Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 6 Part 4
Bing Bing dan Wang Nuo duduk diluar. Mereka saling membelakangi. Keduanya tampak kecewa berat. Apa mereka kalah? Bing Bing menengok ke belakang, ke arah Wang Nuo. Dia mau manggil Wang Nuo tapi bingung, mesti manggil Wang Nuo apa Romeo? Akhirnya dia nyebutin dua-duanya. Bing Bing berterima kasih. Wang Nuo mengatakan kalo Bing Bing seharusnya berterima kasih padanya. Juliet b*doh! 


Bing Bing mengubah posisi duduknya sehingga bisa melihat Wang Nuo dengan jelas. Ia memanggil Wang... . Bing Bing mengatakan kalo ia bersungguh-sungguh ketika ia berkata ia akan mencuci mobil Wang Nuo 10 kali. Jadi Bing Bing sangat berharap agar Wang Nuo mau datang ke final. Tanpa melihat Bing Bing, Wang Nuo memberitahu kalo Juliet sangat penting untuknya, ia memastikan akan membantu Juliet. Bing Bing mengatakan kalo Juliet sangat berterima kasih pada Romeo. Wang Nuo mengaku nggak pernah menyangka akan menjadi Juliet versi Gao Bing Bing. Bing Bing memohon. 


Wang Nuo menganglat tangannya. Ia mengaku masih pusing. Jadi ia sekarang nggak bisa menjawab Bing Bing. Bing Bing tampak kecewa. Tapi dia juga nggak bisa memaksa. Akhirnya Bing Bing cuman bisa menggigit bibirnya. Ia menghela nafas panjang berkali-kali dan menundukkan wajahnya. Wang Nuo dan Bing Bing saling terdiam. Keduanya sama-sama kecewa. 


Bing Bing dan Wang Nuo makan bersama dengan teman game mereka. Seseorang  mengucapkan selamat kepada mereka, tamu di meja 17 atas kemenangannya di pertandingan game online. Semua orang bertepuk tangan untuk mereka. Orang itu memberitahu kalo mereka berciuman, maka mereka akan memenangkan perut babi beruap mereka. lampu sorot tiba-tiba mengarah ke Bing Bing dan Wang Nuo. Teman-teman Bing Bing kompak menyoraki mereka. Ciuman! Ciuman! Ciuman! Seluruh pengunjung restoran ikut bertepuk tangan dan nyuruh mereka ciuman. 


Bing Bing berusaha menolak. Apa yang mereka lakukan? Bing Bing mengaku masih belum mendapatkan ciuman pertamanya. Buat apa ia sembarangan mencium seseorang? Teman Bing Bing memberitahu kalo ciuman pertama dimaksud untuk orang-orang yang ditakdirkan bersama. Mereka sudah lama kenal satu sama lain tapi nggak pernah ketemu. Hari ini mereka ketemu. 


Wang Nuo menatap teman Bing Bing yang lagi bicara itu. Ia lalu teringat saat Bing Bing bersama dengan Bruce diatap. Ia melihat mereka berciuman (padahal enggak, kok). Wang Nuo lalu pasang wajah seolah mengejek pengakuan Bing Bing barusan. Teman-teman Bing Bing gati menyoraki Wang Nuo agar mencium sang putri! Cium! Cium! Wang Nuo bergumam, putri apa? Apa mereka g*la karena bermain game? Bing Bing meminta teman-temannya untuk berhenti dan balik ke tempat duduk mereka. 


Mereka menyerah dan kembali duduk. Bing Bing kesal. Dia kan sudah pernah bilang sebelumnya kalo orang itu adalah pemilik rumahnya, dokter dan tetangga juga. Wang Nuo yang malas melihat Bing Bing, memalingkan wajahnya. Bing Bing melanjutkan, walaupun Wang Nuo hanya mempermalukannya, menyakitinya, dan menghinanya setiap kali mereka ketemu, tapi... Wang Nuo juga menyelamatkannya, membantunya, dan memberinya tempat tinggal. 


Wang Nuo menatap Bing Bing. Ia seperti tersentuh mendengar pengakuan Bing Bing tentangnya. Bing Bing melanjutkan kalo di waktu tersulitnya, Wang Nuo selalu muncul. Bing Bing menoleh ke arah Wang Nuo sebentar. Dia nggak sanggup berkata-kata lagi dan memilih bangkit. Menurutnya mereka sangat menyebalkan, ia akan jalan dulu. 


Wang Nuo mengulurkan tangannya dan menahan tangan Bing Bing. Ia lalu bangkit dan menarik tubuh Bing Bing sampai dekat banget (eh, eh, Wang Nuo mau ngapain, nih?) Mereka saling pandang. Wang Nuo nanya apa menurut Bing Bing? Wang Nuo mendekatkan wajahnya dan mencium Bing Bing (oh no! Ini ciuman kedua mereka). Mereka tampak menikmatinya, baik Bing Bing maupun Wang Nuo sama-sama memejamkan mata mereka. Teman-teman Bing Bing secara serempak mengeluarkan ponsel mereka dan merekam kejadian itu. Wang Nuo melepaskan Bing Bing dan membisikkan sesuatu di telinga Bing Bing. Untuk perut babi gratis. 


Bing Bing menunggu Wang Nuo ditangga. Nggak lama kemudian Wang Nuo keluar dari lift. Bing Bung langsung bangkit. Ia mengaku telah menunggu Wang Nuo lama dan akhirnya ia kembali. 


Wang Nuo nggak ingin ngomong apa-apa dan berjalan menuju rumahnya. Bing Bing memintanya menunggu. Bing Bing menuruni tangga. Niatnya sih mau menghampiri Wang Nuo tapi malah terjatuh. Wang Nuo yang belum jauh segera menangkap Bing Bing. Mereka saling tatap dengan perasaan kikuk. Tapi sebentar kemudian Bing Bing sadar. Ia lalu memberitahu kalo kotak kue yang ia bawa sekarang adalah yang ingin ia berikan pada Romeo untuk berterima kasih atas bantuannya sehingga mereka bisa juara satu. Wang Nuo merasa nggak nyaman. Dia nanya ke Bing Bing, bisa nggak mereka bicara dengan cara lebih normal? Bing Bing baru nyadar dan menjauh. Ia meminta maaf pada Wang Nuo. 


Wang Nuo memperbaiki posisinya. Bing Bing bertanya apa gurunya mencari Wang Nuo hari ini? Bing Bing ingin dia orang pertama yang tahu. Wang Nuo bertanya-tanya apa burung gereja kecil ini hanya memikirkan Bruce? Wang Nuo mengatakan pada Bing Bing kalo dia bukan pengasuh Bruce. Dia nggak memperdulikan keberadaannya. 


Wang Nuo melangkah menjauhi Bing Bing. Bing Bing mengatakan kalo gurunya nggak mengangkat telponnya. Apa telponnya mati? Wang Nio kesal. Dia memberitahu Bing Bibg kalo dia juga bukan pusat servus. Dia nggak akan membantu Bing Bing untuk mengumumkan dan melihat. Bing Bing bertanya kenapa Wang Nuo sangat jahat? Padahal Bing sudah sangat ramah padanya. Wang Nuo malah menanyakan apa ia akan mengambilnya? Kalo dia tahu kalo Bing Bing adalab Juliet, maka dia nggak akan bergabung dalam pertandingan. 


Bing Bing menegurnya, Bing Bing juga merasakan hal yang sama. Sangat sulit baginya untuk menerima bahwa Wang Nuo adalah Romeo. Tapi ia sudah membuka hatinya dan melepaskannya. Bing Bing juga sudah memperlihatkannya kebaikan. Bing Bing menanyakan apalagi tang Wang Nuo inginkan darinya? Wang Nuo membatin, karena Bing Bing nggak tahu tempat apa yang Juliet tempati di dalam hatinya. 


Wang Nuo berbalik dan kembali menghadap Bing Bing. Baginya semua ini seperti penipuan. Bing Bing nggak ngerti, apa? Wang Nuo memberitahu kalo dari pertama sampai terakhir, setiap proses bagaimana mereka bertemu sampai sekarang semuanya salah. Apa yang Bing Bing katakan tentang buku takdir dan mencari terang di antara kegelapan. Wang Nuo mau nanya, bukankah itu terdengar seperti satu kalimat karangan seorang penulis untuk sandiwara yang buruk? Bing Bing memberitahu kalo Shakespeare adalah orang yang menulis buku takdir. Wang Nuo nggak bisa mengomentari itu, kan? Bing Bing membuat dengan maksud baik. Ia mempersilakan Wang Nuo untuk menikmati. Bing Bing menyodorkan kuenya dan berbalik lalu menaiki tangga. Wang Nuo melihat kotak kue Bing Bing ditangannya dan terpaksa membawanya. 


Wang Nuo masuk ke rumahnya dan melihat stoples kue Bing Bing sekali lagi. Ia lalu teringat apa yang pernah dikatakan oleh Juliet.

Juliet : aku akhirnya menemukan sesuatu yang ingin aku lakukan. Tentu saja aku harus mengambil langkah besar. 


Ia lalu teringat apa yang pernah Bing Bing katakan. Bing Bing merasa harus memberikan seluruhnya untuk gurunya. Ia akhirnya menemukan apa yang ingin ia lakukan. Kalo Bing Bing nggak memberikan semuanya, apakah dia akan mengecewakan gurunya? 


Wang Nuo memejamkan matanya. Terngiang kembali pertanyaan dari Bing Bing, apakah guru akan bertemu dengan Wang Nuo hari ini? Ia ingin berbagi ini dengannya dulu. 
Wang Nuo teringat saat Bruce memeluk Bing Bing di atap. Bing Bing tampak bahagia saat itu. 


Wang Nuo menggelengkan kepalanya. Mencoba untuk sadar. Gao Bing Bjng hanya ingin memulai usaha dengan Bruce. Wang Nuo jadi bertanya-tanya kenapa dengan dirinya? Apa dia suruhannya Bing Bing? Wang Nuo menjatuhkan makanan itu. Ia lalu duduk di sofa kesayangannya. Belum juga sampai duduk dia sudah bangkit lagi gara-gara kedatangan Bruce. Dia pulang. Wang Nuo bertanya kenapa Bruce datang lagi? Dan menduplikat kuncinya? Bruce melempar kuncinya ke atas dan menangkapnya lagi. Dia memberitahu kalo sudah ada duplikatnya di lemari, kenapa dia harus menduplikatnya lagi? 


Wang Nuo kesal. Dia menghela nafas dan kembali duduk. Bruce melihat kotak kue Bing Bing dan bertanya pada Wang Nuo, apa itu? Bruce membukanya dan memakannya. Ternyata rasanya nggak enak. Bruce mengembalikannya. Dia bertanya pada Wang Nuo, apa itu? Kenapa rasanya nggak enak? Wang Nuo menyuruh Bruce untuk memberitahu Bing Bing. Dia mencari Bruce sepanjang malam. Bruce mengaku merasa tertekan karena Bing Bing terus menerus mencarinya. Wang Nuo menoleh menatap Bruce sambil membatin, mengejar seorang wanita dan itu membuatnya tertekan?! Kalo Bruce ingin bersama, bersamalah! Nggak ada perlunya juga ia berperan sebagai penasehat cinta mereka. 


Wang Nuo menghela nafas. Dia bertanya pada Bruce, ada apa antara ia dan Gao Bing Bing? Apakah Bruce ingin mengejarnya? Bruce menghela nafas sebelum menjawabnya. Ia mengaku terharu oleh semua yang Bing Bing lakukan untuknya. Tapi untuk sekarang ini Bruce merasa nggak layak untuk berkencan. Wang Nuo menilai kalo Bruce seperti itu karena dia berpikir terlalu panjang. Intinya adalah apakah Bruce merasakan sesuatu? 


Bruce mengiyakan. Ia mengangkat tangannya dan menggambarkannya dengan tangannya, sedikit. Wang Nuo menyarankan pada Bruce untuk segera mengambil tindakan kalo memang iya. Gao Bing Bing naksir sama gurunya. Dan jika Bruce dapat kembali normal, bukankah itu akan sempurna bagi mereka berdua? 


Wang Nuo bangkit dan membuka lemari pendingin. Bruce mengikutinya. Menurut Bruce naksir dengan guru terdengar sangat aneh. Wang Nuo menutup pintu lemari es dan menghadap Bruce. Bruce melanjutkan kalo dia nggak masalah. Dia adalah orang baik. Dia nggal akan bertengkar dengan Wang Nui. Bruce pamit mau tidur dulu. Ia mengucapkan selamat malam lalu melangkah menuju kamar Wang Nuo. 


Wang Nuo nggak terima Bruce mau tidur di rumahnya lagi. Dia menarik Bruce dan mendorongnya keluar. Wang Nuo merasa sebaiknya Bruce pulang. Bruce memohon untuk dibiarkan satu kali lagi. Wang Nuo mengambil jaket dan syal Bruce dan menyerahkannya pada yang punya. Kalo Bruce Ingin mencoba, Wang Nuo menyuruhnya untuk mencoba dirumah Bruce sendiri. Wang Nuo terus mendorong Bruce sampai di luar. Ia meminta agar Bruce menjaga jarak darinya. 


Seorang kurir mengantarkan barang untuk Bing Bing. Srtelah mendapat tanda tangan Bing Bing, ia pun pergi. Bing Bing tersenyum dan mencium kotak itu. Akhirnya ia menerima rempah-rempah guru. Bing Bing menyimpannya di dalam tasnya. 


Tiba-tiba ponsel Bing Bing bunyi. Telpon dari nenek Wu yang menagih janji Bing Bing untuk mengunjunginya. Apakah Bing Bing melupakannya? Bing Bing mengaku nggak lupa. Dia baru saja mau pergi. Bing Bing berkata akan sampai disana dalam waktu 15 menit. 


Wang Nuo kebetulan baru keluar dari rumah. Dia juga mau kerumah sakit dengan naik mobil. Bing Bing mengambil tasnya dan memanggil Wang Nuo. Ia meminta Wang Nuo untuk memberinya tumpangan. Dia juga mau ke rumah sakit. Wang Nuo nggak menjawab dan masuk ke mobil. Bing Bing ikut masuk ke mobil. Wang Nuo nggak bilang enggak jadi ia menyimpulkan sebagai iya. Bing Bing berterima kasih. Wang Nuo merasa nggak bilang apa-apa. Dia menyuruh Bing Bing keluar dari mobilnya. Bing Bing nggak mau. Wang Nuo mau ke rumah sakit, dia juga. Dan mungkin nenek Wu akan merubah pikirannya. Wang Nuo nggak peduli. Kenapa itu ada hubungannya dengan dia? Bing Bing mengungkit-ungkit karena mereka adalah teman online sejak lama, Bing Bing meminta Wang Nuo untuk menolongnya. Wang Nuo nggak terima Bing Bing menyebutkan hal itu. Beraninya Bing Bing menyebut itu. Ia menyuruh Bing Bing keluar dari mobilnya. Bing Bing memohon, jangan jahat, dong. 


Wang Nuo nggak bisa bersabar lagi. Dia keluar dari mobil. Bing Bing terus memohon agar Wang Nuo mau memberinya tumpangan. Sepedanya rusak. Wang Nuo membukakan pintu untuk Bing Bing dan menariknya. Bing Bing protes, apa yang Wang Nuo lakukan? Wang Nuo membentak Bing Bing dan menyuruhnya diam. Wang Nuo lalu mengambil tas Bing Bing dari mobilnya dan tanpa dia sadari, ia menjatuhkan paket rempah-rempah Bing Bing. Bing Bing menerima tasnya. Wang Nuo memberinya empat pilihan. Pertama: pergi kesana dan belok kiri, Bing Bing bisa naik bus. Kedua: Bing Bing bisa memanggil taksi. Ketiga: Bing Bing punya kaki. Dia bisa jalan dengan kakinya. Wang Nuo lalu meninggalkan Bing Bing dan masuk ke mobilnya. 


Bing Bing mengetuk kaca mobil Wang Nuo. Wang Nuo membukanya. Bing Bing menanyakan apa pilihan yang ke empat? Memberinya tumpangan? Wang nuo menyuruh Bing Bing pergi dan mencari orang pertama yang mau berbagi kemenangan setelah menang pertandingan dan meminta bantuannya. Bing Bing mengeluh kenapa Wang Nuo pelit banget? Wang Nuo nhgak peduli dan menjalankan mobilnya meninggalkan Bing Bing. 


Bing Bing melihat sesuatu bersama nenek Wu. Mereka tertawa-tawa melihat foto. Wang Nuo masuk bersama dengan Xiao Fang. Bing Bing dan Wang Nuo langsung saling lempar tatapan sinis. Wang Nuo bertanya bagaimana perasaan nenek Wu hari ini? Ia memutuskan untuk mengurangi dosis obat penahan sakitnya. Nenek Wu mengatakan, ketika orang bertambah tua, mereka menjadi sering lelah, dan selera makan menjadi nggak tetap. Nenek Wu pikir ia akan segera mati. Nenek Wu tertawa. Hanya makanan yang dibawa Bing Bing yang bisa ia makan. Nenek Wu menilai Bing Bing lebih baik dari anak-anaknya yang nggak berbakti. Bing Bing tersenyum. Ia membawakan kue yang sangat nenek suka. Bing Bing menyerahkannya pada nenek Wu. Nenek Wu membukanya dan memakannya. 


Wang Nuo menegur nenek Wu, kalo gula darahnya sudah cukup tinggi. Nenek Wu yang baru makan segigit jadi tersedak. Bing Bing menepuk-nepuk punggung nenek Wu, apa nenek Wu nggak papa? Ia memintanya makan pelan-pelan. Wang Nuo keminta nenek Wu untuk nggak makan terlalu banyak makanan yang tinggi kadar GI di gulanya. Bing Bing bertanya apa itu konten gula GI? 
*GI atau Glycemic Index adalah suatu ukuran yang digunakan untuk mengindikasikan seberapa cepat karbohidrat yang terdapat dalam makanan yang dapat diubah menjadi gula oleh tubuh manusia. 
Wang Nuo nggak menggubris. Dia menyarankan nenek Wu untuk mencari perawat yang profesional (sambil melirik Bing Bing). Dan tentang itu, Wang Nuo merasa sebaiknya nenek Wu nggak memakannya. Wang Nuo lalu meninggalkan kamar nenek Wu. Bing Bing menatapnya sebal. Xiao Fang mengikuti Wang Nuo.  


Wang Nuo meminum kopi di ruangannya. Xiao Fang menegur sikapnya tadi. Menurutnya Bing Bing hanya ingin menyewa rumah nenek Wu, jadi dia mencoba menyenangkannya. Kenapa Wang Nuo seperti itu? Wang Nuo nggak menjawab. Ia lalu bertanya pada Xiao Fang, apakah Xiao Fang ingat nyonya Wu bilang kalo dia memiliki rumah selain yang ingin disewa oleh Gao Bing Bing? Xiao Fang tertawa membenarkan, nenek Wu adalah tuan tanah yang besar. Xiao Fang memberitahu kalo di Taipei, nenek Wu memiliki banyak tanah. Wang Nuo buru-buru bangkit. Ia meninggalkan Xiao Fang yang sebenarnya belum selesai bicara. 


Bing Bing bertemu dengan Bai He. Bai He terkejut dengar kalo Romeo adalah Wang Nuo, dokter Wang. Ia bertanya-tanya bukankah itu terlalu berlebihan untuk sebuah kebetulan? Bing Bing membenarkan, dan setelah Wang Nuo mengetahui kalo dia adalah Juliet, Wang Nuo mulai jahat padanya. Dia bahkan ingin merusak hubungannya dengan nenek Wu. Bing Bing sungguh nggak tahu apa yang Wang Nuo inginkan. 


Bruce tiba-tiba datang dan bertanya pada Bing Bing, siapa yang ingin apa? Bai He mengaku nggak ada. Mereka hanya sedang berdiskusi yang berhubungan dengan pekerjaan. Bing Bing mempersilakan Bruce untuk duduk. Pelayan datang dan memberikan daftar menu pada Bruce. Bai He mentampaikan tentang bahan-bahan impor yang Bruce minta, Bai He akan mencari tahu untuknya. Tapi dia meminta maaf karena perusahaan mereka nggak memiliki ham dari paha babi Rusia. Bing Bing bilang ke Bruce kalo nggak masalah. Dia akan melakukan yang terbaik untuk menemukan item itu. Bruce tersenyum. Bing Bing akan memperlihatkan rempah-rempahnya lebih dahulu. 


Bing Bing membuka tasnya tapi nggak menemukannya. Ketika dia pergi, ia yakin telah meletakkannya di dalam tas. Kenapa... . Bai He bertanya apa yang Bing Bing lakukan? Bing Bing meminta maaf. Dan tentang rumah yang Bruce mau, pemiliknya nggak yakin apakah dia ingin menyewakannya buat mereka atau enggak. Bruce tersenyum. Ia meminta Bing Bing jangan khawatir tentang itu. Dia yang akan mengurusnya. Bing Bing bertanya apakah Bruce telah menemukan rumah baru? Bruce meminta mereka semua untuk berterima kasih pada Wang Nuo. Ternyata tuan tanahnya menyewakan rumah lainnya. Lingkungannya lebih baik dan harganya lebih murah. Dia juga bilang setuju. Bing Bing bertanya-tanya seakan-akan nggak percaya, Wang Nuo? 


Bing Bing menunggu Wang Nuo pulang malam harinya. Wang Nuo yang malas melihat Bing Bing memilih untuk berjalan melewatinya. Bing Bing bangkit da  menyusul Wang Nuo. Ia bertanya, Wang Nuo yang telah meyakinkan guru untuk menyewa di tempat yang lebih murah? Wang Nuo malah balik nanya, apa sekarang Bing Bing berterima kasih padanya? Bing Bing berterima kasih karena Wang Nuo telah banyak membantunya. Wang Nuo sungguh orang yang baik. Wang Nuo menatap Bing Bing lalu menghela nafas. Dia akan memberitahu yang sebenarnya pada Bing Bing. Wang Nuo mengaku nggak membantu Bing Bing karena dia orang yang baik, tapi karena Bing Bing terus muncul tiba-tiba di kehidupannya jadi dia menjadi orang yang sibuk. Dan mulai hari ini Wang Nuo menyatakan kalo dia bukan orang yang baik, dia juga bukan malaikat atau alat. Jika Bing Bing ingin berterima kasih padanya, maka menjaga jaraklah darinya. Wang Nuo lalu pergi meninggalkan Bing Bing. Bing Bing bertanya gimana dengan kompetisinya? Wang Nuo nggak akan mundur, kan? Wang Nuo yang sedang membuka kunci pintu bertanya balik, menurutmu? Bing Bing bicara sendiri, dia tahu kalo kata-kata Wang Nuo nggak bisa dipercaya. Nggak papa! Nggak masalah! Meski mereka nggak memiliki Romeo, Bing Bing yakin mereka pasti akan baik-baik saja. 


Bing Bing mengobrol dengan teman-temannya. Romeo belum ada disana? Apa Juliet ingin memintanya segera datang? 
Juliet: Romeo nggak akan ikut serta dalam kompetisi. Kita hanya bisa mengandalkan diri kita sendiri sekarang. 

Teman Bing Bing: apa? Kalo kita nggak ada Romeo, kita nggak akan menang. 
Eh, tiba-tiba Romeo online. 

Teman Bing Bing:  Tolong jangan mundur dari kompetisi atau kita akan kalah. 

Romeo: Apa aku pernah bilang kalo aku nggak akan bertanding? Tapi jika seseorang nggak mau aku berpartisipasi, maka aku nggak akan membuat diriku merasa nggak diterima. 

Teman Bing Bing: Kak Bing! Apa kalian berdua bertengkar? 

Juliet: Siapa yang bertengkar dengan dia? 
Gui Lian! Bilang sama Gui Di untuk online dan ambil alih tempat Romeo. Kita akan melakukan latihan khusus sebelum kompetisi. 

Teman Bing Bing: adik kecilku nggak bisa melakukan itu. 

Romeo: aku pikir Gui Di cukup punya kemampuan. Jadi selamat berjuang buat kalian. Aku mendoakan kalian. Jiu Mi, bye!

Bersambung...

Komentar: 
BYE!!! 
Suka sama gayanya Romeo. Kalo ngomong suka nggak pakai tedeng aling-aling. Keluar gitu aja. Terlalu berterus terang. Apalagi kalo yang diajak ngomong adalah Bing Bing...hadeuh tepok jidad!

6 komentar

Dilanjut sampe siap ya kk
Makasih��
Dan tetap semangat kk

Dilanjut yaa thor
Aku mulai bosan dgn drama korea nih... Hehehehe
Semangat!

Terima kasih atas komentarnya. Bikin semangat lagi buat nulis part selanjutnya. Semoga bisa dinikmati ceritanya ^_^

Sama! Aku juga gitu. Sebenernya punya beberapa drama Jepang, Taiwan sama Thailand yang baru tapi ya gitu, deh. Drama selain drama Korea jarang ada yang bikin subindo TT

Eh, lanjut maksudnya ^_^