Advertisement
Advertisement



Xiao Fang nggak sengaja ketemu dengan Bing Bing di kafe Ah Meng. Mereka duduk bersama. Xiao Fang bertanya apa bos baik-baik saja? Bing Bing menggeleng. Emosinya nggak stabil. Xiao Fang jadi merasa bersalah. Andai dia nggak menghapusnya pasti semuanya akan baik-baik saja. Bing Bing menanyakan apa Xiao Fang nggak meminta tolong pada orang lain? Xiao Fang mengaku sudah. Ia bahkan hampir merusak ponselnya tapi nggak ketemu juga. Ia merasa aneh. Ia sedang menontonnya tapi tiba-tiba menghilang seperti mimpi. Xiao Fang juga bilang kalo Ai Zgen juga adx disana dan menonton videonya. Bing Bing terkejut Ai Zhen juga melihatnya. Xiao Fang mengaku memberikan video itu pada Ai Zhen untuk tahu apakah video itu berguna atau enggak. Ai Zhen bilang iya. Tapi saat ponselnya kembali video itu sudah nggak ada. 


Bing Bing lalu menemui Ai Zhen. Ai Zhen tersinggung karena  Bing Bing menuduhnya menghapus video itu. Bing Bing tahu kalo Ai Zhen sangat marah. Bing Bing menebak kalo Ai Zhen menyukai dokter Wang. Ai Zhen makin nggak suka dengan pembicaraan itu. Dia bangkit dan mau pergi. 


Bing Bing menahannya. Ia meminta maaf sebagai Wang Nuo. Bing Bing menyampaikan kalo sebenarnya Wang Nuo juga khawatir padanya sehingga dia memutuskan untuk nggak bilang apa-apa. Ai Zhen makin marah. Bing Bing pikir dia siapa mengatakan semua ini? Apa Bing Bing pacarnya? 


Bing Bing nggak langsung menjawab. Ia ingat perkataan Wang Nuo saat di mini market. Wang Nuo mengaku nggak ingin jadi teman baik Bing Bing dan tukangnya. 


Bing Bing menggeleng. Dia mengatakan kalo mereka hanya teman baik. Ai Zhen menyimpulkan kalo Wang Nuo nggak mengatakan apapun ke orang terdekat tapi malah bilang ke Bing Bing. Bing Bing jadi merasa nggak nyaman. 


Ai Zhen mengaku punya cara untuk membantu Wang Nuo. Tapi Bing Bing harus janji satu hal padanya. Ai Zhen meminta Bing Bing untuk meninggalkan Wang Nuo dan menjaga jarak. 


Bing Bing kembali ke toko kue dengan nggak semangat. Bruce yang sedang minum kopi di luar kaget lihat Bing Bing kembali. Bruce melihat wajah sedih Bing Bing dan mengira kalo Wang Nuo mengganggunya lagi. Bing Bing menggeleng. Ia mengatakan kalo ini nggak ada hubungannya dengan Wang Nuo. 


Bruce lalu mendekat dan melihat mata Bing Bing merah. Bing Bing beralasan kalo pasir masuk ke matanya. Tapi dia baik-baik saja, kok. Bruce mendekati wajah Bing Bing dan memeriksanya. Wang Nuo yang kebetulan baru datang melihat adegan itu dan merasa cemburu (lagi). Ia mengira kalo mereka balikan karena saling menggoda. 


Wang Nuo menghampiri mereka dan menarik Bing Bing menjauh dari Bruce. Bruce sampai heran, Wang Nuo nggak datang untuk melihatnya, ya? Wang Nuo mengaku datang untuk minta libur buat Bing Bing. Bruce bingung. Dia nanya ke Bing Bing apa dia perlu libur? Bing Bing juga heran kenapa Wang Nuo minta libur buat dia? Wang Nuo mengaku sedang dalam suasana hati yang buruk. Bing Bing kan teman baik dan orang yang dekat dengannya. Seenggaknya Bing Bing harus bersama dengannya untuk mengurus hatinya yang rapuh dan terluka. 


Tapi menurut Bing Bing Wang Nuo nggak terlihat rapuh sama sekali. Bruce di belakang sampai tersenyum mendengarnya. Wang Nuo nggak mau berlama-lama lagi. Dia pamir pada Bruce lalu mendorong Bing Bing pergi. 


Bing Bing menemani Wang Nuo main game. Bing Bing sepertinya kesulitan. Wang Nuo mendekat dan mengajarinya. 


Mereka lalu makan kue bersama. Nggak seperti bisaanya, Wang Nuo bahkan memberikan kuenya ke Bing Bing. Tapi ujung-ujungnya dia malah mengambil kue punya Bing Bing. Wang Nuo mengingatkan kalo sahabat baik harus berbagi. Wang Nuo lalu memberitahu kalo rasa favoritnya adalah teh hijau. Ia menunggu makanan pencuci mulut buatan Juliet. Bing Bing bertanya lalu dia harus makan apa? Wang Nuo menyuapi Bing Bing kue strawberi tapi Bing Bing menolak. Dia bisa makan sendiri. Ya sudah Wang Nuo memakannya. 


Saat pulang wang Nuo mrnyelamatkan Bing Bing saat hampir terserempet mobil. Tapi kenapa dia nggak mau melepaskan Bing bing? Wang Nuo mengingatkan kalo teman dekat itu wajar untuk jalan bersama. Bing Bing bahkan nggak melihat kemana dia mau pergi. Bing Bing juga mengingatkan kalo teman baik nggak perlu terlalu lengket gini. Wang Nuo nggak peduli dan tetap merangkul Bing Bing. 


Wang Nuo makan seafood bareng Bing Bing. Dia mengupas udang untuk Bing Bing. Udang adalah makanan kesukaan Bing Bing. Bing Bing membenarkan tapi Wang Nuo juga nggak perlu mengupas untuknya. Wang Nuo bilang kalo dia pembantu Bing Bing. Bing Bing menegurnya karena Wang Nuo mrngupas dengan berantakan. Dan hasilnya juga nggak ada dagingnya jadi percuma. Wang Nuo sudah mau marah tapi dia menahannya. Ia berterima kasih atas saran Chef Gao Bing Bing. Ia akan mempertimbangkannya dan berubah. Dan belajar. 


Wang Nuo memakan udang yang tadi dia kupas. Dia lalu mengupas lagi. Kali ini dengan lebih berhati-hati. Bing Bing tampak sedikit tersentuh. Ia lalu menawarkan untuk memesan nasi goreng belut kesukaan Wang Nuo. Wang Nuo menolak. Dia hanya suka nasi goreng yang dimasak oleh Gao Bing Bing. Bing Bing berpikir kalo Wang Nuo hanya rindu masakan ibunya dan itu nggak ada hubungannya dengannya. Wang Nuo berkata kalo dia benar-benar suka nasi goreng Bing Bing. Karena itu rasa yang sama yang pernah Xiao Wang Zhen rasakan. 


Seorang pelayan lalu menghampiri mereka dan menyapa mereka sebagai pasangan kekasih. Ia memberitahu kalo restoran hari ini punya acara spesial untuk pasangan. Kalo mereka bersedia foto bersama maka mereka akan mendapat diskon 20%. Apa mereka bersedia? Wang Nuo merasa kalo itu sangat bagus. Wang Nuo bertanya kalo mereka berciuman apa mereka akan dapat gratis? Pelayan itu bingung mesti jawab apa. Wang Nuo tersenyum dan bilang kalo dia hanya bercanda. Mereka bukanlah pasangan kekasih. Hanya teman. Pelayan lalu meninggalkan mereka. 


Bing Bing mengingatkan kalo Wang Nuo berani melakukannya saat untuk perut babi gratis terakhir kali. Padahal itu adalah ciuman pertama Bing Bing. Wang Nuo menatap Bing bing dan mengaku hanya ingin menjaga ciuman pertama Juliet. Wang Nuo lalu memberikan udang yang sudah dia kupas dengan rapi pada Bing Bing. Bing Bing menerimanya dan memakannya. 


Bing Bing dan Wang Nuo duduk bersama. Wang Nuo bertanya apa Bing Bing ingat tempat itu? Bing Bing mengiyakan. Itu adalah tempat ia menemui nyonya Wang (ibunya Wang Nuo) dan belajar resep nasi goreng darinya. Wang Nuo mengatakan kalo di tempat itu juga pertama kalinya Wang Zhen bertemu dengan Gao Bing Bing. Bing Bing tersenyum. 

Flashback...


Wang Zhen datang bersama ibu sambil membawa belanjaan. Ibu menegur Wang Zhen yang meletakkan belanjaan dengan kasar. Wang Zhen nggak peduli. Dia minta diijinkan pergi sekarang. 


Ibu melarang Wang Zhen dan menyuruhnya membantu Bing Bing yang sibuk menata tempat duduk. Wang Zhen malah nanya siapa dia? Ibu melarang Wang Zhen tanya-tanya dan menyuruhnya agar cepat membantu. Wang Zhen menurut. Dia melakukan apa yang ibu suruh. Tapi dia masih memandang Bing Bing dengan tatapan nggak mengenakkan. 

Flashback end...


Wang Nuo memberitahu kalo kenangan itu sangat berarti baginya. Itu adalah terakhir kalinya dia memakan nasi goreng buatan ibunya. 

Flashback...


Ibu mau mengobati lengan Wang Nuo yang terna wajan panas tapi dia malah mau pergi. Wang Zhen mengaku lapar dan mau makan mie. Ibu melarangnya. Ia akan membuat nasi goteng untuknya dan Bing Bing. Ibu lalu mengajak Bing Bing masak dan mengajarinya. 

Flashback end...


Bing Bing menyimpulkan kalo ia mendapatkan kesempatan untuk mempelajarinya karena Wang Zhen sedang ingin makan nasi goreng. Wang Zhen tersenyum. Ia menyesal. Andai saja ia menanyakan nama Bing Bing dulu, maka mereka nggak akan mengalami salah paham saat bertemu lagi beberapa tahun kemudian. Bing Bing rasa nggak juga. Saat ia ketemu dengannya, Wang Zhen adalah Wang Nuo dan dokter Wang dan bukan Wang Zhen. Wang Zhen mengatakan kalo sebelum Wang Nuo dan Gao Bing Bing ketemu, Romeo dan Juliet sudah bekerja bersama-sama untuk mendominasi dunia game. Bing Bing tersenyum. Ia menambahkan kalo Romeo juga membantu Juliet untuk memenangkan kejuaraan dan mengabulkan harapannya untuk memulai sebuah bisnis. Wang Zhen tersenyum. Ia juga menambahkan kalo Juliet juga membantu Romeo melepaskan topengnya. 


Bing Bing mengatakan kalo ia selalu tahu kalo Romeo membawa masuk anjing yang nggak punya rumah, membantu anjing itu membuat rumah baru, dan terluka tapi masih tetap datang ke kompetisi. Dan semua itu demi Gao Bing Bing. Bing Bing manggil Romeo dan berterima kasih atas semua yang telah Romeo lakukan. 
Wang Nuo tiba-tiba mengatakan kalo semua ini sudah ditentukan oleh takdir. Ia berterima kasih karena Bing Bing selalu ada di sisinya. 


Di kolam belutnya yang lama. 


Di hotel.


Restoran


Rumah sakit. 


Atap rumah. 


Bing Bing tersenyum. Wang Nuo merasa secara nggak sadar dia berubah jadi orang yang baik. Apa Bing Bing tahu kalo kesempatan untuk semua kebetulan itu adalah takdir yang Bing Bing yakini. 


Bing Bing memikirkannya. Ia merasa kalo mereka memang punya banyak kebetulan yang nggak terhitung jumlahnya. Tapi mereka selalu berdebat. Bing Bing bahkan sempat berpikir kalo Wang Nuo seorang narsistik, mudah marah, pendendam, dan Wang Nuo juga mengamcamnya. Wang Nuo hanya tertawa mendengarnya. 


Bing Bing melanjutkan kalo nggak tahu kenapa kadang-kadang ia peduli dengan perasaan Wang Nuo. Seolah ia bisa melihat lebih dekat. Mereka sudah saling kenal sejak kecil. Dibandingkan dengan menjadi pasangan kekasih di 7 kehudupan, bukannya mereka malah semakin...semakin... . Bing Bing nggak tahu cara mengungkapkannya. Wang Nuo melanjutkan. Semakin menyentuh. 

Bersambung...

Komentar:
Wang Nuo orangnya terlalu pencemburu dan berprasangka buruk. Padahal yang terjadi sebenarnya nggak seperti yang dia bayangkan. Mungkin karena saking sukanya dia sama Bing Bing, ya. Tapi hal itu malah membuatnya pingin dekat-dekat mulu sama Bing Bing.