Advertisement
Advertisement
Sinopsis Facetale Cinderi ep 6

Di depan lift Cinderi teringat perkataan bosnya


Penulis Sinopsis: Imakyu
All images credit and content copyright: Naver TV Cast / Daum TV

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Facetale Episode 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Facetale Episode 8

‘Kau merias wajahmu sendiri?’ tanya bosnya ketua tim Hwang
‘Iya, kenapa?’ jawab Cinderi
‘Sepertinya wajah aslimu tidak begitu bagus tapi rupanya teknik meriasmu bagus juga' balasnya  Mengingat tadi membuatnya kesal bagaimana bisa ia kepikiran hal tsb. Lagipula buat apa dandan di depannya. Saat melangkah ke lift eh tetiba ia langsung keluar

Dan di toilet
 ’Tolong beri aku penampilan wanita karir yang paling giat bekerja.’ Pinta Cinderi pad peri MUA



Cara untuk merias Riasan Merah Menyala yang Glamor Adalah penting untuk melembabkan kulit saat melakukan riasan yang lengkap. Sekarang kita buat highlight terlebih dahulu sebagai dasarnya. Tutup semua lingkaran hitam dan area kulit kusam. Kemudian pakai bedak di wajahmu untuk menutupi bintik dan menuju tahap selanjutnya! Penting untuk mengaplikasikan maskara dekat ke dasarnya (dari bula mata).Ini ada cara keren untuk mengambil bulu mata yang jatuh. Pakailah highlight powder di sekitar mulut untuk dasarnya. Ulaskan pewarna bibir dengan menggunakan pensil.
Tidak perlu menggambar garis bentuknya sampai selesai.
Gunakan kuas untuk meratakan dan menyelesaikan riasan bibir. Oleskan lagi highlighter metalik di bibir supaya tampak bersinar. Jadilah serempak riasan minimalis dan canggih seperti BOM!

Ketua Tim Hwang menatap Cinderi kenapa ia lebih bercahaya dari biasanya. Ia pun tersadar tidak semestinya berpikiran seperti. Tapi ia menghampirinya


‘Apakah pekerjaan berjalan dengan baik?’ basa basi ketua tim Hwang
‘Ya. Aku akan segera menyelesaikannya jadi jangan kuatir.’ Ketus Cinderi ’Permisi, Nona Cinderi. Kau tidak lapar?’
‘Tidak.’ Tolak Cinderi Mendengar penolakan Cinderi dalam hatinya. Jika kita harus menyebutkan satu keburukan dari Cinderi yang baik dan tulus, itu adalah dia tidak peka. Mau gak mau ketua tim Hwang membeli makan sendirian. Tetiba hp Cinderi berdering dari Gye Mo ("Ibu Tiri). Mendengar suara serak Gye Mo yang sakit ia bergegas menemuinya. Tak sengaja bertabrakan dengan Ketua Tim Hwang.


‘Nona Cinderi kau mau pergi kemana? Apakah ka—‘ ’Aku sudah menyelesaikan pekerjaannya dan mengirimkannya padamu lewat email. Sampai jumpa besok.’ Pamit Cinderi ’Kau paling tidak seharusnya makan sushi dulu.’ Sedih Ketua tim Hwang sambil meneteng bungkus sushi


Di kamar Gye Mo
‘Apakah kau benar tidak apa-apa jika tidak pergi ke rumah sakit?’ kuatir Cinderi
‘Ya, ini hanya flu saja.’ Balas Gye Mo ’Kau tidak seharusnya pergi mengelilingi berbagai tempat dan tidak pulang ke rumah.’ Protes Cinderi
‘Bagaimana aku bisa melihat wajahmu setelah melakukan hal seperti itu' khilaf Gye Mo
‘Lalu kenapa kau melakukan hal seperti itu yang membuatmu tidak dapat melihat wajahku, kau br*ngsek.’ Marah Cinderi
‘Maaf.’ Balas Gye Mo
‘Tidak apa-apa. Aku sudah menyelesaikan masalah dengan Joon Yeol.Dan sangat mengganggu jadi seperti ini denganmu gara-gara seorang lelaki. Kita anggap saja ini tidak pernah terjadi.’ baik Cinteri
‘Terima kasih, Daeri.benar benar huk huk' ujar Gye Mo
‘Hei! Batukmu cukup serius. Aku harus mencarikan resep untuk membuatkan sirup batuk untukmu.Oh tapi ponselku dimana?’ ujar Cinderi sambil merogoh tasnya  Ternyata ponselnya terjatuh di lift, dan ketua tim Hwang yang menemukan. Narasi dijelaskan… Jika kau bertanya-tanya kenapa ponselnya ada pada lelaki ini. Saat menaiki lift, pria ini yang makan dua kotak sushi sendirian, menemukan ponsel yang jatuh di lantai. Dia penasaran jadi dia memutuskan untuk menelepon Cinderi dengan ponselnya, dan dia marah melihat namanya di simpan sebagai "Raja paling menyebalkan", walaupun gitu dia senang karena ini adalah kesempatan baginya untuk melihat Deri sekali lagi.Untuk alasan tersebut dia segera ke sana.


 Gye Mo kaget di jam seperti ini ada yang datang ke rumahnya
‘Siapa itu di jam seperti ini? Siapa...?’ herannya ’Ini bukannya rumah Cinderi?’ tanya ketua tima Hwang ’Jika ingin lebih tepatnya ini adalah rumahku dan Deri hanya tinggal di sini secara gratis.’ Jelas Gye Mo ’Tapi siapa...?’ tanya Ketua Hwang Dari belakang Cinderi datang
‘Siapa? Ketua Tim? Kenapa anda di sini?’ kaget Deri ’Oh, ini. Kau meninggalkannya di kantor.’sambil mengeluarkan hpnya dari balik jasnya ’Oh ponselku. Terima kasih. Tunggu. Kau bisa saja meninggalkan ini di resepsionis. Kenapa kau harus membawanya sendiri ke sini?’ heran Cinderi
Mendengarnya, makin meyakinkan bahwa Cinderi tidak peka.
‘Ada sesuatu yang perlu kulakukan di sekitar sini jadi aku memutuskan untuk membawanya untukmu.’ Jelas ketua Hwang ’Oh, begitu rupanya. Bagaimanapun, terima kasih ya. Kalau begitu sampai jumpa besok.’ Pamit Cinderi ’Permisi... Kau tidak merasa lapar?’cegat ketua Hwang ’Hmm? Tidak, aku tidak lapar.’ jawabnya ’Tapi aku sedikit lapar.’ Bujuk Hwang ’O ya? Apakah anda ingin makan sesuatu sebelum pulang?’kata Cinderi
‘Bolehkah?’ girang Hwang ’Di depan sana ada restoran sup Soodae yang enak namanya 'Soondaeria'. Cobalah semangkuk sebelum anda pergi.Restoran itu cukup terkenal. Pernah masuk TV. Sampai jumpa, bye.’ Polos Cinderi sambil meninggalkannya
Dalam hati ketua Hwang,memang ia benar tidak peka.


‘Itu ketua tim kau di kantor? Dia tampan.’ Kepo Gye Mo ’Apa gunanya dia tampan? Dia punya kepribadian yang berduri.Dia itu seperti iblis.’ Sinis Cinderi.
Bagi Gye Mo tidak demikian namun Cinderi kokoh pendiriannya. Narasi berkata Aku mengatakannya untuk ketiga kali, tapi Cinderi itu benar tidak bernalar.