Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 6 Part 3
Bing Bing pingsan dan jatuh di pelukan Wang Nuo. Wang Nuo memanggil-manggil Bing Bing tapi nggak ada respon dari Bing Bing. Sepatu yang ia pegang jatuh seketika. Wang Nuo rada kesal. Apa-apaan, nih? Nggak ada pilihan lain, Wang Nuo membopong Bing Bing dan membawanya pulang. 


Tepat saat itu juga Ai Zhen keluar dan melihat adegan itu. Dia tampak kecewa, secara selama ini dia suka banget sama Wang Nuo. 


Wang Nuo menunggui Bing Bing di samping ranjangnya. Sesaat kemudian Bing Bing tersadar tapi yang ia tanyakan pertama kali adalah tentang acaranya Bruce. Apa acaranya sudah selesai? Wang Nuo menyindir, itukah pertanyaan pertama yang seharusnya Bing Bing tanyain ketika dia bangun? Bing Bing duduk. Ia memperbaiki pertanyaannya, apa Wang Nuo yang membawanya pulang? Bing Bing berterima kasih. Wang Nuo mengingatkan kalo dia sudah mengatakannya sebelumnya kalo tubuhnya sama tuanya dengan nenek-nenek. Kalo Bing Bing tetap melakukan itu, maka ia mungkin akan menopouse lebih cepat. Bing Bing beralasan kalo itu karena strawberi. Wang Nuo membantah, Strawberi nggak bersalah. Itu karena kepribadian Bing Bing sendiri. Apa Bing Bing pikir semua orang akan senang untuk apa yang ia lakukan dengan memaksakan dirinya? Bing Bing protes. Menurutnya ia perlu melakukan yang terbaik untuk guru. Ia akhirnya menemukan apa yang ia ingin lakukan. Jika ia nggak melakukan yang terbaik, itu akan mengecewakannya. 


Wang Nuo jadi teringat saat di rumah sakit. Ia menarik Bing Bing dan melihat lebam di tangan Bing Bing. 

Juliet : Romeo, perasaan ini seperti berjalan di kegelapan dalam waktu yang lama. Dan lalu kamu menemukan fajar di hadapanmu, karena kamu tahu, kamu memiliki tujuan untuk dicapai. 

Wang Nuo mengaku mengerti kenapa Bing Bing mencoba sangat keras. Tapi Wang Nuo merasa nggak bisa mengatakan sesuatu yang positif untuknya.

Wang Nuo mengambil kotak obat dan mengambil salep. Ia memberikan salep itu pada Bing Bing. Rawat lukanya sendiri. Apa dia nggak tahu kalo dia terluka ditangan dan lututnya? Bing Bing menerimanya dan berterima kasih. 


Bing Bing mengoleskan salep di lukanya dengan diawasi oleh Wang Nuo. Wang Nuo berkomentar kalo Bing Bing benar-benar seperti salah satu dari temannya. Mereka berdua bekerja sangat keras dan juga sangat b*doh. Bing Bing menatap Wang Nuo dan bertanya apa temannya cantik? Bukankah ada pepatah yang mengatakan, wanita yang paling cantik adalah yang paling bekerja keras. Wang Nuo menilai Bing Bing terlalu berlebihan. Selain sangat bekerja keras, sisanya nggak sama sekali. 


Bruce datang. Wang Nuo bangkit karena Bruce sudah ada disini. Ia menyerahkan kotak obat itu pada Bruce. Ia serahkan murid Bruce padanya. Bruce menerimanya lalu menepuk lengan Wang Nuo sambil berterima kasih. 


Bruce langsung duduk di dekat Bing Bing. Ia menanyakan gimana keadaan Bing Bing, apa dia baik-baik aja? Bing Bing mengangguk. Ia lalu menanyakan acara jamuan makan. Apakah berjalan lancar? Bruce mengangguk. Itu berjalan sangat baik. Bruce lalu meneluk Bing Bing. Bertepatan dengan Wang Nuo yang berbalik melihat mereka. Nggak tahu kenapa dia jadi sedih. Bruce meminta maaf pada Bing Bing. Ia mengakui kalo karakternya buruk. Ia memiliki standar yang tinggi untuk semuanya. Ia nggak bisa nggak tahan dengan kesempurnaan apapun. Jika itu bukan karena Bing Bing hari ini, maka ia akan menyerah lebih awal. Sekali lagi Bruce mengucapkan terima kasih. Bing Bing tersenyum bahagia dalam pelukan gurunya. 


Bruce melepaskan pelukannya. Ia menatap Bing Bing sambil senyum. Menurutnya Bing Bing benar-benar bintang keberuntungannya. Bing Bing melihat penampilannya. Tapi menurutnya ia lebih tampak seperti bintang sapu sekarang. Bruce tertawa dengar candaan Bing Bing. Sementara itu Wang Nuo masih menatap mereka. Bing Bing merasa sayang banget. Kalo aja dia nggak begitu memalukan hari ini, ia bisa pergi ke atas panggung dengan Bruce. Bruce membantah. Bing Bing sama sekali nggak memalukan. Ia melihat Bing Bing sangat cantik hari ini. 


Wang Nuo sudah agak jauh tapi ia sama sekali nggak bisa berhenti menatap Bing Bing yang sedang bersama Bruce. Ia terdiam menyaksikan mereka begitu dekat. Tapi akhirnya ia pergi juga. 


Bruce membelai rambut Bing Bing sambil senyum. Ia melihat Bing Bung sedang memegang salep. Apa Bing Bing sedang mengoleskan obat? Bruce akan melakukannya untuk Bing Bing. Bing Bing diam saja saat Bruce mengobati lukanya. 


Bing Bing pulang malam. Wang Nuo memberitahunya sebelumnya kalo dia akan berada dalam perjalanan bisnis untuk dua hari. Ia berpesan agar Bing Bing jangan menyentuh atau melakukan sesuatu untuknya. Termasuk menandatangani surat dan pengirimannya. Bing Bing menatap pintu rumah Wang Nuo lalu tersenyum. Ia menaiki tangga dan menuju ke kamarnya. 


Bing Bing bermain bersama Romeo. Mereka berlatih untuk kompetisi. Seperti biasa Bing Bing menang. 
Juliet: Romeo, kamu semakin menjadi baik. 
Romeo: aku akan mengerahkan semuanya demi 400.000 dollar Juliet. 
Juliet: terima kasih. Aku sangat tersentuh. 
Romeo: maaf. Karena aku ada perjalanan dinas mendadak, aku jadi nggak bisa ketemu sama kamu minggu ini. 
Juliet: nggak papa. Aku sudah sangat tersentuh dengan fakta bahwa kamu mau berpartisipasi dalam kompetisi. 
Romeo: aku mau tanya, kenapa kamu menggunakan mawar sebagai tanda? Kamu kan bisa pakai foto.
Juliet: sebuah foto bisa diedit, ok. Itu nggak akan akurat. 
Romeo: apa kamu seorang pria? 
Juliet: bukan. Kenapa kita nggak menggunakan kamera? Itu lebih mudah. 
Bing Bing menata bajunya. Ia siap video call sama Romeo. Tapi kayaknya Wang Nuo masih ragu dan akhirnya nggak jadi. 
Romeo: nggak ada yang perlu dikhawatirkan. Lagian juga kita akan segera ketemu. Aku percaya instingku. 
Juliet: baiklah. Aku akan mengenalimu pada pandangan pertama. 
Romeo: aku akan menjadi pria tampan. Pada saatnya tiba, jangan terkam aku. 
Juliet: gimana bisa kamu bilang gitu? Kamu nggak tahu malu. 


Wang Nuo melepaskan headphone-nya dan menutup laptopnya. Ia bangkit dan menatap langit malam. Ia lalu berterima kasih pada juliet. Terima kasih untuk membiarkan topeng Romeo menjadi dirinya. Sementara itu Bing Bing juga melakukan hal yang sama. Ia menatap bulan sabit yang tergantung di langit sambil tersenyum bahagia. NT$400.000-nya! 


Hari kompetisi tiba. Bing Bing dan teman-temannya lagi pada cemas karena Romeo belum datang juga. Bing Bing sendiri sudah memegang setangkai mawar merah, tanda kalo dia adalah Juliet. Teman Bing Bing yang pakai kacamata bertanya pada Bing Bing, apakah Romeo nggak datang? Bing Bing meyakinkan kalo Romeo pasti datang. Dia adalah seseorang yang bisa dipercaya dan memegang janjinya. Bing Bing sangat yakin kalo dia pasti kesini. Teman Bing Bing yang lain memberi solusi, jika Romeo nggak muncul, maka ia akan menggantikannya. Teman Bing Bing yang tadi nggak setuju. Gimana kalo mereka ketahuan? Nggak ada yang pernah melihatnya juga. 


Bing Bing memegang mawarnya erat-erat sambil memejamkan mata ia berdoa. Nggak peduli Romeo dimana, jika mendengar panggilannya, tolong munculah. 


Wang Nuo sendiri baru keluar dari bandara. Ia segera naik taksi. Ia meminta pengendara taksi untuk cepat karena dia sedang terdesak. Dalam perjalanan itu Wang Nuo mengecek jalannya kompetisi. Agak lega karena timnya belum tampil. 


Tiba-tiba lampu merah. Wang Nuo memutuskan untuk turun setelah sebelumnya berpesan pada supir taksi untik mengirimkan kopernya ke alamat Dokter Wang Nuo. Wang Nuo pun keluar dari taksi. Dia masuk ke sebuah toko bunga untuk membeli setangkai mawar. 


Wang Nuo sampai di lokasi. Ia mencari wanita yang megang mawar. 


Teman Bing Bing baru saja kembali dari luar. Teman-temannya bertanya apa dia melihat Romeo? Orang itu menjawab enggak. Dia mencari di seluruh tempat dan nggak melihat orang memegang mawar. Bing Bing makin cemas. 


Tanpa mereka sadari, Romeo sebenarnya ada di luar. Wang Nuo menatap mawarnya sambil tersenyum. Ia lalu menyembunyikan mawarnya di punggungnya sambil melihat kedalam. Bing Bing tiba-tiba berdiri. Wang Nuo melihatnya memegang mawar. Wang Nuo syok. Mawar yang ia pegang jatuh. Ia memutar badannya dan menatap bunganya. Nggak mungkin. Juliet yang memegang mawar adalah Gao Bing Bing? Atau Gao Bing Bing yang kebetulan memegang mawar Juluet? Wang Nuo merasa itu nggak mungkin. Dia sudah mengecek sebelumnya. Atau dia bisa pindah tempat? 


Wang Nuo membuang mawarnya dan berniat pergi. Tapi saat ia berbalik, ia malah dikenali sama salah satu teman Bing Bing yang langsung memanggilnya Romeo. Ia mengambil mawar Wang Nuo dan mencocokkan. Mawar? Pria tampan? Dia Romeo, kan? Wang Nuo membantah dan mengatakan kalo dia salah orang. Ia hanya lewat. Romeo? Siapa? Teman Bing Bing yakin kalo dia adalah Romeo. Ia menarik Wang Nuo dan membawanya masuk. 


Pria berkacamata itu memanggil Bing Bing dan memberitahu kalo dia dapat Romeo. Wang Nuo yang nggak mau ketemu sama Bing Bing mengambil kertas untuk menutupi wajahnya. Mereka bertanya-tanya kenapa Romeo menutupi wajahnya? Apa dia tahu berapa lama mereka menunggunya? Dia memegang mawar. Kenapa mesti malu? Teman Bing Bing yang lain menyingkirkan kertas itu sehingga wajahnya kelihatan. Mereka saling menatap dan senyum Bing Bing seketika hilang. Apa yang Wang Nuo lakukan disini? Apa dia Romeo yang selalu memakai topeng Wang Nuo atau dia Wang Nuo yang memakai topeng Romeo? Bing Bing bertanya dimana Wang Nuo menyembunyikan Romeo? 


Ia membanting mawarnya di depan Wang Nuo. Wang Nuo juga ikutan membanting mawarnya. Bing Bing si pengganggu kecil. Dia jelas salah satunya. Kenapa dia pura-pura jadi Juliet? Bing Bing membantah. Mereka mau bertengkar lagi tapi keburu di panggil sama presenter. Tim terakhir, tim Knight. Romeo dan Juluet juga akan tampil. Presenter meminta penonton untuk bertepuk tangan. 


Teman-teman Bing Bing sudah pada maju. Tinggal Wang Nuo dan Bing Bing. Teman Bing Bing yang pakai kacamata kembali dan mengingatkan mereka kalo ini NT$400.000. Apa yang mereka lakukan? 


Bing Bing meraih tangan Wang Nuo. Karena dia sudah disini, Bing Bing meminta Wang Nuo membantunya. Ia janji akan mencuci mobilnya sepuluh kali. Bing Bing menarik Wang Nuo ke atas panggung. Romeo akhirnya bersedia naik ke atas panggung walaupun terus saling ejek sama Bing Bing. Dan Bing Bing menggenggam tangan Wang Nuo erat-erat biar dia enggak lari. Wang Nuo ditanyai presenter tentang seberapa yakinnya untuk menang. Tapi karena Wang Nuo nggak segera menjawab akhirnya teman Bing Bing yang menjawab kalo mereka sangat yakin. 


Pertandingan telah berakhir. Wang Nuo dan Bing Bing duduk diam di luar dengan posisi saling membelakangi. Mereka tampak sedih. Apa mereka kalah? 

Bersambung...

Komentar : 
Akhirnya mereka ketemu juga. Sekarang masing-masing dari mereka sudah tahu kalo mereka adalah Romeo dan Juliet. Kira-kura mereka akan jadi akur apa enggak, ya? Atau makin sering bertengkar? 

1 komentar:

Makin seru kk
Dilanjut ya kk