Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 8 Part 1
Bing Bing lagi nungguin kue di panggangan tapi dia-nya malah melamun. Bruce memanggilnya dan memberitahu kalo itu terbakar. Bing Bing tersadar dan mengambil kuenya. Dia membawanya ke hadapan Bruce. Yah, semuanya rusak. 


Ponsel Bruce bunyi. Bruce bertanya pada orang yang menelponnya, situasinya nggak bagus? Bing Bing langsung cemas. Dikiranya itu Wang Nuo. Bruce meminta Bing Bing menunggu. Dia akan memberitahu nanti. Bruce mengaku tahu. Ia berterima kasih lalu menutup telponnya. Ia menatap Bing Bing dan memberitahu kalo bos industri buah-buahan menelpon untuk mengatakan bahwa strawberinya belum cukup manis dikarenakan cuaca di Taiwan akhir-akhir ini. 


Bing Bing mengangguk, ia mengerti. Bruce menangkap Bing Bing yang nggak bisa tenang dari tadi. Ia bertanya apa Bing Bing mengkhawatirkan Wang Nuo? Bing Bing mengangguk. Bruce meletakkan tangannya di kepala Bing Bing dan memintanya jangan khawatir. Wang Nuo adalah pria dewasa. Dia ingin mengikuti kontesnya sendiri. Bukan karena dipaksa. Bruce menasehati agar Bing Bing jangan menyalahkan diri sendiri. Bing Bing mengatakan kalo Wang Nuo mengikuti kompetisi karena dirinya. 


Bruce memberitahu kalo dia akan menjenguk Wang Nuo di rumah sakit. Apa Bing Bing mau ikut? Bing Bing mengangguk. Tapi sedetik kemudian dia malah menggeleng. Bruce menatapnya dan meledek, mau apa enggak? Bing Bing beralasan kalo masih ada banyak hal  yang harus ia selesaikan karena toko kuenya akan mulai beroperasi minggu depan. Terlebih lagi, Bijuonya (nama kue tadi) masih belum berhasil. Bing Bing jadi punya ide. Dia akan membuatkan makanan kesukaan Wang Nuo dan menitipkannya ke Bruce. Bruce setuju, membuatkan makanan penutup untuk Wang Nuo nggak terdengar buruk. Bruce lalu meninggalkan Bing Bing. 


Bruce menjenguk Wang Nuo. Dia menanyakan bagaimana keadaan Wang Nuo? Apa dia merasa lebih baik? Wang Nuo mengatakan nggak bisa mati dan bertanya apa itu? Bruce menata makanan itu untuk Wang Nuo. Ia memberitahu kalo itu adalah rasa terima kasih Bing Bing. Mungkin makanan penutup yang hangat. Wang Nuo langsung menengok belakang Bruce tapi nggak ada Bing Bing disana. Ia lalu bertanya dimana Bing Bing? Bruce menjelaskan kalo toko kue akan beroperasi minggu depan. Dia terlalu sibuk untuk datang jadi Bing Bing memintanya mengirimkan itu. Wang Nuo kesal. Ia menggerutu, Gao Bing Bing nggak loyal sama sekali. Bruce menyuruh Wang Nuo untuk memakannya biar cepat sembuh. Bruce mengatakan akan membeli segelas kopi. Apa Wang Nuo mau? Wang Nuo menolak, terima kasih. Bruce lalu pergi dan meninggalkan Wang Nuo. 


Wang Nuo mencoba duduk. Dia membuka makanan dari Bing Bing. Nasi goteng favoritnya. Karena tangan kanan Wang Nuo lagi diinfus, dia terpaksa memakai tangan kiri untuk makan. Wang Nuo yang tadinya sebel berubah jadi senang setelah makan sesuap. Menurutnya saus keluarga Wang sangat hebat. Beberapa detik kemudian dia kembali kesal. Bing Bing sangat nggak loyal. Kemarin dia janji akan menjenguknya tapi dimana dia? Wang Nuo melihat telur mata sapi yang dihias mirip orang senyum. Dia jadi marah, apa yang dia tertawakan? Apa gunanya jika pemiliknya hanya mengirimkannya saja? Wang Nuo memotongnya dan memakannya. Dia berubah jadi senang lagi. Bing Bing benar-benar mengirimkannya padanya. Wang Nuo mencium aroma nasi gorengnya. Dia merasa nggak bisa disuap dengan itu (maksudnya? Nggak mempankah?) Wang Nuo akan mencari pemilik nasi goreng itu dan menyeimbangkan skornya sekarang. 


Wang Nuo mengambil ponselnya dan mengirim pesan untuk Bing Bing. Ia menerima nasi gorengnya tapi Bing Bing nggak ada di sini, sama sekali nggak ada artinya. 


Nggak seberapa lama ponsel Bing Bing bunyi. Pesan dari Wang Nuo masuk. Bai He langsung mengambilnya tanpa permisi. Bing Bing menegurnya. Kenapa Bai He mengintip ponselnya? Bai He memberitahu kalo itu Romeo. Bai He membacanya. Wang Nuo mengatakan menerima nasi gorengnya tapi Bing Bing nggak ad disana, sama sekali nggak ada artinya. 


Bai He memperlihatkan ponsel Bing Bing dan menggodanya, Wang Nuo mencarinya. Bing Bing berusaha mencari alasan. Gimana bisa dia punya waktu? Tokonya akan segera buka dan dia sangat sibuk. Kalo gitu Bai He akan membalasnya. Bing Bing melarang dan mengambil kembali ponselnya. 


Di rumah sakit Wang Nuo makin kesal karena Bing Bing bahkan nggak membaca pesannya. Dia lalu mengirim pesan lagi. Bertanya apa Bing Bing tidur? Bing Bing melirik sinis ke Bai He, kenapa dia membukanya? Bai He santai senyum-senyum. Dia merasa sesuatu telah terjadi. Apa Bing Bing takut membalasnya? Bing Bing mengelak. Siapa yang takut membalasnya? Bing Bing akan membalasnya. Bai He menantang, balaslah! Bing Bing terpancing dia akan membalasnya. 
Bing Bing: maaf  dokter Wang. Aku  terlalu sibuk untuk membuka tokoku selama beberapa hari ini. Terima kasih karena telah mendukungnya. Saat kamu keluar dari rumah sakit nanti, ayo undang semua orang untuk merayakannya dengan makan malam. 


Wang Nuo kesal. Selama kompetisi Bing Bing memanggilnya Romeo tapi sekarang dia memanggilnya dokter Wang. Gao Bing Bing! Apa dia terlalu realistis sekarang? Wang Nuo lalu membalas pesan Bing Bing. 
Wang Nuo: Gao Bing Bing! Kamu bahkan nggak menjengukku di rumah sakit. Apa kamu nggak punya rasa terima kasih sekarang? 


Wang Nuo kesal banget. Dia melempar ponselnya setelah mengirimkan pesannya. Tapi hal itu malah kembuat perutnya sakit. Kayaknya sakit banget, dia sampai mengerang saking sakitnya. 


Malam harinya Bing Bing sudah di rumah. Dia ketakutan melihat ponselnya. Dia bertanya-tanya kenapa Wang Nuo terus menelponnya? Ini aneh. Wang Nuo terus menelpon. Bing Bing sampai harus menyembunyikan ponselnya di bawah bantal tapi ponselnya terus bunyi. Habis itu dia sedikit lega karena Wang Nuo berhenti menelpon. 


Di rumah sakit Wang Nuo udah kesal aja karena Bing Bing nggak mau menjawab telpon darinya. Dia terus menelpon Bing Bing. 


Bing Bing terkejut ponselnya bunyi lagi. Dia sampai bertanya-tanya apa dia nggak punya kata menyerah dalam kamusnya? Meski agak malas tapi dia tetap mengangkatnya. Wang Nuo bertanya apa yang dilakukan Bing Bing? Bing Bing pura-pura menguap. Dia bilang kalo dia tidur dan bertanya kenapa? Wang Nuo nggak percaya. Jam berapa sekarang dan Bing Bing tertidur??!! Wang Nuo bertanya apakah Bing Bing nggak berpikiran bahwa saat dia membalikkan badannya, dia masih kesakitan? Wang Nuo mengaku lapar. Bing Bing heran. Lah, emang dia harus ngapan? Dengan tegas Wang Nuo menyurih Bing Bing datang sekarang juga. Wang Nuo langsung memutus panggilannya setelahnya. 


Nggak lama kemudian Bing Bing sudah sampai di rumah sakit. Dia membawakan makanan untuk Romeo. Wang Nuo bertanya apa itu? Nasi goreng dalam termos? Bing Bing memberitah kalo itu adalah bubur ikan. Ia menyuruh Wang Nuo untuk mencoba dan lihat apa sesuai dengan seleranya apa enggak?!


Bing Bing menyiapkannya kedalam mangkuk. Wang Nuo mengaku lapar dan menyuruh Bing Bing bergegas. Bing Bing selesai menyajikannya dan Wang Nuo pun memakannya. Wang Nuo mengaku kepanasan dan mengeluh gimana dia akan memakannya? Bing Bing memberikan tissue pada Wang Nuo. Ia memberitahu kalo bubur ikan harus dimakan ketika masih panas. Bing Bing menyuruh Wang Nuo untuk meniupnya. Wang Nuo memberitahu kalo dibutuhkan kekuatan abdomen untuk meniupnya. Bing Bing bahkan nggak mikirin siapa yang membuatnya seperti ini. 


Bing Bing langsung merasa bersalah. Ia akan meniupkannya untuknya. Bing Bing mengambil mangkuknya dan meniup. Wang Nuo bertanya apa yang Bing Bing lakukan? Sudah lama sekali. Bing Bing bahkan nggak menjenguk pasiennya. Bing Bing berpikir kalo manajer Ren akan merawatnya. Selain itu dia meminta Bing Bing untuk nggak mengganggu istirahat Wang Nuo. Wang Nuo langsung sinis. Jadi Bing Bing mendengarkan apa yang Ai Zhen katakan dan nggak menghitung janjinya? 


Bing Bing membalikkan siapa yang meminta Wang Nuo untuk berkompetisi ketika ia terluka? Selain itu Wang Nuo nggak memberitahunya dan menjadikannya orang jahat. Bing Bing mulai menyuapi Wang Nuo. Wang Nuo memberitahu kalo polisi datang untuk meminta pernyataan hari ini. Mereka mengatakan bahwa mereka sudah menangkap penjahatnya. Mereka adalah geng penyelundup yang ingin membalas dendam, karena itulah dia menyerang Wang Nuo. Bing Bing merasa nggak enak. Jadi Wang Nuo terluka karena dirinya? 


Bing Bing meminta maaf. Wang Nuo memotong, dia nggak butuh permintaan maaf Bing Bing. Wang Nuo menatap Bing Bing sinis. Gimanapun juga dia bersyukur karena itu datang padanya. Bing Bing terlalu kurus dan lemah. Jika dia terluka, Wang Nuo yakin dia jika dia yang terluka pasti lebih parah darinya. 


Bing Bing merasa bersalah pada Wang Nuo. Ia teringat saat Wang Nuo menyelamatkannya. Wang Nuo mengulurkan tangan dan menggenggam tangannya. 


Wang Nuo melihat Bing Bing melamun. Ia membuka mulutnya. A! Bing Bing nggak denger. Wang Nuo mengulanginya, a! Bing Bung tersadar dan kembali menyuapi Wang Nuo. Ia bertanya kenapa Wang Nuo sangat baik padanya? Wang Nuo malah balik nanya apa hanya sekarang ia baik padanya? Bing Bing menggeleng. Wang Nuo menyuruh Bing Bing untuk melakukan apa yang ia minta jika dia memang merasa bersalah. Bing Bing bertanya apa yang harus ia lakukan? 


Bing Bing memapah Wang Nuo. Ia bertanya apa Wang Nuo ingin pergi ke toilet? Wang Nuo mengatakan ingin mandi. Bing Bing terkejut. Hah? Apa lukanya boleh terkena air? Itu... . Wang Nuo menjawab nggak boleh. Kalo gitu Bing Bing melarang Wang Nuo mandi. Wang Nuo mengaku nggak bisa tidur kalo dia nggak mandi. Bing Bing merasa Wang Nuo sangat aneh. Wang Nuo menatap Bing Bing dan melepaskan pegangannya. Ia lalu berjalan sendiri ke toilet. Bing Bing sendiri hanya melihat sambil komentar, orang yang aneh. 


Nggak lama kemudian, wang Nuo selesai mandi. Bing Bing membantunya memakai pakaian. Ia memutar tubuh Wang Nuo dan menalikan bajunya dengan hati-hati. Bing Bing mengatakan kalo Wang Nuo bisa tidur setelahnya. Sepertinya Wang Nuo mulai ada rasa sama Bing Bing, dari tadi dia terus mandangin Bing Bing tapi Bing Bingnya sama sekali nggak nyadar kalo lagi dilihatin sama Wang Nuo. 


Setelah selesai, Bing Bing pun mendudukkan Wang Nuo. Dia lalu menghampiri tombol darurat. Wang Nuo mencegahnya dan bertanya apa yang mau Bing Bing lakukan? Bing Bing menjawab ingin bertanya pada perawat apa mereka punya pengering rambut apa enggak? Wang Nuo memintanya dan memberitahu kalo ini rumah sakit (bukan hotel). Itu bel darurat, bukan bel pelayanan! Ia menyarankan agar Bing Bing pergi ke ruang staf dan nyari Xiao Fang kalo dia butuh pengering rambut. Bing Bing mengiyakan. Ia lalu keluar meninggalkan Wang Nuo. Wang Nuo sendiri hanya menatap Bing Bing pergi sambil menghela nafas (hadeuh, tepok jidad!)


Nggak seberapa lama kemudian, Bing Bing sudah mendapatkan pengering rambut dan sedang menggunakannya pada rambut Wang Nuo. Tapi dasar Bing Bing, dia menggunakannya terlalu dekat sehingga membuat Wang Nuo kepanasan. Dia kesal. Panas banget. Apa Bing Bing membakar kue? 


Bing Bing malah menarik rambut Wang Nuo sambil memintanya buat bersikap sopan dikit. Rambut Wang Nuo ada di tangannya. Wang Nuo kembali mengeluh. Lukanya... rasanya...ough!! Bing Bing memeriksa perut Wang Nuo, padahal dia hanya memakai sedikit tenaga. Kenapa? Wang Nuo tiba-tiba senyum dan bilang kalo perutnya, sedikit gatal. Bing Bing tersenyum dibecandain sama Wang Nuo. Ia merasa kalo Wang Nuo membosankan. 


Wang Nuo menyuruh Bing Bing untuk melanjutkan. Bing Bing mengatakan kalo Wang Nuo kekanakan. Wang Nuo tersenyum. Dia nyuruh Bing Bing untuk berhati-hati. Bing Bing menurut dan kembali mengeringkan rambut Wang Nuo. Kali ini mereka saling bercanda (aww... so sweet!!!)


Bai He sedang belanja kosmetik. Dia lalu menghampiri Bing Bing yang tampak kebingungan dalam memilih. Ia bertanya apa yang mau Bing Bing beli? Bing Bing memberitahu kalo dia mau beli topi mandi. Bing Bing takut kalo rambut Romeo akan basah saat dia mandi dan nggak ada yang mengeringkan rambutnya. Bai He langsung meledek. Ia merasa nggak mungkin. Bing Bing mengeringkan rambutnya? Apakah dia nggak bergerak terlalu cepat? Bai He bertanya apa Bing Bing nggak tahu bahwa mengeringkan rambu adalah langkah ketiga yang dilakukan pasangan? Bing Bing melarang Bai He bicara omong kosong. Ia memberitahu kalo ia dan Romeo hanya berteman. Bing Bing lalu pergi meninggalkan Bai He yang pikirannya mulai kemana-mana. 


Bai He mengejar Bing Bing. Ia menyebutkan kalo Bing Bing sudah membeli barang perawatan tapi masih mengatakan nggak ada apa-apa. Ah, Bing Bing sungguh ambigu. Ah Meng ikut-ikutan dan bertanya siapa yang Bai He maksud? Bing Bing meliha kedua temannya. Dia lalu mengambil buah-buahan kering yang dibuat di Taiwan dan meletakkannya di keranjang belanja milik Bai He (nyogok). Bai He melarang Bing Bing menggunakan itu untuk membuatnya diam. Bai He lalu merayu Bing Bing agar mau memberitahunya apa yang Bing Bing beli untuk Romeo? Bing Bing kesal. Ia merasa mereka berdua sangat berisik. Dia akan membayarnya. Bing Bing pun pergi ke kasir. 


Bing Bing keluar. Ah Meng mengejarnya dan bertanya kenapa Bing Bing sangat terburu-buru? Bing Bing memberitahu kalo dia akan kembali untuk mencuci mobil dokter Wang. Ia hanya membeli barang-barang itu. Bing Bing lalu pamit pada Ah Meng. 


Ah Meng lalu kembali pada Bai He dan bertanya ada gosip apa? Bai He bertanya kenapa Ah Meng sangat senang bergosip? Bai He merasa Ah Meng harus berkencan seperti dirinya. Bai He memperlihatkan kosmetik yang ia beli, meminta Ah Meng mengambil pencegahan sebelum terlambat. Sebelum membicarakannya, Ah Meng harus melindungi dirinya terlebih dahulu. Ah Meng mengatakan bukan itu maksudnya. Tentang mencegah sebelum terlambat, itu urusan Bai He, tapi yang Ah Meng ingin adalah mendengar gosipnya. Bai He menatap Ah Meng dan memberitahu bahwa baru saja cinta Romeo dan Juliet bermekaran. Dan itu bukanlah gosip. Bai He lalu meminta Ah Meng untuk melihat sebuah produk yang ia ingin beli. MIT kualitas terjamin. Pelembab untuk wajah dan tubuh. Bai He mengaku ingin keduanya dan memadukkannya ke dalam keranjang belanjanya. Bai He berterima kasih pada Ah Meng lalu membawanya ke kasir. 


Wang Nuo mengurus kepulangannya dari rumah sakit. Dia sudah boleh pulang hari ini. Seorang wanita baru saja turun dari pesawat. Ponsel Wang Nuo bunyi. Dia melihat siapa yang menelpon dan merasa malas mengangkatnya. Wang Nuo ingin mengabaikannya tapi telponnya terus berdering hingga akhirnya dia mengangkatnya juga. Dia langsung bertanya pada orang di seberang, apa yang ia butuhkan? Rupanya di  adalah Wang Min, kakaknya Wang Nuo. Dia menegur adiknya, sudah lama sekali sejak ia mendengar suara kakaknya dan sikap Wang Nuo begitu dingin. Wang Nuo merasa kemungkinan bukan alasan yang bagus Wang Min menghubunginya. Wang Nuo memintanya segera memberitahunya ada urusan apa? Wang Min melepas kacamata hitamnya. Ia mengaku kembali ke Taiwan untuk menyelesaikan pesanan bahan-bahan untuk sebuah proyek. Ia menanyakan dimana tokonya Bruce? Ia ingin mencarinya. Wang Nuo berkata, mana dia tahu??!! Bruce baru saja keluar dari bayangannya. Wang Nuo minta agar kakaknya jangan mengacaukan Bruce lagi. Wang Min cuman tersenyum. Ia mengatai Wang Nuo anak kecil. Kenapa Wang Nuo nggak punya rasa percaya diri terhadap Bruce? Apa dia nggak tahu kalo dia masih bisa berteman setelah putus? Selain itu, Wang Min juga punya berita baik untuknya. Jadi ia minta alamatnya sekarang. Wang Nuo menyuruh kakaknya berhenti main-main. Wang Min menyerah. Lupakan! Kalo Wang Nuo memang nggak mau memberikannya, maka ia akan menghubungi Bruce. Bye! Wang Min langsung memutus telponnya seenaknya. Wang  Nuo kesal. 


Wang Nuo sampai di depan rumahnya. Kebetulan Bing Bing juga baru pulang. Ia menatap Wang Nuo dan memanggilnya dokter Wang. Sudah pulang dari rumah sakit? Gimana lukanya? Wang Nuo membatin. Ia kesal Bing Bing memanggilnya dokter Wang lagi. Ia lalu menjawab kalo keadaannya sudah lebih baik. Ia berterima kasih atas perhatiannya, Nona Gao. Bing Bing juga merasa aneh Wang Nuo memanggilnya Nona, Gao. Bing Bing lalu memberitahu kalo dia sudah mencuci mobil Wang Nuo. Ada tiga barang yang tertinggal, apa Wang Nuo ingin memeriksanya? Wang Nuo melihat mobilnya. Ia mengatakan nona Gao sudah banyak sekali mencuci mobilnya. Dia harus lebih natural sekarang ini. Bing Bing membenarkan. Wang Nuo menanyakan apakah ada yang lain lagi? Bing Bing bilang enggak. Dia melihat Wang Nuo kesusahan mau mengambil kunci di dalam tas. Ia berniat membantu tapi Wang Nuo menolak dibantu. Nggak papa. Yang terluka pinggangnya, bukan tangannya. Dia bisa melakukannya sendiri. Wang Nuo lalu melewati Bing Bing. Bing Bing berbaik. Wang Nuo tampak kesusahan membuka pintu, ditambah lagi tasnya kelihatan berat. Bing Bing pamit. Dia akan pergi sekarang. Bing Bing meminta Wang Nuo untuk jaga diri. Wang Nuo mengangguk lalu masuk. Bing Bing menatapnya dari luar. Ia bertanya-tanya kenapa ia membuat Wang Nuo marah lagi? Ia lalu beranjak. Wang Nuo berbalik dan melihat Bing Bing pergi. 


Wang Nuo sampai di rumahnya. Dia merasa agak sedih. Dia lalu tersenyum saat mendengar bunyi bel. Dikiranya Bing Bing yang datang, tapi ternyata bukan. Bruce buru-buru masuk dan memperlihatkan ponselnya. Ah Nuo! Kakakmu balik. Bruce lalu masuk melewati Wang Nuo. 


Bruce meringkuk di sofa kesayangan Wang Nuo sambil menatap ponselnya di atas meja. Disana ada pesan dari Wang Min. Aku kembali. Mari cari hari untuk ketemu. 


Wang Nuo menghampirinya dan memberinya secangkir kopi. Ia bertanya apa Bruce harus sedramatis itu? Itu hanyalah sebuah pesan, kenapa Bruce begitu gugup? Bruce menatap Wang Nuo yang duduk di sebelahnya. Ia bertanya apa Wang Min mengatakan sesuatu padanya? Wang Nuo mengatakan kalo kakaknya bilang bahwa dia punya berita baik untuk Bruce dan menanyakan dimana toko kuenya. Bruce panik dan bertanya apa Wang Nuo memberitahunya? Wang Nuo menjawab enggak. Bruce lega mendengarnya. Wang nuo merasa nggak masalah karena Bruce nggak papa. Bagus juga untuk Bruce karena bertemu dengan kakaknya. Bahkan ketika Bruce mengetahui perselingkuhannya. Kenapa malah membuatnya seolah-olah Bruce yang bersalah padanya? 


Bruce mengatakan kalo Wang Nuo nggak memahaminya. Dia, Bruce Lee, dari muda sampai sekarang, hanya ada satu orang yang akan melihatnya. Kebetulan saja hanya kakak Wang Nuo yang bisa mengabaikan pesonanya dan bahkan memiliki keadaan yang lebih besar. Selama ia berkencan dengan Wang Min, ia mengaku terdiam. Wang Nuo diam mendengarkan. Ia bertanya apa yang Bruce katakan bahwa dia nggak mau menjadi lemah. Tapi ketika Bruce melihat kakaknya, dia jadi salah satunya. Bruce ingin menjadi kuat, kan? Hah? Bruce merasa nggak peduli. Gimanapun juga dia nggak ingin Wang Min merendahkannya. 


Bruce lalu pindah tempat duduk disamping Wang nuo. Ia mendesak Wang Nuo dan membuat perut Wang Nuo sakit. Bruce mengelus pundaknya. Bruce memberitahu kalo ia akan tinggal di rumah Wang Nuo. Wang Nuo heran. Lah, apa hubungannya hal itu dengan tinggal di rumahnya? Bruce merasa tempramen Wang Nuo sama dengan kakaknya. Ia akan menjadikan Wang Nuo untuk melatih dirinya demi bisa menghadapi Wang Min. Wang Nuo nggak ngerti apa yang Bruce bicarakan. Menurutnya apa yang harus Bruce lakukan sekarang adalah hidup dengan lebih baik. Dan biarkan Wang Min tahu bahwa ia lebih baik dan lebih sukses darinya. Bukankah itu cara yang benar? Bruce membenarkan. Cara itu juga. 


Bruce bangkit. Menurunya metodenya nggak buruk. Bruce lalu kembali ke tempat duduknya. Ia sudah lebih santai sekarang. Ia ingin Wang Min tahu bahwa ia punya kekasih yang baru dan baik-baik saja. Wang Nuo meledek, kekasih apanya? Bruce menyampaikan akan memberitahu Bing Bing hari ini. Wang Nuo menatap Bruce dan bertanya memberitahu apa? 


Bruce mendekat. Ia meminta Wang Nuo untuk memberitahunya bagaimana ia harus mengungkapkan perasaannya pada Gao Bing Bing agar dia nggak terkejut dan hatinya akan tergerak setelahnya dan Bing Bing akan menerimanya. Wang Nuo nggak yakin apa Bruce perlu bertanya padanya tentang itu. Bruce memikirkan apa yang akan ia katakan nanti pada Bing Bing. Wang Nuo sendiri hanya diam. Ekspresinya seperti sedih. 

Bersambung...

Komentar:
Suka lihat Bing Bing dan Wang Nuo makin deket. Wang Nuo juga mulai ada rasa sama Bing Bing. Kelihatan dari cara dia menatap Bing Bing. Dia juga serasa cemburu denger Bruce mau nembak Bing Bing. 

Apalagi waktu adegan Bing Bing ngeringin rambut Wang Nuo. Meski udah sering lihat di drama-drama, tapi adegan itu tetep bikin baper. ^_^