bing bergeserlah. 


Wang Nuo pergi. Bing Bing jadi bertanya-tanya apa orang itu makan bahan peledak? Kenapa dia jadi tiba-tiba galak? Tapi Bing Bing kembali tersenyum saat melihat gaun yang ia pakai dan sepatu yang Wang Nuo perbaiki untuknya. 


Wang Nuo kembali ke permainannya. Ia bertanya Juliet disana? 
Juliet: Aku senang sekarang. 
Romeo: apa yang membuat kamu sangat senang? 
Juliet: Romeo, apa kamu tahu kisah tentang Cinderella? Menurut kamu, siapa yang paling penting bagi Cinderella? 
Romeo: Pangeran? 
Juliet: Bukan! Itu adalah peri! Kalo nggak ada peri yang memberinya sepatu kaca itu, dia bahkan nggak akan memiliki kesempatan buat ketemu sama pangeran. Jadi kamu seharusnya berterima kasih pada peri. 
Wang Nuo meletakkan headphone-nya dan tersenyum. 
Romeo: Berhati-hatilah! Penyihir bisa berpura-pura menjadi peri. 


Hari itu akhirnya tiba. Bing Bing keluar dari lift dan masuk ke ruangan Bruce memamerkan makanan penutupnya. Nggak lama kemudian Wang Nuo juga sampai. Ia melangkah dengan sangat percaya diri. 


Di dapur Bruce lagi kesal pada stafnya. Bing Bing datang dan menanyakan apa yang terjadi? Bruce memperlihatkan strawberinya pada Bing Bing. Ia ingin strawberi segar untuk dikirim hari ini, tapi malah dikirim kemarin dan dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Wang Nuo berdiri di pintu dan melihat kekacauan itu. Bruce marah karena mereka nggak bisa lagi menggunakan itu. Wang Nuo melihat strawberi itu dan menilai kalo mereka nggak tampak buruk. Bing Bing membatin kalo guru benar-benar memiliki standar yang tinggi. 


Bruce menatap Bing Bing. Tahu kan betapa pentingnya acara jamuan ini baginya? Ia bertanya pada Bing Bing apa yang sebaiknya ia lakukan sekarang? Bing Bing memikirkannya tapi nggak bisa dapat ide. Wang Nuo masuk dan menanyakan apa ada pasar dekat sini? Bisa nggak mereka mencari lagi untuk mengganti itu? Staf memberitahu kalo mereka sudah berkeliling tapi di pasar terdekat mereka nggak menemukan barang yang bisa mencapai kualitas yang guru inginkan. Bing Bing menanyakan, gimans dengan yang lebih jauh? Bruce mengeluh putus asa. Acaranya dimulai dalam satu jam. Mereka nggak punya banyak waktu. Bing Bing menatap Bruce dan  berjanji akan menemukannya. Ia meminta Bruce menunggunya. Ia akan membuatnya tepat waktu. 


Bing Bing bergegas pergi. Wang Nuo mengikutinya dan meminta Bing Bung membiarkannya bersamanya. Bing Bing merasa nggak papa. Dia bisa kesana seorang diri. Wang Nuo menghela nafas dan membiarkan Bing Bing pergi sendiri. 


Bing Bing pergi ke perkebunan strawberi. Ia bertanya pada beberapa pegawai yang akan melakukan pengiriman. Apakah mereka menjual strawberi? Salah seorang pegawai memberitahu ada banyak strawberi segar di dalam. Bing Bing biss masuk dan mengambilnya sendiri. Bing Bing senang bukan main. Ia berterima kasih. 


Bing Bing memilih dan memetik strawberi sendiri. Nggak butuh waktu lama, nampan yang ia bawa sudah terisi banyak strawberi. Bing Bing bangkit dan mau membawanya pada Bruce. Ia berpapasan dengan seorang wanita, awalnya nggak ada masalah tapi sepatu Bing Bing malah membuatnya terjatuh. Bing Bing berusaha melindungi strawberinya dan membuat bajunya jadi kotor. 


Bing Bing bangkit, strawberinya nggak papa tapi sikunya terluka. Bing Bing mengambil sepatunya tapi hak-nya terlepas. Ia bertanya-tanra apa yang akan ia lakukan? Tapi dia harus buru-buru. Bing Bing bangkit dan berjalan dengan terseok-seok membawa kotak strawberi itu untuk Bruce. 


Di dapur Bruce menunggu dengan cemas. Wang Nuo minum bersama beberapa orang. Ia melihat jam tangannya dan juga merasa cemas karena Bing Bing belum juga balik. 


Bing Bing akhirnya datang. Ia memberikan strawberi itu pada Bruce dan memintanya untuk memeriksa apakah itu bagus apa enggak. Bruce segera melihatnya bersama stafnya. Wang Nuo melihat Bing Bing telah kembali. Bruce mengatakan iya. Bung Bing lega mendengarnya. Bruce meminta stafnya untuk mencucinya. 


Bruce berterima kasih pada Bing Bing. Ia melihat wajah Bing Bing kotor dan membersihkannya. Bing Bing merasa nggak papa. Sebaiknya Bruce masuk kedalam dan menghadapinya. Semua orang sedang menunggu kue tart strawberi-nya. Bruce mengiyakan dan meminta Bing Bing untuk menunggunya di panggung depan. Ayo perkenalkan kue tart mereka. Bing Bing mengangguk. Wang Nuo meletakkan gelasnya dan memperhatikan Bing Bing. Bruce meninggalkan Bing Bing. 


Bing Bing berjalan tertatih. Ia melepaskan sepatunya. Wang Nuo berdiri di belakangnya dan tampak khawatir. 


Bing Bing membersihkan wajahnya di toilet. Ia juga membersihkan gaun dan sepatunyam. 


Bruce keluar bersama kuenya. Semua orang bertepuk tangan untuknya. Para tamu satu per satu mulai mengambil kue Bruce. Bruce berpidato, mereka bersikeras menggunakan buah segar untuk membuat makanan penutupnya. Terima kasih pada semuanya yang telah datang. Orang-orang itu bertanya-tanya gimana Bruce membuatnya? Itu sangat enak. Mereka berterima kasih pada Bruce. Ia pasti menggunakan banyak usaha. 


Bing Bing mengintip dari balik pintu. Ia senang acara Bruce berjalan dengan lancar. Wang Nuo muncul di belakangnya dan melihat gaun Bing Bing tampak kotor. Sepatunya bahkan haknya terlepas. Wang Nuo memanggil Gao Bing Bing. Bing Bing menatapnya. Wang Nuo mendekat. Bukannya seseorang mengatakan kalo dia ingin tampak lebih cantik untuk menghadiri acara ini dengan Bruce? Bing Bing merasa itu dirinya. Ia mengatakan nggak papa sepanjang acara jamuan gurunya berhasil. Wang Nuo mengajak Bing Bing untuk membeli gaun baru. Seenggaknya Bing Bing bisa muncul di akhir. Bing Bing nggak mau dan menarik tangannya kembali. Rambutnya juga sudah berantakan. Wang Nuo memperhatikan Bing Bing. Ia bertanya apa yang salah? Dia merasa nggak nyaman? 


Bing Bing melihat gaun yang ia pakai. Ia meminta maaf karena gaun kakak Wang Nuo dan sepatunya, dua-duanya rusak. Ia akan... . Belum sempat Bing Bing menyelesaikan kalimatnya, dia keburu pingsan. Beruntung Wang Nuo menatapnya. Sepatu Bing Bing terjatuh seketika. Wang Nuo berusaha memanggil Bing Bing tapi nggak ada reaksi. 

Bersambung...

Komentar:
Suka pas Wang Nuo dan Bing Bing jadi Romeo dan Juliet. Dan setuju sama Ah Meng, orang yang selalu  Bing Bing sebut-sebut adalah Romeo. 

Wang Nuo memang selalu ada untuk Bing Bing dan selalu menolongnya. Bisa dibilang kalo Wang Nuo adalah ibu peri Bing Bing. Sedangkan Bruce hanya sebuah kekaguman. Sayang Bing Bing nggak menyadari siapa sebenarnya orang yang selalu di sampingnya. 

2 komentar

Lanjut terus sinopsisnya kutunggu, terimakasih atas sinopsisnya

Lanjut terus sinopsisnya kutunggu, terimakasih atas sinopsisnya