Advertisement
Advertisement

Wang Zhen menyamar dan datang ke kafe Ah Meng untuk melihat orang yang akan menyewakan tempat untuk Bing Bing. 


Wang Zhen sengaja menunggunya di luar. Ia segera menghampirinya saat pria itu keluar dari kafe. Wang Zhen mengaku mendengar kalo pria itu memiliki kamar untuk disewakan. Pria itu membenarkan tapi sudah ada orang lain tang akan menyewanya. Wang Zhen menyayangkan. Padahal wanita tua yang tinggal di sebelahnya selalu sendirian. Anak perempuannya sangat mengerikan. Dia senang berjudi... . 


Bing Bing kembali ke kamar atapnya tapi disana sudah ada dua anjing besar. Bing Bing senang melihat mereka dan menebak kalo mereka adalah Romeo dan Juliet. Bing Bing menilai kalo mereka sangat lucu. Dia langsung bermain dengan kedua anjing itu. Wang Zhen duduk di kursi dan tersenyum menatap Bing Bing. Wang Zhen bangkit dan memanggil Romeo. Dia memperkenalkan Bing Bing pada Romeo (kalung biru) dan Juliet (kalung hijau). Wang Zhen bertanya pada Juliet apa dia suka rumah barunya? 


Bing Bing bangkit dan menatap Wang Zhen. Dia memberitahu kalo kamar yang akan ia sewa sudah disewakan pada orang lain karena Bing Bing nggak juga menemui pemiliknya. Wang Zhen tersenyum. Dia pura-pura kesal karena hal seperti ini terjadi lagi. Wang Zhen duduk sambil merangkul Romeo. Bing Bing meminta agar Wang Zhen membiarkannya tinggal di atap barang satu atau dua bulan lagi. Bing Bing nggak bisa lagi menemukan kamar yang murah. Wang Zhen menyesal karena dua teman anjingnya baru datang dan dia harus mengirimnya lagi. Bing Bing memberitahu kalo dia bisa tinggal bersama Romeo dan Juliet. Wang Zhen kan sering bilang kalo rumah Bing Bing seperti kandang anjing. Jadi nggak masalah kalo mereka tinggal bersama. 


Wang Zhen bangkit dan menatap Bing Bing baik-baik. Bing Bing nggak papa tapi gimana dengan dua anjingnya? Wang Zhen memberitahu kalo kebiasaan mereka bagus. Beda sama Bing Bing. Romeo menggonggong. Wang Zhen memanfaatkannya kalo Romeo barusan bilang enggak. Bing Bing nggak terima. Dia juga mau tanya Juliet. Juliet juga mengangguk. Bing Bing mengartikan kalo Juliet setuju. 


Wang Zhen tetap nggak setuju. Dia khawatir kebiasaan hidup Bing Bing yang mengerikan akan menular ke kedua anjingnya. Gimana kalo mereka jadi pemalas seperti Bing Bing? Wang Zhen lalu memanggil Juliet sebagai Romeo dan menyuruhnya kembali ke tempatnya. Bing Bing mengoreksi kalo dia Juliet. Wang pemiliknya tapi nggak bisa membedakannya. Bing bing lalu menghampiri Romeo dan bilamg kalo dia akan jadi pemilik mereka yang baru. 


Wang Zhen tersenyum menyaksikan Bing Bing bermain bersama kedua anjingnya. Sekarang Bing Bing bukan lagi Juliet yang sedih lagi. 


Ayah datang ke rumah Wang Zhen. Ayah mau masuk ke rumah Wang Zhen tapi ragu-ragu. Takut kalo anaknya nggak dirumah. Ayah lalu mendengar suara Wang Zhen di atap. Ayah pun naik ke atas. 


Di sana ayah melihat Wang Zhen sedang bersama dua anjing dan seorang wanita. Ayah masuk dan memanggil Ah Nuo. Wang Zhen menghampiri ayah dan bertanya kenapa dia datang? Ayah mengaku lupa menelpon Wang Nuo. Bing Bing bangkit dan berdiri di samping Wang Zhen. Ayah cerita  tadi mendengar suara-suara di bawah lalu naik. Ayah memberikan buah yang ia bawa pada Wang Zhen. Itu adalah buah segar yang mereka tanam sendiri dan tanpa pestisida. Ayah menyuruh Wang Zhen untuk memakannya selagi segar. 


Bing Bing menyapa ayah Wang Zhen. Ayah nggak ngenalin Bing Bing. Bing Bing mengingatkan kalo dia yang membantu ayah membelah kayu bakar di peternakan belut dan ayahnya memasak perjamuan di dekat rumahnya saat Bing Bing masih kecil. Ayah mengaku sudah ingat. Tapi kenapa Bing Bing ada di sini? Ayah mengira kalo mereka punta hubungan. Bing Bing buru-buru menjelaskan kalo Wang Nuo adalah pemilik sewa dan dokternya juga. Ayah mengatakan kalo Bing Bing dan keluarga Wang benar-benar bertakdir. Bing Bing mengangguk sambil tersenyum. 


Ayah minum teh bersama Wang Zhen. Ia mengaku terus memikirkan tentang apa yang terjadi di ulang tahun Wang Nuo. Ayah tahu kalo Wang Nuo punya pandangannya sendiri dalam hubungan. Ayah hanya khawatir kalo Wang Zhen masih membujang di usia tuanya. Wang Zhen memberitahu kalo apa yang terjadi di hari ulang tahunnya adalah sebuah reaksi yang berlebihan. Ia mengingatkan kalo Ah Zhen sudah pergi dan Wang Zhen ingin agar semua orang berhenti membicarakannya. Wang Nuo merasa masih hidup di dunia dimana  Ah Zhen masih hidup. Wang Zhen ragu-ragu mengatakan kalo dia berpikur kalo suatu hari nanti Wang Zhen akan kembali. Ayah tersenyum dan menepuk pundak Wang Zhen. Kehilangan Ah Zhen adalah luka ayah dan ibunya. Tapi kerja keras dan prestasi Wang Nuo adalah kebanggaan mereka. Itu juga yang membuat ayah merasa nggak kehilangan anak. Wang Zhen mengingatkan kall Wang Zhen dan Wang Nuo berbeda. Ayah menyudahi. Ia mengatakan kalo ia semakin tua. Dan lagi-lagi ayah menyinggung tentang pernikahan. Dan ujung-ujungnya ayah menjodohkan Wang Zhen dengan Ai Zhen. Wang Zhen menolak. Dia nggak ingin ayah memaksanya lagi. Ia mengaku punya pilihannya sendiri. Ia ingin mrmilih kebahagiaannya sendiri. Wang Zhen meminta ayah agar nggak membicarakan topik itu lagi. Ia menegaskan kalo dia dan Ai Zhen sama sekali nggak mungkin. 


Ayah mau mengatakan sesuatu tapi keburu ponsel Wang Zhen bunyi. Panggilan dari rumah sakit. Pasien kamar 206 keadaannya darurat dan memerlukan operasi caesar. Wang Zhen mengatakan akan segera kesana. 


Wang Zhen selesai memeriksa. Perawat menelponnya dan mengabarkan kalo pasien kamar 212 mengalami komplikasi. Wang Zhen pun segera kesana. 


Wang Zhen mendatangi kakak ipar Bai He yang mengeluh kesakitan. Bai He memberitahu kalo kakak iparnya bilang kalo perutnya nyeri dan dia kesakitan sejak bangun pagi ini. Apa dia baik-baik saja? Kakak ipar Bai He menangis dan bertanya dimana suaminya? Kenapa dia nggak datang dan menunjukkan kepeduliannya pada bayinya? Bai He menenangkan kakak iparnya dan janji akan menelpon kakaknya. Bai He pun keluar. 


Wang Zhen mengatakan akan memeriksanya dan melihat jika ada perubahan di mulut rahim. Tapi belum juga Wang Zhen memeriksanya, ponselnya sudah bunyi duluan. Wanita yang tadi dioperasi Wang Zhen mengalami perdarahan di ruang pemulihan. Tekanan darahnya menurun dan kehilangan kesadaran. Wang Zhen lalu memints perawat untuk menelpon Xiao Fang dan memintanya untuk melakukan pemeriksaan. Dia meminta kakak ipar Bai He untuk beristirahat lalu pergi. 


Bai He yang melihat Wang Zhen mau pergi, bertanya bukankah Wang Zhen akan memeriksa kakak iparnya? Wang Zhen mengaku sudah meminta sesrorang untuk mengambil alih pemeriksaan. Hasilnya akan keluar dalam 15 menit. Wang Zhen mengaku punya kasus lain dab akan kembali secepatnya. 


Wang Zhen kembali ke ruangan kakak ipar Bai He. Bai He marah-marah karena kakak iparnya nggak kunjung diperiksa. Wang Zhen bertanya hasilnya pada perawat. Bai He memprotes cara kerja rumah sakit yang nggak melakukan apapun pada kakak iparnya yang kesakitan. Wang zhen bertanya dimana Xiao Fang pada perawat. Perawat memberitahu kalo dokter Fang punya kasus yang nggak bisa dia tinggalkan. Wang Zhen akan memeriksanya dan meminta perawat untuk mempersiapkan segala sesuatunya. 


Wang Zhen selesai memeriksa kakak ipar Bai He. Mulut rahimnya melebar dua jari. Wang Zhen akan melakukan jahitan sementara. Kakak ipar Bai He bertanya apa anaknra baik-baik saja? Wang Zhen mengiyakan. Wang Zhen meminta Bai He untuk tanda tangan kalo dia nggak bisa menemukan kakaknya karena operasi memerlukan tanda tangan persetujuan. Bai He setuju. Dia akan tanda tangan. Wang Zhen lalu meminta perawat untuk mendorong tempat tidur ke ruang operasi. 


Bai He dan kakaknya menunggu di luar kamar operasi. Perawat keluar memanggil keluarga Chen Ya Ting. Bai He dan kakaknya mendekat. Wang Zhen  keluar bersama Xiao Fang dan memberitahu kalo ibu baik-baik saja dan dalam masa pemulihan tapi bayinya nggak bisa selamat. Wang Zhen lalu meninggalkan mereka. Xiao Fang lalu menjelaskan detilnya pada mereka. 


Di rumah Wang Zhen terus memandangi tangannya. Dia sendiri syok karena nggak bisa menyelamatkan seorang bayi. 


Bel pintunya bunyi. Wang Zhen membukanya. Yang datang adalah Ai Zhen. Dia mabuk. Ai Zhen mengaku kalo suasana hatinya sedang buruk jadi dia minum sedikit. Ai Zhen langsung masuk. Dia mau memberirahu alasan kenapa gatinya sedang buruk tapi Wang Zhen malah menawarkan akan memgantarnya pulang. Ai Zhen nggak mau. Dia menilai kalo Wang Nuo nggak adil. Dia memperbolehkan Bing Bing tinggal di atap tapi kalo dia datang malah diusir. Ai Zhen duduk di sofa. Dia sengaja nggak menghubungi Wang Nuo kalo dia sedang marah. Tapi Wang Nuo nggak juga menelponnya. 


Ai Zhen bangkit menghampiri Wang Zhen aan menuntut kenapa Wang Zhen nggak memikirkannya? Wang Zhen mengingatkan Ai Zhen kalo dia terlalu banyak minum. Wang Zhen meminta Ai Zhen menunggu. Dia akan membuatkan teh. 


Wang Zhen mau membuka kulkas tapi keduluan sama Ai Zhen. Dia mengambil bir dan meminumnya. Wang Zhen melarangnya tapi Ai Zhen nggak mau. Dia menanyakan kekurangannya yang membuat Wang Nuo nggak menyukainya. Wang Zhen mengingatkan kalo dia hanya menganggap Ai Zhen sebafai adik. Wang Zhen melarang Ai Zhen membuang waktu dengan mengharapkannya. Dia akan mengantarnya pulang. Ai Zhen mengingatkan kalo dulu Wang Nuo memperlakukannya dengan baik. Ai Zhen menilai kalo Ah Nuo yang sekarang nggak seperti Ah Nuo-nya. Wang Zhen menghela nafas. Dia mengatakan kalo itu karena mereka tumbuh sama-sama. Main sama-sama. Tapi perlakuan baik itu hanya perlakuan baik terhadap adik perempuan. Mereka nggak membuat janji apapun. 


Ai Zhen menatap Wang Zhen. Dia mau berjalan tapi Wang Zhen menahannya. Ai Zhen mengulangi kalo Wang Zhen bilang benar-benar nggak menyukainya. Wang Zhen mengiyakan. Dan itu nggak akan pernah berubah. Wang Zhen nggak akan pernah menyukainya. Ai Zhen patah hati. Matanya memerah. Dia mengaku ingin muntah. 


Ai Zhen masuk ke kamar Wang zhen dan mengunci diri. Dia menangis disana. 


Ai Zhen sudah tidur di ranjang Wang Zhen. Wang Zhen masuk san menyelimutinya. Habis itu dia mematikan lampu dan keluar. 


Malam itu Wang Zhen tidur di sofa. Dia terbangun keesokan harinya. Wang Zhen mau melihat Ai zhen tapi rupanya Ai Zhen sudah bangun dan memakai bajunya. Dia langsung menghampiri kulkas dan berniat membuatkan sarapan untuk Wang Nuo. Wang Zhen melarangnya. Dia mau ke rumah sakit karena ada konsultasi. Wang Zhen masuk ke kamarnya untuk ganti baju. 


Ai Zhen menemukan potongan ikan mentah di kulkas. Wang Zhen mengaku memakannya dua hari yang lalu. Ai Zhen terkejut karena seingatnya Wang Nuo nggak makan ikan. Ai Zhen jadi ingat perkataan Wang Nuo semalam yang mengaku kalo mereka nggak membuat janji apapun. 


Ai Zhen mengingat Wang Nuo kecil memintanya untuk menjadi pengantinnya di masa depan. 


Ai Zhen juga ingat pernah memergoki Wang Nuo main basket. Sebelumnya dia hanya melihat Wang Zhen main basket. Saat itu Wang Nui hanya mengatakan punya rahasia yang nggak Ai Zhen ketahui. 


Wang Zhen sudah ganti baju. Dia melarang Ai Zhen bikin sarapan dan menyuruhnya untuk ganti pakaian dan pulang. Ai Zhen menatapnya aneh dan bertanya apa dia benar-benar Wang Nuo? Wang Zhen nggak bisa menjelaskannya. Dia menyuruh Ai Zhen ganti baju lalu pulang istirahat. 


Ai Zhen mendekat. Dia mengaku ingin memastikan kalo hanya ada satu Wang Nuo di dunia ini. Ai Zhen menarik baju Wang Zhen dan melihat ada tanda lahir di dadanya. Gimana bisa? Wang Zhen mengaku selalu memilikinya. Ai Zhen menyimpulkan kalo dia bukan Wang Nuo. 


Wang Zhen berjalan melewati Ai Zhen dan berdiri membelakanginya. Ai Zhen memanggilnya Wang Zhen. Ai Zhen berbalik menghadap punggung Wang Zhen. Dia nggak percaya kalo dia benar-benar Wang Zhen. 


Wang Zhen berbalik dan membenarkan kalo dia adalah Wang Zhen. Ai Zhen syok karena setahunya Wang Zhen sudah meninggal di tempat kecelakaan. Kalo yang meninggal bukan Wang Zhen artinya yang meninggal adalah... . 


Ai Zhen frustasi. Dia nggak percaya. Ai Zhen menghampiri Wang Zhen dan ingin melihat tanda itu lagi. Wang Zhen nggak mengijinkannya. Dia menyingkirkan tangan Ai Zhen dan memberitahu kalo Wang Zhen masih hidup. Dia Wang Zhen. Ai Zhen nggak bisa berkata-kata. Dia syok berat. Ai Zhen menangis dan kembali masuk kamar Wang Zhen. 


Ai Zhen keluar dari kamar. Ia sudah memakai pakaiannya. Wang Zhen menghampirinya. Ai Zhen langsung menamparnya bahkan sebelum Wang Zhen bilang apa-apa. Ai Zhen kecewa karena Wang Nuo menipunya. Wang Zhen juga menipu ayahnya selama 15 tahun. Ai Zhen menanyakan perasaannya yang dibohongi selama 15 tahun. Ai Zhwn mengira itu karena dia mggak cukup baik, nggak cukup kerja keras. Apa Wang Zhen tahu seberapa sulitnya itu? Tapi akhirnya itu hanya tipuan. 


Ai Zhen memgambil tasnya dan berniat pergi. Wang Zhen mengejarnya. Dia memegang tangan Ai Zhen dan memintanya untuk mendengarkan penjelasannya. Wang Zhen hanya akan menjelaskannya dalam lima menit. Ai Zhen meminta Wang Zhen agar melepaskannya. 


Tiba-tiba Bing Bing masuk membawakan nasi goreng kesukaan Wang Zhen. Ai Zhen terkejut karena Bing Bing bahkan tahu tentang hal itu. Ai Zhen mengangkat tangannya hendak menampar Wang Zhen tapi ditahan sama Bing Bing. Bing Bing sendiri nggak sadar kenapa dia melakukan itu. 


Ai Zhen bertanya pada Bing Bing, siapa yang memberinya hak untuk menghalanginya? Bing Bing mengalu itu karena instingnya. Wang Zhen memisahkan mereka dan memberitahu kalo ini nggak ada hubungannya dengan Bing Bing. Ai Zhen makin marah karena Bing Bing tahu kalo dia adalah Wang Zhen. Wang Zhen menipunya 15 tahun dan memberitahu Bing Bing yang baru dia temui? Gimana bisa Bing Bing tahu kalo dia adalah Wang Zhen? Apa sengaja diberitahu? 


Bing Bing menggeleng. Dia mengaku tahu secara nggak sengaja. Ai Zhen menanyakan hubungan mereka sebenarnya. Wang Zhen meminta Ai Zhen untuk bertanya padanya. Ai Zhen makin nggak terima karena Wang Zhen membantu Bing Bing. Segitu pentingnya dia buat Wang Zhen? Wang Zhen mengingatkan kalo tadi Ai Zhen bilang kalo ini adalah antara mereka. Kalo Ai Zhen ingin tahu maka dia akan menjelaskannya. Ai Zhen mengaku nggak ingin mendengarnya lagi. Dia bukan Wang Nuo. Siapa yang memberinya hak untuk jadi Wang Nuo? Wang Zhen memanfaatkan perasaan semua orang untuk membuat Ai Zhen percaya padanya. Ai Zhen bahkan nggak tahu siapa orang yang ada di hadapannya sekarang. 


Bing Bing berdiri di antara Ai Zhen dan Wang Zhen. Ia meminta Ai Zhen agar berhenti memarahi Wang Zhen. Wang Zhen nggak memberitahunya karena takut Ai Zhen akan terluka. Ai Zhen marah karena Bing Bing tahu banyak sedangkan dia nggak tahu apa-apa. Ai Zhen mendorong Bing Bing sampai nasi goreng yang dia bawa tumpah. 


Wang Zhen sedih karena makannya tumpah. Ai Zhen sendiri langsung pergi setelahnya. Bing Bing sendiri nggak nyangka bakal jadi kayak gini. Wang Zhen berbalik sambil menghela nafas. Dia mengatakan kalo ini nggak ada hubungannya sama Bing Bing. Wang Zhen sendiri nggak mau hal ini menjadi semakin rumit. Dia meminta Bing Bing untuk menganggap kalo Bing Bing nggak menyaksikan hal ini. Bing Bing meminta maaf sebagai Juliet. Dia janji akan menjaga rahasianya tapi dia malah mengacaukannya. Bing Bing membersihkan makanan yang jatuh tapi Wang Zhen melarangnya. Itu sudah hancur dan dia akan membereskannya sendiri. Wang Zhen mendorong Bing Bing dan mempersilakannya untuk pergi. 


Bing Bing menurut. Dia pun pergi. Wang Zhen duduk di meja sambil memandang makanan kesukaannya yang jatuh berserakan. 

Bersambung...

Komentar:
Awalnya udah senyum-senyum gara-gara Bing Bing nggak jadi pindah. Tapi gara-gara Ai Zhen jadi sedih lagi. Tapi lega juga ada satu orang lagi yang tahu kalo sebenarnya dia adalah Wang Zhen, biar kita nggak bingung nyebutnya Wang zhen apa Wang Nuo.