Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 7 Part 4
Romeo dan timnya berjuang dalam pertandingan. Wang Nuo mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia menahan rasa sakit di perutnya. Bing Bing juga merasa aneh karena Romeo nggak bisa fokus. Ia menawarkan diri untuk menggantikan tempatnya tapi Romeo menolak. 


Xiao Fang menelpon Ai Zhen, bertanya apakah bos menghubunginya? Ai Zhen menjawab enggak dan menanyakan ada apa dengan Wang Nuo? Xiao Fang memberitahu kalo dia ditusuk orang dan mereka baru saja menjahitnya. Dan sekarang dia hilang. Xiao Fang meminta Ai Zhen untuk cepat datang. 


Yi Le menghampiri Xiao Fang dan menanyakan gimana bisa Wang Nuo hilang? Xiao Fang mengajak Yi Le untuk melihat rekaman CCTV. 


Bing Bing dan teman-temannya sedang ada di ruang tunggu. Sebentar lagi mereka akan lanjut ke babak selanjutnya. Mereka berdebat tentang permainan tadi. Menurut mereka Romeo telah melewatkan beberapa musuh dan nggak menyerangnya. Bing Bing hanya mendengarkan mereka. Sesaat kemudian dia baru sadar kalo Romeo nggak ada. Dia nggak ikut masuk? 


Wang Nuo sendiri sedang ada di toilet. Ia melihat lukanya yang kembali mengeluarkan darah. Wang Nuo lalu mengambil tissue dan menggunakannya untuk menekan lukanya. Wang Nuo tampak kesakitan. Ia membuka pakaiannya dan memeriksa lukanya. 


Yi Le, Xiao Fang dan Ai Zhen memeriksa rekaman CCTV bersama dengan dua orang petugas. Ai Zhen  melihat Wang Nuo ke parkiran dan naik mobil. Ia pun bertanya-tanya, Wang Nuo terluka tapi masih buru-buru mau pergi ke mana? Xiao Fang mengaku nggak tahu. Yi Le mencoba mengingat-ingat. Mungkinkah Wang Nuo pergi mengikuti kompetisi game? 


Bing Bing dan teman-temannya mencari-cari Romeo tapi nggak ketemu. Bing Bing mencoba menelpon Wang Nuo dan mendengar ponselnya dari dalam toilet. Bing Bing melihat kalo itu toilet pria, tapi dia sama sekali nggak peduli. Bing Bing masuk dan mencari Romeo.  


Bing Bing memanggil-manggil Romeo tapi nggak ada jawaban. Bing Bing mengetuk setiap bilik dalam toilet. Dan akhirnya ia menemukannya. Wang Nuo keluar dari salah satu bilik. Bing Bing bertanya kenapa wajahnya pucat sekali? Wang Nuo mengaku kalo dia sakit perut. Pasti karena mie instan Bing Bing semalam. 


Wang Nuo mencuci tangannya. Bing Bing protes. Apa hubungannya dengannya? Dia juga memakannya, tapi dia nggak papa, tuh. Wang Nuo mengingatkan kalo Bing Bing adalah parasit. Penuh energi dan mengejutkan orang setiap saat. Bing Bing tersinggung dan mendorong Wang Nuo. Wang Nuo mengeringkan tangannya dan menanyakan kenapa Bing Bing masuk kesana? Itu kan toilet pria? 


Bing Bing melihat sekitar dan baru sadar kalo dia ada di toilet pria. Dia lalu buru-buru keluar. Sampai di luar ia mengingatkan Wang Nuo kalo babak kedua akan segera mulai dan memintanya bergegas. Wang Nuo mengiyakan. Ia akan segera kesana. Bing Bing lalu kembali ke teman-temannya sambil bertanya-tanya kenapa Wang Nuo sangat lambat? Dia bahkan nggak ngasih tahu kalo pergi ke toilet. 


Wang Nuo berusaha mengumpulkan kekuatannya. Ia mencoba mensugesti diri sendiri kalo dia nggak papa. Wang Nuo menegakkan badannya dan berbalik. Ia menatap kedepan dengan percaya diri lalu keluar. 


Yi Le ada di parkiran. Dia menelpon pihak penyelenggara pertandingan dan menanyakan apakah kompetitor mereka ada yang bernama Wang Nuo? Yi Le mengoreksi, memberitahu kalo username-nya Romeo. Pihak penyelenggara membenarkan. Romeo sedang bertanding. Yi Le lega mendengarnya. Dia berterima kasih atas informasinya. Ia pun segera masuk ke mobilnya. Ai Zhen tiba-tiba juga ikut masuk. Ai Zhen mengaku juga mau pergi. Dia meminta Yi Le yang menyetir. 


Yi Le dan Ai Zhen sampai di tempat pertandingan tapi pintunya sudah ditutup dan mereka nggak diijinkan masuk karena kompetisinya telah dimulai. Yi Le lalu melugat Wang Nuo dilayar. Ai Zhen melihat Bing Bing juga. Dia bertanya-tanya kenapa Bing Bing bisa bersama Wang Nuo? 


Pertandingan kembali berlanjut. Romeo sebagai pemimpin mengepung dari belakang. Dan juri mengumumkan kalo waktu mereka tinggal 20 detik lagi. Itu adalah waktu yang paling menegangkan. Juliet keluar. Yang tersisa hanya Romeo. Dia berkeliling mencari musuhnya. Romeo menemukannya dan dimulailah pertandingan satu lawan satu. Wajah Wang Nuo makin pucat. Tepat di detik terakhir dia berhasil menyingkirkan pihak lawan. 


Semua penonton bertepuk tangan. Bing Bing dan teman-temannya bangkit dan bersorak. Wang Nuo sendiri sudah nggak kuat. Bing Bing memeluknya erat dan membuatnya kesakitan tapi Wang Nuo hanya menahannya. Tubuh Wang Nuo makin lemah. Bing Bing bertanya ada apa dengan dia? Apa dia kelelahan? Apa terlalu senang? 


Wang Nuo menggeleng. Dia mencoba untuk berdiri tegak tapi malah nggak kuat dan akhirnya terjatuh. Bing Bing dan teman-temannya panik. Bing Bing memanggil Romeo dan bertanya apa dia baik-baik saja? Bing Bing bingung. Dia nggak ngerti mesti ngelakuin apa. Wang Nuo tersenyum. Dia berpesan agar Juliet jangan sedih. Bing Bing memeluk Wang Nuo dan meminta orang-orang untuk memanggil ambulance. 


Romeo didorong menuju ambulance. Bing Bing mau mengikuti tapi dilarang sama Ai Zhen. Ai Zhen memarahinya. Apa Bing Bing nggak tahu kalo Ah Nuo terluka? Dia baru aja ditusuk dan Bing Bing malah membuatnya pergi ke kompetisi. Bing Bing mengaku kalo dia nggak tahu. Ai Zhen makin marah. Bing Bing nggak tahu? Lalu apa yang dia tahu? Ai Zhen lalu menyusul Wang Nuo dan Bing Bing hanya bisa melihatnya saja sampai akhirnya pintu tertutup dan Wang Nuo nggak kelihatan lagi. 


Wang Nuo sampai di rumah sakit. Bing Bing juga sampai nggak lama kemudian. Wang Nuo sendiri masih di UGD. Bing Bing menunggu bersama Yi Le dan Ai Zhen. Dia berdiri agak jauh dari mereka berdua. Bruce datang nggak lama kemudian. Dia meligat Bing Bing dan bertanya kenapa dia ada di sana? Bruce nggak menunggu jawaban dari Bing Bing, dia lalu menatap Yi Le dan menanyakan keadaan Ah Nuo. Ai Zhen langsung menanyai Bruce yabg juga nggak tahu kalo Bing Bing dan Wang Nuo membentuk tim untuk bermain di kompetisi game online? Bruce nggak ngerti, kompetisi game online? Dia lalu menatap Bing Bing, apa dia bermain game online? Bing Bing mngangguk pelan mengiyakan. 


Ai Zhen menatap Bing Bing geram. Dia bertanya apa Bing Bing benar-benar nggak tahu kalo Ah Nuo terluka? Bing Bing mnggeleng. Dia benar-benar nggak tahu. Kalo dia tahu dia juga pasti nggak akan membiarkan dia mengikuti kompetisi. Ai Zhen makin naik pitam. Dia menilai kalo Bing Bing benar-benar aneh. Apa Bing Bing pingin Wang Nuo mati? Bing Bing menggeleng. Dia hampir menangis. Ai Zhen memaksanya untuk mengatakan kenapa dia ikut kompetisi? Kenapa? Bing Bing mengatakan kalo dia pikir dokter Wang hanya...seseorang yang selalu menepati janjinya, sehingga.. . 


Bruce mencoba menasehati Ai Zhen. Dia seharusnya tahu kalo Ah Nuo sangat kompetitif. Mungkin saja Wang Nuo sendiri yang benar-benar ingin mengikuti kompetisi dan menarik Bing Bing untuk ikut serta. Yi Le ikut membenarkan. Menurutnya Ah Nuo sangat keras kepala. Apa yang nggak ingin dia lakukan, nggak ada seorangpun yang bisa memaksanya. Menurut Yi Le dia pergi karena keinginannya sendiri. Ai Zhen mengaku nggak percaya. Ai Zhen memaksa Bing Bing untuk mengatakan dengan jelas. Bing Bing sendiri nggak bisa berkata-kata. 


Perawat keluar dan menanyakan anggota keluarga dari Wang Nuo? Wang Nuo sendiri didorong keluar dari UGD. Ai Zhen, Yi Le, Bruce dan Bing Bing langsung mendekat. Yi Le memarahi Wang Nuo, itu terlalu berlebihan. Pasien mana yang pergi menghilang? Wang Nuo melihat orang-orang di sekitarnya. Ai Zhen juga ikutan memarahinya. Jenis kompetisi apa yang begitu penting sampai membahayakan nyawanya sendiri? Apa Wang Nuo nggak memikirkan ayah Wang? Apa Wang Nuo nggak memikirkan akan sesedih apa jika ayahnya tahu? 


Wang Nuo tersenyum. Menurutnya kecemasan mereka terlalu berlebihan. Ia sesumbar kalo dia adalah seorang pemenang. Wang Nuo lalu didorong menuju kamar rawat. Ai Zhen, Yi Le dan Bruce mengikuti. Hanya Bing Bing yang tertinggal. Dia tampak sedih. 


Sampai di kamar pun Bing Bing berada di tempat yang paling jauh dibandingkan yang lain. Wang Nuo bertanya padanya, kenapa Bing Bing melihatnya seperti itu? Bing Bing nggak sempat menjawab karena keburu perawat datang membawakan makanan. Ai Zhen, Yi Le dan Bruce membantu Wang Nuo menata meja buat makan. Ai Zhen membantu Wang Nuo menata bantal biat sandaran. Wang Nuo mengaku baik-baik saja dan dia merasa bisa melakukannya sendiri. 


Ai Zhen berniat menyuapi Wang Nuo tapi Wang Nuo menolak. Dia bisa melakukannya sendiri. Bruce memuji kalo mereka sangat mesra. Ia lalu mengatakan kalo dia dan Bing Bing nggak mau menjadi pengganggu. Bing Bing maju dan berdiri disamping Bruce. Wang Nuo melihatnya sungkan. Bing Bing mengatakan pada Wang Nuo kalo dia akan memgunjunginya besok. Sambil makan, Wang Nuo mencoba menenangkan dengan memberitahu kalo itu hanya sebuah luka kecil, tapi kenapa mereka begitu panik? Itu bukan luka bagian dalam. Ai Zhen berkata kalo Wang Nuo punya dia. Dia akan menjaga Wang Nuo. Dia menyindir Bing Bing, mereka nggak butuh pengganggu. Bruce mengatakan kalo mereka akan pergi. Bing Bing mengangguk. Bruce keluar lebih dulu. Wang Nuo terus menatap Bing Bing. Dia sampai nggak sadar kalo sendok yang ia masukkan kemulut nggak ada makanannya ^_^. Bing Bing berjalan keluar sambil sesekali memandangi Wang Nuo. 


Perawat datang lagi dan membawakan obat untuk Wang Nuo. Ai Zhen menerimanya dan berterima kasih. Yi Le mau mempersiapkan air untuk minum tapi sepertinya airnya habis. Ai Zhen menawarkan akan mengambilnya. Yi Le mempersilakan dan memberikan wadahnya pada Ai Zhen. Wang Nuo langsung meletakkan sendoknya begitu Ai Zhen pergi. Dia meminta Yi Le untuk menata bantal di punggungnya. Dia amat kesakitan. Yi Le menurut dan melakukan apa yang diminta oleh Wang Nuo. Ia tahu kalo Wang Nuo berusaha untuk kuat. Wang Nuo memperbaiki posisinya sambil mengatur nafas. Yi Le menyimpulkan kalo Gao Bing Bing sebenarnya adalah teman online-nya, Juliet, kan? Wang Nuo mengatakan kalo Juliet hanyalah sebuah nama. Benarkah? Yi Le nggak percaya. Kalo Romeo punya Juliet, lalu apa Wang Nuo pikir dia benar-benar nggak bisa membayangkannya? Wang Nuo merasa kalo hubungan seperti itu terlalu berlebihan. Yi Le menyindir, dia nggak tahu siapa yang bilang padanya kalo 'Juliet itu sangat penting bagiku'. Dan sungguh kebetulam sekali, bukan hanya mereka bertengga, rekan, mereka bahkan cukup ditakdirkan. Wang Nuo bertanya, apa Yi Le yakin? Yi Le membenarkan. Sangat yakin. Sekali lagi Wang Nuo mengatakan kalo itu nggak seperti yang Yi Le pikirkan. Tapi Yi Le berpikir kalo Bing Bing lebih cantik dari putri Fiona. 


Wang Nuo tertawa. Dia mau mengatakan sesuatu tapi keburu Ai Zhen datang. Yi Le memutuskan untuk pergi. Dia berpesan pada Ai Zhen untuk menjaga Wang Nuo. Wang Nuo meledek, menyuruh Yi Le untuk pergi sekarang. Sebelum pergi Yile berpesan agar Wang Nuo berhenti bergerak. Dia lalu pamit pada Ai Zhen dan mengucapkan selamat malam. Ai Zhen menata bantal Wang Nuo tapi Wang Nuo menolak. Dia bisa melakukannya sendiri. 


Bing Bing datang ke kafe Ah Meng. Disana ada teman-temannya bermain game. Mereka bertanya apa Romeo baik-baik saja? Kelihatannya dia berdarah banyak. Apa itu serius? Bing Bing mengatakan kalo dokter bilang kali itu hanya dikulit, bukan organ dalam. Dia bisa keluar dalam dua hari. Ah Meng mengaku nggak percaya Dr. Wang akan tetap pergi demi Bing Bing. Bai He menambahi kalo dia nggak nyangka Bing Bing sebenatnya populer. Bing Bing dudik bersama Ah Meng dan Bai He. Menurutnya mereka berpikir terlalu banyak. Bai He meledek, benarkah? Lalu kenapa Dr. Wang tiba-tiba berubah dari musuhnya menjadi pahlawannya yang membantunya memenangkan juara? 


Ah Meng ikut-ikutan, apa ini yang dinamakan cinta sejati? Bing Bing mau menjelaskan bahwa apa yang... . Belum juga Bing Bing selesai menjelaskan, Bai He udah ngomong lagi. Menurutnya Bing Bing harusnya tinggal di rumah sakit bersamanya dan membiarkan Wang Nuo merasakan terima kasihnya. Bai He dan Ah Meng malah jadi heboh sendiri. Menurut mereka itu lebih seperti gairah. Bing Bing mengatakan kalo mereka orang-orang malas nggak seharusnya pergi mengganggu orang lain. Seketika Bai He dan Ah Meng berhenti tertawa. Bing Bing menyarankan untuk menelpon Wang Nuo kalo mereka ingin tahu kenapa dia begitu buruk. Dia terluka dan tetap datang ke kompetisi. 


Bing Bing bangkit dan pergi ke toilet. Dia teringat saat menemukan Wang Nuo di toilet. Bing Bing bertanya kenapa wajahnya sangat pucat? Wang Nuo mengaku sakit perut. Bing Bing berpikir kalo waktu itu Wang Nuo pasti ke kamar mandi untuk merawat lukanya. Bing Bing bertanya-tanya kenapa dia sampai nggak tahu? Bing Bung menilai kalo Wang Nuo sangat b*doh. Sungguh b*doh. Kalo dia terluka lalu kenapa dia nggak bilang apa-apa? Malah mencoba berpura-pura jadi pahlawan??!! Bing Bing jadi gelisah. 


Bing Bing pulang dengan nggak semangat. Dia melihat pintu rumah Wang Nuo. Dia jadi sedih. 

Sampai di kamar dia malah jadi tambah sedih lagi pas lihat sepatu yang diperbaiki sama Wang Nuo beberapa hari yang lalu. Bing Bing teringat saat Wang Nuo membantunya memilih gaun untuk dipakai di acara Bruce. 


Juliet: Romeo, apa kamu tahu cerita Cinderella? Menurut kamu siapa yang paling penting bagi Cinderella? 

Romeo: apakah pangeran? 

Juliet: enggak! Ibu peri. Kalo ibu peri nggaj memberi Cinderella sepasang sepatu kaca, maka dia nggak akan bisa ketemu sang pangeran sama sekali. Jadi kamu harus berterima kasih pada ibu peri itu. 


Bing Bing lalu teringat saat menyaksikan Wang Nuo jatuh. Hal yang dikatakannya adalah meyakinkan Juliet untuk jangan sedih. 


Bing Bing lalu mengambil ponselnya. Dia mengirim pesan ke Wang Nuo. Romeo, apa kamu baik-baik aja? Bing Bing mau mengirimnya tapi ragu-ragu. Ia teringat saat Ai Zhen memarahinya. Wang Nuo terluka, gimana bisa Bing Bing nggak tahu? Bing Bing mengaku benar-benar nggak tahu. Ai Zhen tambah marah dan bertanya apa yang Bing Bing tahu? Akhirnya Bing Bing menghapus pesannya. 


Wang Nuo sendiri nggak bisa tidur di rumah sakit. Dia mengambil ponselnya dan ingin mengirim pesan ke Bing Bing. Wang Nuo mengabarkan kalo dia nggak papa. Jangan khawatirkan dia. Bing Bing... . Beberapa detik kemudian Wang Nuo malah jadi ragu. Kenapa dia harus lapor pada Bing Bing? Seharusnya Bing Bing duluan yang menghubunginya dan berterima kasih padanya. Wang Nuo menilai kalo Gao Bing Bing sangat nggak tahu terima kasih. Dia bahkan nggak menanyakan kabarnya. 


Wang Nuo mau mengembalikan ponselnya ke meja tapi malah terjatuh sehingga membangunkan Ai Zhen. Ai Zhen mengambilkan ponsel Wang Nuo yang jatuh. Wang Nuo meminta maaf karena ponselnya jatuh dan membangunkan Au Zhen. Ai Zhen bilang nggak papa. Dia bangkit dan bertanya apa Wang Nuo merasa nggak enak? Ai Zhen memeriksa suhu tubuh Wang Nuo menggunakan tangannya. Wang Nuo mengaku nggak papa tapi Ai Zhen merasa Wang Nuo masih sedikit demam. Ia bertanya apa Wang Nuo ingin dia mengukur suhu tubuhnya? Ia akan mencari perawat. Wang Nuo tersenyum dan bilang ke Ai Zhen kalo nggak perlu. Ai Zhen lalu bertanya apa Wang Nuo lapar? Dia berdarah begitu banyak. Ia meminta Wang Nuo untuk meminum kaldu ayam. Wang Nuo mengingatkan kalo dia benci baunya. Ai Zhen berkata nggak papa. Dia tahu kalo Wang Nuo nggak suka baunya. Ai Zhen mengambilkan kaldu ayam di meja. Diam-diam Wang Nuo melihat ponselnya. Ai Zhen menuang kaldu ayam kedalam cangkir. Itu nggak bau sama sekali, ia menyuruh Wang Nuo untuk mencobanya. Wang Nuo merasa nggak nyaman dan terpaksa meminumnya. Ai Zhen mengatakan akan menghangatkannya. Menurutnya kalo hangat maka tubuh Wang Nuo akan menyerapnya lebih cepat. Ai Zhen mau keluar tapi Wang Nuo menghentikannya. Cukup! 


Seketika Ai Zhen terdiam. Ai Zhen berbalik dan menatap Wang Nuo. Matanya memerah hampir menangis. Ia mengaku tahu Wang Nuo terluka. Ia bercerita saat ia membawa Wang Nuo ke rumah sakit, di jalan, nggak tahu kenapa tangannya terus bergetar karena dia takut kejadian Ah Zhen akan terjadi lagi. Jadi dia... . Wang Nuo meminta Ai Zhen untuk tenang karena dia baik-baik saja. 

Ai Zhen menghampiri Wang Nuo. Ia meletakkan cangkirnya ke atas meja. Ai Zhen menatap Wang Nuo. Ia meminta maaf atas apa yang terjadi di ulang tahun Wang Nuo. Dia nggak berpikir secara menyeluruh dan dia membuat Wang Nuo sedih. 


Wang Nuo nggak bilang apa-apa. Ai Zhen lalu duduk. Ia menggenggam tangan Wang Nuo. Ai Zhen mengaku tahu kalo Ah Zhen selalu ada di hati Wang Nuo. Tapi dia juga hidup di dalam kenangan mereka. Wang Nuo melihat tangannya yang digenggam sama Ai Zhen. Ai Zhen melanjutkan kalo mereka nggak akan melupakan Wang Zhen. Wang Nuo jujur mengatakan kalo dia nggak menargetkan Ai Zhen. Itu sesuatu antara dia dan ayahnya. Itu nggak ada hubungannya dengan Ai Zhen. 


Ai Zhen terpaku menatap Wang Nuo. Wang Nuo berterima kasih padanya. Ai Zhen sudah melakukan banyak hal untuknya. Ai Zhen menangis. Dia bertanya apa Wang Nuo tahu, ini mungkin pertama kalinya setelah 15 tahun Wang Nuo mengatakan sesuatu yang menyenangkan padanya. Wang Nuo tersenyum menatap Ai Zhen. Ia memanggil Ai Zhen. Wang Nuo mau mengakui sesuatu tapi Ai Zhen memotongnya. Ai Zhen mengaku bersedia melakukan apapun untuk Wang Nuo. Dia tahu itu. Ai Zhen mengingatkan kalo mereka tumbuh besar bersama. Ketika mereka masih kecil, mereka saling mengatakan apapun. Tapi kenapa Wang Nuo menjauh darinya saat mereka dewasa? Wang Nuo hanya tersenyum. Ai Zhen melanjutkan kalo dia bahkan nggak tahu kalo Wang Nuo adalah gamer jenius Romeo. Kenapa Wang Nuo nggak memberitahunya mengenai hal itu? Wang Nuo menjelaskan kalo itu hanya... dia membutuhkan ruangnya sendiri. Wang Nuo menepuk tangan Ai Zhen. Ia lalu mengelus-elus tangannya yang diinfus (mungkin gatal). 


Ai Zhen mengaku tahu. Kadang ia juga ingin seperti itu. Tapi ia mungkin bergantung pada Wang Nuo begitu ketat. Jadi Wang Nuo terus ingin melarikan diri. Mulai sekarang, Ai Zhen memutuskan ia akan memberi Wang Nuo lebih banyak ruang. Sampai Wang Nuo mau membuka hatinya dan kembali seperti dirinya yang dulu ketika mereka masih kecil. Wang Nuo merasa kalo Ai Zhen benar-benar nggak perlu seperti itu. Ai Zhen mengaku tahu tentang itu semua. Ai Zhen memberitahu akan pergi selama beberapa hari untuk perjalanan  bisnis. Ia aka  pergi besok. Ai Zhen berpesan agar Wang Nuo beristirahat dengan benar selama ia pergi. Besok Bruce akan datang mengurusnya. 


Wang Nuo diam. Ai Zhen lalu bangkit. Ia menatap Wang Nuo yang memejamkan matanya. Ai Zhen meletakkan tangannya di pundak Wang Nuo. Ia lalu keluar. Di luar Ai Zhen menangis. 

Bersambung...

Komentar: 
Bing Bing kasihan banget dimarah-marahin mulu sama Ai Zhen. Tapi yang terpenting dia memenangkan kompetisi dan sepertinya dia juga memenangkan hati Romeo. 
Tapi lebih kasihan lagi sama Ai Zhen. Dia udah perhatian banget sama Wang Nuo tapi Wang Nuo-nya malah terkesan menghindar. 
Eh, iya, dah masuk bulan puasa, ya??!! Sekalian mau ngucapin selamat menunaikan buat yang menjalankan. Semoga puasanya pol sampai lebaran. ^_^