Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 9 Part 1
Wang Zhen keluar dengan ditemani Bing Bing. Ia meminta Bing Bing untuk berjanji padanya. Bing Bing bertanya janji apa? Janji bahwa ia akan menjaga rahasia itu. Bing Bing mengangguk mengiyakan. Wang Zhen mengatakan kalo ayahnya tahu tentang itu, ia rasa ayahnya akan jadi gila. Bing Bing mengiyakan. Wang Zhen menambahkan kalo Ai Zhen jatuh cinta pada kakaknya. Wang Zhen mengaku nggak ingin menyakitinya. 


Bing Bing mengatakan kalo dia ngerti. Dia nggak akan mengatakannya pada siapapun. Bing Bing lalu mengangkat jari kelingkingnya dan mengajak Wang Zhen untuk janji jari kelingking. Wang Zhen menolak. Bing Bing asal menarik tangan Wang Zhen. Ia berkata, orang yang membocorkannya adalah anjing. Wang Zhen malas. Ia meminta Bing Bing berhenti bertindak bodoh tentang hal penting ini. Menurutnya itu sangat kekanakan. Bing Bing nggak peduli. Ia tetap melakukannya. Juliet berjanji pada Romeo bahwa dia pasti nggak akan memberitahu siapapun. Bing Bing tersenyum menatap Wang Zhen. 


Bing Bing duduk di atas tempat tidurnya. Ia berpikir kalo dokter Wang pasti sangat lelah. Dia telah memainkan banyak peran. Dia berpura-pura menjadi kakaknya selama bertahun-tahun. Bing Bing lalu menyebutkan peran apa saja yang dimainkan oleh Wang Zhen. Wang Nuo, Wang Zhen, Romeo, dokter Wang. 


Bing Bing lalu teringat apa yang pernah dikatakan oleh Romeo di masa lalu. Semoga mereka semua bisa bertemu dengan orang yang tepat suatu hari nanti. Nggak perlu memakai topeng. Juliet mengangguk mengiyakan. Semoga saja begitu. Kalo itu terjadi, Juliet mengajak ketemuan. Saling berpelukan dan membuktikan ketulusan mereka. Ok! 


Bing Bing merasa kalo Wang Zhen paling nyaman saat ia menjadi Romeo. Bing Bing bicara dengan bonekanya. Malam ini ayo bermain dengannya sepantasnya. 


Juliet memanggil Romeo dan mengajaknya bermain satu putaran. Wang Zhen jadi semangat dengar ajakan dari Juliet. Dia memakai headphone nya dan mulai bermain. 

Juliet: Romeo, kamu melakukannya dengan sangat baik hari ini. 

Romeo: Itu semua karena bantuanmu. 

Juliet: Apa hubungannya sama aku? Rendah hati itu bukan gaya kamu. 

Romeo: perhatikan! Perhatikan!


Permainan selesai. Wang Zhen melepaskan headphone-nya lalu bicara sendiri. Tentu saja ada hubungannya dengannya, pipit b*doh! Dia telah membiarkan Zhen kembali. Wang Zhen tersenyum bahagia. Baginya itu sangat mengagumkan. Wang Zhen merasa sangat bahagia. Dari tadi senyum mulu. 


Bruce sedang membuat kue saat Bing Bing datang. Bing Bing menyampaikan kalo warna catnya telah disesuaikan. Bruce bisa pergi untuk memastikannya. Bing Bing bertanya apa ada perintah lain? Bruce memanggil Bing Bing dan memintanya menghampirinya. Bing menurut dan menghampirinya. Ia melihat kue yang dibuat oleh Bruce. Tiramisu dengan tulisan I am sorry di atasnya. Bruce meminta maaf padanya. Hari itu Wang Min muncul dan merusak seluruh rencananya. Bing Bing jadi salah tingkah dan nggak tahu mesti ngomong apa. Bruce mengambil sesuatu dan memperlihatkannya pada Bing Bing. Sebuah kalung. Bruce bertanya apa Bing Bing mau menjadi pacarnya? Bing Bing berkata dalam hati, meminta diri sendiri untuk segera mengatakan aku mau. Kalo nggak mengatakannya, maka nggak akan ada kesempatan ketiga. 


Bruce memanggil Bing Bing yang tengah melamun. Bing Bing tersadar dan bertanya apa ia sudah mengatakan sesuatu? Bruce menggeleng, Bing Bing nggak mengatakan apa-apa. Jadi..., gimana? Bing Bing mengangguk mengiyakan. Ia mau. Bruce tersenyum mendengarnya. Baguslah  ia bertanya bolehkah ia memakaikannya kalungnya pada Bing Bing? Bing Bing mengangguk. Bruce mengambil kalungnya dan memakaikannya ke Bing Bing. Bing Bing terus tersenyum menatap kalungnya. 


Wang Zhen berjalan sambil membawa dua kantung belanjaan. Ia akan menyeberang tapi sedang lampu merah. Sembari menunggu, dia mengirim pesan buat Bing Bing. Ia memberitahu Bing Bing kalo dia membeli banyak camilan hari ini. Apa Bing Bing siap untuk putaran kedua malam ini? 


Nggak seberapa lama pesan dibalas sama Bing Bing. Bagus, deh. Bing Bing juga punya berita yang ingin ia ceritakan pada Wang Zhen. Sampai ketemu di atap. Wang Zhen tersenyum dan menyimpan kembali ponselnya. 


Wang Zhen kembali berjalan dan melihat boneka burung pipit di mesin capit boneka. Menurutnya pipit itu mirip dengan Gao Bing Bing. Wang Zhen mampir dan memutuskan untuk bermain. Ia meletakkan belanjaannya dan tas punggungnya lalu mulai bermain. 


Wang Zhen sudah bermain lama tapi nggak ada satu bonekapun yang ia dapatkan. Pemilik toko menghampirinya. Ia bertanya apa Wang Zhen mau langsung beli satu? Harganya hanya NT$150. Wang Zhen menolak dan meminta orang itu untuk pergi dan jangan mengganggunya. Orang itu melihat Wang Zhen sambil mengelap kaca mesin capit boneka lainnya. Tapi tetap Wang Zhen gagal mulu. Ia lalu mengeluarkan setumpuk koin dan kembali bermain. Sampai koin terakhir habis, Wang Zhen tetap nggak dapat boneka. Akhirnya ia memanggil pemilik dan memberinya selembar uang kertas. Pemilik toko mengira Wang Zhen memutuskan untuk beli tapi ternyata dia hanya ingin memukar uang itu dengan koin karena ia ingin bermain lagi. 


Wang Zhen menata makanannya di atap. Ia menatap boneka burung pipit yang ia dapat dari mesin capit boneka. Ia lalu mengambil kartu dan menulis sesuatu di dalamnya. 

Terima kasih telah mengijinkanku menjadi diriku sendiri. Meskipun Bruce menolakmu, aku akan selalu berada di sisimu. Kamu adalah rekanku yang paling penting. 

Terakhir Wang Zhen menulis namanya tapi agak ragu antara mau menulis Wang Nuo apa Wang Zhen. Tapi akhirnya dia menulis namanya yang sebenarnya. Wang Zhen. 


Wang Zhen menghela nafas lega. Ia melipat kartunya dan memasukkannya kedalam amplop lalu dijadikan satu bersama bonekanya ke dalam tas. Nggak lama kemudian Bing Bing datang dan memanggilnya, Wang Nuo! Wang Zhen yang sedang minum langsung bangkit menghampiri Bing Bing. Ia memberitahu kalo dia membeli paha kesukaan Bing Bing. Wang Zhen agak heran melihat reaksi Bing Bing. Apa dia terkejut? Bing Bing memberitahu kalo dia menyatakan cinta padanya. Wang Zhen bertanya, siapa? Bing Bing menjawab guru. Wang Zhen bilang kalo dia nggak akan berani menyatakan cintanya. Wang Zhen menanyakan kelanjutannya. Bing Bing menyampaikan kalo dia segera menerimanya. Bing Bing merasa benar-benar harus berterima kasih padanya atas bantuannya. Bing Bing meraih tangan Wang Zhen dan menggenggamnya sebagai bentuk terima kasih. 


Bing Bing melihat ke belakang. Ia bertanya Wang Zhen tahu? Wang Zhen bahkan menyiapkan makanan kesukaannya. Apa Wang Zhen membantunya merayakannya? Bing Bing menghampiri meja itu. Wang Zhen sendiri mematung dengan wajah sedih. Ia menghela nafas mencoba untuk tabah. Bing Bing memanggilnya dan mengajaknya makan bersamanya. 


Wang Zhen memaksakan senyumnya dan menghampiri Bing Bing yang sudah makan duluan. Wang Zhen mengucapkan selamat pada Bing Bing. Bing Bing mengaku sangat bahagia saat ini. Dia lalu mengambil sekaleng bir dan mengajak Wang Zhen untuk bersulang. Wang Zhen merampas bir itu dari tangan Bing Bing dan menggantinya dengan sekotak susu. Ia mengingatkan Bing Bing kalo dia sakit jadi dia nggak boleh minum bir. Itu miliknya. Bing Bing menerimanya. Ia kembali cerita kalo tadinya dia nggak berpikir kalo guru bakalan menyatakan cinta padanya seperti itu. Wang Zhen sebelumnya bahkan bilang kalo Bruce nggak bakalan menyatakan cintanya dua kali. 


Wang Zhen mengingatkan  kalo Bing Bing sudah mengatakannya. Bing Bing menyuruh Wang Zhen untuk diam dan biarkan ia menyelesaikannya. Guru memberinya tiramisu dengan tulisan maafkan aku. Dia tiba-tiba mengeluarkan sebuah kalung. Apa menurut Wang Zhen itu sangat romantis? Menurut Bing Bing itu sangat romantis. Wang Zhen membantah, romantis kepalanya! Padahal mata Wang Zhen sudah berkaca-kaca. Ia meledek Bing Bing, trik bodoh seperti itu bisa menariknya? Wang Zhen membenarkan. Jatuh cinta akan menurunkan kepandaian Bing Bing. Kenapa Bing Bing nggak merayakannya dengan Bruce? Kenapa datang padanya? Bing Bing mengatakan karena Wang Zhen adalah teman terbaiknya, tentu saja Bing Bing harus memberitahunya. 


Bing Bing melihat tas kecil di hadapan Wang Zhen dan bertanya apa itu? Ia ingin mengambilnya tapi nggak dibolehin sama Wang Zhen. Katanya itu bukan hal penting. Wang Zhen menyuruh Bing Bing untuk segera memakan paha ayamnya kalo enggak... . Bing Bing mengatakan akan memakannya. Wang Zhen lalu meletakkan hadiahnya buat Bing Bing di bawah meja. Bing Bing kembali melanjutkan makannya. Ia bertanya kenapa Wang Zhen tahu kalo dia sangat suka itu? Wang Zhen menyuruhnya untuk makan lebih banyak lagi. 


Wang Zhen mengambil ponselnya. Bing Bing bertanya kenapa Wang Zhen nggak ikut makan? Wang Zhen meletakkan ponselnya. Nggak seberapa lama telponnya bunyi. Panggilan dari Xiao Fang. Wang Zhen beryanya ada apa? Xiao Fang malah bertanya apa ada yang penting? Wang Zhen terkejut. Apa? Pasien di kamar 502 akan melahirkan? Seberapa besar pembukaannya? Xiao Fang malah bingung. Ia mengingatkan kalo 502 itu dari divisi penyakit internal. Wang Zhen mengatakan akan segera ke sana. Bing Bing bertanya Wang Zhen akan pergi? Wang Zhen mengiyakan. Seseorang akan melahirkan. Seorang wanita tua hamil. Seorang wanita tua hamil akan melahirkan jadi situasinya sedikit gawat. Wang Zhen meminta Bing Bing untuk merayakannya sendiri. 


Wang Zhen bangkit. Bing Bing mengambilnya. Memberitahu kalo Wang Zhen meninggalkan sesuatu. Apa ia ingin Bing Bing membuangnya? Wang Zhen kembali dan mengambilnya. Ia bilang ke Bing Bing kalo dia akan membuangnya sendiri. 


Bing Bing bertanya-tanya sampah apa yang sepenting itu? Dia lalu melihat kalungnya dan kembali tersenyum bahagia. Wang Zhen yang sudah jauh menatap Bing Bing sekali lagi. Ia lalu melihat hadiahnya dan merasa sedih. 


Wang Zhen kembali ke rumahnya. Dia langsung duduk di sofa kesayangannya. Wang Zhen melihat bonekanya. Ia mengajaknya bicara seolah itu adalah Bing Bing. Wang Zhen akhirnya mendapatkannya setelah semua kerja keras itu. Tapi seorang pria memberinya sebuah kalung cantik dan dia... . Wang Zhen memperhatikan hadiahnya. Ia merasa barang murah seperti itu hanya akan membuat malu. Wang Zhen jadi marah. Ia membuang boneka itu ke tong sampah. 


Hari sudah malam. Wang Zhen main game dengan suasana hati yang kesal. Dia jadi menggerutui Bruce. Pengakuannya gagal tapi dia bangkit begitu saja. Orang macam apa yang mengaku terus-menerus sampai dia sukses? Juliet lalu mengiriminya pesan. 


Juliet: Apa kamu sudah selesai dengan operasimu? 

Romeo: Aku hanya keluar sebentar. Aku harus masuk ke ruang operasi nanti. 

Juliet: Kerja yang bagus kalo gitu. Eh, aku ingun tanya padamu. Bruce mengirim pesan padaku mengucapkan selamat malam. Aku benar-benar nggak tahu harus membalas apa padanya. 

Wang Zhen sampai nggak habis pikir. Yang benar aja!? 


Para dokter sedang rapat. Yi Le berkata kapanpun saatnya untuk pergeseran jadwal, mereka akan mulai mendorong bolanya. Rasanya itu terlalu berlebihan. Wang Zhen mengatakan akan mengambilnya. Ia meminta semua jadwal yang mereka nggak mau. Yi Le menatap Wang Zhen dan berterima kasih padanya. 


Ponsel Wang Zhen bunyi. Ia bilang ke Yi Le kalo dia akan mengangkatnya. Ia permisi. Wang Zhen mengangkat telponnya di luar. Dari Ai Zhen yang mengabarkan kalo dia sudah kembali ke Taiwan kemarin malam. Ai Zhen meminta maaf karena nggak menemaninya saat Wang Zhen dirawat di rumah sakit. Jadi Ai Zhen ingin mengajak Bruce untuk merayakan kepulangannya dari rumah sakit bersama. Ai Zhen bertanya apa Wang Nuo percaya kalo Bruce bilang dia akan membawa pacarnya? Wang Zhen mengaku sudah tahu. Ia lalu menutup telponnya dan kembali muram. 


Wang Zhen, Ai Zhen, Bruce dan Bing Bing makan malam bersama untuk merayakan kepulangan Wang Zhen dari rumah sakit. Bruce menatap Bing Bing dan bertanya apa menurut Bing Bing kalung itu sangat cocok dengannya? Bing Bing mengiyakan sambil memegang kalungnya. Bruce mengatakan saat pertama kali ia melihatnya, ia tahu kalo itu untuk Bing Bing. Ai Zhen melihat kalung Bing Bing. Menurutnya desainnya sangat unik dan sangat cocok dengan Bing Bing. Ai Zhen menanyakan gimana pendapat Wang Nuo. Wang Zhen nggak tahu mesti ngomong apa. Bing Bing melarang Ai Zhen bertanya padanya. Wang Zhen mungkin akan memastikan untuk memberitahu Bing Bing dan berkata kalo kalung itu hanya cocok dengan perempuan yang cantik. 


Wang Zhen menyangkal. Menurutnya kalung itu cukup cocok untuk Bing Bing. Tapi ngomongnya ke Bruce dan Ai Zhen. Wang Zhen menatap Bruce dan memintanya untuk bercerita gimana dia mendapatkan Gao Bing Bing? Ai Zhen sependapat. Dia juga ingin tahu. Bruce mengatakan kalo itu berkat keterampilannya dalam membuat kue. Bing Bing tersipu malu. Bruce mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Bing Bing. Ia mengaku ada sedikit masalah awalnya tapi takdir menyatukan mereka bersama. Bing Bing makin tersipu. Wang Zhen membenarkan. Bing Bing tergila-gila padanya. Tentu saja dia adalah perempuan yang ditakdirkan untuk Bruce. Bruce dan Bing Bing tersenyum. 


Ai Zhen mengucapkan selamat pada mereka berdua dan juga kesuksesan dari toko kue mereka. Bruce berterima kasih sambil masih menggenggam tangan Bing Bing. Pelayan datang membawakan buku menu. Bruce menanyai apa yang Bing Bing mau. Bing Bing mengaku baik-baik saja dengan menu apapun. Bruce mengaku ingin memesan porsi besar seafood untuk semuanya untuk dibagi. Bing Bing setuju. Ai Zhen melarang karena Ah Nuo nggak makan ikan. Wang Zhen tersenyum membenarkan. Tapi menurut Bing Bing ikan sangat bernutrisi. Jika dia nggak menyukainya saat ia kecil, mungkin sekarang dia yang sudah besar menyukainya. Wang Zhen memberitahu kalo Ai Zhen paling mengerti dirinya. Dia mengaku nggak pernah menyukai ikan. Wang Zhen-lah yang menyukainya. Bing Bing melotot menatap Wang Zhen. 


Bruce merasa nggak masalah. Ada banyak makanan. Jadi Ah Nuo bisa memesan untuk dirinya sendiri. Yang penting bagi Bruce adalah apa yang Bing Bing mau. Bing Bing tersenyum. Ia akan memakan apa yang gurunya inginkan. Wang Zhen terus menatap Bing Bing. Bruce heran Bing Bing masih memanggilnya guru. Bing Bing hanya tersenyum. Ai Zhen ingin bertanya pada Wang Zhen tapi nggak jadi. Ia melihat Wang Zhen terus menatap Bing Bing. Mereka tampak nggak nyaman satu sama lain. 


Bing Bing bermain malam harinya. Ia ditanyai  teman-temannya kenapa Romeo nggak online belakangan ini? Bing Bing mengaku nggak tahu. Ia sudah lama nggak melihatnya. Teman Bing Bing bertanya apa mereka bertengkar? Bing Bing bilang enggak. Teman Bing Bing yang lain berpikir bahwa Bing Bing pasti telah menyinggungnya. Bing Bing mengaku dia nggak melakukannya. Teman Bing Bing menilai kalo Bing Bing terlalu percaya diri. Ia menyarankan agar Bing Bing berbaikan dengan Romeo sekarang. 


Bing Bing jadi kesal. Ia lalu melepaskan headphone-nya. Bing Bing berusaha mengingat-ingat awal mula perubahan sikap Romeo. Menurutnya sikap Romeo berubdh sejak acara makan di atap. Bing Bing cerita tentang kisah romantis Bruce. Romeo meremehkan. Romantis. Sedikit trik murahan dan Bing Bing sudah menjadi miliknya. Menurut Romeo jatuh cinta memang menurunkan kepintaran Bing Bing. Romeo bertanya kenapa Bing Bing mencarinya? Kenapa dia nggak merayakannya bersama Bruce? 


Bing Bing merasa setelah hari itu Romeo menjadi sangat aneh. Bing Bing jadi bertanya-tanya apa Romeo nggak suka dia pacaran sama Bruce? Bing Bing lalu bertanya pada bonekanya. Apa Romeo nggak ingin melihat orang bahagia? 


Ponsel Bing Binh bunyi. Ada pesan dari Bruce yang mengingatkan kalo besok adalah hari besar. Ia berpesan agar Bing Bing tidur lebih cepat. Selamat malam. Bing Bing tersenyum dan membalas pesan itu. Ia mengaku tahu. Selamat malam. 


Wang Zhen sedang memeriksa pasien. Seorang perawat menghampirinya dan memberitahu kalo ada masalah di kamar sebelah. Ia meminta dokter Wang agar memeriksanya. Wang Zhen mengiyakan dan segera kesana. 


Wang Zhen mendengarkan keluhan kakak ipar Bai He. Ia nggak bisa lagi bangun dari tempat tidur dan juga nggak bisa bergerak. Kakinya mati rasa dan ia belum ke kamar kecil selama sekitar 4-5 hari. Wang Zhen mengatakan akan meresepkannya alat pelembut. Is mengingatkan agar kakak ipar Bai He meminum lebih banyak air. Seorang perawat kembali mendatangi Wang Zhen dan memberitahu kalo pasien di kamar 318 telah pembukaan 4. Wang Zhen meminta perawat untuk menghubungi kamar bersalin. Ia akan kesana sekarang. Sebelum pergi Wang Zhen berpesan pada kakak ipar Bai He agar meminum banyak air. 


Wang Zhen keluar dengan terburu-buru. Ia menjatuhkan resep yang ia tulis pada perawat yang lain sambil berpesan agar membuatnya minum lebih banyak air. Wang Zhen berjalan sambil meminum kopi. 


Bing Bing datang ke rumah sakit. Ia bertemu dengan Xiao Fang yang sedang menggoda perawat. Ia akan mengajak perawat itu untuk makan di luar. Xiao Fang melihat Bing Bing dan bertanya kenapa Bing Bing ada di sana? Apa dia hamil? Bing Bing bilang enggak. Dia datang untuk nenek Wu dan juga untuk memberikan undangan. Undangan? 


Wang Zhen nggak sengaja melintas. Xiao Fang menyapanya. Wang Zhen melihat Bing Bing tapi nggak menyapanya. Wang Zhen meminum kopinya sampai habis lalu memberikannya pada perawat dan meminta perawat untuk membelikannya satu gelas lagi. Bing Bing memperhatikan Wang Zhen yang menguap. Wang Zhen pergi setelah memberikan laporan pada perawat. Ia berjalan sambil menelpon. Ia berkata masih ada 4-5 pasien. Ia akan datang setelah ia selesai. Bing Bing bertanya pada Xiao Fang kenapa dia terlihat sangat lelah? Apa dia beristirahat? Istirahat? Xiao Fang mengiyakan. Dia tidur kurang dari 3 jam sehari. Xiao Fang memberitahu Bing Bing kalo dia adalah raja mengambil alih jadwal rumah sakit mereka. Xiao Fang mengaku sangat khawatir kalo dokter Wang akan pingsan suatu hari seperti wanita hamil. Bing Bing melihat Wang Zhen dan merasa khawatir. 


Bing Bing  mengejar Wang Zhen dan bertanya kenapa dia nggak online belakangan ini? Gui Lian dan yang lainnya menanyakannya. Wang Zhen malas dan mengatakan kalo dia sangat sibuk. Bing Bing berpesan agar Wang Zhen merawat dirinya. Dia kelihatan nggak begitu sehat. Nggak jauh dari sana ada Yi Le yang diam-diam memperhatikan mereka. Wang Zhen mengatakan akan mengurus urusannya sendiri. Bing Bing nggak perlu peduli. Wang Zhen berbalik meninggalkan Bing Bing. Bing Bing mengatakan kalo ia kira mereka adalah teman. Bukankah teman saling peduli satu sama lain? 


Wang Zhen berbalik dan kembali menatap Bing Bing. Ia mrngaku sangat sibuk sekarang jadi dia nggak dalam suasana ingin mengobrol dengan Bing Bing. Wang Zhen bertanya apa dia boleh kembali bekerja? Bing Bing teringat dengan undangannya. Ia memberikannya pada Wang Zhen sambil memberitahu kalo tokonya akan buka besok. Bing Bing berterima kasih atas bantuannya. Bing Bing berharap ia bisa datang. Wang Zhen mengambilnya. Ia akan datang kalo nggak sibuk. 


Wang Zhen berbalik hendak pergi tapi Bing Bing memanggilnya. Romeo! Wang Zhen bertanya ada apa lagi? Bing Bing bertanya apa yang sebenarnya terjadi? Apa dia nggak suka Bing Bing pacaran dengan guru? Wang Zhen memalingkan wajahnya. Apa alasan yang ia miliki untuk nggak setuju? Bing Bing berkata hanya saja orang hebat sepertinya sangat berbeda dengan Bing Bing yang sederhana. Jadi harapan Bing Bing sangat sederhana. Yaitu bisa bersama dengan orang yang ia sukai dan memenuhi mimpinya bersamanya. Dan menjalaninya sesuai naluri Bing Bing. Wang Zhen menggeleng. Ia memberitahu kalo hidupnya nggak sesederhana hidup Bing Bing. Ia nggak seperti Bing Bing yang bermain pasangan, menerima beberapa beasiswa dan akan memiliki seseorang yang datang dan mengaku padanya. Bing Bing mengaku nggak tahu sampai ia mendengarnya hari itu. Kalo Wang Zhen harus mengurus kehidupan 2 orang. Menurut Bing Bing itu sungguh kerja keras. Jika Wang Zhen mau, dia juga boleh jadi dirinya sendiri. Asalkan ia mau. 


Wang Zhen terdiam. Ia nggak bilang apa-apa dan meninggalkan Bing Bing. Tapi baru beberapa langkah ia berbalik kembali. Wang Zhen merasa seharusnya dia nggak memberitahu semua itu ke Bing Bing. Itu mungkin hanya percakapan serius dengan orang asing. Wang Zhen berharap Bing Bing bisa melupakan semua itu. Itu saja. Kali ini giliran Bing Bing yang terdiam. Dia menatap Wang Zhen berbalik dan meninggalkannya. Matanya berkaca-kaca. Bing Bing bertanya-tanya kenapa dia sangat dingin? 


Wang Zhen berjalan melewati Yi Le. Yi Le melihat Wang Zhen dan mengkhawatirkannya. Ia membubuhkan tanda tangan lalu menatap sahabatnya. 

Bersambung...

Komentar:
Awalnya seneng Wang Zhen sudah mau jujur sama Bing Bing tentang siapa sebenarnya dirinya. Wang Zhen bahkan sampai menyiapkan hadiah buat Bing Bing. Tapi semuanya berubah saat Bing Bing cerita kalo dia sudah jadian sama Bruce. 

Wang Zhen jelas-jelas merasa cemburu. Dia bahkan sengaja menyibukkan diri buat melupakannya. Dia bahkan sengaja menjauhi Bing Bing dan mengacuhkannya.