Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 8 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 9 Part 2

Bing Bing menatap Wang Nuo dan memintanya mengatakan yang sebenarnya sebagai Romeo. Wang Nuo bertanya apakah Bing Bing benar-benar ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi? Bing Bing mengangguk. Wang Nuo membenarkan. Dia bukan Wang Nuo. Bing Bing nggak begitu terkejut. Ia bertanya jadi benar dia adalah Wang Zhen? Wang Nuo memanggil Bing Bing sebagai Juliet. Dari semua orang yang ada di sampingnya, hanya Bing Bing yang tahu tentang hal itu. Bing Bing menyimpulkan kalo seperti ini nggak hanya memakai sebuah topeng. Bing Bing bertanya kenapa Wang Nuo berpura-pura sebagai kakaknya? 


Mata Wang Nuo mulai berkaca-kaca. Ia memulai ceritanya. Suatu hari di pantai, ia memakai celana renang kakaknya. Hal itu membuat semua orang salah paham dan mengira Wang Nuo yang selamat. Dan ia hanya mengikutinya saja. Bing Bing menggarisbawahi, hanya mengikutinya saja, bukankah Wang nuo terlalu santai mengatakannya? 


Wang Nuo bangkit. Ia mengatakan kalo sejak dia kecil, orang yang selalu patuh, berusaha keras dan bermimpi menjadi dokter adalah Wang Nuo. Yang sama sekali nggak punya masa depan adalah Wang Zhen. Wang Nuo melanjutkan kalo bagi ayah dan ibunya, keliru berpikir bahwa Wang Zhen yang meninggal adalah berkah yang tersembunyi. Wang Nuo menghela nafas panjang sebelum melanjutkan. Seenggaknya, penyesalan orang tuanya nggak akan terlalu dalam. Bing Bing bertanya, gimana kalo paman dan bibi nggak berpikir begitu? Bing Bing menghampiri Wang Nuo dan melanjutkan kalo mereka berdua adalah putra mereka. Wang Nuo mengatakan kalo Bing Bing salah. Apa yang orang tuanya pikirkan. Wang Zhen paling memahaminya. 


Bing Bing berdiri di hadapan Wang Nuo. Walaupun jika kembar, Berusaha sepenuh hati menjadi yang lainnya, Bing Bing merasa kalo Wang Nuo pasti sangat sedih sekali. Bing Bing menanyakan apakah nggak ada seorangpun yang menyadari bahwa ia adalah Wang Zhen? Wang Nuo menatap Bing Bing. Ia bertanya, siapa yang akan percaya seseorang dengan nilai yang mengerikan bisa berhasil masuk sekolah kedokteran? 


Wang Nuo duduk dan menangis. Bing Bing terus menatapnya. Wang Nuo nggak ingin Bing Bing melihatnya menangis. Ia menutup kedua matanya dengan tangan. Bing Bing mengaku nggak sengaja menanyakan hal itu padanya. 


Bing Bing menghampiri Wang Nuo. Ia berusaha membujuk Wang Nuo agar jangan bersedih lagi. Kalo dia sedih, maka Bing Bing juga akan sedih. Wang Nuo menghela nafas panjang dan menghapus air matanya. Tiba-tiba dia tertawa. Ia bertanya apa yang Bing Bing lakukan? Apa dia mempercayainya? 


Bing Bing bangkit dan marah pada Wang Nuo. Jadi dia bohong? Terus gimana dengan tanda lahirnya? Wang Nuo bertanya apa dia perlu menjelaskannya lagi? Apa sulit di terima, kembar dengan tanda lahir yang sama? Bing Bing berpendapat saat Wang Nuo mengatakan kalo dia adalah Wang Zhen, dia nggak kelihatan bohong sama sekali. Wang Nuo tertawa lagi. Bing Bing menatapnya heran. Wang Nuo menarik nafas panjang. Ia nggak peduli gimana Bing Bing akan memikirkannya. Gadis yang sangat mudah dib*hongi! 


Wang Nuo bangkit dan menyuruh Bing Bing untuk pulang. Dia mengaku lelah. Dia mengambil tas Bing Bing dan memberikannya pada sang pemiliknya. Sebenarnya Bing Bing masih ingin ngomong tapi Wang Nuo terus mendorongnya. Bing Bing mengucapkan selamat malam. Tapi dia bingung mau memberikannya pada siapa. Wang... . Akhirnya dia menyebut Wang Nuo sebagai Romeo. Wang Nuo balik mengucapkan selamat malam. Dia bilang ke Bing Bing kalo dia nggak akan mengantarnya v


Bing Bing pergi. Wang Nuo tampak kembali sedih setelah Bing Bing pergi. 

Flashback...


Wang Zhen sedang nggak sadarkan diri. Dia bernafas dengan alat bantu. Bibinya sedang berbicara dengan ibunya. Bibi menyarankan agar ibu berpikiran terbuka. Seenggaknya Tuhan meninggalkan Ah Nuo yang giat belajar disisinya. Wang Zhen yang baru sadar mendengar pembicaraan itu. Bibi melanjutkan, beruntung Tuhan nggak membawa keduanya. Bibi berpesan agar ibu menjaga kesehatannya baik-baik. Ayah yang duduk di depan Wang Zhen langsung manggil ibu saat melihat anaknya tersadar. Bibi bergegas memanggil dokter. Ibu memanggilnya Ah Nuo dan ngasih tahu kalo ibu ada disana. Wang Zhen sendiri hanya terdiam. 

Flashback end...


Wang Nuo menangis. Ia bertanya, apalah artinya sebuah nama? Walaupun jika bunga mawar mengganti namanya, dia masih tetap akan cantik. 


Pagi harinya Bing Bing mencuci mobil Wang Nuo sama seperti biasanya. Dia agak khawatir karena Wang Nuo belum juga turun. Jangan-jangan karena semalam ia membombardirnya dengan banyak pertanyaan?! Mungkin Wang Nuo nggak senang. 


Ponsel Bing Bing bunyi. Sebuah pesan masuk dari Bruce. Ia meminta Bing Bing untuk menghubungi produsen untuk mengirimkan piring dan peralatan ke toko setelah mereka selesai mendekorasi. Bing Bing mengiyakan dan membalas pesannya. Habis itu dia malah jadi bingung. Apa yang harus dia lakukan saat menemui guru hari ini? Apakah dia akan marah dan merasa terhina? Tapi Bing Bing yakin enggak. Menurutnya guru bukanlah seseorang yang nggak dewasa. Jadi mungkinkah...


Bing Bing membayangkan Bruce menatapnya dalam-dalam dan bertanya padanya, apakah Bing Bing masih bersedia menjadi kelasihnya? Bing Bing tersenyum. 


Bing Bing tersenyum sambil memeluk ponselnya. Dia mengangguk sambil berkata kalo ia bersedia. Wang Nuo tiba-tiba muncul di belakangnya. Ia bertanya apakah lamunan Bing Bjng sangat menyenangkan? Bing Bing jadi terkejut. Ia menanyakan gimana Wang Nuo bisa tahu apa yang sedang ia pikirkan? Gimana bisa dia tiba-tiba muncul? Wang Nuo tersenyum. Ia menyampaikan kalo kapasitas otak Bing Bing samhat kecil sehingga apapun yang ia pikirkan akan selalu ia katakan dengan keras tanpa sadar. Ia memberitahu Bing Bing kalo orang seperti Bruce yang narsis akan menafsirkan perilaku Bing Bing sebagai malu. Atau mungkin setelah melihat kakak Wang Nuo, Bruce akan menjadi rendah diri dan nggak berani menyetujuinya. Bing Bing membantah. Jika Wang Nuo yang ditolak, jika Wang Nuo melihatnya, bukankah akan sedikit canggung... . Wang Nuo memotong. Ia merasa nggak akan pernah jatuh serendah itu untuk mengaku pada seorang gadis. Yang kedua, Wang Nuo menyarankannya untuk menyerah. Pria yang punya hati nurani nggak akan pernah mengaku untuk kedua kalinya. Wang Nuo menjadikan Michelin sebagai contoh. Kakaknya punya empat bintang. Dan setiap orang yang dikencaninya sebelumnya seenggaknya punya dua bintang. Bing Bing berkata, jangan pikir dia nggak ngerti. Menurut Bing Bing, Michelin hanya punya tiga bintang. Wang Nuo mengingatkan kalo itu hanyalah sebuah contoh. Intinya adalah berapa banyak bintang yang Bing Bing miliki? Bing Bing malah balik nanya, menurut Wang Nuo berapa banyak? 


Wang Nuo melangkah ke mobilnya. Sebelum ia masuk, ia meledek Bing Bing. Melihat Bing Bing melalui sebuah lubang yang ia buat dari jari. Bing Bing menyindir. Nih orang apa harus bicara seperti itu? Wang Nuo memasukkan tasnya ke dalam mobil. Ia merasa hanya berkata jujur. Ia memberi saran juka Bung Bing bertemu dengan Bruce, taktik yang terbaik adalah pura-pura nggak ada yang terjadi. Dengan cara itu mereka berdua masih bisa tetap berteman. Bing Bing merasa dia pasti sudah gila. Dia merasa nggak percaya dia nanya sama pria single itu. Wang Nuo yang audah di dalam mobil menunjuk lap Bing Bing. Bing Bing mengambilnya dengan kesal. Dah tahu! 


Bing Bing menatap kepergian Wang Nuo. Dasar br*ngsek!


Bing Bing datang ke toko. Bruce sedang komplen dengan tukang yang membuat meja konter. Menurut Bruce meja itu kurang 2mm. Padahal konter itu dibuat berdasarkan tinggi badannya. Setiap pengukuran yang kurang akan mengganggu arus kerjanya. Bruce juga mengajukan protes pada warna dindingnya yang menurutnya nggak benar. Bruce menunjukkan warna yang seharusnya dan mengatakan kalo warna yang sekarang nggak sama dengan yang ia inginkan. Tukangelihat Bing Bing. Saat ia sedang mengerjakan tempat itu, Bing Bing mengatakan kalo warnanya lumayan dan nggak masalah. 


Bruce lalu menatap Bing Bing. Ia ingin Bing Bing menghilangkan kebiasaan lumayannya kalo ingin bekerja sama dengan dia. Bruce meminta tukang untuk mengerjakan ulang. Habis itu dia pergi. Bing Bing hanya terdiam di tempatnya. 


Wang Nuo selesai memeriksa kakak ipar Bai He. Ia lalu meminta Xiao Fang untuk mengukur rahimnya dan memperhatikan tanda-tanda adanya perdarahan. Ia lalu berpesan pada kakak ipar Bai He untuk menghubunginya jika ada hal lainnya. Wang Nuo lalu pergi meninggalkan mereka. Xiao Fang bertanya pada Nyonya Wu, apakah ada bagian yang sakit? 


Sampai diluar, Wang Nuo mendapat pesan dari Bing Bing. Bing Bing mengatakan kalo Wang Nuo menyuruhnya untuk berpura-pura nggak ada yang terjadi. Ia mengaku telah disengat (dimarahi) oleh Bruce beberapa kali. Bing Bing bertanya apa yang harus ia lalukan sekarang? Wang Nuo tersenyum. Ia merasa nggak percaya Bruce punya hati yang rapuh. Wang Nuo membalas pesan Bing Bing. Ia memberitahu kalo sekarang sedang sibuk kerja, ia meminta Bing Bing untuk membicarakannya nanti di rumah. Pokoknya, jika lawan bergerak, jangan bergerak jika perubahan yang nggak diperlukan mulai tetjadi. Bing Bing mengiyakan. Ia berterima kasih sudah mau jadi Romeo yang baik, bukannya Wang Nuo yang br*engsek. Wang Nuo mengakhirinya dengan kalimat sampai ketemu nanti malam. 


Wang Nuo terus tersenyum menatap ponselnya. Xiao Fang baru saja keluar dan melihat Wang Nuo sangat bahagia. Ia mendekat dan bertanya kenapa Wang Nuo sangat bahagia? Wang Nuo malah balik nanya, apa dia sebahagia itu? Xiao Fang membenarkan. Wang Nuo banyak senyum. Ia meminta Wang Nuo mengatakan padanya. Wang Nuo kekeuh mengatakan kalo dia nggak senyum (lah, jelas-jelas senyum, masih nggak ngaku. Hadeuh, tepok jidad!) Wang Nuo bertanya apakah Xiao Fang sudah menyelesaikan apa yang ia suruh? Dengan lantang Xiao Fang menjawab sudah selesai. Wang Nuo lalu menyuruh Xiao Fang untuk pergi an memesan ultrasound karena ada pasien yang akan membutuhkannya nanti. Wang Nuo lalu pergi meninggalkan Xiao Fang dengan terus tersenyum sambil menatap ponselnya. Xiao Fang aja sampai heran sendiri melihatnya. 


Wang Nuo dan Bing Bing makan di atap. Bing Bing mengeluhkan kisah cintanya yang berakhir bahkan sebelum ia memulainya. Sambil makan ayam ia bertanya pada Wang Nuo  menurutnya apa dia nggak mungkin dengan guru? Wang Nuo menjawab kalo ekspresi Bing Bing mengatakan segalanya. Bing Bing merasa mungkin guru nggak ingin mencampurkan pekerjaan dengan perasaan pribadi. Itu nggak berarti Bruce nggak benar-benar menolaknya, kan? Wang Nuo berpikir kalo Bing Bing harus segera menyerah. Menurutnya, semakin Bing Bing menginginkan sesuatu, maka ia akan semakin kecewa jadinya. Bing Bing mau mengambil ayam lagi. Wang Nuo menegur Bing Bing. Ia bahkan belum makan sepotongpun. Ia meminta Bing  Bing menyisakan beberapa untuknya. Bing Bing memberitahu Wang Nuo kalo seorang gadis yang patah hati memerlukan banyak makanan untuk penyembuhan. Ia berpesan pada Wang Nuo untuk membeli yang banyak lain kali karena paha ayam itu enak. Wang Nuo tersenyum. Ia meminta Bing Bing memikirkan sisi baiknya. Lebih baik berpisah sekarang daripada putus setelah pacaran  kalo Bruce tahu sisinya yang sebenarnya nanti, Wang Nuo yakin kalo dia pasti nggak akan ragu untuk putus dengannya. Jadi sakit yang sebentar lebih baik daripada sakit yang berkepanjangan. Bing Bing menatap Wang Nuo tanpa berkedip. Wang Nuo bertanya padanya kenapa membelalakkan mata? Padahal Wang Nuo menghiburnya. Bing Bing berterima kasih. Wang Nuo memang benar-benar tahu bagaimana cara menghibur orang. Wang Nuo nggak akan bilang, nggak papa. Ini nggak seserius yang kamu pikirin. Segalanya akan berhasil gimanapun juga. Tapi kenyataannya nggak ada yang baik yang keluar dari mulut kotor. Bing Bing menanyakan apa itu yang disebut menghibur? Wang Nuo mengatakan kalo gadis seperti Bing Bing hanya ingin mendengar kata-kata yang konstruktif. Bing Bing berpikir Wang Nuo hanyalah orang yang punya kepribadian berbelit-belit. Seperti tadi malam. Dia juga... . Bing Bing nggak jadi mengatakannya. Ia meminta Wang Nuo melupakannya. Bing Bing nggak ingin memikirkannya lagi. Wang Nuo bertanya ada apa dengan semalam? Bing Bing agak ragu mengatakannya. Ia berpikir Wang Nuo harus banyak membaca buku dengannya. Bing Bing beranjak ke kamarnya. Ia akan mengambilnya untuk Wang Nuo. 


Bing Bing masuk ke kamarnya dan mengambil buku yang ia maksud. Wang Nuo ikutan kasuk. Bing Bing memberikan buku itu pada Wang Nuo. Seekor Kucing Yang Hidup Sejuta Kali. Bukannya itu buku anak-anak? 


Wang Nuo membawa buku itu duduk di kursi. Bing Bing memilih duduk di tempat tidur. Bing Bing bercerita kalo dahulu kala ada seekor kucing betina yang kuat. Dia hidup sejuta kali. Dia sudah dicintai oleh sejuta orang. Tapi dia nggak bahagia. Dia sudah bersama raja di masa perang, sebagai asiaten tukang sihir, dan sekali dia mengikuti seorang petualang untuk melakukan perjalanan keliling dunia, tapi dia jatuh ari kapal dan tenggelam. Wang Nuo (dan aku) mula tertarik dengan cerita Bing Bing. Ia menatap Bing Bing dengan serius. Wang Nuo bertanya, bukankah hidup sejuta kal berarti dia juga telah mati sejuta kali? Bing Bing mekanjutkan kalo kucing itu nggak pernah menitikan air mata karena dia merasa dia nggak bisa bebas. Dan dia nggak tahu dia hidup untuk siapa. Hanya sampai dia menjadi kucing tanpa pemilik dan milik dirinya sendiri. Itulah saat dia benar-benar mengalami kebahagiaan. 


Wang nuo terdiam dengan mata berkaca-kaca. Ia menutup bukunya dan mengatakan kalo dia nggak suka cerita itu. Ia lalu bangkit dan keluar dari kamar Bing Bing. 


Bing Bing menghela nafas lalu menyusul Wang Nuo. Ia menebak kalo Wang Nuo nggak suka cerita itu karena karena kucing itu sungguh mirip dengannya, kan? Wang Nuo mengatakan kalo cerita itu terlalu sederhana. Hidup itu sendiri lebih tragis dari itu. 


Wang Nuo duduk di pintu. Bing Bing mengikuti duduk di sampingnya. Bing Bing bertanya apa Wang Nuo sungguh tahu bahwa apa yang ia katakan adalah benar? Wang Nuo mengaku tahu. Bing Bing berpikir ketika  Wang Nuo bilang bahwa dia adalah Wang Zhen, itu adalah benar. Tapi lalu Wang Nuo menyebutnya b*doh ketika ia bilang bahwa nggak masuk akal kembar punya tanda lahir yang sama. Wang Nuo menunduk. Matanya mulai berkaca-kaca lagi. Ia bertanya gimana bisa Bing Bing tahu siapa dia sebenarnya? Bing Bing mengatakan karena Romeo bilang kalo hidup dengan topeng itu melelahkan sehingga Juliet nggak ingin Romeo hidup dengan kesulitan seperti itu. 


Wang Nuo mengulang cerita Bing Bing tadi. Seekor kucing yang hidup sejuta kali, hanya hidup dengan memakai topeng sejuta kali, kan? Bing Bing memberitahu kalo nggak ada yang bisa membuatnya memakai topeng, dan hanya Romeo yang bisa melepaskan topeng itu. Menurut Bing Bing, terus memakai topeng akan mencegahnya dari merasakan kebahagiaan hidup.


Wang Nuo menghela nafas lalu menatap Bing Bing. Ia kemberitahu kalo dia benar-benar nggak papa. Tapi habis itu dia malah nangis. Dialah yang telah hidup selama 15 tahun. Benar-benar baik-baik saja. Bing Bing menatap Wang Nuo dan ikut merasa sedih. Wang Nuo memalingkan wajahnya karena nggak ingin Bing Bing melihatnya menangis. 


Wang Nuo bangkit dan kembali masuk. Ia menghela nafas panjang (berat banget kayaknya). Ia lalu duduk di tempat tidur Bing Bing. Bing Bing bangkit dan ikut masuk. Wang Nuo berkata kalo dia harus menulis cerita. Karakter utamanya mungkin akan memilih tetap hidup karena dia merasa bersalah. Karena dia keras kepala, dia membunuh kakaknya. Wang Nuo mengingat, andai hari itu dia nggak bersikeras pergi ke bagian laut paling dalam, ... . 


Wang Nuo menunduk. Dia nggak sanggup melanjutkannya. Wang Nuo mengatakan kalo bukan karena dia bersikeras ingin masuk ke air, mungkin kakaknya nggak perlu meninggal. 

Flashback...


Wang Nuo berengang menghampiri Wang Zhen sambil memanggilnya. Wang Zhen tenggelam. Wang Nuo panik karena Wang Zhen nggak kelihatan lagi. Dia lalu menyelam dan melihat Wang Zhen tenggelam. Wang Nuo menghampirinya dan mendorongnya ke atas. Tapi hal itu malah membuat dirinya sendiri tenggelam. Wang Zhen yang sudah berada di atas menggeleng melihat saudaranya tenggelam sementara Wang Nuo mengulurkan tangannya dan terus ke bawah. 

Flashback end...


Wang Zhen (kita panggil gitu karena sudah terbukti kalo dia adalah Wang Zhen) makin sedih teringat peristiwa itu. Menurutnya dialah yang menyebabkan kakaknya meninggal. Dia lah yang menyebabkan dia meninggal. Wang Zhen menyesalkan kenapa dia yang hidup? Gimana bisa dia membiarkan Wang Nuo menghilang? Wang Zhen mengatakan kalo dia yang membuat Wang Nuo meninggal. Wang Nuo meninggal karena dirinya. 


Wang Zhen mengaku ingin melupakan waktu itu. Tapi dia nggak punya pilihan lain selain memberitahu orang tuanya. Pah, putramu yang baik sudah meninggal. Dan dia meninggal karena putramu yang nakal. Wang Zhen sangat tertekan. Dia sampai meremas celananya saking sedihnya. Bing Bing menatap Wang Zhen. Untuk mengurangi penderitaan seseorang, Wang Zhen menyembunyikan dirinya begitu lama. Dia sudah memakai topeng selama 15 tahun. Selama itu dia sudah menjadi orang lain. Wang Zhen melanjutkan kalo kakaknya telah menyelamatkannya. Jadi ia harus menjalani hidup yang seharusnya ia jalani. Menurutnya itu adalah tanggung jawabnya. Itu satu-satunya jalan yang bisa ia lakukan untuk  Wang Nuo. Wang Zhen nggak sanggup untuk melanjutkannya. Terlalu aakit rasanya untuk kembali mengingat saat-saat itu. 


Bing Bing melangkah menghampirinya. Ia duduk di samping Wang Zhen. Ia menebak kelanjutannya. Jadi Wang Zhen mulai tekun belajar, membiarkan Wang Zhen tanpa ambisi, menjadi dokter Wang Nuo, 

Flashback...


Wang Zhen melepas seragamnya dan menggantinya dengan seragam milik Wang Nuo. 

Flashback end...


Bing Bing menanyakan gimana dengan Wang Zhen? Wang Zhen mengingatkan kalo itu adalah hidupnya. Walaupun dirinya nggak pernah membayangkan akan menjadi dokter, tapi bulankah itu adalah pilihan yang terbaik? Wang Zhen mengaku telah berusaha keras untuk hidup untuk dua orang. Itu yang membuat Wang Zhen berhutang pada Wang Nuo. Bing Bing berkata sebenarnya di hari Wang Nuo menghilang, bukankah Wang Zhen juga menghilang? Wang Zhen cuman bilang bisa jadi. Wang Zhen menghela nafas mencoba tegar. Karena rasa bersalah ia memutuskan untuk memakai topeng. Tapi di kenyataan, Wang Zhen hanya ingin hidup untuk satu orang saja. Wang Zhen sebenarnya sudah menghilang dulu sekali. Wang Zhen mencoba tersenyum. Ia memberitahu Bing Bing saat ia jadi Romeo, ia sedikit merasa kalo Wang Zhen masih hidup. Dan hanya di dunia game, ia bisa bernafas lega meski hanya sebentar. Rasanya seperti...bersyukur masih tetap hidup. Wang Zhen tersenyum. 


Bing Bing meletakkan tangannya di lengan Wang Zhen. Ia bertanya pada Romeo. Tahukah dia kalo Wang Zhen sudah melakukan yang terbaik. Wang Zhen yang masih sedih nggak bisa bilang apa-apa. Bing Bing mengelus lengannya. Wang Zhen mengangkat tangannya seolah ingin bilang kalo dia baik-baik aja. Ia meminta Bing Bing untuk melupakannya. Ia sudah berakting selama bertahun-tahun. Dia bahkan nggak bisa mengatakan apakah ia Wang Zhen atau Wang Nuo. 


Bing Bing tersenyum. Ia berpindah di depan Wang Zhen. Ia mengaku bisa mengatakan perbedaannya. Di rumah sakit, orang yang bertindak keren adalah Wang Nuo. Di depannya, orang yang berbicara cepat adalah Wang Zhen. Di game, orang yang sangat menyenangkan, yang memperlakukan yang lain dengan baik adalah Romeo. 


Bing Bing lalu menyentuh dada Wang Zhen yang terdapat tanda lahirnya. Ia tersenyum menyapanya. 
Halo! Sudah lama, Wang Zhen. Kita telah bertemu ketika kita masih kecil. 

Wang Zhen menatap Bing Bing dan ada senyum kecil di wajahnya. Ia menatap tangan Bing Bing di dadanya. Ia pun membenarkan. Itu sudah lama sekali. Ia lalu menyebutkan namanya sendiri. Wang Zhen. Wang Zhen menatap Bing Bing dengan tersenyum. Bing Bing membalas senyuman itu.

Bersambung...

Komentar:
Hiks..hiks!! Jadi ikutan nangis lihat Wang Nuo nangis. Eh Wang Nuo apa Wang Zhen, ya? Romeo aja, deh ^_^. 

Tapi emang gitu, ya saudara kembar. Sedikit cerita: sempet deket sama seseorang yang punya kembaran. Awalnya sih nggak tahu kalo dia ternyata punya saudara kembar. Tahunya pas main ke rumahnya. Dan emang kebanyakan nggak tahu kalo mereka kembar kalo yang nggak deket banget. Ceritanya emang waktu kecil mereka sering tukar posisi. Apalagi orang yang deket sama aku. Jahil banget. Kalo pas lebaran suka menggantikan posisi kembarannya biar bisa dapat uang saku dobel. Ha..ha.. . Tapi pas udah dewasa udah enggak lagi. Secara sifat, hobi, sekolah, penampilan semuanya beda banget satu sama lain. Lah kok malah curhat??!! Hadeuh, tepok jidad!

10 komentar

Lanjutannya di tunggu nih buat mengisi liburan ^_^

Lanjutannya do tunggu sampe bolak balik tiap hari ngintip blog ini

Mohon maaf banget-banget sebelumnya. Udah ada kok lanjutannya. Ditunggu aja. ^_^

mba dilnjut dunk sinop ny,udah bulak balik lom ad2 jg,smgt y

Ditunggu lanjutannya, please tolong dilanjut, makasih

Sabar dunk, katanya kalo sabar kuburannya lebar ^_^
Kalo penasaran bisa lihat bocorannya di instagram @mimieniez

Udah ada kok lanjutannya. Ditunggu aja, nanti juga bakal dipost ^_^

mbaa dilanjut dunkkk plissss

ya ampyunnnn,,,,dilanjut dunk mba...

ktny udh ad lanjutanny kok gk di post2 jg mbaa,,,jgn lma2 y