Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 9 Part 2
Wang Zhen di kantin, bukannya makan tapi malah bekerja. Ia terus menguap. Yi Le membeli segelas kopi dan menghampiri Wang Zhen. Dia meletakkan kopinya di atas meja dan duduk di hadapan Wang Zhen. Yi Le memberitahu kalo Bagian Penelitian Negara menemukan jika minum tujuh cangkir kopi akan menyebabkan Wang Nuo berhalusinasi, seperti ia melihat hantu. Wang Zhen meletakkan cangkir kopinya dan mengatakan kalo Yi Le lah yang melihat hantu. Yi Le tersenyum. Ia bergaya seperti hantu bertanya apa Wang Nuo merasa bahwa ia sangat lelah, tapi dia sama sekali nggak bisa tidur? Dan ketika Wang Nuo melihatnya dengan pria lain, hatinya akan mulai sakit entah dimana? Wang Nuo bertanya siapa? Yi Le mengejek. Orang yang membuatnya nggak bisa tidur dan hatinya sakit adalah Gao Bing Bing, kan? 


Wang Nuo meminta Yi Le untuk berhenti bercanda. Tapi sesaat kemudian ia merasa kalo Yi Le benar. Wang Nuo menutup dokumennya dan menatap Yi Le. Itu hanya saja dia nggak berpikir kalo itu akan berhasil. Melihat Bruce yang belum pulih. Juga Gao Bing Bing yang melihatnya sebagai dewa. Lalu mereka pergi dan membuat toko kue. Bukankah itu seperti bermain rumah-rumahan? Yi Le mengangguk membenarkan. Lalu ketika Wang Nuo merasa nggak menyetujuinya, kenapa nggak mengatakannya? Wang Zhen malah balik nanya, apa yang bisa ia katakan ketika situasi sudah seperti itu? Wang Zhen bertanya apa Yi Le nggak kecewa bahwa Bruce mendapat kekasih? Yi Le menjawab enggak. Ia terbiasa menjadi penggemarnya, tapi sekarang ia adalah teman baik Bruce. Yi Le akan memberikan selamat pada Bruce atas apapun keputusan yang ia buat, selama dia bahagia. Yi Le lalu teringat sesuatu. Jadi Wang Nuo berkata kalo Gao Bing Bing akan merasa kecewa? Wang Zhen mengaku enggak. Ia hanya teman di internet. Itu karena sebelumnya dia... ah! Wang Zhen nggak bisa mengatakannya. Ia mengaku kalo mereka sudah cukup lama nggak saling berhubungan. 


Yi Le menggoda Wang Zhen, benarkah? Ia berpikir kalo Bing Bing sangat peduli dan sangat khawatir dengan Wang Nuo. Menurut Yi Le, Wang Nuo juga khawatir dengan Bing Bing. Wang Zhen menatap Yi Le dan meledek, apa dia bisa membaca pikiran orang? Bukankah imajinasinya sedikit liar? Yi Le memberitahu kalo itu disebut observasi. 


Yi Le memberi Wang Nuo saran. Kenapa dia nggak mau mencoba sebuah percobaan lain kali? Lebih dekat dengannya dan lihat kalo hatinya berdebar-debar. Wang Zhen dengan tanpa ekspresi memberitahu, Yi Le mungkin nggak tahu itu tapi mereka sudah berciuman dua kali. Yi Le terkejut. Whoa... . Wang Zhen menggaris bawahi kalo dua-duanya hanya kecelakaan. Yi Le mengaku mengerti. Tapi habis itu dia tersenyum. Nggak heran. Wang Nuo menyela. Ia memberitahu kalo nggak ada kata nggak heran. Lagian juga dia nggak merasakan apa-apa. 


Yi Le jadi sedih. Menurutnya itu yang pria nggak ngerti. Baginya wanita sangat peduli dengan hal itu. Wang Zhen hanya terdiam, begitu pula dengan Yi Le. 


Tiba-tiba Yi Le teringat kejadian malam itu. Cinta satu Malamnya dengan Bruce. Kala itu Bruce memintanya untuk jangan pergi dan tinggal bersamanya. 


Yi Le menghela nafas. Ia menasehati Wang Nuo kalo dia nggak akan pernah bahagia kalo dia membohongi perasaannya terhadap seseorang. Wang Zhen nggak menjawab apa-apa. Yi Le mengambil gelas kopinya lalu bangkit dan pergi. 


Wang Zhen mengangkat gelasnya dan hendak minum tapi nggak jadi. Dia sudah terlalu banyak minum kopi hari ini. Ia lalu mengambil undangan pemberian dari Bing Bing dan memandanginya. 


Pesta pembukaan kafe Bruce akhirnya tiba. Ada banyak kue disana. Wang Zhen datang agak terlambat. Ia langsung menyapa Bruce yang sedang bersama Ai Zhen dan tamu lainnya. Bruce meninggalkan tamunya dan memeluk Bruce. Wang Nuo meminta maaf karena datang terlambat. Ia mengucapakan selamat pada Bruce. Bing Bing yang berada nggak jauh dari sana merasa lega Wang Zhen mau datang. Ai Zhen menghampiri Wang Zhen dan Bruce. Bruce mempersilakan Wang Nuo untuk mengambil sesuatu untuk dimakan dulu sementara ia kembali menyapa para tamu. 


Wang Min tiba-tiba datang. Ia memanggil Bruce dan menghampirinya. Wang Zhen bertanya-tanya kenapa kakaknya bisa ada disana? Wang Min bertanya kenapa Bruce nggak mengundangnya ke pembukaan akbar? Wang Min memberitahu kalo dia membawa anggur kesukaan Bruce. Wang Min menyerahkannya pada Bruce. Ia mengatakan kalo dia ceroboh dan meminum setengahnya.


Pembawa acara maju dan mengucapkan selamat datang pada semuanya ke pembukaan akbar La Muse. Bruce meninggalkan Wang Min karena pembawa acara sudah memanggilnya selaku chef kepala. Wang Nuo memegangi kakaknya yang sudah mabuk. 


Semua orang bertepuk tangan saat Bruce maju. Bruce mengucapakan terima kasih pada semua orang yang telah datang di La Muse. Selama perjalanannya, ia mengaku punya pasangan yang selalu ada untuknya. Bruce menatap Bing Bing dan menyebutkan namanya, Gao Bing Bing. Seketika semua orang menatap Bing Bing. Bing Bing tersenyum lalu maju kedepan diiringi oleh tepuk tangan meriah dari para hadirin. Wang Min melihatnya dengan perasaan kesal. 


Bing Bing berdiri di samping Bruce. Sambil menatap Bing Bing Bruce mengatakan kalo semangat Bing Bing memberinya keyakinan, mengijinkannya untuk tetap gigih dan melanjutkan seperti yang mereka lihat sekarang. Itulah kenapa ia memilih nama La Muse. Karena... . Bruce menatap Bing Bing dan mengatakan kalo Bing Bing adalah bintang keberuntungannya. Hal itu membuat Bing Bing tersipu malu. 


Wang Min tambah kesal. Ia meneguk minumannya dalam sekali tenggak lalu menjatuhkan gelasnya tanpa ragu-ragu. Seketika semua orang terkejut dan menatap kearahnya. Wang Min mengangkat tangannya dan bertanya-tanya apa yang ia lakukan? Ia meminta maaf pada semua orang, tangannya tergelincir. 


Wang Min lalu maju dan menghampiri Bruce. Ia meminta maaf pada Bruce. Wang Min mengaku punya pertanyaan yang ingin ia tanyakan padanya. Bruce mengatakan kalo Bing Bing adalah bintang keberuntungannya. Lalu apa jenis bintangnya? Wang Zhen maju dan merangkul kakaknya. Wang Zhen meminta kakaknya agar nggak membuat masalah. Wang Zhen menatap Bing Bing nggak nyaman. Wang Min mencoba memberontak. Ia merasa nggak menyebabkan masalah. Ia hanya ingin tahu. Ia bilang ke Bruce kalo saat ia melihat Bing Bing, ia tahu kalo Bing Bing bukan orang yang tepat untuknya. Dia seperti anak-anak. Bing Bing langsung melihat dirinya sendiri. Wang Min bertanya gimana bisa Bing Bing menolongnya jika nggak tahu apa-apa? Wang Zhen menarik kakaknya yang mabuk. Wang Min nggak mau. Dia meyakinkan Bruce kalo Bing Bing akan menghancurkannya. Percaya padanya. 


Wang Zhen menarik kakaknya dan mengajaknya pulang. Wang Min menyatakan kalo dia nggak mabuk. Ia meminta adiknya agar berhenti menariknya. Menurutnya semua yang ia katakan adalah benar. Dia akan menghancurkan Bruce. Wang Zhen meminta maaf pada semua orang dan memberitahu kalo kakaknya mabuk. Wang Min kekeuh bilang nggak mabuk dan mengatakan kalo apa yang dia katakan adalah benar. Wang Zhen mengajak kakaknya pergi dan meminta semua orang untuk melanjutkan acaranya. Wang Min terus mengoceh mengatakan Bing Bing seperti kutukan. Bing Bing merasa sedih mendengarnya. Bruce berdiri di depan Bing Bing dengan maksud melindunginya. 


Wang Zhen membawa kakaknya keluar. Pas sampai di luar dia malah ditinggalin. Hadeuh... . Wang Zhen terpaksa mengejarnya. 


Wang Zhen menyetir buat kakaknya. Wang Min memintanya untuk menghentikan mobilnya karena dia mau turun. Wang Zhen menarik kakaknya dan memintanya untuk duduk yang baik. Wang Min kekeuh mau turun dan Wang Zhen kembali menariknya. Ia minta kakaknya berhenti bergerak-gerak. Wang min menangis minta diturunin. Wang Zhen terpaksa membentaknya. Duduk! Wang min bertanya-tanya gimana bisa dia menimbukkan masalah? Dia merasa sudah menhatakan kebenaran. Apa hak wanita terkutuk itu berada di sisi Bruce? Wang Min mengklaim kalo Bing Bing dan Bruce nggak cocok sama sekali. Wang Zhen berpendapat, mereka cocok apa enggak bukanlah urusannya. Wang Min lah yang lebih dulu selingkuh. Wang Min malah bertanya kenapa kalo dia selingkuh? (Lah, situ rasa selingkuh itu nggak masalah?) Wang Min mengingatkan kalo dia sudah bersama dengan Bruce dengan serius selama 8 tahun. 


Wang Min menatap adiknya. Wang Nuo bahkan belum berkencan dengan siapapun. Apa sih yang ia ketahui? Wang Zhen nggak menggubris dan serius menyetir. Wang Min mengatakan kalo bagi Wang Nuo perempuan hanya sekitar rahim dan menjadi sebuah alat pembawa. Ia merehkan, apa, sih yang Wang Nuo tahu? Wang Zhen nggak menjawab apa-apa. Wang Min kembali bertanya kenapa kalo dia selingkuh? 


Wang Zhen sudah nggak bisa sabar lagi. Ia tiba-tiba menepi dan menghentikan mobilnya. Ia bilang ke kakaknya, kalo dia tulus sama Bruce, dia harus mengucapkan selamat dengan tulus. Dan bukannys menyebabkan kesulitan saat dia sedang mabuk. Wang Zhen memberitahu kalo mereka baru aja mulai berkencan. Jika memang kakaknya punya hati nurani, bisa nggak dia menjauh dari mereka? Wang Min menatap adiknya dan menanyakan kenapa dia begitu marah? Apa dia juga punya rasa buat Bing Bing? Wang Nuo diam. Wang Min bertanya, Wang Nuo bahkan nggak menjawab? Gimana bisa wanita terkutuk itu bisa begiti menarik? Bahkan adiknya juga jatuh cinta sama dia. Wang Zhen menghela nafas. Wang Min teringat kejadian tempo hari. Pantas Wang Nuo terlihat marah daat dia mengatakan kalo mereka berkencan. Wang Min menunjuk wajah adiknya. Ia menyimpulkan kalo sebenarnya Wang Nuo hanya nggak puas seperti dia sekarang. 


Wang Zhen menyingkirkan tangan kakaknya. Dia memberitahu kakaknya kalo dia masih harus bekerja di rumah sakit sebentar. Wang Zhen hanya bisa mengantar sampai disana. Wang Min mengaku nggak ingin turun sekarang. Bahkan Wang Nuo pun menyukainya. Adiknya. Gimana bisa dia bisa begitu menarik? 


Wang Zhen keluar. Wang Min bertanya adiknya mau kemana? Wang Zhen membuka pintu untuk kakaknya dan menariknya keluar. Wang Min mengaku nggak ingin turun dari mobil. Wang Zhen nggak peduli dan tetap menarik kakanya. Ia meminta kakaknya berdiri dan meninggalkannya. Wang Zhen kembali ke mobilnya dan benar-benar pergi. Ia berpesan pada kakaknya agar memberitahu saat sudah sampai di rumah. Wang Min teriak-teriak mengatakan adiknya nggak punya perasaan. 


Wang Zhen mengganti jasnya dengan jas dokter. Ia lalu mengambil ponselnya. Ada pesan dari Bing Bing. 


Juliet: Romeo, terima kasih karena menyelesaikan situasi untukku hari ini. 

Romeo: Aku harus. Kakakku tukang pembuat onar itu. 

Juliet: Aku mengatakan beberapa kata di rumah sakit hari itu yang membuat kamu marah. Terima kasih karena sudah mau datang hari ini. Ucapan selamatmu benar-benar penting bagiku. 

Romeo: Jangan pedulikan apa kata saudariku. Bersama dengan Bruce adalah pilihan kalian berdua. Kalian nggak perlu persetujuan dari orang lain. 

Juliet: Terima kasih, Romeo. 

Wang Zhen menyimpan kembali ponselnya lalu kembali bekerja. 


Wang Min datang ke toko Bruce hari berikutnya. Ia mengaku dengar dari Wang Nuo kalo setelah dia mabuk dengan teman-teman perrmpuannya, ia pergi ke toko Bruce kemarin dan berkata omong kosong. Wang Mineminta maaf pada Bruce. Bruce menatap mantan pacarnya. Ia bertanya, Wang Min bahkan nggak ingat lagi? Wang Min menggeleng. Bruce menghela nafas. Ia meminta Wang Min untuk melupakannya. Dia mengaku sudah terbiasa dengan hal itu. Wang Min memberitahu Bruce kalo dia hanya mengatakan apapun saat mabuk. Bruce nggak benar-benar memikirkannya, kan? Bruce berpikir kalo Wang Min harusnya minta maaf sama Bing Bing. Bing Bing menatap Bruce dan bilang kalo dia nggak papa. 


Wang Min mengambil kue di meja. Ia menanyakan apa Bruce yang membuat itu? Menurut Wang Min itu sangat istimewa. Wang Min mencium aromanya dan memakannya. Bing Bing memberitahu kalo dia yang membuatnya. Kue itu disebut Baiser. Dalam bahasa Perancis artinya ciuman. Wang Min lalu memuntahkannya dan mengatakan kalo rasanya sedikit gosong. Bing Bing menatap Bruce dan Bruce hanya bisa menghela nafas saja. 


Wang Min minum dan melihat buku menu. Menurutnya menu itu terlalu manis. Wang Min bertanya apa Bing Bing juga meenggambar itu? Bing Bing mengiyakan. Itu karena Bruce ingin restorannya terasa seperti di rumah. Ia hanya menggambar dengan tangan. Wang Min bertanya lagi apa Bing Bing yakin kalo menu yang terlihat kekanak-kanakan itu cocok untuk restoran Bruce? Bruce mengambil buku menunya dari tangan Wang Min. Wang Min menanyakan pendapat Bruce. Dia tahu, kan betapa pentingnya restoran untuk memiliki kesan yang sesuai. Ia berpendapat kalo mencetak ulang menu hanya masalah kecil. Bruce berpikir kalo desain yang dibuat Bing Bing sangat baik. Tapi mereka bisa menemukan seorang desainer profesional untuk melihat itu. Mungkin meteka bisa memberikan sedikit bantuan. Bing Binh hanya mengangguk kikuk. 


Wang Min bangkit melihat tampilan kue Bruce. Bruce ikutan bangkit. Ia berjalan menghampiri Wang Min. Wang Min menanyakan apa Bruce pikir tampilan itu baik-baik aja? Bukankah Bruce mengatakan jika kue adalah sebuah karya seni, maka penampilannya adalah kanvasnya? Bruce melihatnya. Ia merasa sepertinya nggak ada jeda putih yang cukup. Bruce bertanya ke Bing Bing, bisa nggak mereka mengubah itu? Bing Bing ragu-ragu menanyakan Bruce juga ingin mengubah tampilan kuenya? 


Wang Min beralih ke lampu. Ia merasa jika cahaya itu di turunkan? Ia pikir akan terlihat lebih tenang saat malam hari. Bruce berpendapat kalo terlalu rendah itu akan mengganggu arus listrik. Bing Bing merasa sedih melihat mantan pacar pacarnya terlalu ikut campur. Wang Min menyuruh Bruce untuk melihat meja. Bruce hanya punya lima meja tapi mereka terlalu banyak mengambil ruang. Bing Bing hanya bisa menunduk melihat kedekatan mereka. 


Malam itu hujan deras. Bruce mengantarkan Bing Bing pulang. Bing Bing berterima kasih karena Bruce sudah mengantarkannya pulang. Bruce tersenyum. Ia pamit. Bruce mengusap kepala Bing Bing lalu pergi. Bing Bing tersenyum melihat kekasihnya pergi. 


Bing Bing naik dan masuk ke kamarnya. Kamar Bing Bing bocor. Ia panik dan segera menggeser kasurnya. Yang bocor banyak banget. Bing Bing mengambil panci untuk menampung airnya. Dia bahkan sampai memakai payungnya di dalam kamar. 


Bing Bing turun lagi. Sampai di bawah ia bertemu dengan Wang Zhen yang baru pulang. Bing Bing menyampaikan ke Wang Zhen selaku tuan tanah kalo atapnya bocor. Bing Bing memberitahu akan pergi dulu dari sana. Gimana bisa hujamnya deras banget. Wang Zhen bertanya kemana Bing Bing akan bersembunyi? Bing Bing menjawab akan pergi ke rumah Bai He atau guru malam ini. Bing Bing ingin Wang Zhen memastikan agar atapnya sudah diperbaiki besok. Tempatnya banjir. Wang Zhen menatap Bing Bing sambil membatin, Bing Bing baru mulai berkencan dan dia sudah seperti ini. Wang Zhen bilang nggak masalah. Ia menyarankan agar Bing Bing menelpon Bruce untuk menjemputnya karena hujannya deras sekali. Bing Bing mengiyakan dan bilang sampai jumpa. 


Wang Zhen masuk. Dia melihat Bing Bing sekali lagi. Bing Bing menelpon Bruce dan merasa kedinginan. Bing Bing bertanya-tanya kenapa Bruce nggak mengangkatnya. 


Bruce sendiri sedang memasak. Ia memotong buah markisa dan mengambil isinya. Dia melihat kalo ponselnya bergetar tapi sengaja nggak mengangkatnya. Dia bahkan sengaja membalikkan ponselnya karena nggak mau diganggu. 


Wang Zhen keluar lagi. Ia akan kembali ke rumah sakit. Dia memanggil Bing Bing dan bertanya kenapa dia masih disana? Dimana Bruce? Bing Bing yang sedang jongkok memberitahu kalo Bruce nggak mengangkat telponnya. Apa? Bing Bing bangkit tapi tubuhnya lunglai dan hampir jatuh. Ia bersandar ke pintu agar nggak jadi jatuh. Sambil menatap Bing Bing Wang Zhen bertanya apa dia baik-baik saja? Bing Bing mengaku baik-baik saja. Wang Zhen bertanya karena Bing Bing sedang itu (menstrulasi), apa ia mengidap anemia? Bing Bing mengangguk, dikit. Wang Zhen mengatai Bing Bing b*doh. Kenapa nggaj manggil taksi? Bing Bing mengaku nggak bisa mendapatkan taksi. Kalo nggak dia sudah pergi sekarang. Hujannya deras sekali. Dingin sekali. Wang Zhen merasa khawatir. Ia menyuruh Bing Bing untuk menunggu di rumahnya. Ia nanti adx jadwal kerja di rumah sakit. Bing Bing berterima kasih. Ia pun masuk. Dingin sekali. 


Wang Zhen membukakan pintu kamar mandi dan memberikan handuk buat Bing Bing. Akan lebih baik kalo Bing Bing mandi sebelum ia tidur. Apa Bing Bing mau naik dan mengambil bajunya sendiri? Bing Bing mengira bajunya pasti sudah basah sekarang. Wang Zhen meledek, bukankah sedikit gila kalo dia mencuci bajunya semunggu sekali? Bing Bing bilang nggak gitu. Ia mengaku sibuk dengan pembukaan toko kue dan juga membantu seseorang mengirimkan makanan ke rumah sakit. Aish..!!!


Wang Zhen pergi meninggalkan Bing Bing. Bing Bing melihat ke dalam kamar mandi Wang Zhen. Wang Zhen balik lagi dan melempar kaos ke Bing Bing. Bing Bung mengucapkan terima kasih lalu masuk ke kamar mandi. Wang Zhen hanya bisa menghela nafas. 


Bing Bing membuka tirai dan melihat bak mandi. Ia merasa benar-benar punya hubungan dengan kamar mandi itu. 


Wang Zhen mengambil minuman dari kulkas. Bing Bing sudah selesai mandi. Ia bertanya pada Wang Zhen, apa dia sengaja melakukan itu? Kenapa dia memberinya baju itu? Wang Zhen meminum minumannya lalu memberitahu kalo seorang pasien memberikannya padanya dan ia memberikannya pada Bing Bing. Menurut Wang Zhen, itu bisa mengingatkannya untuk lebih banyak berolahraga dan melatih tubuhnya agar ia tetap sehat. Bing Bing melangkah mendekat. Ia berterima kasih. Ia menunjuk pakaian Wang Zhen. Karena dua tulang semua, dia mengenakan itu untuk menenangkan dirinya sendiri. 


Wang Zhen menatap Bing Bing lalu tertawa mengejek. Ia memberitahu kalo dia punya daging iga di kulkas. Apa Bing Bing mau mengisi perutnya? Bing Bing langsung mengangkat tangannya. Ya! Wang Zhen lalu menanyakan gimana dengan daging iganya? (Whoa...dia bermain kata-kata). Bing Bing menjawab sebenarnya seluruh iga Wang Zhen sudah berada di tempat yang tepat. Dia terlihat sangat keren dan gagah. Bing Bing bahkan sampai mengangkat kedua jempolnya. Wang Zhen tersenyum. Cih. Dia lalu membukakan pintu kulkas buat Bing Bing. Bing Bing memujinya. Imut banget. 


Bing Bing menghabiskan sepiring daging. Ia mengaku kenyang sekali. Menurutnya Wang Zhen sangat pandai menggoreng daging. Pas banget. Wang Zhen tersenyum. Ternyata Bing Bing punya akal sehat. Ia lalu menanyakan gimana bisnis tokonya?  Bing Bing mengaku baik-baik saja. Wang Zhen mengangguk. Bing Bing bertanya kenapa Wang Zhen bertanya? Wang Zhen hanya melihat seluruh benda di tas Bing Bing basah dan dia harus mengeringkannya. Ia meledek, siapa yang tahu ia akan melihat kata id*ot tertulis di meny. Siapa yang id*ot? Apa Bing Bing id*otnya? Bing Bing yang kesal mengiyakan saja. Dialah id*otnya. 


Bing Bing bangkit dan beralih duduk di sofa. Siapa yang mengatakan pada guru untuk membuat tokonya terasa bagaikan rumah? Bing Bing melihat buku menu buatannya. Ia merasa sudah menghabiskan waktu lama untuk menggambar menunya. Wang Zhen menghampiri Bing Bing. Bing Bing menatapnya dan memberitahu karena perkataan kakaknya, semuanya akan dibuang. Dan juga, kakaknya membeli satu lemari pendingin untuk kue membutuhkan seenggaknya NT$100.000, padahal hadiah daru kompetisi hanya NT$400.000. Bing Bing jadi murung karena semuanya sudah habis sekarang. Ia mengaku kalo hatinya sakit. Wang Nuo menatapnya dan merasa nggak tega. Wang Zhen memberitahu kalo kakaknya emang begitu. Dia menjengkelkan. Ia menasehati Bing Bing kalo kakaknya menimbulkan masalah lagi buat Bing Bing, panggil saja dia dan ia akan menyeret kakaknya keluar. 


Bing Bing malas. Buat apa menyeretnya keluar? Ia mengingatkan kalo kakaknya datang untuk menemui guru. Menurutnya gurulah yang bisa menyuruhnya pergi. Bing Bing beralih ke sofa. Wang Zhen juga duduk di sofa kesayangannya. Ia menilai kalo Bing Bing memahami situasinya dengan cukup baik. Kenapa dia nggak memberitahu Bruce tentang apa yang baru saja Bing Bing katakan padanya? Bing Bing mengaku takut Bruce akan berpikir bahwa Bing Bing nggak cukup mendukungnya. Bing Bing melipat kakinya sambil memeluk bantal. Wang Zhen menatapnya. Ia menilai kalo Bruce agak nggak perhatian. Dipikirannya hanya ada keinginan untuk membuat kue. Ia menasehati Bing Bing kalo punya pikiran seperti itu  sebaikanya langsung katakan saja padanya. 


Bing Bing menatap Wang Zhen dalam-dalam. Wang Zhen melanjutkan, ia tahu kalo Bing Bing berharap Bruce nggak jadi terlalu dekat dengan kakaknya. Berharap toko itu akan jadi kerja keras mereka berdua. Berharap nggak akan ada pendapat orang ketiga dan seterusnya. Bing Bing memanggil Wang Zhen sebagai Romeo. Menurutnya Romeo sangat memahaminya. Dia juga selalu tahu apa yang ia pikirkan. Wang Zhen menatap Bing Bing. Menurutnya itu sangat mudah. Siapa sih yang nggak akan mengerti? Bing Bing menjawab kalo hanya guru yang nggak ngerti. Ia punya takdir bersama Bruce selama tujuh kehidupan, tapi kenapa Bruce nggak memahaminya? Wang Zhen tersenyum. Ia mengatakan kalo ada banyak jenis takdir. Takdir meteka di sebut dengan... . Secara bersamaan Bing Bing dan Wang Zhen sama-sama mengatakan takdir buruk. 


Wang Zhen (dan aku) tersenyum. Bing Bing menyandarkan kepalanya. Ngomong-ngomong tentang takdir buruk, Wang Zhen malah merasa kalo mereka lebih ditakdirkan bersama daripada Bing Bing dan Bruce. Wang Zhen melihat Bing Bing yang udah mau tidur. Bing Bing bertanya apa yang Wang Zhen katakan? Wang Zhen bilang akan membuat kopi. Ia menawari Bing Bing. Apa dia mau? Bing Bing langsung mengangkat tangannya, ya! Wang Zhen mengangguk lalu bangkit. 


Nggak lama kemudian Wang Zhen balik lagi dengan membawa dua cangkir kopi. Tapi Bing Bingnya malah sudah tidur. Wang Zhen berusaha membangunkan Bing Bing dengan memanggil-manggilnya dan menendanginya. Ia lalu teringat apa yang dikatakan Yi Le tempo hari. Yi Le menyuruhnya untuk mendekati Bing Bing dan lihat apakah jantungnya berdebar apa enggak. 


Wang Zhen menurut. Ia mendekat. Menatap wajah Bing Bing dalam-dalam dan mendekatkan wajahnya. Makin lama makin dekat. 

Bersambung...

Komentar:
Lah ini Wang Zhen mau ngapain? Masa iya mau nyium Bing Bing? Kan Yi Le bilangnya deketin aja, bukannya menciumnya. Hadeuh tepok jidad!
Tapi emang bener kata Wang Min. Wang Zhen emang nggak ngerti apa-apa tentang perempuan selain rahimnya dan alat reproduksinya. Dia aja nggak tahu kalo dia suka sama Bing Bing. 
Tapi lega akhirnya mereka baikan. Dan emang Wang Zhen itu memahami Bing Bing banget.