Advertisement
Advertisement

Ibu bersiap-siap mau pergi. Ayah melarang ibu pergi. Ayahlah yang akan pergi dan membawa pulang Ja Hyeon. Ibu menyesal nggak berpikir jernih dan malah membiarkannya pergi sendiri. Ibu khawatir karena nggak mendengar kabar apa-apa dari Ja Hyeon. Ibu nggak tahu dia masih hidup atau mati. Sebagai ibunya ibu merasa nggak bisa hanya menunggu saja. Ayah tetap melarang ibu pergi. Ibu menghela nafas. Ibu merasa nggak masalah kalo dunia mengutuk keluarganya, orang-orang meludah dan melempari rumahnya pakai batu. Ibu bersyukur karena ayah masib hidup. Ibu juga nggak papa selama putrinya kembali ke pelukannya. Ayah mengatakan kalo sekarang mereka akan mendapatkan pemberitahuan kalo memang Ja Hyeon ditunjuk sebagai selir oleh raja. Ayah berencana masuk ke istana dan mencaritahu apa yang terjadi. Ibu meminta Ja Hyeon agar membawa Ja Hyeon kepadanya. 


Hwi berjalan dengan putus asa. Gi Teuk memintanya untuk tenang. Ia yakin kalo Ja Hyeon pasti punya alasan. Hwi juga belum tahu apa yang sebenarnya terjadi. Si Gae malah meremehkan. Alasan apa? Menurutnya Ja Hyeon menyerah setelah melihat kekasihnya mati. Gi Teuk tetap membela Ja Hyeon. Mungkin dia merasa putus asa. Mungkin dia nggak bisa menerima takdirnya. 


Hwi berhenti melangkah. Dia berpikir kalo Ja Hyeon akan mati saat tahu dia mati. Hwi mengaku sangat mengkhawatirkannya. Si Gae menyuruh Hwi untuk melupakan Ja Hyeon karena dia penghianat. Dia pergi ke istana untuk menjadi selir raja biar bisa hidup dan makan dengan baik. 


Hwi tersulut dan mendorong Si Gae. Ia memperingatkan agar Si Gae nggak ngomong sembarangan. Gi Teuk memisahkan mereka. Hwi meraaa kalo Ja Hyeon pasti punya alasannya sendiri. Pasti ada sesuatu yang terjadi. Hwi lalu berjalan duluan meninggalkan Si Gae dan Gi Teuk. 


Ja Hyeon sendiri meringkuk di tempatnya. Badannra lemah. 


Ayah menemui ibu suri. Ayah mengaku bisa menerima penghinaan pada keluarganya tapi insiden ini telah menjatuhkan martabat keluarga kerajaan. Banyak orang membicarakan hal buruk tentang raja yang baru. Sebelum rumor semakin menyebar, ayah meminta ibu suri untuk mengijinkannya membawa pulang putrinya. Ibu suri mengatakan kalo putrinya akan dikeluarkan dari istana. Tapi ia harus tinggal di tempat tinggal untuk biarawati Budha. Ayah keberatan. Itu terlalu berlebihan. Ja Hyeon sendiri sudah sangat menderita karena pangeran Eunsung. Apa harus ibu suri menjadikannya biarawati Budha? Ibu suri melakukannya karena ayah nggak akan bisa menikahkan Ja Hyeon, ayah juga nggak akan bersedia Ja Hyeon menjadi selir demi keserakahan raja. Menurut ibu suri, satu-satunya cara untuk menyelesaikan maaalah ini adalah dengan bunuh diri atau menjadikannya biarawati Budha. Bukankah kehidupannya harus diselamatkan? Ibu suri menyuruh ayah pulang. Putrinya akan dikirim ke tempat tinggal biarawati Budha. 


Na Gyeom memberitahu Kang kalo Ja Hyeon akan dikirim ibu suri ke tempat tinggal biarawati Budha. Kang nggak sependapat. Menurutnya Ja Hyeon harus tetap di istana untuk menjalani perawatan karena tubuhnya nggak bisa bergerak. Na Gyeom bertanya apa Kang akan memeluk Ja Hyeon lebih lama lagi? Ia meyakinkan kalo nggak akan ada yang berubah meski Kang melakukan itu. Kang marah karena Na Gyeom menentangnya dan menyiksa putri Daejehak. Kang mengancam kalo apa yang Na Gyeom lakukan cukup untuk membuatnya diusir dari istana juga. Kang nggak yakin Daejehak akan berterima kasih padanya saat tahu putrinya datang dalam keadaan sehat dan pulang dalam keadaan sekarat. Apa Na Gyeom akan bertanggung jawab kalo ini menjadi masalah di Samsa? 

*Samsa: Agensi yang bertanggung jawab atas opini publik. 

Kang mengulangi kalo Ja Hyeon harus meninggalkan istana dalam keadaan sehat dan tubuh yang nggak terluka dengan begitu, Na Gyeom juga akan keluar tanpa luka, ratu! Na Gyeom marah tapi nggak bisa menolak. 


Jungkook menemui kepala biara. Ia memberikan hadiah tapi ditolak. Ia mengaku membantu bukan karena ingin mendapatkan persembahan. Itu karena keinginannya agar negeri menjadi negeri yang hidup dengan ajaran Budha dimana raja terlahir kembali menjadi sesrorang yang penuh belas kasih. Ia selalu berdoa untuk hari-hari yang akan datang. 


Hwi berbicara dengan Jungkook dan Gi Teuk. Ia yakin kalo Ja Hyeon bukan orang yang akan memasuki istana dengan kedua kakinya sendiri. Ia merasa kalo ada beberapa alasan yang aneh. Ia meminta Jungkook untuk mencari tahu tentang apa yang terjadi di istana dan gimana keadaan Ja Hyeon sekarang. Gi Teuk memberitahu kalo sebelumnya Hwi ingin masuk ke istana sendiri. Ia meminta bantuan Jungkook untuk menghentikannya. Jungkook memberitahu kalo nggak ada yang tahu kalo Ja Hyeon ada di istana. Tapi Jungkook akan menghubungi para dayang di istana ratu dan raja dan mencari tahu. 


Gi Teuk bertanya apa Jungkook sudah mencari tahu milisi dari pemberontakan dan wanita yang memfitnah pangeran? Jungkook merasa kalo istrinya nggak akan melakukannya sendiri. Dia malah mencurigai gisaeng yang dekat dengan Kang. Dia seorang wanita yang cukup berani untuk berurusan dengan pembunuh bayaran. Dia bahkan nggak berkedip saat memfitnah Hwi. Jungkook nggak yakin kalo itu seorang wanita dari lingkungan biasa. Hwi teringat Kang sering memanggil Yoo Kyung ke setiap perjamuan. Dia mengirim Yoo Kyung setiap kali Kang mencoba mencaritahu tentang Hwi. Jungkook yakin kalo dia adalah salah satu dari anak buah Kang. Jungkook berniat menemui Yoo Kyung. 


Ja Hyeon sudah bisa duduk. Dayang ibu suri mendatanginya dan menanyakan perasaannya. Apa Ja Hyeon sudah bisa bergerak sedikit sekarang? Ja Hyeon menyatakan kalo dia bisa keluar dari istana kapan saja. Dayang berkata akan menyiapkan tandu saat Ja Hyeon sudah diperbolehkan pulang. Ja Hyeon mengaku punya satu keinginan sebelum ia meninggalkan istana. Ia ingin melihat paviliun yang ditinggali Eunsung dulu. Dayang memberitahu kalo itu akan sulit. Ja Hyeon sendiri nggak diperbolehkan untuk meninggalkan ruangannya. Ja Hyeon mengatakan kemungkinan lain. Yaitu saat ia keluar dari istana  sebelum ia masuk tandu. Sekali saja. Ja Hyeon ingin melihatnya. 


Jungkook menemui Yoo Kyung di Gibang. Yoo Kyung mengucapkan selamat atas pengangkatan Jungkook ke posisi penting. Ia mempersilakan Jungkook untuk datang kesana sesering mungkin. Jungkook harus membuat koneksi dan mencaritahu apa yang terjadi. Jungkook mengaku datang untuk menanyakan sesuatu padanya. Ada seseorang yang belum mereka tangkap dari pemberontakan terakhir. Setahu Yoo Kyung malah mereka sudah menangkap semua orang dari atasan sampai bawahannya. Jungkook menyebutkan kalo wanita yang membayar pasukan pemberontak belum mereka tangkap. Beberapa pemberontak masih di penjara, jadi mereka bisa mencari tahu. Yoo Kyung menanyakan apa ada seseorang yang melihatnya? Kenapa juga Jungkook memberitahu tentang itu disana? Jungkook merasa kalo nggak mungkin wanita itu dari lingkungan biasa. Penyidik sudah mencarinya tapi dia nggak pernah tertangkap. Wanita yang meyakinkan setiap pemberontak yang sekarat untuk mengaku kalo mereka bertindak atas perintah pangeran Eunsung. Jungkook bertanya kira-kira siapa wanita itu? 


Yoo Kyung mengatakan kalo gisaeng berurusan dengan orang-orang dari semua lapisan masyarakat. Mereka nggak mengusir penjahat dan seorang pengemis. Tapi menurutnya Jungkook telah berbicara sesuatu yang sangat berbahaya. Yoo Kyung pura-pura bertanya kalo Jungkook mengira ada penjahat yang bersembunyi di Gibang? Jungkook tertawa. Ia mengatakan kalo Gibang adalah tempat untuk bertukar informasi. Ia meminta Yoo Kyung untuk mengatakan apapun yang ia dengar. Yoo Kyung tersenyum. Ia akan mengingatnya. 


Teman Yoo Kyung menghampiri Yo Kyung dan menyarankan kalo mereka lapor ke raja saja. Kenapa Jungkook menanyakan hal yang sudah selesai? Yoo Kyung mengaku nggak tahu Jungkook berada dipihak siapa. Teman Yoo Kyung menyimpulkan kalo Jungkook berada di pihak raja karena dia telah membunuh pangeran Eunsung. Yoo Kyung merasa kalo Jungkook bukan orang yang memiliki tujuan besar sejak awal. Teman Yoo Kyung jadi bertanya-tanya apa dia ingin terlihat sangat setia untuk bisa berada di pihak raja? Yoo Kyung menyarankan agar mereka mengawasinya sedikit lebih lama. Apakah dia seorang pria ambusius yang menginginkan jabatan, atau seorang putra yang ingin balas dendam atas kematian ayahnya. Kalo bukan itu, mungkin dia orang yang ingin memulai permainan baru. 


Jungkook keluar dari Gibang dan langsung disambut oleh Hwi dan Gi Teuk. Jungkook menebak kalo orang itu adalah Yoo Kyung. Dia terkejut saat Jungkook mengatakan ada saksi tapi dia membantah dengan tegas. Jungkook menjelaskan kalo itu respon dari seseorang yang tahu apa yang terjadi. Gi Teuk merasa kalo Yoo Kyung mengerikan. Gi Teuk mengingatkan kalo orang yang memfitnah juga bisa menjadi orang yang nggak bersalah. Gimanapun caranya mereka harus menangkapnya. Jungkook lalu mengabarkan kalo Ja Hyeon Asshi keluar dari istana. Gi Teuk tersenyum. Ia mengartikan kalo semuanya baik-baik saja dan dia akan pulang ke rumah. Jungkook membenarkan kalo Kang ingin menjadikannya selir. Tapi ratu sangat cemburu dan nggak setuju jadi Ja Hyeon dikirim ke Jeongubwon (kuil untuk biarawati). Gi Teuk menanyakan mereka akan mengubahnya menjadi biarawati? Gi Teuk menatap Hwi dan menanyakan apa dia akan membiarkannya? 


Dayang ibu suri menunggu Ja Hyeon di luar kamar Hwi. Ja Hyeon masuk ke kamar Hwi dan melihat peralataan melukisnya. Ia melangkah lagi dan melihat hasil lukisan Hwi. Di sebelahnya ada bunga yang pernah ia dan Hwi lukis. Ja Hyeon menangis di hadapan bunga itu. 


Ja Hyeon keluar dan bertemu dengan Na Gyeom. Na Gyeom mengatakan kalo baiknya Ja Hyeon pergi ke Jeongubwon. Berdoa untuk kelahiran kembali pangeran Eunsung di sisa hidup Ja hyeon. Na Gyeom mengingatkan kalo kehidupan seperti itu yang Ja Hyeon inginkan. Ja Hyeon menatap Na Gyeom dan berkata di Gwa Eung Bo, ia akan berdoa untuk dunia di mana seorang penjahat akan dihukum dengan benar. Dayang menegur Ja Hyeon agar ia menunjukkan sopan santunnya karena Na Gyeom seorang ratu. Ja Hteon nggak bisa mempetlakukannya seperti teman masa kecilnya. Na Gyeom tersenyum dan meminta dayang untuk membiarkan. Itu adalah protes terakhirnya. Ja Gyeon berkomentar, Na Gyeom mendapatkan posisi yang bukan untuknya, seluruh hidupnya akan terasa nggak nyaman. Na Gyeom akan selalu gelisah sepanjang hidupnya. Nggak bisa tidur nyenyak di malam hari, dia jyga akan selalu curiga pada sesuap nasi dan setetes kecap. Kain sutra akan menyengatnya dan seprai berlapis emas akan terasa seperti alas berduri. Na Gyeom memotong. Ja Hyeon nggak perlu mengkhawatirkannya. Ia menambahkan kalo Ja Hyeonlah yang kalah. Ja Hyeon bertanya setelah mendapatkan yang diinginkan apa Na Gyeom senang? Na Gyeom malah balik nanya apa Ja Hteon sangat menderita? 


Dayang memerintahkan pelayan untuk membawa Asshi. Ja Hyeon pun dibawa ke tandu. Tandu yang dinaiki Ja Hyeon pergi dan Na Gyeom menatapnya tajam. Kang juga menatap kepergian Ja Hyeon. Ia memerintahkan anak buahnya untuk membawa Ja Hyeon pergi sebelum memasuki Heongubwon. 


Tandu Ja Hyeon sudah keluar istana. Para pelayan Hwi mengikutinya. 


Hwi sedang bersiap-siap untuk membebaskan Ja Hyeon. Kain untuk menutup wajahnya, pisau dan pedang ia persiapkan. Gi Teuk merasa kalo mungkin sebaiknya Assi berada di Jeongubwon. Kalo dia di sana maka nggak ada yang bisa menyentuhnya. Mereka bisa membawanya kembali. Mereka bahkan nggak perlu menjaganya. Keadaannya saat ini membuatnya nggak bisa pulang ke rumah. Gi Teuk meminta Hwi agar mengatakan kalo dia masih hidup dan menunggunya disana sampai fitnah pada Hwi hilang. Gi Teuk pikir lebih aman bagi Ja Hyeon di sana. Hwi berkata kalo dia harus menemui Ja Hyeon. Menemuinya dengan matanya sendiri. 


Anak buah Kang datang ke kuil dan memberikan sejumlah uang pada biarawati. Uang itu juga akan datang setiap bulan dengan jumlah yang sama. Mereka akan mengambil putri Daejehak. Tapi orang-orang harus berpikir kalo dia ada di sini. Dan juga nggak ada seorangpun yang akan menemuinya. 


Hwi, Gi Teuk dan Si Gae mengintai pergerakan anak buah Kang sementara para pelayan Hwi mengikuti tandu Ja Hyeon. 


Ja Hyeon keluar dari tandu. Hwi tampak sedih melihatnya. Ja Hyeon tampak kurus dan wajahnya pucat. Pengawal menyerahkan Ja Hyeon pada biarawati. Ia lalu pamit. Ja Hyeon berjalan bersama biarawati menuju anak buah Kang. Hwi sudah nggak bisa tahan lagi. Dia ingin menemui Ja Hyeon tapi Gi Teuk menahannya. 


Anak buah Kang menarik Ja Hyeon dan memasukkannya ke tandu yang lain.  Hwi, Gi Teuk dan Si Gae keluar. Hwi berseru agar mereka jangan menyentuh Asshi. Pertarungan pun terjadi antara Hwi dan anak buah Kang. Kesempatan itu digunakan para pelayan Hwi untuk membawa tandu Ja Hyeon pergi. 


Hwi dan Si Gae berhasil mengalahkan anak buah Kang. Mereka pun segera menyusul Ja Hyeon. Pelan-pelan Hwi membuka tandu Ja hyeon. Ia mengulurkan tangannya pada Ja Hyeon. Ja Hyeon yang nggak tahu kalo itu Hwi merasa enggan menerima uluran tangan itu. Tapi akhirnya ia menyambutnya juga dan keluar dari tandu. 


Hwi membuka cadarnya. Ja Hyeon sangat terkejut. Dia bertanya apa dia sudah mati? Sekarang ia bisa bertemu dengan Hwi di dunia lain. Ja Hyeon lalu memeluk Hwi. Mereka menangis mencurahkan rasa rindu. 

Bersambung...

Komentar:
Tebakan Jungkook emang tepat banget. Dia bisa tahu kalo Yoo Kyung terlibat dengan melihat gelagatnya.
Dan pertemuan antara Hwi dan Ja Hyeon, sangat mengharukan. Gimana enggak, setelah sempat  mengira kalo Hwi sudah meninggal, sekarang dia malah ketemu langsung dengan Hwi. Gimana reaksi Ja Hyeon setelah itu? 

1 komentar:

Scene terakhir menyentuh banget waktu jahyeon bisa ktemu sama hwi.. . 😭😭😭