Advertisement
Advertisement

Wang Zhen menangis dan nggak sanggup melanjutkan kalimatnya. Dia mengaku merasa sakit dan sedih tiap hari. Ia berharap suatu hari Wang Nuo kembali dan memakinya. Dan tiap kali dia lihat ayah dan ibu keluar masuk kantor polisi untuk mencari tubuh Wang Zhen, rasanya sakit. Wang Zhen mencoba untuk bilang ke diri sendiri agar jangan memikirkannya lagi. Dia mensugesti dirinya kalo dia adalah Wang Nuo. Nggak ada lagi Wang Zhen. Itu adalah beban yang harus dia bawa setiap hari. Sampai sekarang dia baru tahu mereka sebenarnya tahu kalo Wang Nuo lah yang meninggal. Dan itulah sebabnya mereka sangat sedih. 


Ayah menggeleng. Ia lalu duduk. Inikah alasan yang sebenarnya kenapa Wang Zhen menirukan Wang Nuo. Ayah mengambil seragam Wang Nuo. Ayah bertanya kenapa Wang Zhen merasa bersalah pada Wang Nuo? Ayah mengingatkan kalo kakaknya adalah anak yang bekerja keras dan penurut. Dia lebih manja dari Wang Zhen. Ketika Wang Zhen menahan diri, dan menyimpan perasaannya di dalam, saat itu ibu dan ayah tahu kalo dia bukan Wang Nuo. 


Wang Zhen makin sedih. Ia  mengaku kalo selama ini dia melakukannya dengan baik. Tapi kelihatannya ayah dan ibu tahu kalo wang Nuo lebih baik darinya. 

Flashback...


Wang Nuo mengukur tekanan darah ayah. Ayah mengatakan kalo Wang Nuo dan Wang Zhen adalah anaknya. Kalopun mereka nggak jadi dokter, mereka tetap putra-putranya. Wang Nuo tersenyum. Ia berkata seandainya Wang Zhen masih hidup, dia mungkin akan tetap tinggal di sini dan mengurus kolam belut. Ayah mengatakan kalo Wang Nuo sudah banyak menderita selama ini. Satu putra menjadi dua putra untuk menghibur ibunya. Ayah menasehati kalo Wang Nuo bisa lebih santai sekarang karena ibu sudah nggak ada. 


Wang Nuo makan siang bersama ayah dan Ai Zhen. Ayah memberitahu kalo ini sudah bertahun-tahun. Mereka hanya menyimpan masa lalu di hati mereka. Tapi mereka semua harus melihat ke masa depan. 

Flashback end...


Hati Wang Nuo makin sakit. Demikian juga dengan ayah. Gimana mungkin ayah dan ibu nggak bisa membedakan anak-anaknya. Ayah membuka tasnya. Ia mengatakan kalo dulu ibu selalu bilang saus keluarga Wang adalah kesukaan Ah Zhen. Mereka bahkan memaksa Ah Zhen dengan pura-pura kalo mereka ingin ia membaginya dengan rekan kerjanya. Tapi yang sebenarnya, sebelum ibu meninggal, dia khusus mengingatkan ayah, untuk nggak berhenti membuat saus itu. Ayah mengatakan kalo itu salahnya. Dia minta maaf pada Wang Zhen. Harusnya ayah nggak mementingkan diri sendiri. Berpikir kalo itu baik buat Wang Zhen. Ayah menangis.  


Wang Zhen bangkit dan menghampirinya. Ia duduk di samping ayah dan menepuk punggungnya. Ayah menghapus air matanya dan menatap Wang Zhen. Ayah merangkul Wang Zhen. Ia tahu Wang Zhen telah banyak menderita. Ayah meminta Wang Zhen agar berhenti menyalahkan diri sendiri dan membuatnya menjadi sulit. Ayah meminta Wang Zhen jadi dirinya sendiri. 


Wang Zhen menangis dan memeluk ayah. Ia mintaaaf pada ayah. Ia benar-benar minta maaf. 


Sekarang Wang Zhen sudah punya FB dan Bing Bing jadi teman pertamanya (eh, di FB namanya King Wang). Bing Bing senyum-senyum mulu. Habisnya Wang Zhen menulis kalo dia berpacaran dengan Gao Bing Bing di FB-nya. 


Ai Zhen menemui Wang Zhen di rumah sakit. Ai Zhen menyondir kalo sebelumnya tiap dia mencari Wang Nuo, dia selaly nggak pernah punya waktu, tapi sekarang saat dia mencari Wang Zhen, dia jadi punya lebih banyak waktu luang. Wang Zhen berkata kalo berkat Ai Zhen dia bisa menyelesaikan gugatannya. Dia datang untuk berterima kasih. Ai Zhen melarangnya berterima kasih. Dia nggak suka. 


Ai Zhen ragu-ragu bertanya apa Wang Zhen pacaran sama Bing Bing? Wang Zhen nggak menjawabnya dengan kata-kata. Cuman senyum aja. Ai Zhen langsung tahu. Dia menyebut Bing Bing si b*doh. Dia terus menyukai seseorang yang nggaj punya perasaan apapun padanya. Tapi melihat Wang Zhen sekarang, ia masih ... . Ai Zhen merasa kalo nama itu nggak penting. Orang yang dia suka adalah orang yang ada di depannya. 


Wang zhen manggil Ai Zhen dan mengingatkan kalo dia adalah Wang Zhen. Orang yang Ai Zhen sukai bukanlah Wang Zhen. Wang Zhen sedikit menjauh. Ai Zhen memberitahu kalo ayah Wang Zhen menelponnya. Ai Zhen duduk. Ia melanjutkan kalo ayah Ai Zhen ingin meminta maaf. Dia ingin Ai Zhen berpikiran terbuka dan merelakannya. Tapi gimana bisa segampang itu? 


Wang Zhen memberitahu kalo mungkin Ai Zhen hanya perlu membuka matanya dan mrlihat orang di sekitarnya. Wang Zhen duduk. Ia menyarankan agar Ai Zhrn jangan mempersulit diri. Ai Zhen mengingatkan kalo Wang Zhen bukan dia. Dia nggak tahu seberapa besar cinta yang Ai Zhen investasikan padanya. Wang Zhen mengaku tahu. Tapi menurutnya harusnya Ai Zhen juga bisa merasakannya. Dia nggak pernah bisa menerima Ai Zhen karena bagi Wang Zhen, Ai Zhen adalah gadis yang kakaknya sukai. Dan nggak mungkin dia bersama Ai Zhen. 


Ai Zhen mengungkit tentang Wang Zhen yang menyamar sebagai Wang Nuo selama bertahun-tahun dan gimana bisa nggak mungkin untuknya? Wang Zhen membenarkan. Dia hanya menyamar sebagai Wang Nuo. Ai Zhen mengatakan kalo Wang Zhen menyamar sebagai Wang Nuo selama bertahun-tahun. Ia lalu menanyakan kemana Wang Zhen pergi. Ai Zhen mengatakan kalo Wang Zhen menghilang. Dia nggak ada lagi. Wang Zhen memberitahu kalo Ai Zhen salah. Selama ini dia selalu jadi Wang Zhen. Selama 15 tahun, ia telah mengalami yang hanya ia ketahui dan ia tahu apa yang ia lakukan. Ia hanya menyembunyikan Wang Zhen. 


Ai Zhen nggak habis pikir. Dia bangkit. Dia menatap Wang Zhen. Kalo saat itu Wang Zhen ingin hidup sebagai dua orang, harusnya dia menggunakan caranya sendiri untuk hidup. Perbuatan menirunya hanya untuk dirinya sendiri. Wang Zhen bilang enggak. Semua yang dilakukannya, ia bekerja keras dan melakukannya untuk Wang Nuo. 


Ai Zhen bertanya-tanya, Wang Nuo? Ai Zhen jadi makin emosi. Kalo Wang Zhen ingin menyamar sebagai Wang Nuo, harusnya dia menyukai dan menerimanya. Wang Nuo janji padanya.  Selama ini Ai Zhen selalu menjaga janji Wang Nuo selama 15 tahun. Apa wang Zhen tahu apa yang dia rasakan? Selama ini dia bekerja keras untuk menjadi layak untuk Wang Nuo. Tapi dia sama sekali nggak menyangka kalo musuh terbesarnya adalah Wang Zhen. 


Wang zhen menegur Ai Zhen. Dia bangkit dan memberitahu kalo dia benar-benar nggak bisa menggantikan kakaknya untuk menyukainya. Wang Zhen meminta Ai zhen untik memikirkannya baik-baik. Ai Zhen menangis. Ia menuntut, kalo dia nggak menemukan masalah ini, apa selamanya Wang Zhen akan terus menyamar? Wang Zhen nggak bisa menjawabnya. Ai zhen makin kecewa. Ia merasa kalo ini sangat nggak adil. Wang Zhen menipunya selama 15 tahun, Wang Zhen  juga membunuh dirinya sendiri selama 15 tahun. Sekarang dia mungkin Wang Zhen. Mungkin saja Wang Zhen hanyalah hantu yang ada dalam dirinya.


Bing Bing mengirim pesan untuk Wang Zhen. 

Bing Bing: Apa kamu sibuk hari ini? Beri aku tumpangan ke tempat kerja. 

Wang Zhen nggak juga membaca pesannya. Ia bertanya-tanya apa Wang Zhen masih tidur? Nggak seberapa lama pesan balasan dari Wang Zhen muncul. 

Wang Zhen: Aku ingin menyingkirkan semua hal yang ada kaitannya dengan Wang Nuo. Pergi kelyar dan bersantai. Jangan khawatirkan aku. 


Bing Bing bertanya-tanya, mungkinkah karena ayah Wang bertengkar dengan Romeo hari itu? Bing Bing berusaha menelpon Wang Zhen tapi nggak diangkat. Dia jadi khawatir. Ia mencoba menelaah apa yang Wang Zhen bilang. Menyingkirkan semua yang berkaitan dengan Wang Nuo? Nggak mungkin kalo... . Bing Bing makin kacau. Dia lalu pergi menyusul Wang Zhen. 


Wang Zhen sendiri ada di pantai. Dia berdiri sambil menatap laut. Terngiang kembali apa yang dikatakan Ai Zhen kalo dia menyamar sebagai Wang Nuo selama bertahun-tahun. Kemana Wang Zhen pergi? Mungkin sekarang Wang Zhen hanya hantu dalam dirinya. Wang Zhen lalu memanggil Wang Nuo. Mengajaknya bicara seolah ia ada di dekatnya. Kompensasinya untuk Wang Nuo, tiba-tiba nggak berguna sekarang. Apakah dia membuat pilihan yang salah? Apa belum cukup jadi Wang Nuo selama 15 tahun? 


Bing Bing masih di dalam taksi. Dia melihat Wang Zhrn dan minta diturunkan. 


Wang Zhen melepas sepatunya lalu berjalan mendekati laut. Bing Bing melihatnya dan segera berlari menghampirinya. Dia memeluk Wang Zhen dari belakang sambil teriak, nggak boleh. Wang Zhen melihat Bing Bing dan bertanya apa yang dia lakukan? Bing Bing malah balik nanya? Wang Zhen ngapain disini? Bing Bing tahu ayahmya pasti bicara kasar padanya setelah dia tahu. Tapi nggak papa. Wang Zhen masih punya dia. Bahkan kalo keluarganya salah paham padanya, Bing Bing masih akan percaya padanya. Kalopun semua orang menyalahkannya Bing Bing akan ada dipihaknya. Kenapa Wang Zhen nggak bisa berpikir jernih? 


Wang Nuo tersenyum, ia meminta Bing Bing buat berhenti bicara. Nggak mungkin kalo Bing Bing mengira dia nggak bisa mikir jernih dan dia akan lompat ke laut, kan? Bing Bing bertanya, kalo nggak lalu apa? Wang Zhen menanyakan apa Bing Bing pernah lihat seseorang menaruh sepatunya dengan rapi sebelum lompat ke laut? Wang Zhen memberitahu kalo dia hanya ingin masuk ke laut untuk merasakan airnya dan sekarang lihat apa yang Bing Bing lakukan padanya? Wang Zhen memperlihatkan pakaiannya yang basah. Bing Bing kesal. Siapa suruh Wang Zhen mengirim pesan padanya dan bilang kalo dia ingin sendiri untuk berpikir dan membuatnya berpikir yang enggak-enggak? Wang Zhen menatap Bing Bing sambil senyum. Jadi Bing Bing datang untuk mencarinya? Bing Bing nggak bisa mengelak. Habisnya Wang Zhen nggak mengangkat telponnya jadi dia khawatir. 


Wang Zhen memeluk Bing Bing. Pipit kecil b*doh. Bing Bing panik karena peduli padanya. Bing Bing kesal karena Wang Zhen meledeknya lagi. Ia mengingatkan tentang peraturan nomer 2, Wang Zhen nggak boleh meledeknya. Wang Zhen kembali memanggilnya pipit kecil b*doh karena nggak tahu seberapa besar Wang Zhen peduli padanya. Bing Bing memberitahu kalo memang Wang Zhen peduli padanya, kedepannya dia nggak boleh mengirim pesan sembarangan dan menghilang. Bing Bing nggak peduli mau dia Wang Nuo apa Wang Zhen, kenapa sesulit itu pakai topeng? Seperti demam saja, klo udah nggak butuh ya lepas saja. 


Wang Zhen melepaskan pelukannya dan menatap Bing Bing. Bing Bing membelai rambutnya dan menyarankan agar Wang Zhen jangan terlalu sering menggunakan otaknya. Ia lalu meletakkan tangannya di dada Wang Zhen dan menyuruhnya untuk menggunakan hatinya saja. Wang Zhen menggenggam tangan Bing Bing dan mengiyakan. Kalo dia sudah sembuh dari penyakitnya, dia akan melepaskan topengnya. Bing Bing senyum lalu mengangguk. 

Juliet: Jika Romeo mengganti namanya, kesempurnaannya nggak akan berubah sedikitpun. 

Romeo: Sebuah nama menggambarkan apa? Bunga mawar yang kita rawat, nama kami, masih sama keharumannya. 


Oke. Bing Bing rasa sudah cukup di airnya. Mereka lalu berjalan meninggalkan laut. 


Wang Zhen melamun. Bing Bing menghampirinya dan sambil membawa secangkir kopi. Ia bertanya apa Wang Zhen baik-baik saja? Wang Zhen mengiyakan. Dia nggak papa. Hanya dia nggak percaya dia Wang Zhen. Bing Bing menggenggam tangan Wang Zhen. 

Bersambung...

Komentar:
Hhh... . Selesai sudah salah paham antara Wang Zhen dan Wang Ba. Akhirnya kita bisa terus manggil Wang Zhen kedepannya. 

Wang Zhen sama Bing Bing juga semakin manis hubungannya. Sedikit bocoran nih, episode selanjutnya makin banyak adegan romantisnya deh kayaknya. ^_^

Salam
Anysti18