Advertisement
Advertisement

Ja Hyeon melepas tusuk rambutnya dan menggunakannya untuk menusuk leher Kang. Kang menahan tangan Ja Hyeon. Ja Hyeon mengaku datang untuk membunuh Kang dengan tangannya sendiri. Kang menatap Ja Hyeon seolah nggak percaya kalo orang yang ia cinta berniat membunuhnya. 


Na Gyeom berhasil sampai di depan kamar Kang. Dayang Hong lagi-lagi menghadangnya. Na Gyeom menyuruh dayang untuk membuka pintunya. Dayang tetap nggak memperbolehkan Na Gyeom untuk masuk. Na Gyeom makin geram. 


Kang dengan sukarela meminta Ja Hyeon untuk membunuhnya. Dia bahkan menarik tangan Ja Hyeon agar menusukkan tusuk rambut itu ke lehernya. Kang beryanya apa Ja Hyeon pikir dia yang sudsh membunuh Eunsung? Kangengaku nggak membunuh Eunsung. Eunsung meninggal karena usahanya yang b*doh untuk melarikan diri. Ja Hyeon balik nanya siapa yang memfitnahnya sejak awal? Siapa yang mengirim orang tang nggak bersalah ke pengasingan? Air mata Ja Hyeon menetes. 


Kang menyingkirkan tangan Ja Hyeon dan mendorongnya. Kang menatap Ja Hyeon dan berseru apa dayang Hong ada di luar? Kang bangkit dengan terhuyung-huyung. Dayang Hong masuk. Nggak lala kemudian Na Gyeom juga masuk. Dia tampak sangat kesal saat tahu orang yang bersama dengan suaminya adalah Ja Hyeon. Dayang menjelaskan kalo dia sudah memberitahu Na Gyeom kalo dia nggak boleh masuk. Na Gyeom memanggil Raja. Kang menyuruh untuk mengantar Ja Hyeon pulang. Kang menunjuk Ja Hyeon dan menyuruh dayang agar membawa Ja Hyeon ke paviliun dan melarang semua orang untuk menhenguknya. Ia berpesan agar Ja Hyeon jangan dibiarkan melarikan diri. Dayang mengiyakan. 


Dayang menghampiri Ja Hyeon dan membawanya pergi. Ia berpapasan dengan Na Gyeom. Na Gyeom menatapnya dengan tarapan penuh kebencian. Ja Hyeon datang jauh-jauh ke istana. Ja Hyeon nggak menanggapinya. Dia menengok ke Kang dan mengatakan kalo dia juga akan mati. Kang memberitahu kalo sekarang belum waktunya. Ia mengingatkan kalo mereka sudah jauh-jauh untuk sampai di sana. Kang merasa nggak akan bisa membiarkan Ja Hyeon pergi dengan mudah. Ja Hyeon dan Na Gyeom saling melempar tatapan sengit. 


Ja Hyeon melangkah keluar. Na Gyeom bermaksud menyusulnys tapi nggak jadi saat melihat Kang jatuh pingsan. Na Gyeom dan dayang Hong menghampirinya khawatir. Mereka memanggil-manggil Kang tapi Kang nggak merespon. Ja Hyeon sendiri hanya menatapnya puas. 


Ja Hyeon dibawa oleh para pelayan seperti seorang penjahat. Dayang ibu suri nggak sengaja melihtnya. Ia meminta pelayannya untuk mencari tahu dari istana mana Ja Hyeon berasal. Pelayan mengiyakan lalu pergi. 


Ja Hyeon dibawa ke sebuah kamar lalu dikunci dari luar. Dia tampak nggak takut sama sekali. Dia nggaj peduli dengan dirinya sendiri. 


Kang masih tak sadarkan diri. Tabib sedang memeriksanya. Tabib memberitahu Na Gyeom kalo raja kemungkinan terlalu banyak minum. Dan juga sepertinya salah minum obat. Dayang bertanya apa raja akan mengalami komplikasi di masa depan? Tabib mengatakan kalo raja mengalami demam tinggu dan muntah. Jadi ia akan memberinya ginseng dan tonik detoksifikasi yang terbuat dari akar barberry. Ia meyakinkan kalo demam Kang akan turun di malam hari. Na Gyeom bertanya apa penyakit raja benar-benar nggak parah? Tabib berkata kalo para tabib yang lainnya akan mengawasi raja sepanjang malam. Na Gyeom mengangguk. Ia menatap suaminya yang nggak sadarkan diri. Dia menduga kalo ini semua adalah salah Ja Hyeon. Na Gyeom lalu bangkit dan keluar. 


Si Gae berjalan seorang diri. Dia bersiul dan menengok kesana kemari. Dia terus berjalan tapi ngdak menemukan apa yang ia cari. Si Gae berakhir di tempat Hwi diasingkan. 


Si Gae masuk dan menimum air yang ada di sana. Dia kehausan. Dia lalu membuka gentong yang lain dan menemukan makanan. Si Gae pun memakannya. Tiba-tiba seseorang mengacungkan pedang ke lehernya. Si Gae bangkit pelan-pelan dan melawan orang itu. Orang itu membawa Si Gae keluar. Dan ternyata dia adalah Gi Teuk. Gi Teuk tersenyum menatap Si Gae. 


Na Gyeom dan para pelayannya datang ke paviliun tempat Ja Heon di sekap. Ia memarahi pelayan yang menjaga pintu karena nggak mengijinkannya masuk. Na Gyeom bertanya apa pelayan itu nggak tahu siapa dia? Pelayan memberitahu ao perintah raja harus dipatuhi semua orang. Raja nggak mengijinkan siapapun untuk masuk. Na Gyeom mengatakan kalo ia harus bicara dengan Ja Hyeon tentang raja. Ia menyuruh pelayan untuk membuka pintunya. 


Na Gyeom akhirnya masuk. Dia menatap Na Gyeom dengan tatapan penuh marah. Dia menghampiri Ja Hyeon dan memegang dagunya agar menatapnya. Na Gyeom bertanya apa yang Ja Hyeon lakukan pada raja? Apa Ja Hyeon menggunakan ramuan cinta karena dia nggak bisa memancing raja? Ja Hyeon memberitahu kalo itu bukan ramuan cinta tapi racun. Na Gyeom marah dan menampar Ja Hyeon. Dia lalu meminta pada Ja Hyeon agar memanggilnya ratu. Dia mengancam Ja Hyeon kalo Ja Hyeon nggak akan selamat. Ja Hyeon mengaku kalo itulah yang dia inginkan. Ja Hyeon meminta Na Gyeom agar membunuhnya. Dia sama sekali nggak takut mati. Bagi Ja Hyeon, hanya kematian yang bisa mempertemukannya dengan kekasihnya. Na Gyeom menyatakan akan mrmbunuh Ja Hyeon. Dia mengaku nggak tahu dengan dukungan siapa Ja Hyeon datang ke istana dan menyakiti raja, tapi Na Gyeom akan mencaritahu dan menemukan pelakunya. Ja Hyeon menyindir kalo Na Gyeom nggak akan melakukan apapun kecuali hati seorang wanita yang mencoba menjaga kesetiaannya dengan belati. Na Gyeom tersinggung. Dia lalu memanggil seseorang di luar. 


Pelayan Na Gyeom masuk. Na Gyeom menyuruhnya untuk membangunkan pelayan istana dan mengatakan pada mereka kalo ada penjahat yang harus di siksa. Pelayan mengangguk mengiyakan. Dia lalu pergi dan melaksanakan perintah dari Na Gyeom. 


Si Gae dipertemukan dengan Hwi. Si Gae naik ke meja dan meraba wajah Hwi. Pelayan yang mengikuti Hwi berpendapat kalo Si Gae kasar sekali. Disana juga ada Jungkook. . Gi Teuk memanggil Si Gae dan bertanya apa yang dia lakukan? Si Gae bertanya apa dia benar-benar Hwi? Hwi mengangguk. Gi Teuk menarik Si Gae agar turun dari meja. 


Si Gae bangkit dan duduk di samping Hwi. Dia memukul-mukul dada Hwi. Si Gae lalu menangis. Hwi mengulurkan tangannya dan mengusap kepala Si Gae. Hwi meletakkan tangannya di pundak Si Gae dan meminta maaf karena nggak memberitahunya sebelumnya. Apa si Gae sangat terkejut? Si Gae hanya bisa menangis. 


Jungkook mengatakan kalo itu rencana yang sangat berbahaya. Rencana itu membahayakan Hwi. Gi Teuk memberitahu kalo nggak ada cara lain. Si Gae menanyakan apa yang terjadi. Jenazah dan pemakaman, semua itu apa? Hwi menghela nafas. 

Flashback...


Jungkook mengacungkan pedang ke leher Hwi. Hwi mengaku marah karena dituduh melakukan kejahatan eang nggak dia lakukan. Jika pedang pelayan yang setia di tangan putra berbaktinya membunuh Hwi, maka ia anggap itu sebagai kematian terhormat. 


Hwi memejamkan matanya bersiap untuk mati. Jungkook mengayunkan pedangnya dan tiba-tiba Gi Teuk muncul di belakang an memukul kepala Jungkook. Jungkook jatuh. Gi Teuk menatap Hwi dan bertanya apa dia baik-baik saja? 


Jungkook tersadar dan meraba kepalanya yang diperban. Jungkook membuka matanya dan melihat Gi Teuk tersenyum padanya. Dia panik dan buru-buru bangun. Gi Teuk memberinya minum sambil bertanya apa dia baik-baik saja? Jungkook melihat sekitar dan ternyata dia ada di rumah pengasingan. Gi Teuk meletakkan minumannya dan memberitahu Jungkook kalo dia salah paham. Pangeran bukanlah penghianat. Gi Teuk bahkan memberitahu saat mereka jadi tahanan di utara, Hwi mencoba bernegoisasi dan bebas. Ada beberapa kali kesempatan untuk melarikan diri tapi Hwi bersikeras kalo dia nggak akan pergi bersama orang-orang jadi dia bertahan hidup sebagai tahanan. Hwi juga mempertaruhkan nyawanya dan berjuang menyelamatkan para tahanan. Jika saja Jungkook mau bersabar maka waktu akan membuktikannya. Penghianat yang sebenarnya akan merencanakan hal lain lagi. 


Jungkook bangkit dan bertanya kenapa Gi Teuk menyelamatkannta? Jungkook mengaku nggak akan membiarkan musuhnya pergi. Gi Teuk ikut bangkit. Dia meminta Jungkook untuk membuka matanya dan melihat siapa musuhnya yang sebenarnya. Karena Hwi telah menyelamatkannya, Gi Teuk berharap agar Jungkook bisa mengerti dan mengerti niatnya yang sebenarnya. Jungkook menatap Gi Teuk seolah ingin menyelami apakah yang ia katakan adalah benar? 


Jungkook melihat Hwi kedatangan tamu. Mereka adalah orang-orang dari utara. Mereka senang bisa bertemu dengan Hwi. Tiga orang itu bersujud di hadapan Hwi. Hwi bertanya apa yang mereka lakukan? Gi Teuk keluar dan memanggil mereka hyung-nim. Mereka memeluk Gi Teuk. Hwi menghela nafas. Orang-orang itu mengaku datang karena mendengar Hwi menderita. 


Jungkook menemui anak buah Kang. Habis itu dia menemui Hwi dan mengatakan kalo Hwi benar. Orang-orang itu ngsak ingin Hwi hidup. Hwi bertanya apa sekarang Jungkook percaya padanya? Jungkok teringat ucapan almarhum ayahnya tentang Hwi saat ayahnya masih hidup. Hwi bertanya apa? Ayah Jungkook mengaku kasihan pada Hwi. Karena Hwi harus mebgikuti keinginan keluarga kerajaan dan para menteri untuk menghancurkan ambisi pangeran Jin Yang. Hwi menghela nafas. Ia berkata kalo almarhum ayahnya ingin melihat pemimpin negara ini mengikuti jalan yang benar. Hwi merasa jalo mereka harus kembali ke ibukota agar arwah para pelayan yang setia yang meninggal dengan tragis selama pemberontakan dan mengungkapkan kebenaran pada dunia. Jungkook memberitahu kalo Hwi mati maka kebenaran akan terkubur bersamanya. Jungkook mengaku nggak akan membiarkan hal itu terjadi. Hwi menyatakan kalo dia butuh mayat. Gi Teuk menambahkan kalo mayat itu seorang pria yang memiliki bentuk fisik yang sama dengan pangeran Eunsung. 


Gi Teuk dan pelayan Hwi membantu Hwi memakai pakaian. Mereka juga memakaikan rompi padanya. Pelayan Hwi yang lain membungkus sekantung darah dan mengikatnya ke dada Hwi. 


Hwi dikejar oleh anak buah Kang dan melarikan diri di tebing. Jungkook dan anak buahnya mengawasunya dari tempat sembunyi. Hwi terpojok. Anak buah Kang menarik pedangnya demikian juga dengan Hwi. Mereka bertarung menggunakan pedang. Jungkook keluar dan memanah Hwi tepat di dadanya. Hwi jatuh seketika itu juga. Jungkook dan anak buahnya keluar. Ia mengatakan ingin membalas dendam atas kematian ayahnya. Anak buah Kang melihat ke bawah tapi Hwi sudah ngdak ada. Ia merasa harus memeriksa mayatnya. 


Hwi keluar dari air dan menuju ke tepi. Gi Teuk dan tiga pelayannya sudah menunggunya. Mereka menghampiri Hwi dan membantunya keluar dari sana. Hwi mencabut panah dan memberikannya pada pelayannya. Pelayannya  menancapkannya ke dada mayat yang sudah mereka siapkan. Mereka bahkan memakaikan baju Hwi kepada mayat itu. Si gendut lalu memukul wajah mayat itu pakai batu. 


Keesokan harinya anak buah Kang menemukan mayat yang mereka kira mayat Hwi. Sayang wajahnya nggak bisa dikenali. Jungkook meyakinkan kalo wajahnya membusuk saat mayatnya terseret ombak. Hwi dan Gi Teuk diam-diam mengawasi dari jauh. 

Flashback end...


Gi Teuk duduk bersama Si Gae. Si Gae menangis. Gi Teuk menatapnya dan bertanya kenapa Si Gae nggak ikut pulang bersama Asshi? Kenapa dia tetap di sana? Si Gae mengaku nggak percaya Hwi sudah meninggal. Gi Teuk mengatakan kalo mayatnya sudah ditemukan. Si Gae menatap Gi Teuk dan mengatakan kalo wajahnya hancur. Gi Teuk tersenyum karena Si Gae menemukannya dengan cepat. Si Gae menyebutkan kecurigaannya yang lain. Gi Teuk nggak ada saat Hwi mati sedangkan yang Si Gae tahu Gi Teuk sangat setia. Gi Teuk nggak akan mementingkan diri sendiri. Menurut Si Gae, kalo Hwi mati, Gi Teuk juga akan mati. Gi Teuk tersenyum dan membanggakan kalo dia sangat setia. Si Gae menatap Gi Teuk dan mengingatkan kalo Gi Teuk selamat dalam pertarungan itu, maka Hwi nggak akan mati. Senyum Gi Teuk menghilang. Dia menghela nafas. Menurutnya Ja Hyeon pasti menderita. Dia pasti berpikir kalo Hwi benar-benar meninggal. Si Gae mernyarankan agar mereka segera pulang dan memberitahunya. 


Jungkook sedang berbicara dengan Hwi. Jungkook memberitahu kalo perlu waktu dua hari sampai kapal dari ibu kota kembali. Hwi menanyakan kapal yang lain karena dia sedang buru-buru. Hwi nggak tahu apa yang akan Ja Hyeon lakukan. Jungkook memberitahu kalo ada kapal perang. Tapi orang-orang Hwi nggak bisa ikut pergi bersamanya. Hwi menghela nafas. Jungkook menyesal. Seandainya saja dia tahu kalo Ja Hyeon adalah kekasih Hwi, maka dia akan memberikan petunjuk. Hwi mengatakan kalo Jungkook nggak melakukan kesalahan apapun. Hwi sendiri juga nggak tahu kalo Ja Hyeon datang. Jungkook berkata kalo semakin dia memikirkan, semakin ia menyadari kalo Ja Hyeon mengagumkan. Dia mengambil jalan yang sulit hanya untuk memberitahu Hwi kalo ia dalam bahaya. Hwi mengangguk. Tapi hatinya sama sekali nggak bisa tenang.

Bersambung...

Komentar:
Nggak nyangka kalo semua itu nggak nyata. Ya emang bener, sih. Mereka harus tahu kalo Hwi mati biar Hwi bisa leluasa menyusun rencana balas dendam. 

1 komentar:

Seneng hwi beneran nggak mati, tapi kasian banget sumpah sama Ja Hyeon....