Advertisement
Advertisement

Wang Zhen duduk di mejanya dan mengambil kertas. Dia mau menulis surat pengunduran dirinya. Yi Le sendiri tidur nggak jauh darinya. Yi Le bangun dan nanya kenapa Wang Nuo ada di sana? Dia kan diskors? Wang Zhen nggak menjawab. Yi Le bangkit dan melihat apa yang sedang dilakukan temannya. Yi Ke mengambil kertas Wang Zhen dan bertanya kenapa dia mengundurkan diri? Mereka memang nggak tahu apa yang terjadi tapu saat itu Wang Zhen kan sudah mengikuti prosedur dengan benar. Wang Zhen mengaku sudah memikirkan semuanya. Dia sudah menyadari. Yi Le bertanya menyadari apa? 


Wang Zhen teringat pertengkarannya dengan ayah semalam. Gimanapun juga Wang Zhen ingin melakukan apa yang dia inginkan. Beberapa tahun ini dia sudah bekerja keras untuk jadi dokter. Kenyataannya dia nggak pernah duduk tenang dan memikirkan kehidupan yang ia inginkan. Yi Le menyarankan agar Wang Nuo pergi retret spiritual, meditasi atau pergi ke luar negeri kalo ingin menemukan dirinya. Kenapa mesti mengundurkan diri saat dia nggak bersalah? 


Wang Zhen bangkit. Sebenarnya dia mengundurkan diri karena ingin kembali menjadi Wang Zhen. Tapi bilangnya ke Yi Le ingin memikirkan apa yang dia mau. Wang Zhen mau mengambil kertasnya kembali tapi nggak dikasih sama Yi Le. Nggak masalah. Wang Zhen mengambil yang baru. Yi Le kembali mengambilnya. 


Yi Le mengingatkan saat hari wisuda mereka. Wang Nuo bilang ingin jadi dokter kandungan karena ingin menyambut kehidupan baru. Itu pekerjaan yang dia suka. Dan lagi kalo Wang Nuo mengundurkan diri, Yi Le akan sendirian. Rencana mereka untuk kolaborasi mungkin akan dibatalkan. Usaha mereka akan sia-sia. 


Yi Le menasehati kalo sekarang bukan waktunya mempertimbangkan emosinya. Yi Le berharap Wang Nuo menggunakan otaknya untuk berpikir dengan tenang. Yi Le lalu memberikan surat pengunduran diri Wang Nuo. Dia mempersilakannya untuk mengisinya. Tapi Yi Le melarang Wang Nuo untuk meninggalkan mereka saat mereka sangat membutuhkannya. Wang Zhen mengiyakan. Ia akan meninggalkan surat pengunduran dirinya pada Yi Le. Dia tahu kalo itu bagus menggunakan otak. Tapi kalo Wang zhen kehilangan hatinya, maka dia bukan apa-apa. 


Bing Bing sendiri merasa nggak tenang. Dia terus melamun. Dia bahkan nggak menyadari Bruce yang berdiri di sampingnya sampai Bruce harus memanggilnya. Bruce menanyakan ada apa dengan Bing Bing? Dia seperti berada di dunia lain selama seharian ini. (Lah, ada yang beda sama wajahnya Bruce. ^_^). Bing Bing memberitahu kalo ini karena Wang Nuo. Bing Bing tahu kalo Wang Nuo dikeluarkan dari rumah sakit. Bing Bing memikirkan cara untuk menghibur Wang Nuo. Bing Bing takut Wang Nuo akan jadi depresi dan malah akan mengusirnya. 


Bruce malah tertawa mendengarnya. Bruce memberitahu kalo Wang Nuo memiliki harga diri yang kuat. Kalo Bing Bing bersikeras peduli padanya, Bing Bing malah akan mendapatkan efek sebaliknya. Bing Bing bertanya kenapa? Bruce memberitahu kalo Wang Nuo akan takut kalo Bing Bing akan meragukan kemampuannya. Bruce memberi contoh saat ia bertemu dengan Wang Nuo di gym. Apa dia baik-baik saja? Kalo Wang Nuo ada masalah, Bruce ada di toko kue dan siap membantu. Bruce lalu menepuk lengan Wang Nuo. Bing Bing nggak yakin dengan saran dari Bruce barusan. Cuman tepukan? Bruce membenarkan. Bruce juga akan menambahkan beberapa candaan atau memprovokasinya. Tapi Bing Bing juga harus memberinya sedikit pujian agar Wang Nuo nggak merasa tersakiti harga dirinya dan bersedia mendengarkan kata-kata Bing Bing. Bruce lalu meninggalkan Bing Bing. 


Malamnya Bing Bing bertamu ke rumsh Wang Nuo. Wang Nuo malas dan bertanya kenapa Bing Bing datang lagi? Bing Bing melakukan apa yang disarankan oleh Bruce. Dia menepuk lengan Wang Nuo dan bertanya gimana kabarnya hari ini? Wang Nuo malah nggak ngerti ada apa dengan Bing Bing? Apa dia kesambar petir dan otaknya rusak? Bing Bing ingat saran lainnya dari Bruce. Bercanda dan memprovokasinya tapi Bing Bing harus membalikkannya dengan cepat. Bing Bing lalu bilang kalo nggak jelek jadi pengangguran, Wang Nuo bisa tidur di rumah setiap hari. Tapi saat rumah sakit menyadari bahwa mereka nggak bisa bekerja tanpanya selama dua hari ini mereka akan cemas dan memintanya untuk kembali secepatnya. Iya kan? Wang Nuo malah makin nggak ngerti Bing Bing mau menghibur apa mengejek? Bing Bing mengingatkan kalo dia adalah temannya. Dia ada dipihak Wang Nuo. Dia akan mendukung Wang Nuo. Kalo Wang Nuo butuh bantuan, datang saja padanya. Sambil menepuk lengannya sendiri. 


Wang Nuo lalu mempersilakan Bing Bing untuk masuk. Bing Bing senang karena dia berhasil. Ajaib. Wang Nuo memberikan bebrapa rekaman CCTV sepanjang malam. Wang Zhen mengaku kalo matanya mau pecah. Wang Nuo meminta Bing Bing untuk melihatnya sementara dia akan memeriksa catatan kesehatan. Bing Bing bertanya kenapa Wang Nuo melakukan ini? Wang Nuo berkata ia ingin tahu apa saja yang dilakukan kakak iparnya Bai He dari masuk rumah sakit sampai kejadian keguguran. Ia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi yang membuatnya sampai mengalami keguguran. Bing Bing menyamakannya seperti mencari jarum di lautan luas. 


Wang Nuo mengiyakan. Itu sebabnya dia butuh bantuan. Ia mengingatkan kalo rekaman video itu nggak ada suaranya dan kualitasnya sangat buruk. Bing Bung harus konsentrasi dan jangan sampai tertidur. Bing Bing janji nggak akan tertidur. Kalo sampai dia ketiduran maka dia adalah id*ot. Bing Bing akan menganggapnya sebagai film bisu. Jadinya nggak akan membosankan. Wang Nuo meminum kopinya sampai habis. Semau Bing Bing lah. 


Wang Nuo bangkit untuk membuat kopi lagi. Ia memperingatkan Bing Bing untuk memikirkannya kembali. Secara dia dan Bai He kan bersahabat. Membantu Wang Nuo akan seperti menggambar garis batas antara mereka. Bing Bing merasa kalo Bai He pasti bisa ngerti kalo mereka bisa menemukan buktinya. 


Wang Nuo memberikan kopi buatannya pada Bing Bing. Ia merasa kalo Bing Bing sangat optimis akan tabiat manusia. Bing Bing mengiyakan. Itu karena dia terus bertemu dengan orang baik. Bing BIng mengingatkan kalo dia nggak ketemu dengan Wang Nuo saat itu, sekarang dia pasti sudah jadi tunawisma, sakut dan meninggal. Wang Nuo mengaku kalo dia juga terpaksa. Dia nggak punya kesempatan untuk menolak. Bing Bing seperti parasit. Wang Nuo mengatakannya sambil tersenyum. Bing Bing nggak terima. Apa mereka bukan teman? Ia memberitahu kalo Romeo dan Juliet adalah juara yang nggak terkalahkan di dunia maya. Jadi di dunia nyata Gao  ing Bung dan Wang... Wang Zhen bisa memenangkan pertempuran di dunia nyata juga. 


Malam makin larut tapi mereka masih sibuk. Wang Zhen bertanya kenapa Bibg Bing mengatakan itu? Bing Bing malah nggak ngerti. Wang Zhen mengaku sudah melihat beritanya. Wang Zhen tahu kalo Bing Bing sangat membencinya. Tapi saat Bing Bing teriak padanya kayaknya nggak pernah nyebutin kata HANGAT. Bing Bing menjawab karena dia tahu Wang Zhen berlaku sams ke setiap pasien. Dia nggak pernah menyelamatkan seseorang hanya karena mereka lebih penting. Wang Zhen bersikap sana ke semua orang. Wang Zhen menatap Bing Bing dan tersenyum. 


Wang Zhen meminum kopinya dan melihat Bing Bung susah tidur. Padahal sebelumnya Bing Bing sendiri yang bilang kalo dia tertidur maka dia adalah seorang id*ot. Tapi hal itu malah membuat Wang Nuo tersenyum. Bing Bing bermeditasi. 


Wang Zhen mengambil selimut dan menyelimuti Bing Bing. Dan lagi-lagi Wang Nuo tersenyum lihat Bing Bing. Wang Zhen lalu mengambil alih tugas Bing Bing. 


Hari-hari berikutnya mereka jadi makin dekat gara-gara itu. Makan bersama sambil memeriksa rekaman CCTV, berebut selimut, sampai tidur bersama sambil saling bersandar. Wang Zhen merasa kalo tangannya kesemutan dan mati rasa tapi tetap dia tahan gara-gara nggak ingin Bing Bing terbangun (awww, so sweet ^_^). Bing Bing sampai mengigau memanggil Wang Zhen sebagai kekasih ketujuhnya dan melarangnya pergi. Wang Zhen nggak yakin. Sebenarnya dia kekasih ke-7 apa musuh ke-8? Wang Zhen menyelimuti Bing Bing dan menyandarkan kepalanya. Dia mengiyakan kalo dia memang keksih ke-7 Bing Bing. 


Bing Bing nggak sengaja melihat kakak Bai He. Dia menyuruh Wang Zhen melihatnya. Kakak Bai He masuk lift dengan panik. Wang Zhen ingat itu dua jam sebelum kejadian. Dia juga melihatnya. Kenapa? 


Wang Zhen lalu ingat kalo kakak ipar Bai He menangis menanyakan suaminya. Wang Zhen mengatakan kalo hari itu datang dua pasien dan situasinya sangat ramai. Kakak Bai He nggak ada di kamar rumah sakit. Sejak kakak Bai He pergi sampai insiden terjadi, ada jarak sekitar dua jam. Bing Bing bertanya-tanya mungkinkah kakak Bai He bertengkar dengan istrinya? 


Wang Zhen lalu ingat kala itu kakak Bai He keluar sambil marah-marah. Kalo dia nggak pergi siapa yang kasih makan? Berbaring di rumah sakit apa nggak perlu uang? Kakak ipar Bai He mengaku nggak membutuhkan suaminya. Ia mengancam akan lapor polisi. 


Wang Zhen mengira kalo mereka bertengkar. Wang Zhen juga ingat kalo nggak salah nenek Wu juga pulang pada hari itu. Bing Bing membenarkan. Wang Zhen ingat Xiao Fang membantu mengambil foto untuk mereka. Bing Bing meralat, dia nggak ngambil foto tapi merekamnya. Mereka melihat saat Xiao Fang merekam video saat kepulangan nenek Wu. Sudut yang diambil Xiao Fang kebetulan menghadap kamar itu. 


Bing Bing menanyakan kamar siapa maksudnya? Wang Zhen memberitahu kalo itu kamar kakak ipar Bai He. Ia merasa kalo isi rekaman Xiao Fang mungkin akan menunjukkan apa yang terjadi di kamar itu. Bing Bing tersenyum. Secara bersamaan mereka sama-sama mengatakan cari Xiao Fang. 


Wang Zhen segera menelpon Xiao Fang. Sayangnya telponnya nggak diangkat. Akhirnya Wang Zhen mengirim pesan. Menyuruh Xiao Fang untuk memeriksa rekaman video yang ia ambil untuk nenek Wu. Mungkin ada petunjuk penting tentang Nyonya Chen. Bing Bing merasa akan menguntungkan kalo mereka bisa menemukan bukti di ponselnya Xiao Fang. Akhirnya ada kemajuan. Bing Bing mengangkat tangannya tapi Wang Zhen malah memeluknya. 


Tiba-tiba bel pintu Wang Zhen bunyi. Siapa? Wang Zhen membukakan dan yang datang adalah... ayahnya Bing Bing. Bing Bing menghampiri ayahnya dan bertanya kenapa ayah balik? Ayah malah balik nanya, kenapa Bing Bing ada disini? Bing Bing bingung gimana jawabnya. Ayah malah menduga kalo mereka hidup bersama. Bing Bing mengelak. Dia memberitahu kalo Wang Zhenlah yang membeli rumah mereka. Bing Bing sendiri tinggal di atap. 
Ayah menunjuk Wang Zhen. Ternyata dia yang membeli rumahnya dengan harga murah? Wang Zhen membenarkan. Tapi harganya nggak murah juga. Ayah lalu main masuk begitu saja. Mau lihat-lihat katanya. Ayah bahkan nggak mengganti sepatunya dulu. 


Ayah berbalik dan menanyakan pria itu yana membuat anaknya tinggal di atap. Bing Bing memberitahu kalo ayah salah paham. Wang Zhen justru menolongnya. Apalagi dia nggak minta biaya sewa. Ayah malah semakin melantur. Nggak minta biaya sewa? Jadi sebab itukah Bing Bing harus tinggal disini? 


Ayah menarik Bing Bing dan memperingatkan kalo seharusnya Bing Bing tahu cara melindungi diri srndiri. Bing Bing kesal dan memukul lengan ayahnya. Ia meminta ayah untuk berhenti bicara omong kosong. Bing bing memberitahu kalo mereka hanya berteman. Bing Bing lalu menarik ayah dan membawanya pulang. 


Wang Zhen malah merasa kesal pada Bing Bing. Gimana enggak? Mereka hidup bersama selama dua hari, menggunakan selimut yang sama, tapi Bing Bing hanya menganggap kalo mereka berteman. 


Bing Bing marah pada ayah. Kenapa ayahnya nggak memberitahunya saat kabur? Ayah membuatnya dikejar-kejar rentenir. Ayah malah bilang sudah memberikan uangnya pada Zhou tua sebelum dia pergi. Ayah bahkan menitipkan uang untuk Bing Bing juga. Ayah mengira kalo uangnya pasti diambil sendiri. Ayah berencana menelponnya. 


Ayah menelpon Zhou tua tapi nggak tersambung. Bing Bing duduk dan memanggil ayah. Bing Bing meminta ayah untuk melupakan saja. Seenggaknya nggak ada yang terjadu pada mereka. Toh mereka baik-baik saja. Bing Bing mengingatkan kalo di masa depan ayah nggak boleh pergi tanpa pamit lagi. Bukankah Bing Bing satu-satunya putrinya? Gimana bisa ayah meninggalkannya seperti ini? 


Ayah duduk dan merasa bersalah. Pasti sulit untuk Bing Bing. Bing Bing menghampiri ayah dan duduk di sampingnya. Ia memberitahu kalo dia membuka toko kue dengan gurunya. Bing Bing janji akan membantu ayah di masa depan. Bing Bing mendorong kepala ayah dan memintanya untuk nggak membuat kekacauan lagi. Ayah tersenyum. Dia senang. Ayah tahu kalo suatu hari Bing Bing akan sukses. 


Xiao Fang bertemu dengan Ai Zhen di kafe Ah Meng. Ia pun duduk di hadapan Ai Zhen. Ai Zhen sendiri tampak malas meladeni Xiao Fang. Xiao Fang bertanya apa Ai Zhen tahu kalo bosnya sedang terlibat masalah? Ai Zhen mengatakan kalo seluruh Taiwan juga tahu. Xiao Fang maklum. Sudah diberitakan juga. Dia lalu mengambil ponselnya. Dia terkejut karena ada banyak panggilan tak terjawab. Dan ada pesan dari Wang Zhen juga. Xiao Fang membacanya. Dia lalu melihat video yang dimaksud.


Dalam video itu Xiao Fang melihat kakak Bai He mendorong istrinya sampai jatuh dari tempat tidur.  Xiao Fang lalu memperlihatkan vudeo itu pada Ai Zhen. Wanita itu adalah wanita yang mengadakan konferensi pers untuk menuntut bos Wang Nuo. Dia jatuh dengan keras dan keguguran. Xiao Fang bertanya apa video itu dapat digunakan sebagai bukti di persidangan? Secara Ai Zhen adalah seorang pengacara. Ai Zhen merasa itu bisa. 


Xiao Fang senang sampai dia nggak sengaja menyenggol Ah Meng yang sedang membawa pesanan. Ya sudah, semuanya jatuh. Xiao Fang membantu Ah Meng membereskannya. Kesempatan itu digunakan Ai Zhen untuk mengirim video itu ke ponselnya lalu menghapus video di ponselnya Xiao Fang. Setelah selesai, Ai Zhen pamit. Ia memberitahu kalo video itu akan menguntungkannya. 


Xiao Fang lalu berniat mengirimkan video itu ke Wang Zhen tapi.. videonya sudah nggak ada. 


Malamnya Bing Bing dan Wang zhen mengobrol sambil bermain. Apa dia berhasil menemukan Xiao Fang? Wang Zhen memberitahu kalo si bandel Xiao Fang mengambil video kakak Bai He memukuli istrinya dan mendorongnya dari tempat tidur. Tapi saat ia hendak mengirimkannya malah dia bilang kalo nggak bisa menemukan videonya. Bing Bing heran, gimana itu bisa terjadi? Wang Zhen juga nggak tahu. Mungkin Xiao Fang nggak sengaja menghapusnya. Bing Bing bertanya apa yang harus mereka lakukan? Apa ada cara untuk mendapatkannya kembali? Wang Zhen nggak tahu, dia mencoba selama setengah hari tapi sepertinya nggak bisa diselamatkan. 

Bersambung...

Komentar:
Jadi bener-bener kebawa perasaan pas lihat adegan Bing Bing sama Wang Zhen. Sayangnya malah ada ayahnya Bing Bing segala. Kira-kira Wang Nuo bisa nggak meluluhkan hati ayahnya Bing Bing buat ngambil putrinya? 

Dan gimana juga nanti Wang Zhen akan menghadapi tuntutan yang di alamatkan padanya. Secara dia nggak punya bukti. Dan apa Ai Zhen akan menggunakan video itu untuk mendapatkan Wang Zhen?

1 komentar:

Lanjut. Jadi baper.