Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 8 Part 2
Wang Nuo datang ke kafe Ah Meng. Seperti biasa Ah Meng menyambutnya dan mempersilakannya untuk masuk dan duduk. Dia melihat Bing Bing sedang makan bersama Bai He. Bing Bing juga melihat Wang Nuo. Dia tampak nggak nyaman. Wang Nuo bertanya-tanya kenapa dia ketemu lagi dengan Bing Bing? Bukannya seharusnya dia ada di toko kue? 


Wang Nuo duduk di meja sebelah Bing Bing. Ah Meng datang membawakan teh panas. Wang Nuo meminta menu pada Ah Meng. Ah Meng lalu mengambil buku menu di meja Bing Bing. Pinjam bentar. Ia mempersilakan Wang Nuo untuk memilih menu lalu pergi. Bai He melihat Wang Nuo dan Bing Bing bergantian. Ah Meng membawakan pesanan. Bing Bing memanggilnya dan menanyakan cabe bubuk. Ah Meng melihat ada cabe bubuk di meja Wang Nuo, ia permisi dan meminjamnya sebentar. Ah Meng memberikannya pada Bing Bing. Bing Bing berterima kasih. Ah Meng mendekat dan berbisik padanya, ia  merasa kalo Bing Bing berkelakuan aneh hari ini. Bing Bing merasa dia nggak gitu. 


Bai He menyuruh Ah Meng minggir. Ia bertanya pada Wang Nuo, apa dia bertengkar dengan Bing Bing? Nggak bisa membagi hadiah uangnya? Ah Meng menepuk Bai He agar nggak nanya sembarangan. Bai He menjelaskan maksudnya, apakah Wang Nuo nggak membagi hasilnya secara rata atau lainnya? Bing Bing mengetuk mangkuk menggunakan sumpit dan meminta Bai He berhenti. Wang Nuo blak-blakkan memberitahu kalo uang semua milik Bing Bing. Oooo... . Ah Meng dan Bai He terkejut. 


Ponsel Bing Bing bunyi. Telpon dari Bruce yang ingin Bing Bing mencoba sample kue. Nanti? Ah Meng dan Bai He memberi kode agar Bing Bing mengajak mereka juga. Wang Nuo membatin, taktik itu... . Bruce mungkin akan mengaku pada Bing Bing setelah selesai menyuguhkan sampel. Bing Bing bertanya apakah dia bisa membawa Ah Meng dan Bai He ikut dengannya? Wang Nuo menjawab dalam hati kalo kemungkinan enggak. Hari ini khusus untuk Gao Bing Bing saja. Dan tebakan Wang Nuo tepat. Bruce nggak mengijinkan Bing Bing membawa mereka. Ia lalu bilang ke Bruce, sampai ketemu nanti lalu menutup telpon. 


Ah Meng dan Bai He menunggu jawaban Bing Bing. Gimana? Bing Bing memberitahu kalo guru bilang nggak bisa. Bai He protes. Bukannya lebih baik kalo lebih banyak orang yang mencoba sample? Wang Nuo menjawab dalam hati, karena jika mereka ada disana, maka Bruce nggak akan memiliki keberanian. Bing Bing tersenyum. Ia menyampaikan kalo guru berkata kalo kue itu direncanakan khusus untuknya. Jadi hanya dialah yang dapat memakannya lebih dulu. 


Bai He dan Ah Meng jadi senang bukan main. Mereka mengaku tahu. Bai He memperkirakan kalo guru pasti berkata: Gao Bing Bing, maukah kamu menikah denganku? Bing Bing memukul mangkuk dengan sendok sambil memanggil Wu Bai He. Apakah diavakan mengacaukan Bing Bing sampai hari ini? Ah Meng merasa susah dikatakan. Apakah guru nggaj memberitahu Bing Bing untuk menunggunya? Bai He merasa kalo hari ini adalah hari itu. Wang Nuo bertanya kenapa mereka sangat gempar? Ah Meng dan Bai He langsung menatapnya. Ia melanjutkan kalo Bruce nggak akan mengaku pada mereka. Ah Meng dan Bai He langsung diam. Bai He berkomentar kalo itu terlalu kasar. Bai He lalu kembali makan. Sementara Ah Meng kembali ke belakang. 


Bruce menaburkan bubuk cokelat di atas kuenya. Nggak lama kemudian Bing Bing datang. Bruce melihatnya dan mempersilakannya untuk duduk. Bing Bing mengangguk dan duduk. Bruce menyajikan kuenya buat Bing Bing. Ia lalu memberikan garpu pada Bing Bing dan memintanya untuk mencoba. Bruce menunggu komentar Bing Bing di sebelah. Bing Bing mencoba sesuap dan bilang kalo rasanya sangat enak. Itu adalah tiramisu rasa jeruk lemon yang nggaj pernah ia rasakan sebelumnya. Bruce tersenyum dan bertanya, enakkah? Bing Bing membenarkan. Bruce menyampaikan kalo inspirasi kue itu adalah dari Bing Bing. 


Bing Bing menatap Bruce. Ia bertanya-tanya dalam hati, apakah ini permulaan dari pengakuan cinta? Bruce tersenyum kemudian bangkit dan meninggalkan Bing Bing. Ia duduk di hadapan Bing Bing. Bruce mengangkat gelasnya dan mengajak Bing Bing untuk bersulang. Cheers. Bing Bing menyambutnya. Ia juga mengangkat gelasnya. Sambil minum Bing Bing tak henti-hentinya menatap Bruce. 


Bruce meletakkan gelasnya dan bertanya pada Bing Bing. Apakah dia tahu cerita asal usul tiramisu? Bing Bing menggeleng. Bruce mulai bercerita. Saa perang dunia kedua, ada seorang prajurit Italia yang akan ke garis paling depan. Istrinya mengumpulkan semua keringan roti di rumahnya dan membungkusnya menjadi kue yang akhirnya menjadi tiramisu. Bing Bing memegang dadanya. Ia bicara dalam hati. Apa? Jadi Bruce ingin ia menjadi istrinya? Bruce melanjutkan, kapanpun prajurit itu makan kue itu di medan perang, dia selalu ingat akan orang yang ia cintai. Ketika Bruce mendengar cerita ini, ia berpikir jika suatu hari ia bertemu orang yang ia cintai, ia akan membuat tiramisu dengan kedua tangannya. Bing Bing tersenyum bahagia. Ia bicara dalam hati dengan dirinya sendiri, hari yang ia nantikan akhirnya tiba. 


Bruce menghela nafas lalu mengulurkan tangannya. Bing Bing dengan senang hati memberikan tangannya. Bruce menggenggamnya dan menatap matanya. Perlahan-lahan ia memanggil Bing Bing. Bing Bing yang amat bahagia berkata dalam hatinya kalo dia bersedia. 


Wang Min melangkah masuk ke toko Bruce. Ia melihat Bruce dan memanggilnya. Bruce menatapnya kaget. Ia bahkan langsung melepaskan tangan Bing Bing. Bing Bing menengok ke belakang mengikuti arah mata Bruce. Wang Min melangkah dan berkata, Bruce benar membuka tokonya di entah berantah. 


Bruce bangkit dan menatap Wang Min. Wang Min menatap Bing Bing dan bertanya siapa dia? Bing Bing ikutan bangkit. Bruce menghampirinya dan memperkenalkannya pada Wang Min. Bruce menyebut Bing Bing sebagai kekasihnya. Bing Bing terkejut akan hal itu. Kekasih? Apa dia setuju? Apa ia mengatakannya dengan kencang? Wang Min melepas kacamatanya. Kekasih? Sudah berapa lama? Bruce menjawab belum lama. Sambil menatap dan merangkul Bing Bing ia menambahkan kalo masih pada tahap bergairah. Bing Bing pasang wajah bingung. Dia nggak tahu kalo mereka sampai pada tahap itu. 


Wang Min mendekat. Ia menyalami Bing Bing dan memperkenalkan diri sebagai kekasih Bruce, Wang Min. Bruce mengoreksi, MANTAN. Bing Bing bertanya-tanya dalam hati. Mantan kekasih? Jadi dia kakak Wang Nuo?? Wang Min tampak memperhatikan Bing Bing dengan seksama. Bruce bertanya gimana bisa Wang Min tahu tempatnya? Ia bilang ke Wang Nuo untuk nggak mengatakan pada Wang Min. Wang Min menatap Bruce. Kenapa dia harus tanya Wang Nuo? Wang Min mengaku bisa menemukannya dari Ai Zhen. 


Wang Min meletakkan kacamatanya di meja dan melihat tiramisu. Ia pun bertanya pada Bing Bing kalo kue Bruce, tiramisu itu sangat enak, kan? Apa dia juga bilang pada Bing Bing cerita tentang prajurit Italia?? Bruce menanyakan apa yang sebenarnya Wang Min ingin lakukan? 


Wang Min bertanya kenapa Bruce nggak membalas pesannya? Ia memberikan sesuatu pada Bruce. Bruce menerimanya dan bertanya apa itu? Wang Min memberitahu kalo itu kontrak untuk beberapa pemasok makanan internasional yang hanya melakukan sponsor di Taiwan. Bruce cukup menelpon mereka dan bilang kalo Wang Min yang merekomendasikannya. 


Bruce membukanya dan membacanya. Cuka sari buah anggur. (Impor dari Italia), Kastanya dari Jepang. Bruce menatap Bing Bing dan tersenyum. Wang Min senang melihat ekspresi Bruce. Itu yang ia perlukan, bukan? Ia sesumbar kalo Bruce nggak perlu berterima kasih padanya. Cukup pikirkan itu sebagai kado terakhir Wang Min untuknya. 


Wang Min mendekat dan minta maaf karena ia benar-benar plin-plan sebelumnya. Wang Min lalu menatap Bing Bing dan memanggilnya gadis kecil. Ia meledek Bing Bing, jika Bruce mengganggunya dimasa datang, maka katakan padanya, maka kakak Wang Min akan mengajarkannya bagaimana mengatasinya. Wang Min lalu berbalik dan mengambil kembali kacamatanya. Itu saja, ia mengaku nggak akan mengganggu kencannya sekarang. Ia menyuruh Bruce untuk tetap menceritakan tentang tiramusu. Habis itu Wang Min pergi. 


Bruce duduk dan melihat kepergian Wang Min. Ia lalu menatap Bing Bing dan tersenyum. Ia bertanya gimana? Apa yang ia lakukan? Bing Bing nggak ngerti apa yang dimaksud sama Bruce. Bruce kembaki bertanya, apa ia terlihat gugup? Bing Bing mulai mengerti. Ia menggeleng dan mengatakan kalo Bruce sangat natural. Bruce lega mendengarnya. Bagus, deh. 


Bing Bing jadi nggak nyaman. Dia lalu pamit. Bruce bangkit. Bing Bing mengatakan kalo kuenya sangat enak. Dia nggak akan menyimpan apa yang tadi Bruce katakan dalam pikiran. Bing Bing mau berbalik. Bruce menanyakan apa yang dia katakan tadi? (Lah, situ yang ngomong sendiri, malah nanya??!!) Bing Bing mengulangi apa yang Bruce katakan, Bruce mengatakan pada mantan kekasihnya bahwa ia adalah kekasihnya. Bing Bing mengaku tahu kalo Bruce hanya mencoba membuatnya cemburu. Bing Bing akan melupakannya. Bing Bing memaksakan senyumnya (meski hatinya sedih TT). Ia keluar menahan tangis. Sampai diluar dia nggak bisa menahannya lagi. Air matanya jatuh. 


Wang Nuo keluar dan mendapati kakaknya sudah berdiri di depan rumahnya sambil menelpon. Wang Nuo memanggilnya. Wang Min langsung berbalik dan memeluk adiknya. Wang Min mengatakan kalo ia merindukannya. Wang Min memperhatikan tubuh adiknya. Ia memegang perut Wang Nuo dan bertanya apa dia kehilangan berat badan? Wang Nuo sendiri sudah meringis kesakitan. Wang Min menarik Wang Nuo masuk dan mengajaknya minum, padahal Wang Nuo mau ke rumah sakit. Hadeuh, tepok jidad! 


Wang Nuo memberikan camilan pada kakaknya yang sudah minum. Wang Nuo bertanya apa Wang Min peminum? Lihat masih terlalu dini. Wang Nuo sendiri hanya minum jus. Wang Min mengambil camilan yang diberikan Wang Nuo dan memberitahu adiknya kalo dia bisa minum kapanpun dia mau. Ditambah, ia baru saja kembali dari menghormati cintanya yang hilang. Bukankah ia seharusnya minum? 


Wang Min mengambil botol anggurnya. Ia memberitahu Wang Nuo kalo ia pergi menemui Bruce. Wang Nuo menghela nafas. Ia meminta kakaknya agar berhenti menciptakan masalah. Wang Nuo memberitahu kalo Bruce sudah kembali dari menyembuhkan lukanya setelah Wang Min berselingkuh darinya. Wang Nuo rasa kakaknya nggak perlu mengejar Bruce seperti ini. Wang Min menuang minumannya. Ia memberitahu adiknya kalo ia datang untuk minta maaf dengan damai. Ditambah Bruce punya kekasih sekarang. Itu nggak akan membuat perubahan. Wang Nuo bertanya pada kakaknya, dia tahu? Wang Min membenarkan. Ia memberitahu namanya Jia Yi Bing, atau sesuatu. Ekspesi Wang Nuo langsung berubah muram pas dia dengar Bing Bing sudah jadi kekasih baru Bruce. Wang Min nggak percaya selera Bruce benar-benar berubah banyak. Menurutnya gadis itu seperti anak sekolah jelang remaja. Wang Nuo bertanya-tanya dalam hati, jadi mereka benar-benar... . 


Wang Min tiba-tiba tertawa. Wang Nuo bertanya apa yang kakaknya tertawakan? Wang Min nggak kebayang Jia Yi Bing pas melihatnya. Ekspresinya dari hijau dan kemudian putih. Wang Min membayangkan, ia singgah ke tempat mereka sebagai mantan pacar, mereka mungkin sedang bertengkar sekarang. Wang Nuo tersenyum mendengarnya. Wang Min merasa berdosa pada mereka. 


Wang Nuo ke atap. Seperti biasa dia berpura-pura menjemur selimut. Anginnya kencang banget. Pakaian Bing Bing yang tergantung di luar sampai berjatuhan. Wang Nuo melihat kamar Bing Bing gelap. Ia mendekat dan melihat ke dalam. Sepertinya Bing Bing nggak ada. 


Wang Nuo mengambil ponselnya, hendak mengirim pesan ke Bing Bing. Tapi sesaat kemudian ia membatalkannya. Lupakan! Ia merasa terlalu malas untuk peduli tentang mereka. Wang Nuo menyimpan ponselnya lalu berbalik. Alangkah terkejutnya dia pas lihat tahu-tahu ada Bing Bing di depannya. Wang Nuo memarahinya. Kenapa Bing Bing nggak mengatakan apa-apa? Apa Bing Bing mau menakutinya? Dengan nggak bersemangat Bing Bing mengatakan kalo Wang Nuo menggalanginya masuk rumah. Bing Bing lalu berjalan melewati Wang Nuo. 


Wang Nuo menahannya. Bing Bing malas berbalik. Ia bertanya, apa lagi? Wang Nuo memperhatikan Bing Bing. Melihat mata Bing Bing kusam dan ekspresinya nggak bahagia, apa dia bertengkar dengan Bruce? Bing Bing menatap Wang Nuo curiga. Apa guru mengatakan itu padanya? Wang Nuo tersenyum. Apa Bruce perlu mengatakan sesuatu? Wang Nuo mengaku tahu begitu ia melihat ekspresi patah hati di wajah Bing Bing. Wang Nuo bertanya apa yang terjadi? Hal-hal nggak berjalan sesuai rencana atau... . 


Bing Bing memotong, tentu saja enggak. Guru benar-benar mengungkapkan cinta padanya dan mendesain kue untuknya. Ia bahkan nggak punya waktu untuk tersentuh. Wang Nuo nanya jadi kenapa ekspresi Bing Bing jadi kayak gini? Bing Bing mengaku merusaknya sendiri. Siapa suruh kakaknya Wang Nuo datang ke toko? Bing Bing cerita saat guru melihatnya, dia bilang bahwa ia adalah pacarnya. Bing Bing rasa itu aneh jadi ia menolaknya. Wang Nuo heran. Bukannya Bing Bing tergila-gila pada Bruce sepanjang hidupnya? Oh enggak. Tapi tujuh kehidupan. Pasangan tujuh kehidupan, benar? Bing Bing kesal. Ia memanggil Wang Nuo sebagai Romeo. Kalo Romeo mengganggunya sekali lagi, Wang Nuo mengiyakan. Ia akan menahannya. 


Bing Bing melangkah melewati Wang Nuo. Ia mengaku nggak tahu. Tapi ketika kakak Wang Nuo bilang dia juga memakan tiramisu itu sebelumnya, hatinya jadi sedih. Wang Nuo mrngingatkan kalo mereka sudah bersama selama delapan tahun. Akan aneh kalo kakaknya nggak pernah memakannya. Tapi Bing Bing merasa kalo kakak Wang Nuo benar-benar mengagumkan. Bahan-bahan yang ia dan Bai He nggak bisa temukan, tapi kakak Wang Nuo bisa menemukannya dengan cepat. Bing Bing mengaku masih mitra guru. Apa ia mitra yang buruk? 


Wang Nuo memberitahu kalo itu memang pekerjaan kakaknya. Gimana Bing Bing akan bersaing dengannya? Ia berusaha membesarkan hati Bing Bing. Kalo Bing Bing akan bersaing soal memasak, maka kakaknya nggak akan menang melawan Bing Bing. Bing Bing membenarkan. Tapi setiap ia memikirkannya, hatinya selalu merasa kosong. 


Bing Bing melangkah lagi. Wang Nuo mengikutinya. Bing Bing berpikir, dibandingkan dirinya, guru lebih peduli pada perasaan kakak Wang Nuo. Wang Nuo mengaku kaget Bing Bing punya kepribadian seperti itu. Ia pikir Bing Bing akan menyerah jika Bruce memberikan isyarat seperti itu. Bing Bing memberitahu Wang Nuo kalo dia juga punya prinsip kali!!! Dan ketika kakak Wang Nuo berdiri di samping guru, Bing Bing merasa kalo mereka benar-benar tampak cocok. 


Wang Nuo melihat Bing Bing tampak patah semangat. Ia memanggilnya Juliet. Tentang perasaan, hanya mereka berdua yang akan mengerti. Mungkin ada alasan kenapa mereka nggak bisa tetap bersama. Tapi karena dia nggak mau menyakiti orang yang dia suka, dia memilih nggak mengatakannya. Tapi Wang Nuo merasa ada sesuatu yang harus ia pikirkan. Hah? Bing Bing nggak ngeh. 


Wang Nuo menatap Bing Bing. Bukankah menutut Bing Bing, kalo dibandingkan dengan kakaknya, Bing Bing seperti ... anak kecil? Ia bersama Bruce seperti hubungan ayah dan anak. Bing Bing bertanya pada Wang Nuo, apa dia terlalu banyak nonton film romansa? Kenapa kepalanya dipenuhi dengan pikiran kotor? 


Bing Bing mendorong Wang Nuo dan membuat perutnya terasa sakit. Wang Nuo mengerang kesakitan. Bing Bing menepuk pundaknya dan memintanya berhenti berpura-pura. Wang Nuo memeriksa jahitan di perutnya. Ia merasa lukanya robek. Sungguh? Bing Bing jadi khawatir dan ingin melihatnya tapi Wang Nuo melarangnya mendekat. Tapi Bing Bing mengaku khawatir. 


Bing Bing mengganti kain kasa di luka jahitan Wang Nuo. Ia melakukannya dengan sangat gati-hati. Wang Nuo berkomentar jali Bing Bing nggak membuat kue, mungkin dia akan bekerka di UGD. Bing Bing tersenyum. Ia bertanya pada Wang Nuo, apa itu pujian? Tapi habis itu Bing Bing malah menekan perut Wang Nuo hingga membuatnya teriak kesakitan. Bing Bing meminta maaf. Dia nggak sengaja melakukannya. Wang Nuo menyindir, sebagian orang benar-benar membiarkan pujian masuk ke kepalanya. 


Bing Bing fokus melihat tanda lahir di dada Wang Nuo. 

Flashback...


Wang Zhen membantu ibunya menata kursi. Tiba-tiba punggungnya terkena wajan panas. Ibunya panik lalu mengambil obat. Ia meminta Wang Zhen menahannya. Kali dia nggak diobati, gimana dia bisa sembuh? Ibu memarahi Wang Zhen yang selalu membuat masalah. 


Bing Bing melihat ada gambar hati di dada Wang Zhen. Ia bertanya apa itu juga bekas luka? Ibu menjawab bukan. Itu tanda lahir. 

Flashback end...


Bing Bing memperhatikan tanda lahir itu. Seingatnya itu punya Wang Zhen. Bing Bing bertanya kenapa Wang Nuo juga punya itu? Itu adalah tanda lahir Wang Zhen. Bing Bing curiga. Wang Nuo segera memakai kembali bajunya. 


Bing Bing memberitahu kalo ia melihat tanda itu waktu ia kecil. Itu adalah tanda lahir adik kembar Wang Nuo, Wang Zhen. Kenapa Wang Nuo juga punya itu? 


Wang Nuo bangkit. Sambil mengancingkan kemeja-nya dia bertanya pada Bing Bing, gimana dia bisa tahu? Bing Bing ikutan bangkit. Ia tahu karena saat ia belajar membuat nasi goreng, Wang Zhen juga ada di sampingnya. 


Bing Bing teringat perkataan ayah Wang yang mengatakan kalo putranya yang seorang dokter sangat hebat. Dia bukan hanya nggak tertarik pada bisnis ikan mereka. Dia juga benci nasi goreng Wang. 


Bing Bing menyampaikan kalo ia ingat pak Wang bilang bahwa Wang Nuo nggak suka makan nasi goreng keluarga Wang. Kalo gitu kenapa dia... . Wang Nuo memotong, apa dia nggak boleh nggak suka waktu kecil lalu suka setelah besar? Bing Bing merasa itu mungkin. Tapi kenapa Wang Nuo juga punya tanda lahir yang sama? 


Wang Nuo berbalik menghadap Bing Bing. Ia mengingatkan kalo mereka kembar. Mereka tampak serupa dan punya tanda lahir yang sama. Wang Nuo menanyakan apa yang aneh dengan hal itu. Wang Nuo menatap Bing Bing dan bertanya apa dia yang membuat nasi goreng untuknya saat di hotel Kai Li? 

Flashback...


Bing Bing kembali untuk mengambil nasi gorengnya tapi sudah nggak ada. Dia bilang pada Bai He di telpon kalo nasi gorengnya diambil orang. 

Flashback end...


Bing Bing mengiyakan. Ia memberitahu kalo itu sebuah kesalahan. Ia membuatnya untuk dirinya sendiri tapi mereka malah mengambilnya. Bing Bing menatap Wang Nuo. Ia baru sadar kalo Wang Nuo ingin mengalihkan topik pembicaraan. Kenapa Wang Nuo mengganti pembicaraan? Menurut Bing Bing, jika mereka kembar, apa tanda lahir juga akan berada di tempat yang sama? Apa yang sesungguhnya terjadi? Bing Bing menunjuk tempat tanda lahir Wang Nuo. Ia masih merasa aneh dengan hal itu. 


Wang Nuo menyingkirkan tangan Bing Bing. Ia memberitahu kalo nggak ada yang terjadi. Wang Nuo berjalan menuju kulkas. Ia mengingatkan kalo ia sudah bilang saat mereka di pantai. Mereka lomba renang lalu dia kecelakaan. Bing Bing membantah. Saat mereka di pantai, Wang Nuo nggak bilang kalo mereka lomba renang. 


Bing Bing menghampiri Wang Nuo dan berdiri di belakangnya. Wang Nuo menghela nafas lalu berbalik menatap Bing Bing. Ia mengiyakan. Ia melihat Wang Zhen tenggelam di lautan dalam. Tepat di depan matanya lalu menghilang selamanya. Bing Bing menatap Wang Nuo seolah ragu. 


Wang Nuo duduk. Bing Bing masih menatapnya. Ia balas menatap Bing Bing. Ia mengaku sudah mengatakan semuanya. Apa ada yang mau Bing Bing katakan lagi? Ia mengalihkan tatapannya sambil meminum jus. Bing Bing terus memperhatikan Wang Nuo dan bertanya apa dia benar-benar Wang Nuo??? Bing Bing melanjutkan kalo ia ingat betul pak Wang bilang kalo Wang Zhen suka ikan tapi Wang Nuo membencinya, dan tanda lahirnya... . Wang Nuo kembali memotong, berapa kali Bing Bing akan menyebutnya? Apa Wang Nuo kurang jelas menhelaskannya tadi? Bing Bing masih kekeuh dengan opininya. Gimana bisa orang kembar punya tanda lahir yang sama? 


Wang Nuo malas dan menundukkan wajahnya. Bing Bing menyebutkan kalo sebelumnya Wang Nuo mengatakan bshwa ia hidup dengan memakai topeng. Kenapa dia mengatakan itu? Wang Nuo menatap Bing Bing. Dia nggak tahu mesti menjelaskan apa lagi. Bing Bing melanjutkan, baru aja Wang Nuo bilang kalo dia melihatnya tenggelam dan menghilang ke dalam lautan. Dia... sebenarnya adalah Wang Nuo, bukan Wang Zhen, iya, kan? Wang Nuo kembali menunduk. Dia nggak sanggup menatap Bing Bing. Bing Bing memanggilnya Romeo dan memintanya mengatakan kebenarannya pada Juluet. Wang Nuo menatap Bing Bing dengan mata berkaca-kaca. 

Bersambung...

Komentar:
Wang Min baru aja kembali tapi Bing Bing udah minder aja. Terus gimana nanti dia sama Bruce? Apakah Bruce bakal goyah dam balik lagi sama kakaknya Wang Nuo dan ninggalin Bing Bing? 
Bing Bing sama Wang Zhen emang udah deket dari kecil. Jangan-jangan bener dugaan Bing Bing kalo dia bukan Wang Nuo tapi Wang Zhen. Secara tanda lahir adalah sesuatu yang busa membedakan antara saudara kembar. Dan itu nggak mungkin sama. 

1 komentar: