Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Grand Prince Episode 12 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Grand Prince Episode 13 Part 1

Kang memberitahu kalo pelayan itu meninggal. Ja Hyeon terkejut mendengarnya. Kang merasa bisa memperlakukannya dengan baik. Kang ingin memperlakukannya sebaik orang lain. 


Mata Kang jadi berkaca-kaca. Ia lalu bangkit. Kang bertanya pada Ja Hyeon, menurutnya apa yang akan Kang lakukan dengannya? Ja Hyeon nggak menjawabnya. Dia serasa siap menarik pisaunya saat itu juga. Kang berbalik dan menatap Ja Hyeon. Ia menyuruh Ja Hyeon untuk kembali dan menunggu. Kang mengaku nggak akan pergu meski Ja Hyeon menyukauvpria rendahan di jalanan. Kang mengatakan akanvmenunggu waktu yang tepat. Ia janji akan mengikuti protokol saat ia datang pada Ja Hyeon. Ia bilang ke Ja Hyeon agar jangan memikirkan hal yang nggak masuk akal. Ia juga berpesan agar Ja Hyeon menjaga dirinya. 


Ja Hyeon menghela nafas lalu bangkit. Ia memberitahu Kang kalo bukan sikap yang terhormat untuk menginginkan kekasih adiknya. Sikap seperti itu terasa lebih seperti neraka. Kang bertanya apa Ja Hyeon pikir dia nggak tulus? Ja Hyeon nggak gentar. Ia menatap Kang dan mengatakan bahkan setelah 19 tahun, karena menginginkan sesuatu lagi, bukankah itu keserakahan? Menurut Ja Hyeon itu bukanlah cinta. Itu hanya obsesi. Kang bertanya apa Ja Hyeon nggak tahu kalo obsesi adalah cinta? Itu perasaan yang sama saat Ja Hyeon nggak mendapatkan apa yang ia inginkan. Perasaan Kang, keserakahannya, ... . Kang menyerah. Anggap aja itu bukan cinta. Tapi kenapa itu sulit? 


Ja Hyeon agak goyah. Kang maju dan memeluknya tiba-tiba. Ja Hyeon hendak menusuk Kang tapi Kang mencegahnya. Ia menggenggam tangan Ja Hyeon. Kang melepaskan pelukannya tanpa melepaskan tangan Ja Hyeon. Ia mengaku tahu apa yang Ja Hyeon pikirkan. Ja Hyeon ingin mati. Kang mengingatkan kalo Eun Sung masih hidup. Ja Hyeon bahkan nggak bisa membuang harapannya, jadi ia merasa sangat sulit untuk mati. 


Kang melepaskan tangan Ja Hyeon. Ia berkata kalo Ja Hyeon bisa kembali. Seenggaknya untuk hari ini. Kang menghela nafas lalu berbalik dan meninggalkan Ja Hyeon. Ja Hyeon sendiri mematung. 


Ja Hyeon keluar dengan hati yang kosong. Dia bahkan seperti nggak punya semangat. Pelayan Kang menyampaikan seharusnya ada tandu di luar pintu utama. Ja Hyeon terus berjalan seolah nggak mendengarnya. Sesampainya ia di luar, ia memandangi pisaunya. 


Tandu yang membawa Na Gyeom sampai. Ia segera keluar. Wajahnya tampak marah melihat ada tandu lain disana. Ia menatap rumah itu dengan geram. 


Kang santai meminum teh. Seorang pengawal berdiri di hadapannya. Kang menyuruhnya untuk mengirim seseorang yang bisa mengawasi rumah Daejehak. Kang khawatir Ja Hyeon akan melarikan diri. Pengawal mengiyakan  


Ja Hyeon masih berjalan. Ia melihat Na Gyeom menatapnya marah. Ja Hyeon menghela nafas dan kembali berjalan. Ja Hyeon kembali menatap Na Gyeom. Na Gyeom bertanya padanya apa Ja Hyeon ingin hidup sebagai selir di rumahnya? Na Gyeom mengaku nggak mengdarapkan sesuatu seperti persahabatan dari Ja Hyeon pada saat ini. Tapi bukan itu yang ia inginkan. Apa Ja Hyeon memutuskan untuk menjadi binatang buas? Apa yang Ja Hyeon inginkan? Ja Hyeon menantang Na Gyeom. Jika ia bisa membuat pangeran  Eun Sung tetap hidup, maka Ja Hyeon bisa menjadi lebih buruk daripada binatang buas. Na Gyeom tersenyum meremehkan. Ja Hyeon melanjutkan, pikirkan siapa yanh lebih buruk dari binatang buas itu. Pangeran Jin Yang yang mengancam kehidupan adiknya dan menginginkan kekasih adiknya. Na Gyeom yang meninggalkan teman-teman dan keluarganya demi ambisinya. Na Gyeom nggak mau kalah. Dia bertanya siapa yang baru saja keluar daru rumah setelah bersama suami orang lain? Ja Hyeon balik nanya, apa Na Gyeom pikir Ja Hyeon mau? Apa Ja Hyeon datang kesini karena dia mau? Naa Gyeom memberitahu kalo pangeran Eun Sung akan mati pada akhirnya. Untuk menyelamatkannya, meski Ja Hyeon menjual tubuhnya, dia akan mati juga. 


Ja Hyeon maju dan bertanya apa maksud Na  Gyeom? Menurut Ja Hyeon pangeran Eun Sung selamat dari maut. Dia diasingkan ke sebuah pulau. Na Gyeom tertawa. Apa Ja Hyeon pikir dunia akan membiarkan penghianat tetap hidup? 


Roo Si Gae sampai di tempat. Ia mendengar Na Gyeom mengatakan Eun Sung nggak diberi kesempatan untuk hidup karena air mata permohonan Ja Hyeon. Kesepakatan yang Ja Hyeon miliki dengan pangeran Jin Yang. Janji yang coba Ja Hyeon pertahankan, ... . Na Gyeom menegaskan kalo Hwi nggak diberi kesempatan untuk hidup karena hal-hal itu. Ja Hyeon tampak terpukul mendengarnya. Na Gyeom melanjutkan, ia meminta Ja Hyeon mendengarkannya baik-baik. Jangan berlama-lama di dekat suaminya. Na Gyeom mengaku bisa mentolerir seorang gisaeng, tapi nggak untuk Ja Hyeon. Bahwa Ja Hyeon mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan pangeran Eun Sung, omong kosong semacam itu membuat Na Gteom merasa mual. Na Gyeom memberitahu nggak ingin membawa Ja Hyeon kerumahnya sebagai selir. Na Gyeom melarang Ja Hyeon mendekati taman bunganya lagi. 


Roo Si Gae nggak suka mendengarnya. Dia lalu memanggil Ja Hyeon, Asshi! Si Gae menghampiri Ja Hyeon dan mengajaknya pergi. Ia menarik Ja Hyeon dan membukakan tandu untuknya. Para pengawal keluar. Tandu yang dinaiki Ja Hyeon berjalan melewati Na Gyeom. Si Gae melirik sinis ke Na Gyeom. Begitu pula dengan Na Gyeom. Para pengawal mengikuti Ja Hyeon. Ja Hyeon berbalik dan menatap marah melihat tandu Ja Hyeon pergi. 


Didalam tandu Ja Hyeon menangis. Ia menghela nafas berat. Sedih banget kayaknya. 


Tandu Ja Hyeon sampai di depan rumahnya. Si Gae membukakan pintu tandu dan menyuruh Ja Hyeon keluar. Ja Hyeon keluar dan memperbolehkan orang-orang itu untuk pergi. Ia lalu tersenyum menatap Si Gae. Tanpa bilang apa-apa Ja Hyeon lalu melangkah masuk. Orang-orang yang membawa tandu pergi. Para pengawal maju. Pimpinan memerintahkan anak buahnya untuk mengawasinya. Para pengawal mengangguk dan berdiri di depan pintu masuk. 


Si Gae memberitahu kalo mereka mengawasi Ja Hyeon. Menyebalkan. Ja Hyeon menatap Si Gae dan bertanya kenapa Si Gae berbicara sopan padanya dan memanggilnya Asshi tadi? Si Gae menjawab karena mereka di depan seorang wanita yang menjengkelkan. Ja Hyeon berhenti melangkah dan menatap Si Gae. Ia mengatakan kalo ia harus pergi ke pulau Kyodong. Yang mulia sedang dalam bahaya. Si Gae mengingatkan kalo mereka mengawasi Ja Hyeon, dia nggak bisa pergi. Si Gae saja yang pergi. Ja Hyeon mengatakan ia saja yang pergi. Si Gae nggak bisa bahasa mereka dengan baik. Gimana kalo Si Gae nggak bisa menemukan tempat tinggal pangeran Eun Sung? Si Gae menghela nafas. Benar apa yang dikatakan oleh Ja Hyeon. 


Para pengawal berjaga di pinggir pantai. Hwi sedang menulis di kamarnya. Ia menulis nama Ja Hyeon. Hwi tiba-tiba terdiam. Ia mengambil kertas itu dan menggantinya dengan kertas yang baru. 


Seseorang melangkah dengan tergesa-gesa. Ia memakai cadar sehingga wajahnya nggak kelihatan. Ia menyelinap ke tempat tinggal Hwi. Melewati Gi Teuk yang tengah tidur di kamarnya. 


Hwi masih menulis. 
Aku tinggal di tepi sungai, merindukanmu tanpa henti. Hwi berhenti menulis karena merasa ada orang di luar. Ia memanggil Gi Teuk, dikiranya itu Gi Teuk. Tapi nggak ada jawaban. Hwi kembali menulis. Tiba-tiba ia berhenti lagi. Matanya melihat ke luar. 


Hwi bangkit dan melangkah pelan-pelan. Tangannya meraih pintu bersamaan dengan orang bercadar yang menarik pedangnya. Belum juga Hwi membuka pintunya, orang itu sudah menusuk pintu dengan pedang dan mengincarnya. 


Orang itu masuk. Hwi berusaha menghindar. Ia melawan dengan memakai benda-benda di sekitarnya. Hwi berhasil mendorongnya dan membuka cadarnya. Orang itu ternyata adalah Jungkook. Hwi nampak terkejut. Jungkook menyerangnya lagi. Hwi menghindar dan berhasil menendangnya. Jungkool bangkit dan mengacungkan pedangnya ke leher Hwi. Hwi mengatakan jika itu karena dendam yang Jungkook miliki terhadapnya karena ayah Jungkook, maka nggak papa. Hwi mempersilakan Jungkook untuk membunuhnya. Tapi orang yang membuat ayahnya mati akan dikubur dalam sejarah. 


Jungkook maju dan menyuruh Hwi untuk diam. Keserakahannya untuk menjadi raja membuatnya mempermalukan raja dan membunuh para menteri. Hwi berteriak menyatakan kalo itu bukan dirinya. Jungkook bertanya kenapa Hwi bisa tetap hidup karena ix adalah bangsawan? Jungkook akan menganggap ini sebagai kehendak surga untuk bisa menghukumnya. Hwi mengaku merasa marah karena dituduh melakukan kejahatan yang nggak ia lakukan. Jika pedang pelayan yang setia ada di tangan putra tirinya membunuh Hwi, maka Hwi akan menganggap itu sebagai kematian yang terhormat. Hwi memejamkan matanya. Dia serasa nggak takut sedikitpun. 


Jungkook berteriak dan mengayunkan pedangnya. Tapi sebelum pedang itu melukai Hwi, ia sudah lebih dulu dipukul sama Gi Teuk. Jungkook pun jatuh pingsan. Gi Teuk bertanya apa Hwi baik-baik saja? Nafas Hwi memburu. Ia selamat dari kematian. 


Sebuah perahu datang ke pulau Kyodong. Mereka adalah orang yang diselamatkan oleh Hwi dari orang-orang Jurchen. Mereka berjalan. Meninggalkan lautan. Orang yang ada di depan berhenti melangkah sambil mengangkat tangannya meminta yang dibelakang untuk berhenti juga. Tapi orang yang dibelakangnya malah terus berjalan dan menabraknya. Orang itu menegur, Hochi! Hochi, orang yang bertubuh gembul meminta maaf. Mereka lalu kembali berjalan. 


Hwi sedang membelah kayu. Gi Teuk mengambil kayu yang sudah dibelah dan mengumpulkannya. Ketiga orang tadi sampai dan menyapa Hwi, yang mulia! Hwi menoleh menatap mereka. Ketiga orang tadi menghampiri Hwi dan menangis. Gi Teuk yang sedang di rumah menoleh keluar. Ketiga orang itu bersujud di hadapan Hwi. Hwi bertanya apa ini? Kenapa mereka melakukan hal-hal yang nggak merrka lakukan sebelumnya? 


Gi Teuk keluar dan memanggil mereka, hyung-nim! Gi Teuk berjalan menghampiri mereka. Mereka berpelukan dalam suasana haru yang membahagiakan. Dari dalam rumah tampak Jungkook yang memperhatikan. Gi Teuk bertanya kenapa mereks kesini? Gimana mereka bisa tahu tempat ini? Orang yang di depan mengatakan saat Hwi berada di ibu kota, mereka pikir mereka akan kesulitan menemukan Hwi. Orang yang di sebelahnya menambahkan setelah tahu kalo Hwi menderita, mereka merasa nggak bisa diam saja. Si gembul bertanya orang macam apa yang menuduh Hwi melakukan kejahatan keji itu? Orang yang di depan berkata Hwi bahkan mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan rakyatnya. Orang yang berdiri disampingnya membenarkan dan memeluk Gi Teuk. Hwi menghela nafas dan tersenyum menatap mereka. 


Jungkook sudah kembali sehat. Ia memakai seragamnya keluar dari kantornya. Seorang pengawal menghampirinya dan memberitahu para tamu sudah datang. Jungkook melihat orang-orang itu dan menghampiri mereka. Mereka adalah orang-orang Kang. Mereka menyapa Jungkook, putra mendiang Menteei Urysan Umum Doh Yeon Soo. Apa ia jenderal Doh? Jungkook membenarkan, ia Doh Jungkook. Anak buah Kang menyampaikan kalo mereka datang dari ibu kota. Ada yang ingin mereka katakan padanya. Jungkook hanya menatap mereka tanpa berkata apa-apa. 


Sebuah tandu keluar dari rumah Ja Hyeon. Pengawal Kang menghentikannya. Ia bertanya mereka mau kemana? Pelayan sedikit gugup. Ia menjawab kalo Asshi akan memanjatkan doa pada Buddha di pegunungan. Pengawal mengatakan akan ikut. Ja Hyeon mengatakan mereka akan pergi sendiri. Pengawal mengingatkan kalo ia diperintahkan oleh pangeran Jin Yang untuk menemani Ja Hyeon kemanapun ia pergi. Ja Hyeon mengiyakan dan mengajak pergi. Mereka pergi bersama pengawal. 


Setelah mereka pergi, Ja Hyeon yang memakai pakaian pria dan Si Gae keluar dan berlari ke arah yang berlawanan. 


Pelayan tampak khawatir. Beberapa kali ia melirik para pengawal itu. Orang yang ada di dalam tandu ternyata adalah Kkeutdan. Kkeutdan juga sama cemasnya dengan pelayan yang ada di depan. 


Ja Hyeon dan Si Gae terus berlari. Tiba-tiba Ja Hyeon terjatuh. Si Gae menghampirinya dan mengulurkan tangannya. Ja Hyeon tersenyum dan mengulurkan tangannya. Si Gae menggandeng tangan Ja Hyeon dan berlari bersamanya. 

Bersambung...

Komentar:
Ja Hyeon emang orangnya suka nekat. Ini juga bukan pertama kalinya dia pergi diam-diam sambil menyamar. Kira-kira apa reaksi Kang nanti kalo tahu. Secara dia sudah menugaskan pengawal buat menjaga Ja Hyeon tapi tetep ajs kecolongan. Hadeuh, tepok jidad!