Advertisement
Advertisement

Bing Bing kembali ke atap setelah merasa sedikit tenang. Wang Zhen sendiri sudah menunggunya di depan pintu. Wang Zhen melihat Bing Bing dan bertanya apa dia baik-baik saja? Wang Zhen menyalahkan  Bing Bing karena nggak mau pergi bersamanya. Lihat sekarang? Bing Bing diputusin?! 


Bing Bing menanyakan apa yang Wang Zhen katakan pada Bruce? Wang Zhen malah nggak paham. Dia? Memangnya dia ngapain? Bing Bing menyindir kalo Wang Zhen sangat bahagia. Wang Zhen berhasil menebaknya dengan benar. Mereka putus tepat setelah kencan. Wang Zhen terus memberi tanda. 


Wang Zhen nggak terima dituduh seperti itu. Dia menatap Bing Bing lalu bangkit. Wang Zhen mengulangi pertanyaan Bing Bing. Apa dia senang? Wang Zhen memberitahu kalo tentang Bing Bing dan Bruce itu sama sekali nggak penting buatnya. 


Wang Zhen melangkah mau meninggalkan Bing Bing tapi akhirnya dia balik lagi. Wang Zhen mengingatkan Bing Bing kalo dari awal sampai sekarang Bing Bing lah yang selalu menariknya dan mengatakan padanya semua tentang Bruce. Bruce tampan, dan Bing Bing sangat menyukainya. Mereka bahkan bermesraan di depan rumahnya. Mereka bahkan putus juga disana. Bing Bing mengatakan kalo fi masa depan Wang Zhen nggak akan melihatnya lagi. Apa Wang Zhen puas? 


Bing Bing melangkah masuk ke kamarnya. Wang Zhen yang emosi membenarkan kalo dia sangat senang. Karena ada seseorang yang memutuskan berkencan seperti main dengan boneka nggak akan berakhir dengan baik sejak awal. Emosi Wang Zhen makin naik. Dia bahkan membentak Bing Bing. Ia mengatakan kalo dari awal sampai sekarang dia nggak pernah setuju mereka pacaran. (Lah, aku sampai kaget dengar Wang Zhen membentak Bing Bing TT). 


Bing Bing berbalik dan menatap Wang Zhen. Wang Zhen sendiri tampak menyesal setelah melihat Bing Bung nangis. Bing Bing mengatakan kalo Wang Zhen keterlaluan. Jahat! Bing Bing menutup pintunya dan Wang Zhen nggak bisa berbuat apa-apa. Dia menendang kerikil untuk melampiaskan kekesalannya. 


Esok harinya Bing Bing beberes dengan makai headphone. Wang Zhen berdiri di luar dan menatap Bing Bing khawatir. Bing Bing yang sedang melipat pakaian nggak melihat Wang Zhen. Wang Zhen melambaikan tangannya tapi tetap Bing Bing nggak melihatnya. 


Wang Zhen masuk ke kamar Bing Bing dan teriak memanggilnya. Bing Bing kaget melihat Wang Zhen. Wang Zhen bertanya apa yanv Bing Bing lakukan? Suaranya keras banget (lah, bukannya kebalik, ya?) Apa Bing Bing nggak kerja? Bing Bing bilang nggak perlu. Dia sudah minta cuti satu minggu. Wang Zhen bertanya apa Bing Bing luoa sama peraturan ketiga di peraturan hidup bersama mereka? Bing Bing sudah nggak peduli lagi. Terserah! Wang Zhen mau memutuskan air dan listriknya? Lakukan apapun yang dia inginkan. Bing Bing mengatakan kalo Wang Zhen pemilik rumah yang jahat. Ia merasa seharusnya pindah sejak dulu. 


Bing Bing memukuli Wang Zhen pakai pakaian yang harusnya dia lipat. Wang Zhen nggak mau mengalah. Dikiranya dia nggak berani apa? Bing Bing nangis dan terus melempar pakaian ke Wang Zhen. Wang Zhen menyuruh Bing Bing untuk siap-siap beli lilin. 


Wang Zhen lalu pergi. Bing Bing kembali memakai headphone-nya. Dia membereskan pakaiannya ang berserakan sambil nangis. Wang Zhen menatapnya dari luar. Khawatir. 


Wang Zhen browsing. Kecemburuan VS patah hati. Kecemburuan bisa menyebabkan seseorang jadi nggak masuk akal, kasar dan provokatif. Apaan itu? Wang Zhen lalu memcaca yang lainnya. Patah gati dapat menyebabakan seseorang merasa sedih dan marah, putus asa dan emosional. Wang Zhen melihat ke atas dan merasa kali gejala itu benar-benar terjadi pada Gao Bing Bing. 


Wang Zhen mendatangi kamar Bing Bing lagi di hari yang lain. Barang-barang Bing Bing sebagian besar sudah ada di luar. Wang Zhen memanggil Bing Bing tapi Bing Bing-nya nggak menjawab. Wang Zhen jadi khawatir karena pintu setengah terbuka dan kamar alam keadaan penuh asap. Wang Zhen bertanya-tanya, sudah beberapa hari dan apakah Bing Bing berencana membusuk di dalam lumpur disana? Wang Zhen memanggil Bing Bing lagi. Asap makin tebal. Wang Zhen jadi makin khawatir. Dia ingat apa yang ia temukan tempo hari. Mudah menjadi sakit hati, putus asa, melakukan kekerasan, cepat emosi. 


Wang Zhen memanggil Bing Bing. Karena nggak juga ada jawaban, dia memutuskan untuk langsung masuk. Wang Zhen mencari sumber asap. Rupanya dari pemanggang. Wang Zhen mencabut colokannya dan membuka mesin pemanggang. Kuenya sudah hangus. 


Wang Zhen lalu bangkit dan membuka tirai. Dia melihat Bing Bing pingsan. Wajahnya pucat. Wang Zhn memanggil Bing Bing dan memeriksanya apakah masih hidup apa enggak. Wang Zhen berniat meluruskan kaki Bing Bing tapi tiba-tiba Bing Bing sadar. Bing bing menanyakan apa pizzanya sudah matang? Wang Zhen melihat pemanggang. Dia jadi kesal. Bing Bing menatap Wang Zhen dan bertanya kenapa dia terlihat seperti Romeo? Apakah Romeo yang mengirimnya kesana? Wang Zhen makin kesal. Dia berteriak manggil nama Bing Bing. 


Wang Zhen memberi Bing Bing makan. Sepertinya Bing Bing kelaparan. Dia memakannya dengan lahap. Wang Zhen mengawasi sambil melipat tangan. Dia mengingatkan kalo itu hanya putus cinta. Apa perlu Bing Bing membakar rumahnya biar puas? Dengan mulut penuh makanan Bing Bing memberitahu kalo dia kelaparan. Makanya dia pingsan. Wang Zhen mengaku nggak tahu apa yang Bing Bing katakan. Wang Zhen melihat ke dalam rumah tang masih sangat berantakan. Dia bertanya apa Bing Bing nggak berpikir kalo dia serius dengan peraturan tinggal bersama? Bing Bing bilang kalo dia serius. Dia menunjuk barang-barang yang akan ia buang dan barang-barang yang ingin ia buang tapi sayang. 


Bing Bing bangkit. Dia memberitahu kalo ada beberapa hal penting. Bing Bing memgambil sebuah kotak dari bawah meja. Itu adalah kenangamnya dengan guru. Bing Bing membuka kotak itu dan melihat kembali isinya. Berita tentang Bruce. Wang Zhen berdiri dan mrnghampiri Bing bing. Baginya itu terlihat seperti sampah. Dia akan membuangnya untuk Bing Bing. Bing Bing nggak memperbolehkan. Itu adalah kesayangannya. Wang Zhen menyuruh Bing Bing untuk membuang semua itu maka dia akan lebih ringan saat pindah. Wang Zhen berniat merebutnya tapi Bing Bing malah memeluknya. Bing Bing janji akan pindah secepat mungkin. Jadi jangan hiraukan tentang itu. Itu adalah masalahnya. 


Wang Zhen kembali duduk. Dia mengaku takut kalo sebelum Bing Bing keluar, tempat itu akan jadi tempat berhantu. Bing Bing menatap Wang zhen sinis. Maksudnya apaan? Kalo putus cinta bisa merubah tempat menjadi rumah berhantu, maka pemerintah nggak perlu melawan spekulan perumahan. Wang Zhen menyindir, Bing Bing masih nggak merasa buruk bilang itu? Wang Zhen mengaku mendengar Bing Bing menangis dan tertawa di tengah malam. Bing Bing bahkan membuat tempat itu penuh kabut. Kalo itu bukan rumah berhantu apa itu rumahnya hantu? Bing Bing nggak menjawab dan memeluk kotaknya makin erat. 


Wang Zhen nyerah. Dia nggak akan memaksanya lagi. Wang Zhen lalu menyuruh Bing Bing untuk ganti pakaian karena dia hampir selesai makan. Dia ngajak Bing Bing pergi. Bing Bing bertanya kemana? Wang Zhen nggak mau memberitahu. Dia menyuruh Bing Bing untuk ikut saja dengannya. 


Rupanya Wang Zhen mengajak Bing Bing untuk naik gunung. Wang Zhen berjalan di depan. Bing Bing sudah tampak kelelahan tapi perjalanan mereka masih jauh. Bing Bing nggak mau naik lagi. Dia berhenti di dekat pohon. Wang Zhen kembali dan menariknya tapi Bing Bing malah memeluk pohon itu. 


Mereka sampai di anak tangga. Bing Bing bertanya kenapa mereka kesana? Wang Zhen nggak menjawab dan hanya menyuruh Bing Bing untuk bergegas. Bing Bing melihat ke atas. Tangga yang harus mereka lalui masih banyak. Bing Bing teriak ke Wang Zhen, apa Wang Zhen serius? Tempatnya sangat jauh. Kenapa juga dia harus kesana? Itu sangat melelahkan. Wang Zhen nggak mau dengar Bing Bing protes mulu. Dia hanya menunjuk agar Bing Bing terus jalan. Bing Bing mengingatkan kalo dia patah hati. Wang Zhen nggak peduli. Bing Bing akhirnya mau berjalan lagi. Wang Zhen tersenyum. Bing Bing mengaku kalo dia sangat benci Wang Zhen. 


Bing Bing mengaku sangat lelah. Kenapa Wang Zhen mendorongnya? Bing Bing lalu menemukan pohon untuk duduk. Menurutnya tempat itu adalah tempat terbaik untuk istirahat. Bing Bing mengajak Wang Zhen untuk istirahat sebentar. Wang Zhen menyuruh Bing Bing untuk bangun dan melarangnya bermalas-malasan. Bing Bing bertanya kenapa Wang Zhen nggak... . Wang Zhen memberitahu kalo tujuan mereka hari ini adalah untuk menaklukkan puncak. Wang Zhen menarik tangan Bing Bing. Bing Bing menyuruh Wang Zhen untuk naik duluan. Dia akan mengikuti nanti. Wang Zhen nggak mau. Dikiranya dia b*doh? Bing Bing berencana untuk turun diam-diam, kan? Bing bing menatap Wang Zhen dan nggak mau melepaskan tangannya dari pohon. Wang Zhen memberitahu kalo dia membawa Bing Bing keluar untuk berlatih jadi dirinya yang berlumpur busuk bisa bangkit lebih cepat. Untuk mencegah rumah Wang Zhen ikut membusuk bersama Bing Bing. 


Bing Bing bertanya kenapa Wang Zhen sangat peduli? Wang Zhen mulai jengah. Dia lalu bertanya apa Bing Bing tahu kenapa dia merasakan sakit ketika dia kehilangan cinta? Bing Bing menjawab kalo itu berkah. Bruce putus dengannya. Dan dis orang pertama yang... . Wang Zhen memotong, merasakan sakit ketika Bing Bing putus cinta bukan karena dia sangat mencintai Bruce. Tapi karena hormonnya yang menyebabkan ia merasa seperti itu. Bing Bing menatap Wang Zhen. Dia nggak ngerti maksudnya apaan. Wang Zhen lalu menjelaskan dengan lebih sederhana biar Bing Bing ngerti. Jatuh cinta membuat otaknya menciptakan endorfine dan dopamine yang akan memberinya rasa kebahagiaan. Gimanapun juga, menjadi patah hati adalah situasi saat semuanya terhenti (kok jadi tambah rumit, ya?) Wang Zhen menambahkan kalo itu ilmiah dan nggak ada hubungannya dengan tujuh suami istri. Bing Bing makin nggak ngerti. Dia menyuruh Wang Zhen untuk mundur. Sindrom? Wang Zhen mengiyakan. 

*Withdrawal symptom adalah gejala yang timbul setelag dihentikannya pemakaian obat terlarang. 
Wang Zhen menjelaskan kalo itu hanya seperti menggunakan candu dan menjadi kecanduan. Itulah kenapa Wang Zhen membawa Bing Bing ke gunung untuk olahraga. Itu untuk memicu endorphin di otaknya. Itu sama seperti kencan. Bing Bing menyimpulkan jadi Wang Zhen menginginkan agar sesuatu phin di otaknya terpicu. Itulah kenapa Bing Bing secara khusus cuti untuk membawanya mendaki gunung? 


Wang Zhen hanya menghela nafas. Dia nggak ngerti harus gimana lagi menjelaskannya. Bing Bing mengaku nggak peduli. Dia lelah. Wang Zhen berkata karena itulah Bing Bing harus bangun. Wang Zhen asal menarik Bing Bing. Nggak peduli biarpun Bing Bing nggak mau. Bing Bing berdiri. Dia meminta Wang Zhen untuk mengatakan apa yang bisa dilihat di gunung itu? Rusa gunung? Burung Takur? Burung Kakacamata Jepang? Atau binatang lucu lainnya? Atau apa yang mengharuskannya jalan terus? Wang Zhen menutup mulut Bing Bing dan menariknya. 


Bing Bing menilai kalo Wang Zhen sangat menyebalkan. Wang Zhen mendorong Bing Bing agar berjalan di depan. Bing Bing menyuruh Wang Zhen duluan. Wang Zhen nggak mau. Dia menyuruh Bing Bing saja yang duluan. 


Mereka akhirnya sampai. Bing Bing merasa lega. Dia jadi semangat pas melihat pemandangan yang sangat cantik. Wang Zhen berdiri di samping Bing Bing sambil mengatur nafas. Bing Bing menatapnya dan bertanya apa karena Bing Bing nggak bisa melihat matahari terbenam dengan Bruce di kencan mereka, itukah sebabnya Wang Zhen membawanya kesana? Wang Zhen cuek. Siapa yang ingat sama kencannya Bing Bing? Bing Bing kembali memandang pemandangan. Ia mengatakan kalo sebenarnya ketika ia masih muda, itu adalah impiannya untuk melihat matahari terbenam dengan pasangan hidupnya. Wang Zhen menyindir kalo Bing Bing punya banyak mimpi. Bing Bing nggak merasa begitu. 


Siapa bilang? Bing Bing menjelaskan, karena ayahnya seorang chef. Ketika ia masih kecil, sebelum ayahnya pergi keluar, ayahnya selalu berkata padanya bahwa dia akan kembali saat matahari terbenam. Jadi ketika ayah Bing bing pergi keluar, Bing Bing akan selalu menunggu di jendela dan menunggu sampai matahari tenggelam. Ketika Bing Bing meligat matahari tenggelam, ia tahu kalo ayahnya akan segera pulang ke rumah. Bing Bing bertanya bukankah cerita itu sangat mengharukan? Bing Bing merasa menyesal dia nggak melihat matahari terbenam dengan Bruce. Wang Zhen meledek, apa nggak ada pria lain di dunia? kalo Bing Bing nggak suka melihatnya, maka Bing Bing bisa datang kesana kapanpun untuk melihatnya. 


Bing Bing duduk. Dia berpikir kalo ia mungkin nggak akan pernah bertemu dengan pasangan hidupnya. Wang Zhen menatapnya laku mengheka nafas. Ia lalu menasehati selama Bing Bing bersedia untuk membuka matanya dan melihat, maka ada banyak pasangan yang hidup diluar sana. Bing Bing protes. Gimans bisa ada begitu banyak orang yang Wang Zhen takdirkan bersama? Menurut Bing Bing hanya ada satu orang yang istimewa. Wang Zhen seorang dan pasangan jiwa satu-satunya. 


Wang Zhen memghampiri Bing Bing dan bertanya apa Bing Bing ingin mendaki bukit sebelah sana? Bing Bing buru-buru bangkit dan bilang nggak perlu. Ia berpikir kalo sekarang sudah lebih baik. Wang Zhen tersenyim melihat Bing Bing. Bing Bing melanjutkan ketika dia mendaki dan melihat pemandangan, ia menyadari bahwa suasana hatinya sedikit membaik. Wang Zhen nggak terima. Setelah mendaki dengannya sekian lama dan suasana hatinya hanya sedikit membaik? Bing Bing meralat. Seenggaknya dia berpikir kalo dia akan benar-benar melupakan Bruce. 


Bing Bing melepaskan kalungnya. Ia berniat membuang kalung itu jauh-jauh an menganggap itu sebagau perpisahannta kepada Bruce. Bing Bing mengayunkan tangannya dan membuangnya. Habis itu Bing Bing berteriak kalo dia akan melupakan Bruce. 


Bing Bing mengajak Wang Nuo untuk turun. Bing Bing berbalik dan hendak turun gunung. Wang Zhen menarik tangan Bing Bing. Bing Bing bertanya apa yang Wang Zhen inginkan? Wang Zhen membuka tangan Bing Bing dan ternyata kalungnya masih ada ditangan Bing Bing. Wang Zhen bertanya apa itu? Dia menyindir di drama apa Bing Bing berakting dan berpura-pura melakukan itu? Bing Bing beralasan kalo kalung itu sangat mahal jadi jangan dibuang. Selain itu juga kalungnya nggak bersalah. Wang Zhen meminta Bing Bing agar memberikan kalungnya padanya biar dia saja yang akan menjualnya. 


Kalung sudah pindah di tangan Wang Zhen. Bing Bing nggak terima. Itu kan kalungnya. Wang Zhen nggak... . Kenapa dia seperti itu? Bing Bing meminta Wang Zhen agar memberikan kalungnya kembali. Wang Zhen menyembunyikan kalungnya ke atas. Dan tanpa sengaja... . Lah, kalungnya kelempar. Tiba-tiba ada sepasang kupu-kupu di atas mereka. Wang Zhen baru sadar kalo Bing Bing dekat banget dengannya. Dia jadi gugup. 


Bing Bing menjauh. Wang Zhen merasa kalo Bing Bing sama sekali nggak bisa melupakan Bruce. Bing Bing meminta Wang Zhen untuk mengembalikan kalungnya. Dia membuka tangan Wang Zhen. Nggak ada. Tangan yang satunya, nggak ada juga. Kemana perginya? Bing Bing bahkan sampai memeriksa saku Wang Nuo tapi nggak ada juga? Bing Bing bertanya kenapa Wang Zhen nggak mengembalikannya? Wang Zhen memberitahu kalo kalungnys sudah terjatuh ke dasar gunung. Bing Bing melongok ke bawah. Dia nggak percaya Bruce benar-benar menjatuhkannya. Wang Zhen sendiri hanya tersenyum. 


Mereka turun gunung. Bing Bing berjalan di depan. Dia marah pada Wang Zhen. Wang Zhen janji akan mengganti kalungnya karena dia yang menjatuhkan kalungnya. Bing Bing berkata kalo dia nggak memerlukannya. Walaupun dia terkejut saat pertama kali mengetahuinya, tapi sekarang dia merasa lebih santai. Wang Zhen bertanya jadi Bing Bing melepaskannya pergi? Bing Bing mengangguk mengiyakan. Walaupun raja memutuskan keluar dan menjelajah bersamanya. 
*Nama Zhen berarti raja. 
Bing Bing menambahkan nggak bener kalo dia nggak kembali berdiri dengan kakinya. Wang Zhen tersenyum. Bagus kalo Bing Bing tahu. 


Wang Zhen lalu berjalan duluan. Bing Bing memanggilnya. Dia memberitahu kalo tiba-tiba teringat bahwa Wang Zhen mengira dia adalah penguntit ketika mereka pertama kali bertemu. Wang Zhen mengiyakan. Ia bercanda, selalu ada orang desa yang merepotkan yang ingin menghancurkan raja. 


Tiba-tiba ada kupu-kupu yang hinggap di lengan Wang Zhen. Bing Bing mendekat dan memberitahu ada kupu-kupu. Sayang sekali kupu-kupunya malah terbang ke atas. Bing Bing mencari-carinya. Wang Zhen menggenggam tangan Bing Bing dan menariknya agar mendekat. Pelan-pelan Wang Zhen mulai mendekatkan wajahnya dan semakin menatap Bing Bing dalam-dalam. 


Pas lagi romantis gini Bing Bing malah bertanya apa ada kupu-kupu diwajahnya? Wang Zhen melepaskan Bing bing dan bertanya dimana kupu-kupunya? Bing Bing memberitahu kalo kupu-kupunya ke arah sana. Wang Zhen agak gugup. Dia menyindir kalo sekarang setelah patah hatinya telah sembuh, Bing Bing mulai melihat ilusi. Bing Bing nggak mau kalah. Dia balik menyindir. Melaporkan kepada raja kalo kalung yang barusan mereka hilangkan dan kupu-kupu mengelilinginya adalah semua yang lebih dipercata daripada apa yang biasa mereka lihat. Wang Zhen mengaku tahu. Dia lalu menutup wajah Bing Bing dengan topi yang dipakainya dan meninggalkannya. Bing bing lalu mengejarnya. 

Juliet: Romeo, terima kasih. Kamu benar-benar nggak membual. Kamu sangat setia. Bahkan ketika guru menolakku, kamu masih bersamaku sebagai temanku. Terima kasih. 


Bing Bing sudah hampir selesai beberes. Wang Zhen masuk dan memberitahu kalo tim Knight memberitahunya untuk online. Mereka mengirim pesan ke Bing Bing tapi Bing Bingnya nggak menjawab. Bing Bing meminta wang Zhen untuk membantunya mengangkat kardus. Wang Zhen menyimpan ponselnya di saky dan membantu Bing Bing mengangkatnya dan meletakkannta ke luar. Wang Zhen bertanya-tanya kenapa itu sangat berat? 


Wang Zhen kembali masuk dan melihat kamar Bing Bing sudah hampir kosong. Bing Bing menyusulnya dan berterima kasih. Wang Zhen bertanta jadi Bing Bing sudah berdiskusi dan setuju dengan pihak lainnya? Bing Bing mengiyakan. Ia lalu mengambil sesuatu dan memberikannya pada Wang Zhen. Itu adalah uang sewa seperti yang Bing Bing janjikan. 


Wang Zhen bertanya apa ada yang salah dengan Bing Bing? Bukankah Bing Bing adalah parasit yang akan bermalas-malasan untuk jangka waltu yang nggak pasti. Bing Bing meletakkannya di tangan Wang Zhen. Ia meminta maaf kepada kedua anjing Wang Zhen. Wang Zhwn malah nggak ngeh. Apa itu? Bing Bing mengingatkan kalo Wang Zhen bilang akan memelihara dua anjing Golden Retriver. Wang Zhen baru ingat. Ia mengiyakan dan bertanya ada apa dengan itu? Bing Bing bertanya apa nama mereka? Wang Zhen tampak berpikir. Dia lalu mengatakan Romeo dan Juliet. Bing bing tersenyum senang karena namanya seperti mereka. Wang Zhen mengangguk. Bing Bing memberitahu kalo ada NT$1,00 disana. Itu untuk makanan anjingnya. Bing Bing meminta Wang Zhen untuk mengambilnya sebagai hadiahnya bertemu dengan Wang Zhen. Bing Bing berterima kasih karena Wang Zhen telah menjaganya. 


Wang Zhen mengingatkan kalo tempat itu adalah tempat dimana Bing Bing dibesarkan. Apa Bing Bing nggak merasakan apapun? Bing Bing memberitahu kalo itu dibawah. Lagian juga orang perlu tetap maju je depan. Apapun yang terjadi kemarin adalsh saat ini semua masa lalu. Setelah menjadi patah hati, Bing Bing memutuskan untuk memulai yang barudan pergi ke tempat baru. Wang Zhen terus saja menatap Bing Bing. Dia nggak percaya Bing Bing akan benar-benar pergi. 


Wang Zhen bermain dengan suasana hati yang kesal. Dia bertanya-tanya apa maksudnya dengan memulai yang baru? Apa pindah dan pintu yang baru adalah memulai yang baru? Meninggalkan toko makanan penutup baru dianggap sebagai memulai yang baru. Dia merasa kalo pikiran Bing Bing sangat sederhana dan dia juga sangat keras kepala. Pengganggu kecil itu! Wang Zhen memperkirakan kalo nggak lama setelah itu cinta lama dengan Bruce akan mulai lagi.


Wang Zhen makin kesal. Dia berhenti bermain. Wang Zhen merasa kalo ini nggak bisa dibiarkan. Dia harus memikirkan sebuah cara. Wang Zhen lalu terinfat kalo Bing bing bilang kalo orang yang menyewakan tempat adalah paman Sashimi yang suka makan di tempatnya Ah Meng. Wang Zhen tersenyum karena menemukan ide. 

Bersambung...

Komentar:
Nggak nyangka selain jadi dokter ahli kandungan, Wang Zhen juga bisa jadi dokter cinta. Buktinya dia bisa ngobatin Bing Bing yang lagi sakit hati gara-gara putus sama Bruce. ^_^

2 komentar

Haha 😁
Kenapa aku baper ya.????

yeayy lanjuttt lg dunkk mbaaaa