Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 9 Part 3
Wang Zhen kembali lagi dan membawa dua cangkir kopi untuk dirinya dan Bing Bing. Tapi Bing Bing-nya udah tidur. Wang Zhen berusaha membangunkannya tapi Bing Bing nggak bangun juga. Wang Zhen sampai bertanya-tanya gimana bisa Bing Bing tidur seperti itu? 

Flashback...


Yi Le mengaku bisa melihat kalo Bing Bing juga peduli dan sangat khawatir sama Wang Nuo. Dan sebaliknya, Wang Nuo juga mengkhawatirkannya. 


Wang Min memarahi Wang Nuo karena sangat kasar. Ia menanyakan apa Wang Nuo tertarik pada Bing Bing? Nggak heran juga, sih. Ketika Wang Min bilang kalo mereka bersama, wajah Wang Nuo tampak sangat menakutkan. 

Flashback end...


Wang Zhen nggak habis pikir. Gimana mungkin? Wang Zhen menatap Bing Bing sinis. Dia lalu berbalik. Ia lalu teringat saran dari Yi Le yang menyuruhnya untuk mendekati Bing Bing dan lihat apa ada perasaan berdebar-debar dihatinya. Wang Zhen kembali menatap Bing Bing. Dia sendiri nggak percaya dia punya perasaan untuk pengganggu kecil itu. 


Biar nggak percaya juga dia tetap mendekati Bing Bing. Pelan-pelan dia mulai mendekatkan wajahnya. Dan... . Wang Zhen nggak percaya hatinya berdebar kencang. Nggak mungkin. Wang Zhen duduk. Tapi habis itu dia bangkit dan pergi. 


Wang Zhen kembali nggak lama kemudian. Dia membawa selimut untuk Bing Bing. Dengan penuh perhatian dia menyelimuti Bing Bing. Wang Zhen lalu duduk di samping Bing Bing. Matanya melotot saat tiba-tiba Bing Bing menyandarkan kepalanya dipundaknya. Wang zhen menoleh dan melihat wajah Bing Bing sangat dekat. Wah, makin dag dig dug, deh. Wang Zhen memgomel. Kalo ingin tidur, tidur yang benar! 


Wang Zhen mau menyingkirkan Bing Bing tapi malah dipeluk sama Bing Bing. Wang Zhen mengeluh. Apa Bing Bing seekor koala? 


Wang Zhen bersusah payahelepaskan diri dan akhirnya berhasil. Tapi dia masih nggak habis pikir. Gimana bisa? Gao Bing Bing? Wang Zhen nggak percaya dia suka sama pengganggu kecil itu. 


Bing Bing masih tidur tapi Wang Zhen sudah nggak ada disana. Bing Bing memimpikan Wang Nuo sebagai pangerannya. Dalam mimpinya Wang Nuo memintanya untuk menunggu. Bing Bing adalah wanitanya. 


Bing Bing membuka matanya. Ia lalu bangkit. Bing Bing bertanya-tanya kenapa dia memimpikan Wang Zhen? Dia lalu melihat note di meja. Pesan dari Wang Zhen. Ada makanan di kulkas. Ia menyuruh Bing Bing untuk memanaskannya dan memakannya. 


Bing Bing tersenyum. Dia lalu bangkit dan berjalan menuju kulkas. Bing Bing mengambil jus dan meminumnya. Dia masih nggak habis pikir bisa memimpikan Wang Zhen. Menurutnya dia pasti terlalu lelah. Itu pasti hanya sebuah ilusi. 


Bing Bing nggak sengaja melihat tas di dalam tong sampah. Ia pun mengambilnya. Ia ingat itu adalah tas yang dibawa Wang Zhen saat makan bersama di atap. Saat itu Wang Zhen nggak mengijinkannya untuk melihat apa isinya. Katanya itu hanya sampah. Nggak penting. 


Bing Bing penasaran dan mengambilnya. Sebuah boneka burung pipit kecil. Bing Bing merasa kalo itu sangat lucu. Kenapa Wang Zhen membuangnya? Apakah seperti itu? Ia pun berencana untuk menyimpannya. Bing Bing melihat isi tas itu lagi. Bahkan ada kartunya. Ia pun membukanya dan membaca isinya. 

Terima kasih telah membiarkanku menjadi diriku sendiri. Mesku jika Bruce menolakmu, aku akan selalu ada di sana memberikan dukungan buatmu. Kamu adalah teman yang paling berharga. 

Wang Zhen


Bing Bing melihat boneka dan kartu itu sekali lagi. Ia bertanya-tanya apa itu untuknya? 


Bing Bing datang ke toko kue. Pelayan toko menghampirinya dan memberitahu kalo Bruce bertengkar dengan pelanggan. Bing Bing pun buru-buru masuk. Ia meminta maaf. Ia lalu menatap Bruce dan menanyakan apa yang terjadi. Pelanggan pria mengatakan kalo ia memberitahu Bruce kalo tart buah aranya kurang manis tapi Bruce malah memintanya untuk minum satu botol gula. Bing Bing mengatakan kalo Bruce hanya bercanda. Ia menawari pelanggan cake pisang cokelat. Mungkin itu akan lebih sesuai dengan seleranya. Itu lebih manis. Bruce melarang. Jika Bing Bing membiarkan pelanggan itu memakan cake pisang dan cokelat, maka dia akan komplain kalo nggak cukup cokelat di dalamnya. Menurut Bruce, orang seperti itu nggak punya hak untuk memakan makanan penutupnya. 


Pelanggan makin kesal. Bruce bisa sombong hanya karena dia terkenal. Pelanggan itu sesumbar kalo dia punya 10.000 pengikut di Fb. Dia lalu mengajak pacarnya untuk pergi dari sana. Bruce menantangnya. Pergilah sekarang dan tulis komentarnya dan b*dohi penggemarnya yang nggak ber*tak. Tokonya nggak menyambut kedatangannya. 


Bing Bing meminta pelayan toko untuk mengejar mereka. Ia berniat memberi mereka kupon tapi Bruce melarangnya. Menurutnya tokonya nggak perlu pelanggan seperti itu. Bing Bing nggak enak hati. Ia mengingatkan kalo mereka berada di bidang pelayanan. Mereka nggak boleh begitu kasar pada pelanggan. Bruce menyindir, jadi mereka harus menerima apa yang dia bilang? 


Bruce menghampiri Bing Bing. Ia mengingatkan kalo makanan penutupnya adalah karya seni. Nggak sembarang orang bisa mengkritisinya. Bing Bing mengingatkan kalo kemarin Bruce sendiri yang bilang kalo masukan dari pelanggan sangat penting. Itulah alasan kenapa mereka mengubah menu hidangan penutupnya. Bruce berhenti membereskan meja dan menatap Bing Bing. Ia menyimpulkan kalo Bing Bing terganggu karena Wang Min. Nggak heran kalo Bing Bing terus menelponnya semalam. Bing Bing mau menjelaskan kalo dia menelpon Bruce karena... . Bruce memotong. Ia bertanya aps Bing bing tahu kalo dia sedang melakukan penelitian untuk membuat hidangan penutup yang baru? Apa Bing Binv nggak tahu kalo setiap proses dan ukurannya harus sangat tepat? Bruce mengira Bing Bing menelponnya untuk membicarakan hal yang membosankan. 


Bing Bing memberitahu sejujurnya kalo rumahnya bocor dan dia nggak punya tempat untuk tidur. Bing Bing mengaku hanya ingin memberitahunya. Bing Bing menjelaskan kalo dia nggak bisa mendapatkan taksi. Karena itulah ia terus menelpon Bruce. Bruce merasa bersalah. Ia memberitahu kalo Bing Bing biaa mengirimkan pesan singkat lain kali, maka Bruce akan kembali mengirim pesan saat ia melihatnya. Bing Bing mengangguk. Bruce meraih tangannya dan bertanya di mana Bing Bing tidur semalam? Bing Bing jujur menjawab tidur di sofa Wang Nuo karena dia sedamg dinas malam. Bruce lalu membelai rambut Bing Bing. Nggak heran ia melihat Bing Bing kurang tidur. Ia bahkan kelihatan nggak baik. Bruce lalu menawarkan agar Bing Bing pulang dan beristirahat. Ia janji akan mwngunjunginya setelah pekerjaannya selesai. Bing Bing mengangguk. 


Bing Bing pulang dengan berjalan kaki. Ia menyimpulkan kalo guru tahu kalo dia menelpon. Cuman Bruce lebih memilih membuat hidangan penutup daripada membalas telponnya. Bing Bing lalu berpikir kalo jika dia mengirim pesan, maka guru pasti akan datang secepatnya. 


Wang Zhen lewat di toko capit boneka. Pemiliknya menyapanya dan memberitahu kalo mereka memiliki promosi di mana ia akan mendapatkan sepuluh gratis untuk setiap 100 percobaan. Wang Zhen melihat burung pipit di dalam mesin pencapit. Ia lalu mengatakan kalo dia nggak membutuhkannya. Burung pipitnya sudah menemukan seseorang. Wang Zhen lalu kembali berjalan. 


Bing Bing sampai rumah pada malam harinya. Bruce rupanya sedang menunggunya. Bing Bing bertanya apa yang dilakukan gurunya. Bruce menghampiri Bing Bing dan meraih kedua tangannya. Ia bertanya apa Bing Bing menungginya disana sepanjang malam? Bruce meminta maaf. Bing Bing bilamg nggak papa. Ia melarang Bruce menyimpannya dalam hati. Bruce mengakui kalo dia telah terlalu fokus dengan pekerjaannya belakangan ini. Dia nggak pergi kencan dengan Bing Bing dan juga nggak melindunginya sebagai pacar (lah, situ baru sadar?) Bruce janji setelah toko berjalan dengan baik dan mendapatkan keuntungan, maka semuanya akan menjadi lebih baik. Bing Bing mengangguk. 


Bruce lalu menatap mata Bing Bing dalam-dalam dan pelan-pelan mendekatkan wajahnya. Bing Bing memejamkan matanya. Dia siap mendapatkan ciuman pertama dari Bruce. Tapi yang terbayang di pikiran Bing Bing adalah ketika ia mendapatkan ciuman dari Wang Nuo. Saat menang kompetisi dan itu untuk perut babi gratis. Tanpa sadar dia mendorong Bruce. Tapi sedetik kemudian dia malah menyesal. Apa yang dia lakukan? Kenapa ia menolak ciuman Bruce? Apa dia b*doh? 


Bing Bing meminta maaf. Ia hanya... . Bing Bing melihat ke samping dan ternyata ada Wang Zhen di sana. Bing Bing jadi merasa nggak nyaman. Bruce tersenyum dan menyapa Wang Nuo. Wang Zhen menghampiri mereka. Ia meminta mereka untuk mengabaikannya saja. Mereka bisa melanjutkannya. Wang Zhen lalu masuk. Bruce merasa nggak enak demikian juga dengan Bing Bing. Dia bahkan terus memandangi Wang Zhen. Tapi saat Wang Zhen balik menatapnya, Bing Bing malah memalingkan wajahnya. 


Wang Zhen masuk rumah dan jadi marah. Dia kesal pada Bing Bing. Membara...? Dipikirnya dia senter? Apa bebas untuk membara di rumah orang lain? Wang Zhen lalu melepas tas punggungnya. 


Bing Bing mau masuk ke kamarnya tapi ada note di pintunya. Dari Wang Zhen. 
Atapnya sudah diperbaiki. Ingat untuk memeriksa kembali apakah masih bocor. Bing Bing mau membalasnya via pesan telpon tapi nggak jadi. Wang Zhen bukanlah pacarnya. Kenapa juga dia harus menjelaskannya padanya? Bing Bing lalu buru-buru masuk. 


Bruce mencicipi hasil karyanya tapi sepertinya nggak sesuai dengan apa yang diharapkan. Bing Bing bertanya apa yang terjadi dengannya? Sepertinya dia kelihatan nggak baik? Bruce bilang kalo dia nggak papa. Dia hanya kurang tidur semalam. Bing Bing jadi merasa bersalah. Apa karena apa yang terjadi semalam? Di pintu masuk rumahnya. Bruce malah nggak ngeh. Tapi dia merasa nggak papa dengan hal itu. Bing Bing meminta Bruce agar jangan salah paham. Ia merasa mereka bisa mencari waktu untuk pergi berkencan. 


Bruce berbalik dan mengambil sesuatu di lemari lalu kembali lagi ke Bing Bing. Ia mengatakan kalo mereka biasanya bersama. Waktunya yang digunakan di pekerjaan sudah melewati jumlah waktu untuk mereka berkencan. Bing Bing tampak kecewa. Bruce berusaha menghiburnya. Ia memberitahu Bing Bing kalo toko besok tutup. Ia mengajak Bing Bing untuk pergi kencan. Ia bertanya kemana Bing Bing ingin pergi? 


Bing bing lalu berubah jadi semangat. Dia bilang ke Bruce kalo dia ingin mendaki gunung. Bing Bing mengaku tahu tempat yang indah dimana mereka bisa melihat matahari terben dan pemandangan di malam hari. Bruce mengiyakan. Ia setuju mendaki gunung. Bing Bing tersenyum bahagia. Seperti pasangan kekasih pergi kencan? Bruce ngangguk. Bing Bing lalu mengatakan akan kembali kerja. 


Wang Zhen nggak bisa tidur gara-gara dengar suara berisik dari atap. Padahal dia tampak lelah banget kayaknya. Wang Zhen pun memutuskan untuk ke atap dan menegur Bing Bing. 


Bing Bing sendiri sedang menari-nari sambil mencoba baju. Wang Zhen main masuk gitu aja dan memarahinya. Pukul berapa sekarang? Musiknya keras banget. Semua orang harus tidur. Bing Bing meminta maaf. Ia hanya terlalu senang dan nggak memperhatikan waktu. Bing Bing lalu mematikan musik dari laptopnya. 


Wang Zhen menarik Bing Bing dan bertanya apa dia akan pergi kencan besok? Bing Bing mengiyakan. Ini yang pertama untuknya. Bing Bing tersenyum kegirangan. Wang Zhen meledek Bing Bing. Jadi orang yang ada di luar rumahnya semalam, yang menolak dicium itu bukan Bing Bing? Bing Bing memotong, tentang itu,...kemunculan Wang Zhen yang tiba-tiba membuatnya takut. Tapi Bing Bing akan mendaki gunung besok. Wang Zhen mengulangi, mendaki gunung? Bing Bing mengiyakan. Wang Zhen lalu tertawa. Bing Bing bertanya ada apa Wang Zhen ketawa? 


Wang Zhen menilai kalo Bing Bing benar-benar nggak kenal Bruce dengan baik. Sambil duduk Wang Zhen ngasih tahu kalo bagi Bruce, kencan itu mungkin pergi melihat film "seni" dan pergi ke makan malam dengan lilin setelahnya. Wang Zhen kembali tertawa. Mendaki gunung? Itu pasti idenya Bing Bing. Bing Bing bertanya apa salahnya dengan mendaki gunung? Menurutnya orang bisa melihat pemandangan indah. 


Wang Zhen melambaikan tangannya. Ia sependapat dengan Bing Bing. Mendaki gunung memang bagus. Hanya saja Bruce punya pantangan besar. Dia itu benci kemacetan lalu lintas. Bing Bing jadi ngeri sendiri. Apalah itu benar? Wang Zhen santai, kenapa juga dia harus bohong? Ia malgh menakut-nakuti Bing Bing. Gimana kalo dia kena macet dan membuat suasana hatinya jelek? Gimana kalo pas dia turun gunung dan dia menyadari kalo mereka berdua nggak cocok dan akhirnya mutusin Bing Bing? 


Bing Bing jadi sebel. Wang Zhen temennya apa enggak, sih? Kenapa malah ngomongin tentang putus? Lupain aja, deh! Kedepannya, Bing Bing nggak akan berbagi apapun lagi tentang Bruce ke Wang Zhen. Itu akan lebih baik. Wang Zhen bangkit dan menatap Bing Bing. Dia nggak peduli. Hubungan Bing Bing meningkat apa enggak bukanlah masalahnya. Tapi kalo mereka berdua nggak punya moral, itu yang akan mempengaruhinya. Bing Bing bertanya apa maksud Wang Zhen? Wang Zhen memperjelas, Bing Bing dan Bruce  membara di rumahnya, di publik. Wang Zhen mengaku nggak nyaman. Ia bisa kena katarak. 


Wang Zhen merasa nggak bisa kayak gini. Ia akan membuat peraturan aktivitas. Bing Bing protes, apa Wang Zhen murid SD? Peraturan aktivitas apa maksudnya? Wang Zhen mulai menyebutkan. Nomor satu, Bing Bing nggak boleh membawa pria ke rumah. Bing Bing mengingatkan kalo Wang Zhen juga kenal sama Bruce. Lagian juga dia selalu membawanya pulang. Yang kedua, kalo Bing Bing mau punya hubungan, maka nggak masalah. Itu bukan urusan Wang Zhen. Tapi Wang Zhen melarang Bing Bing untuk memperlihatkan perasaannya ketika ia berjarak 100 meter dari rumahnya. Nomor tiga, lampu harus sudah dipadamkan pukul 10.30 malam. Bing Bing juga nggak diperkenankan untuk mendengar musik atau bicara di telpon. Bing Bing protes lagi. Dia perlu bilang selamat malam pada Bruce. 


Wang Zhen membenarkan idenya. Bing Bing nggak boleh bicara pada Bruce di telpon. Apa Bing Bing tahu kenapa? Bing Bing menggeleng. Dia nggak tahu. Wang Zhen memberitahu kalo setiap kali Bing Bing berpura-pura lembut ketika bicara pada Bruce di telpon, Bing Bing akan melompat-lompat dan teriak-teriak setelah telponan. Itu terlalu ribut untuk Wang Zhen. Yang nomer empat, jam malam Bing Bing adalah jam 10 malam. Setelah jam 10 malam, Wang Zhen akan mengunci pintu dan Bing Bing nggak akan bisa pulang. Maka jam 10 malam adalah jam malam Bing Bing. 


Bing Bing nggak terima. Ia menyindir, itu tempat tinggal wanita apa penjara? Wang Zhen keterlaluan. Wang Zhen nggak mau kalah. Ia menyombongkan kalo itu adalah rumahnya jadi dia yang membuat peraturannya. Terserah Bing Bing apa dia mau tinggal disana atau enggak. Bing Bing selalu bisa pindah keluar. Bing Bing menatap Wang Zhen dengan tatapan penuh benci. Wang Zhen juga melakukan hal yang sama. Dia membatin kalo uang depositnya tiga kali sewa. Bing Bing sebaiknya punya uang untuk pindah. 


Bing Bing lalu mengambil boneka burung pipit yang ia temukan di keranjang sampah Wang Nuo. Dia bicara dengan pipit itu dan memintanya untuk melihat Romeo sekarang. Bukankah dia mengataka akan jadi kekuatan prndukung Bing Bing? Gimana bisa dia berubah jadi kepala sekolah yang menakutkan? Wang Zhen berniat mengambil pipit itu dari tangan Bing Bing. Pipit itu, gimana bisa ada di Bing Bing? Bing Bing memberitahu kalo dia melihat itu ketika dia tinggal di tempat Wang Zhen. Wang Zhen bertanya apa dia bilang kalo itu untuk Bing Bing? Wang Zhen bahkan sudah membuangnya... . Bing Bing melanjutkan, ke tempat sampah? Bing Bing mengaku sudah membaca kartu yang Wang Zhen tulis untuknya. Bing Bing berterima kasih pada Wang Zhen. 


Wang Zhen menjelaskan kalo dia membuangnya ke tempat sampah itu artinya dia sudah mggak menginginkannya. Wang Zhen berusaha merebutnya tapi Bing Bing nggak ngijinin. Menurutnya ini begitu lucu. Gimana bisa Wang Zhen membuangnya? Kalo dis nggak menginginkannya dia kan bisa memberikannya pada Bing Bing? Wang Zhen bertanya apa Bing Bing anjing liar? Kenapa dia mengorek tempat sampahnya? Bing Bing bilang kalo dia enggak. Dia hanya petugas perlindungan lingkungan. 


Bing Bing lengah dan Wang Zhen berhasil merebutnya. Bing Bing bertanya kenapa Wang Zhen merebut kuncinya? Itu miliknya. Bing Bing berusaha merebutnya kembali tapi Wang Zhen menghadangnya. Akhirnya Bing Bing berhasil mendapatkannya. Wang Zhen mengatakan akan memberinya burung pipitnya. Tapi peraturan aktivitas berlaku mulai sekarang. Wang Zhen memerintahkam Bing Bing untuk memadamkan lampu dan pergi tidur sekarang juga. 


Bing Bing protes. Dia bahkan belum mandi. Wang Zhen nggak mau tahu. Ia mengancam kalo Bing Bing nggak mau mendengarkannya, mala dia akan menutup air dan listriknya. Wang Zhen melangkah keluar. Bing Bing bertanya gimana bisa Wang Zhen melakukan itu? 


Wang Zhen sudah sampai di luar. Bing Bing yang kesal menutup tirainya. Wang Zhen melihatnya tapi nggak bisa ngapa-ngapain juga. Di kamarnya Bing Bing bertanya-tanya apa yang terjadi? Kenapa Wang Zhen berubah jadi versi jahat dari Romeo? Di luar Wang Zhen menghela nafas lalu pergi. 


Wang Zhen main game. Gui Lian melapor padanya kalo Juliet masih belum online. Ia bertanya apa mereka  perlu mengirim pesan padanya? Wang Zhen menjawab nggak usah. Jangan pedulikan dia. Romeo mengaku nggak tahu Juliet pergi kemana lagi untuk mengorek sampah. Sekarang tim pria aja. 


Bing Bing jadi kencan dengan Bruce. Mereka akan naik gunung. Jalanan macet. Di dalam mobil, Bruce sudah mulai nggak sabar dan itu membuat Bing Bing jadi nggak tenang. Sesekali Bruce menatap Bing Bing sambil senyum. Seseorang lalu melintas. Bing Bing bertanya padanya tentang apa yang terjadi di depan. Orang itu memberitahu kalo ada kecelakaan mobil di depan. Mungkin butuh waktu. Oh, Bing Bing berterima kasih. 


Bing Bing melihat Bruce menghela nafas. Ia bilang ke Bruce kalo sebaiknya mungkin mereka harus turun dari gunung. Bruce bilang nggak papa. Menurutnya kalo mereka nggak bisa melihat matahari tenggelam, mereka masih bisa melihat pemandangan malam. Bing Bing mengangguk. Tapi habis itu Bing Bing melihat Bruce kembali nggak tenang. Bing Bing lalu bertanya kenapa mereka nggak melihat pemandangan malam lain hari saja? Gimanapun juga pemandangan malam akan selalu di sana. Bruce mengiyakan. Ia lalu bertanya apa yang ingin Bing Bing lakukan selanjutnya? Bing Bing berpikir sebentar. Dia lalu ingat kata-kata Wang Zhen lalu bilang ke Bruce untuk pergi nonton film seni saja. Bruce setuju. 


Wang Zhen menikmati secangkir kopi sambil melihat ke luar. Yi Le memanggilnya. Ia ingin bicara tentang jadwal ruang operasi besok. Mungkin akan ada perubahan. Wang Zhen nggak denger dan hanya fokus melihat ke luar. Menurutnya udara hari ini benar-benar bagus. Banyak orang akan turun gunung. Pasti ada kemacetan jalan. Yi Le jadi tertarik lihat Wang Zhen tersenyum. Apa yang membuatnya membuat ramalan? 


Wang Zhen berbalik dam menatap Yi Le. Yi Le menasehatinya agar memperhatikan kualitas hidupnya walaupun Wang Nuo sibuk kerja keras. Wang zhen bilang ke Yi Le bahwa ia nggak akan membiarkan ramalan orang lain mempengaruhinya. Ia lalu meletakkan cangkir kopinya. Wang Zhen melanjutkan kalo dia berpikir untuk mencari waktu pergi mendaki gunung dan memancing. Untuk menikmati hidup yang menakjubkan setelah kerja keras mereka. Yi Le menilai kalo itu bagus sekali. Ada kebahagiaan seperti itu di dunia ini. Ia menyarankan agar Wang Nuo menggunakan cara yang ia sukai untuk menjalani hidupnya. Wang Zhen menatap Yi Le sambil senyum. Dia lalu melihat ke luar dan merasa sedih. 

Bersambung...

Komentar:
Akhirnya bisa lanjut lagi. Wang Zhen mulai membuat aturan biar Bing Bing jauh dari Bruce. Dia bahkan seneng karena mengira Bing Bing dan Bruce bakal kejebak macet di kencan pertama mereka. ^_^