Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 7 Part 3
Ai Zhen bangkit dan bilang ke Wang Nuo agar jangan seperti itu. Wang Nuo memotong kalimat Ai Zhen. Dengan nggak mengalihkan pandangannya dari ayah Wang Nuo membentak ayah, cukup! Ia lalu menatap Ai Zhen dan bertanya apa Ai Zhen nggak tahu kenapa dia nggak suka merayakan hari ulang tahunnya? Ai Zhen terdiam. Matanya tampak berkaca-kaca. Ayah bangkit dan memberitahu Wang Nuo kalo semua orang hanya mencoba membantunya merayakan ulang tahun. Kenapa harus seperti ini? 


Wang Nuo menatap ayah tajam. Tiba-tiba suasana jadi sangat canggung. Nggak nyaman. Wang Nuo menghela nafas lalu meminta maaf karena menghancurkan perayaannya. Ia akan pergi duluan. Wang Nuo langsung pergi gitu aja. Dia bahkan nggak menggubris pas Ai Zhen dan Bruce memanggilnya. 


Wang Nuo berlatih bersama teman-temannya. Ia mengatakan kalo ada 52 detik tersisa untuk perang. Ia meminta mereka semua untuk fokus. Wang Nuo menyuruh Ah Qi untuk bergerak mundur sedikit. Tapi Ah Qi malah nggak melakukannya. Wang Nuo kesal. Dia kan bilang untuk mundur ke belakang sedikit? Kalo dia mengisi ulang darah, maka semua orang akan menyerangnya duluan. Wang Nuo lalu menyuruh Gui Lian untuk menyerang. Tapi Gui lian juga nggak melakukannya. Wang Nuo jadi tambah kesal. Ia memarahi Gui lian. Kalo dia bilang serang, serang! Kenapa hanya berlari sendiri? Apa gunanya memerangi mereka? Dia pasti akan mati. 


Kelihatannya semua orang sudah kelelahan tapi Wang Nuo sama sekali nggak peduli. Bing Bing melihat emosi Wang Nuo nggak seperti biasanya. Wang Nuo melepaskan headphone-nya. Ia bertanya, apa ini? Kenapa mereka masih membuat kesalahan? Apa mereka masih ingin menang? 


Bing Bing bangkit. Ia rasa cukup. Ia mengajak semuanya untuk beristirahat karena semuanya sudah sangat lelah. Wang Nuo merasa nggak bisa gitu. Ia ingin mereka mencoba sekali lagi. Bing Bing menegur Romeo yang jadi aneh. Wang Nuo menjatuhkan headphone-nya dan menatap Bing Bing. Ia lalu bangkit dan pergi gitu aja. 


Bing Bing menghela nafas dan menyusulnya. Bing Bing memanggil Romeo dan menahan tangannya. Ia bertanya ada apa? Wang Nuo mengatakan kalo nggak ada yang salah. Bing Bing mengoreksi, apa maksudnya nggak ada apa-apa? Ia hampir membunuh Gui Lian dan semuanya. Mereka punya pertandingan besok. Bing Bing merasa Wang Nuo nggak bisa seperti itu. Wang Nuo menatap Bing Bing. Ia memberitahu kalo dia nggak pingin jadi Romeo, dia juga nggak pingin jadi Wang Nuo. Nggak bisakah dia hanya jadi diri sendiri di hari ulang tahunnya? 


Bing Bing menatap Wang Nuo dalam diam. Beberapa detik kemudian Wang Nuo merasa menyesal sudah membentak Bing Bing. Bing Bing tersenyum. Ia menanyakan jadi hari ini adalah hari ulang tahunnya? Wang Nuo menatap Bing Bing dan nggak bilang apa-apa. Bing Bing lanjut nanya apakah Wang Nuo sudah merayakan hari ulang tahunnya? Wang Nuo nggak mau menjawabnya dan memilih pergi. Bing Bing sendiri nggak menahannya dan hanya melihat saja. 


Wang Nuo pergi ke pantai bersama dengan Bing Bing. Ia langsung mendekati pantai begitu keluar dari mobil. Bing Bing buru-buru mengikutinya, takut terjadi apa-apa. Wang Nuo menatap jauh kedepan. Ia teringat masa lalu. 

Flashback...


Seorang anak laki-laki tenggelam di laut. Lalu seorang anak laki-laki yang lain menyelam dan menarik anak yang pertama. Ia mendorong anak laki-laki itu ke atas tapi dia sendiri malah tenggelam. 

Flashback end...


Bing Bing menatap Wang Nuo yang sedang melamun. Ia menyentuh tangannya agar tersadar. Wang Nuo menatap Bing Bing dan memintanya agar jangan khawatir. Dia nggak akan berpikiran dangkal. Wang Nuo menghela nafas. Ia mengatakan jika dia adalah orang yang mati sebelumnya, mungkin nggak akan ada masalah. Bing Bing bertanya kenapa Wang Nuo tiba-tiba mengatakan itu? Wang Nuo memberitahukan kalo kakaknya mengalami kecelakaan yang mengerikan disini. Bing Bing melihat sekitar dan menanyakan apakah Wang Nuo membicarakan tentang Wang Zhen? 


Wang Nuo melanjutkan, bertahun-tahun dia nggak pernah suka merayakan hari ulang tahunnya. Ia akan sengaja kerja lembur sekarang, jadi dia akan sangat sibuk sehingga nggak ada yang bisa menemukannya. Hari ini dia nggak berpikir kalo ayahnya akan benar-benar mencari Bruce dan Ai Zhen untuk memberikannya kejutan besar. Ketika ia menutup matanya, ia mengaku masih bisa memanggil namanya. Dua orang yang terlihat persis sama, berbagi segala sesuatu dengan satu sama lain. Hingga suatu hari, orang itu menghilang. Nggak ada yang tersisa dan nggak ada seorang pun yang akan mengenangnya. 

Flasback...


Anak yang tenggelam itu melihat ke atas sambil mengulurkan kedua tangannya. Wang Nuo, jangan pergi. 

Flashback end..


Wang Nuo berjalan di tepi pantai bersama dengan Bing Bing. Setelah lelah berjalan, mereka lalu duduk. Bing Bing menatap Wang Nuo dan meminta maaf. Ia nggak pernah berpikir kalo Wang Zhen akan pergi seperti itu. Bing Bing bahkan mengatakan hal seperti itu hari ini. Ia mungkin membuat Wang Nuo nggak senang. Wang Nuo menggeleng sambil tersenyum. Jika ibunya masih disini, maka ... . Wang Nuo memberitahu kalo Wang Zhen sangat menyukai nasi goreng ibunya. Setiap kali ia menjadi nggak bahagia, memakan nasi gorengnya akan segera menghiburnya. Tapi sayang sekali ibunya sudah nggak ada. Bing Bing mendengarkannya sambil senyum-senyum. Wang Nuo melanjutkan kalo nasi goreng keluarga Wang nggak akan diturunkan ke siapapun. 


Bing Bing memanggil Wang Nuo, Wang Nuo nggak nengok. Bing Bing kembali memanggilnya, Romeo! Bing Bing menawarkan bagaimana kalo mereka membuang perayaan ulang tahun Wang Zhen? Wang Nuo menatap Bing Bing. Maksudnya? Bing Bing mencubit lengan Wang Nuo. Ia yakin Wang Nuo akan menyukainya. Wang Nuo menatap Bing Bing yang senyum mulu. 


Wang Nuo berada di luar rumah. Ia meligat jam tangannya lalu melihat ke atas. 


Wang Nuo masuk ke rumahnya dan bertanya apa yang Bing Bing lalukan? Bing Bing sendiri sudah menunggu kedatangan Wang Nuo. Ia menyambut kedatangan Wang Nuo dengan senyuman. Ia bilang ke Wang Nuo kalo sudah selesai. Ia mempersilakan Wang Nuo untuk duduk. 


Bing Bing membimbing Wang Nuo untuk duduk. Ia lalu membuka penutup makanan. Ta-da! Sepiring nasi goreng spesial keluarga Wang. Bing Bing memberitahu kalo aromanya lezat. Wang Nuo mencium nasi gorengnya. Ia lalu mengangkat piringnya dan memperhatikan penampilannya. 


Bing Bing memberinya sendok dan memintanya untuk mencobanya. Wang Nuo mengambil sesendok dan memakannya. Bing Bing menunggu komentarnya sambil senyum. Gimana? (Langsung bilang enak aja! Wang Nuo bahkan memakannya sambil menutup mata, saking meresapi?) Wang Nuo bertanya gimana Bing Bing bisa membuat masakan khas ibunya? Bing Bing menyibakkan rambutnya sambil menyombongkan diri kalo ibu Wang Nuo yang mengajarkannya saat ia masih kecil. 

Flashback...


Bing Bing kecil melihat ibu Wang Nuo memasak nasi goreng. Wang Zhen duduk melihat mereka. 


Nggak butuh waktu lama, nasi goreng siap. Ibu memberi Bing Bing sendok dan menyuruhnya untuk mencoba. Wang Zhen juga mengambil sendok dan ikutan makan. Ibu bertanya apa rasanya enak? Bing Bing kecil mengiyakan. Sangat enak. 


Wang Zhen mengambil piring nasi gorengnya dan memakannya sendiri. Bing Bing bilang ke ibu kalo dia pingin belajar. Ibu bilang nggak masalah. Dia akan mengajadi Bing Bing sekarang. Ibu meminta Bing Bing mendekat. 


Peetama-tama, kompor harus menyala. Wang Zhen menatap Bing Bing dan memberitahu kalo Bing Bing nggak akan bisa belajar memasak nasi goreng ibunya. 

Flashback end...


Wang Nuo tersenyum. Jadi ternyata Bing Bing adalah gadis kecil itu? Bing Bing yang kurang paham menanyakan apa maksud Wang Nuo? Wang Nuo mengulangi kalo ternyata Bing Bing adalah gadis kecil yang pernah ditemui adiknya. Bing Bing memberitahu kalo Wang Nuo harus memakannya ketika masih panas. 


Bing Bing ikutan mau menyendok nasi goreng tapi Wang Nuo nggak mengijinkannya. Bing Bing nggak boleh mencuri nasi gorengnya. Bing Bing menyindir, Wang Nuo belajar dengan sangat baik. Ia harus diijinkan karena dia yang membuatnya. Wang Nuo menegaskan kalo ia nggak mengijinkan Bing Bing memakannya tapi Bing Bing malah terus saja. Wang Nuo menjauhkan piringnya dari Bing Bing tapi Bing Bing terus berusaha meraihnya. Dan begitulah mereka berebut makan nasi goreng. 


Bing Bing ada di ruang tunggu bersama dengan teman-temannya. Salah seorang kru memberitahu kalo mereka akan mulai dalam 10 menit lagi. Bing Bing mengiyakan. Ah Qi bertanya apa Romeo akan datang? Bing Bing mengiyakan. Pasti. Menurut Bing Bing, Romeo adalah orang yang bisa dipercaya. Bing Bing yakin Romeo pasti datang. Bing Bing menawarkan, gimana kalo mereka mengumpulkan energi? Teman-teman Bing Bing bangkit dan mengulurkan tangan mereka. Orde Ksatria! Charles! Julian! Justin! Juliet! Pemenang! 


Seorang pria misterius akan keluar dari sebuah ruangan. Ia melihat Yi Le kemudian nggak jadi. Setelah Yi Le nggak terlihat, ia lalu keluar dan berjalan santai. Pria itu berjalan mengikuti Yi Le. Wang Nuo berjalan dari arah depan. Yi Le bertanya apa Wang Nuo masih ada operasi? Wang Nuo mengatakan kalo operasinya sudah selesai. Ia akan pulang. Yi Le bilang dadah! Mereka lalu berjalan ke arah masing-masing. 


Pria misterius tadi menabrak Wang Nuo dan menusuk perutnya. Habis itu dia berjalan dan masuk lift. Wang Nuo berbalik dan melihat orang itu. Ia memegang perutnya yang kena tusuk. Darah mengalir dari sana. Wang Nuo bersandar ke dinding. Ia berusaha menahan sakitnya. Tapi lama-lama dia nggak sanggup dan akhirnya jatuh. 


Yi Le merasa janggal dan berbalik ke arah Wang Nuo. Dia terkejut melihat Wang Nuo jatuh terkulai dan menghampirinya. Ia menahan perut Wang Nuo dan bertanya apa Wang Nuo bisa mendengarnya? Wang Nuo menjawab dengan menahan tangannya. Yi Le memanggil perawat dan meminta bantuan. Yi Le meminta Wang Nuo agar jangan bergerak. Wang Nuo yang berusaha untuk bangun kehilangan kekuatannya hingga akhirnya nggak sadarkan diri. 


Di tempat kompetisi, Bing Bing dan teman-temannya sedang cemas menunggu Romeo. Mereka bertanya-tanya gimana mereka berempat akan melawan lima orang? Bing Bing meyakinkan mereka kalo Romeo pasti datang. 


Pembawa acara menghampiri mereka. Ia bertanya apa tim mereka sudah siap? Kompetisi akan segera di mulai. Bing Bing memberitahu kalo mereka kekurangan satu orang. Ia meminta waktu lima menit lagi. Teman Bing Bing menegaskan kalo lima menit sudah cukup. Pembawa acara mengatakan hanya lima menit. Bing Bing berterima kasih karena diberi tambahan waktu. 


Pembawa acara kembali ke bangku juri. Salah seorang juri menanyakan apa yang terjadi? Kenapa mereka belum mulai? Pembawa acara itu memberi tahu kalo tim masih kekurangan satu orang, mereka meminta waktu lima menit. Juri yang lain merasa mereka nggak perlu menunggu. Mereka mulai saja. Pembawa acara mengiyakan. 


Pembawa acara berdiri di panggung. Ia mengundang tim Ksatria naik ke atas panggung. Tepuk tangan mengiringi mereka. Bing Bing dan teman-temannya maju. Mereka berempat tampak kurang semangat padahal mereka harus bertarung dalam waktu satu menit. 


Pembawa acara menghampiri Bing Bing dan membisikkan kalo mereka nggak punya cukup waktu. Mereka nggak bisa menunggu lagi. Bing Bing mengatakan kalo mereka mundur. Seketika semua orang langsung menatapanya. Ha? Mundur? Bing Bing, kenapa mereka mesti mundur? Sekali lagi Bing Bing mengatakan kalo mereka mundur. 


Gadis pembawa acara mengerti. Ia maju dan akan mengumumkan. Tapi tiba-tiba pintu terbuka. Romeo muncul di menit terakhir. Bing Bing langsung bangkit dan menatap Romeo. Romeo menatap Bing Bing dan pelan-pelan berjalan ke arahnya. 


Wang Nuo duduk di samping Bing Bing. Romeo akhirnya datang juga. Jika dia sedikit terlambat... . Wang Nuo memotong kalimat Bing Bing. Ia berkata gimana bisa Romeo mengecewakan Juliet? Bing Bing tersenyum menatap Wang Nuo. 


Mereka memakai headphone masing-masing. Pertandingan di mulai. Bing Bing dan tim nya bermain dengan sungguh-sungguh. Wang Nuo sesekali meraba perutnya. Tapi ia berusaha menahannya sekuat tenaga. 


Romeo: Juliet, tanpa cahayamu di malam hari, aku akan terluka seribu kali. Jadi aku akan menggunakan hidupku untuk melindungimu sampai akhir. 

Bersambung...

Komentar: 
Bing Bing dan Wang Nuo jadi makin deket gara-gara nasi goreng. Eh, iya.. mereka juga kan deket pas gara-gara insiden nasi goreng. Sampai-sampai Wang Nuo dijuluki dokter nasi goreng. Ha..ha..ha..
Tapi sampai episode ini belum ada tanda-tanda mereka bakal jadian, nih. Lambat amat, ya??!! Hadeuh, tepok jidad!

1 komentar:

Akhir ny dilanjut jga
Makasih ya kk
Klw bsa update ny jgn lama2 ya kk